Journal of SERVITE Volume 5 No. Desember 2023, p 81 - 93 ISSN: 2714-5220 . ISSN: 2716-2133 . DOI : https://doi. org/10. 37535/1020054220232 https://journal. edu/index. php/servite/ Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor Andys Tiara*1. Sri Mustika2. Husnin Nahry Yarza3 1,2Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. UHAMKA 3Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UHAMKA ABSTRAK Kampung Pulo Geulis kini telah berkembang dari kawasan permukiman kumuh menjadi Kampung Wisata Tematik yang dapat menarik kunjungan wisata. Kepadatan penduduk, akses serta sarana dan prasarana yang tidak memadai hingga letak geografis yang berada di tengah Sungai Ciliwung, dan status Pulo Geulis yang kini menjadi kampung wisata membuatnya menjadi pusat berbagai aktifitas pelaku wisata, oleh karena itu tentunya hal tersebut membuat Pulo Geulis tidak terhindar dari peningkatan timbulan sampah dan rentan kembali menjadi pemukiman kumuh, bahkan sungai berpotensi menjadi pembuangan sampah dan limbah lain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, dan menunjang keberlangsungan serta perekonomian Kota Bogor khususnya warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Adapun metode pelaksanaan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil kegiatan ini menunjukan pengelolaan sampah warga berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. untuk lingkungan yang berkelanjutan di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor dapat menumbuhkan motivasi dan minat peserta dalam melakukan praktik pengelolaan sampah sebagai upaya dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan wisata. Peserta juga telah memahami alasan penting dan dampak negatif dari pengelolaan sampah yang dapat mengancam kualitas hidup, kesejahteraan, serta perekonomian Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kebersihan dan keindahan serta kemampuan warga dalam pengelolaan sampah dapat menjadi penciptaan ruang kampung berciri khas dalam hal pariwisata, dan tentunya hal ini bisa menjadi keunggulan maupun kelebihan lain yang dapat ditonjolkan Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik di Kota Bogor. Kata kunci: Sampah. Kampung Wisata. Pulo Geulis ABSTRACT Pulo Geulis has grown from a slum area into a Thematic Tourism Village which can attract tourist visits. Population density, inadequate access, facilities and infrastructure to the geographic location in the middle of the Ciliwung River, and the status of Pulo Geulis which is now a tourist village have made it the center of various tourist activities, therefore of course this makes Pulo Geulis unavoidable from increase in waste generation and vulnerability to turning back into slums, and rivers have the potential to become garbage and other waste dumps. The purpose of this activity is to make a real contribution to society in order to improve the quality of life, welfare, and support the sustainability and economy of Bogor City, especially residents in the Pulo Geulis Thematic Tourism Village Area. Participatory Rural Appraisal (PRA) is the method used in this The results show that community waste management based on 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. for a sustainable environment in the Pulo Geulis can foster motivation and interest participants in carrying out waste management practices as an effort to maintain cleanliness and beautification of tourist Participants have also understood the important reasons and negative impacts of waste management that can threaten the quality of life, welfare, and the economy of Pulo Geulis Thematic Tourism Village. Cleanliness and beauty as well as the ability of residents in waste management can be the creation of a village space with unique characteristics in terms of tourism, and of course this can be another advantage or advantage that can be highlighted by Pulo Geulis as a Thematic Tourism Village in Bogor City. Keywords: Trash. Thematic Tourism Village. Pulo Geulis Corresponding Author: Andys Tiara. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Jl. Limau II Jl. Limau II No. RT. 3/RW. Kramat Pela. Kec. Kebayoran Baru. South Jakarta 12130. Email: andys@uhamka. Article History Submitted December 2023. Accepted December 2023. Published January 2024 Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor PENDAHULUAN Kampung Pulo Geulis merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh yang terletak di Kelurahan Babakan Pasar. Kecamatan Bogor Tengah. Kota Bogor yang kini telah berkembang menjadi Kampung Wisata Tematik. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 mengenai Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pemerintah Kota Bogor telah memperbaiki kawasan permukiman kumuh menjadi kampung tematik yang dapat menarik kunjungan wisata, adapun empat . kampung tematik yang telah terrealisasikan diantaranya Kampung Warna-Warni. Kampung Labirin. Kampung Internasional, dan Kampung Pulo Geulis. Pulo Geulis telah ditetapkan sebagai Kampung Wisata Tematik oleh Pemerintah Kota Bogor karena beragam keunikannya yang ada (Purboyo, 2. Beragam keunikan yang menjadikan Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik ialah dapat dilihat secara letak geografisnya yang berada ditengah-tengah dan membelah aliran Sungai Ciliwung. Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik juga memperlihatkan keunikannya melalui sejarah, yaitu dengan adanya keberadaan Vihara Maha Brahma atau yang dikenal dengan Kelenteng Pan Kho Bio sekaligus sebagai ikonik di Pulo Geulis (Desnamita. , & Mbulu, 2. Kelenteng Pan Kho Bio sudah ada sejak abad ke-16 dan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya sejak tahun 2012 (Handari & Bella, 2. Pada kondisi umum. Kelenteng merupakan rumah ibadah Umat Budha, namun Kelenteng Pan Kho Bio sering digunakan oleh Umat Muslim untuk menunaikan ibadah sholat di salah satu ruangan didalamnya karena minimnya tempat ibadah. Keberadaan Kelenteng Pan Kho Bio di kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dan agama masyarakat dapat bersatu dalam kerukunan dan rasa saling menghormati, serta semangat untuk bersamasama membangun potensi desa yang dimiliki. Selain keberadaan Kelenteng Pan Kho Bio. Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis menyimpan berbagai keindahan lainnya yang menarik untuk dieksplorasi salah satunya adalah kreativitas warga yang diekspresikan melalui mural-mural yang mewarnai tembok-tembok pemukiman. Sebagian dari mural tersebut menceritakan tentang sejarah awal terbentuknya Pulo Geulis, lingkungan, hewan dan tumbuhan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Pulo Geulis. Keberadaan Perguruan Silat Bina Salayu dan Kediaman Mbah Juarsah sebagai pendirinya juga ikut mewarnai keunikan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis, tidak hanya itu berbagai kerajinan tangan khas, cindera mata produk kreatif, hingga kuliner makanan legendaris yang mengunggah selera juga akan menghiasi wisatawan ketika berkunjung. Berbagai hal menarik yang dimiliki Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis manjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke kota Bogor. Sebagai Kampung Wisata Tematik. Pulo Geulis banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah untuk melihat beragam keunikan yang ada (Handari & Bella. Wisatawan yang datangpun tidak hanya melihat-lihat saja, tetapi banyak juga yang datang untuk belajar keagamaan dan sejarah mengenai etnis Tionghoa dan Sunda yang ada di Bogor (Hariyati. Rahmawati. , & Akbari, 2. Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis kinipun menjadi pusat berbagai aktifitas manusia baik itu penduduk lokal, pelaku wisata, maupun pengunjung atau wisatawan. Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor Ramainya pegunjung atau wisatawan lokal maupun mancanegara di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis dapat menimbulkan dampak ekonomi yang positif seperti pendapatan daerah. Selain pengaruh positif, tentu ada pengaruh negatif yang dapat ditelusuri sebagai kerugian yang timbul akibat pengembangan pariwisata. Menurut Suzanna . alam Aziz. Dewilda. , & Putri, 2. pengaruh negatif terhadap aspek lingkungan di sekitar kawasan wisata yaitu adanya polusi udara, pencemaran air, serta penurunan kualitas lingkungan karena sampah. Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu Menurut UU No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Mahyudin, 2. Sampah terdiri dari sampah rumah tangga, sampah sejenis rumah tangga dan sampah spesifik. Sampah pariwisata termasuk ke dalam sampah sejenis sampah rumah tangga (Ismowati. Nur Avianto. Sulaiman. Liany Rihadatul Aisi. , & Zaynul Firmansyah, 2. Sampah sejenis sampah rumah tangga wajib untuk dikelola yaitu dengan cara pengurangan dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan. Sebagai Kampung Wisata Tematik, kini Pulo Geulis tidak lepas dari peningkatan timbulan sampah seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, terlebih Pulo Geulis hanya memiliki luas sebesar 3,5 Ha dan dihuni kurang lebih oleh 2. 500 jiwa, dengan kata lain Pulo Geulis memiliki kepadatan sebesar 700 jiwa/Ha, dan akses serta sarana dan prasarana yang tidak memadai (Handari & Bella, 2. Permukiman yang padat dan aktifitas yang dilakukan para wisatawan dan pelaku wisata setempat pada akhirnya menghasilkan sampah baik yang mudah hancur maupun yang baru bisa musnah dalam waktu lama. Sampah tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan semakin menumpuk dan mengotori lingkungan. Bila kondisi ini tidak segera diperhatikan maka akan dapat mengancam keberlangsungan dan keindahan Pulo Geulis sebagai Kawasan Kampung Wisata Tematik. Terlebih, letak geografis yang berada di tengah Sungai Ciliwung, membuat Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis rentan kembali menjadi pemukiman kumuh dan sungai berpotensi menjadi pembuangan sampah dan limbah lain. Bersamaan dengan hal tersebut, volume sampah tentunya akan selalu meningkat seiring bertambahnya kepadatan penduduk dan meningkatnya jumlah pelaku pariwisata yang mengunjungi Wisata Tematik Pulo Geulis. Berdasarkan analisis situasi yang telah dipaparkan dan hasil observasi. Tim Pengabdian Masyarakat (PkM) merumuskan permasalahan yang dihadapi mitra sebagai . Mitra belum memahami mengenai pentingnya dan dampak negatif pengelolaan sampah yang dapat mengancam kualitas hidup, kesejahteraan, serta perekonomian mitra. Mitra memiliki semangat dalam melakukan dan menghadapi perubahan secara teoritis, namun belum diimbangi dengan kedisiplinan secara praktis terkait dengan pengelolaan sampah. Sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kampung Kawasan Tematik Pula Geulis masih belum informatif dan berkembang, sehingga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh mitra. Melihat fenomena tersebut. Tim pelaksanaan PkM berupaya untuk memberikan solusi pada permasalahan mitra dengan memberikan AuPenguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor BogorAy. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, dan menunjang keberlangsungan serta perekonomian Kota Bogor khususnya warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi, sebab jika permasalahan sampah tidak segera diatasi secara baik, maka tempat wisata tersebut akan dapat mengancam keindahan dan keberlangsunganya. Pengelolaan sampah yang tidak maksimal di kawasan wisata akan dapat berdampak terhadap wisatawan yang berkunjung ke sana. Tumpukan sampah yang tidak segera diatasi akan membuat wisatawan tidak nyaman dan tidak betah berada di kawasan wisata tersebut. Lebih lanjut hal ini dapat berdampak kepada berkurangnya jumlah wisatawan. Konsep kampung tematik menurut Idziak. Majewski, & Zmyslony . dalam Tamara & Rahdriawan . lebih pada menawarkan masyarakat untuk terlibat proaktif, sehingga tidak