ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima : 17 Maret 2025 Direvisi : 19 Juni 2025 Dipublikasi : 22 Juni 2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/darajat. PERSEPSI MASYARAKAT GANJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL ULUM 1 PUTRI GONDANGLEGI Anis Sofa Laila Universitas Al-Qolam Malang. Indonesia anissofalaila19@alqolam. Abdulloh Universitas Al-Qolam Malang. Indonesia abdulloh@alqolam. Abstrak Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang mengalami perkembangan signifikan dalam aspek pendidikan dan sarana prasarana seiring dengan kemajuan zaman. Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan baru dalam minat belajar santri, terutama dalam bidang pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya tenaga pengajar, terhadap minat belajar santri di pesantren ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tenaga pengajar, alumni, serta wali santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren membawa dampak positif dalam peningkatan sarana pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman tradisional. Beberapa tenaga pengajar mengungkapkan bahwa minat santri terhadap pendidikan agama mengalami penurunan, yang dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan pola belajar, serta kurangnya keteladanan dari pengurus dan senior. Faktor lain yang berkontribusi adalah dualisme pendidikan antara sistem formal dan diniyah, serta pengaruh lingkungan sosial yang mengurangi semangat santri dalam belajar agama. Kesimpulan dari Penelitian ini menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan. Dengan upaya kolektif dari semua pihak, diharapkan pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia. Kata kunci: Pondok Pesantren. Minat Belajar. Santri. Persepsi Masyarakat. Abstract Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang Islamic Boarding School has experienced significant developments in terms of education and facilities along with the progress of the times. However, this change also poses new challenges in the learning interests of students, especially in the field of religious education. This study aims to analyze the 33 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat perception of the community, especially teaching staff, towards the learning interests of students at this Islamic boarding school. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with teaching staff, alumni, and guardians of students. The results of the study show that the modernization of Islamic boarding schools has a positive impact on improving educational facilities, but also presents challenges in maintaining traditional Islamic values. Several teachers revealed that students' interest in religious education has decreased, which is influenced by modernization, changes in learning patterns, and the lack of role models from administrators and seniors. Other contributing factors are the dualism of education between the formal and diniyah systems, as well as the influence of the social environment that reduces the enthusiasm of students in studying religion. The conclusion of this study explains that the Raudlatul Ulum 1 Putri Islamic Boarding School remains an Islamic educational institution trusted by the community, but faces challenges in maintaining the interest in learning and the morals of Factors that influence this condition include a decrease in interest in learning religious education, a decline in the morals of students, and the impact of modernization in Islamic boarding schools. Therefore, a strategy is needed to balance formal and diniyah education, strengthen the character of students, and increase the role of teachers and administrators in providing role models. With collective efforts from all parties, it is hoped that Islamic boarding schools can continue to be centers of Islamic education that excel in forming students with character and noble morals. Keywords: Islamic Boarding School. Interest in Learning. Students. Public Perception. PENDAHULUAN Dengan berbagai kemajuan zaman yang ada pada saat ini, kini Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri mempunyai banyak peningkatan dalam aspek aspek tertentu. Terutama dalam hal pendidikannya, sarana dan prasarana yang sudah terpenuhi mengikuti perkembangan era yang modern ini, namun di samping itu dengan seiring berjalannya kemajuan kemajuan tersebut bagaimana santri memanfaatkannya. Jika berbagai kemajuan ini digunakan dengan sebagaimana mestinya maka Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri ini akan menjadi Pesantren yang bukan hanya mempelajari pendidikan agama saja namun Pesantren dapat memanfaatkan perkembangan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Manusia dalam kehidupan nya selalu mempunyai persepsi diri sendiri terhadap apa yang mereka pilih, tenaga pengajar juga termasuk salah satu unsur pendukung terselenggranya pendidikan. pendidikan tanpa tenaga pengajar yang candu akan pentingnya pendidikan hanyalah sebuah wacana. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Untuk zaman yang sangat meningakat perubahan nya ini lebih banyak para masyarakat memilih pendidikan pesantren untuk menjadikan pelarian agar anak anak mereka tidak terpengaruh oleh perkembangan nya dunia sekarang, sehingga harapan para orang tua ada pada pesantren yang mungkin lebih banyak sekarang sedidkit demi sedikit menyusuaikan pula dengan keadaan zaman yang semakin moderen ini namun tidak menghilangkan keharuman pesantren itu sendiri. 1 Imam Tolkhah dan A. Barizi. AuMembuka Jendela Pendidikan. Mengurai Akar TradisiAy, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. , halaman. 34 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Pada dasarnya pesantren tidak saja memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis tapi yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai moral dan agama. Sehingga masyarakat dan lebih jelasnya masyarakat sekitar tertarik mempuyai tujuan untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dan beragama akan semakin mudah dan terencana. Dalam sejarahnya di masa yang lalu, pesantren telah mampu mencetak kader-kader handal yang tidak hanya dikenal potensial, oleh karena itu masyarakat mempunyai ketertarikan terhadap pesantren. Sehingga masyarakat lebih banyak mengantungkan harapanya terhadap anak anak mereka di pesantren pesantren yang mereka pilih. Masyarakat khususnya orang tua mempunyai pandangan bahwa pendidikan adalah hal yang tidak penting, akan tetapi hal itu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan ekonomi yang kurang mendukung, sehingga pentingnya pendidikan hanya digambarkan untuk pekerjaan saja. Yaitu, bagaimana mencari uang ataupun membantu pendapatan orang tua, dan faktor lain yang mempengaruhi pandangan masyarakat tentang anak putus sekolah terhadap pendidikan adalah rendahnya kualitas ekonomi serta pengaruh lingkungan sekitar seperti pergaulan dengan orang dewasa, sehingga memberi dampak negatif terhadap arti penting pendidikan. Dengan kondisi tersebut, peneliti terdorong untuk mengetahui persepsi atau penilaian tenaga pengajar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri terhadap pesantren ini, terutama di tengah berbagai perubahan dalam aspek pembelajaran dan pengajaran. Meskipun mengalami perubahan. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap mempertahankan identitasnya sebagai pesantren Salafiyah. Berdasarkan paparan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai: " Persepsi Masyarakat Ganjaran Terhadap Minat Belajar Santri Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi. METODE Jenis penelitian yang akan digunakan oleh penulis, adalah jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menjelaskan hasil penggalian data peneliti selama dilapangan. Sedangkan Sumber data utamanya dalam penelitian kualitatif menurut lofland dan lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, dan selebihnya adalah data tambahan seperti dukomen dan lain-lainnya. 3 Adapun untuk penggalian datanya, penulis menggunakan teknik penggalian data: . Wawancara tak bersturktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Dokomen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. dan dokumen bisa berupa tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang. Dalam rangka pengecekan data hasil penelitian, penulis menerapkan teknik Triangulasi yang dimaksud adalah triangulasi sumber, dengan tujuan untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. Kemudian triangulasi teknik, dengan tujuan untuk pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Untuk memperkuat data, peneliti juga menganalisis Analisis data yang sudah 2 Bagus takwin. AuPersepsi Sosial Mengenali Dan Mengerti Orang LainAy, dalam sarlito W. Sarwono dan eko meinarno . Psikologi Sosial, (Salemba Humanik. , halaman 24. 