Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. Sep-Des 2022 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Blended Learning Berbasis Google Classroom di Masa Pandemi Covid-19 Samsi Awal 1. Sudarwin Kamur 2. Dewi Novitasari 3 Pendidikan Geografi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Email : awalgeografi@yahoo. Pendidikan Geografi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Email : geo. darwin@yahoo. Pendidikan Geografi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Email : dewinovitasari1416@gmail. Abstract. This study aims to find out how the response of class X IPS students of SMA Negeri 1 Wundulako during the covid-19 pandemic. This type of research is descriptive quantitative with data collection techniques using questionnaires. The sampling technique was random with a sample of 73 respondents consisting of students of class X IPS SMA Negeri 1 Wundulako for the academic year 2020/2021. The results showed that the response of class X IPS students at SMA Negeri 1 Wundulako to the application of the blended learning model using the google classroom platform during the covid-19 pandemic in terms of attention/interest, relevance, confidence and overall satisfaction got a positive percentage. In terms of the aspect of attention, it is categorized as very positive with a percentage of 80. 05%, the aspect of relevance is categorized as positive with a percentage of 68. 15%, the aspect of self-confidence is categorized as positive with a percentage of 66. and the aspect of satisfaction is categorized as positive with a total percentage of 65. It can be concluded that the overall students of SMA Negeri 1 Wundulako gave a positive response. Keywords : Student Response. Blended Learning. Google Classroom. Abstrak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako di masa pandemi covid-19. jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan Kuisioner. Teknik pengambilan sampel secara random dengan jumlah sampel 73 responden yang terdiri dari siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako terhadap penerapan model pembelajaran blended learning dengan menggunakan platform google classroom di masa pandemi covid-19 ditinjau dari aspek atensi/ketertarikan, relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan secara keseluruhan mendapat persentase berkategori positif. Ditinjau dari aspek atensi berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 80,05%, aspek relevansi berkategori positif dengan jumlah persentase 68,15%, aspek kepercayaan diri berkategori positif dengan jumlah persentase 66,70%, dan aspek kepuasan berkategori positif dengan jumlah persentase 65,16 %. Dapat disimpulkan secara keseluruhan siswa SMA Negeri 1 Wundulako memberikan respon yang positif. Kata Kunci : Respon Siswa. Blended Learning. Google Classroom Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 PENDAHULUAN Ditengah pandemi Covid 19 Saat ini Indonesia berupaya melakukan pengembangan di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan (Ferdiansyah, dkk 2. Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah yang mengharuskan pembelajaran dilakukan melalui daring sehingga tidah hanya mempengaruhi minat siswa/mahasiswa untuk belajar, tetapi juga merpengaruhi tuntutan kompetensi para pendidik terutama dalam penggunaan metode dan media pembelajaran (Rusdiana. Sejak adanya wabah Covid-19 di Indonesia, pemerintah berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut. Di bidang pendidikan pemerintah menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 sebagai langkah pencegahan yang mengharuskan pelaksanaan proses belajar dari rumah (BDR). Dampak dari keberadaan virus ini yakni semua kegiatan masyarakat dilaksanakan secara virtual/daring, termasuk pelaku kegiatan pembelajaran. Sehingga Proses kegiatan pembelajaran di semua jenjang pendidikan dilakukan secara daring (Siahaan, 2. KEMENDIKBUD menerbitkan surat edaran nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid 19 (Putri & Wanto. Hal ini menuntut para pendidik untuk mempersiapkan sistem pembelajaran yang efektif dan inovatif agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan efektif (Budiyono, 2. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran jarak jauh menggunak sistem blanded learning. Model pembelajaran blended learning adalah sistem pembelajaran yang mengintegrasikan sistem tradisional dengan sistem modern dengan menggunakan teknologi. Hal ini memudahkan siswa dapat berinteraksi dengan guru meskipun mereka berada di tempat yang dilihat secara teori dan praktik system ini sangat tepat diterapkan di masa pandemi covid 19 ini (Budiyono, 2. Model Blended Learning merupakan solusi untuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran jarak jauh (Setiawan & Aden, 2. Pembelajaran Jarak Jauh membutuhkan perangkat pembelajaran, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak. Perangkat lunak Learning Management System yang biasa digunakan yakni Blackboard. Certpoint. Moodle. Canvas. Google Classroom, dan sebagainya. Aplikasi Google Classroom adalah salah satu aplikasi gratis dan familiar diterapkan (Wicaksono, dkk. Secara umum proses implementasi blended learning terdiri dari proses perancangan pembelajaran . earning desig. , penyedian konten/media pembelajaran . ontent productio. , dan penyampain konten/media pembelajaran . ontent deliver. (Handoko & Waskito, 2. Sehingga platform google classroom memungkinkan guru dan siswa dapat melaksanakan pembelajaran tanpa melalui tatap muka di kelas dengan pemberian materi pembelajaran . erupa slide power point, e-book, video pembelajaran, tugas . andiri atau kelompo. , sekaligus penilaian (Abidin, dkk. Keberadaan platform google classroom didesain untuk memudahkan guru dalam menghemat waktu, mengelola kelas dan meningkatkan komunikasi dengan siswa-siswanya sehingga dapat saling terhubung di dalam dan di luar sekolah (Navastara, dkk, 2. Siswa dapat belajar, menyimak, membaca, mengirim tugas, dari jarak jauh tanpa ada tatap muka langsung (Jannah & Nurdiyanti. Oleh karenanya google classroom dapat membantu guru dan siswa tetap terhubung, di dalam maupun di luar kelas (Rusdiana. dkk, 2. Hal ini sangat membantu mempermudah penyampaian materi dan evaluasi untuk mengukur sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran (Sutrisna. Demikian halnya, model pembelajaran blended learning dapat diintegrasikan dengan media berupa platform google classroom guna melengkapi proses pembelajaran antara guru dan siswa dimasa Pandemi covid-19. Seperti dijelaskan bahwa Google classroom adalah salah satu media dalam blended learning yang dapat digunakan untuk melakukan proses pembelajaran (Risnawati & Thahir, 2. Oleh karenannya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terkait model pembelajaran blended learning dengan media pembelajaran platform google classroom dimasa pandemi covid-19 pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako tahun ajaran 2020/2021. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian angket kuisioner dan observasi. Pengolahan data penelitian menggunakan aplikasi SPSS. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, adapun jumlah populasi terdiri dari 88, dan sampel 72 siswa IPS kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako. Penelitian ini menggunakan instrument dalam bentuk angket yang dimodifikasi dari (Kirna, dkk. dan (Agustiani, dkk. yang telah valid. Angket penelitian ini bersifat tertutup dengan harapan responden dapat memilih jawaban alternatif dari setiap pertanyaan. Respon yang harus diisi meliputi. Sangat Setuju. Setuju. Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Hasilnya berupa kategori, yakni mendukung . , menolak . , dan netral (Amelia & Darussyamsu, 2020:. Angket pada penelitian ini tidak menggunakan alternatif jawaban ragu-ragu. Hal itu dilakukan agar meminimalisir kesalahan responden dalam mengisi angket (Fitri, dkk. pernyataan angket dalam penelitian ini telah disesuaikan dengan kisi-kisi sebagai acuan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom diketahui dari penyebaran angket. Angket respon siswa terhadap model pembelajaran blended learning menggunakan platform google classroom terdiri dari 15 pernyataan yang dikembangkan dari 4 aspek teori motivasi (Keller, 2. yaitu atensi . etertarikan terhadap pembelajara. , relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan seperti yang tercantum dalam kisi-kisi instrumen (Muis & Bahri, 2018:. Pada Penelitian ini, penulis melakukan penghitungan angket respon siswa dengan beberapa Tahap pertama, menghitung hasil skor angket respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran blended learning dengan menggunakan platform google classroom yang diperoleh dari 73 siswa dengan menggunakan Ms. Excel. Tahap Kedua, menghitung frekuensi responden siswa yang memilih kategori sangat setuju (SS), setuju (ST), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) pada tiap item pernyataan (Roki, 2020:. Tahap Ketiga, menghitung skor total tiap-tiap item dan menghitung persentase perolehan skor total per item (Sawitri, dkk. Tahap Keempat, menghitung nilai rata-rata skor total dan persentasenya kemudian Tahap Kelima, menginterpretasikan persentase nilai respon siswa setiap item pertanyaan sesuai kategori. Secara keseluruhan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran blended learning dengan menggunakan platform google classroom yaitu 21. 21 % siswa sangat setuju, 45. 18 % setuju, 09% tidak setuju, dan 7. 