Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. NAPOSO NAULI BULUNG SEBAGAI PENCEGAH KEJAHATAN MUTILASI DI DESA BARAK GAJAH Cindy Fadilah Nasution1. Luthfiyatul Adawiyah Siregar1. Aziah Aulisa Putri1. Dwi Silvia Zakiah Sarianta Siregar2. Asnarni Lubis1 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Program Studi Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Email: cindyfadilah988@gmail. com, luthfiyahadawiyah0@gmail. com, aziahaulisa@gmail. zakiahsilva7@gmail. Corresponding Author: asnarnilubis@umnaw. ABSTRAK Meningkatnya kasus kejahatan di masyarakat menjadi suatu yang sangat memprihatinkan. Hal ini dikarenakan salah satu penyebab kejahatan terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam berpikir kritis yang menyebabkan masyarakat khususnya para remaja kurang menilai penting self awareness dan peduli pentingnya menjaga diri dari berbagai kejahatan. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para remaja di desa barak gajah mengenai pentingnya menjaga diri dan menciptakan kebijakan yang inklusif dengan membangun suatu Organisasi Naposo Nauli Bulung serta menambah wawasan mencegah dan mengurangi segala bentuk kejahatan dengan melakukan kegiatan-kegiatan produktif agar menguatkan bagaimana cara mencegah kejahatan terutama istilah mutilasi tidak akan terjadi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) yang terbagi benjadi beberapa tahapan, yaitu pada tahapan pertama di awali dengan pemberian pre-test dalam bentuk angket untuk mengukur kemampuan awal para remaja Desa Barak Gajah terkait kejahatan, kegiatan edukasi, kegiatan nonton bersama, kegiatan pengajian, serta kegiatan olahraga. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman para remaja Desa Barak Gajah meningkat dari 40% menjadi 90% setelah penyuluhan. Dengan demikian, kegiatan Naposo Nauli Bulung dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pencegah kejahatan di kalangan remaja. Kata kunci: Bahaya Kejahatan. Kegiatan Positif. Remaja ABSTRACT The increase in crime cases in society is a matter of great concern. This is because one of the causes of crime is a lack of knowledge in critical thinking which causes people, especially teenagers, to undervalue the importance of self-awareness and care about the importance of protecting themselves from various This counseling aims to introduce teenagers in Barak Gajah village about the importance of protecting themselves and creating inclusive policies by building a Naposo Nauli Bulung Organization and adding insight into preventing and reducing all forms of crime by carrying out productive activities to strengthen how to prevent crime, especially the term mutilation, from happening. The method used in this implementation is the Participatory Action Research (PAR) method which is divided into several stages, namely in the first stage starts with giving a pre-test in the form of a questionnaire to measure the initial ability of the youth of the Barak Gajah Village related to crime, educational activities, watching activities together, recitation activities, and sports activities. The results showed that the average understanding of Barak Gajah Village youth increased from 40% to 90% after counseling. Thus. Naposo Nauli Bulung's activities can be used as an effort to prevent crime among adolescents. Keywords: Danger of Crime. Positive Activities. Youth Submit: Oktober 2023 Diterima: November 2023 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Maraknya kasus kejahatan di masyarakat saat ini sering menguasai berita harian di media massa. Dimana, banyak sekali jenis tindak kejahatan kekerasan seksual dan masih banyak lagi bentuk tindak kejahatan lainya. Ini disebabkan pola kehidupan masyarakat sosial yang terus menerus mengalami perkembangan dan peningkatan antara tempat yang satu dengan yang lainnya serta berbeda pula dari suatu zaman waktu atau zaman tertentu dengan