TASAMUH: JURNAL STUDI ISLAM Volume 8. Nomor 1. April 2016, 87-98. ISSN 2086-6291 . 2461-0542 . http://ejournal. id/indeks. php/tasamuh ISLAM DI CINA Najamuddin Dosen Tetap IAIN Mataram Abstract: Religion of Islam has been present in China since the year 650, precisely during the reign of the Tang Dynasty. At that time, one of the companions of the Prophet, namely Saad ibn Abi Waqqas came to mainland China to convey the message of the Prophet and Islam introduced to the people of the land. Since then. Islam widespread in China mainly through trade intermediaries. The development of Islam in China has gone through by several dynasties, including the Tang. Wudai. Song Dynasty. Yuan Dynasty. Qing Dynasty and the Ming Dynasty. But among these there is mentioned dynasty that has developed very rapidly and some are experiencing sluggish growth journey. Islam in China was originally foreign Muslims who were able to assimilate with the Chinese At a later stage, some magnifying dynasty in China and other tribes embraced Islam. Then they set up a mosque and always are steadfast personality. Karen case. Islam in China still exists. The downside is that the communists in Russia and so did China that killed millions of people is a bitter memory. The plus side is due to the attitude of the West communists identical with the cause of Islam rose to fight for their rights. On the other hand, the defeat of the Soviet Union, whose influence penetrated into China in the ideological war with the United States, causing the nationAos Muslim minority gets fresh air to rise and strengthen its existence. Keywords: Chinese Muslim. Consistent. Friendly Environment and Sincere. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Pendahuluan Agama Islam sudah hadir di Cina sejak tahun 650, tepatnya pada masa pemerintahan Dinasti Tang. Saat itu, salah seorang sahabat Rasulullah, yakni Saad ibn Abi Waqqas ra datang ke daratan Cina untuk menyampaikan pesan dari Nabi Muhammad serta memperpkenal-kan Islam kepada rakyat negeri Sejak itu. Islam berkembang luas di Cina terutama melalui perantara Perkembangan Islam di Cina telah melalui oleh beberapa dinasti, di antaranya Dinasti Tang. Dinasti Wudai. Dinasti Song. Dinasti Yuang. Dinasti Qing dan Dinasti Ming. Namun di antara dinasti yang disebutkan ini ada yang mengalami perkembangan sangat pesat dan ada pula yang mengalami perjalanan perkembangan tersendat-sendat. Pada Dinasti Wudai misalnya, agama Islam telah berkembang pesat dengan ditandai banyaknya orang Cina menganut agama Islam. Dinasti Tang, agama Islam tumbuh dengan suatu simbol berdirinya masjid, yang mana didalamnya terdapat seni kaligrafi Arab yang sangat indah. Pada Dinasti Song agama Islam dianggap lebih mulia oleh rakyat Cina dan pada Dinasti Yuan agama Islam berkembang paling pesat dan paling makmur, pada zaman itu penganut agama Islam dan bangunan masjid bertambah pesat. Pada Dinasti Qing, mutu agama Islam telah ditingkatkan secara besar-besaran dan pengaruh Islam kepada masyarakat Cina semakin hari semakin luas. Namun pada Dinasti Ming, agama Islam telah menghadapi rintangan dikarenakan penguasa saat itu memandang rendah terhadap agama Islam dan mendiskriminasikan umat Islam, yakni tidak diperbolehkan menjadi pegawai negeri. Pada abad ke 18 dan 19. Islam dan umat Islam di Cina mengalami kemerosotan, malah diusahakan untuk dihapus. Pada masa itu terjadi pembunuhan massal terhadap umat Islam. Pada abad ke 20, umat Islam http://w. id/suplemen/cetak_detail. asp?mid=5&id=143394&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=260 Hasil Print Internet Najamuddin Ae Islam Di Cina telah mengalami penindasan Cinanisasi dan Komunisasi, walau demikian hebatnya penindasan