Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIOR DENGEN PENDEKATAN SELFMANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 BANJAR THE EFFECTIVENESS OF COUNSELLING BEHAVIOR SELF-MANAGEMENT THECNIQUES TO REDUCE ACADEMIC PROCRASTINASTION OF STUDENT OF SMA N 1 BANJAR Oleh: nia nurhalimah, prodi bimbingan dan konseling, fakultas ilmu pendidikan universitas negeri yogyakarta, nurhalimah2016@student. Abstrak Teknik Self-management merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam pendekatan behavior untuk mengatasi masalah yang fokus pada tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling behavior teknik self-management untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen yaitu menggunakan rancangan pretestposttest control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar yang berada pada rentang usia 18-19 tahun sebanyak 27 orang. Sampel penelitian dipilih melalui purposive sampling yaitu 10 orang yang memiliki tingkat prorastinasi akademik tinggi. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen skala prokrastinas akademik dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Uji Wilcoxon, dan Uji Mann Whitney Hasil penelitian menunjukan bahwa konseling behavior teknik selfmanagement efektif untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar. Rata-rata skor pretest dan posttest skala prokrastinasi akademik pada kelompok eksperimen mengalami penurunan dari 63,60 kategori tinggi menjadi 45,80 kategori sedang. Hasil Uji Wilcoxon menunjukan nilai asym sig. < 0,005. Penurunan skor skala prokrastinasi akademik dari nilai pretets ke nilai posttest dengan rata-rata penurunan sebesar 3. 00, sedangkan jumlah rangking negative adalah sebesar 15. Sedangkan pengujian yang dilakukan dengan uji Mann Whitney menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai signifikansi sebelum dan setelah diberikannya treatment. Kata kunci: konseling behavior, teknik self-management, prokrastinasi akademik Abstract Self-management techniques are one of the techniques used in behavioral approaches to overcome problems that focus on behavior. This research is aimed to observe the effectiveness of counselling behavior self-management techniques to reduce academic procrastination of student. This was a quantitative research with experimental research, methods using the pretest-posttest control group design. The research population are 27 student of student in class XII IBBu SMA 1 Banjar who are in the age range of 18-19 years. The sample was chosen though purpossive sampling, resulting in 10 students from class XII to be candidates with high level of academic procrastination. The researcher used academic procrastination scaling as the instrument and interview. The data was analysed by using descriptive statistic analysis. Wilcoxon test and mann whitney test. The result shows that counselling behavior selfmanagement techniques are effective for reducing academic procrastination of student in class XII IBBu SMA 1 Banjar. The average pretest score and posttest scale of academic procrastinastion on the group of experiment fell from 53,60 high categories to 45, 80 moderate. WilcoxonAos test result indicates to a decrease in academic procrastination scale score from pretest score to a postest average of 3,00 declines, whereas the number of negative gradation is 15,00. Whereas the testing performed with the mann whitney test show that there was a difference in significance before and after treatment. Keywords: counselling behavior, self-management techniques, academic procrastination PENDAHULUAN Peserta didik Sekolah Menengah Atas ratarata memiliki rentang usia antara enam belas tahun sampai dengan sembilan belas tahun yang Menurut Hurlock . awal masa remaja kira-kira 283 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 berlangsung dari 13 atau 14 tahun sampai 16 atau aktivitas lain yang tidak berguna, sehingga 17 tahun dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun yaitu usia menyelesaikan tugas tepat waktu, serta sering matang secara hukum (Hurlock, 1980: . Periode ini merupakan periode peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa, sehingga secara Berdasarkan alamiah terjadinya banyak perubahan baik secara dilakukan oleh Muhammad Ilyas dan Suryadi fisik, kognitif, maupun psikologis, membuat pada tahun 2017 di SMA IT Boarding School munculnya perasaan tidak menyenangkan dan Abu Bakar Yogyakarta, di kalangan peserta didik bertentangan antara dirinya dan perubahan yang ditemukan bentuk prokrastinasi akademik yang sering dilakukan adalah tidak mengerjakan tugas. Peserta didik di sekolah memiliki beberapa menggantungkan tugas pada teman, terlambat tuntutan diantaranya harus bisa mengikuti dalam mengumpulkan tugas dan tidak hadir/ pelajaran dengan baik, memenuhi tugas mata terlambat dalam mengikuti kelas. lain menunjukan faktor yang menjadi penyebab mengerjakan UTS. UAS dan mengikuti UN bagi munculnya perilaku prokrastinasi akademik, peserta didik tingkat akhir. Selain itu peserta yaitu penelitian yang dilakukan oleh Candra, didik juga harus mengikuti aturan yang ada di Wibowo dan Setyowani di SMA Negeri Kabupaten Temanggung pada tahun 2014, kegiatan ekstrakurikuler. Berbagai tuntutan yang ada membuat kemampuan peserta didik dalam perilaku prokrastinasi akademik pada peserta didik yaitu faktor internal berupa kondisi fisik dibutuhkan, sehingga tuntutan tersebut dapat dan kondisi psikologis peserta didik, serta faktor Dalam hal ini sebagian peserta didik yang tidak mampu mengelola kegiatannya dapat lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat mengalami perilaku prokrastinasi akademik. peserta didik. Penelitian Fenomena prokrastinasi akademik juga dialami oleh peserta didik SMA kecenderungan untuk menunda dalam memulai Negeri 1 Banjar. Berdasarkan hasil wawancara maupun menyelesaikan suatu tugas akademik dengan guru BK SMA N 1 Banjar, ditemukan karena mengerjakan suatu aktivitas lain sehingga perilaku prokrastinasi akademik pada peserta tugasnya diselesaikan dengan terlambat atau didik kelas XI Jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya, tidak maksimal, hal ini dijelaskan oleh Solomon sebanyak 21,8% peserta didik di kelas mengalami . keterlambatan dalam mengumpulkan tugas. Hal prokrastinasi adalah suatu kecenderungan untuk ini mengakibatkan kurangnya nilai peserta didik menunda dalam memulai maupun menyelesaikan dan peserta didik terburu-buru mengerjakan tugas kinerja secara keseluruhan untuk melakukan di waktu tambahan dengan tidak optimalnya Prokrastinasi Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. 284 pengerjaan tugas dan hasil tugas yang tidak optimal pada peserta didik. Dalam mencapai tujuan untuk memandirikan peserta didik. Perilaku prokrastinasi akademik pada bimbingan dan konseling diberikan melalui peserta didik disebabkan oleh ketidakmampuan berbagai jenis bentuk layanan diantaranya peserta didik dalam mengelola kegiatannya, rasa malas, kesulitan dalam mengatur waktu dan konseling kelompok, dan konseling individu, jadwal, peserta didik lebih menyukai kegiatan yang diberikan dengan berbagai pendekatan yang menyenangkan, dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring yang membuat humanistik, person centered, gestalt, behavior, sebagain peserta didik melalaikan atau lupa dan pendekatan kognitif. mengerjakan tugas. Pendekatan yang fokus terhadap perilaku Prokrastinasi merupakan suatu perilaku Menurut yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena Komalasari . 1: . Pendekatan tingkah laku atau behavioral menekankan pada dimensi tugas-tugas kognitif individu dan menawarkan berbagai sekolah dan kurangnya pemahaman peserta didik metode yang berorientasi pada tindakan untuk tentang materi pelajaran. Selain itu ada bukti membantu mengambil langkah yang jelas dalam yang ditemukan oleh Semb. Glick, dan Spencer mengubah tingkah laku. Konseling behavioral pada tahun 1979 di University of Kansas bahwa memiliki asumsi dasar bahwa setiap tingkah laku prokrastinasi mengakibatkan kinerja akademik dapat dipelajari, tingkah laku lama dapat diganti yang merugikan, termasuk nilai yang buruk dan dengan tingkah laku baru, dan manusia memiliki pengambilan kembali kursus. potensi untuk