ISSN : 2985 Ae 492X Vol 2 . No 1. Tahun 2023 JUMPER Jurnal Manajemen dan Pemasaran Halaman : 179 - 183 https://ojs. id/index. php/jumper ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN UMKM PADA OBJEK WISATA RUMAH SENI DOLOK SIPIAK KABUPATEN SIMALUNGUN Ade Rahma Ayu1. Fuji Yanti Fadillah2. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma. Medan,Indonesia Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma. Medan,Indonesia Email:1ade140187@gmail. com,2fujifadillah66@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan UMKMyang dilihat dari aspek modal, lama usaha, lokasi usaha dan jam kerja padaObjek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun dan kendala UMKM dalam meningkatkan pendapatan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Responden penelitian 4 . UMKMdi kawasan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan UMKM dikawasan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun diketahui bahwa pendapatan UMKM Souvenir paling besar yaitu Rp. 000/hari dengan pendapatan terendah Rp. 000/hari. UMKM Coffee Shop memiliki pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000/hari dan terendah sebesar Rp. 000/hari. Untuk UMKM Warung Kopi lainnya dengan skala usaha yang lebih kecil dibanding Coffe Shop yang ada, memiliki pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000/hari dan terendah sebesar Rp. 000/hari. Kendala yang dihadapi oleh UMKM di objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungundalam meningkatkan pendapatannya adalah berkurangnya jumlah pengunjung, daya beli konsumen yang menurun, modal usaha yang terbatas dan lokasi/bangunan tempat usaha yang belum permanen. Katakunci:UMKM. Pendapatan. Abstract This study aims to determine the income of MSME. s seen from the aspect of capital, length of business, business location and working hours at the DolokSipiak Art House Tourism Object. Simalungun Regency and the constraints of MSMEAos in increasing income. This research approach is a qualitative approach and descriptive research type. Respondents to the research were 4 . in the DolokSipiak Art House Tourism Object area. Simalungun Regency. Data collection was carried out using interview techniques, observation and literature studies. The results showed that the income of MSMEAos in the DolokSipiak Art House Tourism Object area. Simalungun Regency, it was found that the income of MSMEs Souvenirs was Rp. 400,000/day with the lowest income Rp. 300,000/day. UMKM Coffee Shops had the highest income Rp. 300,000/day and the lowest is Rp. 250,000/day. For other Coffee Shop SMEAos with a smaller business scale compared to the existing Coffee Shop, the highest income is Rp. 200,000/day and the lowest is Rp. 150,000/day. The obstacles faced by MSMEAos in the DolokSipiak Art House Tourism Object area. Simalungun Regency in increasing their income are the reduced number of visitors, decreased consumer purchasing power, limited business capital and locations/buildings where the business is not permanent. Keywords: UMKM. Income. Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak saja menjadi tulang punggung dalam menggerakkan roda ekonomi di Indonesia. UMKM juga memainkan peranan penting dalam penciptaan peluang kerja di seluruh Indonesia. UMKM juga menjadi kunci untuk rancang bangun pembangunan yang inklusif, dengan mempertemukan bisnis besar dengan bisnis kecil agar pemerataan ekonomi dapat menyentuh semua lapisan Jumlah UMKM mencapai sekitar 99% dari populasi unit usaha, serta menampung lebih dari 92% jumlah tenaga kerja. Dari tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,0%. UMKM menyumbang laju pertumbuhan sekitar 3,0%, lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan usaha besar. Secara khusus di Sumatera Utara, saat ini jumlah JUMPER Jurnal Manajemen dan Pemasaran ISSN : 2985 Ae 492X Vol 2 . No 1. Tahun 2023 Halaman : 179 - 183 https://ojs. id/index. php/jumper UMKM di Sumatera Utara (Sumu. cukup baik yaitu sekitar 2,8 juta unit usaha, hal ini