dan kekejaman terhadap umat Islam, ternyata umat Islam dan agama Islam di Cina tidak habis dan bahkan tetap hidup. Dari awal abad masuknya Islam di Cina sampai abad 19. Barat tidak pernah melakukan penjajahan di sana, namun pada abad ke 20 terjadi perang idiologi antara Barat dan Uni Soviet termasuk Cina, maka saat itu idiologi Barat khususnya Amerika Serikat menang dan idiologi komunis Hal itu merupakan angin segar bagi suku-suku bangsa minoritas Islam di Cina. Pada abad ke19. Rusia dan Inggris bersaing untuk mendapatkan keberuntungan di Cina. Langkah-langkah yang ditempuh Rusia untuk memperoleh keberuntungan adalah menguasai suatu daerah. Saat itu Rusia berhasil menguasai propinsi Ili pada tahun 1871. Gerakan Rusia ini akan menghambat gerakan Inggris untuk mendapatkan keber-untungan. Oleh karena itu. Inggris memanfaatkan YaAokub Beg sebagai penyangga utama untuk menghadapi kemungkinan penetrasi Rusia ke Asia Tengah. YaAokub Beg pun menerima hal itu4, karena dibalik itu akan menguntungkan umat Islam minoritas di Cina. Faktor-Faktor Penyebab Kukuhnya Islam pada SBMI di Cina Secara georgafis. China adalah negara yang luas wilayahnya, adalah 000 KM2. Ibu kota negara ini adalah Beijing, jumlah penduduk negara ini terbanyak di dunia. 5 Sebagai negara yang terbanyak penduduknya, maka dari aspek antropologis tentu saja agama dan budaya yang dianut oleh Panji Masyarakat. No. Tahun XXVi, 1 Juni 1987 Ira M Lapidus. A History of Islamic Societies. Terj. Ghufron A. MasAoadi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1. , h. Iwan Gayo . Buku Pintar Seri Senior Plus 20 Negara Baru, (Jakarta: Dipayana, 2. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 masyarakatya berbeda-beda pula. Agama yang dianut oleh masyarakat Cina kebanyakan adalah Khonhucu, dan sebagian kecil lagi adalah Islam. Dalam sejarahnya. Muslim Cina sempat mengalami perlakuan keras dari beberapa pemerintah yang berkuasa. Pun ketika rezim komunis memegang tampuk pimpinan. Islam secara sistematis terpinggirkan lewat propaganda anti-Muslim. Akan tetapi, seiring perubahan situasi di negara tersebut, kehidupan umat Muslim berangsur membaik dan mulai menata diri. 6 Sukusuku bangsa minoritas yang beragama Islam terdapat dua suku bangsa yang besar yaitu Hui dan Uygur di samping beberapa suku bangsa kecil-kecil Suku Bangsa Hui. Pada periode Dinasti Ming istilah Hui ditujukan kepada orang Cina yang muslim, baik terhadap muslim asing yang telah berasimilasi maupun terhadap orang Cina yang memeluk Islam. Untuk lebih jelasnya. Hui adalah orang-orang Han (Cin. yang masuk Islam serta keturunan orang-orang Arab dan Persia yang kawin dengan orang-orang Han (Cin. Antara tahun 651-798, terdapat total sebanyak 39 delegasi muslim datang ke Cina. Namun seiring dirintisnya Aojalur sutra dan rempahAy oleh Marcopolo, maka makin banyaklah umat muslim yang merupakan pedagang berkunjung ke Cina. Kian lama terjadi pembauran, mereka bahkan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk sebuah etnis baru yakni etnis Hui. Ciri utama kebudayaan mereka adalah mereka berbahasa Cina dan memakai tulisan Cina. Orang Hui ini sering memakai peci putih seperti peci haji walaupun mereka belum menunaikan ibadah haji. Minorotas bangsa Hui ini tersebar di seluruh Cina terutama di Singkian. Ning Xia, http://w. republika, loc cit Suara Muhammadiah. No. 04/th. Ke-90/16-28 Februari 2005. Najamuddin Ae Islam Di Cina gansu. Quanghai. Henan. Hebei. Shandong. Yunan Tianjin, dan lainlain. Sebahagian minoritas bangsa Hui bertempat tinggal di Singkian, sehingga minoritas bangsa tersebut disebut Singkian Hui, sebagaimana minoritas bangsa Uygur yang akan dibahas pada pembahasan selanjutnya, disebut Singkian Uygur Suku Uygur Uygur adalah bangsa minoritas keturunan Turki yang umumnya bertempat tinggal di Turkestan Timur yang oleh RRC disebut sebagai Au Daerah otonomi Singkiang UygurAy. 