Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 593- 603 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Sekolah Dasar Yunita Lesmanawati1. Wardani Rahayu2. Kadir3. Vina Iasha4 Universitas Negeri Jakarta. DKI Jakarta. Indonesia1,2,4 UIN Syarif Hidayatullah. Banten. Indonesia3 E-mail : yunitalesmanawati_pd15s2@mahasiswa. id 1, wardani. rahayu@unj. id2, kadir@uinjkt. iasha@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak kemampuan berpikir matematis terhadap Self Regulated Learning dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan jenis model eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SDN Cibubur 04 Kotamadya Jakarta Timur. Analisis studi ini menggunakan teknik analisis varians. Hasilnya menunjukkan bahwa peran kemampuan berpikir kreatif matematis memiliki pengaruh dengan Self Regulated Learning. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para guru mengenai pengembangan lima kompetensi dasar matematika siswa, sehingga mereka menjadi acuan dalam memperluas pengetahuan dan mempopulerkan guru dalam memberikan tes matematika kepada siswa. Kata Kunci: self regulated learning, berpikir kreatif matematis, siswa sekolah dasar Abstract This research examine the impact of self-regulated learning on studentsAo Mathematical thinking. This research employed quantitative methods with experimental design. The research was conducted in class VI odd semester academic year 2019/2020 of SDN Cibubur 04 Kotamadya Jakarta Timur. Analysis of variance was employed in this research. The result of the analysis suggested that self-regulation instruction impacted students Mathematical thinking. This finding suggests that the analysis of impact on self-regulation instruction as the basic consideration of Mathematic teachers in developing five basic Mathematics competences to enhance the knowledges in assessing studentsAo learning outcome. Keywords: Self-Regulated Learning. Creative Mathematical Thinking. Elementary Student Copyright . 2020 Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha A Corresponding author : Address : Universitas Negeri Jakarta. Jakarta Timur. DKI Jakarta. Indonesia Email : vina. iasha@gmail. Phone : 082113366567 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. (OECD, 2. siswa Indonesia yang dapat PENDAHULUAN Abad ke-21 merupakan abad yang sangat mengerjakan soal pada level 5 dan level 6 pada berbeda dengan abad-abad sebelumnya, dimana PISA yaitu sebesar 0,8%. Persentase skor tersebut di bawah rata-rata OECD yaitu 15,3%. berkembang pesat di segala bidang khususnya Menurut (Sylzer. , & Roczen, 2. , pada dalam bidang pendidikan. Perkembangan yang level 5 siswa dapat memilih, membandingkan, dan terjadi saat ini, menjadi hal yang sangat penting memecahkan masalah yang rumit. Pada tingkatan bersaing di era abad ke-21 ini (Andriani, 2010. ini, siswa dapat bekerja dengan menggunakan Wijaya. Sudjimat. Nyoto. , & pemikiran dan penalaran yang luas, serta secara Malang, 2. keterampilan matematikanya. Sedangkan pada Pentingnya level 6, siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pengembangan kreativitas pada matematika juga pemahamannya secara mendalam disertai dengan terdapat pada kurikulum 2013. Hal ini terbukti dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 17 mengembangkan strategi dan pendekatan baru Tahun 2010 dalam Kurikulum 2013 tentang untuk menghadapi masalah yang baru (Wulandari. Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, , & Azka, 2. Berdasarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa tujuan penyelenggaraan tersebut, dapat menunjukkan bahwa siswa belum pendidikan dasar dan menengah yaitu membangun dapat mengembangkan strategi dan pendekatan landasan bagi berkembangnya potensi siswa agar baru untuk menghadapi suatu permasalahan/soal menjadi manusia yang berilmu, cakap, kritis, yang baru, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Kurikulum Pada Penelitian lainnya juga mendukung kurang matematis merupakan produk dari kreativitas optimalnya pengembangan kemampuan berpikir matematika sedangkan aktivitas kreatif merupakan kreatif matematis siswa (Huda, 2. Hal tersebut kegiatan dalam pembelajaran yang diarahkan untuk mendorong atau memunculkan kreativitas matematisnya, yang diperkuat dengan adanya Hasil penelitian (PISA, 