zaman waktu atau zaman tertentu lainnya sehingga terdapat berbagai bentuk tindak kejahatan dan penyimpangan juga turut serta mengalami perkembangan dan peningkatan dalam melihat ,memahami permasalahan-permasalahan yang ada di Artinya, kejahatan sudah dikenal sejak adanya peradaban Makin tinggi peradaban, makin banyak aturan dan makin banyak pula Kejahatan sendiri merupakan suatu delik hukum, yakni peristiwaperistiwa yang berlawanan atau bertentangan dengan asas-asas hukum yang hidup dan tumbuh di dalam masyarakat itu sendiri. Menurut Soesilo, kejahatan dibagi atas dua sudut pandang yaitu yuridis dan sosiologis. Secara bertentangan dengan undang-undang (Soesilo, 1. Sedangkan secara perbuatan atau tingkah laku yang selain merugika si penderita, juga sangat merugikan masyarakat yaitu berupa hilangnya keseimbangan, ketentraman Vol. 8 No. Mei 2024 (Soesilo. Simanjuntak mengatakan bahwa kejahatan adalah suatu tindakan anti sosial yang dapat merugikan, tidak pantas, tidak dapat dibiarkan, yang dapat menimbulkan kegoncangan didalam Kejahatan dalam pandangan Van Bammele adalah tindak susila, merugikan dan menimbulkan begitu banyak ketidaktenagaan dalam suatu masyarakat itu berhak untuk mencelanya dan melakukan penolakannya atas kelakuan itu dalam bentuk nestapa dengan sengaja diberikan atas kelakuan berpendapat bahwa kejahatan adalah tindakan anti sosial yang menimbulkan masyarakat dan untuk mententramkan Kasus kejahatan yang terjadi di masyarakat saat ini, negara mempunyai kewajiban untuk mencegah kasus kejahatan tidak semakin melambung Menurut Paul Moedikdo Moeliono, kejahatan adalah perbuatan pelanggaran terhadap norma hukum yang ditafsirkan atau patut ditafsirkan masyarakat sebagai perbuatan yang merugikan, menjengkelkan sehingga tidak boleh dibiarkan, artinya harus ada tindakan dari negara. Namun, jika hanya mengandalkan hukum negara saja dan tidak adanya kesadaran diri dari masyarakat setempat terkait kasus kejahatan yang terjadi maka kurangnya upaya dalam mencegah kejahatan. Artinya masyarakat juga berperan aktif dalam menumbuhkan rasa untuk menjaga diri . elf awarenes. yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) diakibatkan kurangnya kemampuan berpikir kritis dalam bersosialisasi dengan membedakan baik atau buruk untuk diri sendiri, sehingga tidak muncul rasa kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap diri sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan guna menumbuhkan rasa menjaga diri di masyarakat adalah dengan melakukan pelatihan, misalnya melalui kegiatan pengabdian kepada dari mahasiswa ke masyarakat setempat terutama para Mahasiswa sebagai kaum intelektual dan anggota masyarakat yang memiliki nilai tambah, harus mampu menempatkan diri secara profesional dan proporsional di masyarakat ataupun di dunia pendidikan. Mahasiswa tidak pembelajaran atau pendidikan, tetapi mahasiswa juga memiliki peran sebagai seorang agent of change atau agen perubahan (Amri, 2. Oleh karena itu, seorang mahasiswa juga turut serta dalam memberikan pemahaman dengan melaksanakan pengabdian masyarakat terkait kejahatan. Menurut Hartini, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu metode untuk dapat pemahaman peserta (Hartini, 2. Diangkat dari kondisi tersebut, pengabdian kepada masyarakat yang mengusung tema Naposo Nauli Bulung Sebagai Pencegah Kejahatan Di Masyarakat. Pengabdian ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat, guna menumbuhkan rasa menjaga diri dari berbagai kasus kejahatan serta dapat meningkatkan taraf hidup mereka menjadi lebih baik. Vol. 8 No. Mei 2024 Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah masyakat khususnya para remaja Desa Barak Gajah yang beralamat di Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Jarak lokasi antara mitra dan tim pengabdian yaitu berkisar 2,5 jam dikarenakan infrasrtuktur desa tersebut belum memadai karena bisa dilihat dari kondisi jalan