hanya berbasis masyarakat tetapi juga penciptaan ruang kampung berciri khas yang berkelanjutan oleh masyarakat. METODOLOGI PELAKSANAAN Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor merupakan Program Kegiatan Masyarakat (PkM) yang dilakukan secara berkelompok oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) dari dua lintas minat berbeda yaitu Program Studi Ilmu Komunikasi dan Biologi. Kegiatan ini merupakan skema PkM yang didukung oleh Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHAMKA. Adapun metode pelaksanaan kegiatan Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor terlaksana dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Menurut Riptanti. , & Widyamurti . , metode Participatory Rural Appraisal (PRA) merupakan suatu metode PkM yang menekankan pelibatan aktif para stakeholder dalam kegiatan mulai analisis situasi, perencanaan sampai implementasi kegiatan. Gambar 1. Diagram Alir Pelaksanaan Kegiatan PkM Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor Sumber: Dokumentasi Penulis . Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor Pada Gambar 1 tersebut, menjelaskan mengenai langkah-langkah maupun tahaptahap implementatif dari solusi yang telah direncanakan. Implementasi kegiatan PkM ini dilaksanakan secara luring berbentuk forum pertemuan untuk kegiatan penguatan mengenai AuPengelolaan Sampah Warga Berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. dan Dampak Negatif Untuk Lingkungan yang Berkelanjutan" yang disampaikan oleh Husnin Nahry Yarza. Si, pada Minggu, 30 Juli 2023, di Kelenteng Pan Kho Bio. Peserta pada kegiatan ini dihadiri sebanyak 35 orang warga dan dihadiri oleh Bapak Jalal selaku Ketua RW 4 Pulo Geulis. Bapak Chandra selaku Pengurus Kelenteng Pan Kho Bio, hingga Ibu Dina sebagai Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepa. Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Pengujian terhadap pemahaman peserta terkait dengan pengelolaan sampah warga dilakukan melalui Post Test yang telah disediakan sebagai bagian dari evaluasi program. HASIL DAN PEMBAHASAN Permukiman kumuh adalah produk dari pertumbuhan penduduk, kemiskinan dan kurangnya Pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan dan menyediakan pelayanan kota yang memadai (Cahya. , & Juanda, 2. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dijelaskan bahwa Permukiman Kumuh adalah permukiman yang tidak laik huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (Ervianto. , & Felasari, 2. Lokasi yang cenderung digunakan sebagai permukiman kumuh umumnya lahan-lahan milik Pemerintah yang pengelolaan kawasannya tidak terdefinisikan dengan jelas, salah satunya di sekitar Bantaran Sungai. Pulo Geulis sendiri adalah nama sebuah pulau kecil ditengah maupun bantaran Sungai Ciliwung. Kota Bogor. Secara geografis perjalanan ke Pulo Geulis dapat dicapai dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sepeda motor melewati jembatan yang menghubungkannya dengan tepian Sungai Ciliwung. Kampung Pulo Geulis kini telah berkembang dari kawasan permukiman kumuh menjadi Kampung Wisata Tematik yang dapat menarik kunjungan wisata di Kelurahan Babakan Pasar. Kecamatan Bogor Tengah. Kota Bogor. Kepadatan penduduk, akses serta sarana dan prasarana yang tidak memadai hingga letak geografis yang berada di tengah Sungai Ciliwung, dan status Pulo Geulis yang kini menjadi kampung wisata membuatnya menjadi pusat berbagai aktifitas pelaku wisata, oleh karena itu tentunya hal tersebut membuat Pulo Geulis tidak terhindar dari peningkatan timbulan sampah dan rentan kembali menjadi pemukiman kumuh, bahkansungai berpotensi menjadi pembuangan sampah dan limbah lain. Menurut Idziak Majewski dan Zmsylony . alam Tamara. , dan Rahdriawan, 2. konsep Kampung Wisata Tematik itu sendiri pada hakikatnya ialah menawarkan masyarakat untuk terlibat proaktif, sehingga tidak hanya berbasis masyarakat tetapi juga penciptaan ruang kampung berciri khas yang