dapat memberikan kontribusi yang cukup baik bagi penumbuhan ekonomi di Sumut. ttps://diskominfo. id/2. UMKM tentunya tidak bisa dilepaskan dari aspek pendapatan. Pendapatan yang diperoleh oleh seorang wirausaha/pedagang sangat dipengaruhi dari kegiatan usahanya. Baik skala usaha, jenis usaha maupun aspek lainnya yang tujuannya ialah untuk mendapatkan pendapatan dalam jumlah sebanyakbanyaknya. Pendapatan adalah Aukenaikan atau bertambahnya aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas perusahaan yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan barang dan jasa kepada masyarakat atau konsumen pada khususnya. (Harnanto, 2. Pendapatan tersebut merupakan hasil dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKM yang berada di dalam maupun sekitaran Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun. Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan diketahui bahwa UMKM yang berada di lokasi wisata terdiri dari berbagai jenis usaha seperti makanan, minuman, dan sovenir. Kehadiran mereka tentu bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang tinggi dari produk yang dibeli oleh para pengujung objek wisata. Pendapatan para UMKM di lokasi objek wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika dilihat dari segi pandangan modal kerja mempengaruhi peningkatan jumlah barang yang diperdagangkan sehingga akan meningkatkan pendapatan. Semakin besar modal yang digunakan maka akan mendorong pendapatan yang semakin besar juga. Faktor kualitas produk juga mempengaruhi pendapatan UMKM. Jenis usaha atau dagangan yang dijual akan mempengaruhi jumlah pembeli yang membeli barang dagangan. UMKM yang menjual produk kuliner . akanan dan minuma. cenderung lebih banyak didatangi pembeli dibandingkan dengan UMKM yang menjual produk lainnya. Besar kecilnya pendapatan usaha tentunya di pengaruhi oelh berbagai faktor, seperti modal usaha, jam kerja, teknologi, kualitas produk, lama usaha dan sebagainya. Dari sisi jam kerja contohnya, akan sangat menentukan pendapatan yang didapatkan setiap Jam kerja dipergunakan untuk membuka usaha dan melayani konsumen setiap Semakin lama jam kerja yang digunakan untuk menjalankan usahanya, berdasarkan jumlah barang yang ditawarkan, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan, bahkan faktor waktu buka usaha dengan durasin yang lebih lama juga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan, lamanya seorang pelaku usaha atau bisnis menekuni bidang usahanya akan mempengaruhi produktivitasnya. Pendapatan PKL dipengaruhi oleh modal kerja, jam kerja dan lama usaha. Terjadinya penurunan pendapatan pedagang disebabkan karena belum maksimalnya keadaan fisik dan non-fisik UMKM. (Komang, 2. Modal, pendapatan dan upah mampu meningkatkan Pendapatan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh (Raswin, 2. Penelitian lainnya juga menyatakan bahwa modal, jam kerja, lama usaha, tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan usaha dan seperti yang kita ketahui, bahwa UMKM memainkan peran yang besar terhadap perekonomian dan juga menyediakan banyak peluang kerja yangmerupakan hasil penelitian dari (Zulfanetti et. , 2. Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) MENYATAKAN bahwa hampir 95% jenis usaha adalah UMKM, yang berjumlah sekitar 60 Ae 70% dalam suatu negara. Semakin besarnya suatu UMKM dan memiliki fungsi lebih maka beban UMKM terhadap perekonomian semakin bertambah. Sebagai tambahan, pertumbuhan produktivitas dan ekonomi dipengaruhi dari kompetisi inheren di hidup dan mati, keluar dan masuk suatu UMKM. Proses ini melibatkan tingkat omset kerja tinggi yang merupakan sebuah peran penting dari proses kompetitif dan perubahan struktural. Kurang dari satu setengah dari start-up kecil bertahan lebih dari 5 . tahun, dan hanya segelintir yang berkembang menjadi perusahaan besar dan merajai serta menopang inovasi dan performa industri. Dalam hal ini maka peranan pemerintah dalam perubahan kebijakan dan kondisi kerangka kerja yang memiliki pengaruh