9 Bangsa minoritas ini tidak berasimilasi dengan masyarakat Asia Tengah dan tidak berasimilasi pula ke dalam pola kebudayaan Cina. 10 Di bawah pemerintahan Cina, identitas Islam baik dikalangan warga perkotaan maupun pada warga nomadik dipertahankan seutuhnya. 11 Sebelum Turkestan Timur menjadi AuDaerah otonomiSingkiang UygurAy. Cina telah lama memandang Asia Tengah sebagai bagian dari wilayahnya, dan selama ini berusaha melindungi beberapa wilayah perbatasannya dari pencaplokan bangsa Barbarian. Pada tahun 1759, bangsa Cina mengalahkan Dzungarian, merebut kekuasaan atas kota-kota Oasis, mengusir para khuja dan mencaplok Turkestan Timur. Selain itu bangsa Cina menjadikan wilayah timur Kazakh dan Khokand sebagai wilayah jajahan mereka. Dengan penjajahan ini bangsa Cina mempertukarkan sutra, tea mereka untuk mendapatkan kuda, binatang ternak dan beberapa produk Rusia lainnya. Panji Masyarakat. No 541,th XXVi, 3 syawal 1407 H. I Juli 1987, h. Ibid. Lihat Ira M. Lapidus, bagian ketiga, op. cit, h. Lihat ibid. , bagian ke-1 dan ke-2, h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Penaklukan atas Turkestan Timur menimbulkan terbentuknya penduduk muslim yang berada di bawah kekuasaan bangsa Cina. Penaklukan bangsa Mongol ini dan pembentukan Dinasti Yuan . 1 Ae 1. , memperkokoh keberadaan penduduk muslim. Bangsa Mongol mempekerjakan sejumlah administrator muslim dan juga petugas pengumpul pajak, mengembagkan hubungan perdagangan antara Cina dan Asia Tengah, dan mensponsori migrasi dan pemukiman muslim, tidak hanya di wilayah Cina bagian Barat tetapi juga di wilayah Cina bagian Timur dan di Yunan. Ciri utama kebudayaan mereka adalah mereka mempunyai tulisan sendiri yaitu tulisan Arab. Nama mereka pun adalah nama-nama Arab. Mereka dengan sekuat tenaga dan berbagai cara terus mem-pertahankan rasa kebangsaan dan identitas mereka. Suku-suku bangsa lainnya Selain kedua suku bangsa di atas, terdapat pula bangsa-bangsa minoritas lainnya yang beragama Islam dan jumlah mereka jauh lebih Antara lain, bangsa-bangsa minoritas Kazak. Dong Xiang. Kirgiz. Salar. Tajik. Uzbek. Bonan dan Tatar. Umumnya mereka bertempat tinggal di Turkestan Timur atau Singkiang. Mereka juga bukan bangsa Han, tidak berbahasa Cina serta tidak memakai tulisan Cina. Di RRC terdapat 5 buah daerah otonomi dan diantaranya dua buah didiami oleh mayoritas Islam, yaitu daerah otonomi Singkiang Uygur dan daerah otonomi NungXia Hui. 13 Di dalam bahan-bahan rujukan, disebutkan bahwa kebudayaan yang mereka budayakan untuk memperkokoh dan memelihara keislamannya adalah: Lihat ibid, bagian ke-1 dan ke-2, h. Ibid, h. Najamuddin Ae Islam Di Cina Mendirikan Mesjid Melihat pada makna letterlet, mesjid berarti tempat sujud. Dengan demikian seseorang dapat bersujud dimana saja ia berada. Namun kebudayaan yang dipahami tidak demikian, umat Islam mendirikan sebuah gedung dengan bercirikan tersendiri dimana didalamnya ditempati beribadah kepada Allah swt. Pada awal masuknya Islam di Cina tahun 31 H atau 650 M, dipimpin oleh seorang sahabat Nabi saw, yaitu Saad Abi Waqqas, setelah beliau mendapat ijin dari Kaisar untuk menyebarkan Islam di Cina, maka hal pertama yang dilakukan adalah beliau segera membangun mesjid. Di samping mesjid itu dibuat pula sebuah menara yang tingginya 36 m, mesjid tersebut merupakan mesjid yang pertama di Cina serta mesjid pertama di luar Arab. 14 Kini terdapat sebanyak 28 ribu masjid di seantero negeri dengan 12 ribu berada di Xinjiang. Jumlah imam pun bertambah dari waktu ke waktu. Sebagai gambaran, ada sekitar 2. 