Dakwatul Islam Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Jurnal Ilmiah Prodi PMI Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru Volume ( 9 ) Nomor ( 2 ). Juni 2025 https://ojs. id/index. php/DakwatulIslam P-ISSN: 2581-0987 E-ISSN: 2828-5484 EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS: STUDI KASUSN DESA SEMELINANG DARAT Adhia Pradesty. Rigita Cahyani. Febri Yuliani Universitas Riau Universitas Riau adhiapradesty11@gmai. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan program kampung keluarga berkualitas Di Desa Semelinang Darat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi. Wawancara. Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Budiani dalam Suryo Cipto Nugroho 2021 untuk mengukur suatu keefektivitasan pada Program Kampung Keluarga Berkualitas terdapat empat indikator yaitu ketepatan Sasaran program. Sosialisasi program. Pencapaian tujuan program. Pemantauan program. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Program Kampung Keluarga Berkualitas Di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indrigiri Hulu belum berjalan Efektif, hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya ke ikut sertaan masyarakat dalam berpartisipasi, kurangnya sarana dan prasarana,kurangnya pengetahuan kader-kader Kampung KB. Kesimpulan yang dihasilkan bahwa pelaksanaan program kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal dapat dilihat dari sasaran yang belum optimal,keikutsertaan masyarakat terhadap program masih belum efektiv,sarana dan prasarana belum memadai. Kata kunci: Efektivitas,Program,Kampung Keluarga Berkualitas Abstract The purpose of this study was to find out how the implementation of the quality family village program in Semelinang Darat Village. This type of research is qualitative with descriptive methods. Data collection techniques by means of Observation. Interviews. Documentation. This study uses Budiani's theory in Suryo Cipto Nugroho 2021 to measure the effectiveness of the Quality Family Village Program, there are four indicators, namely the accuracy of program targets, program socialization, achievement of program objectives, program monitoring. Based on this study, it can be concluded that the Quality Family Village Program in Semelinang Darat Village. Indrigiri Hulu Regency has not been running effectively, this is caused by several factors, namely the lack of community participation in participating, lack of facilities and infrastructure, lack of knowledge of KB Village cadres. The conclusion that was drawn that the implementation of the KB village program in Semelinang Darat Village was still not optimal can be seen from the targets that were not optimal, community participation in the program was still not effective, facilities and infrastructure were inadequate. Keywords: Effectiveness. Program. Quality Family Village Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Pendahuluan Bagian Kependudukan adalah masalah nasional yang berdampak kepada masyarakat luas. disatu sisi bahwa penduduk yang besar merupakan modal dalam pembangunan, karena di situ terdapat jumlah angkatan kerja yang cukup besar pula. Dipihak lain bahwa penduduk yang besar merupakan beban pemerintah dalam kaitannya kebutuhan hidup baik primer maupun sekunder. Sampai saat ini konteks kependudukan masih terus dalam pembahasan, dan masih terbatas, tetapi merupakan permasalahan penting dan fundamental, terutama hubungannya dalam mengatasi ledakan penduduk serta akibat sosial keagamaannya (Luh Novi Restiyani. Ni & Wayan Murjana Yasa, 2. Determinan masalah kependudukan yang penting diantaranya ialah rendahnya tingkat sosial ekonomi yang akan mengakibatkan persoalanpelik dalam cita-cita mewujudkan manusia sejahtera lahir batinnya. Pertumbuhan Penduduk di kebanyakan negara yang ekonominya tengah berkembang lazimnya adalah akibat tingkat kelahiran yang tinggi dibarengi oleh tingkat kematian yang menurun(Haris & Anshori, 2. tingkat kelahiran yang tinggi ini dalam banyak hal menyebabkan bahwa pola usia penduduk cenderung pada usia anakanak, sehingga penduduk yang dewasa dan menduduki usia yang secara ekonomis adalah usia paling produktif, berkurang secara proporsional (Silvianei, 2. Dapat dipikirkan kalau jumlah penduduk dunia bertambah terus tanpa kendali sementara daya dukung bagi pemenuhan kebutuhannya tidak diperhatikan. Populasi yang besar dapat menjadi potensi yang besar bagi pembangunan suatu bangsa. Perkembangan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana pada UU No. 52 Tahun 2009 menekankan kewenangan BKKBN tidak hanya terbatas untuk masalah pembangunan KB dan KS namun berkaitan dengan masalah pengendalian penduduk. Perwujudan dari pelaksanaan agenda prioritas Nawacita mengawali langkah BKKBN untuk mencanangkan kampung KB. Permasalahan kependudukan di Indonesia menjadi hal yang perlu di perhatikan melihat besarnya potensi dari jumlah penduduk indoensia Presiden RI memberikan amanat kepada BKKBN untuk menyusun kegiatan/program yang bisa memperkuat pencapaian target/sasaran pembangunan dalam upaya pengendalian penduduk(MasAood et al. , 2. Kegiatan tersebut menjadi ikon BKKBN Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu untuk bersentuhan langsung dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia di seluruh wilayah (Darmawan Sumba. Prasethyo & Tohopi, 2. Dalam hal ini presiden mengeluarkan instruksi yang tertera pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. kampung KB tidak hanya fokus untuk menekan laju pertumbuhan penduduk tetapi lebih ditekankan pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan keluarga perlu menjadi perhatian karena keluarga memiliki peran dan nilai strategis untuk menunjang pembangunan yang berhasil dan berkualitas (Suraji, 2. Program kampung KB mulai dirintis tahun 2016 yang didesain sebagai pola pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kampung KB tersebut. Prinsip pengelolaan kampung KB adalah dari, oleh dan untuk masyarakat dengan tujuan untuk Pemerintah memberikan stimulasi dan selanjutnya masyarakat yang berproses dan bertanggung jawab (Aji. , & Yudianto, 2. Program KB yang sudah dilaksanakan merupakan bukti implementasi akan adanya upaya pemerintah dalam hal ini lembaga BKKBN yang sangat fokus dalam upaya pertumbuhan dan mengharapkan adanya kuncuran hasil pertumbuhan itu untuk keluarga yang kualitasnya rendah(Haris & Anshori, 2. Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga merupakan program kebijakan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan Indonesia. Program Keluarga Berkualitas merupakan upaya perencanaan kependudukan yang sangat strategis, komprehensif dan fundamental untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera (Watif et al. , 2. Pelaksanaan program yang terus berjalan guna memacu pertumbuhan kesejahteraan serta pembangunan manusia,Pendekatan kampung KB dimulai di tingkat desa/kelurahan secara terintegrasi dan confidence untuk pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dan masyarakat pada seluruh dimensi dalam upaya peningkatan kualitas SDM (Darmawan Sumba. Prasethyo & Tohopi, 2. Diawal pembentukan Kampung KB untuk nama Kampung KB merupakan Kampung Keluarga Berencana, namun sejak terbit surat edaran Mendagri Nomor 843. 4/2879/SJ tentang Intensifikasi Kampung Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Keluarga Berkualitas maka berubahlah nama Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Dasar hukum pembentukan Kampung KB adalah Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagr. No. 444/70/SJ Tanggal 11 Januari 2016 Perihal Perancangan Dan Pembentukan Kampung KB Seluruh Indonesia, peraturan BKKBN No 20 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan kampung keluarga Pengembangan kualitas penduduk penting dilakukan sebagai upaya pembangunan keluarga yang dilakukan diseluruh wilayah Indonesia termasuk di daerah Kabupaten Indragiri Hulu khususnya di Desa Semelinang Darat Kecamatan Peranap. Kualitas penduduk tersebut dilakukan dengan berbagai cara dan berbagai program salah satunya dengan cara mewujudkan keluarga yang berkualitas. Dalam meningkatkan kualitas masyarakat di Desa Semelinang Darat terdapat program pemerintah yaitu program kampung KB, program kampung KB tidak hanya berbicara mengenai kontrasepsi ataupun yang lainnya, akan tetapi juga mengenai di segala aspek bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya, di desa Semelinang Darat kampung KB nya sudah dijadikan sebagai kampung KB percontohan, akan tetapi masih terdapat permasalahan di dalam nya yaitu: Jumlah penduduk yang semakin meningkat. Kurangnya Kesadaran Diri untuk Mengikuti Program kampung KB, kurangnya fasilitas yang diberikan dalam mendukung program kampung KB, kurangnya pemahaman Kader-kader dan masyarakat terhadap program kampung keluarga berkualitas(Syela Tampongangoy, 2. Masyarakat merupakan salah satu faktor pendukung dari keberhasilan sebuah program,terutama pada program kampung keluarga berkualitas yang dimana program ini melibatkan masyarakat dan sasaran utamanya adalah masyrakat. Salah satu cara agar menjadikan masyarakat berkembang dan sejahtera dalam ekonomi (Nunung Nurjannah. Siti & Susanti, 2. yaitu dengan mengandalakan potensi-potensi yang ada, maka pemberdayaan harus di lakukan dengan mengandalkan potensi tersebut. Potensi masyarakat dikembangkan melalui program kampung keluarga berkualitas yang dirancang oleh pemerintah melalui BKKBN. Tabel. 1 Perbandingan jumlah penduduk Desa Semelinang darat Tahun 2020-2023 Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Tahun Jumlah Sumber: BPS indragiri hulu 2024 Persentase 8,16% 8,47% 10,8% Berdasarkan tabel. 1 terlihat pertumbuhan penduduk di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu mengalami perubahan yang dinamis Pertumbuhan jumlah kepadatan penduduk yang di sebabkan oleh peningkatan pertumbuhan yang sulit diatasi adalah: Lajunya pertumbuhan penduduk yang menyebabkan kelahiran yang tinggi, dan kebutuhan bahan pokok yang meningkat . Penyebaran penduduk tidak merata menyebabkan mobilitas yang rendah. Peningkatan jumlah penduduk dalam umur sekolah yakni, kebutuhan dan kesempatan belajar yang meningkat, selain mengalami kepadatan penduduk(Haris, 2. Kampung KB memiliki sasaran tersendiri di antaranya adalah keluarga yang beranggotakan balita, remaja dan lansia, wanita usia subur, pasangan usia subur, remaja, posyandu, tokoh adat serta organisasi sosial kemasyarakatan (Apriani. E . Damayat. , & Idris, 2. Menurut BKKBN, bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan program KB adalah : Setiap keluarga mampu melaksanakan fungsi secara optimal. Terbinanya kesertaan ber-KB. Tersedianya pusat-pusat pelayanan KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarg. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam kelompok kegiatan dan. Tumbuh dan berkembangnya gotong royong masyarakat dalam membangun kampung KB (BKKBN, 2. Melalui indikator keberhasilan tersebut,program kampung keluarga berkualitas harus mencapai indikator keberhasilan dengan mengandalkan dan mengembangkan kegiatan yang akan dijalankan dalam program kampung keluarga berkualitas. Indikator keberhasilan menjadi pandangan untuk menentukan keberhasilan program kampung keluarga berkualitas,maka BKKBN dan kader-kader program kampung keluarga berkualitas harus mempunyai target yang akan dicapai dalam keberhasilan program. Masyarakat menjadi peran penting dalam program kampung keluarga berkualitas, setiap pencatatan peserta kampung keluarga berkualitas akan diperbarui setiap tahunnya untuk melihat bagaimana ketepat sasaran dari program kampung keluarga berkualitas(Haris & Anshori, 2. Pada penelitian ini peneliti menyajikan data dari Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 tahun 2021-2024 dijabarkan untuk melihat bagaimana perubahan peserta di setiap Berikut tabel yang dilampirkan: Tabel. 2Data Akseptor KB Desa Semelinang Darat 2021-2024 Sasaran Pasangan Usia Subur ( PUS) Sumber: kantor Desa Semelinang Darat Tahun Kepesertaan Data pada tabel. 