E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Penerapan Eko Wisata Terhadap Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Daud Kafi Wardana, 2Defin Almerkit Tanaos, 3Siti Sujatini. Euis Puspita Dewi Prodi Arsitektur. Universitas Persada Indonesia Y. Jakarta E-mail: 1Daudkafiwardana@gmail. com, 2definalmerkittanaos@gmail. sujatini@upi-yai. id, euis. puspita@upi-yai. ABSTRAK Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak Ae anak, diperlukan sekali faktor Ae faktor pendukung mulai dari internal maupun eksternal. Dalam artikel ini kami akan membahas tentang tempat area terbuka ramah anak untuk sebagai pertumbuhan dan perkembangan anak Ae anak salah satunya adalah tempat RPTRA yang biasanya sering dijumpai di tempat pemukiman sekitar. Tempat Ae tempat seperti ini dibangun dengan maksud dan tujuan untuk area terbuka hijau yang ramah anak, pemanfaatan lahan yang berguna, sebagai sarana berinteraksi social, tempat untuk membaca, tempat untuk berdagang, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan fasilitas yang disediakan seperti lapangan bermain, toilet, perpustakaan, tempat untuk berjualan, ruang terbuka hijau, sarana olah raga, dan lain Ae lain. Maka bisa dibilang pemerintah wajib menyediakan tempat Ae tempat seperti itu untuk penunjang dalam membuat interaksi social dan pergaulan yang sehat. Kata kunci : Internal. Eksternal. RPTRA. Interaksi Sosial ABSTRACT In the growth and development of children, supporting factors are needed starting from internal and external. In this article we will discuss about child-friendly open areas for children's growth and development, one of which is the RPTRA place which is usually often found in surrounding residential areas. Places like this are built with the intent and purpose of green open areas that are child-friendly, useful land use, as a means of social interaction, a place to read, a place to trade, and so on. Likewise with the facilities provided such as playing fields, toilets, libraries, places to sell, green open spaces, sports facilities, and others. So you could say the government is obliged to provide such places to support in making healthy social interaction and association. Keyword : Internal. External. RPTRA. Social Interaction Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. PENDAHULUAN Latar Belakang Menurut (Nusantara et al. RPTRA adalah singkatan dari Rumah Pintar (Smart Hous. yang terintegrasi dengan Taman Bacaan Masyarakat (Community Reading Par. Ini perkotaan yang memiliki latar belakang dalam usaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, terutama di daerah yang padat penduduknya dan memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas publik seperti taman dan perpustakaan. Beberapa latar belakang RPTRA Tingginya Kepadatan Penduduk: Kota-kota besar sering mengalami masalah kepadatan penduduk yang RPTRA diciptakan sebagai upaya untuk memberikan ruang terbuka hijau dan fasilitas pendidikan yang lebih mudah diakses bagi masyarakat perkotaan yang tinggal di lingkungan padat Keterbatasan Ruang Terbuka Hijau: Pembangunan kota yang terus berkembang sering kali mengorbankan ruang terbuka RPTRA bertujuan untuk memperluas akses terhadap taman dan ruang terbuka yang aman dan menyehatkan bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan yang Kurangnya Akses Terhadap Fasilitas Pendidikan dan Budaya: Di beberapa daerah, terutama yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah, akses terhadap fasilitas pendidikan dan budaya seperti perpustakaan bisa sangat terbatas. Dengan mengintegrasikan taman bacaan dalam RPTRA, diharapkan masyarakat terhadap literasi dan Peningkatan Kualitas Hidup: RPTRA juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan dengan menyediakan ruang terbuka yang bersih, hijau, dan