800 iman yang tinggal di Xinjiang. Melalui mesjid yang telah didirikan di Cina didalamnya mempunyai banyak fasilitas-fasilitas untuk mengukuhkan Islam dalam hati SBMI diantaranya kantor, ruang rapat serta perpustakaan. Di perpustakaan tersimpan koleksi al-QurAoan termasuk al-QurAoan tulisan tangan sampai al-QurAoan cetakan terbaru. Al-QurAoan tulisan tangan bermacam-macam, ada umurnya sudah ratusan tahun. dalam mesjid terdapat beberapa penerbitan mengenai Islam dalam bahasa Cina. Ibid, h. http://w. Loc cit. Ira M. Lapidus, op. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Sikap kepribadian yang teguh Ada beberapa cara yang dilakukan olehumat Islam untuk memperkokoh agama Islam dan juga untuk mempertahankan identitas mereka. Pertama, anak-anak mereka hanya kawin dengan orang Islam dan dengan demikian agama Islam dapat diturunkan secara turun temurun. Kedua, orang-orang Islam tidak mau makan babi dan hanya mau makan hewan halal yang disembelih secara Islam. Cara kawin umat Islam Cina dilakukan dua kali yaitu kawin cara negara dan kawin cara Islami. Perkawinan cara Islam diurus dan dilaksanakan oleh Imam Mesjid. Mengenai perkawinan ini umat Islam mempunyai prinsip sangat teguh, yaitu anak-anak mereka hanya kawin sesama Islam, jika kawin dengan yang bukan Islam maka yang tidak Islam haruslah masuk Islam lebih dahulu. Kedua prinsip ini dipegang teguh oleh orang Islam Cina secara turun temurun. Kedua cara ini nampaknya sederhana sekali, tetapi telah berhasil mempertahankan dan memperkokoh Islam di Cina. Mempertahankan peribadatan ritual Beberapa penulis muslim berusaha memperlihatkan bagaimana Islam dan Confusinisme dapat berdampingan, dan bagaimana mitologi Cina dan sejarah Islam adalah sejenis. Namun umat muslim tetap mempertahankan sebuah identitas Islam yang esensial yang diwujudkan melalui peribadatan ritual mereka, nama-nama Arab dan beberapa afiliasi komunal. Salah satu peribadatan ritual yang mereka lakukan adalah shalat JumAoat, seperti yang biasa dilakukan di Indonesia, umat Islam Cina juga melakukannya, namun ada perbedaan. Perbedaannya Lihat Ira M. Lapidus, op. cit, h. Najamuddin Ae Islam Di Cina adalah khutbah JumAoat di sana berbahasa Arab. Setelah khutbah disampaikan oleh Imam, diadakanlah shalat JumAoat berjamaah. Setelah selesai shalat JumAoat, mereka masing-masing melakukan pula shalat Dzuhur 4 rakaat tanpa berjamaah, selesai shalat dzuhur mereka melakukan pula shalat sunat beberapa rakaat. Umat Islam Cina juga menunaikan ibadah haji di Mekkah, setelah ada kebijaksanaan baru di bidang ekonomi maka pendapatan umat Islam juga bertambah. Pada tahun 1986, ada sebanyak 2. 300 muslim Cina berangkat ke tanah suci. 18 Oleh karena itu, tiap tahun banyak umat Islam Cina berangkat ke Mekkah melalui Pakistan untuk menunaikan ibadah Pengaruh Barat terhadap Kekukuhan SBMI di Cina Agama Islam adalah agama yang mengakui hak individu dan hak Namun agama Islam lebih cenderung pada hak jamaAoi, karena perinsip dasarnya adalah manusia tidak bisa hidup sendirian. Antara satu dengan yang lainnya saling membantu dan melengkapi. Oleh karena itu. Islam mewajibkan berzakat bagi yang mampu. Sangat berbeda dengan Islam, komunis berusaha memiliki dan menguasai hak individu. Oleh sebab itu, minoritas muslim Cina mendapatkan perhatian politik yang sangat besar kantaran pertimbangan kepentingan pertahanan dan ekonomi, juga lantaran sebagai kebanggaan nasional. Pemerintah Cina berusaha keras meraih loyalitas mereka dan menghapuskan perbedaan etnis dan nasionalitas untuk digantikan dengan sebuah kultur Cina. Mereka menempuh cara dengan metolerir elite lama dan adat minoritas dan dengan usaha mengintegrasikan kelompok-kelompok minorotas ke dalam sistem politik Cina dengan memberikan otonomi regional http://w. loc cit TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 dengan harapan bahwa keterikatan politik tersebut akan menciptakan sebuah landasan menuju homogenitas yang lebih besar. 