2 menunjukkan perbandingan ke ikut sertaan ber KB dan sasaran Pasangan usia subur (PUS), pada tahun 2021 Pasangan Usia Subur (PUS) berjumlah 253 dan pada tahun 2022 Pasangan Usia Subur (PUS) berjumlah 289 di tahun 2023 jumlah Pasangan Usia Subur berjumlah 321. Dapat di lihat dari tabel berikut kesertaan ber-KB masyarakat Seemelinang Darat dengan melihat jenis KB. Pokja dari kampung keluarga berkualitas meliputi. rumah data kependudukan dan informasi keluarga,bina keluarga balita,bina keluarga remaja,bina keluarga lansia,pusat informasi dan konseling remaja,melakukan pembinaan posyandu,penggerakan serta pelayanan KB dan kesehatan reproduksi,screening kesehatan bagi calon pengantin,pemberian pendampingan dan edukasi bagi calon PUS/calon pengantin selama 3 bulan pra nikah,pendampingan ibu hamil,pelayanan persalinan,pengembangan berkualitas,peningkatan kemandirin ekonomi keluarga,dapur sehat atasi stunting,pojok edukasi,kelompok keluarga berencana pria dan kegiatan masyarakat lainnya (BKKBN. Selanjutnya peningkatan Pasangan Usia Subur dan Penurunan Ke ikut sertaan masyarakat dalam mengikuti kegiatan program kampung keluarga berkualitas. Setiap tahunnya peningkatan dan penurunan keikut sertaan peserta program kampung keluarga berkualitas akan berubah sesuai dengan pertumbuhan penduduknya,dari yang terdata tidak semua masyarakat seperti balita,remaja,lansia yang ikut serta dalam program kampung keluarga berkualitas(Aji. , & Yudianto, 2. Program kampung keluarga berkualitas dibentuk dengan sarana dan prasarana yang seharusnya disediakan oleh pemerintah Sarana dan prasarana dalam program Kampung Keluarga Berkualitas mencakup berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan keluarga, seperti: Pusat Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Layanan Kesehatan: Fasilitas untuk memberikan layanan kesehatan kepada keluarga. Fasilitas Pendidikan: Sekolah atau lembaga pendidikan yang mendukung pembelajaran Tempat Bermain Anak: Area untuk anak-anak bermain yang aman dan nyaman. Akses Air Bersih: Penyediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sanitasi yang Baik: Infrastruktur untuk mendukung kesehatan melalui sanitasi yang layak. Ruang Publik: Tempat yang aman untuk berkumpul dan beraktivitas bersama bagi masyarakat. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan dalam pelaksanaan Program Kampung Keluarga Berkualitas KB di Desa Semelinang Darat maka peneliti memfokuskan penelitian dengan mengangkat judul AuEfektivitas Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu. Metode Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus bentuk deskriptif. Artinya data yang penulis kumpulkan bukan berupa analisis angka-angka statistik, melainkan data yang berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, dan dokumen resmi lainnya (Kaelan. Salah satu jenis pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif adalah berupa pendekatan dengan metode atau tipe penelitian studi kasus . ase stud. (Sugiono. Penelitian studi kasus adalah proses pengumpulan data atau informasi secara mendalam, mendetail, intensif, holitstik dan sistematis tentang orang. Adapun tujuan penelitian ini menggunakan deskriptif adalah untuk mengungkapkan dan menggambarkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi tanpa menambah dan mengurangi. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah suatu objek dalam penelitian yang dimana akan menajadi tempat kegiatan penelitian (Hardani. Andriani. , 2. Indetifikasi lokasi penelitian ini ditujukan untuk memperjelas serta mempermudah peneliti dalam menentukan sasaran lokasi penelitian. Lokasi Penelitian ini dilakukan di Desa Semelinang Darat Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri hulu. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Informan Penelitian Peneliti menggunakan informan penelitian sebagai sarana agar mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan selama melakukan penelitian Efektivitas Implementasi Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu. Dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Ada dua kriteria informan yang diambil (Creswell, 12. , yaitu key informan . nforman kunc. dan secondary informan . nforman pelengka. Key informan adalah mereka yang memiliki wewenang secara langsung atas strategi yang mereka miliki. Sedangkan secondary informan merupakan informan yang secara tidak langsung tidak terlibat tapi memiliki informasi mengenai program yang berkaitan dengan penelitian ini. Dra. Mardalena Yulia,M. Si . Ibu drg. Tengku Mita Maya Don. Si. Toni Kusnadi . Ayu Wulandari A. Md. Nurdiati. Uci. Eliana Ida . Mawar Kartika . Lianjani Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif (Creswell. , 2. Data kualitatif adalah data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Data tersebut yaitu transkip wawancara, catatan lapangan, fotgrafi, videotape, dokumen pribadi, memo, dan rekanrekaman resmi lainnya. Sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan teknik wawancara, dimana peneliti akan mengumpulkan informan untuk merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik itu pertanyaan tertulis maupun lisan (Hardani. Andriani. , 2. Sumber data merupakan subjek pertama dalam proses penelitian ini. Adapun sumber data yang dimaksud yaitu, sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan peneliti secara langsung dari informan atau tempat objek penelitian dilakukan yang berkaitan mengenai Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat. Selain itu, data juga diperoleh melalui observasi atau pengamatan langsung ke lapangan untuk melihat dan menilai mengenai respon masyarakat terhadap pelaksanaan Program Kampung KB. Data Sekunder Menurut Sugiyono mendefinisikan data sekunder adalah data yang dapat dikumpulkan dari pihak kedua atau sumber lain sebelum melakukan penelitian (Sugiono, 2. Data sekunder merupakan data yang diperoleh berupa arsip atau dokumen dari Lembaga terkait yang kemudian peneliti olah sebagai pelengkap data primer. Adapun data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian mengenai Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Penerapan Kampung KB: Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Surat Edaran Menteri Dalam Negri MENDAGRI No. 444/70/SJ Tentang Perancangan dan Pembentukan Kampung KB Seluruh Indonesia. Surat Kepala BKKBN Pusat No. 046/BL/200/B4/2016 Tentang Siaran Langung Pencanangan dan Pembentukan Kampung KB Seluruh Indonesia. Perbup No. 09 Tahun 2024 Tentang Penetapan Desa Sebagai Kampung Keluarga Berkualitas Di Lingkungan Desa Semelinang Darat. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data (Sugiyono & Lestarai, 2. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standard yang ditetapkan. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan tanya jawab dengan ketua BKKBN Riau,Kepala Desa Semelinang Darat. Kepala posyandu Desa Semelinang Darat,Masyarakat yang mengikuti Program Kampung KB,dan Masyarakt Program Kampung KB. tentang bagaimana Efektivitas Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu guna untuk melengkapi data penelitian. Dokumentasi Menurut Suharsini Arikunto, metode dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk mencari data yang berkaitan dengan hal-hal yang berupa transkip, catatan, surat kabar, buku, majalah, prasasti notulen rapat, agenda serta foto-foto metode dokumentasi dalam penelitian ini dipergunakan untuk melengkapi data yang di peroleh dari hasil wawancara dan hasil pengamatan . Dokumentasi diambil langsung oleh peneliti dari berita tentang verifikasi Program KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu. Teknik Analisis Data Dalam Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam . dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh(Creswell. , 2. Kemudian dilakukan analisis data pada waktu peneliti berada di lapangan maupun setelah kembali dari lapangan. Alur analisis dalam penelitian ini mengikuti model analisis interaktif Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 sebagai berikut: Pengumpulan Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi atau gabungan dari ketiganya . Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan observasi langsung ke lokasi penelitian yaitu Kantor Diskominfotiksan Pekanbaru. Kemudian juga melakukan wawancara dengan pihakpihak yang terkait dan dilanjutkan dengan meminta dokumen- dokumen yang diperlukan sesuai fokus penelitian. Reduksi data digunakan untuk memilih dan merangkum data yang relevan(Azwar Ma Saifuddin, 2. Proses ini dilakukan peneliti untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang Program BKKBN yaitu Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat sehingga data yang diperoleh dapat tersusun lengkap. Dengan reduksi data, data kualitatif dapat disederhanakan dan ditransformasikan dalam aneka macam cara melalui seleksi ketat. Penyajian Data Penyajian data dapat berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik, tabel dan lain sebagainya. Tujuan sajian data adalah untuk menggabungkan informasi yang sudah dipilih sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti menyajikan data terkait tentang Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu. Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung mulai dari proses pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data yang cukup memadai, maka selanjutnya diambil kesimpulan sementara(Syaodih Sukamdinata Nana, 2. Setelah data benar- benar lengkap sesuai yang dibutuhkan, kemudian di tarik kesimpulan akhir dan diverifikasi agar dapat dipertanggung-jawabkan dari data-data yang sudah Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data yang lain harus diuji kecocokan dan kebenarannya. Dalam proses menganalisis, peneliti melalui tahap penarikan kesimpulan terhadap berbagai data yang telah dikumpulkan dan disajikan. Tahap ini peneliti memaknai data dengan membandingkan antara hasil penelitian dengan informasi yang didapatkan oleh peneliti untuk dijadikan suatu rangkaian cerita dalam narasi atau laporan kualitatif. Hasil dan Pembahasan Pemerintah memiliki otoritas dalam pembuatan suatu kebijakan dan suatu program dimana kebijakan tentang program kampung KB ini di usul oleh intruksi presiden nomor 3 tahun 2022 dan Kemendagri. Alokasi dari kebijakan program kampung kb ini menciptakan suatau tatanan nilai dimana hal tersebut menjadi acuan Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu bagi paningkatan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan pola hidup dalam berkeluarga dan bermasyarakat(Pratama. Turisno. , & Widanarti, 2. Penyelenggaran program kampung KB membawa perubahan pada pola hidup Adanya program kampung KB tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pola hidup dalam mengatur jumlah keluarga di desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu,namun juga program kampung KB ini juga bertujuan untuk meingkatkan pola pikir masyarakat dalam membina keluarga yang harmonis menghindari pola pikir kuno terhadap jumlah anggota keluarga (Suraji, 2. Ketepatan Sasaran. Ketepatan sasaran merupakan proses menentukan sasaran yang tepat, baik ditetapkan secara individu maupun organisasi, yang berkontribusi dalam mencapai keberhasilan kegiatan suatu program (Anggraeni. Nila & Suyeno, 2. Selanjutnya, tepat sasaran merupakan bagaimana pelaksanaan program Kampung Keluarga Berkualitas yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Riau dapat mencapai tujuan yang telah di tentukan sebelumnya yakni agar program Kampung KB berjalan dengan lancar disetiap desa yang sudah ditentukan. Kaitannya dengan penelitian ini untuk mencari tau apakah program Kampung KB di Desa Semeliang Darat Indragiri Hulu sudah tepat sasaran atau malah sebaliknya. Berdasarkan hasil wawancara peneliti mengenai ketepatan sasaran program kampung Kb dengan kepala perwakilan BKKBN Ibu Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si sebagai berikut: Auuntuk keseluruhan dalam pelaksanaan program Kampung Kb . eluarga berkualita. ini selama berlangsung terus ada peningkatan sehingga yang saya amati sampai sekarang bisa dikatakan tepat sasaran karena di setiap desa yang menjadi percontohan Kampung Kb mengalami peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)Ay. (Wawancara dengan kepala Perwakilan BKKBN provinsi Riau Ibu Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si pada 2 November 2. Dari wawancara dengan kepala perwakilan badan kependudukan dan keluarga berencana (BKKBN) Provinsi Riau menjelaskan bahwa program kampung KB untuk keseluruhan pelaksanaan program kampung KB yang dilakukan sudah tepat sasaran. Karena semakin