berkelanjutan oleh masyarakat. Sebagai Kampung Wisata Tematik, warga Pulo Geulis perlu memperhatikan dan terlibat secara proaktif dalam menjaga dan mengelola keberlanjutan Pulo Geulis, tidak terkecuali Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor permasalahan mengenai pengelolaan sampah yang tentunya lambat laun akan mengancam keindahan dan keberlanjutan Kampung Wisata Tematik. Kebersihan dan keindahan serta kemampuan warga dalam pengelolaan sampah dapat menjadi penciptaan ruang kampung berciri khas dalam hal pariwisata. Pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan PkM ini. Tim PkM meninjau bahwasanya kesadaran dan kepedulian untuk pengelolaan sampah oleh warga Pulo Geulis terlihat masih sangat kurang. Hal tersebut didapati dari observasi dan distribusi pemetaan pemahaman warga terkait pengelolaan sampah di kawasan wisata melalui PreTest, ditemukan bahwasanya warga Pulo Geulis memiliki semangat yang tinggi dalam melakukan dan menghadapi perubahan secara teoritis, namun hal ini belum diimbangi dengan kedisiplinan secara praktis terkait dengan pengelolaan sampah di area wisata yang sekaligus menjadi tempat pemukiman warga. Dina Indrawati selaku Ketua Kompepar Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis menyatakan bahwasanya pemuda di Kampung Pulo Geulis adalah pemuda yang sigap dan aktif terutama dalam hal pengelolaan sampah, namun terdapat kendala yang menjadi hambatan warga dan pemuda dalam pengelolaan sampah yakni dalam pembentukan Bank Sampah, kendala tersebut yaitu terhambat pada pemenuhan persyaratan pendirian Bank Sampah khususnya pada letak atau lahan pendirian yang harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya untuk jauh dari pemukiman warga atau tempat tinggal, sementara Pulo Geulis memiliki lahan yang tidak mendukung. Tidak hanya pada lahan, namun juga ada kendala pada Tata Kelola Bank Sampah, khususnya pada praktik warga dalam pengelolaan sampah dengan prinsip 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. yang masih sulit untuk secara disiplin dipahami dan dipraktikan. Salah satu warga Kampung Pulo Geulis juga mengatakan bahwa dibeberapa titik di Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis, meskipun tidak banyak sudah terdapat tempat sampah fiber dengan tiga warna yaitu Hijau. Kuning, dan Merah, namun secara fungsional belum diterapkan oleh warga. Tempat Sampah berwarna hijau yang seharusnya diisi dengan sampah organik, kuning dengan sampah anorganik dan merah untuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B. belum diimplementasikan sesuai fungsinya pada praktik pembuangan sampah. Warga Pulo Geulis belum melakukan atau menerapkan pemilahan sampah baik secara sosial dilingkungan terbuka maupun pemilahan sampah di rumah mereka sendiri. Kurangnya waktu menjadi penyebab mengapa warga belum memilah sampah dengan baik. Kehidupan yang padat aktivitas seringkali membuat warga kesulitan untuk menyisihkan waktu melakukan pemilahan sampah. Selain itu, banyak warga belum merasa bahwa pemilahan sampah merupakan tanggung jawab mereka, terlebih Pulo Geulis saat ini merupakan area wisata yang mana hal tersebut sangat penting untuk dilakukan. Tim PkM juga mendapati bahwa di Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis, sebagian besar warga mengungkapkan bahwa mereka memiliki kegiatan rutin kerja bakti membersihkan lingkungan yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran dan sampah yang telah ditetapkan, namun pada praktiknya hal tersebut sangat jarang dilakukan. Kerja bakti merupakan salah satu upaya masyarakat ddalam membentuk lingkungan bersih secara bersama-sama dengan waktu yang telah Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor ditetapkan sebagai bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran dan sampah (Khamim. , & Asyhari, 2. Idealnya kegiatan rutin kerja bakti membersihkan lingkungan dapat dilakukan setiap hari minggu dalam jangka waktu 2 minggu