BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 3 Nomor 1. January 2024 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Gambar Berseri di RA Al-Kamal 3 Palaran Zarina Riswanti1*. Ovi Fatmawati2. Resti Juwita3. Sulastri4. NafiAoah Maghfiroh5 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda RA Al-Kamal 3 Palaran Received: March 5th, 2024. Revised: March 6th, 2024. Accepted: March 8th, 2024. Published: March 12th, 2024 Abstrak Kemampuan berbicara anak merupakan hal penting untuk ditingkatkan agar anak mampu mengkomunikasikan apa yang dipahami dan mengekspresikan perasaan maupun pikirannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui metode gambar berseri di RA Al-Kamal 3 Palaran. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-6 tahun di RA AlKamal 3 Palaran. Hasil penelitian pra siklus menunjukkan kemampuan berbicara anak sebesar 63%. Setelah diberikan perlakuan, terdapat peningkatan sebesar 80% pada siklus I. Maka dapat disimpulkan bahwa metode gambar berseri mempengaruhi kemampuan berbicara pada anak. Kata kunci: gambar berseri, kemampuan berbicara, metode gambar Abstract The ability of children to speak is crucial to be enhanced so that they can communicate what they understand and express their feelings and thoughts effectively. This research aims to improve children's speaking ability through the sequential picture method at Al-Kamal 3 Palaran Kindergarten. The research method used is classroom action research. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Both qualitative and quantitative analyses were employed in this study. The subjects of this research were children aged 4-6 years old at Al-Kamal 3 Palaran Kindergarten. The results of the pre-cycle study showed that children's speaking ability was at 63%. After treatment, there was an increase of 80% in cycle I. It can be concluded that the sequential picture method influences children's speaking ability. Keywords: sequential pictures, speaking ability, picture method Copyright . 2024 Zarina Riswanti. Ovi Fatmawati. Resti Juwita. Sulastri. NafiAoah Maghfiroh * Correspondence Address: Email Address: zarinariswanti99@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Zarina Riswanti. Ovi Fatmawati. Resti Juwita. Sulastri, & NafiAoah Maghfiroh Pendahuluan Pada anak usia dini, bahasa berperan penting dalam upaya memahami lingkungan sekitar dan menyampaikan apa yang dipahami serta mengungkapkan keinginan, ide maupun perasaannya. Kemampuan berbahasa terdiri dari menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kemampuan menyimak merupakan kompetensi dasar berbahasa anak-anak. Menyimak merupakan sebuah proses mendengarkan lambang-lambang verbal dengan perhatian penuh, pemahaman yang mendalam, apresiasi yang tinggi, serta penafsiran yang komprehensif, dengan tujuan mendapatkan informasi, menyelami substansi, dan memahami makna ujaran yang telah disampaikan (Rita Kurnia, 2. Melalui menyimak, anak mampu memahami satuan ujaran bahasa, mengidentifikasi arti dan tujuan dan mendapatkan informasi (Heru Kurniawan & Kasmiati, t. Semua informasi yang didengar akan tersimpan di alam bawah sadar anak dan dipahami dengan baik. Kemampuan ini kemudian secara perlahan akan berkembang sebagai kemampuan berbicara. Mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STTPA) dalam Permendikbud No. 137 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, anak usia 56 tahun mampu memahami bahasa dan mengungkapkan bahasa. Adapun indikator mampu memahami bahasa antara lain menyimak perkataan orang lain dan memahami cerita. Sedangkan indikator mengungkapkan bahasa di antaranya adalah anak mampu mengulang kalimat sederhana hingga yang lebih kompleks, bertanya dan menjawab pertanyaan dengan kalimat yang