nyaman, serta fasilitas pendidikan dengan berbagai latar belakang tersebut. RPTRA diharapkan dapat menjadi solusi bagi beberapa masalah perkotaan yang sering dihadapi oleh masyarakat, sambil meningkatkan interaksi sosial dan meningkatkan kualitas hidup Ruang Terbuka Hijau (RTH) (Salim et al. (Besari et al. Maksud dan Tujuan RPTRA (Rumah Pintar Taman Bacaan Masyaraka. sebagai berikut: Menciptakan Ruang Terbuka yang Berkualitas: RPTRA bertujuan untuk menciptakan ruang terbuka Ini pengembangan taman yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan, yang Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 37817/jurnalmenara. dapat menjadi tempat rekreasi dan relaksasi bagi warga kota. Meningkatkan Aksesibilitas Fasilitas Pendidikan: Salah satu tujuan utama RPTRA adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan. Dengan bacaan yang terintegrasi di dalamnya. RPTRA memberikan kesempatan kepada masyarakat pengetahuan, dan keterampilan Mendorong Interaksi Sosial dan Kegiatan Komunitas: RPTRA bertujuan untuk menjadi pusat aktivitas komunitas di lingkungan Dengan menyediakan berbagai kegiatan sosial, budaya. RPTRA mendorong interaksi antara warga dan memperkuat ikatan sosial di antara mereka. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat: Melalui penyediaan ruang terbuka yang berkualitas dan fasilitas pendidikan yang mudah diakses. RPTRA bertujuan untuk kualitas hidup Ini kesejahteraan fisik dan mental, serta pembangunan kapasitas individu dan komunitas. Merangsang Pengembangan Wilayah: RPTRA juga memiliki Dengan menyediakan Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 fasilitas yang menarik dan RPTRA dapat menjadi katalisator berkelanjutan dan peningkatan nilai properti di sekitarnya. Secara RPTRA untuk memberikan masyarakat perkotaan dengan menyediakan ruang terbuka yang bersih dan hijau, serta fasilitas meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, sambil memperkuat ikatan sosial dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan RPTRA mencakup beberapa aspek yang penting dalam pengembangan dan Berikut adalah beberapa aspek utama yang bisa menjadi bagian dari pembahasan RPTRA: Perencanaan Desain: Pembahasan dapat dimulai dengan pemahaman mendalam tentang proses perencanaan dan desain RPTRA. Ini mencakup identifikasi lokasi yang tepat, penyesuaian masyarakat lokal, dan integrasi elemen-elemen seperti taman, bangunan, dan fasilitas pendukung Infrastruktur Fasilitas: Pembahasan juga dapat mencakup infrastruktur yang dibutuhkan E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. untuk mendukung operasional RPTRA, transportasi, aksesibilitas, air bersih, sanitasi, dan fasilitas penunjang lainnya seperti area bermain anak-anak, lapangan olahraga, dan tempat pertemuan Manajemen dan Pengelolaan: Lingkup mencakup strategi manajemen dan pengelolaan RPTRA, termasuk pembentukan komite pengelola, peran dan tanggung jawab staf, jadwal operasional, pemeliharaan Pendidikan dan Pelatihan: RPTRA juga dapat menjadi platform untuk pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan, workshop, seminar, dan program pembelajaran lainnya pengetahuan dan keterampilan Kegiatan Sosial dan Budaya: Pembahasan RPTRA mencakup berbagai kegiatan sosial dan budaya yang diadakan di dalamnya, seperti pertunjukan seni, festival budaya, pameran, kegiatan sosial lainnya yang memperkuat ikatan sosial antara warga kota. Evaluasi dan Pemantauan: Penting untuk membahas proses evaluasi dan pemantauan terkait kinerja dan RPTRA masyarakat dan lingkungannya. Ini melibatkan pengumpulan data, analisis kinerja, umpan balik dari Partisipasi Masyarakat: Pembahasan RPTRA juga harus masyarakat, termasuk bagaimana melibatkan warga dalam proses keputusan, dan implementasi Partisipasi masyarakat memastikan bahwa RPTRA benarbenar memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat setempat. Dengan aspek-aspek tersebut, pembahasan RPTRA wawasan yang komprehensif tentang bagaimana konsep ini dapat diterapkan dengan sukses dalam konteks perkotaan. Metodologi Pembahasan Metodologi pembahasan RPTRA pendekatan dan teknik untuk memastikan bahwa topik tersebut dipelajari secara menyeluruh dan Berikut beberapa langkah metodologis yang dapat diterapkan dalam pembahasan RPTRA: Penelitian dan Analisis: Tahap awal adalah melakukan penelitian RPTRA, termasuk studi kasus implementasi yang berhasil dan tantangan yang dihadapi. Analisis Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. literatur, laporan proyek, dan dokumen terkait lainnya dapat membantu dalam memahami konsep, tujuan, dan manfaat RPTRA. Pengumpulan Data: Melakukan wawancara, survei, dan observasi konteks lokal dan kebutuhan Data dikumpulkan dapat mencakup preferensi masyarakat, masalah lingkungan, infrastruktur yang tersedia, dan faktor-faktor lain yang relevan. Perumusan Pertanyaan Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian awal. RPTRA. Pertanyaan ini dapat mencakup aspek-aspek manajemen, dampak sosial, dan keberlanjutan RPTRA. Pemeriksaan SWOT: Kualitas terbuka yang luar biasa, dan investigasi bahaya (SWOT) terkait dengan eksekusi RPTRA. Ini mengidentifikasi provokasi yang mungkin muncul dan sistem untuk beragam dan perspektif Pemodelan Konseptual: Membuat menggambarkan elemen-elemen kunci dan hubungan antara mereka dalam implementasi RPTRA. Pemodelan ini dapat membantu dalam memvisualisasikan konsep langkah-langkah implementasi dengan lebih baik. Evaluasi Rekomendasi: Menggunakan data dan wawasan mengevaluasi kinerja dan dampak RPTRA merumuskan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Rekomendasi ini harus praktis, berdasarkan bukti, dan dapat diimplementasikan dalam konteks yang relevan. Dengan mengikuti metodologi ini. RPTRA informatif, dengan menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep ini dan cara terbaik konteks perkotaan. LANDASAN TEORI Diskusi Panel dan Fokus Grup: Mengadakan diskusi panel atau fokus grup dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat setempat, pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan ahli terkait. Diskusi ini dapat membantu dalam Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Ana. Teori Perkotaan: RPTRA berakar teori-teori mengkaji bagaimana kualitas lingkungan perkotaan dapat memengaruhi kualitas E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 hidup masyarakat. Teori-teori seperti New Urbanism, pengembangan kembali kota dengan penekanan pada ruang terbuka hijau dan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas publik, dapat menjadi landasan untuk pengembangan RPTRA. menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. RPTRA dirancang untuk menjadi pusat kegiatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang berkontribusi pada keseimbangan ekologi dan kualitas lingkungan. Teori Sosiologi: RPTRA juga berhubungan erat dengan teori-teori sosiologi yang membahas tentang interaksi sosial, partisipasi masyarakat, dan pembangunan komunitas. Konsepkonsep seperti social capital . odal sosia. dan community development . engembangan memberikan pemahaman yang penting tentang bagaimana RPTRA dapat memperkuat ikatan sosial dan bekerja pada kepuasan individu. Melalui landasan teori ini. RPTRA dapat dikembangkan dan diimplementasikan yang holistik berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya dari lingkungan perkotaan. Teori Pembangunan Manusia: Landasan teori RPTRA juga dapat dilihat dari perspektif pembangunan manusia, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang berkualitas. RPTRA berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan akses