3 Moleong. AuMetodologi Penelitian KualitatifAy cetakan ke dua puluh, februari 2006 dicetak oleh PT remaja rosdakarya . halaman 157 4 Sugiyono AuMetode Penelitian PendidikanAy cetakan ke-16, (Bandung:Alfabeta 2. , halaman 300-319 5 Ibid halaman 241 35 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat diperoleh dengan konsep Domain (Domain analysi. Analisis domain pada hakikatnya adalah upaya peneliti untuk memperoleh gambaran umum tentang data untuk menjawab fokus penelitian. Caranya ialah dengan membaca naskah data secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh domain atau ranah apa saja yang ada di dalam data Pada tahap ini peneliti belum perlu membaca dan memahami data secara rinci dan detail karena targetnya hanya untuk memperoleh domain atau ranah. Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat AupermukaanAy tentang berbagai ranah konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari kata, frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir. Adapun lokasi penelitiannya adalah pondok pesantren Raudlatul Ulum 1 putri Desa Ganjaran Gondanglegi Malang dan untuk waktunya di mulai dari tanggal 05 Januari sampai dengan 25 Februari 2025. PEMBAHASAN Pondok Pesantren selama ini di pandang sebagai wadah untuk menimba ilmu yang mana di dalamnya terdapat bermacam-macam aspek pendidikan dan pengetahuan yang mana di dalam Pesantren tidak hanya mempelajari pendidikan agama saja namun ilmu pendidikan umum pun juga terkait didalamnya. Pondok Pesanteren juga termasuk suatu lembaga pendidikan tradisional islam yang mempelajari, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran islam dengan memberi penekanan akan pentingnya moralitas keagamaan sebagai pedoman prilaku kehidupan sehari-hari. Pengalaman juga bagian dari pendidikan pesantren dalam pesantren kita bisa mendapatkan berbagai pengalaman. Didalam pesantren juga mempelajari kemandirian seseorang, karena di pesantren diajarkan kemandirian dengan santri mengurus kebutuhan diri sendirinya sebagaimana kebutuhannya. Di pandangan masyarakatkan pun Pondok Pesantren termasuk tempat dimana mereka menggantungkan harapan harapan masa depan mereka terhadap putra putrinya. Dengan demikian pondok pesantren adalah pacuan atau pendidikan tertua dan pertama didirikan di indonesia. Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, pesantren tetap saja menarik untuk dikaji dan ditelaah kembali. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang mempunyai kekhasan tersendiri serta berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Ditinjau dari segi historisnya, pesantren merupakan bentuk lembaga pribumi tertua di Indonesia bahkan lebih tua lagi dari Republik ini. Persepsi Masyarakat Desa Ganjaran Terhadap Minat Belajar Santri Dalam pandangan tenaga pengajar Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 khususnya Pesantren Putri cukup dinilai baik apalagi dengan keadaan pesantren yang sekarang, yang mana dengan seiringnya perkembangan zaman ini sarana dan perasarana nya yang terpenuhi dengan sistem pelajaran nya yang cukup memuaskan dan berbagai sarana dan prasarana yang ada, bukan hanya begitu Pondok Pesantren saat ini sudah banyak menyesuaikan dengan era perkembangan teknologi imformasi yang ada saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Ustadzah Rodiatul Adawiyah sebagai salah satu pengajar, di menyatakan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 putri, khususnya pesantren putri, mengalami perkembangan yang membanggakan. Saat ini, semakin banyak santri yang berminat untuk mondok di pesantren ini, dan sistem pembelajarannya juga sangat baik serta lebih maju dibandingkan dengan kondisi pesantren pada masa saya masih mondok. 6 selaras dengan yang ditegaskan oleh Azyumardi Azra. Pesantren mengalami transformasi dengan tetap mempertahankan 6 Ustadzah Rodiatul Hasanah. Wawancara . Januari 2. 