Vol. 2 No. 91 Ae 100 ISSN Media Elektronik: 2807Ae8152 Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Masyarakat Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan Metode SAW Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 1,2,3 Sistem Informasi. Teknologi Informasi. Universitas Flores. Ende. Indonesia Email: 1inrema011@gmail. com, 2hoseday@gmail. com, 3salaesperanza1@gmail. ABSTRACT Uluwae II Village is one of the villages in the District on Nort Bajawa. Ngada Regency, whichis also a target village for receiving sicial assistance in the formof the Hope Program (PKH) assistance. PKH is a program of providing conditional social assistance to Beneficiary Families (PKM). In the particular, the objectives of PKH are to improve access and quality of education and health services for PKH participants, to in crease the education level of PKH participants, and to improve the health and nutritional status of PKH participants. Therefore. Uluwae II village official smust carefully select the right community to receive PKH assistance. In determining the PKH recipient community in Uluwae II village, it was still not right on targer, because the selection procces for the PKH recipient community was not running as expented by the community. Therefore, it is necessary to have a system to determine decision in determining the PKH recipient community. The purpose and benefit of this researchis to design and build decision support system to determine the right community to receive PKH according of the weigh to feach criterion. This research was completed through several stage, namely, collecting information through directre search at the location. The method used the SAW method to calculate the weight and determine the ranking. Keywords : SPK. PKH Assistanceand. SAW Method ABSTRAK Desa Uluwae II merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada, yang juga merupakan desa sasaran mendapatkan bantuan sosial berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah suatu program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Secara khusus, tujuan PKH adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan peserta PKH, mengingkatkan taraf pendidikan peserta PKH, dan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi peserta PKH. Oleh karena itu aparat desa Uluwae II harus dengan cermat memilih masyarakat yang tepat untuk mendapatkan bantuan PKH tersebut. Dalam menentukan masyarakat penerima PKH di DesaUluwae II terasa masih kurang tepat sasaran, karena proses pemilihan masyarakat penerima bantuan PKH masih kurang berjalan sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya sebuah sistem untuk menetukan keputusan dalam menentukan masyarakat penerima PKH. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem pendukung keputusan untuk menentukan masyarakat yang tepat menerima PKH sesuai dengan bobot dari masing-masing kriteria, sehingga hasil dari penelitian ini terpilihnya masyarakat penerima PKH yang tepat Penelitian ini diselesaikan melalui beberapa tahap yaitu, dengan mengumpulkan informasi melalui penelitian langsung di lokasi. Metode yang digunakan yaitu metode simple Additive Weighting untuk melakukan perhitungan bobot dan menentukan prengkingan. Kata kunci : SPK. Bantuan PKH. Metode SAW Pendahulua Latar Belakang Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Secara DiterimaRedaksi: 01-09-2022 | SelesaiRevisi: 12-09-2022 | Diterbitkan Online: 29-10-2022 Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 khusus, tujuan PKH adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan peserta PKH, meningkatkan taraf pendidikan peserta PKH, dan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi peserta PKH. ini dengan penelitian sebelumnya yaitu proses dan hasil yang didapat dari penelitian ini berdasarkan dengan kriteria penerima PHK yaitu Keluarga pra sejahtera, ibu hamil, anak usia 0-6 tahun, jumlah anak pendidikan SD. SMP dan SMA, lanjut usia dan penyandang disabilitas. Dari kriteria yang jelas maka tidak terjadi lagi ketidaktepatan pemilihan masyarakat penerima PKH. Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara. Kabupaten Ngada Kabupaten Ngada merupakan salah satu desa yang menjadi sasaran penerima bantuan PKH, namun proses pemilihan masyarakat penerima bantuan Metode Penelitian Program Keluarga Harapan (PKH) terasa masih kurang Jenis data penelitian berdasarkan sifatnya yang ketidaktepatan pemilihan masyarakat penerima PKH digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif. tersebut karena tidak adanya ketentuan kriteria dalam Tahap Aetahap penelitian proses pemilihan yang terjadi di desa. Dan ini menjadi masalah keluarga yang seharusnya mendapat bantaun 1. Perumusan Masalah PKH tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya. Saat ini pihak pemerintah desa belum menentukan Dengan kriteria yang jelas untuk proses pemilihannya, mengakibatkan pendistribusian bantuan PKH tidak sehingga mempengaruhi ketidaktepatan pemilihan sesuai apa yang diharapkan masyarakat. masyarakat penerima PKH tersebut karena tidak Untuk itu penulis memberikan solusi membuat sebuah adanya ketentuan kriteria dalam proses pemilihan yang Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Masyarakat terjadi di desa. Dalam penelitian ini rumusan masalah Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan adalah bagaimana membangun sistem Menggunakan Metode Simple Additive Weighting pendukung keputusan pemilihan masyarakat penerima (SAW), yang dapat membantu pihak pemerintah, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam hal ini Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa menggunakan metode simple additive weighting Utara. Kabupaten Ngada dalam mengambil keputusan (SAW) berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan pemilihan masyarakat penerima bantuan program keluarga harapan bagi masyarakat Desa Uluwae II, berdasarkan kriteria-kriteria serta bobot yang2. Studi Literatur Metode Simple Additive Weighting (SAW) Studi literatur yaitu teknik dimana penulis mencari, adalah salah satu metode dalam proses pengambilan membaca serta mengumpulkan data yang berkaitan Metode ini memiliki kemampuan penilaian dengan sistem pendukung keputusan yang yang lebih tepat dan akurat karenaberdasarkan pada menggunakan metode SAW dari berbagai sumber nilai kriteria dan bobot yang ditentukan. artikel, jurnal dan skripsi yang ada sebelumnya, serta berbagai informasi yang dijadikan sebagai acuan Kajian Penelitian Relevan maupun pertimbangan dalam membangun sistem. Sistem pendukung keputusan kelayakan penerima bantuan raskin di kelurahan Kowangan3. Mengumpulkan Data menggunakan metode Simple Additive Weighting Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam (SAW) penelitian ini dilakukan oleh Y. Pramesti penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan Sistem pendukung keputusan penerima bantuan bagi masyarakat miskin di Desa Doko. Kecamatan4. Merancang Sistem Ngasem Kendiri menggunakan metode SAW Setelah mengumpulkan data, penulis merancang penelitian ini dilakukan oleh Radovan Ardi sistem pendukung keputusan pemilihan masyarakat Pratama. penerima bantuan PKH sesuai dengan kriteria Sistem Pendukung Keputusan Penerima Program penerima PKH yaitu, pra sejahtera, ibu hamil, anak Keluarga Harapan (PKH) Menggunakan Metode usia 0 Ae 6 tahun, anak SD. SMP dan SMA, lanjut usia Simple Additive Weighting di Desa Joho penelitian dan penyandang disabilitas. Dengan rancangan yang ini dilakukan oleh Intan Putri Pratiwi, digambarkan pada use case diagram, class diagram. FX. Ferdinandus Arthur Daniel activity diagram dan sequence diagram. Limantara2019. Implementasi Sistem pendukung keputusan pemilihan masyarakat Pada tahap implementasi ini dilakukan