sekali atau minimal dapat dilakukan 1 bulan sekali (Irawati. Hartono. , & Marcella, 2. Atas dasar tersebut Tim PkM mendapati bahwasanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kampung Kawasan Tematik Pula Geulis masih sangat terbatas dan belum memadai, sehingga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Tidak hanya itu, warga juga belum memahami mengenai pentingnya dan dampak negatif dari pengelolaan sampah yang dapat mengancam kualitas hidup, kesejahteraan, serta perekonomian Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Permasalahan yang ditemui mencerminkan ketidakseimbangan antara kesadaran pengelolaan sampah dan ketersediaan sarana dan prasarana hingga tata kelola pengelolaan sampah. Kegiatan penguatan pemahaman pengelolaan sampah warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor menjadi solusi yang diberikan oleh Tim PkM untuk mengatasi permasalahan yang ditemui. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini bertemakan AuWisata Ramah Lingkungan Dukung Aspek Keberlanjutan Pulo GeulisAy. Tim PkM menyampaikan metari penguatan dengan tajuk AuPengelolaan Sampah Warga Berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. untuk Lingkungan yang BerkelanjutanAy yang disampaikan oleh Husnin Nahry Yarza. Si. Sebanyak 36 orang warga hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini, 38% diantaranya ialah Generasi Z . -23 Tahu. , 46% Millenial . -39 Tahu. dan 15% Generasi X . -56 Tahu. (Utami, 2. Jenis kelamin peserta yang mengikuti kegiatan ini diantaranya ialah 73% laki-laki dan hanya 27% Sebagian besar peserta berstatus Wiraswasta. Wirausaha, dan Pelajar, beberapa lainnya dihadiri oleh Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga. JENIS KELAMIN PESERTA PKM Laki-Laki Perempuan STATUS PESERTA KEGIATAN PKM Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Pelajar Wirausaha Mahasiswa Gambar 2. Grafik Identitas Peserta Kegiatan PkM Di Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis Sumber: Dokumentasi Penulis . Kegiatan penguatan ini dibuka oleh Bapak Jalal selaku Ketua RW 4 Pulo Geulis, yang menghimbau kepada para peserta bahwa kawasan wisata yang bersih, indah, rapi, aman dan nyaman, tentunya akan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung, hal ini tentunya akan berdampak bagi keberlangsungan Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik tidak terkecuali masyarakat didalamnya oleh karena itu pengelolaan sampah Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor merupakan tanggung jawab bersama, tak hanya Pemerintah. Pengurus RT atau RW tapi juga Masyarakat. Selain itu Bapak Chandra selaku Pengurus Kelenteng Pan Kho Bio juga mengatakan adalah suatu kebahagiaan bagi warga Pulo Geulis mendapatkan perhatian dari teman-teman Dosen UHAMKA yang ingin membantu dan mendukung kemajuan Pulo Geulis. Pada kemajuan Pulo Geulis, warga diharapkan untuk tidak mengharapkan apa yang dapat diterimanya untuk Pulo Geulis itu sendiri, tapi apa yang dapat saya . ebagai warg. dapat berikan untuk Pulo Geulis, warga harus bersama-sama membangun keberlanjutan dan keindahan Pulo Geulis dan tentunya dibawah dukungan dan semangat dari warga itu sendiri, tutur Bapak Chandra. Dra. Tellys Corliana sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UHAMKA) juga turut memberikan sambutan dan pesan dalam pembukaan kegiatan ini, bahwasanya permasalahan sampah merupakan permasalahan yang tidak bisa dihindari dan dialami oleh semua pihak dan sering kali mengganggu keindahan lingkungan, sementara itu jika terkait dengan pariwisata tentunya akan berkaitan erat dengan keindahan dan kebersihan lingkungan olekarena itu, diharapkan generasi muda Pulo Geulis dapat menjadi pemegang tanggung jawab dalam melestarikan dan menjaga keberlangsungan pulo geulis ini, terlebih saat ini sebagai lingkungan wisata. Sebagaimana hasil temuan Tim PkM yang telah dipaparkan, terjadi ketidakseimbangan antara pengetahuan secara