ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. The Influence of Engklek Playing Methods on Articulation Ability Vocal Letters in Deaf Children Tika Sari Dewy1. Ritna Udiyani2. Fitria Jayanti3 1,2,3 Program Studi S1 Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darul Azhar Batulicin Email: tikasaridewy@gmail. ABSTRACT Deaf is a child who has impaired hearing function, making it difficult for them to communicate with other The aim of this study was to determine the influence of the playing cricket method on the ability of vowel articulation in deaf children. The method in this study used a Pre-Experimental with One Group Pretest Posttest. The sample in this study were 5 deaf students who have the same characteristics and still in SDLB, instruments of result learning and observation test, with a Simple Purposive Sampling technique. The results of study indicated that the Pretest value of ability vowel articulation were 3 . %) of respondents in the very poor category, after obtaining the posttest of ability vowel articulation of 5 . %) of respondents were in the very good category. This study by using the Wilcoxon Signed Test, obtained p value of 0. 038 (<0. The conclusion of this study, that there was influence of the playing cricket method on the ability of vowel articulation in deaf children. For further researchers can add samples and researchers are expected to be able to use this crank play method on other ABK Keywords : Deaf Children. Playing Crank. Vowel Articulation PENDAHULUAN Anak tunarungu mengalami gangguan dalam pendengarannya, mengakibatkan perkembangan bahasa anak pada tahap laling . tidak berkembang dengan baik. Pada tahap laling . , pendengaran anak telah mengalami kematangan auditori sehingga mampu menyadari bunyi atau suara yang dihasilkan sendiri maupun orang lain dari hasil pengulangan bunyi-bunyi yang telah didengarnya, namun pengalaman tersebut tidak terjadi pada anak tunarungu. Oleh karena itu anak tunarungu tidak akan memberikan timbal balik dengan membuat suara-suara sendiri, sehinga anak tunarungu tidak dapat berbicara jika tidak dilatih dengan kata lain bisu. Menurut penelitian World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 5. 3% atau 360 juta jiwa penduduk dunia mengalami kecacatan pada pendengaran, 91% atau 328 juta jiwa adalah orang dewasa dimana 183 juta jiwa laki-laki, dan 145 juta jiwa perempuan dan 9% atau 32 juta jiwa adalah anak-anak (Kemenkes RI, 2. Data KPUD DKI Jakarta, . mengatakan sebanyak 5. 271 jiwa penyandang Dari jumlah tersebut, sekitar 28 % . 509 jiw. merupakan penyandang tuna daksa, 11 % . tuna netra, 12,5 % . tuna rungu, 25,7 % . 378 oran. Sisanya, 22,8 % . 224 oran. merupakan penyandang disabilitas lainnya. Permasalahan keterlambatan perkembangan anak masih menjadi problematika bagi bangsa Indonesia. Ini berdasarkan data yang didapatkan ada sebanyak 3. 240 siswa dari data yang menyebutkan ada sebanyak 91 ribu anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi (Kemendikbud, 2. Menurut (Dipodik, 2. sebaran siswa penyandang disabilitas di indonesia terdapat 993. 000 siswa. Ragam disabilitas siswa terdiri dari penglihatan, pendengaran, motorik kasar, motorik halus, berbicara, intelektual, kesulitan belajar spesifik, perhatian atau perilaku, dan emosi. Artikulasi huruf vokal lebih mudah bagi anak untuk dilafalkan, fonem vokal terbentuk apabila kita melafalkan bunyi dan udara yang keluar dari paru-paru tidak mengalami hambatan, maka untuk itu peneliti memilih mengenalkan huruf vokal terlebih dahulu (Prihartawati, 2. http://journal. id/index. php/jnhe ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. Didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Rislina, 2. yang mana menyatakan bahwa mengenal huruf itu meliputi bunyi pada setiap hurufnya, cara pengucapan yang benar pada hurufnya, dan mampu menyuarakan huruf dengan baik, yang mana pengenalan huruf ini dikenalkan melalui loncat abjad, dimana permainan ini dapat membantu siswa dalam mengenali bentuk dan bagaimana bunyi yang dihasilkan oleh huruf, dimana kotak loncat yang disediakan ini diletakkan beberapa gambar yang membantu siswa dalam mengenali bentuk huruf dan mampu mengetahui bunyi atau cara mengucapan yang benar untuk ke 26 huruf. Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan pada guru persetiap kelas didapatkan hasil bahwa anakanak didik disetiap kelasnya mengami kesulitan dalam mengenali artikulasi dari huruf vokal kadang mereka salah mengenali artikulasi yang di ucapkan, ada sebagian juga yang lupa dengan artikulasi huruf vokal dikarenakan sudah memasuki pelajaran kata. Beberapa guru mengatakan metode pembelajaran yang dilakukan dalam mengajar siswanya menggunakan metode gambar huruf dan menggunakan metode belajar dengan teman sebaya yang dianggap guru mampu mengucapkan huruf-huruf vokal dengan baik. Metode permainan engklek ini dapat meningkatkan kemampuan artikulasi huruf vokal pada anak tunarungu, dimana anak tunarungu yang kehilangan kemampuan mendengarnya baik sebagian ataupun keseluruhan berpengaruh pada kemampuan bicaranya, dimana anak memiliki masalah dalam mengontrol pernapasan, hal tersebut disebabkan karena anak memiliki kesulitan untuk mengontrol pernapasan dengan baik sehingga frekuensi pernapasan yang dihasilkan menjadi lebih pendek (Iskandar & Irdamurni, 2. sedangkan permainaan engklek ini memiliki tujuan atau manfaat bagi perkembangan anak dan dapat menjadi sarana olah raga yang dapat melatih pernafasan (Maharani, 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan engklek ini dapat meningkatkan pernafasan anak dan melatih anak dalam mengatur pernapasanya agar lebih panjang, hal ini mampu mempermudah anak dalam pengucapan huruf vokal dan dengan permainan engklek ini bisa meningkatkan semangat anak dalam belajar dan tidak merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton. Berdasarkan lata belakang tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh permainan Engklek terhadap peningkatan kemampuan artikulasi huruf vokal pada anak berkebutuhan khusus METODE Lokasi penelitian dilakukan diSLB Negeri Tanah Bumbu. Kecamatan Batulicin. Kabupaten Tanah Bumbu. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada awal bulan Juli 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Experimental Design, dengan Rancangan One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu 5 siswa anak tunarungu yang sesuai kreteria yang telah ditentukan oleh peneliti yang bersekolah di SLB Negeri Tanah Bumbu. Kecamatan Batulicin. Kabupaten Tanah Bumbu. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan dan pengolahan data ini yaitu dengan cara memberikan kuesioner dengan tehnik tes lisan dan observasi. Hasil penelitian ini diuji dengan tes uji non parametrik Wilcoxson Sign Test dengan taraf signifikasi = <0,05. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh metode permainan engklek terhadap kemampuan artikulasi huruf vokal pada anak tunarungu di SLB Negeri Tanah Bumbu 2020, dengan P-Value . ,038<0,. Uji satatistik ini menggunakan aplikasi SPSS HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Usia Total Tabel. 1 Distribusi frekuensi berdasarkan usia Frekuensi. Persentase(%) Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa hampir setengahnya responden dalam penelitian ini berusia 12 . %) tahun. http://journal. id/index. php/jnhe ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Frekuensi. Persentase(%) Laki Ae laki Perempuan Total Berdasarkan tabel 2. diketahui bahwa hampir seluruhnya responden penelitian ini berjenis kelamin lakilaki sebanyak 4 . %). Tabel. 3 Hasil Pretest kemampuan artikulasi huruf vokal Klasifikasi kemampuan artukulasi huruf Frekuensi . Persentase (%) Kurang Sekali Kurang Cukup Total Berdasrkan tabel 3 diketahui bahwa nilai rebagian besar responden termasuk dalam katagori Kurang. Tabel 4. Hasil Posttest terhadap kemampuan artikulasi huruf vokal Klasifikasi kemampuan artikulasi huruf Frekuensi . Persentase (%) Sangat baik Kurang sekali Kurang Cukup Total Berdasarkan tabel 4. hasil posttest yang terdapat diatas bahwa 5 . %) respondem termasuk dalam katagori Sanagat Baik, dikarenakan saat perlakuan siswa sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan dan siswa memcoba mengingat semua petunjuk dari peneliti ketika mengucapkan huruf vokal satu demi satu, belajar sambil bermain didukung dengan siswa penasaran dengan permainan yang baru pertama kali dijumpainya sehingga membuat siswa inging bermaian terus menerus dengan demikian dapat meningkatkan kemampu artikulasi huruf vokal siswa. Tabel 5. Analisis