terhadap penciptaan dan ekspansi perusahaan, dengan maksud untuk mengoptimalkan kontribusi yang dapat ISSN : 2985 Ae 492X Vol 2 . No 1. Tahun 2023 JUMPER Jurnal Manajemen dan Pemasaran Halaman : 179 - 183 https://ojs. id/index. php/jumper dilakukan perusahaan perusahaan ini terhadap pertumbuhan . org, 2. Modal, pendidikan formal dan Jumlah Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan UMKM sedangkan lama usaha tidak berpengaruh signifkan terhadap pendapatan UMKM Kedai Kopi di Kota Malang seperti hasil penelitian dari (Diandrino. MetodePenelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu hasil wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian lapangan yaitu melakukan wawancara dengan responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang ada di Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian terkait pendapatan UMKM di Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun, diketahui bahwa pendapatan UMKM Souvenir paling besar yaitu Rp. 000/hari dengan pendapatan terendah Rp. 000/hari. UMKM Coffee Shop memiliki pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000/hari dan terendah sebesar Rp. 000/hari. Untuk UMKM Warung Kopi lainnya dengan skala usaha yang lebih kecil dibanding Coffe Shop yang ada, memiliki pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000/hari dan terendah sebesar Rp. 000/hari. Penyebab pendapatan UMKM Souvenir lebih besar di bandingkan UMKM lainnya karena di area tersebut hanya ada 1 . UMKM yang menjual produk-produk souvenir khas dari Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun dan Parapat seperti, gantungan kunci, lukisan, kain tenun, bingkai photo, tas anyaman daerah, kaos sablon dan sebagainya. Oleh karena keradaan toko penyedia produk oleh-oleh tersebut hanya ada 1 . saja sehingga banyak pengunjung wisata yang datang untuk membeli oleh-oleh. Sedangkan untuk UMKM bidang kuliner yang menyediakan produk makanan dan minuman juga memiliki pendapatan yang cukup besar karena rata-rata pengunjung melakukan pembelian baik itu makanan dan minuman. Tentunya besar kecilnya pendapatan UMKM dipengaruhi oleh lama usaha, modal usaha, luas lokasi maupun jam kerja. Sedangkan rata-rata tertinggi pendapatan bersih para UMKM di kawasan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun sebesar Rp. 000/bulan dan terendah sebesar Rp. 000/bulannya. Tabel 1. Data Responden Jenis Usaha Lama Usaha (Tahu. Pendapatan/hari Souvenir Rp. 000-Rp. Coffe Shop Rp. 000-Rp. Warkop 1 Rp. 000-Rp. Warkop 2 Rp. 000-Rp. Sumber: Hasil wawancara, 2023 Modal adalah faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang karena semakin banyak modal yang dimiliki pedagang maka akan semakin besar juga pendapatannya. Tanpa modal yang cukup maka akan berpengaruh terhadap kelancaran usaha, sehingga akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh. Dalam penelitian ini modal pedagang bersumber dari modal sendiri dan modal pinjaman. Perbedaan tingkat pendapatan UMKM di atas didukung oleh penelitian (Akbar, 2. bahwa besaran modal, lama usaha dan alokasi waktu berpengaruh terhadap tingkat pendapatan UMKM di Kabupaten Lingga. Pendapatan UMKM yang berbeda-beda tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menurut penelitian (Sartika, 2. dipengaruhi tenaga kerja dan lama usaha. Hasil penelitian ISSN : 2985 Ae 492X Vol 2 . No 1. Tahun 2023 JUMPER Jurnal Manajemen dan Pemasaran Halaman : 179 - 183 https://ojs. id/index. php/jumper (Aprilia, 2. juga mengemukakan bahwa adanya pengaruh modal, jam kerja, lama usaha, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pendapatan pedagang kaki lima. Selain itu, responden juga mengatakan bahwa pendapatan usaha akan meingkat jika pengelola objek wisata dapat lebih giat lagi dalam mempromosikan lokasi ini kepada masyarakat agar pengunjung yang datang semakin bertambah setiap harinya. Kendala yang dihadapi UMKM di Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun yaitu sulitnya untuk meningkatkan pendapatan Dalam meningkatkan pendapatannya, para