berperilaku baik atau buruk. dampak negatif bagi Dari temuan-temuan tersebut menunjukan Manusia juga mampu melakukan refleksi atas tingkah lakunya sendiri, dapat mengatur serta mengganggu pemenuhan tugas akademik peserta mengontrol perilakunya dan dapat belajar tingkah didik di sekolah. Hal ini sangat disayangkan laku baru atau dapat memengaruhi perilaku orang lain (Komalasari, 2011:. Dari pernyataan di tanggungjawab utama bagi peserta didik di atas dapat dilihat bahwa konseling behavioral sekolah, dan hal ini bisa berpengaruh baik berfokus pada tingkah laku dan modifikasi terhadap penyelesaian tugas-tugas peserta didik perilaku individu yaitu memunculkan sebuah maupun prestasi akademik yang dicapai oleh peserta didik. menghilangkan suatu perilaku, termasuk dalam Bimbingan dan Konseling sebagai bagian hal ini mengurangi atau mereduksi perilaku integral dari pendidikan berupaya memfasilitasi prokrastinasi akademik. Menurut Ferrari . dan memandirikan peserta didik dalam rangka tercapainya perkembangan prokrastinasi merupakan hasil interaksi dengan yang utuh 285 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 Menurut perilaku terkontrol. Dimana individu terlibat prokrastinasi akademik terjadi karena adanya reinforcement atau penguatan perilaku pada memengaruhi terjadinya perilaku terkonrtrol di masa depan. menguatan negatif atau pembiaran perilaku pada individu yang menunda. Prokrastinasi bimbingan dan konseling merupakan salah satu Menurut pandangan behavior perilaku topik yang berkaitan dengan bidang layanan prokrastinasi akademik terjadi karena belajar belajar/akademik. merupakan gangguan perilaku individu dalam mencapai kemandirian belajar. Dalam mengatasi Prokrastinasi perilaku prokrastinasi akademiknya. Skinner berpendapat bahwa perilaku ada karena telah terdapat di SMA Negeri 1 Banjar telah dilakukan diperkuat . alam Ferrari. Johnson dan McCown, upaya oleh guru bimbingan dan konseling berupa 1. Akibatnya, menurut teori perilaku, siswa bimbingan kasikal/kelas. Namun hasil yang yang menunda-nunda mungkin memiliki sejarah diperoleh dirasa belum maksimal karena masih penundaan tugas lebih memperkuat dibandingkan prokrastinasi akademik. Berdasarkan wawancara dengan belajar (Bijou. Morris, & Parsons, dalam yang telah dilakukan kepada guru BK SMA Ferrari, dkk,1. Sehingga perilaku baru dapat Negeri 1 Banjar diperoleh informasi bahwa belum pernah dilakukan konseling behavior reinforcement positif dan proses belajar yang baru sehingga prokrastinasi akademik dapat mengatasi masalah prokrastinasi akademik. Dalam Self-management Berdasarkan hasil kajian latar belakang dan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling behavior dengan teknik selfmanagement dalam Self-management merupakan mereduksi perilaku prokrastinasi akademik pada serangkaian keterampilan yang diterapkan untuk peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 mengubah suatu perilaku. Peneliti menggunakan Banjar. teknik self-management karena teknik self- management dapat melatih peserta didik untuk melakukan pengontrolan diri sehingga dapat kalangan peserta didik secara umum, maupun mempengaruhi perilakunya di kemudian hari. Hal sebagai bahan referensi bagi guru Bimbingan dan ini dijelaskan oleh Skinner . alam Miltenberger. Konseling. Penelitian 2014: . yang menyebutkan bahwa manajemen diri melibatkan perilaku mengendalikan dan METODE PENELITIAN Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. 286 Jenis Penelitian Sampel Penelitian Jenis penelitian pada penelitian ini adalah Sampel yang diambil dalam penelitian ini kuantitatif yaitu penelitian eksperimen untuk adalah 10 peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu peserta didik yang memiliki tingkat prokrastinasi prokrastinasi akademik pada peserta didik SMA. akademik dalam kategori tinggi. Metode Penelitian Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian Menurut Sugiyono . metode Teknik Pengumpul Data Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari menggunakan instrumen skala prokrastinasi pengaruh perlakuan tertentu terhadap sampel Instrumen digunakan untuk mengukur yang