hail pretest dan Postest Pretest Postest Frekuensi Presentase Frekuensi Presenta Klasifikasi Kemampuan Artikulasi Huruf Vokal Kurang Sekali Kurang Cukup Sangat Baik Total P-Value 0,038 (<0,. Berdasarkan tabel 5. diketahui hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Test didapatkan nilai P-Value (Sign2-tailed 0,038(<0,. ) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima artinya bahwa ada pengaruh pemberian permainan engklek terhadap kemampuan artikulasi huruf vokal. http://journal. id/index. php/jnhe ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. Data yang didapatkan menyatakan bahwa anak mengalami kesulian dalam mengenal setiap artikulasi huruf vokal yang di ucapkan oleh peneliti, dikarenakan anak belum begitu mengerti tentang artikulasi huruf vokal dan anak memili hambatan dalam fungsi pendengarannya sehingga membuat anak kesulitan dalam mengartikan ucapan yang keluar dari bibir peneliti. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andrian . yang menjelaskan bahwa anak tunarungu memiliki kekurangan atau kehilangan kemampuan pendengaranya sehingga mempersulit anak tunarungu dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dapat disimpulkan bahwa anak tunarungu yang mengalami gangguan pada fungsi pendengaranya membuat anak kesulitan berkomunikasi dan anak memiliki keterbatasan dalam pembendaharaan kata yang anak miliki dikarenakan anak tidak dapat memahami apa yang orang lain sampaikan, dan anak tidak dapat membaca gerakan bibir dari lawan bicaranya. Sesudah dilakukanya intervensi didapatkan hasil bahwa anak tunarungu mengalami peningkatan dalam artikulasi huruf vokal, dikarekan disetiap kotak permainan engklek ini terdapat huruf vokal yang mana anak saat bermain harus mengucapkan sertiap hurufnya, dengan permainan engklek ini mampu memudahkan anak dalam mengingat setiap artikulasi huruf vokalnya dan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Simatupang, . yang mengatakan bahwa permaian engklek ini dapat meningkatkan kemampuan anak kelompok B dalam mengenali artikulasi serta bentuk dari setiap huruf abjad yang diletakkan disetiap kotak permainan engklek. Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Rislina . dimana permainan tradisional Loncat Abjad juga mampu menigkatkan kemampuan anak dalam mengingat setiap artikulasi dari setiap abjad yang terdapat didalam setiap kotak yang mereka loncati. Permainan engklek ini dapat meningkatkan kemampuan artikulasi huruf vokal anak tunarungu dengan proses permainan engklek yang berulang, dimana anak dapat mengenali perintah atau anak dapat membaca gerakan bibir dari peneliti sehingga anak mampu mengenali setiap huruf vokal yang diminta oleh peneliti untuk menunjukkannya. Dan dengan adanya permainan engklek ini juga dapat membantu dalam melatih pernafasan anak agar lebih stabil dan lebih panjang, ini membuat anak lebih terbiasa dalam mengucapkan setiap huruf vokalnya. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxson Sign Test didapatkan nilai P Value (Sig2-tailed 0. 038 (<0,. ) artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pemberian media permainan engklek, yang mana menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima menjelaskan bahwa permainan engklek ini memiliki pengaruh terhadap kemampuan artikulasi huruf vokal pada anak tunarungu. Penelitian yang dilakukan oleh Febriani, dkk . anak berkesulitan dalam belajar dapat diberikan media permainan engklek dengan cara disetiap kotak permainan engklek diberikan gambar huruf vokal setelah itu anak diminta untuk menyebutkan dan menunjukkan huruf vokal yang berada pada setiap kotak permainan engklek tersebut, dengan perlakuan yang berulang anak mampu mengingat, mengenali dan mengetahu bunyi dari setiap huruf vokal tersebut. Permainan engklek ini memiliki pengaruh terhadap kemampuan artikulsi huruf vokal pada anak tunarungu dimana anak dapat setelah diberikannya permainan engklek ini anak dapat mengenal dan dapat mengerti artikulasi dari setiap huruf vokal itu masing-masing dan anak juga mampu membaca gerakan bibir dari lawan bicaranya. KESIMPULAN Terdapat perubahan kemampuan artikulasi huruf vocal metode permainan engklek terhadap kemampuan artikulasi huruf vokal pada anak tunarungu setelah diberikan stimulasi melalui permainan Engklek. DAFTAR PUSTAKA