19 Dengan penyebab itu, tokoh-tokoh muslim yang didukung ratusan pengikutnya berkampanye untuk menyampaikan kritisisme mereka terhadap rezim komunis Cina. Hal itu membangkitkan semangat kuat kalangan separatis, membangkitkan keinginan bersatu dengan mitra muslim yang tinggal di Uni Soviet, membangkitkan harapan untuk membentuk sebuah negara Islam, dan membangkitkan kritisisme terhadap kekuasaan Cina. Pada sisi lain, komunis di Rusia dan Cina membunuh jutaan orang, meninggalkan kenangan pahit yang tidak dapat dimaafkan oleh siapapun yang benar-benar memperjuangkan demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Bahkan di beberapa negara sedang berkembang, di mana sosialisme telah menduduki kekuasaan melalui alat-alat revolusi atau kelengkapan militer, ia telah menghancurkan aspek-aspek kemanusian yang ada dalam tradisitradisi asalnya. 20 Kekalahan Uni Soviet, yang pengaruhnya menembus ke Cina dalam perang idiologi dengan Amerika, menyebabkan bangsa minoritas muslim mendapat angin segar atau kebijakasanaan di bidang ekonomi, sehingga pendapatan umat Islam di sana bertambah. Organisasi keagamaan berkembang pesat. di samping itu sudah ada sebanyak sembilan universitas Islam di Cina. Mahasiswa-mahasiswa Muslim pun tak jarang melanjutkan pendidikan ke negara Islam di Timur Tengah seperti Mesir. Arab Saudi. Iraq dll. Sekolah pengajaran Alquran juga tumbuh pesat dan biasanya berada di kompleks masjid. Pemerintah Cina turut membantu pendanaan sekolah-sekolah Islam ini serta bersedia pula merestorasi bangunan masjid. 21 Kegiatan mereka tidak hanya sebatas kegiatan-kegiatan keagamaan saja, melainkan mereka juga Lihat Ira M. Lapidus, op. cit, h. Umer Chapra. Islam and the Economic Challenge, diterjemahkan oleh Nur Hadis Ihsan Rifqi Amar dengan judul Islam dan Tantangan Ekonomi. Islamisasi Ekonomi Kontempoter (Cet. Surabaya Risalah Gusti, 1. , h. http://w. loc cit Najamuddin Ae Islam Di Cina menyelenggarakan berbagai kegiatan keilmuan yang beraneka ragam dan mereka telah mencetak beberapa buku tentang sirah, hadis nabawi, aqidah dan rukun Islam. Penutup Berdasar dari uraian-uaraian yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulan bahwa faktor-faktor penyebab kukuhnya Islam di Cina pada mulanya adalah muslim asing mampu berasimilasi dengan masyarakat Cina. Pada tahap selanjutnya, sebagian pembesar dinasti di Cina dan sukusuku lainnya memeluk Islam. Kemudian mereka mendirikan mesjid dan senantiasa bersikap kepribadian yang teguh. Karen demikian halnya. Islam di Cina tetap eksis. Mengenai pengaruh Barat, memiliki sisi-sisi negatif dan positif terhadap kekukuhan Islam di Cina. Sisi negatifnya adalah bahwa komunis di Rusia dan begitu pula Cina yang membunuh jutaan orang merupakan kenangan pahit. Sisi positifnya adalah karena dengan sikap komonis yang identik dengan Barat tersebut, menyebabkan Islam bangkit memperjuangkan hak-hak asasi Pada sisi lain, kekalahan Uni Soviet, yang pengaruhnya menembus ke Cina dalam perang idiologi dengan Amerika, menyebabkan bangsa minoritas muslim mendapat angin segar untuk bangkit dan memperkukuh Berdasarkan rumusan kesimpulan di atas, maka kajian ini berimplikasi pada pentingnya pengkajian tentang kekukuhan Islam di Cina. Karena itu, disarankan kepada segenap pihak terutama mereka yang bergelut di bidang ilmu sejarah Islam, untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai eksistensi Islam di Cina. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 DAFTAR PUSTAKA