UMKM mengalami berbagai kendala, yaitu berkurangnya jumlah pengunjung, daya beli konsumen yang menurun, dan modal usaha yang terbatas. Kendala para UMKM di Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun,dalam meningkatkan pendapatan juga bersumber dari faktor banyaknya tidaknya pengunjung objek wisata dan minat beli pengunjung. Kendala lainnya yaitu tempat/bangunan berjualan yang tidak permanen dan belum tresedia dengan baik sehingga jika hujan turun, beberapa UMKM harus menutup dagangannya dan mencari tempat untuk berteduh. Dalam hal ini sebagian UMKM akan menentukan jam berjualannya sesuai dengan cuaca yang ada di lokasi wisata Lokasi usaha sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat . tau menghancurka. strategi bisnis sebuah usaha. Pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap pendapatan sebuah usaha yang dikemukan oleh penelitian (Sundari, 2. Adanya berbagai kendala UMKM dalam meningkatkan pendapat tersebut diperkuat oleh kajian (Aidinai, 2. yang menyatakan bahwa modal usaha dan lokasi usaha memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha. Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bidang Pangan Di Sampit. Kendala lokasi tersebut jugan disebabkan karena pelaku UMKM yang semakin bertambah sehingga membutukan areal dan juga modal untuk mendirikan tempat Bagi para pelaku UMKM tempat atau lokasi usaha berjualan menjadi faktor penentu apakah UMKM ini mampu bertahan lama atau tidak. Tempat usaha kemudian turut menjadi hambatan bagi para pedagang kaki lima dalam meningkatkan pendapatan mereka. Secara garis besar dapat di simpulkan bahwa kendala UMKM dalam meningkatkan pendapatannya meliputi aspek modal usaha, lokasi, jam operasional, tenaga kerja, kualitas produk, promosi dan minat beli pengunjung. Pendapatan adalah hasil dari penjualan barang atau jasa yang dimiliki para pedagang pasar. Pendapatan . pedagang ditentukan oleh faktor penjualan barang yang diproduksi dan harga per unit dari masing-masing faktor produksi. Sebelum memulai suatu usaha, yang diperlukan suatu usaha agar dapat berjalan lancar dan berkembang sehingga meningkatkan pendapatan adalah pengelolaan yang baik. Beberapa faktor penting dan penentu pendapatan pelaku usaha dalam penelitian ini antara lain adalah modal usaha, lokasi, jam operasional, tenaga kerja, kualitas produk, promosi dan minat beli pengunjung. Dengan keadaan saat ini faktor yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan UMKM yang adayaitun dengan mempromosikan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungunkhususnya melalui media sosial . karena di era digital saat ini, medsos merupak media promosi yang sangat efektif dan efisien dalam memberitahukan kepada masyarakt luas dan memiliki kekuatan daya tarik yang besar bagi para calon pengujung. Hal ini dikarenakan medsos telah menjadi media iklan yang sangat responsif dan secara langsung dapat mempengaruhi minat masyarakat dalam mengambil keputusan. Kondisi saat ini dimana sebagian besar masyarakat kita lebih banyak menghabiskan waktunya menggunakan gadgetsebagai media informasinya daripada membaca koran, majalah, brosur dan media cetak lainnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai bahwa pendapatan UMKM Souvenir paling besar yaitu Rp. 000/hari dengan ISSN : 2985 Ae 492X Vol 2 . No 1. Tahun 2023 JUMPER Jurnal Manajemen dan Pemasaran Halaman : 179 - 183 https://ojs. id/index. php/jumper pendapatan terendah Rp. 000/hari. UMKM Coffee Shop memiliki pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000/hari dan terendah sebesar Rp. 000/hari. Sedangkan rata-rata tertinggi pendapatan bersih para UMKM di kawasan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun sebesar Rp. 000/bulan dan terendah sebesar Rp. 000/bulannya Kendala UMKM dalam meningkatkan pendapatan di kawasan di Kawasan Objek Wisata Rumah Seni Dolok Sipiak Kabupaten Simalungun yaitu aspek modal usaha, lokasi, jam operasional toko, tenaga kerja, kualitas produk dan minat beli pengunjung. Referensi