diteliti dalam kondisi yang terkendalikan tingkat prokrastinasi akademik sebelum dan (Sugiyono, 2007:. sesudah diberikan treatent. Desain Instrumen skala prokrastinasi akademik menggunakan rancangan pretest-posttest control berupa skala likert dengan 4 alternatif jawaban. group design dengan melibatkan dua kelompok Sebelum digunakan instrumen diuji validitas dan sampel yaitu kelompok ekperimen dan kelompok reliabilitasnya terlebih dahulu. kontrol yang dipilih berdasarkan hasil pretest penelitian diuji cobakan pada sampel dimana yaitu peserta didik yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. sebanyak 21 orang. Instrumen Pengumpul Data Instrumen terpilih kedua kelompok diberikan treatment Berdasarkan hasil uji validitas instrumen yang berbeda, kemudian kedua kelompok akan terhadap 21 responden menggunakan korelasi Bivariate Pearson, terdapat 21 item yang akademiknya melalui postest untuk melihat dinyatakan valid dan 13 item yang dinyatakan pengaruh dari kedua treatment. tidak valid, sedangkan berdasarka hasil uji Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banjar yang beralamat di Jl. Mustofa No. CronbachAo Alpha sebesar 0,880 yang berarti Bajar. Kec. Banjar. Kota Banjar. Jawa Barat seluruh item dinyatakan valid. Penelitian dilakukan selaman 5 minggu. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas yaitu pada tangal 5 Agustus- 9 September sejumlah 21 item pertanyaan yang valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian. 287 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 Berdasarkan Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan empat jenis akademik peserta didik, dipilih 10 orang yang analisis yaitu Analisi Stastistik Deskriptif. Uji menjadi sampel penelitian yang terdiri dari dua Normalitas. Uji Wilcoxon, dan Uji Mann orang peserta didik yang memiliki tingkat Whitney. Analisis Stastistik deskriptif digunakan prokrastinasi akademik dalam kategori tinggi dan mencakup jumlah data, nilai maksimum, nilai prokrastinasi akademik dalam kategori sedang. minimum, nilai rata-rata dan standar deviasi serta Hasil pretest dan pembagian kelompok sampel untuk menyajikan kategorisasi data penelitian. penelitian disajikan dalam table berikut: Uji Normalitas bertujuan untuk melihat apakah Tabel 2. Hasil Pretest Sampel Penelitian persebaran data penelitian berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. Uji Wilcoxon Nama Peserta Didik (Inisia. Skor Kategori Kelas berfungsi untuk melihat perbedaan antara data Sedang Eksperimen pretest dan posttest pada kelompok eksperimen Tinggi Eksperimen dan kelompok control. Selanjutnya analisis yang Sedang Eksperimen keempat yaitu Uji Mann Whitney untuk menguji Tinggi Eksperimen Sedang Eksperimen hipotesis penelitian yaitu konseling behavior Sedang Kontrol teknik self-management efektif untuk mereduksi Sedang Kontrol perilaku prokrastinasi akademik pada peserta Sedang Kontrol Sedang Kontrol Sedang Kontrol didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Profil Umum Prokrastinasi Data Deskriptif Hasil Pretest dan Posttest Akademik Skala Prokrastinasi Akademik Kelompok Berdasarkan prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas Eksperimen dan Kelompok Kontrol Sampel XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar didapat profil eksperimen diberi treatment berupa konseling behavior dengan teknik self-management dalam kategori sebagai berikut: setting konseling individu, selanjutnya diberi Tabel. 1 Kategorisasi Tingkat Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Kelas XII prokrastinasi akademiknya. Hasil pretest dan IBBu SMA Negeri 1 Banjar posttest perilaku prokrastinasi akademik pada Rentang Score Rendah X < 42 42 < X < Sedang Tinggi 63 < X Jumlah Kategori Persentase (%) 7,40 85,20 7,40 Frekuensi kelompok eksperimen disajikan dalam tebel Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. 288 Tabel 3. Hasil Pretest dan Posttest Perilaku Adapun Prokrasinasi Akademik Kelompok Eksperimen prokrastinasi akademik pada kelompok kontrol Nama Sampel Penelitia (Inisia. Pretest Post test Sko Katego Sko Katego Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan skor pret9 est dan diberikan treatment. Data penurunan perilaku prokrastinasi akademik pada sampel penelitian kelompok eksperimen disajikan dalam gambar 1 disajikan pada Tabel berikut: Tabel 4. Hasil Pretest dan Posttest Perilaku Prokrasinasi Akademik Kelompok Kontrol Nama Sampel Peneliti (Inisia. posttest yang menunjukan penurunan perilaku prokrastinasi akademik sebelum dan sesudah Pretest Post test Skor Kategori Skor Kategori Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Berdasarkan tabel 4, terdapat dua orang yang memiliki hasil pretest dan posttest yang memiliki hasil pretest dan posttest yang menurun. Peningkatan dan penrunan hasil pretest dan posttest kelompok kontrol digambarkan pada Gambar1. Grafik Hasil Pretest dan Posttest Skala Prokrastinasi Akademik Kelompok Eksperimen Berdasarkan grafik ditemukan terdapat penurunan skor prokrastinasi akademik yang cukup signifikan. Kelompok kontrol diberikan treatment berupa bimbingan kelas dengan materi seputar prokrastinasi akademik dan cara mengatasinya. Gambar 2. Grafik Hasil Pretest dan Posttest Skala Prokrastinasi Akademik Kelompok Kontrol Berdasarkan hasil pretest dan posttest pada sampel penelitian kelompok kontrol ditemukan tidak terdapat peningkatan dan penurunan skor prokrastinasi akademik yang signifikan. 289 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 Deskripsi Proses Penelitian kelas dilakukan sebanyak satu kali yaitu pada Pra Eksperimen tanggal 5 Agustus 2020. Tahap Pra Eksperimen dilakukan untuk Kegiatan eksperimen diberikan setelah masing-masing persyaratan dalam penelitian. Tahap ini terdiri dari wawancara masalah, pembuatan proposal pertemuan pemberian treatment yaitu pada dan perizinan, dan uji coba instrumen. Tahap minggu ketiga dan minggu keempat masa pra eksperimen dilakukan pada tanggal 26 Juni- 3 Agustus 2020. Eksperimen dilakukan pada tanggal 11 September 2020. Tahap eksperimen terdiri dari pretest, treatment dan posttes yang dilakukan pada Sedangkan Pasca Eksperimen Pada tahap ini dilakukan analisis data untuk Agustus 11 September 2020. melihat perbandingan pretest dan posttest yang Pemberian pretest pada pupulasi penelitian diberikan pada kelompok eksperimen dan dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2020. kelompok kontrol. Pemberian treatment pada Hasil Analisi data menggunakan uji eksperimen berupa konseling behavior teknik Wilcoxon pada pretest dan posttest kelompok self-management dalam setting konseling eksperimen, serta pada pretest dan posttest individu yang dilakukan pada tanggal 8 kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel Agustus - 8 dibawah ini. September Konseling individu yang diberikan sebanyak 3 kali Tabel 5. Hasil analisis uji hipotesis uji Wilcoxon pertemuan dengan rincian yaitu pertemuan Uji Wilcoxon Nilai Signifikansi Hipotes is Ho Pretestposttest 0,043<0,05 Diterima Ada pertama berupa observasi eksplorasi masalah, pertemuan kedua yaitu tahap kerja berupa pemberian treatment kepada sampel penelitian berupa strategi yang terdapat Pretestposttest 0,785>0,05 kelompok control Ditolak pada teknik self-managment, dan pertemuan ketiga yaitu tahap evaluasi dan pembuatan rencana tindak Kesimpulan Tidak ada Berdasarkan tabel diatas adalam dilihat bahwa pada hasil pretest-posttest kelompok Pertemuan ketiga dilakukan pada minggu ketiga dan eksperimen memiliki nilai signifikansi 0,043 < keempat masa pemberian treatment. 0,05 sehingga hipotesis ditertima yang artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest kelompok control adalah bimbingan kelas skala prokrastinasi akademik, sehingga dapat dengan materi AuProkrastinasi Akademik disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling Treatment Cara MengatasinyaAy. Pelaksanaan bimbingan self-management Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. 