36 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat tradisi keilmuan klasik . tetapi juga mengadopsi sistem pendidikan yang lebih Modernisasi ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana, serta sistem pembelajaran yang lebih sistematis dan maju. Dan ternyata jika dibandingkan dengan pesantren yang dulu yang mana dulu belum ada lembaga pendidikan Smk Al khozini yang sudah mengeluarkan wisudawan wisudawati angkatan ke 5, dan bukan hanya itu saja pesantren yang dulu tidak ada kursus bahasa namun sekarang sudah diadakan berbagai kursusan bahasa asing. tenyata seperti yang diungkapkan oleh ustdzah Rodiatul Adawiyah ini dimana dulu pendidkan Madrasah Diniyah ini dilaksanakan di pagi hari, namun kenyataan nya sekarang Madrasah Diniyahnya sudah di rubah menjadi sore dan malam hari akan tetapi perubahan jam ini mempunyai tujuan, dengan tujuan agar santri yang sekolah formal bisa mengikuti pendidikan agama atau Madrasah Diniyah nya dengan maksimal. Sekarang dengan berjalannya waktu pun didalam pendidikan Madrasah Diniyah sudah dibiasakan dengan menggunakan metode peresentasi dengan tujuan agar santri belajar untuk mengekspresikan mentalnya untuk melatih kepercaya diriannya bukankah yang sedemikian tidak ada di tempo pesantren yang dulu. Dulu pesantren lebih berorientasi pada pendidikan diniyah saja, tetapi kini telah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dengan mengadakan kursus bahasa asing dan menyesuaikan jadwal pembelajaran agar santri dapat mengikuti pendidikan formal dan agama secara optimal. Dan sekarang Pesantren telah mengalami transformasi dari sistem tradisional menuju model pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, termasuk mengakomodasi pendidikan formal dan menambah program-program baru seperti kursus bahasa asing. Akan tetapi dibalik berjalannya perkembangan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri ini akhirnya menimbulkan suatu perbandingan yaitu kekurangannya dalam segi pandang pendidikannya, yang terlihat dalam pandangan tenaga pengajar saat ini adalah lebih baik Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri dulu dari pada sekarang, seperti yang di ungkapakan oleh ustdzah kholifah selaku Alumni pondok pesantren dan sekaligus Ustdzah di Madrasah Diniah Raudlatul Ulum 1 Putri, seperti hasil wawancara yang peneliti lakukan bahwasanya Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri saat ini adalah adanya penurunan minat sebagian santri putri terhadap pendidikan agama. Hal ini terlihat dari semakin sedikitnya santri yang berfokus penuh pada pendidikan Madrasah Diniyah. Saat ini, ditemukan tiga atau empat santri yang benar-benar memusatkan perhatian pada pendidikan Madrasah Diniyah, sementara mayoritas santri tidak melakukannya. Namun, tidak bisa disimpulkan bahwa santri putri tidak memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Akan tetapi, tampak bahwa semangat mereka dalam mempelajari ilmu agama mengalami penurunan. Fenomena ini menunjukkan bahwa santri yang benar-benar fokus pada pendidikan Madrasah Diniyah semakin sedikit, karena mereka harus menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, yang merupakan konsekuensi dari dualisme pendidikan Islam. Pendidikan Islam mengalami dualisme antara sistem tradisional (Diniya. dan sistem modern . Dualisme ini menciptakan dilema bagi peserta didik, di mana 7 Azyumardi Azra. AuPendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium iAy, . Prenada Media, 2. , hal 73 8 Dokumentasi Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri 9 Karel A. Steenbrink. AuPesantren. Madrasah. Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun ModernAy, (Jakarta: LP3ES, 1. , hal 52 10 Ustadzah Kholifah. Wawancara . Januari 2. 37 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat mereka sering kali lebih memprioritaskan pendidikan formal dibandingkan dengan pendidikan agama. Selain itu, yaitu Ustadzah Tatik Erna Wati sebagai alumni juga menyatakan bahwa Dahulu, di pesantren, pendidikan Madrasah Diniyah dijadwalkan pada pagi hari. Namun, saat ini pendidikan Madrasah Diniyah ditempatkan pada sore dan malam hari agar seluruh santri yang bersekolah formal dapat mengikuti pelajaran Madrasah Diniyah. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat menyebabkan santri kurang fokus atau tidak dapat menekuni salah satu pelajaran secara optimal. Hal ini disebabkan oleh banyaknya materi yang harus mereka pelajari, baik dari sekolah formal. Madrasah Diniyah, maupun pendidikan pesantren itu sendiri. Oleh karena itu, sistem yang diterapkan saat ini kurang maksimal. Dan bukan hanya pada pendidikan nya saja yang terlihat oleh tenga pengajar namun mereka melihat kekurangannya saat ini juga didalam segi Akhlaknya pun santri saat ini sangat lah merosot, apalagi sopan santunya terhadap guru, sedangkan pondok pesantren tugas nya adalah membersihkan fikiran dan jiwa dari subjektif karena pengaruh zaman saat ini lebih mengarah pada penyimpangan fitrah manusiawi. Dalam hal