pembuatan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), program/aplikasi. perancangan sistem pendukung menggunakan metode Simple additive weighting keputusan pemilihan masyarakat penerima bantuan (SAW) di Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara Program Keluarga Harapan (PKH) menggu nakan Kabupaten Ngada. Penelitian ini dilakukan oleh Maria metode simple additive weighting (SAW)di Desa Yasinta Mau Rema 2022. Perbedaan antara penelitian DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Uluwae II. Dalam menggunakan bahasa pemprograman PHP dan DatabaseMySQL. Berikt gambar tahap penelitian Rij= ycUycnycycAycaycuycUycnyc jika j atributnya benefit Rij= ycAycnycuycUycnycycUycnyc jika j atributnya cost Keterangan : rij : rating kinerja ternormalisasi MaxXij : nilai maksimum dari setiap baris dan Min Xij : nilai minimun dari setiap baris dan Nilai preferensi untuk setiap alternatif (V. diberikan sebagai berikut : ycOycn = yc = 1ycuWij rij Keterangan : Vi : Nilai akhir dari alternatif Wij : Bobot yang telah ditentukan Rij : Normalisasi matriks Model Penilain Kode kriteria Gambar 1 tahap-tahap penelitian Prosedur Pengumpulan Data Teknik yang dilakukan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini sebagai berikut : Observasi atau pengamatan C1 : Pra sejahtera/miskin C2 : Ibu hamil C3 : anak usia 0-6 tahun C4 :anak kategori pendidikan SD. SMP. SMA C5 : Lanjut usia C6 : Penyandang Disabilitas Berikut model penilaian pada setiap kriteria calon kepala keluarga penerima bantuan sembako Kriteria pra sejahtera/miskin Ukuran rumah Tabel 1. Kriteria Ukuran Rumah Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung ke tempat atau lokasi di Desa Uluwae II Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada. Parameter ukuran Bobot Tipe rumah 36 Tipe rumah 45 Tipe rumah 54 Tipe rumah > 60 Wawancara Wawancara dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara penulis dengan utama, yaitu dengan 5 kepala keluarga di 1 dusun. Dokumentasi Dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar selama penelitian dilakukan. Penerapan Metode/Algoritma Algoritma yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. , dengan studi pemilihan masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja setiap alternatif pada semua Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang Penggunaan listrik/bulan Tabel2 Penggunaan Listrik/Bulan Parameter ukuran Bobot Rp. Rp. 000 Ae 30. Rp. 000 Ae 50. >Rp. Pekerjaan Tabel 3 Pekerjaan Parameter ukuran DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Bobot Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Kriteria jumlah lanjut usia atribut yang digunakan yaitu benefit Petani Aparat desa Guru Parameter ukuran Bobot nilai Wiraswasta 3 orang 2 orang 1 orang 0 orang Tabel 8 Lanjut Usia Penghasilan Tabel 4 Penghasilan Parameter ukuran Bobot nilai Rp. Rp. Rp. >Rp. Kriteria jumlah penyandang disabilitas atribut yang digunakan yaitu benefit Tabel 8 Penyandang Disabilitas Parameter ukuran Bobot nilai 3 orang 2 orang 1 orang 0 orang Kriteria ibu hamil atribut yang digunakan yaitu Tabel 5 Ibu Hamil Parameter ukuran Bobot nilai Hamil ke-1 Hamil ke-2 Hamil ke-3 dan 4 Tidak hamil Berikut tabel pembobotan preferensidari setiap Tabel 9 Pembobotan Preferensi Kriteria anak usia 0-6 tahun atribut yang digunakan yaitu cost Tabel 6 Anak Usia 0-6 Tahun Parameter ukuran Bobot nilai 0-2 tahun 2-5 tahun 3-6 tahun Tidak ada Kriteria Bobot Preferensi . Tabel 11 data masyarakat beserta kriteria yang didapat dari Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada Kriteria tingkat pendidikan SD. SMP dan SMA atribut yang digunakan yaitu cost Tabel 7 Anak Kateori SD. SMP dan SMA Parameter ukuran Bobot nilai SMA SMP Tidak ada DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Kriteria Ukuran Penggunaa n listrik/bln Pekerjaa Penghasila Ibu Hami Anak usia 0-6 thn Tingkat pendidikan SD. SMP. SMA Lanju t usia Penyandan g disabilitas Veronika Ripo Benediktus Ndiri Petrus Mere Yoseph Landi Dominggus Sarmento Alternatif selanjutnya akan dilakukan proses perhitungan untuk mencari nilai akhir . ilai V) yang didapat dari total hasil perhitungan bobot preferensi (W) dikalikan dengan matriks ternormalisasi R. Keluarga Harapan (PKH) di DesaUluwae II ditunjuan dalam gambar berikut. V1=. *0. *0. *0. =17,499 V2=. *0. *0. *0. *0. =17,499 V3=. *0. *0. *0. =17,999 V4=. *0. *0. *0. =17,331 V5=. *0. =23,5 Berikut tabel perengkingan berdasarkan urutan nilai Tabel 2 Perengkingan Berdasarkan Urutan Nilai Terbesar Alternati Nama Has Perengkingan Veronika Ripo Benediktus Ndiri Petrus Mere Yoseph Landi Dominggus Sarmento Dari hasil perhitungan, alternatif A5 dengan nama kepala keluarga Dominggus Sarmento mempunyai nilai terbesar. Maka alternatif A5 yang terpilih untuk menerima bantuan program keluarga harapan. Analisa Siatem yang Berjalan Analisis sistem yang sedang berjalan dalam proses pemilihan masyarakat penerima bantuan Program Gambar 2 Analisa Sistem Yang Berjalan Perangkat desa menyarankan nama-nama calon kepala keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada rapat umum di desa yang dihadiri oleh semua aparat desa. Jika nama-nama calon kepala keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) disetujui oleh aparat desa, maka petugas akan mendatangi rumah calon kepala keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengecek apakah sesuai kriteria. Apabila nama-nama calon kepala keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak disetujui oleh aparat desa maka petugas akan menyarankan nama-nama calon kepala keluarga lainnya sebagai calon penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Selanjutnya ketika calon kepala keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)sesuai kriteria, maka kepala keluarga tersebut akan mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ketika bantuan sudah sampai di desa. Apabila calon kepala keluarga penerima program bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)tidak sesuai kriteria maka selesai, dalam hal ini berarti calon kepala keluarga tersebut bisa dikatakan masih termasuk keluarga yang belum tepat untuk menerima program DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 bantuan tersebut. Berikut gambar analisis sistem yang sedang berjalan di desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada. Sistem yang Diusulkan Sistem yang diusulkan ini berdasarkan proses perhitungan dengan metode SAW. Berikut gambar sistem yang diusulkan. Gambar 5 Use Case Diagram Aktor/admin adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengolah sistem. Admin dapat melakukan login, kelola admin, kelola kriteria, kelola sub kriteria, mengolah calon KK penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kelola penilaian, melakukan perhitungan SAW, mengolah laporan, serta admin juga dapat logout dari sistem. Clas Diagram Gambar 4 Sistem Yang Diusulkan Langkah awal dalam perhitungan metode SAW adalah mengambil beberapa data calon KK penerima bantuan Keluarga Harapan (PKH) setelah itu kita masukan nama calon penerima penerimabantaun PKH. Langkah selanjutnya menentukan kriteria-kriteria calon KK penerima bantuan PKH. Masing-masing kriteria diberi simbol dan diberi nilai bobot. Kemudian kriteria diberi nilai bobot presentase dari kriteria C1 sampai n. Sehingga apabila semua bobot presentase kriteria dijumlahkan akan menghasilkan nilai bobot presentase Dan kemudian langkah selanjutnya menentukan atribut yang dipakai antaracost atau benefitdari setiap kriteria. Setelah itu kita membuat tabel alternatif dan memasukan nilai bobot dari setiap calon, selanjutnya kita melakukan tahap normalisasi. Dan dari hasil normalisasi tersebut menghasilkan nilai akhir normalisasi. Lalu hasil akhir normalisasi