yang masih menggunakan tanah kuning yang apabila hujan turun maka jalan menjadi licin. Hasil sosialisasi awal, diperoleh data bahwa kurangnya pengetahuan para remaja dalam berpikir kritis yang menyebabkan para remaja kurang menilai penting self awareness dan peduli pentingnya menjaga diri dari mental block. Hal ini menekankan pentingnya mengenalkan kepada para remaja tentang kejahatan yang sedang terjadi di masyarakat terutama istilah mutilasi. Dari diatas, tim PKM-PM bersama para remaja Desa Barak Gajah menciptakan kebijakan yang inklusif dengan membangun suatu Organisasi Naposo Nauli Bulung serta menambah wawasan mencegah dan mengurangi segala bentuk kejahatan yang bertujuan melakukan kegiatan-kegiatan produktif agar menguatkan bagaimana cara mencegah pemutilasian tidak akan METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam Participatory Action Research (PAR) yang terbagi benjadi beberapa tahapan, yaitu pada tahapan pertama di awali dengan pemberian pre-test dalam bentuk angket untuk mengukur kemampuan awal para remaja desa barak gajah terkait Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kejahatan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi naposo nauli bulung sebagai pencegah kejahatan menggunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan melakukan kegiatankegiatan positif bersama remaja desa barak gajah melalui first, kegiatan nonton bersama film Andraogy yang bertujuan agar remaja dapat menarik pelajaran dari film tersebut bahwa kita harus bijak dalam berinterksi di media sosial maupun dilingkungan sekitar untuk dapat mencegah berbagai masalah serta kejahatan yang sedang terjadi. Second, kegiatan pengajian yang bertujuan agar para remaja dapat memperkuat iman, mempererat tali silaturahmi serta mampu menumbuhkan nilai-nilai posistif didalam dirinya serta meningkatkan kesadaran pada diri terhadap pengetahuan, wawasan dan ilmu agama. Third, kegiatan olahraga yang bertujuan agar para remaja dapat meningkatkan kualitas hidup sesorang, menambah sensitivitas otak untuk hormon serotoni yang dapat membuat seseorang bahagia, memperbaiki mood dan menekankan rasa cemas serta stress. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut tim kami berharap agar para remaja dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi. Tahapan atau alur kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada gambar 1. Vol. 8 No. Mei 2024 Diakhir evaluasi berupa pemberian pro-test dalam bentuk soal tertulis. Analisa data peningkatan pemahaman para remaja melalui perbandingan hasil pre-test dan pro-test setelah kegiatan PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat yang dimulai kontrak pada tanggal 27 Mei 2024 oleh mahasiswi Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah kepada remaja masjid Desa Barak Gajah terkait bahayanya kasus pemutilasian dan upaya dikalangan remaja. Kegiatan melakukan survey untuk mengetahui bagaimana keadaan desa setempat, pengabdian ini melibatkan berbagai metode pembelajaran yang interaktif termasuk sesi pemaparan ,diskusi,ice breaking, kuis berhadiah serta sesi pretest dan post test sebagai strategi untuk mengukur tingkat pemahaman kepada remaja masjid. HASIL PRE-TEST DAN POST TEST Sebelum sesi pemaparan dimulai ,diadakan pre-test terlebih dahulu untuk menguji pemahaman yang dimiliki oleh remaja masjid terkait bahayanya ksus pre-test dan post test berisi 10 pertanyaan yang sama terkait bahayanya pemutilasian yang akan dibahas pada sesi pemaparan . pre-test diikuti oleh 30 remaja masjid dan memperoleh hasil rata -rata pemahaman sebesar 90%. Gambar 1. Alur Kegiatan Pengabdian Masyarakat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 1. Soal hasil post test bahaya kasus pemutilasian Desa Barak Gajah Pertanyaan Apa Pengertian Pemutilasian Apa Yang Kita Lakukan Ketika Kita Tidak Bisa Mengontrol Emosi Langkah Pertama Untuk Mencegah Kasus Pemutilasian Adalah