terhadap fasilitas pendidikan, ruang terbuka hijau, dan kegiatan sosial yang bermanfaat. Teori Pendidikan: Dalam konteks pendidikan. RPTRA dapat dilihat dari menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan formal dan non-formal. RPTRA menyediakan taman bacaan dan berbagai program pendidikan dan masyarakat meningkatkan literasi dan keterampilan mereka. Teori Keberlanjutan: RPTRA juga terkait dengan teori keberlanjutan yang 37817/jurnalmenara. Definisi RPTRA RPTRA merupakan singkatan dari Rumah Pintar Taman Bacaan Masyarakat. Secara definisi. RPTRA adalah sebuah perkotaan yang menyediakan fasilitas multifungsi yang terdiri dari rumah pintar yang terintegrasi dengan taman bacaan Ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, terutama di daerah yang padat penduduknya dan memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas publik seperti taman dan perpustakaan. Dengan adanya RPTRA fasilitas Pendidikan, rekreasi, serta tempat untuk berinteraksi sosial dan mengembangkan RPTRA menyediakan berbagai kegiatan dan layanan, termasuk taman bermain, ruang baca, pusat pelatihan, lokakarya seni dan budaya, serta berbagai kegiatan sosial dan komunitas lainnya. (Herlina n. Tujuan RPTRA Tujuan dari RPTRA (Rumah Pintar Taman Bacaan Masyaraka. adalah sebagai berikut: Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan: Salah satu tujuan utama RPTRA adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan. Dengan menyediakan taman bacaan yang terintegrasi di dalamnya. RPTRA masyarakat untuk meningkatkan literasi, pengetahuan, dan keterampilan mereka. Memperkuat Ikatan Sosial: RPTRA bertujuan untuk menjadi pusat aktivitas komunitas di lingkungan perkotaan. Dengan menyediakan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan. RPTRA mendorong interaksi antara warga dan memperkuat ikatan sosial di antara Meningkatkan Kualitas Hidup: RPTRA bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan dengan menyediakan ruang terbuka yang bersih, hijau, dan nyaman, serta fasilitas pendidikan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Mendorong Pengembangan Potensi Individu dan Komunitas: Dengan pendidikan, pelatihan, dan kegiatan sosial. RPTRA bertujuan untuk membantu masyarakat perkotaan mengembangkan potensi mereka secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. RPTRA berencana untuk membuat iklim yang terlindungi, komprehensif, dan tertata dengan baik untuk semua lapisan Ini termasuk upaya untuk memberikan penerimaan yang lebih baik kepada mereka yang memiliki kendala fisik atau keuangan. Mendorong Pembangunan Berkelanjutan: RPTRA juga memiliki tujuan untuk merangsang pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekitarnya. Dengan menyediakan fasilitas yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. RPTRA dapat menjadi katalisator untuk Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan nilai lingkungan. Dengan berbagai tujuan ini. RPTRA, dapat meningkatkan interaksi sosial, kualitas hidup, dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan. (Amalia. Rachmawati, and Ilham Azizah and Subiyantoro 2. Fungsi RPTRA Ruang Publik Terpadu Ramah Anak berfungsi untuk: Taman terbuka umum. Wahana untuk permainan dan perkembangan dan peningkatan anakanak. Organisasi, yayasan, dan kantor antara pemerintah daerah terdekat dan daerah setempat dalam memenuhi hak istimewa anak-anak. Bagian dari yayasan dan kantor Kota terpuji anak. Ruang terbuka hijau dan asimilasi air tanah lokal. Kerangka dan kantor untuk latihan sosial penduduk termasuk kemajuan informasi dan kemampuan Kerangka PKK. Upaya untuk meningkatkan gaji Data dan nasihat fokus keluarga. Halaman keluarga yang indah, terkoordinasi, indah dan menyenangkan. Kerangka data eksekutif (Sarjana et al. Kegiatan yang dilakukan di RPTRA Kegiatan-kegiatan dilakukan pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak antara lain adalah: Kegiatan untuk anak-anak terdiri dari : Bina Keluarga Balita Pendidikan Anak Usia Dini (BKB PAUD). Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. Perpustakaan anak. Tempat berolah raga. Tempat bermain. E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 Kegiatan kreatif anak. Kegiatan untuk masyarakat umum terdiri dari : Kegiatan sepuluh program pokok PKK . PKK-Mart. Kegiatan masyarakat yang tidak berpotensi mengakibatkan kerusakan taman dan/atau prasarana dan sarana yang Olahraga. Kegiatan kesenian. Kegiatan kebencanaan yang terdiri dari tempat mengungsi sementara saat banjir, kebakaran, serta bencana lainnya (Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi et al. Menurut (Sujatini. Soemardi. Alamsyah, 2. , dan (Dewi et al. , dan (Siti Sujatini 2. bahwasanya Smart Tourism merupakan solusi kedepannya dengan mengintegrasikan seluruh fasilitas wisata alam terbuka menjadi ekowisata ke dalam ruang terbuka yang sehat dan nyaman dan One Stop Sentul Tourism, yaitu dapat untuk olahraga, refreshing sekaligus dapat melestarikan lingkungan (Siti Sujatini 2. Menurut (Sujatini 2. bahwasanya keberlanjutan Ekologis (SDG. dapat tercapai pada saat dapat menggunakan daur ulang air kebutuhan air bersih suatu bangunan atau Kawasan, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi, menjadi area hiburan dan berwawsan (Sujatini and Puspita Dewi Terkait dengan konsep arsitektur tropis pasca pandemi, arsitektur bioklimatik maka (Rene and Sujatini 2. , dan (Sujatini. Qolby, and Dewi 2. , serta (Santoso and Sujatini 2. mengatakan bahwa adanya cross ventilation baik indoor maupun outdoor, penerapan arsitektur yang dapat beradaptasi dengan kondisi iklim tropis dapat menghemat biaya energi karena panas matahari yang masuk kedalam ruangan dapat dikendalikan sehingga 37817/jurnalmenara. dapat tercipta kenyamanan serta tempat hiburan dan berwawasan lingkungan. (Puspita Dewi and Sujatini 2. Menurut Sujatini(Sujatini 2. bahwa kehadiran ruang ketiga dan ruang keempat tidak menambah permasalahan namun justru digunakan untuk mengatasi permasalahan, dan kehadiran ruang keempat bukan sekedar untuk perbaikan keuangan namun juga untuk keamanan, kesejahteraan, kenyamanan dan tempat Secara keseluruhan, ruangan keempat (Fourth Spo. merupakan ruangan yang merupakan perpaduan antara ruangan pertama, kedua, dan ketiga, atau ruangan utama dengan ruangan kedua, ruangan kedua dengan ruangan ketiga, dan ruangan ketiga dengan ruangan pertama. (Dewi et al. Menurut (Sujatini. Soemardi. Alamsyah, 2. , (Sujatini 2. , (Dewi et al. , dan (Santoso and Sujatini n. Keterlibatan Masyarakat untuk menuju Keberlanjutan suatu fasilitas public sangat diperlukan, demikian juga Kerjasama dengan konsep penta helix tetap harus berjalan dan selalu dimonitor, demikian juga (S Sujatini 2. kerjasama pemerintak sektor public dan swasta harus mewujudkan fasilitas publik yang (Sujatini. Soemardi. Alamsyah, and Darmajanti 2. Sedangkan terkait dengan Penataan ruang oleh (Euis Puspita. Siti Sujatini. Henni 2. , rumah dan lingkungan sehat oleh (Sujatini. Dewi, and Henni 2. , dan (Sujatini et al. dan (Dewi. Sujatini, and Henni 2. mengatakan bahwa ramah lingkungan dan kenyamanan serta kesehatan lingkungan dapat tercapai dengan pengaturan ruang yang cross ventilation, limbah tidak mencemari lingkungan sekitarnya, serta penggunaan material yang ramah lingkungan dan (Rene and Sujatini n. Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Gambar 3. 2 RPTRA Amir Hamzah. Jakarta Pusat RPTRA Kalijodo Data Umum Lokasi Gambar 3. 1 RPTRA Kalijodo. Jakarta Utara Lokasi : Jalan Bidara Raya no. RT. 4/RW. Pejagalan. Penjaringan. Angke. Tambora. Jakarta Utara. Luas lahan : 5. 