diurutkan dari nilai terbesar ke nilai terkecil. Use Case Diagram Use case diagram adalah satu dari berbagai jenis diagram UML . nified modelling language )yang menggambarkan hubunganinteraksi antara sistem dan aktor. Berikut gambar use case diagram. Class diagram adalah salah satujenis diagram yang dapat dengan jelas memetakan struktur system tertentu dengan memodelkan kelas, atribut, operasi, sertahubungan antar objek. Gambar 6. Use Case Diagam Dalam gambar class diagram diatas, terdapat class login, bantuan, masyarakat, kriteria, subkriteria, penilaian dan hasil. Class login memiliki atribut id_admin, username dan password, dengan operasi login dan logout. Class login berhubungan dengan semua yang ada dalam sistem. DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Class bantuan memiliki atribut kd_bantuan dan nama bantuan dengan operasi tambah, edit dan Class bantuan berhubungan dengan bobot, penilaian yang nantinya akan menampilkan hasil penilaian di sistem. bantuan, kriteria, sub kriteria, bobot, penilaian dan hasil yang ditunjukan pada gambarberikut. Class masyarakat memiliki atribut id_masyarakat dan namamasyarakat, dengan operasi tambah, edit dan delete. Class masyarakat berhubungan dengan penilaian untuk mendapatkan hasil. Classc kriteria memiliki atribut kd_kriteria, namakriteria dan sifat, dengan operasi tambah, edit dan delete. Class kriteria berhubungan dengan sub kriteria, bobot dan penilaian. Class sub criteria memiliki atribut kd_subkriteria, kd_kriteria, nilai dan keterangan, dengan operasi tambah, edit dan delete. Class sub kriteria berhubungan dengan kriteria, masyarakat dan Gambar 8. Tampilan Interface Dasboard Data Masyarakat Halaman ini berisikan tampilan data masyarakat dimana admin dapat melakukan tambah masyarakat edit dan delete data yang ditunjukkan pada gambar Class bobot memiliki atribut kd_bobot, kd_bantuan, kd_kriteria dan bobot. Dengan operasi tambah,edit dan delete. Class bobot berhubungan dengan bantuan, kriteria dan penilaian. Class penilaian memiliki atribut id_masyarakat, kd_bantuan, kd_kriteria dan kd_nilaikriteria, dengan operasi tambah, edit dan delete. Class penilaian berhubungan dengan class masyarakat, bantuan, sub kriteria dan bobot. Class hasil memiliki atribut kd_hasil, kd_bantuan, kd_kriteria, dan id_masyarakat, dengan operasi tambah, edit dan delete. Class hasil berhubungan ddengan class masyarakat class bantuan dan class Gambar 9. Tampilan Interface Masyarakat Kriteria Halaman ini berisikan kriteria dimana admin dapat melakukan tambah kriteria, edit dan delete data yang ditunjukkan pada gambar berikut : Hasil dan Pembahasan Perancangan Antar Muka Menu Login Menu login digunakan admin untuk memasukan username dan password untuk bisa masukke halaman Gambar 10. Tampilan Interface Tambah Kriteria Sub Kriteria Gambar 7. Tampilan Interface Login Berikut ini adalah gambar tampilan interface sub Tampilan interface sub kriteria terdapat beberapa form yaitu tambahsub kriteria, edit dan Form Tampilan Menu Dasboard Halaman ini merupakan tampilan awal saat admin berhasil masuk kedalam sistem, tampilan ini memuat semua fitur sistem meliputi menu data masyarakat. DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Gambar 14. Tampilan interface Hasil Implementasi Sistem Gambar 11. Tampilan Interface Sub Kriteria Bobot Halaman ini berisikan bobotdimana admin dapat melakukan pembobotan dengan menambah, mengedit, mendelete dan menampilkan detail data yang ditunjukkan pada gambar berikut : Tahap implementasi adalah tahap penciptaan perangkat lunak, tahap kelanjutan dari kegiatan perancangan sistem. Tahap ini merupakan tahap system siap untuk dioperasikan, yang terdiri dari penjelasan mengenai lingkungan implementasi dari implementasi program. Tampilan Login Tampilan menu login merupakan proses untuk masuk ke dalam sebuah sistem. Dimana admin harus memasukan username