teoritis dengan praktis terhadap pengelolaan sampah. Pada saat kegiatan berlangsung para peserta dengan aktif menunjukan bahwa mereka mengetahui dengan baik apa itu pengelolan sampah berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. di area wisata, hingga sadar akan tindakan yang dapat diambil untuk meningkatkan pengelolaan sampah yakni dengan mengajak masyarakat lokal dan pengunjung untuk berpartisipasi dalam pemilahan sampah, sampai dengan bagaimana cara mendukung program pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah organik, non-organik dan B3. Bahkan peserta dalam kegiatan ini memahami manfaat dari pengelolaan sampah yang baik di objek wisata guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Namun pada praktiknya, mereka belum secara disiplin melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar, hal tersebut mencerminkan bahwasanya warga Pulo Geulis belum memahami apa dampak negatif dari buruknya pengelolaan sampah di area wisata dan alasan penting untuk melibatkan warga dalam pengelolaan sampah di objek wisata. Husnin Nahry Yarza. Si. sebagai Narasumber dalam kegiatan ini memberikan penguatan kembali kepada peserta mengenai Pengelolaan Sampah Warga Berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. Pada pemaparannya Husnin Nahry Yarza. Si. memberikan penjelasan mengenai sampah, jenis sampah dan masa penguraian sampah, pengelolaan sampah melalui 4R, hingga beragam kegiatan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan dalam mengurangi sampah dan menghadapi keterbatasan fasilitas Bank Sampah yang dihadapi warga Pulo Geulis. Husnin Nahry Yarza. Si. bahwasanya peningkatan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah menjadi kunci keberlanjutan lingkungan yang akan menuju kepada penurunan angka pencemaran. Kebersihan dan keindahan serta kemampuan warga dalam pengelolaan sampah dapat menjadi penciptaan ruang kampung berciri khas dalam hal pariwisata, dan tentunya hal Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor ini bisa menjadi keunggulan maupun kelebihan lain yang dapat ditonjolkan Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik. Permasalahan sampah merupakan masalah laten yang belum tertangani secara optimal, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan. Husnin Nahry Yarza. Si. menuturkan bahwasanya sampah merupakan semua jenis buangan yang bersifat padat yang dibuang karena tidak dipergunakan atau tidak diinginkan atau sisa aktifitas kelangsungan hidup manusia. Sementara pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah dengan tujuan untuk. Meningkatkan kesehatan masyarakat. Meningkatkan kualitas lingkungan. Menjadikan sampah sebagai sumber daya (UU. No, 18. Tahun 2008. Tentang Pengelolaan Sampa. Gambar 3. Kegiatan Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. untuk Lingkungan Berkelanjutan Oleh Husnin Nahry Yarza. Si. Sumber: Dokumentasi Penulis . Banyak hal yang dapat dilakukan warga Pulo Geulis untuk secara praktik melakukan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan semangat perubahan yang dimiliki, keterbatasan sarana dan prasarana maupun fasilitas yang ada memang menjadi hambatan namun bukan berarti penghalang untuk melakukan perubahan, terlebih jika sudah memiliki dasar pemahaman dan semangat perubahan terkait dengan pengelolaan sampah, hal tersebut perlu diimbangi dengan kamauan. Perubahan yang dilakukan tentunya bisa disesuaikan dengan kemampuan warga Pulo Geulis, dan hal tersebut bisa dimulai dari hal kecil atau sederhana yangmana bisa dilakukan oleh setiap individu. Husnin Nahry Yarza. Si mengatakan dengan 4R warga Pulo Geulis dapat melakukan pengurangan sampah sebagai praktik dari pengelolaan sampah. Reduce, upaya minimalisasi sampah dari sumber. Reuse, memanfaatkan kembali sampah. Recycle, melakukan pemrosesan sehingga menghasilkan produk lainnya. Replace, mengganti barang yang digunakan dengan lebih ramah lingkungan. Melalui 4R ini. Husnin