290 peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar. Hasil Uji Hipotesis menggunakan uji Mann rata-rata eksperimen dan kelompok kontrol berada dalam Whitney pada data pretest kelompok eksperimen kategorin sedang. dan kelompok kontrol, serta posttest kelompok Pembahasan eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tabel dibawah ini. pada peserta didik kelas XII IBBu dengan jumlah Tabel 6. Hasil analisis uji hipotesis uji Mann sebanyak 27 peserta didik membuktikan bahwa Whitneyy konseling behavior teknik self-management efektif dalam menurunkan perilaku prokrastinasi Uji Mann Nilai Hipotes Kesimpul Whitneyy Signifikan is Ho Diterima Ada akademik pada peserta didik. Hal ini terjadi karena prokrastinasi akademik merupakan jenis Pretest 0,009<0,0 permasalahan yang dapat diatasi oleh konseling behavior teknik selfmanagemen. Seperti yang diungkapkan oleh Martin & Pear . bahwa jenis masalah yang dapat diatasi dengan teknik selfmanagement terdiri dari dua yaitu masalah Posttest 0,115>0,0 Ditolak Tidak ada perilaku yang berlebihan . ehavioral exces. dan masalah perilaku yang defisit . ehavioral Prokrastinasi akademik dikurangi dengan Berdasarkan mengontrol perilaku diri sesuai kemampuan menggunakan uji mann whitney dapat diketahui Melalui konseling behavior teknik self- bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor prokrastinasi akademik pada kelompok perilaku-perilaku eksperimen dan kelompok kontrol sebelum diberikan treatment, dimana sebelum diberikan prokrastinasi akademik, menentukan tujuan rata-rata untuk mengganti perilaku lama yang maladaptif dengan perilaku baru yang lebih adaptif, sedangkan pada kelompok kontrol ratarata skor menentukan strategi self-management untuk prokrastinasi akademik dalam kategori sedang. menurunkan perilaku prokrastinasi akademik. Kemudian melakukan monitoring perilaku dan evaluasi menunjukan tidak ada perbedaan hasil skor strategi yang dilakukan, serta membuat rencana tindak lanjut. Sehingga setelah melakukan eksperimen dan kelompok kontrol, dimana konseling behavior teknik self-management 291 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 peresta didik dapat secara mandiri melakukan self Keberhasilan konseling behavior teknik self-management dalam mereduksi perilaku Pengontrolan diri . elf managemen. yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab beberapa faktor penting yaitu tujuan yang prokrastinasi akademik. Hal ini dikemukakan realistis, komitmen konseli dalam melaksanakan oleh beberapa penemuan terdahulu. Seperti yang program, dan pemilihan serta pengkolaborasian dikemukakan oleh Gafni & Geri . faktor perilaku individu yang menyebabkan perilaku Dalam penelitian ini digunakan beberapa strategi self-management yaitu . Goal- setting dan Self-monitoring, . Anticedent pengontrolan diri dan manajemen waktu yang Manipulations, . Behavioral Contracting, . Selain itu Abu & Saral . menemukan Social Support, . Self-Intruction, faktor internal penyebab perilaku prokrastinasi Konseling akademik diantaranya adalah ketidakmampuan management menjadi efektif dalam mereduksi individu mengelola waktu, kegagalan dalam perilaku prokrastinasi akademik karena strategi self management membantu individu untuk perfeksionisme, dan lebih suka kegiatan yang melakukan pengontrolan diri yang baik sehingga Kedua penemuan tersebut menemukan faktor internal yang berkaitan menurunkan perilaku prokrastinasi akademik. dengan kemampuan individu dalam mengontrol Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan diri atau kemampuan self mangement individu pembahasan penelitian diatas membuktikan management efektif untuk mereduksi perilaku Kemampuan individu dalam melakukan self-management berpengaruh terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar. prokrastinasi akademik pada individu. hal ini diungkapkan oleh Hana . yang menemukan SIMPULAN DAN SARAN bahwa self management mahasiswa memiliki Simpulan perngaruh terhadap prokrastinasi akademik. Berdasarkan Semakin baik self management mahasiswa maka pembahasan yang dilakukan. Konseling behavior semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik self-management Berdasarkan Hal penemuan tersebut memperkuat kesimpulan dibuktikan dengan adanya penurunan ratarata bahwa dengan melatih individu untuk mengelola nilai skor pretest dan postest skala prokrastinasi diri dapat berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik pada kelompok eksperimen yaitu dari akademik pada individu. nilai rata-rata skor 63,60 menjadi 45,80. Selain Efektivitas Konseling Behavior . (Nia Nurhalima. 