ini lembaga pendidikan khususnya pesantren berpengaruh sebagai benteng yang menjaga kebersihan dan keselamat fitrah manusi atau santri tersebut, dalam hal ini beliau menyadari dikarnakan beliau juga bersatatus Ustadzah di Madrasah Diniyah dengan begitu beliau lebih banyak tahu dengan perubahan perubahan dan kekurangan yang ada pada saat ini. Kemerosotan akhlak dan sopan santun santri terhadap guru menunjukkan adanya penurunan moral behavior, yang seharusnya menjadi perhatian utama lembaga pendidikan, khususnya pesantren. Pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter peserta didik. Ada tiga dimensi utama dalam pendidikan karakter: moral knowing . engetahuan mora. , moral feeling . esadaran mora. , dan moral behavior . erilaku mora. Dan untuk mengetahui apa faktor menurun atau merosot nya Akhlak santri saat ini. Ustadzah Tatik Erna Wati selaku Alumni berpandangan bahwa Salah satu faktor penyebab kemerosotan akhlak santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri, menurut pandangan saya, adalah pergaulan. Santri yang awalnya pendiam dapat mengalami perubahan akhlak ketika bergaul dengan santri lain yang telah mengalami kemerosotan akhlak. Biasanya, santri baru masih mematuhi peraturan yang ada dan memiliki tingkah laku yang baik. Namun, setelah berinteraksi dan bergaul dengan santri senior yang telah mengalami kemerosotan akhlak, sedikit demi sedikit mereka cenderung mengikuti jejak tersebut. Dalam konteks pesantren, santri baru yang awalnya berakhlak baik dapat berubah ketika mereka mengamati dan meniru perilaku santri senior yang telah mengalami kemerosotan akhlak. Semakin sering mereka berinteraksi dengan kelompok yang berperilaku negatif, semakin besar kemungkinan mereka meniru perilaku Teori ini menjelaskan bahwa individu belajar perilaku dari lingkungan sosialnya melalui proses observasi, imitasi, dan modeling. 11 Muhammad Abid al-Jabiri. AuBunyah al-AoAql al-AoArabi (Struktur Nalar Ara. Ay (Markaz Dirasat al-Wihdah al- Arabiyah, 1. , hal 37 12 Ustadzah Tatik Erna Wati. Wawancara . Januari 2. 13 Thomas Lickona. AuEducating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and ResponsibilityAy (New York: Bantam Books, 1. , hal 24 14 Tatik Erna Wati. Wawancara, . Januari 2. 15 Albert Bandura. AuSocial Learning TheoryAy, (New Jersey: Prentice-Hall, 1. , hal 142 38 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Namun berbeda dengan pendapat hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Bapak mahmudi, selaku Alumni sekaligus wali murid pondok pesantren raudlatul ulum 1 putri. Dimana beliau menyatakan bahwa bukan pondok pesantrennya yang berubah atau kurang dalam hal tertentu. Justru, pondok pesantren saat ini telah mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, terlebih dengan semakin bertambahnya jumlah Hal ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 merupakan pesantren yang dipandang baik dan dipercaya oleh masyarakat. Namun, yang mengalami perubahan adalah para santrinya. Dahulu, santri memiliki sikap tawaduk yang tinggi terhadap guru. Salah satu penyebab menurunnya moral dan akhlak santri. Justrru yang terjadi sekarang adalah kurangnya kesadaran dari pengurus dalam memberikan teladan yang baik. Seharusnya, para pengurus dan generasi senior di pesantren memiliki kepedulian serta peran penting dalam membimbing perkembangan gaya hidup santri baru. Dengan memberikan contoh yang baik, generasi muda akan lebih mudah meneladani dan mengikuti jejak para pendahulunya. Bagaimanapun, generasi senior di pesantren juga berperan sebagai pendidik bagi generasi muda. Kurangnya keteladanan dari pengurus dan generasi senior menyebabkan santri mengalami kemerosotan akhlak. Seharusnya, pengurus memiliki peran aktif dalam membimbing santri agar tetap memiliki akhlak yang baik. Pendidikan moral dan sosial sangat bergantung pada keteladanan dari generasi sebelumnya. Generasi muda akan meniru perilaku para pendidik dan seniornya di lingkungan pendidikan. Jika mereka diberikan teladan yang baik, mereka akan tumbuh dengan akhlak yang baik pula. Selain itu. Ustadzah Muziyyinah sebagai salah satu Alumni yang masih membantu kepengurusan di pesantren karna beliau di setiap harinya juga ikut mengontrol dalam waktu kegiatan pondok pesantren apalagi ketika waktu subuh beliau juga ikut membangunkan santri berpendapat bahwasanya pandangan beliau terhadap pondok pesantren raudlatul ulum 1 selama ini begitu