benar, memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengungkapkan perasaan atau mengutarakan pendapat kepada orang lain, menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan, menceritakan kembali atau melanjutkan sebagian cerita atau dongeng yang pernah didengar dan ikut serta dalam percakapan dan menyusun kalimat sederhana menggunakan struktur lengkap. Namun kenyataannya, rendahnya kemampuan anak dalam menyimak serta menceritakan kembali cerita sederhana mengakibatkan rendahnya kemampuan menyampaikan pesan ataupun perasaan dengan jelas. Data awal menunjukkan dari 17 siswa RA Al-Kamal 3 Palaran, terdapat 10 siswa dengan kategori mulai berkembang, 5 siswa lainnya cenderung pemalu, pendiam, dan kurang antusias dalam berbicara dan hanya ada 2 siswa dengan kategori berkembang sesuai harapan. Jika permasalahan rendahnya kemampuan berbicara pada anak tidak diatasi, maka dapat berdampak buruk pada Kemampuan berbicara yang buruk dapat menyebabkan anak kesulitan dalam mengekspresikan diri, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan Hal ini juga dapat mempengaruhi akademis mereka, karena berbicara merupakan keterampilan penting dalam pengembangan bahasa dan literasi. Salah satu stimulasi kemampuan bicara adalah bercerita dengan metode gambar Ketika anak mampu bercerita, maka kemampuan berbicara pun muncul. Anak dapat berpikir apa yang ingin diungkapkan dan mengekspresikan pikirannya dengan katakata sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan. Penggunaan gambar berseri membantu anak memahami hubungan antara objek dan kata-kata yang akan diungkapkan sehingga mampu meningkatkan kemampuan anak merangkai dan memahami (Fathor Rozi & Zubaidah Zubaidah, t. ) menjelaskan bahwa gambar berseri menampilkan gambar atau karakter dalam cerita dengan kalimat singkat yang membangkitkan minat bercerita anak. (Aprinawati, 2. menambahkan media gambar berseri termasuk di antara bentuk permainan deskriptif yang mendorong anak untuk menjelaskan objek dan menggali kata-kata yang mendukung kemampuan berpikir dan berbicara anak dengan lebih jelas. Gambar berseri merupakan media pembelajaran yang dimanfaatkan guru yang berisikan sekumpulan gambar datar dengan urutan cerita tertentu dimana terdapat keterkaitan antara satu gambar dengan gambar yang lain sehingga terbentuk sebuah jalinan cerita yang bermakna (Ellyana & Damayanti. I, 2. Maka BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Gambar Berseri di RA Al-Kamal 3 Palaran dapat disimpulkan bahwa gambar berseri menyajikan gambar dengan urutan kronologis yang memudahkan anak mengatur ide dalam mengungkapkan gagasan maupun perasaannya secara lisan. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan (Fathor Rozi & Zubaidah Zubaidah, ) pemanfaatan media gambar berseri dapat mengembangkan kemampuan imajinasi serta mendorong partisipasi anak dalam merespons cerita. Setelah itu anak mampu menceritakan kembali gambar yang diurutkan untuk melatih bahasa ekpresif anak. Hal ini dipertegas oleh (Alnaisah Witri Dewi Fitri, 2. yang menjelaskan penggunaan gambar seri berperan sebagai istrumen pendukung pembelajaran yang menyenangkan. Anak mampu mengoptimalkan pendengarannya untuk menyimak cerita yang disampaikan oleh gurunya. Dengan demikian, kemampuannya berimajinasi akan terangsang sesuai dengan alur dan tokoh dalam cerita tersebut. Penelitian (Rismawati dkk. , 2. , menjelaskan bahwa penggunaan gambar berseri sebagai media pembelajaran bahasa melalui bermain dinilai sangat efesien untuk memperkaya kosa kata anak. Hal ini senada dengan penelitian (Israwati et al. , 2. yang menyatakan gambar berseri merupakan sekumpulan gambar yang terbukti efektif merangsang dan memotivasi anak untuk berbicara. Penelitian (Anggrayni dkk. , 2. juga membuktikan melalui gambar berseri