Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI KELAS IV SD NEGERI 100606 AEK NAULIKABUPATEN TAPANULI SELATAN Oleh Suci Apriliana Harahap1*,Zulfadli2. Monica Theresia3 1* 2 3 Program Stdi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Padangsidimpuan *Email :suciaprilianaharahap20@gmail. Received: 22 Juni 2022 Article history: Revised: 05 Oktober 2022 Accepted: 04 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi lingkungan tempat tinggalku melalui model word square kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas guru. Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I 53,33% aktivitas Pada siklus II meningkat 84,76%. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 25% atau 5 orang siswa sudah mencapai KKM 75% atau 15 siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 80% atau 16 orang siswa sudah mencapai KKM 20% atau 4 orang siswa belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 55%. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model Word Square dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi Lingkungan Tempat Tinggalku kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli. Kata kunci: Model Pembelajaran. Word Square. Hasil Belajar PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses dalam pemberdayaan potensi individu untuk menjadi manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menerapkan pembelajaran tematik terpadu pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema dengan memadukan beberapa mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Pembelajaran tematik menggabungkan beberapa muatan pelajaran menjadi satu tema yang dimana dalam satu tema terdapat tiga subtema dan dalam setiap subtema terdapat enam pembelajan. Model pembelajaran Word Square merupakan suatu model pembelajaran yang mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan dari suatu konsep secara kreatif dengan cara mengarsir huruf-huruf dalam kotak sesuai jawaban. Menurut Gurning, . AuModel pembelajaran Word Square adalah model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Menurut Kurniasih, . AuModel pembelajaran Word Square adalah pengembangan dari metode ceramah yang diperkaya dan berorientasi kepada keaktifan siswa dalam pembelajaran. Model Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ini juga model yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Menurut Mudjion dalam Rinjani, . bahwa Model Word Square merupakan sejumlah kata yang disusun sehingga kata-kata tersebut dapat dibaca ke depan dan kebelakang. Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Model Word Square adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan kotak-kotak berupa teka-teki silang sebagai alat dalam menyampaikan materi ajar dalam proses belajar mengajar. Model Pembelajaran Word Square adalah sebuah model pembelajaran yang berorientasi kepada ketelitian siswa. Model pembelajaran Word Square ini dapat melatih ketelitian dan kemampuan siswa saat mencocokan huruf yang telah disediakan di kotak jawaban menjadi sebuah kata yang benar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan langkah-langkah model word square menurut Kurniasih. Menurut Kurniasih, . Aulangkah-langkah Model Word Square sebagai berikutAy : Guru menyampaikan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran materi tersebut. Materi yang disampaikan sesuai dengan rpp yang dirancang peneliti yaitu tema 8 daerah tempat tinggalku subtema 1 lingkungan tempat tinggalku. Guru membagikan lembaran kegiatan sesuai arahan yang ada. Lembar kegiatan tersebut berupa susunan huruf yang mengandung kata yang terdapat dalam materi ajar atau jawaban dari soal. Siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban secara vertikal, horizontal, maupun diagonal. Siswa mencari kata yang tepat dengan pertanyaan yang diberikan, kemudian mengarsir huruf dalam kotak yang telah disediakan sesuai jawaban. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Memberikan nilai setiap soal misalnya pada soal nomor 1 nilai nya 20, soal nomor 2 nilainya 10 dan seterusnya. Menurut Gurning, . Aulangkah-langkah Model Word Square sebagai berikutAy : Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai. Guru membagikan lembar sesuai contoh. Siswa menjawab soal sesuai kemudia mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Menurut Febriani dalam Rinjani, . langkah-langkah Model Word Square sebagai Guru memberikan materi sesuai dengan topik pembahasan yang dikaji dengan metode ceramah. Guru kemudian membagikan lembaran kegiatan berupa susunan huruf yang mengandung kata yang terdapat dalam materi ajar. Siswa kemudian memilih kata yang tepat dengan soal yang telah diberikan, setelah itu siswa mengarsir huruf dalam kotak sesuai dengan jawaban. Setelah selesai, guru memberikan nilai sesuai dengan jumlah jawaban yang benar dari siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran menggunakan model word square beberapa langkah yang harus dipersiapkan oleh guru meliputi langkah pertama adalah guru menyampaikan materi sesuai tujuan pembelajaran, langkah kedua membagikan lembar kegiatan sesuai arahan yang ada, langkah ketiga siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban, langkah ke empat memberikan poin atau penilaian. Word Square adalah suatu model pembelajaran yang bisa dipakai guru untuk mencapai tujuan Dalam prakteknya model word square ini ialah kegiatan belajar mengajar dengan cara guru memberikan lembar kegiatan atau lembar kerja sebagai alat untuk melihat tingkat pemahaman siswa mengenai materi pelajaran yang telah diberikan dan diajarkan. Pembelajaran menggunakan model word square memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Menurut