54 % sangat tidak setuju. Perbandingan persentase frekuensi respon siswa berdasarkan alternatif jawaban per aspek digambarkan pada diagram berikut ini: Atensi Relevansi Kepercayaan Diri Kepuasan Persentase Respon Siswa SS Persentase Respon Siswa ST Persentase Respon Siswa TS Persentase Respon Siswa STS Gambar 1. 1 Perbandingan Persentase Frekuensi Respon Siswa Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Perbandingan persentase frekuensi tertinggi siswa menyatakan setuju dengan jumlah persentase 52,74 %. Persentase tertinggi tersebut berada pada aspek atensi, yang berarti siswa tertarik dengan pembelajaran blended learning menggunakan platform google classroom. Tabel Hasil Skor Angket Respon Siswa Item Aspek/ Pernyataan Atensi/ ketertarikan siswa Pembelajaran blended learning inovatif dan menyenangkan Saya merasa senang apabila sebagian besar pembelajaran telah memanfaatkan google classroom sebagai media pembelajaran Online Saya sudah pernah mengikuti pembelajaran blended learning . ombinasi online dan tatap muka, seperti tugas mencari informasi secara online, atau diskusi dengan jejaring sosial: facebook, line, atau dengan blog, email, moodl. dan saya menyenangi itu Terlepas cocok atau tidak cocok dengan saya, saya ingin mengikuti pembelajaran yang mengkombinasikan online dan tatap muka Rata-rata Skor Persentase Kategori Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Relevansi Pembelajaran blended learning berbasis relevan dengan kehidupan sekarang dan yang akan datang Perkiraan saya, pembelajaran di masa yang akan datang menggunakan googleclassroom Sekarang pembelajaran mengarah pada pemanfaatan google classroom karena memiliki potensi yang tinggi untuk memudahkan dalam belajar Rata-rata Kepercayaan diri/ confidence Pembelajaran yang sebagian dilakukan secara online hanya akan membuat saya sibuk dan tidak cukup berarti membantu saya belajar (-) Perkiraan saya pembelajaran yang dilakukan secara online akan meningkatkan diskusi karena bisa dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Perkiraan saya pembelajaran blended learning kombinasi online dan tatap muka akan membingungkan (-) Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Perkiraan saya pembelajaran yang mengabungkan online dan tatap muka akan cocok asalkan didesain dengan baik. Sangat Rata-rata Positif Positif Positif Positif Kepuasan Saya tidak bisa menghemat waktu dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas dengan google classroom (-) Google classroom tidak memudahkan saya dalam materi pembelajaran (-) Pembelajaran melalui video yang diupload melalui google classroom tidak dapat meningkatkan pemahaman saya (-) Google classroom membuat saya memperoleh pengalaman baru dalam pembelajaran Rata-rata Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian, 2021 Sangat Positif Respon siswa dapat dikategorikan ke dalam 4 kategori yaitu sangat positif . -100 %), positif . -75 %), negatif . -50 %) dan sangat negatif . -25 %) (Novitasari. dkk, 2018:. Pembelajaran blended learning berbasis google classroom pada aspek atensi terdapat 4 butir pernyataan . omor item 1, 2, 3, dan . Pernyataan pertama berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 83. pernyataan kedua berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 82. 19%, pernyataan ketiga berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 77. 40%, dan pernyataan keempat berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 77. Pada aspek kedua yaitu aspek relevansi/keterkaitan terdapat 3 butir pernyataan . omor item 5, 6, dan . , pernyataan kelima berkategori positif dengan jumlah persentase 68. 15%, pernyataan keenam berkategori positif dengan jumlah persentase 61. 30%, dan pernyataan ketujuh memiliki jumlah persentase 75% dengan kategori positif. Aspek kepercayaan diri (Confidenc. merupakan aspek ketiga dari teori motivasi Keller. Pada aspek ini terdapat 4 butir pernyataan . omor item 8, 9, 10, dan . Pada pernyatan kedelapan berkategori positif dengan jumlah persentase 51. 37%, kemudian pernyataan kesembilan berkategori positif dengan jumlah persentase 73. 97%, pernyataan kesepuluh berkategori positif dengan jumlah 62%, dan pernyataan kesebelas memiliki jumlah persentase 80. 82% dengan kategori sangat positif. Aspek keempat yaitu aspek kepuasan, pada aspek ini terdapat 4 butir pernyataan . omor item 12, 13, 14, dan . Pada pernyatan keduabelas memiliki jumlah persentase 61. 99% dengan kategori Pada pernyataan ketigabelas berkategori positif dengan jumlah persentase 64. pernyataan keempatbelas berkategori positif dengan jumlah persentase 58. 