489 m2 Jam operasional : 24 jam Fasilitas RTH kalijodo A Lintasan jogging A Lintasan sepeda A Skate park A Amphitheater A Musala A Toilet A Outdoor fitness A Ruang hijau. RPTRA kalijodo A Ruang laktasi A Perpustakaan A Toilet A Arena bermain anak. RPTRA Amir Hamzah 3. Data Umum Lokasi : Jalan Taman Amir Hamzah. Kelurahan Pegangsaan. Menteng. Jakarta Pusat Luas lahan Pengesahan : 3. 988 m2 Pengesahan : 26 Februari 2016 Jam operasional : 07. 00 Ae 22. Fasilitas A Ruang Serba Guna A Perpustakaan A Lapangan Basket A Taman Bermain Anak A Futsal A Kolam Gizi A Tanaman Obat Keluarga (Tog. A Ruang Laktasi A Toilet Disabilitas A CCTV A Wi-Fi. RPTRA Cililitan Data Umum Gambar 3. 3 RPTRA Cililitan. Jakarta Timur Lokasi : Jalan Buluh. Kramatjati. Jakarta Timur Luas Lahan : 3800 m2 Pengesahan : 22 Oktober 2015 Jam operasional : 07. 00 Ae 22. Fasilitas A Saung A Taman bermain anak-anak A Alat kebugaran A Ampiteater A Lapangan futsal Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 A Perpustakaan A Paud A Ruang laktasi A Toilet disabilitas A Taman gizi A Kolam gizi A Ruang konseling untuk keluarga A PKK mart. Gambar 37817/jurnalmenara. METODOLOGI Metode yang kami gunakan dalam penelitian tersebut antara lain berupa studi literatur yang kami kutip dari beberapa website, buku Ae buku, dan file PDF yang telah kami temukan terkait dengan tema pembahasan serta observasi(Anon 2. (Salim et al. (Salim et al. (Sujatini n. Sujatini et al. secara langsung ke tempat wisata ragunan untuk meninjau langsung bagaimana keadaan yang ada disana HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Area bermain yang berada di RPTRA Kalijodo. RPTRA Kalijodo Kawasan ini terbagi menjadi dua yaitu RPTRA dan RTH Kalijodo. RPTRA ini diperoleh dengan pembebasan lahan pemukiman sebesar 5. 489 m2. Selain memiliki ruang terbuka hijau. RPTRA Kalijodo mempunyai beberapa fasilitas hiburan dan rekreasi yang ditujukan bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Jakarta seperti, lintasan jogging, lintasan sepeda, skate park, dan amphitheater (Mulya Pratama and Suryani 2. RPTRA Amir Hamzah Gambar 2. Area bermain yang berada di RPTRA Amir Hamzah. RPTRA yang diresmikan 26 Februari 2016 ini memiliki luas 3. 988 m2. Karena terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk, selain sebagai sarana rekreasi dan olahraga. RPTRA ini juga mempunyai fasilitas untuk menunjang kehidupan warga sekitar seperti, kolam gizi dan tanaman obat keluarga. (Sujatini and Puspita n. RPTRA Cililitan Gambar 4. Area bermain yang berada di RPTRA Cililitan. Terletak di Jalan Buluh. Kramatjati. Jakarta Timur. Diresmikan 22 Oktober 2015 dan memiliki luas 3. 800 m2. RPTRA memiliki fasilitas penunjang pendidikan seperti PAUD dan fasilitas Selain itu terdapat pula Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 37817/jurnalmenara. fasilitas untuk pemberdayaan PKK yaitu PKK Mart (Arifin et al. Azizah and Subiyantoro 2. KESIMPULAN Ruang Publik Terintegrasi Ramah Anak di atas, pencipta A Sebagai aturan. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak berfungsi sebagai daerah penghijauan dan resapan air A Fungsi lain yang dapat ditemukan di semua RPTRA adalah sebagai sarana rekreasi dan berolahraga yang terletak di tengah pemukiman, terdapat fasilitas yang masyarakat sekitar seperti tanaman obat dan kolam gizi. Selain itu terdapat juga fasilitas pendidikan seperti PAUD dan UCAPAN TERIMA KASIH Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Ae pihak terkait yang sudah memberikan informasi, dan berbagi pengalaman serta referensi yang telah diberikan, termasuk dosen kami Dr. Ir. Siti Sujatini yang telah membimbing kami dalam pembuatan artikel ini. semoga artikel yang telah kami buat ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan penulis yang ingin mengetahui tentang DAFTAR PUSTAKA