292 itu, berdasarkan uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti prokrastinasi akademik dari nilai pretets ke nilai mengajukan saran sebagai berikut: posttest dengan ratarata penurunan . ean rank. Bagi Peserta Didik 00, sedangkan jumlah rangking negatif atau sum of ranks adalah sebesar 15. Dengan diberikannya konseling behavior dengan teknik self-mangement diharapkan dapat Kemudian berdasarkan pengujian yang membantu peserta didik dalam mengatasi dilakukan pada hasil pretest dan posttest masalah prokrastinasi akademik dan diharapkan menggunakan Uji Mann Whitney pada kelompok peserta didik memiliki selfmanagement yang eksperimen dan kelompok kontrol ditemukan baik serta dapat mencapai kemandirian belajar bahwa terdapat perbedaan nilai signifikansi dan mencapai prestasi belajar di sekolah. sebelum dan setelah diberikannya treatment Bagi Guru Bimbingan dan Konseling antara kelompok eksperimen dan kelompok Guru bimbingan dan konseling dapat kontrol, dimana sebelum diberikan treatment rata-rata skor pada kelompok eksperimen berada selfmanagement untuk mengatasi permasalahan dalam kategori tinggi sedangkan pada kelompok belajar khusunya prokrastinasi akademik pada kontrol rata-rata skor prokrastinasi akademik peserta didik. Penggunaan tekik dapat dilakukan dalam kategori sedang dengan nilai signifikansi dengan cara mengkolaborasikan berbagai strategi hasil pretest kelompok eksperimen dan kelompok self-management sehingga dapat mencapai hasil kontrol sebesar 0,009 < 0,05. Kemudian setelah yang optimal. Bagi Peneliti Selanjutnya diberikan treatment menunjukan tidak ada Penelitian lain dapat mengunakan strategi self- perbedaan hasil skor prokrastinasi akademik pada management berupa self-praise, reward dan kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana punishment dalam membantu peserta didik yang mengalami prokrastinasi akademik. Penelitian lain disarankan untuk melakukan konseling eksperimen dan kelompok kontrol berada dalam dengan waktu yang tidak terlalu panjang dan kategorin sedang, dengan nilai signifikansi hasil tidak terlalu pendek antar pertemuan sehingga posttest kelompok eksperimen dan kelompok perilaku konseli dapat dimonitoring dengan baik kontrol sebesar 0,115 > 0,05. Penelitian ini dapat serta penelitian lain dapat melakukan kajian terhadap efektivitas konseling behavor dengan kesimpulan bahwa treatment konseling behavior teknik self-management untuk membantu peserta teknik self-management efektif untuk mereduksi didik mengatasi permasalahan belajar lainnya rata-rata perilaku prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas XII IBBu SMA Negeri 1 Banjar. DAFTAR PUSTAKA Abu. & Saral. The reasons of academic procrastination tendencies of 293 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 6. Juni 2021 education faculty students. The Online New Journal of New Horizons in Education, 6. Wadsworth. , 165-169. Thomson Semb. Glick. , & Spencer. Candra. Wibowo. , & Setyowani. York: FaktorAefaktor Student withdrawals and delayed work patterns in selfpaced psychology courses. prokrastinasi akademik pada siswa kelas Teaching of psychology, 6. , 23-25 XI SMA negeri kabupaten temanggung. Solomon. , & Rothblum. Indonesian Journal of Guidance and Academic procrastination: Frequency and Counseling: Theory and Application, 3. , cognitive behavioral correlates. Journal of counseling psychology, 31. , 503. Ferrari. Johnson. , & McCown. Procrastination Theory. New York: Springer Science & Business Media Gafni. , & Geri. Time management: procrastination tendency in Interdisciplinary Journal of Information. Knowledge, and Management, 5. , 15125. Hurlock. Psikologi perkembangan: erjemagan Istiwidayanti dan Soedjarw. Jakarta: Penerbit Erlangga. (Edisi asli diterbitkan tahun 1980 oleh McGraw-Hill. Inc. Komalasari. Gantina. , dkk. Teori dan teknik konseling. Jakarta: PT. Indeks. Martin. Gary Modifikasi Pear. Joseph. Yogyakarta: Pustaka