dan password lalu Gambar 12. Tampilan interface Bobot Penilaian Halaman ini berisikan tampilan penilaian dimana admin dapat melakukan penilaian dengan menambah, mengedit mendelete dan menampilkan detail data yang ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 15. Tampilan Menu Login Tampilan Menu Dasboard Tampilan menu dasboard merupakan tampilan awal yang ditampilkan setelah login sistem. halaman ini terdapat berbagai menu seperti Gambar 13. Tampilan Interface Penilaian Hasil Halaman ini berisikan hasil dari perhitungan menggunakan metode SAW dimana pada tampilan halaman hasil terdapat opsiekspor yang akan masuk dalam laporan ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 16. Tampilan Menu Dasboard Tampilan Menu Bantuan Menu bantuan merupakan menu yang berisikan jenis bantuan yang diambil peneliti. Jenis bantuan yang dimaksud yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Di menu bantuan terdapat beberapa form DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 yaitu form tambah bantuan, edit dan delete. Berikut tampilan menu bantuan Gambar 17. Menu Bantuan Tampilan Menu Masyarakat Tampilan menu masyarakat merupakan tampilan daftar masyarakat calon penerima PKH. Dengan urutan tampilan berupa NIK, nama masyarakat dilengkapi forn tambah, edit dan delete. Gambar 20. Menu Sub Kriteria Tampilan Menu Bobot Menu bobot berisikan daftar bobot dengan tampilan no, nama bantuan dan aksi. Gambar 21. Menu Bobot Tampilan Menu Penilaian Gambar 18. Menu Masyarakat Tampilan Menu Kriteria Menu penilain berisikan daftar nilai dengan atribut no, nama bantuan, nama masyarakat dan aksi. Menu kriteria merupakan menu yang berisikan kriteria penerima PKH yaitu ukuran rumah, listrik/bulan, penghasilan/bulan, ibu hamil, anak usia 0-6 tahun, tingkat pendidikan SD. SMP dan SMA, jumlah lanjut usia dan jumlah penyandang disabilitas. Gambar 22. Menu Penilaian Tampilan Hasil Tampilan hasil merupakan proses yang paling akhir di bagian perhitungan metode simple additive Berikut gambar tampilan hasil Gambar 19. Menu Kriteria Tampilan Menu Sub Kriteria Menu sub kriteria berisikan tampilan daftar sub kriteria yaitu no, kriteria, sifat dan Aksi. Gambar 23. Tampilan Hasil DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Maria Yasinta Mau Rema1. Yoseph D. Da Yen Khwuta2. Elvira Esperanza Sala3 SATESI (JurnalSainsTeknologi dan SistemInformas. Vol. 2 No. 91 Ae 100 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Uluwae II. Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada dapat disimpulkan Terciptanya suatu sistem pendukung keputusan dalam pemilihan masyarakat penerima bantuan Program keluarga Harapan (PKH) yang tepat berdasarkan hasil prengkingan nilai tertinggi menggunakan metode SAW. Hasil perhitungan menggunakan metode Simple Additive Weighting yang menunjukan bahwa peringkat tertinggi jatuh pada alternatif A5 atas nama Dominggus Sarmento, dengan adanya alternatif yang ditentukan dalam persyaratan penerima PKH ini, sehingga penentuan masyarakat penerima bantuan PKH tepat sasaran. Hasil pengujian yang dilakukan menggunakan metode blackbox dan validasi yang didapatkan, hasil skenario uji sistem pada uji blackbox pada uji validitas didapatkan hasil perbandingan kesamaan masyarakat terpilih dengan perolehan nilai sebesar 23,5. Adapun saran-saran atas penulisan skripsi ini yaitu pada kriteria Pra sejahtera . peneliti sulit mengurutkan pekerjaan yang terendah ke yang Di harapkan peneliti selanjutnya harus benarbenar paham pengurutan pekerjaan entah dari tingkat pendidikan maupun pada tingkat penghasilan, studi kasus dalam penelitian ini masih terbatas hanya 1 desa saja, maka bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dan mengimplementasikan pada desa lain sehingga memberikan perubahan dan manfaat bagi banyak masyarakat di desa lain yang menjadi desa sasaran program keluarga harapan. Referensi