berjalannya waktu semakin berkembangnya kreativitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa tersebut. Dalam wawancara ini ibuk Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si selaku kepala perwakilan BKKBN Provinsi Riau juga menjelaskan Au dalam keseluruhan desa yang menjadi percontohan Kampung KB kami merasa sasaran dari program ini sudah sesuai karena setiap desa yang menerapkan Kampung KB mengalami peningkatan mutu hidup dan pengurangan jumlah anak dalam Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 berumah tanggaAy. (Wawancara dengan ibu Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau pada 2 November 2. Dari penjelasan kepala perwakilan BKKBN tersebut sasaran mereka secara menyuluruh dapat dikatakan sudah tepat yang mereka lihat dari sudut pandang peningkatan program serta peningkatan mutu hidup masyarakat desa. Pernyataan tersebut dipertegas pada gambar yang menunjukan program kampung keluarga berkualitas di Desa Semelinang Darat Statusnya Berkelanjutan yang artinya Program Kampung KB di desa Semelinang Darat sudah bagus dilakukan oleh pihak desa. Namun ada sedikit perbedaan dengan hasil wawancara peniliti bersama Kepala Desa Semelinang Darat Bapak Toni Kusnadi sebagai berikut: Auuntuk ketepatan sasaran saya rasa masih belum sepenuhnya bisa dikatakan sudah tepat sasaran,karena masih terdapat kendala karena kendala itu saya mengatakan belum tepat sasaran program kampung KB ini,dikarenakan desa yang saya pimpin ini masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti program Kampung KB ini karena satu dan lain hal,jika dikatakan sudah tepat sasaran maka itu 100% sudah tepat tetapi ini tidak 100% karena masih ada kendala serta masih ada permasalahan dalam proses penerapan program iniAy (Wawancara bersama Bapak Toni Kusnadi Kepala Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu pada 6 Agustus 2. Dari wawancara diatas dalam ketepatan sasaran menurut bapak Toni Kusnadi terhadap program Kampung KB belum bisa dikatakan tepat sasaran dikarenakan dalam pelaksananya masih ada kendala yang khusunya pada bagian bentuk program yang masih awam bagi masyarakat Semelinang Darat yang harusnya untuk bentuk program harus bisa selaras dengan kebiasaan masyrakat desa. Pendapat ibuk Nurdiati fasilitas untuk menunjang program kampung KB di Desa Semelinang Darat kurang mewadahi diperkuat dengan gambar berikut: Gambar. 2 Puskesmas Pembantu Desa Semelinang Darat Sumber: Dokumentasi Peneliti 2024 Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Dari gambar di atas dapat dilihat bagaimana kondisi dari puskesmas pembantu desa Semelinang Darat,dimana puskesmas itu dijadikan sebagai tempat masyarakt melakukan kegiatan program Kampung KB dan hanya ada 1 pusekesmas pembantu dan untuk kegiatan program kampung KB tidak selalu dilakukan di puskesmas tetapi juga di lakukan di kantor desa Semelinang Darat. Untuk sarana dan prasarana program kampung KB itu sendiri harus memiliki balai kegiatan dimana balai kegiatan ini menjadi tempat program kampung KB dilakukan,tetapi di desa semelinang darat balai kegiatan itu tidak ada. Untuk ketersediaan fasilitas program kampung KB juga di katakan oleh salah satu masyarakat yang tidak mengikuti program kampung KB. Berdasarkan wawancara bersama ibu ida salah satu masyarakat yang tidak mengikuti program kampung KB sebagai berikut: Aumemang benar untuk sarana dan prasarana pendukung kampung keluarga berkualitas bisa dibilang kurang memadai karena yang saya lihat setiap kegiatan dilakukan diteras rumah warga atau di depan kantor desa tetapi kebanyakan dilakukan di teras rumah warga,kalau ditanya kenapa saya tidak mengikuti program ini ya itu karena fasilitas untuk program ini tidak terlihat tidak ada yang istimewah dan tidak ada yang menarikAy (Wawancara bersama ibu Ida salah satu masyarakat yang tidak mengikuti program kampung KB 28 Desember 2. Dalam pembentukan program kendala dalam proses pembentukan biasa terjadi karena setiap proses membutuhkan analisis yang lebih untuk memahami masyarakat untuk hal seperti itu bisa menjadi dorongan penanggung jawab program ini dan aparat desa untuk lebih meningkatkan proses pembentukan program kampung Keluarga Berkualitas(Luh Novi Restiyani. Ni & Wayan Murjana Yasa, 2. Sosialisasi Program. Sosialisasi memperkenalkan atau menyebarluaskan informasi mengenai suatu program kepada khalayak sasaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman, minat, dan partisipasi dari pihak yang dituju, seperti masyarakat, siswa, orang tua, atau pihak terkait lainnya. Dalam Program Kampung Keluarga Berkualitas sosialisasi program bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program kampung KB. Berdasarkan wawancara peneliti bersama ibu Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) sebagai berikut: Ausosialisasi program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung. Sosialisasi secara langsung itu biasanya Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 dilakukan aparat pemerintah daerahnya seperti desa semelinang darat dilakukan sosialisasi oleh bupati dan jajaran perangkat desa yang turun kelapangan langsung untuk mensosialisasikan program Kampung KB kepada masyarakat dan untuk sosialisasi secara tidak langsung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) memanfaatkan teknologi internet media sosial seperti Instagram,Fcebook. Untuk lebih aktif sosialisasi di lakukan di media sosial Instagram BKKBNRIAUAy. Wawancara bersama ibu Dra. Mardalena Wati Yulia,M. Si kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN Provinsi Riau 2 November 2. Dari wawancara di atas sosialisasi program di lakukan dengan baik karena dilakukan secara langsung dan memanfaat kan teknologi yang sudah canggih sekarang Untuk sosialisasi secara langsung oleh bupati dan aparat desa berjadwal dilakukan untuk sosialisasi secara online bisa di akses kapan aja oleh masyrakat dimana pun berada selagi ada jaringan internet. Sama halnya dengan wawancara peneliti bersama kepala desa Semelinang Darat Toni Kusnadi sebagai berikut: AuSosialisasi program memang sangat di butuhkan dalam pemahaman program Kampung KB(Keluarga Berkualita. sosialisasi secara langsung berguna untuk masyarakat yang kurang melek terhadap teknologi memang sangat bermanfaat,dan untuk sosialisasi secara tidak langsung memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya mencari tau bagaimana bentuk program BKKBN terutama Program Kampung KB ( Keluarga Berkualita. Sosialisasi program kampung KB memang sudah cukup baik walaupun terkadang perlu pengingatan untuk melakukan sosialisasiAy. (Wawancara bersama bapak Toni Kusnadi Kepala Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu 4 Agustus 2. Dari wawancara di atas menunjukan sosialisasi program dijalankan dengan semestinya hanya saja dengan sosialisasi ternyata masyarakat tidak juga begitu paham akan program kampung KB,adanya sosialisasi juga tidak membuat masyarakat untuk hadir pada acara sosialisasi berikut wawancara bersama kepala desa Toni Kusnadi: Au adanya sosialisasi secara langsung di kantor desa juga tidak membuat masyarakat hadir semuanya untuk mendengarkan sosialisasi,tidak juga semua mereka yang mau mengikuti program KB bukan karna tidak dikasih ilmu tapi karena mereka tidak peduli dan mereka lebih memilih untuk pergi bekerja dari pada untuk menghadiri acara sosialisasi program kampung KB,terutama untuk masyarakat yang laki-lakinya. Menurut mereka program Kampung KB ini hanya dibuat untuk wanita saja makanya mereka acuh tak acuh padahal bentuk dari program ini ada bermacam-macam untuk segala jenis usiaAy (Wawancara bersama bapak Toni Kusnadi Kepala Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu 4 Agustus 2. Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Gambar. 3 Bentuk Program Kampung KB Sumber: website google BKKBN 2024 Gambar. 3 menunjukkan beberapa program kampung KB,berikut penjelasan program kampung KB (Keluarga Berkualita. : Bina keluarga balita merupakan kegiatan yang di khususkan untuk mengelola terkait pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang baik dan benar berdasarkan kelompok umur. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarganya untuk membina tumbuh kembang anak balita sesuai dengan usia, membantu tumbuh kembang anakanaknya agar menjalani masa balitanya dengan benar, fisik, motoric, kecerdasan emosional dan perilaku sosial terhadap suatu keluarga. Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah program atau inisiatif yang bertujuan untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada keluarga yang memiliki anggota remaja di dalamnya. Sasarannya yaitu para orang tua dan keluarga yang memiliki anak berusia remaja. Kegiatan Bina Keluarga Remaja berbentuk penyuluhan mengenai perkembangan psikologis remaja dan permasalahan permasalahan 25 remaja . arkoba, seks dan pergaulan remaja, dan lainlai. BKL (Bina Keluarga Lansi. Bina keluarga lansia (BKL) adalah kelompok kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan keluarga yang sudah menikah dalam mendidik, merawat dan memberdayakan lansia untuk meningkatkan Melalui perkembangan fisik, psikis dan agama. Usaha Peningkatan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Program ini merupakan bagian dari kampung keluarga berkualitas . ampung KB) yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga, khususnya keluarga akseptor ( keluarga yang ikut serta dalam Program kampung KB ). Program kampung keluarga berkualitas dijalankan sesuai dengan bentuk program yang sudah dirancang oleh BKKBN dan di sosialisasikan sesuai dengan bentuk program. Peneliti melakukan wawancara bersama masyarakat desa Semelinang Darat ibuk Erna salah satu masyarakat yang mengikuti program Kampung KB sebagai berikut: Au iya memang sosialisasi dan peninjauan program lumayan sering di lakukan,seharunya masyarakat sudah tidak buta akan program kampung KB ini,tetapi ya begitu masyarakat lebih ketidak peduli karna masyarakat desa beranggapan membuang waktuAo. (Wawancara bersama ibu Erna salah satu masyarakat yang mengikuti program kampung KB 7 Agustus 2. Peneliti juga mewawancarai masyarakata lainnya yaitu salah satunya ibuk Uci yang juga terdaftar sebagai peserta kampung KB Ausaya juga turut ikut serta pada program ini karena sangat bermanfaat untuk kesejahteraan keluarga,saya lebih teratur untuk suntik KB,dan saya juga mempunyai balita dimana pada program ini saya juga di ajarkan bagaimana mengurus balita makanannya,ASI,serta pola hidup balita. Awalnya memang tidak tau tapi karna ada sosialisasi program saya menjadi tau dan mengikuti programnyaAy (Wawancara bersama Uci salah satu masyarakat yang mengikuti program kampung KB 7 Agustus Dari wawancara di atas terlihat betapa pentingnya sosialisasi program dalam mendukung keberhasilan suatu program dan memberdayakan masyarakat yang ada,selain menarik masyarakat untuk bergabung pada program kampung KB dengan sosialisasi masyarakat juga bisa saling akrab satu sama lainnya karena bertemu pada satu forum yang di sediakan pemerintah untuk mensosialisasikan program kampung KB. Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Gambar. 4 Sosialisasi dan Posyandu Sumber:Dokumentasi Peneliti 2024 Gambar. 4 juga mempertegas bagaimana keadaan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk melaksanakan program Kampung KB tersebut. Sosialisasi yang dilakukan tidak pada satu tempat yang layak melainkan berpidah seperti dikantor desa dan dirumah warga. Sosialisasi program sudah baik,mereka melakukan sosialisasi secara rutin dan dengan berbagai cara agar menarik masyrakat untuk mengetahui dan mengikuti program kampungg KB,hanya saja fasilitas dan tempat untuk sosialisasi secara langsung sangat terbatas. Tetapi pada dasarnya mereka masyarakat tetap saja tidak peduli,BKKBN juga sudah melakukan sosialisasi program pada desa Semelinang Darat untuk menarik minat meraka. Tujuan Program. Tujuan program merupakan hasil akhir atau pencapaian yang ingin diraih melalui pelaksanaan suatu program. Tujuan ini menjadi panduan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan Tujuan biasanya dirumuskan secara spesifik agar jelas dan terukur, serta disesuaikan dengan kebutuhan atau permasalahan yang ingin diatasi. Tujuan dari program kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau kelurahan melalui