Bagaimana Cara Berpikir Positif Dengan Baik Bagaimana Cara Berfikir Kreatif Cara Untuk Membuat Diri Kita Percaya Diri Apa Yang Dimaksud Dengan Self Awarness Apa Yang Dimaksud Dengan Sex Education Apa Kaitannya Pemutilasian Dengan Ilmu Agama Vol. 8 No. Mei 2024 Hasil 100 % remaja dengan benar dengan benar 87,5 % remaja dengan benar setara dengan 28 remaja masjid dengan benar 100 % remaja dengan benar 100 % remaja dengan benar 80 % remaja dengan benar setara dengan 25 remaja masjid 79,5 % remaja dengan benar setara dengan 24 remaja masjid 76 % remaja dengan benar setara dengan 20 remaja masjid Bagaimana Menumbuhkan Sikap Solidaritas 93,4 % remaja dengan benar remaja masjid Setelah sesi pemaparan ,ice breaking ,dan kuis berhadiah ,dilakukan sesi post test untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman remaja masjid setelah pemaparan berlangsung . Dalam sesi post-test ini diperoleh hasil persentase pemahaman sebesar 90% rata-rata pemahaman remaja masjid sebesar 13% setelah sesi pembelajaran ,hal ini masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah terbukti efektif dan mampu menambah pemahaman remaja masjid terkait bahayanya kasus pemutilasian di kalangan remaja HASIL PEMAPARAN Pemaparan materi tentang cegah kasus pemutilasian dikalangan remaja dengan tujuan untuk meningkatkan self awareness remaja, kemampuan berfikir kritis dan kreatif remaja serta upaya pencegahan terjadinya kasus kejahatan Proses kegiatan edukasi yang dilakukan secara interaktif ini diikuti antusias dari para remaja desa barak Dalam proses kegiatan edukasi dan sosialisasi mmateri ini, dilakukan dengan cara sebagai berikut: Pengenalan profil mahasiswa dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Penyampaian agenda kegiatan Penyampaian kata sambutan dari pihak kampus, tim pkm dan kepala dusun desa tersebut. Penyampaian materi edukasi terkait cegah kasus pemutilasian dan upaya pencegahanya. Pemberian gif atau sovenir kepada para seluruh peserta kegiatan lalu melakukan sesi foto bersama dengan seluruh peserta kegiatan dan pihak kampus. Vol. 8 No. Mei 2024 tindak kriminal oleh karena itu menambahkan kegiatan positif seperti olah raga karena dengan olah raga seseoranag dapat lebih tenang dan mampu mengelola emosinya dengan baik. Dan olah raga teratur telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan mental Figure 2 kegiatan olah raga tim dan peserta kegiatan . Pengajian Pengajian keagamaan dapat memberikan fondasi moral yang kuat. Melalui bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan efeknya Aktifitas keagamaan juga membantu seseorang untuk nili-nilai spiritual dan memiliki hubungan yang lebih baik dengan tuhan, kesadaran spiritual ini dapat menjadi motivasi untuk bertindak dengan baik dan menghindari perilaku tidak etis atau kriminal. Nah handphone juga bukan hanya digunakan untuk komunikasi, bermain game, mengerjakan tugas atau lainnya, tapi seperti gambar Figure 1 foto bersama tim serta seluruh peserta kegiatan dan pihak universitas Adapun rincian materi edukasi terkait cegah kasus pemutilasian yang disampaikan sebagai berikut: Self Awareness Self Awareness ialah kemampuan untuk mengenali dan memahami diri sendiri dengan baik. Individu yang memiliki tingkat self awareness yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi mereka dengan baik. mereka selalu fokus dan teliti dalam setiap mengambil keputusan. Olah raga olah raga dapat mengurangi tingkat setres seseorang, setres yang tinggi sering kali menjadi pemicu seseorang melakukan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dibawah handphone juga bisa digunakan untuk mengaji, orang dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber materi pengajian. Vol. 8 No. Mei 2024 pencegahan kasus pemutilasian di desa kedepannya remaja masjid memiliki tingkat pemahaman yang dalam serta ingatan yang kuat mengenai bahayanya kasus pemutilasian. UCAPAN TERIMA KASIH