anak mengerti informasi yang disampaikan, menguasai banyak kosa kata, mengulang kalimat pendek, aktif dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan secara tepat, menyampaikan cerita dengan jelas, berpartisipasi dalam obrolan dan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi suara hewan atau objek di Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan fakta di lapangan, maka gambar berseri dapat dijadikan pilihan yang efektif dalam peningkatan kemampuan berbicara anak usia 4 Ae 6 tahun di RA Al-Kamal Palaran tahun ajar 2023/2024. Tinjauan Pustaka Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini (Abdurrahman. M, 2. menjelaskan bahwa bahasa merupakan sebuah sistem konvensional yang secara sosial diakui serta menyajikan berbagai pengertian melalui simbol sembarang atau arbitary symbols berdasarkan arturan tertentu. (Santrock. menambahkan bahasa adalah bentuk komunikasi, baik secara lisan, tertulis atau isyarat yang bergantung pada sistem simbol. Bahasa juga didefinisikan sebagai suatu sistem simbol yang terorganisir dengan baik untuk menyampaikan berbagai ide dan informasi baik yang bersifat visual maupun verbal. Simbol visual adalah sesuatu yang dapat dilihat, ditulis, dan dibaca, sementara simbol verbal dapat diucapkan dan didengar. Berbahasa adalah media komunikasi yang sangat efektif dimana penggunaannya paling luas. Oleh karena itu, kemampuan yang sangat krusial untuk dikembangkan sejak usia dini di antaranya adalah kemampuan berbahasa. Bahasa terdiri dari kumpulan katakata yang digunakan oleh masyarakat dan digunakan untuk menjelaskan pemikiran ataupun Yusuf . menyebutkan bahwa berbahasa juga merupakan bagian dari kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Kemampuan berbahasa pada anak perlu ditingkatkan secara konsisten salah satunya juga karena kosa kata terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini juga menyebabkan beragam karakteristik dalam pengucapannya. Ditambah lagi, kemampuan berbahasa akan mempengaruhi berbagai aspek perkembangan lainnya seperti kognitif dan sosial Kemampuan berpikir kritis dan merasionalkan sesuatu dipengaruhi oleh kemampuan seseorang menggunakan bahasa yakni untuk menguraikan berbagai konsep, ide, serta hubungan-hubungan yang dapat dimanipulasi selama proses berpikir. Sementara itu kaitannya dengan sosial emosional, seseorang dengan kemampuan berbahasa yang baik BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Zarina Riswanti. Ovi Fatmawati. Resti Juwita. Sulastri, & NafiAoah Maghfiroh dan benar akan mampu mengutarakan perasaannya dengan jelas sehingga apa yang diinginkan akan dipahami oleh orang lain. Keterampilan Berbicara Keterampilan merupakan kemahiran seseorang untuk menyelesaikan suatu tugas dan permasalahan dengan progress yang cepat dan juga dapat dikategorikan benar, keterampilan juga memasuki segala aspek salah satunya adalah keterampilan berbicara. satu di antara kemampuan yang harus dimiliki dan distimulasi sejak usia dini adalah kemampuan berbicara, satu di antaranya adalah kemampuan berbicara. berbicara dapat didefinisikan suatu bentuk komunikasi verbal maupun non verbal yang di fungsikan sebagai mentransfer maksud dengan baik, mempergunakan kata-kata yang sesuai dan kalimat yang jelas (Aprinawati, 2. Berbicara pada kenyataannya ialah suatu proses berkomunikasi, secara verbal maupun non verbal, karena di dalamnya terdapat suatu pesan dari satu sumber ke sumber Selain daripada memberikan suatu pesan berbicara juga dapat didefinisikan sebagai bentuk mengekspresikan perasaan, menjadikan isyarat dalam menyampaikan, atau penyampaian secara tidak langsung, mengkomunikasikan segala yang ada di pikiran. Tahap perkembangan bicara pada anak usia dini di kategorikan dengan tahap pemahaman sebagai kecakapan