baik, namun ada perbedaan yang sangat jauh berbeda dengan pesantren yang dulu, pesantren yang sekarang dengan pendidikan nya yang jauh lebih pessat tau maju dalam pendidikannya namun santri nya saja yang kurang berminat dalam mengikuti semua aturan aturan pondok. Pandangan beliau santri sekarang dalam berlangsung nya kegiatan santri terlihat hanya sebatas mengikuti saja bukan dari hati. Dengan demikian dapat peneliti ketahui bahwasanya pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren raudlatul ulum 1 putri sangat lah baik namun menimbulkan perbandingan dengan Pondok Pesantren Raudlatul 1 Putri yang dulu dengan sekarang dalam hal pendidikan nya maupun Akhlak nya, dengan hasil wawancara diatas dapat di simpulkan bahwasanya bukan hanya pesantrennya saja yang banyak perubahan namun dengan santrinya pun begitu. Pesantren saat ini sangat berkembang pendidikan nya namun dengan perkembangan yang ada dipesantren tidaklah menghapus atau merubah setatus yang berlebelkan salafahnya. Namun hanya saja santri yang kurang cukup menyadari perkembangan perkembangan pesantren yang ada saat ini dan santri juga kurang mahir untuk memanfaatkan sarana dan prasaran yang ada di pondok pesantren raudlatul ulum 1 putri saat ini. Jika membahas dalam segi kemerosotan Akhlakanya para santri dari pendapat hasil wawancara yang peneliti dapatkan yaitu bisa berawalkan faktor pergaulan santri dan kurangnya kesadaran dari pengurus untuk memberikan contoh 16 Bapak Mahmudi Wawancara, . Januari 2. 17 Ibn Khaldun. AuAl-MuqaddimahAy, (Baerut, darul Fikr, 2. , hal 121 18Ustadzah Muziyyinah. Wawancara, . Januari 2. 39 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat yang baik terhadap santri. Sedangkan seorang mutaAoallim yang ingin memperoleh ilmu yang bermanfaat harus memulyakan ilmu, ahli ilmu, memulyakan guru, serta Akan tetapi pada zaman yang serba moderen ini jarang sekali dijumpai seorang mutaAoallim yang berprilaku yang sedemikian, walaupun mereka . utaAoalli. yang bersetatus sebagai santri akan tetapi ternyata setatus yang sedemikian tidak bisa menjamin bahwa mereka bisa menghormati dan memulyakan Dan peneliti juga menemukan berbagai perbedaan pondok pesantren yang dulu dengan sekarang, dalam segala halnya. Salah satunya dalam segi pendidikan. Akhlak dan Minat belajar santri Pondok Pesantren Raudlatul ulum 1 putri. Dari hasil penemuan peneliti selama dilapangan bisa disimpulkan bahwasanya santri di pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri saat ini menurun terhadap minat belajar pada pendidikan agamanya, dan apakah yang menyebabkan faktor menurunnya minat belajar pendidikan agama santri saat ini, disini peneliti menyimpulkan bahwasanya yang menyebabkan rendahnya atau menurunnya minat belajar pendidikan agama santri pondok pesantren saat ini adalah kurang nya keinginan atau kemauan dari individual nya dan tidak dianggap nya suatu kebutuhan untuk mencapai keinginan di masa depan seperti yang di jelaskan oleh Ngainun naim & achmad sauqi,dalam bukunya ( pendidikn multikultural konsep dan aplikas. bahwasanya Aujika tidak adanya minat seseorang dalam belajar maka akan timbul suatu permasalahan dalam belajar yaitu adalah kesulitan ketika belajar, ketika belajar tidak mempunyai minat mungkin faktor yang menyebabkan salah satunya yaitu tidak sesuai dengan bakatnya, juga tidak sesuai dengan kebutuhannya. Ay19 Harapan Masyarakat Desa Ganjaran Terhadap Minat Belajar Santri Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Pada point sebelumnya sudah dipaparkan data dan hasil temuan peneliti selama peneliti dilapangan bahwasanya pandangan tenaga pengajar atau persepsi tenaga pengajar terhadap Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri sangat lah baik akan tetapi dibalik poin baik tersebut terhadap pesantren ada hal yang berubahan di pesantren yaitu santri itu sendiri. Dengan tenaga pengajar sebagai guru dikalangan pondok pesantren sekaligus sebagai orang tua begitu menyimpan harapan besar terhadap anak anak atau santri. Selain itu mereka dapat menilai bahwa sistem pendidikan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 adalah salah satu pilar penting yang menjadi tiang penyangga sistem budaya yang lebih besar dalam suatu tatanan kehidupan masyarakat desa Ganjaran, untuk mewujudkan cita-cita kolektif. segala sarana dan prasarana yang terpenuhi saat ini. Dan pada poin selanjutnya ini peneliti akan memaparakan bagaimana harapan tenaga pengajar terhadap minat belajar santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri dan setelah peneliti disini melakukan beberapa wawancara untuk mendukung hasil penelitian peneliti selama ini. Dengan seiringnya perkembangan yang terlihat di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri saat ini tenaga pengajar berharap Santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri bisa lebih bersemangat lagi dalam belajarnya, terutama dalam segi pelajaran di bidang pendidikan Madrasah Diniyahnya. Seperti yang diungkapkan oleh Ustdzah Kholifah selaku Alumni tahun 2003 sekaligus beliau Ustadzah di Madrasah Diniyah bahwasanya agar santri putri di pesantren tersebut dapat lebih maju dan semakin berminat dalam mengembangkan bakat membaca kitab kuning serta kitab19 Ngainun Naim & Achmad Sauqi. AuPendidikan Multikultural Konsep Dan AplikasiAy, (Yogyakarta: Erlangga, 2. , hlm 29 40 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat kitab klasik, maka kegiatan mengaji sampai khatam dan selesai perlu disemarakkan Menurutnya, berdasarkan pengamatan selama mengajar, ia belum menemukan santri yang berhasil mengkhatamkan satu kitab dalam satu tahun, berbeda dengan kondisi santri putri pada masa sebelumnya. Dahulu, santri lebih fokus pada pelajaran di Madrasah Diniyah karena masih sedikit yang memprioritaskan pendidikan formal. Dia berharap santri saat ini dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan di pesantren tanpa menghilangkan identitas salafiyah yang telah menjadi ciri khas. Dengan demikian, santri tetap dapat mengaji dan mendalami kitab-kitab klasik sebagai bagian dari tradisi keilmuan pesantren. Harapan Ustadzah Robiatul Adawiyah Ustadzah di Madrasah Diniahnya sekaligus Alumni pondok pesantren raudlatul ulum 1 putri yaitu bagaimana cara untuk mereka bisa menyeimbangkan dengan perkembangan berbagai teknologi saat ini, namun nyatanya santri saat ini dengan adanya perkembangan yang ada mereka kurang memerhatikan pendidikan agamanya, padahal tujuan dari Pondok Pesanteren itu sendiri adalah untuk menciptak atau membersihkan rohaniyah manusia dari sifat yang menggeserkan dari keagamaan. Pada dasarnya pesantren tidak saja memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis tapi yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai moral dan agamanya disesuaikan dengan berlebelkan salafiyah di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri. Saat ini santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri memang tidak seperti santri santri yang dulu mungkin dengan era kemajuan teknologi yang masuk dalam pesantren para santri menjadi sedikit rapuh dengan pendidikan agamanya. Selain dari keinginan santri atau anak pelajar. Dukungan orang tua juga perlu untuk menghidupkan semangat anak untuk belajar. Pantawan dan niat dari orang tuapun juga sangat penting untuk anak pelajar. Sehingga keadaan anak atau santri tidak terbatasi untuk mengembangkan bakat atau pengetahuan yang ingin iya miliki. Jika ada batasan atau tuntutan, santri akan menekunkan pelajaran nya terhadap pelajaran yang dianggap bisa mencapai apa yang sudah menjadi tujuan nya dari sejak awal. Maka dari itu disini peneliti menemukan salah satu faktor yang mengurangi minat belajar santri terhadap bidang pendidikan agama, yaitu selain faktor keinginan atau bakat ternyata faktor dukungan atau orang tua beserta keluarga juga termasuk terhadap minat belajar anak atau santri. Harapan lain datang dari Ustadzah Nurus Syamsiyah sebagai tenaga pengajar terhadap minat belajar santri Pondok Pesantren Raudlatul ulum 1 Putri bahwasanya: perlu adanya kerja sama dalam meningkatkan minat belajar santri, terutama dalam bidang agama. Selain itu, saya juga berharap para pengurus dapat mengontrol dan mengawasi jalannya proses pembelajaran di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri. Terlebih, saat ini sarana dan prasarana di pesantren sudah semakin memadai, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan KESIMPULAN Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat 20 Ustadzah Kholifah. Wawancara. Januari 2. 21 Ustadzah Robiatul Adawiyah. Wawancara. Januari 2. 22 Ustadzah Nurus Syamsiah. Wawancara. Januari 2. 41 Persepsi Masyarakat Ganjaran | Anis Sofa Laila. Abdulloh Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan. Dengan upaya kolektif dari semua pihak, diharapkan pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia DAFTAR PUSTAKA