56%, dan pernyataan kelimabelasberkategori sangat positif dengan jumlah persentase 76. Secara umum siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako memberi respon positif terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dimasa pandemic covid sehingga, dapat dijelaskan bahwa kategori respon siswa positif karena berada pada rentan . -75 %), yang berarti siswa merespon positif. Pembahasan Berdasarkan pengolahan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi respon siswa pada aspek atensi/ketertarikan dalam pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata respon siswa menyatakan setuju dengan jumlah persentase 52,74 %. Pada aspek Relevansi menunjukkan bahwa Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 rata-rata respon siswa menyatakan setuju dengan jumlah persentase 43,38 % dan Pada aspek kepercayaan diri rata-rata respon siswa juga menyatakan setuju dengan jumlah persentase 45,89 % serta frekuensi respon siswa pada aspek kepuasan menunjukkan bahwa rata-rata respon siswa menyatakan setuju dengan jumlah persentase 38,7%. Hal ini berarti siswa memiliki ketertarikan dengan pembelajaran blended learning berbasis google classroom. Hal tersebut diperkuat oleh pendapat Wardani, dkk . dalam penelitiannya yang berjudul daya tarik pembelajarandi era 21 dengan blended learning hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model pembelajaran blended learning dapat meningkatkan daya tarik pada proses pembelajaran tatap muka dan sangat sesuai untuk diterapkan di era abad 21. Sejalan dengan penelitian tersebut, pada penelitian kami menunjukan bahwa respon siswa sangat positif terhadap penerapan model blended learning berbasis google classroom yang dilaksanakan pada masa pandemi covid 19. Olehnya itu model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dapat dijadikan sebagai solusi dan alternatif bagi guru untuk diterapkan dimasa pandemi saat ini. Temuan dalam penelitian ini juga menunjukan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom menunjukan beberapa hal diantaranya dalam proses penerapanya membutuhkan teknologi pembelajaran yang mendukung seperti internet dan media elektronik. Selain itu temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran blended learning berbasis google classroom yang diterapkan di SMA Negeri 1 Wundulako, sangat membantu mempermudah guru dan siswa dalam hal penyampaian materi dan feedback serta pembelajaran menjadi lebih aktif dan antusias tanpa dibatasi oleh ruang. Hal ini dapat dilihat dari tingginya Frekuensi respon siswa secara keseluruhan, siswa menyatakan setuju terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis platform google classroom. Hal ini karena model pembelajaran blended learning memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Pernyataan tersebut didukung oleh Sandi, . menyatakan bahwa melalui blended learning, maka pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena materi pembelajaran yang disediakan dirancang sedemikian rupa sehingga siswa lebih mudah Hasil angket respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom terdiri dari 4 aspek yang terdiri dari atensi, relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan dengan total 15 pernyataan yang disebarkan kepada siswa. Perbandingan perolehan persentase berdasarkan tiap aspek yaitu pada aspek pertama yaitu aspek atensi 80. 05% berkategori sangat positif. Aspek kedua yaitu relevansi 68. 15% berkategori positif, aspek ketiga yaitu kepercayaan diri 66. 70% berkategori positif, dan aspek keempat yaitu kepuasan 65. 16% berkategori Demikian berdasarkan pembahasan analisis data tersebut, hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan respon siswa termasuk kedalam kategori positif artinya peserta didik menunjukkan sikap positif terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis platform google Hal ini didukung dengan pendapat Muis & Bahri, . bahwa Respon positif siswa terhadap Blended learning merupakan titik awal terhadap penerapan blended learning sehingga menumbuhkan kesenangan belajar siswa, menghilangkan kesalahan pemahan konsep, meningkatkan retensi siswa, dan membuat siswa lebihmudah memahami pelajaran. KESIMPULAN Penelitian ini menggunakan empat aspek dengan hasil yang menunjukan atensi berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 80. Aspek kedua yaitu relevansi berkategori positif dengan jumlah persentase 68. 15%, aspek ketiga yaitu kepercayaan diri berkategori positif dengan jumlah persentase 66. 70%, dan aspek keempat yaitu kepuasan 65. 16% berkategori positif. Dari keempat aspek teori motivasi Keller tersebut, aspek Atensi yang memiliki skor persentase tertinggi 05% dengan katergori sangat positif, artinya siswa merasa tertarik dengan penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom. Sedangkan secara keseluruhan hasil angket respon siswa mendapatkan persentase rata-rata sebesar 70. 14 % dengan kategori positif sehingga dapat disimpulkan bahwa Siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 DAFTAR PUSTAKA