memaknai makna, proses untuk mengembangkan kosa kata, pembentukan kata agar dapat mengungkapkan kalimat yang pendek maupun panjang (Rozika, 2. Berbicara merupakan tindakan dari berbahasa yang penting dikehidupan kita seharihari. Selaras dengan berbicara seseorang dapat mencurahkan perasaan maupun pikirannya terhadap orang lain. berbicara merupakan kebutuhn dari manusia yang di harapkan berfungsi untuk untuk saling berkomunikasi terhadap manusia lainnya. Dalam keterampilan yang di miliki oleh anak berbahsa merupakan kemampuan yang terus berkembang, kegiatan keterampilan dimulai sejak anak menyimak. Berbicara bertujuan untuk menjadi alat komunikasi yang dapat di sampaikan secara efektif (Rosdiana Ramli. Kemampuan berbicara ketika di miliki seseorang akan memudahkan ia menyampaikan ide maupun gagasan kepada orang lain, akan tetapi kemampuan berbicara harus terus di latih, pada pelafalan, kontroling intonasi, pengendalian pada diri, kontroling gerak tubuh, pemilihan kata-kata yang sesuai dengan pemerolehan makna. Paling sedikitnya berbicara dapat berfungsi sebagai pengkomunikasikan ide dan mendapat cakrawala pengalaman baru (Rosalilna Ramli, 2. Gambar Berseri Menurut pendapat Suparno dan Komariyah bahwa gambar berseri di sebut juga Flow Carth atau gambar susun. Media ini terdiri dari selembar kertas yang lebar dan berisi banyak gambar diatasnya. Gambar-gambar tersebut saling berhubungan untuk menciptakan rangkaian cerita. Setiap gambar diberikan nomor sesuai dengan alur Gambar berseri yang menampilkan sebuah gambar yang dapat membuat anak tertarik, dengan gambar berseri akan mudah bagi anak mengerti alur cerita dengan media visual, dapat merangsang dan meningkatkan minat belajar pada anak dengan menghubungkan materi pembelajaran. Gambar berseri termasuk juga jenis media visual atau gambar. Levite & Lentz berpendapat bahwa dalam pembelajaran media visual berfungsi afensi, fungsi afektif, fungsi kognitif dan fungsi kompensatoris. Pada fungsi afensi yang merupakan media gambar seru yang dapat menarik dan mengarahkan agar siswa dapat berkonsentrasi terhadap apa isi pembelajaran yang di tampilkan. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Gambar Berseri di RA Al-Kamal 3 Palaran Metode Penelitian ini dilakukan di RA Al-Kamal 3 Palaran dengan total 17 anak yang terdiri dari kelompok A yang berjumlah 14 anak dan kelompok B berjumlah 3 anak. Penelitian pra siklus dilaksanakan pada Sabtu, 11 November dan siklus I pada Rabu-Kamis, 15-16 November 2023. Jenis penelitian in adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan memperbaiki proses belajar dan mengajar dalam hal peningkatan kemampuan berbicara anak melalui media gambar berseri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif menggunakan observasi. Sememntara itu, data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan dan membandingkan data dari setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam satu siklus sebanyak 2 kali pertemuan. Hasil dan Pembahasan Pra Siklus Penelitian Tindakan kelas (PTK) mempergunakan metode demonstrasi, yang penelitiannya melakukan observasi. Awal melakukan pra siklus mengindefinasikan permasalahan yang ada pada saat berlangsung proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan bercerita anak melalui metode gambar berseri di Ra Al-Kamal 3 palaran. Gambar berseri, siswa Ra Al-Kamal 3 berjumlah 17 orang, yaitu A tiga anak sedangkan B 14 anak. Hasil data menunjukan kemampuan berbicara anak tercatat sebesar 63% pada tahap siklus, tersebut belum mencapai standar kreativitas anak dalam bercerita anak melalui media gambar berseri secara klasik, maka penelitian akan melakukan rencana perbaikan kemampuan bercerita anak dengan menggunakan metode demonstrasi melalui observasi di Ra Al-Kamal 