program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KB-PK): Mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Meningkatkan derajat Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 kesehatan masyarakat. Meningkatkan kesejahteraan keluarga. Meningkatkan kualitas lingkungan. Meningkatkan partisipasi masyarakat. Kampung KB merupakan program pemerintah yang mengintegrasikan berbagai (Ramadhani, 2. Program ini dilaksanakan di tingkat desa atau kelurahan. Beberapa kegiatan yang dilakukan di Kampung KB, antara lain: Posyandu. Imunisasi. Penyuluhan kesehatan reproduksi. Pemberdayaan ekonomi dan sosial. Pengelolaan lingkungan yang berikut tujuan program kampung KB. Peningkatan kualitas sumber daya Meningkatkan pengelolaan keluarga yang sehat dan berkualitas. Pengendalian pertumbuhan penduduk : Mendukung program keluarga berencana (KB) untuk menekan angka kelahiran dan mencapai struktur penduduk yang seimbang (Magdalena, 2. Peningkatan kesejahteraan keluarga: Memberikan keluarga melalui kegiatan usaha mikro atau kelompok usaha bersama : Peningkatan akses layanan dasar. Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas sosial lainnya. Penguatan ketahanan keluarga. Menanamkan nilai-nilai budaya, agama, dan moral untuk membangun karakter keluarga yang kuat dan harmonis. Tujuan Program Kampung KB di perjelas oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN. Wawancara peneliti bersama Ibuk drg. Tengku Mita Maya Don. Si Sekretaris perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Riau sebagai berikut: AuTujuan program Kampung Keluarga Berkualitas adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui berbagai upaya terpadu yang melibatkan aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Program ini dirancang untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat di tingkat kampung/desa. awancara bersama Ibu drg. Tengku Mita Maya Don. Si Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Riau 8 November 2. Dari hasil wawancara tersebut terlihat betapa pentingnya tujuan dari program kampung KB yang sangat mendukung untuk kesejahteraan rakyat. Membuka peluang kepada masyarakat untuk memperbaiki pola hidup yang di fasilitasi oleh pemerintah. Tujuan pemantauan pada progrm Kampung Keluarga Berkualitas: menilai Pencapaian Target Memastikan indikator-indikator Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu peningkatMn kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi, tercapai. Identifikasi Masalah: Mengidentifikasi kendala atau hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan Memberikan Rekomendasi: Memberikan masukan atau strategi baru untuk meningkatkan efektivitas program ke depannya. Pihak yang Terlibat dalam Pemantauan BKKBN (BKKBN, 2. : Sebagai penggerak utama program. Pemerintah Daerah: Untuk mendukung pelaksanaan dan pengawasan di tingkat lokal. Kelompok Masyarakat: Untuk memberikan masukan dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan. Mitra Organisasi: Lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau sektor swasta yang berkontribusi dalam implementasi program. Keberhasilan suatu program dapat dilihat dari kesesuaian anatar perencanaa dan pelaksanaannya,terukur atau akuntabel hasilnya serta ada keberlanjutan aktivitas yang merupakan dampak dari program itu sendiri. Melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi maka keberhasilan,dampak,dan kendala pelaksanaan suatu program dapat diketahui. Pemantauan melihat,memantau jalannya program dan menilai ketercapaian tujuan. Selain itu juga melihat faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan program tersebut. Pemantauan suatu program bertujuan untuk mengevaluasi suatu program dalam hal ini adalah program Kampung Keluarga Berkualitas oleh Kementerian Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Riau (BKKBN). Evaluasi program merupakan satu metode untuk mengetahui dan menilai efektivitas suatu program dengan membandingkan kriteria yang telah ditentukan atau tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang dicapai (Nonci, 2. Hasil yang dicapai dalam bentuk informasi digunakan sebagai bahar. pertimbangan untuk pembuatan keputusan dan penentuan kebijakan. Jenis evaluasi yang akan digunakan sangat tergantung dari tujuan yang ingin dicapai lembaga, tahapan program yang akan dievaluasi dan jenis keputusan yang akan diambil. Dengan demikian Evaluasi Program adalah proses untuk mengidentifikasi, mengwunpulkan fakta. menganalisis data dan menginterpretasikan, serta meryajikan informasi untuk pembuatan keputusan bagi pimpinan. Evaluasi program dilaksanakan secara sistematik seiring dengan tahapan . aktu pelaksanaa. program untuk mengetahui ketercapaian tujuan, dan memberikan umpan balik untuk memperbaiki program. Hambatan Yang di Hadapi dalam Implementasi Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu yaitu : Kualitas Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Pelayanan Sumber Daya Manusia: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dalam pelaksanaan Program Kampung KB sangat penting dilakukan agar kesuksesan program dapat terlaksanakan dengan baik. Untuk itu perlunya mengembangkan pemahaman staff yang bertanggung jawab atas program kampung kb dengan memberikan pembekalan yang baik agar para staf memiliki rasa pemahaman yang mau mereka kembangkan dan mereka bagikan kepada masyarakat luas. Berdasarkan wawancara dengan bapak Toni Kusnadi Kepala Desa Semelinang Darat yang mengatakan: AuPerwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan aparat desa Semelinang Darat sudah melakukan sosialisasi mengenai program BKKBN yaitu Program Kampung KB,memang dari pihak desa yang mengikuti pertemuan sosialisasi untuk program kampung KB tidak semua yang mengikuti hanya 2 sampai 3 orang maka dari itu untuk pemahaman yang di dapat setiap orang berbeda-beda dan cara penyampai ke masyarakat juga berbeda-beda. Setiap sosialisasi yang dari aparat desa ke masyarakat itu juga tidak selalu orang yang mengikuti sosialisasi ditingkat kecamatan, maka dari itu untuk kualitas pelayanan sosialisasi pemahaman program kampung keluarga berkualitas ini memang sedikit tidak efektivAy (Wawancara bersama bapak Toni Kusnadi