2. menunjukkan Indonesia dibandingkan dengan 2015 lalu. Kualitas ini keluhan siswa pada saat diminta memunculkan berbagai alternatif jawaban (Huda, 2. Hasil menjadi sesuatu yang membutuhkan perhatian mendukung adanya siswa malas untuk berpikir, khusus dari pihak pemerintah lebih khusus mencari ide lain atau solusi alternatif dari masalah lembaga-lembaga pendidikan. Tetapi menurut yang diberikan. Penyebab lainnya yaitu siswa Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. terbiasa dengan soal rutin dan tidak dibiasakan permasalahan yang di teliti pada penelitian ini untuk mencari sendiri penyelesaian masalah dengan cara yang berbeda dengan temannya. Apakah terdapat pengaruh interaksi antara Siswa yang berpikir secara prosedural semacam ini Self Regulated Learning (SRL) terhadap terbiasa mengikuti pola bersikap dan berperilaku kemampuan berpikir kreatif matematis ? (Fardah. Noer. Apakah berpikir kreatif matematis antara siswa yang Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa tidak dapat berkembang dengan baik apabila dalam autentik dan penilaian konvensional untuk siswa yang memiliki Self Regulated Learning pembelajaran yang digunakan di sekolah masih (SRL) rendah? berpusat pada guru yang tidak melibatkan siswa (Maharani. Sukestiyarno. , & Waluya. Berbagai METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VI Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SDN Cibubur 04 Kotamadya Jakarta Timur. permasalahan berpikir kreatif salah satunya adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Self Regulated Learning adalah metode eksperimen. Populasi target dalam (SRL) (Damayanti. Sumarmo. , & Maya, penelitian ini adalah SDN di Gugus 1 Kecamatan Meiliana. , 2019. Noer, 2. Karena Self Ciracas Jakarta Timur. Regulated Learning (SRL) dapat mengungkapkan sampel dilakukan dengan proses sebagai berikut: cara mengatasi kemampuan anak dalam berpikir . Memilih secara acak Kelas VI di SDN Cibubur Menurut (Barry J Zimmerman, 2. 04, . kemudian menentukan kelas eksperimen bahwa Self Regulated Learning (SRL) merupakan dan kelas kontrol, dari empat kelas (VIA. VIB, suatu langkah sebagai upaya tingkatan dimana VIC. VID) terpilih siswa kelas VIB sebagai kelas kognitif, motivasi, dan perilaku dari peserta didik eksperimen dan kelas VID sebagai kelas kontrol. agar dapat lebih proaktif dalam proses belajar Instrumen merekadi dalam kelas (Meiliana. , 2019. Noer, kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket untuk variabel self regulated learning (SRL). Lima Teknik pengambilan Kaitannya dengan self regulation terhadap indikator penting yang diukur pada variabel kemampuan berpikir kreatif matematis adalah berpikir kreatif kemahiran/kelancaran . , pembelajaran mandiri merujuk pada pikiran, fleksibilitas . , originalitas . , perasaan, dan tindakan seseorang secara terencana dan elaborasi . Sedangkan indikator oleh diri dan terjadi secara berkesinambungan dari self regulated learning (SRL) meliputi: . sesuai dengan upaya pencapaian tujuan. Adapun aspek inisiatif dalam belajar, . aspek memiliki Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. hasrat untuk belajar . aspek mengarahkan dan mengendalikan diri untuk belajar, dan . aspek Tabel 2. Perhitungan Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Self Regulated Learning (SRL) Aspek Indikator mengambil keputusan. HASIL DAN PEMBAHASAN Validitas tes dimaksud untuk mengetahui atau memastikan bahwa isntrumen atau tes yang akan digunakan benar-benar mengukur apa yang Inisiatif hendak diukur sebelum diberikan treetment. Tabel 1. Perhitungan Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Indikator Lancar Luwes Orisinil Elaborasi Nomor Soal r-hitung r-tabel Ket. 0,575 0,529 0,240 0,645 0,694 0,786 0,324 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 Valid Valid Drop Valid Valid Valid Drop Dari hasil uji validitas pada Tabel 1 diatas Memiliki terlihat bahwa terdapat 5 indikator kemampuan berpikir kreatif matematis dinyatakan valid, dan 2 indikator yang dinyatakan drop yaitu 5 indikator memiliki nilai r-hitung > r-tabel dan 2 indikator memiliki nilai r-hitung < r-tabel . -tabel> 0,. Selanjutnya Memiliki alpha cronbach untuk perhitungan instrumen kemampuan berpikir kreatif matematis dengan jumlah responden 32 siswa maka hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,616. Selanjutnya, juga dilakukan validasi test angket pada instrumen variabel Self Regulated Learning (SRL). Di dapatkan hasil instrumen sebagai Mengarahk an dan ikan diri Item Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir r-tabel Ket 0,349 0,339 Valid 0,571 0,339 Valid 0,566 0,339 Valid 0,587 0,339 Valid 0,652 0,339 Valid 0,544 0,339 Valid 0,411 0,339 Valid 0,343 0,339 Valid 0,686 0,339 Valid 0,426 0,339 Valid 0,507 0,339 Valid 0,353 0,339 Valid 0,623 0,339 Valid 0,461 0,339 Valid 0,516 0,339 Valid 0,375 0,339 Valid 0,523 0,339 Valid 0,541 0,339 Valid 0,603 0,339 Valid 0,483 0,339 Valid 0,554 0,339 Valid 0,686 0,339 Valid 0,596 0,339 Valid Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Aspek Indikator Mengambi l keputusan Item Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir Butir r-tabel Ket regulated learning (SRL) yang diujikan kepada tes sangat tinggi. 0,422 0,339 Valid Data kemampuan berfikir kreatif matematis 0,562 0,339 Valid siswa kelas VI SDN Cibubur 04 Jakarta Timur 0,495 0,339 Valid 0,646 0,339 Valid 0,467 0,339 Valid 0,404 0,339 Valid 0,558 0,339 Valid adalah sebagai berikut : Data skor kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang memiliki self regulated learning (SRL) tinggi Setelah kemampuan berfikir kreatif matematis siswa (A. secara keseluruhan maka dibedakan 0,629 0,339 Valid 0,495 0,339 Valid 0,634 0,339 Valid 0,534 0,339 Valid 0,519 0,339 Valid 0,685 0,339 Valid 0,664 0,339 Valid menjadi dua kelompok yaitu kelompok siswa yang memiliki self regulated learning (SRL) tinggi dan yang rendah. Pada bagian ini akan dijabarkan data kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang memiliki self regulated learning tinggi (A1B. Berdasarkan skor kemampuan berfikir kreatif matematis siswa, maka diperoleh skor tertinggi adalah 95 dan skor terendah adalah 80, maka rentang antara skor tertinggi dan terendah adalah 15. Adapun 0,589 0,339 Valid rata-rata . adalah 85 dengan standar 0,670 0,339 Valid deviasi 5 dan varians sebesar 25. Adapun 0,587 0,339 Valid modusnya adalah 80 dan mediannya 85 dengan banyak kelas . adalah 1 3,3 log . = 4 kelas dan panjang kelas = 4, maka Dari hasil uji validitas pada Tabel 3. terlihat bahwa 40 indikator variabel self regulated diperoleh data distribusi frekuensi pada tabel berikut ini. learning (SRL) dinyatakan valid. Berdasarkan analisis menggunakan Alpha Cronbach, instrumen self regulated learning (SRL) dengan jumlah responden 32 siswa maka hasil perhitungan diperoleh skor reliabilitas adalah 0,934. Dengan demikian reliabilitas butir soal pada instrumen self Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis (A1B. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. No. Skor Batas Bawah Batas Atas 80-82,75 83,25 82,7586,5 83,75 87,590,25 90,75 91,25-95 90,75 Jumlah interval ke 4 yaitu masing-masing sebanyak 1 Data Skor Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa Yang Memiliki Self Regulated Learning (SRL) Rendah Setelah dilakukan rekapitulasi data kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang memiliki self regulated learning (SRL) tinggi dan yang rendah. Berdasarkan skor Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa antara skor tertinggi dan terendah adalah 20. yang mendapatkan skor rata-rata sebanyak 3 Adapun rata-rata . adalah 63 dengan siswa . %), dan siswa lainnya mendapatkan standar deviasi 6,43 dan varians sebesar 41. skor di atas rata-rata adalah sebanyak 3 orang 70 dan skor terendah adalah 50, maka rentang sebanyak 4 siswa . %), sedangkan siswa Adapun mereka, maka diperoleh skor tertinggi adalah yang mendapatkan skor di bawah rata-rata . %). Adapun modusnya adalah 65 dan mediannya 65 dengan banyak kelas . adalah 1 3,3 log divisualisasikan pada gambar berikut : = 4 kelas dan panjang kelas = 5, maka diperoleh data distribusi frekuensi pada tabel Jumlah Siswa berikut ini. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis (A1B. Batas Kelas Gambar 1. Diagram Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis (A1B. No. Skor Jumlah Batas Bawah Batas Atas Berdasarkan histogram di atas, dapat diketahui bahwa skor kemampuan berfikir Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa kreatif matematis siswa kelas eksperimen yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata didistribusikan menjadi empat kelas interval. sebanyak 2 siswa . %) sedangkan siswa Frekuensi yang mendapatkan skor rata-rata sebanyak 2 interval ke- 1 sebanyak 4 siswa. Adapun siswa . %), dan siswa lainnya mendapatkan skor di atas rata-rata adalah sebanyak 6 orang Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. %). Adapun divisualisasikan pada gambar berikut : Tabel 5. Rata-rata kemampuan berfikir kreatif matematis Siswa dari Keempat Kelompok self regulated learning (SRL) Jumlah Siswa self regulated learning (SRL) tinggi (B. self regulated learning (SRL) rendah (B. Berpikir Kreatif Tinggi (A. Berpikir Kreatif Rendah (A. I = 85,00 I = 63,00 I = 65,00 I = 75,00 Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung Liliefors L0 = 0,174 dan nilai tabel Batas Kelas pada taraf signifikan = 0,05. L tabel 0,19. Karena L0< Lt maka H1 diterima. Gambar 2. Diagram Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis (A1B. Maka keseluruhan skor kemampuan berfikir Berdasarkan gambar di atas, dapat kreatif matematis siswa tinggi berdistribusi diketahui bahwa skor kemampuan berfikir kreatif matematis siswa kelas eksperimen Dari hasil perhitungan diperoleh nilai didistribusikan menjadi empat kelas interval. hitung Liliefors L0 =0,149 dan nilai tabel Frekuensi pada taraf signifikan = 0,05. L tabel interval ke- 4 sebanyak 6 siswa. Adapun 0,19. Karena L0< Lt maka H1 diterima. Maka interval ke-1 dan 2 yaitu masing-masing keseluruhan skor kemampuan berfikir sebanyak 1 siswa. berdistribusi normal. Interaksi antara self regulated learning (SRL) terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis Siswa Uji Normalitas Data A1B1 Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung Liliefors L0 =0,22 dan nilai tabel Dari penghitungan data kemampuan pada taraf signifikan = 0,05. L tabel berfikir kreatif matematis siswa baik siswa 0,258. Karena L0< Lt maka H1 diterima. yang memiliki self regulated learning (SRL) Maka tinggi maupun siswa yang memiliki self keseluruhan skor kemampuan berfikir regulated learning (SRL) rendah, maka kreatif matematis untuk kelompok siswa diperoleh harga rata-rata sebagaimana dapat yang memiliki self regulated learning dilihat pada tabel di bawah ini : (SRL) tinggi berdistribusi normal. Uji Normalitas Data A1B2 Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung Liliefors L0 =0,255 dan nilai tabel Kelompok pada taraf signifikan = 0,05. L tabel A1B1 L0 Hitung 0,174 0,149 0,228 A1B2 A2B1 A2B2 0,255 0,149 0,258. Karena L0< Lt maka H1 diterima. Maka Lt tabel 0,19 0,19 Kesimpulan Normal Normal 0,258 Normal 0,258 0,258 0,258 Normal Normal Normal keseluruhan skor kemampuan berfikir kreatif matematis siswa untuk kelompok (SRL) data kelompok siswa ng diajar menggunakan penilaian konvensional (A. dapat dilihat pada tabel berikut : Uji Normalitas Data A2B1 Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung Liliefors L0 =0,149 dan nilai tabel Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas A1 dan A2 pada taraf signifikan = 0,05. L tabel Kelompok 0,258. Karena L0< Lt maka H1 diterima. Maka Hasil perhitungan uji homogenitas varian Fhitung Ftabel Kesimpulan 1,91 2,16 Homogen keseluruhan skor kemampuan berfikir Hasil pengujian normalitas dan homogenitas kreatif matematis siswa rendah untuk data tersebut menunjukkan bahwa kelompok- kelompok data penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan memiliki varians (SRL) berdistribusi normal. yang homogen. Pengujian homogenitas varians Uji Normalitas Data A2B2 populasi dilakukan terhadap empat kelompok data Dari hasil perhitungan diperoleh nilai penelitian yaitu keempat kelompok data tersebut hitung Liliefors L0 =0,2 dan nilai tabel harus memenuhi asumsi bahwa varians homogen pada taraf signifikan = 0,05. L tabel agar dapat dilakukan pengujian terhadap nilai rata- 0,258. Karena L0< Lt maka H1 diterima. rata antara kelompok perlakuan. Agar lebih jelas. Maka dapat dilihat pada tabel berikut: keseluruhan skor kemampuan berfikir kreatif matematis siswa secara keseluruhan untuk kelompok siswa yang memiliki self (SRL) berdistribusi normal. Tabel 8. Hasil Uji Homogenitas Varian Populasi Tabel 6. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Distribusi Populasi Kelompok X2hitung X2 tabel Kesimpulan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 2,512 7,81 Homogen Tabel 9. Pengaruh Self Regulated Learning (SRL) Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Sumber Varian Hasil pengujian dengan uji Bartlett pada taraf nyata = 0,05. Hasil pengujian ini memberikan indikasi bahwa nilai X2hitung lebih kecil dibanding dengan nilai X2 tabel sehingga Antar A Antar B Interaksi AxB Dalam Total RJK F hitung 12,832* 5,703* F tabel 0,05 0,01 4,11 7,40 4,11 7,40 91,248** 4,11 28,06 7,40 disimpulkan bahwa keempat kelompok data yang *= signifikan ** = sangat signifikan Berdasarkan hasil tabel di atas dapat Sumber Varian RJK F hitung Antar A Antar B Interaksi AxB Dalam Total F tabel 0,05 0,01 12,832* 4,11 7,40 5,703* 4,11 7,40 91,248** 4,11 7,40 28,06 disimpulkan hasil pengujian dari hipotesis 1 dan 2 Karena nilai Fhitung (A) = 12,88 > F tabel = 4,15 pada taraf signifikan = 0,05 maka Ho ditolak atau H1 diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif matematis. Karena nilai Fhitung (AXB) = 54,312 > F tabel = Berdasarkan kedua hasil pengujian analisis 4,15 pada taraf signifikan = 0,05 maka Ho di atas memberikan kesimpulan bahwa persyaratan ditolak atau H1 diterima. Hal ini berarti bahwa analisis yang diperlukan untuk analisis varians terdapat interaksi (AOBO. adalah signifikan antara penilaian, self regulated learning (SRL) pengujian hipotesis pada penelitian ini. Untuk itu dalam analisis dilakukan uji perbedaan yang mencakup pengaruh interaksi antara penerapan Terujinya secara signifikan interaksi antara penilaian dan self regulated learning (SRL) penilaian dan self regulated learning (SRL) terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, siswa, perbedaan kemampuan berpikir kreatif maka langkah selanjutnya adalah mengadakan uji matematis antara siswa yang memiliki Self Uji lanjut yang digunakan adalah uji Regulated Learning (SRL) tinggi, dan perbedaan Tuckey. Analisis ini digunakan untuk menguji kemampuan berpikir kreatif matematis antara perbedaan nilai rerata absolut dari dua kelompok siswa yang memiliki Self Regulated Learning yang dipasangkan dengan membandingkan nilai (SRL) rendah. kritis angka Tuckey. Karena nilai (A1B1>A2B. thitung =13,13 > ttabel = 3,88, hal ini berarti Ho ditolak Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Negeri Cibubur 04 Jakarta Timur Ae Yunita Lesmanawati. Wardani Rahayu. Kadir. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Hal kemampuan berpikir kreatif matematis bagi siswa seperti teman, guru, orang tua, sebagai faktor yang mendukung dalam proses pembelajaran. yang memiliki self regulated learning (SRL) tinggi lebih tinggi. Berpikir KESIMPULAN keterkaitan antara topik matematika, keterkaitan antara matematika dengan disiplin ilmu yang lain dan keterkaitan matematika dengan dunia nyata atau dalam kehidupan sehari-hari (Marliani, 2015. Williams, 2. Belajar konsep matematika tidak mudah karena konsep-konsep itu berkaitan satu dengan yang lainnya dan tidak saling lepas. Pada berpikir kreatif yang diharapkan apabila siswa bisa mengaitkan konsep-konsep matematika ke dalam Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat Penelitian ini menunjukkan bahwa dipengaruhi oleh self regulated learning (SRL). Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa, perlu memperhatikan self regulated learning (SRL). Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi varibel-variabel lainnya yang lainnya dalam ruang lingkup yang lebih luas. disiplin ilmu yang lain maupun dalam kehidupan sehari-hari (Kutz, 1. Hal ini juga di dukung oleh penelitian (Fardah, 2012. Noer, 2011. Sitorus, 2. yang menyatakan bahwa siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis mampu melihat bahwa matematika itu sebagai suatu ilmu yang antar topiknya saling kaitmengkait serta bermanfaat dalam mempelajari sehari-hari. Penelian lainnya (Damayanti. Sumarmo. & Maya, 2018. Mauludin. , & Nurjaman, 2. juga menjelaskan terdapat pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa serta Variasi pembelajaran yang diberikan dalam pelajaran matematika siswa kontibusi untuk meningkat self regulated learning (SRL) yang tinggi serta mengarahkan pada tujuan pembelajaran, mengontrol proses pembelajaran, menumbuhkan motivasi sendiri, dan kepercayaan diri, serta memilih dan mengatur aspek lingkungan REFERENSI