3 palaran. Pra Siklus Keberanian Bicara Kelancaran Bicara Menceritakan Kembali Pra Siklus Gambar 1. Grafik Kemampuan Berbicara Pra Siklus Siklus 1 Pertemuan 1 Perencanaan. Pada siklus I akan di lakukan tindakan dengan 2 kali pertemuan secara Di mulai dari pertemuan I pada hari Rabu-Kamis,15-16 November 2023 di pukul tindakan yang di berikan kami menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sebelum kami melakukan pengamatan terkait proses pembeajaran, kami mendiskusikan terkait beberapa hal seperti lembar penilaian, pilihan gambar cerita berseri, data peserta didik yang lengkap. Dalam proses perencanaan peneliti dan guru saling bersinergi untuk bisa menyusun komponen indicator penilaian, diantaranya sebagai berikut: . Keberanian Bicara. Kelancaran Bicara. Menceritakan Kembali. Pada saat perencanaan telah di BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Zarina Riswanti. Ovi Fatmawati. Resti Juwita. Sulastri, & NafiAoah Maghfiroh lakukan, maka kita beralih pada tindakan selanjutnya yaitu tindakan pada siklus I. Pertemuan I. Gambar 2. Grafik Kemampuan Berbicara Siklus 1 Pertemuan 1 Berdasarkan dari grafik di atas bahwa dapat di ketahui tiap anak mengalami peningkatan saat pra siklus dan ketika siklus I pertemuan I, namun belum mencapai target dengan presentase prasiklus 63% dan pada saat siklus I Pertemuan I mengalami kenaikan pada bagian indicator, keberanian bicara sebesar 73% , lalu pada kelancaran bicara sebesar 78% dan menceritakan kembali sebesar 68% dengan rata-rata seluruh indicator sebesar Pertemuan 2 Perencanaan. Pada siklus I pertemuan kedua dimulai pada hari Kamis, 16 November 2023 di pukul 08 :00-11:00. Sebelum dilakukan tindakan, peneliti bersama kolaborator mendiskusikan terkait beberapa hal seperti lembar penilaian, pemilihan gambar cerita berseri, data peserta didik yang lengkap. Selanjutnya peneliti mempersiapkan instrumen dan alat dokumentasi berupa Kamera Handphone dan Lembar Observasi. Gambar 3. Bercerita sesuai Gambar dengan Urut Pada gambar diatas anak-anak menceritakan gambar yang telah disiapkan oleh guru, sebelumnya gambar disusun secara acak dan tanpa menggunakan nomor, anak mengurutkan dan menceritakan sesuai dengan kemampuan dan kreativitas anak dalam BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Gambar Berseri di RA Al-Kamal 3 Palaran Pada pertemuan kedua di siklus I, kemampuan berbicara anak di depan terlihat tanpa adanya bantuan dari guru. Anak berani dalam berbicara, kelancaran berbicara pada anak meningkat, dan anak mampu menceritakan kembali dengan urut sesuai gambar. Berdasarkan tindakan yang dilakukan tersebut, anak telah mampu mencapai indikator kemampuan berbicara yang diharapkan. Berikut merupakan hasil pencapaian penilaian peningkatan kemampuan berbicara pada siklus I pertemuan kedua. Pertemuan II Keberanian Bicara Kelancaran Bicara Menceritakan Pertemuan IIKembali Gambar 4. Grafik Kemampuan Berbicara Siklus 1 Pertemuan 1 Berdasarkan dari tabel dan grafik di atas maka dapat diketahui bahwa setiap anak mengalami peningkatan pada saat siklus I pertemuan satu dan pertemuan kedua, namun belum mencapai target dengan persentase Siklus I pertemuan satu 73% dan pada Siklus I pertemuan kedua mengalami peningkatan pada bagian indikator, keberanian berbicara sebesar 84%, kelancaran berbicara 90%, dan menceritakan kembali sebesar 90% dengan rata-rata seluruh indikator sebesar 88% Simpulan Pembelajaran menggunakan metode cerita dengan gambar berseri sangat penting dan perlu diimplementasikan pada anak usia dini. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berbicara yang signifikan dengan kategori berkembang sesuai Melalui metode ini, anak juga mampu memahami sesuatu dengan kritis dan mengungkapkannya dengan jelas dan bermakna. Referensi