Kepala Desa Semelinang Darat 28 Desember 2. Dalam melayani masyarakat seorang aparatur juga harus memiliki skill tersendiri dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan untuk melayani masyarakat. Dari wawancara di atas dapat dilihat bagaimana pentingnya pemahaman seorang pelayanan masyarakat untuk berbagi ilmu terutama mengenai program kampung keluarga berkualitas di desa semelinang darat tersebut. Untuk pelayanan kader-kader kepada masyarakat peneliti juga memawancara kepala posyandu yaitu ibu Ayu Wulandari. Md. Keb berikut wawancara bersama ibu Ayu Wulandari: Aukualitas pelayanan untuk program kampung KB memang bisa di katakan tidak terlalu bisa memuaskan hati masyarakat karena banyak kader-kader yang ditunjuk sebagai bagian dari penanggung jawab program kampung KB yang tidak aktif,nama mereka memang masuk di struktur penanggung jawab program kampung KB tetapi oknum yang kadang ada kadang tidak ada,karena itulah hanya beberapa yang aktif untuk memberikan pelayana kepada masyarakat dengan keterbatasan pengetahuan dan keterbatasan waktu dengan berbagai kesibukan,tetapi apabila sedang melakukan kegiatan program kampung KB kami aparat penaggung jawab program kampung KB mengusahakan menyediakan pelayanan yang baikAy . awancara bersama ibu Ayu Wulandari,. Md. Ked kepala posyandu desa semelinang darat, 28 Desember 2. Wawancara di atas memperjelas bagaimana kualitas pelayanan terhadap program kampung KB,dari desa sendiri mereka mempunyai struktur penanggung jawab untuk program kampung KB ini tetapi banyaj mereka yang tidak aktif. Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu Dari sekian banyak orang yang masuk dalam struktur organisasi penanggung jawab program kampung KB tidak semua aktif membantu pelayanan program kampung KB hanya ada sebagian yang aktif. Orang yang terdaftar di struktur penanggung jawab program kampung KB sebenarnya ada di kampung tersebut tetapi karena keterbatasan pengetahuan mereka memilih untuk diam dan tidak melakukan tanggung jawabnya. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat : Pemahaman masyarakat dalam menggunakan website adalah hal yang sangat penting agar layanan dapat diberikan bukan hanya secara langsung menunggu adanya sosialisasi terlebih dahulu tetapi juga bisa melalui media sosial. Pada era sekarang adanya media sosial BKKBNRIAU masyarakat sudah seharusnya mau membaca bagaimana bentuk dari program kampung keluarga berkualitas ini. Namun kementerian perwakilan badan kependudukan dan keluarga berencana juga harus memperhatikan masyarakat yang tidak melek akan teknologi. Tetap harus melalukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang program kampung KB kepada masyakara. Dalam program kampung KB peran masyarakat sangat dibutuhkan agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Dalam hal ini yang menjadi faktor utama yang mendukung adalah kemauan,kemampuan dan kesempatan. Kurangnya pastisipasi masyarakat dalam mengikuti program kampung KB yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat dan berkaluarga,masyarakat tidak paham akan program kampung KB yang mereka tau hanya suntik KB,Implan dan sejenis alat KB lainnya. Mereka berpendapat bahwa program kampung KB hanya untuk perempuan yang ber-KB. Wawancara bersama kepala posyandu ibu Ayu Wulandari,. Md. Ked: Aupengetahuan kader-kader dan masyarakat memang sangat kurang mengenai program kampung KB,karena sosialisasi antara kader- kader dan aparat pemerintah bagian BKKBN itu hanya dilakukan dan di ikuti oleh beberapa orang kader KB terkadang hanya satu orang yang mengikuti,dari pemahaman kader-kader yang mengikuti sosialisasi BKKBN mereka menyampaikan kepada kader desa yang lain karena keterbatasan pengetahuan maka penyampaian yang disampaikan dan pemahaman setiap orang jadi berbeda-beda yang mengakibatkan salah pemahaman dan salah penyampaian kepada masyarakatAy . awancara bersama ibu Ayu Wulandari selaku kepala posyandu desa semelinang darat, 28 Desember 2. Pemahaman setiap kader memang sangat perlu untuk memahami bagaimana bentuk program kampung keluarga berkualitas ini, untuk memahami sebuah program Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 memang memerlukan orang-orang yang mau untuk memahami program kampung keluarga berkualitas dan mau menyampaikan kepada masyarakat dengan baik agar masyarakat mengerti akan manfaat program kampung keluarga berkualitas. Simpulan Efektivitas program kampung keluarga berkualitas KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu dapat dilihat: Ketepatan Sasaran Program kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal karena masih ada masyarakatyang tidak ikut mengikuti program kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu. Sosialisasi Program masih kurang efektif karena tidak semua masyarakat yang ikut dalam sosialisasi. Pencapaian Tujuan Program Kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu belum optimal karena masih ada masyarkaat yang belum paham apa itu program kampung KB dan juga masih kurangnya pemahaman terhadap kader- kader di kampung KB. Pemantauan Program untuk pemantauan program pemerintah telah melakukan pemantauan program kampung KB di Desa Semelinang Darat. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan program kampung KB di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indragiri Hulu yaitu kurang nya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program kampung KB. Karena salah satu keberhasilan dari program kampung KB ialah keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti program Kampung KB. Kurangnya sarana/prasarana dalam kegiatan Program Kampung Keluarga Berkualitas KB menjadi hambatan yang dialami para kader dan masyarakat seperti tidak adanya tempat pertemuan khusus untuk melakukan sosialisasi dan tidak adanya rumah data untuk tempat penyimpanan data. Hambatan budaya dan agama, salah satu penghambat bagi masyarakat dalam mengikuti program kampung KB karena beberapa masyarkat memiliki pandangan negative terhadap penggunaan alat kontrasepsi atau batasanbatasan jumlah anak. Kurang nya pemahaman dan pengetahuan kader merupakan hambatan dari keefektivitasan program kampung KB. Referensi