Nahry Yarza. Si juga menekankan bahwa warga Pulo Geulis dapat menjalankan gaya hidup minim sampah dengan cara. Membuat kompos dari sampah organik. seperti halnya mengalihfungsikan sepatu menjadi pot bunga yang . Berbelanja sesuai kebutuhan - menyediakan layanan refill . si ulan. produk tanpa plastik. Membawa botol atau tempat saat membeli minuman atau makanan Ae Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor karena kemasan plastik dari botol air mineral yang diminum, tanpa disadari juga menyumbangkan sedikit banyak sampah plastik. Mengurangi koleksi sampah plastik . Menggunakan wadah penyimpanan. Mengganti produk sekali pakai. Membiasakan membawa kantong belanja. Berkreasi dengan sisa bahan makanan. Pada kegiatan ini pentingnya untuk warga terlibat dalam pengelolaan sampah di objek wisata juga ditekankan yakni agar Pulo Geulis terlihat lebih bersih dan indah sehingga dapat lebih menarik minat wisatawan, dengan hal tersebut maka berkaitan erat dengan pencegahan dampan negatif dari buruknya pengelolaan sampah di area wisata, yaitu salah satunya adalah kerugian ekonomi akibat menurunnya kunjungan wisatawan. Setelah dilakukan penguatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor, dilakukan evaluasi program sebagai upaya dalam mengukur tingkat ketercapaian kegiatan. Pada akhir sesi acara untuk mengetahui tercapainya tujuan kegiatan. Tim PkM melaksanakan sesi tanya jawab seputar penyampaian materi dan berbagi cerita pengalaman terkait dengan pengelolaan sampah di Pulo Geulis. Ketercapaian tersebut dapat terlihat pada kognitif peserta melaluli pemahamannya terhadap alasan penting dan dampak negatif pengelolaan sampah diarea wisata hingga timbulnya minat dan motivasi peserta terhadap praktik pengelolaan pengelolaan sampah. Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Peserta Pada Sesi Evaluasi Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga Berbasis 4R untuk Lingkungan yang Berkelanjutan Sumber: Dokumentasi Penulis . Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Penguatan Pemahaman Pengelolaan Sampah Warga di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor SIMPULAN Penguatan pemahaman pengelolaan sampah warga Berbasis 4R (Reduce. Reuse. Recycle. Replac. untuk lingkungan yang berkelanjutan di Kawasan Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kota Bogor dapat menumbuhkan motivasi dan minat peserta dalam melakukan praktik pengelolaan sampah sebagai upaya dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan wisata. Peserta juga telah memahami alasan penting dan dampak negatif dari pengelolaan sampah yang dapat mengancam kualitas hidup, kesejahteraan, serta perekonomian Kampung Wisata Tematik Pulo Geulis. Kebersihan dan keindahan serta kemampuan warga dalam pengelolaan sampah dapat menjadi penciptaan ruang kampung berciri khas dalam hal pariwisata, dan tentunya hal ini bisa menjadi keunggulan maupun kelebihan lain yang dapat ditonjolkan Pulo Geulis sebagai Kampung Wisata Tematik. Adapun saran yang didapati dalam kegiatan ini adalah agar Tim PkM dapat menindaklanjuti penguatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah di area wisata melalui praktik berbasis 4R agar masyarakat pada area wisata dapat memiliki gambaran dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah, sehingga ketercapaian bukan hanya dari sisi kognitif melainkan konatif. Bila program pengelolaan sampah di area wisata dijalankan terus menerus secara konsisten, bersama dengan pendampingan maka program tersebut akan dapat berhasil. Untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan membina peran serta masyarakat secara terarah dalam pengelolaan sampah di area wisata, maka diperlukan program yang dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh dan berdasar pada penyebar luasan ilmu pengetahuan, penggalian kesadaran, peneguhan sikap dan pembentukan perilaku yang baik pada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA