HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR KECEMASAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN SUAMI MENGHADAPI ISTRI YANG BERSALIN SPONTAN Noer Desmie1,*. Palupi Bodro Sayekti2 Program Studi Sarjana Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Medan Penulis Korespondensi: Email: agustinaleni90@gmail. ABSTRAK Suami merasa cemas sewaktu mendampingi istri yang bersalin yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dihubungkan dengan tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kecemasan dengan tingkat kecemasan. penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan penedekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling. penelitian ini dilakukan di Klinik Hadijah Medan. Hasil penelitian mayoritas responden umur 31-35 tahun sebanyak 25 orang . ,1%), mayoritas pendidikan SMA 32 orang . ,5%), mayoritas responden berpenghasilan Rp. 000,00-Rp. 000,00 sebanyak 29 orang . ,8%). pada faktor keselamatan istri dan janin mayoritas ada pengaruh 40 orang . ,1%), faktor harapan jenis kelamin mayoritas berpengaruh 27 orang . ,9%), pada faktor tanggung jawab finansial tidak ada pengaruh 28 orang . ,8%) dan pada faktor anak lahir cacat ada pengaruh 31 orang . ,6%). Analisis data digunakan uji chi square. Kesimpulan ada hubungan faktor keselamatan istri dan janin dengan tingkat kecemasan . =0,. , ada hubungan faktor harapan jenis kelamin dengan tingkat kecemasan . = 0,. , tidak ada hubungan faktor tanggung jawab finansial dengan tingkat kecemasan . = 0,. , ada hubungan faktor anak lahir cacat dengan tingkat kecemasan . =0,. Dari hasil penelitian ini diketahui ada 3 faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan suami Kata kunci : kecemasan suami PENDAHULUAN Pada merancangkan Making Pregnancy Safer (MPS) yang merupakan strtegi sektor kesehatan secara terfokus pada pendekatan dan perencanaan yang sistematis dan Salah satu strategi making pregnancy safer (MPS) adalah mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga. Output yang diharapkan dari strategi tersebut adalah menetapkan keterlibatan suami dalam mempromosikan kesehatan ibu dan meningkatkan peran aktif keluarga dalam kehamilan dan persalinan (Depkes RI, 2. Kelahiran bayi merupakan suatu peristiwa penting yang dinantikan oleh sebagian besar perempuan karena membuat ibu menjadi seorang perempuan yang telah berfungsi utuh dalam kehidupannya. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh beberapa wanita dalam menghadapi aktivitas dan peran baru sebagai ibu pada minggu-minggu melahirkan baik segi fisik maupun psikologis (Fatimah, 2. Dibutuhkan partisipasi suami menghadapi istri dari mulai kehamilan sampai persalinan antara lain: . memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri . mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan kesehatan terdekat minimal 4 kali selama kehamilan . memenuhi gizi bagi istri agar tidak terjadi kekurangan gizi (BKKBN, 2. Selama tahun 1970-an, berbagai organisasi wanita mulai menyampaikan agar pria diperbolehkan menemani pasangannya selama persalinan. akan dukungan bagi calon ibu selama persalinan terjadi bersamaan kebutuhan para pria untuk mengambil bagian lebih besar didalam kehidupan keluarga. berkembangnya peran baru pria sebagai anggota aktif didalam kehidupan keluarga, dan bukan sekedar pencari nafkah, telah diperluas dengan perannya didalam anak-anaknya. Tidaklah mudah untuk mengubah system rumah sakit yang tadinya melarang pria Namun kampanye tersebut ternyata sangat berhasil sampai sekarang. Malahan sekarang ini banyak sekali penekanan pada suami untuk menjalankan peran ini (Nolan, 2. Berdasarkan dilakukan oleh dr. Robert Mccall yang dimuat dalam majalah better parenting 1994, sekitar 11-65 % suami mengalami gejala-gejala yang mirip seperti yang dialami oleh ibu hamil, misalnya: kram pada kaki, mual-mual, dan mengidam atau disebut juga couvades. Sebenarnya, semua gejala itu bersumber dari perasaan cemas dan kadang kala juga perasaan takut yang dialami suami. (Musbikin, 2. Kecemasan suami menghadapi persalinan disebabkan oleh beberapa faktor: . kecemasan akan kesehatan istri dan bayi, . harapan jenis kelamin . kecemasan akan kebutuhan finansial yang semakin bertambah . kecemasan akan anak yang lahir cacat. (Murkoff, 2006, hal. Banyak suami melakukan melakukan berbagai hal untuk dapat melupakan kecemasannya, mereka dapat melupakan kekhawatirannya jika persalinan berjalan normal dan membantu mereka menghadapi nyeri yang sedang dialami pasangannya. menganggap dirinya sebagai penyebab penderitaan istrinya sering muncul di benak calon ayah. (Nolan, 2. Berdasarkan data diatas maka penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kecemasan dengan tingkat kecemasan suami menghadapi istri yang bersalin spontan. METODE Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah suami yang istrinya menghadapi proses persalinan di Klinik Hadijah sebanyak 60 ibu bersalin spontan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan di klinik bersalin Hadijah Medan, dengan pertimbangan belum pernah dilakukan faktor-faktor kecemasan dengan tingkat kecemasan suami menghadapi istri yang bersalin Spontan. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan literatur yang ada. Kuesioner yang dibagikan terdiri dari dua bagian, yaitu : bagian pertama adalah data demografi, sedangkan bagian kedua adalah kuesioner untuk mengobservasi kecemasan suami menghadapi istri yang bersalin Spotan. Kuesioner menggunakan pernyataan-pernyataan yang menggunakan skala guttman, apabila menjawab AytidakAy mendapat nilai 0, dan apabila menjawab AyyaAy mendapat nilai 1. Adapun jumlah kuesioner ini adalah 20 Pertanyaan 1-5 mengenai faktor keselamatan istri dan bayi, pertanyaan 6-10 mengenai harapan jenis kelamin, pertanyaan 11-15 mengenai tanggung jawab finansial, pertanyaan 16-20 anak lahir cacat. Untuk masing-masing faktor penyebab kecemasan terbagi atas tiga yaitu nilai 0-2 tidak berpengaruh dan 35 berpengaruh. Untuk kuesioner tingkat kecemasan suami selama menghadapi persalinan dimodifikasi dari Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), kuesioner tingkat kecemasan terdiri dari 16 pertanyaan. Tidak pernah bernilai 0, kadang bernilai 1, sering bernilai 2, terus menerus bernilai 3. Kemudian 1-24 tidak cemas dan 25-48 Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk menunjukkan tingkat instrumen, yang mampu mengukur apa mengukur instrumen secara benar. Menurut Davies dan Hodnett . 2, dalam Williams & Wilkins, 2004, hal. besarnya sebuah koefisien menunjukkan bagaimana kesahan sebuah instrument. Rentang koefisien antara 0,00 sampai 1,00, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan kriteria ke validitan yang lebih besar. Uji validitas dilakukan secara content validity dengan hasil Content Validity Indeks 0,70. Uji reliabilitas dilakukan kepada 10 orang suami yang sesuai dengan kriteria Menurut Burn dan Grove menggunakan pengukuran yang sudah berkembang dikatakan reliabilitas bila koefisiennya lebih dari 0,80, sedangkan untuk instrument baru yang reliabilitas jika koefisienya lebih dari 0,70. Uji realibilitas menggunakan rumus alpha croabanch dengan hasil 0,71 yang diperoleh dari 20 pernyataan, dan untuk tingkat kecemasan dengan hasil 0,79 yang diperoleh dari 16 pertanyaan. Analisis mendeskripsikan masing-masing variabel yang diteliti, yakni melihat nilai dari faktorfaktor penyebab kecemasan dengan tingkat kecemasan suami menghadapi istri yang bersalin spontan di klinik hadijah medan. Data-data yang bersifat kategorik pada faktor-faktor penyebab kecemasan dengan tingkat kecemasan suami dicari frekuensi dan proporsinya kemudian hasil disajikan dalam bentuk tabel. Analisis secara bivariat menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Pedoman dalam menerima hipotesis. Apabila nilai probabilitas . <0,05 maka H0 ditolak, apabila . >0,05 maka H0 gagal ditolak. Data disajikan dalam bentuk tabel. ,1%), mayoritas tingkat pedidikan SMA sebanyak 32 orang . ,5%), dan mayoritas berpenghasilan Rp 1000. 000,00 Ae Rp 000,00 sebanyak 29 orang . ,8%) Tabel 1. Distribusi Frekuensi dna persentase Karakteristik Suami yang menghadapi Istri bersalin spontan di klinik Hadijah Medan Karakteristik Umur - 20 Ae 25 tahun - 26 Ae 30 tahun - 31 Ae 35 tahun - 36 Ae 40 tahun Total Tingkat pendidikan - SD - SMP - SMA - PT HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan di uraikan hasil penelitian tentang hubungan faktor-faktor penyebab kecemasan dengan tingkat kecemasan di Klinik Hadijah Medan. jumlah responden adalah 52 orang suami yang mendampingi istri. Analisis ini karakteristik masing-masing variabel yang data yang bersifat kategorik dicari frekuensi dan proporsi yaitu umur, pendidikan dan penghasilan. hasil akan disajikan dalam bentuk tabel. Dari tabel tersebut mayoritas umur responden 31-35 tahun sebanyak 25 orag Penghasilan - < Rp. 1 Juta - Rp. 1 Juta Ae 2 juta - > Rp. 2 Juta Total Dari resppnden yang menjawab ya pada pertanyaan nomor 2 sebanyak 52 orang . %), dan mayoritas responden yang menjawab tidak pada pertanyaan nomor 11 sebanyak 49 orang . ,2%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Faktor faktor kecemasan suami Pertanyaan Bapak merasa khawatir dengan proses persalinan istri tidak berjalan normal Bapak merasa gelisah melihat istri kesakitan Bapak merasa khawatir penolong persalinan tidak terampil Suami mencari sebanyak mungkin informasi tentang Bapak merasa khawatir akan keselamatan istri dan janin Pilihan Jawaban Tidak Bapak menginginkan jenis kelamin tertentu Bapak meras ajenis kelamin anak tidak sesuai dengan harapan Bapak pernah memeriksakan jenis kelamin sebelum Suku Bapak mengharapkan jenis kelamin tertentu Bapak tidak dapat menerima apabila jenis kelamin anak tidak sesuai harapan Bapak Bapak merasa tanggung jawab keuangan bertambah dengan kelahiran anak Persiapan keuangan untuk menghadapi persalinan dan biaya perawatan anak telah dilakukan Bapak cemas tidak mampu membiayai anak Bapak merasa cemas tidak bisa membiayai sekolah anak dengan biaya pendidikan yang semakin tinggi Bapak menginginkan jumlah anak tertentu Menurut Bapak apakah kalau Ibu hamil jatuh bisa menyebabkan kecacatan pada anak Keluarga memiliki riwayat anak lahir cacat Menurut Bapak. Ibu yang minum obat selama kehamilan bisa menyebabkan kecacatan pada anak Dari tabel tersebut Mayoritas responden yang menjawab tidak pernah pada pertanyaan nomor 1 sebanyak 51 orang . ,1%), yang paling banyak menjawab tidak 1 orang . ,9%), yang paling banyak menjawab pada pertanyaan nomor 5 sebanyak 52 orang . dan yang paling banyak menjawab pada pertanyaan nomor 2 sebanyak 52 orang . %). Faktor-faktor Penyebab dan Tingkat Kecemasan Suami Menghadapi Istri Yang Bersalin Spontan Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden berdasarkan kuesioner faktor kecemasan pada keselamatan istri dan janin mayoritas ada pengaruh sebanyak 52 orang . %). Berdasarkan tabel tersebut distribusi frekuensi jawaban responden berdasarkan kuesioner faktor kecemasan pada harapan jenis kelamin mayoritas ada pengaruh sebanyak 38 orang . ,1%) dan yang tidak ada pengaruh 14 orang . ,9%). Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden berdasarkan kuesioner faktor tanggung jawab finansial mayoritas ada pengaruh sebanyak 23 orang . ,2%) dan yang tidak berpengaruh 29 orang . ,8%). Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden berdasarkan kuesioner faktor kecemasan anak lahir cacat mayoritas ada pengaruh sebanyak 28 orang . ,8 %) dan tidak ada pengaruh sebanyak 24 oang . ,2 %). Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden berdasarkan kuesioner tingkat kecemasan mayoritas suami mengalami kecemasan sebanyak 42 . ,8%) dan tidak cemas sebanyak 10 orang . Analisis bivariat digunakan untuk menghubungkan faktor-faktor kecemasan menganalisa data secara bivariat, pengujian data dilakukan dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 52 responden, ada 35 orang . ,5 %) yang mengalami kecemasan dan berpengaruh, sedangkan suami yang tidak cemas 6 orang . %) dan tidak berpengaruh. Hal ini sesuai dengan hasil uji statistik di dukung dengan analisis chi square ada hubungan faktor keselamatan istri dan janin dengan tingkat kecemasan dengan nilai p= 0,04. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa dari 52 responden, yang mengalami kecemasan dan berpengaruh 22 orang . ,6%) sedangkan suami yang tidak cemas dan tidak berpengaruh sebanyak 8 orang . ,6%). Hal tersebut didukung dengan analisis chi square ada hubungan faktor anak lahir cacat dengan tingkat kecemasan dengan hasil uji statistik nilai p= 0,004. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti terhadap 52 responden, diketahui mayoritas suami berumur antara 31-35 tahun sebanyak 25 orang . ,1%). Hal ini sesuai dengan pendapat Notoadmojo, . bahwa umur Menurut UNFD . umur merupakan salah satu faktor yang faktor-faktor kecemasan suami menghadapi istri yang ersalin karena dengan bertambahnya umur maka pengetahuan bertambah. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas suami berpendidkan SMA sebanyak 32 orang . ,5%). Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock, . bahwa pendidikan berperan penting dalam mennetukan kualitas manusia, dan akan dianggap lebih Hasil penelitian menunjukkan mayoritas suami berpenghasilan Rp. 000,00-Rp. 000,00 sebanyak 29 orang . ,8%) . Menurut Keraf . , berhubungan langsung dengan kebutuhankebutuhan keluarga, penghasilan yang tinggi dan teratur membawa damfak positif bagi keluarga karena keseluruhan kebutuhan sandang, pangan, papan dan transportasi serta kesehatan dapat Namun tidak demikian dengan keluarga yang pendapatannya rendah akan mengakibatkan keluarga mengalami kerawanan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya yang salah satunya adalah pemeliharaan kesehatan. Hubungan Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Suami Menghadapi Istri Yang Bersalin Spontan Berdasarkan hasil analisis statistik yang diperoleh yang diperoleh maka peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis ini diterima pada faktor keselamatan istri dan janin yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara faktor kecemasan dengan tingkat kecemasan. Data ini relevan dengan pendapat Bobak . yang menyatakan suami yang ingin melindungi istri dari segala kemungkinan bahaya dan para calon ayah yang sangat khawatir tentang kesehatan dan kesejahteraan bayinya yang belum hadir. suami akan merasa cemas pada hari-hari dan minggu-minggu menjelang tanggal persalinan yang diperkirakan. Berdasarkan hasil analisis statistik yang diperoleh maka bahwa peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis diterima tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kecemasan harapan jenis kelamin dengan tingkat kecemasan suami. hal ini sesuai dengan teori yang ada menurut lusiawaty . saat persalinan berlangsung , kebanyaka orang tua dapat menerima jenis kelamin bayinya tetapi kadang-kadang kekecewaan muncul dan di ungkapkan dengan jelas. suami akan merasa sedih dan kehilangan pada saat melahirkan karena melepaskan anak yang dibayangkan dan mulai menerima anaknya yang nyata. Berdasarkan analisis statistik yang menyimpulkan bahwa hipotesis di tolak tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor kecemasan tanggung jawab finasial dengan tingkat kecemasan suami. penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Hasria nita . yaiti suami yang mempunyai rasa percaya diri, pengaturan keuangan yag baik dan kondisi kerja yang baik akan mudah beradaptasi dengan tanggung jawab ini, begitu juga halnya dengan orang tua yang sudah mempersiapkan keuangan sejak pernikaha (Nita, 2. Berdasarkan analisis statistik yang diperoleh maka peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis diterima hubungan yang signifikan antara faktor kecemasan anak lahir cacat dengan tingkat Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Hasria nita . suami dan istri sering merasa cemas karena kekhawatiran anak lahir cacat. suami dan istri akan megatisipasi kecemasan anak lahir cacat dengan cara melakukan atenatal care secara teratur, melindungi istri dari berbagai pemenuhan nutrisi yang adekuat. Namun, kecemasan akan meningkat apabila istri pernah menglami gangguan selama kehamilan dan adanya riwayat keluarga dengan anak lahir cacat. (Nita, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan, dapat disimpulakn bahwa penelitian yang dilakukan terhadap 52 suami di Klinik Hadijah Medan sebagai Mayoritas suami menghadapi istri yang bersalin spontan berumur 3135 sebanyak 25orang . ,1%), mayoritas tingkat pensdidikan SMA sebanyak 32 Orang . ,5%). Mayoritas Berpenghasilan Rp. 000 Sebanyak 29 Orang . ,8%). Pada Faktor-Faktor Kecemasan Dengan Tingkat Kecemasan Yang Mayoritas Mengalami Kecemasan Pada Keselamatan Istri Dan Janin Sebanyak 40 Orang . ,1%) Dan Pada Tingkat Kecemasan Yang Mengalami Kecemasan Sebanyak 42 Orang . ,8%) Hubungan Faktor-Faktor Kecemasan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Faktor Keselamatan Istri Dan Janin Dengan Nilai p= 0,04. Saran yang dianjurkan pada penelitian berikutnya adalah untuk mengembangkan penelitian ini dengan melihat hubungan faktor tanggung jawab finansial dengan tingkat kecemasan . DAFTAR PUSTAKA