Gurning, . Aukelebihan model Word Square yaitu sebagai berikutAy : Dapat melatih siswa dalam menguasai materi pembelajaran, sebab siswa diarahkan mencari jawaban yang ada dikotak. Dapat melatih ketelitian siswa dan merangsang siswa untuk berpikir efektif. Dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan baik Sedangkan kekuranganya adalah : Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Mematikan kreativitas siswa dalam belajar sebab siswa hanya menerima dari guru tanpa proses Tidak terlalu cocok diterapkan dalam jumlah siswa banyak karena membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan kreativitas guru dan waktu yang lama dalam merancang lembar pertanyaan dan jawaban yang berupa kotak-kotak. Terkadang siswa menganggap cara belajar ini hanya sekedar main-main bukan belajar Menurut Kurniasih, . Aukelebihan model Word Square yaitu sebagai berikutAy : Proses pembelajaran dengan model word square mendorong pemahaman siswa terhadap materi Siswa akan terlatih untuk disiplin. Sebagai latihan untuk bersikap teliti dan kritis. Merangsang siswa untuk berpikir efektif. Sedangkan kekuranganya adalah : Dengan meteri yang telah dipersiapkan, akhirnya dapat menumpulkan kreatifitas siswa. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Siswa tidak dapat mengembangkan materi yang ada dengan kemampuan atau potensi yang Menurut Istarani dalam Rinjani, . kelebihan dan kekurangan model Word Square yaitu sebagai berikut: Kelebihan Proses pembelajaran dengan model pembelajaran word square mendorong pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa akan terlatih disiplin. Sebagai latihan untuk bersikap teliti dan kritis. Merangsang siswa untuk berfikir efektif. Dapat mempermudah guru dalam menguraikan materi ajar, sebab guru dapat mengarahkan siswa kepada pokok-pokok yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dapat meningkatkan aktivitas belajar anak, sebab ia akan terus mengarsir huruf sesuai dengan Menghindari rasa bosan anak dalam belajar, sebab adanya aktivitas yang tidak membuat anak jenuh dan bosan mengikuti pelajaran. Kekurangan Dengan materi yang telah dipersiapakan, akhirnya dapat mengumpulkan kreativitas siswa. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Siswa tidak dapat mengembangkan materi yang ada dengan kemampuan atau potensi yang Membuat kotak yang bervariasi membutuhkan kreativitas dari seorang guru. Sering kali dijumpai anatara kotak yang tersedia tidak sesuai dengan pertanyaan yang ada. Membuat pertanyaan yang memerlukan jawaban yang pasti membutuhkan kemampuan tinggi dari seorang guru. Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa kelebihan model word square yaitu siswa akan terlatih untuk disiplin, sebagai latihan untuk bersikap teliti dan kritis, dan merangsang siswa untuk berpikir efektif. Dan kekurangan model word square yaitu siswa tidak bisa mencari materi lebih dalam. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 22 November 2021 di SD Negeri 100606 Aek Nauli Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada saat observasi ditemukan permasalahan di dalam proses pembelajaran tematik. Dari segi guru ditemukan permasalahan yaitu kegiatan pembelajaran masih monoton sehingga membuat siswa bosan, terlihat pada saat kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru. Guru kurang membiasakan siswa untuk mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung, hal tersebut terlihat pada saat guru bertanya kepada siswa, siswa malu-malu mengemukakan pendapatnya. Guru belum menggunakan model pembelajaran. Dari segi siswa Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ditemukan permasalahan yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran, karena pada saat guru bertanya siswa tidak menjawab pertanyaan dari guru dan siswa malu-malu menyampaikan pendapatnya. Siswa tidak mempunyai keberanian dalam mengemukakan pendapat dalam pembelajaran. Pembelajaran kurang berpusat pada siswa, karena pada saat kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh Rendahnya hasil belajar siswa, hal ini terlihat dengan masih banyak nilai siswa dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM), karena pemahaman siswa dalam materi pelajaran masih kurang. Berdasarkan hasil obsevasi tersebut, ditemukan masalah bahwa guru kurang menggunakan model atau metode yang bervariasi pada saat pembelajaran berlangsung yang dapat memotivasi hasil belajar siswa. Melihat hal ini, maka peneliti berusaha menerapkan model pembelajaran yang tepat, karena metode atau model pembelajaran yang digunakan selama ini kurang maksimal. Agar proses pembelajaran lebih bermakna, peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran Word Square untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli yang berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Dari permasalahan di atas, penulis tertarik mengadakan penelitian mengenai AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Lingkungan Tempat Tinggalku dengan menggunakan model Word Square di kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli Kabupaten Tapanuli SelatanAy. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti melaksanakan penelitian di SD Negeri 100606 Aek Nauli. Kecamatan Batang Angkola. Kabupaten Tapanuli Selatan pada kelas IV Semester Genap T. 2021/2022. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester II tahunajaran 2021/2022 di kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli. Waktu untuk melaksanakan tindakan pada tanggal 11-14 April 2022 mulai dari siklus I sampai siklus II. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 20 orang siswa, dengan 8 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan pada semester II (Gena. di SD Negeri 100606 Aek Nauli T. A 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang ditandai dengan adanya 2 siklus, adapun dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen Penelitian Untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran Word Square, peneliti melakukan instrumen penelitian dengan menggunakan lembar observasi, dan lembar tes. Lembar Observasi Lembar observasi yang diberikan oleh peneliti terhadap siswa kelas IV yang merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Word Square pada tema 8 subtema 1. Dan yang menjadi observer pada observasi adalah guru Kelas IV. Lembar Tes Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan tes atau pengujian. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas-tugas maupun soal-soal dan diberikan kepada peserta didik auntuk dikerjakan, dijawab baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Tes juga dapat diartikan sebagai alat ukur sehingga dipergunakan untuk mengukur dan membandingkan kemampuan atau tingkah laku peserta didik. Teknik Analisa Data Untuk menghitung data lembar observasi sebagai berikut : Ocycu Oc= ycu Keterangan: ycu = skor rata-rata Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. x = jumlah skor n = jumlah reviewer Mengubah skor rata-rata pencapaian menjadi bentuk persentase dengan rumus yce P = . x 100% Dan untuk menghitung persentase belajar, maka kreteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam persen (%) sebagai berikut : Keterangan: P = Persentasi F = Frekuensi/ Jumlah skor yang N = Jumlah Siswa (Purba. 2020 : . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini didasarkan atas hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, dimana masing Ae masing siklus dilakukan dengan tahapan perencanaan, pengamatan . , tindakan dan refleksi. Dimana setiap siklus terdiri 2 kali pertemuan. Waktu pelaksanaan siklus I pertemuan 1 pada hari Senin 11 April 2022, pelaksanaan siklus I pertemuan II pada hari Selasa 12 April 2022. Dan pelaksanaan siklus II pertemuan I hari Rabu 13 April 2022, pelaksanaan siklus II pertemuan II pada hari Kamis 14 April 2022. Tabel 1. Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Jumlah Peserta Nilai Keterangan Persentase Didik 92Ae 100 Sangat Baik 83 Ae 91 Baik 75Ae 82 Cukup 67 Ae 74 Kurang 0 Ae 66 Sangat Kurang Skor Tertinggi Skor Terendah Rata Ae rata Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil belajar siswa nilai 0 Ae 66 berjumlah 12 . %), 67 Ae 674 berjumlah 3 . %), 75 Ae 82 berjumlah 4 . %),83 Ae 91 berjumlah 1 . %) dan 92 Ae 100 berjumlah 0 . %). Dari hasil siklus I yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa masih dibawa rata Ae rata dan belum mencapai KKM. Tabel 2. Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Jumlah Peserta Nilai Keterangan Persentase Didik 92Ae 100 Sangat Baik 83 Ae 91 Baik 75Ae 82 Cukup 67 Ae 74 Kurang 0 Ae 66 Sangat Kurang Skor Tertinggi Skor Terendah Rata Ae rata Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil belajar siswa nilai 0 Ae 66 berjumlah 3 . %), 67 Ae 74 berjumlah 1 . %), 75 Ae 82 berjumlah 10 . %),83 Ae 91 berjumlah 4 . %) dan 92 Ae 100 berjumlah 2 . %). Dari hasil siklus II yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan siklus I setelah menggunakan model pembelajaran Word Square. Hasil siklus II mencapai persentase 80% dan telah memenuhi indikator keberhasilan Selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Word Square hasil belajar peserta didik meningkat. Hal itu, dapat dilihat dari peningkatan rata-rata 53,33% pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan rata-rata 84,76% Selain dilihat dari nilai rata-rata peserta didik, peningkatan hasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana kriteria ketuntasan minimum (KKM),yaitu 75. Terbukti persentase ketuntasan dari 25% pada siklus I, kemudian pada persentase siklus II meningkat menjadi 80% dan ketuntasan pada siklus II sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yakni 75. Dan peningkatan hasil belajar siswa juga dapat dilihat dari persentase pada siklus I dari 25%, kemudian pada persentase siklus II meningkat menjadi 80%. Sehingga dari berbagai uraian sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan hasil belajar siswa Tema 8 Subtema 1 Siklus II tidak tuntas Gambar 1. Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II Setelah peneliti melaksanakan penelitian di Kelas IV SD Negeri 100606 Aek Nauli yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan lalu peneliti memberikan lembar observasi guru kepada Observer Wali Kelas IV untuk mengetahui tingkat kemampuan peneliti dalam menerapkan model pembelajaran Word Square. Dengan lembar observasi guru yang dibagikan peneliti, peneliti melihat bahwasanya peneliti telah mampu menerapkan model pembelajaran Word Square pada saat pembelajaran terlihat dari hasil belajar peserta didik yang meningkat dan juga lembar observasi guru yang telah diisi oleh observer Wali Kelas IV. Dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Word Square dapat meningkatkan hasil belajar siswa Tema 8 Subtema 1 Kelas IV Di SD Negeri 100606 Aek Nauli. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 8 subtema 1 kelas IV di SD Negeri 100606 Aek Nauli. Peningkatan hasil belajar peserta didik yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 55%. Hal ini dapat dilihat pada siklus I 25% peserta didik tuntas belajar, siklus II 80% peserta didik tuntas belajar. Peserta didik yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan Ae latihan atau remedial yang dipantau pendidik sehingga diharapkan semua peserta didik dapat tuntas belajar. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA