Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI HUTAN PINUS MALINO KABUPATEN GOWA Aprina Mariana1. I Gusti Ngurah Widyatmaja2. I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda3 Universitas Udayana aprinamariana99@gmail. com , widyatmaja@unud. id2, gusmananda@unud. Abstrak Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata Hutan Pinus Malino. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan. Penelitian difokuskan pada tiga tujuan, yaitu mengidentifikasi kondisi pemasaran yang berjalan saat ini, menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemasaran destinasi, serta merumuskan strategi pemasaran yang relevan dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan penggabungan data kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan matriks IFAS. EFAS. IE, dan SWOT untuk menghasilkan alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama destinasi terletak pada keindahan alam, suhu sejuk, lokasi strategis, dan ragam aktivitas wisata. Kelemahan meliputi promosi digital yang belum optimal, variasi produk wisata terbatas, serta fasilitas penunjang yang belum merata. Peluang berasal dari tren wisata alam dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan ancaman mencakup persaingan antar destinasi serta fluktuasi kunjungan pada musim sepi. Analisis matriks IE menempatkan Hutan Pinus Malino pada kuadran V AuHold and MaintainAy, yang menekankan strategi pengembangan produk, peningkatan promosi digital, kolaborasi multi pihak, serta penyelenggaraan event pada periode low season. Temuan ini memberikan acuan strategis bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam memperkuat pemasaran destinasi secara berkelanjutan. Kata kunci: Strategi pemasaran. Hutan Pinus Malino, 7P. SWOT PENDAHULUAN Pariwisata (Algieri sektor yang memberi kontribusi besar bagi Gnanapragasam, 2018. Mananda IGPBS et banyak negara dan menjadi salah satu al, 2. Kementerian Pariwisata dan industri dengan pertumbuhan tercepat di Ekonomi Pertumbuhan ini mendorong banyak memperluas jangkauan promosi nasional, sementara pemerintah daerah menyesuaikan pemasarannya, termasuk Indonesia yang kebijakan agar sektor ini mampu memberi terus meningkatkan promosi destinasi untuk dampak ekonomi yang lebih kuat bagi Kreatif Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya masyarakat lokal (Gradianto, 2022. Hikmah Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber & Nurdin, 2021. Maulana & Koesfardani. Daya Mananda et al. , . kunjungan periode tahun 2016 sampai 2024 Indonesia Selatan. Data menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Kunjungan meningkat hingga 2019, turun pariwisata cepat menurut The World Travel tajam pada tahun 2020 akibat pandemi and Tourism Council. Sulawesi Selatan COVID-19, kemudian meningkat kembali termasuk provinsi dengan tingkat kunjungan pada tahun 2021 sampai 2023, dan kembali tinggi dan ditetapkan sebagai sektor prioritas menurun pada tahun 2024 meskipun rata-rata dalam RPJMD (Rencana Pembangunan pertumbuhan jangka panjang tetap positif Jangka Menengah Daera. pada tahun 2018 (Bidang Kepariwisataan Kabupaten Gowa, sampai 2023 karena keanekaragaman alam Pola di Hutan Pinus Malino sejalan dengan tren kabupaten, dimana puncak pengembangan destinasi unggulan (Azlinda kunjungan terjadi saat event Beautiful et al. , 2024. Fadillah et al. , 2. , posisi Malino, lalu menurun drastis setelah kegiatan strategis provinsi ini memperkuat perannya Sulawesi Ala. sebagai pintu gerbang wisata kawasan timur Indonesia. Fluktuasi jumlah wisatawan ini Kabupaten Gowa menjadi wilayah masyarakat sekitar destinasi. Pelaku usaha penting dalam pengembangan pariwisata homestay, kuliner, dan kerajinan melaporkan Sulawesi Selatan. Wilayah ini memiliki 135 tingginya ketergantungan pendapatan pada daya tarik wisata yang terdiri atas wisata periode keramaian wisata. Hunian akomodasi alam, buatan, budaya, dan sejarah, serta 11 meningkat tajam menjelang event tahunan namun kembali turun setelahnya, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan (Putri et pendapatan masyarakat tidak stabil sepanjang , 2. Hutan Pinus Malino muncul Pemerintah daerah telah melakukan sebagai salah satu destinasi dengan tingkat kunjungan tinggi karena keindahan lanskap, pemanfaatan media sosial dan kerja sama udara sejuk, dan variasi aktivitas wisata yang dengan berbagai pihak, tetapi pelaksanaan promosi digital belum optimal karena Wisata Kawasan ini berada dalam Taman keterbatasan sumber daya manusia dalam Alam membuat dan mengelola konten (Gowa. Malino Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Situasi ini menunjukkan bahwa Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 optimalnya strategi pemasaran Hutan Pinus strategi pemasaran destinasi masih bersifat Malino yang berdampak pada ketidakstabilan musiman dan belum mampu menjaga arus jumlah kunjungan setiap tahun. Penelitian ini kunjungan yang berkelanjutan. bertujuan menganalisis strategi pemasaran Penelitian sebelumnya memberikan gambaran mengenai pentingnya penerapan SWOT dan bauran pemasaran 7P untuk menghasilkan alternatif strategi yang relevan, meningkatkan daya tarik wisata. Mahayana komprehensif, dan berkelanjutan. Penelitian . menunjukkan bahwa strategi WO ini diharapkan memberikan manfaat teoretis meningkatkan kunjungan di Desa Wisata Adat Sade melalui kerja sama pemerintah pemasaran pariwisata di Indonesia, serta daerah dan pemanfaatan media sosial. manfaat praktis bagi pemerintah daerah. Hanggraito et al. menegaskan bahwa pengelola destinasi, dan pelaku usaha dalam menyusun strategi yang lebih efektif dan Museum Batik Yogyakarta. Mathur et al. menemukan bahwa strategi pemasaran digital dapat METODE Penelitian Rajasthan. Penelitian lain seperti Paradhina et pendekatan mixed methods dengan desain . dan Saputra & Pamungkas . , exploratory sequential. Peneliti memulai menyoroti efektivitas analisis SWOT dan 7P dengan studi kualitatif melalui wawancara dalam merumuskan strategi destinasi wisata. semi-terstruktur dan observasi lapangan Usmy . juga menekankan pentingnya promosi digital bagi Hutan Pinus Malino permasalahan pemasaran di Hutan Pinus meskipun penelitiannya terbatas pada aspek Malino. Temuan kualitatif menjadi dasar Temuan-temuan digunakan untuk pembobotan matriks IFAS terstruktur mampu meningkatkan kunjungan dan EFAS. Lokasi penelitian adalah Hutan wisatawan secara konsisten. Pinus Malino. Kecamatan Tinggimoncong. Berdasarkan Kabupaten Gowa. Pengumpulan berlangsung pada MaretAiMei 2025. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Populasi penelitian adalah seluruh Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Hutan Pinus Malino merupakan wisatawan yang mengunjungi Hutan Pinus salah satu daya tarik wisata alam unggulan Malino tahun 2023 (N = 152. Sampel Kabupaten Gowa yang memiliki karakter ditentukan dengan rumus Slovin sehingga kunjungan fluktuatif sepanjang tahun. Data diperoleh 100 responden, diambil dengan menunjukkan bahwa puncak kunjungan Informan wisatawan terjadi pada saat event Beautiful Malino dan periode libur panjang, sedangkan perwakilan Dinas Pariwisata, pengelola, pada bulan biasa jumlah kunjungan menurun pelaku usaha. Pokdarwis, dan akademisi. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman homestay memperlihatkan bahwa tingkat wawancara, kuesioner 7P dan PESTEL, lembar observasi, serta dokumentasi foto dan menjelang event, namun kembali turun dokumen resmi. menjadi dua hingga tiga kamar setelah event Teknik pengumpulan data meliputi Wawancara observasi non-partisipatif, wawancara semi- Profil wisatawan yang berkunjung terstruktur, penyebaran kuesioner offline, didominasi oleh kelompok usia produktif dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data kualitatif mengikuti siklus Miles dan menikmati suasana alam. Sebagian besar Huberman: wisatawan memperoleh informasi destinasi Data kuantitatif diolah untuk melalui media sosial seperti Instagram dan menghasilkan skor IFAS dan EFAS, lalu TikTok, serta melalui rekomendasi teman dipetakan ke matriks IE dan dianalisis dengan matriks SWOT untuk merumuskan strategi menunjukkan bahwa fasilitas pendukung SO. ST. WO, dan WT. Triangulasi digunakan seperti toilet, petunjuk arah, area parkir, dan untuk menguatkan temuan dan menyusun tempat istirahat belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan wisatawan, terutama Hasil aplikatif dan berkelanjutan. pada saat kunjungan membludak. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Gambaran Kondisi Destinasi dan Profil Pemasaran 7P Wisatawan Internal Bauran Analisis faktor internal melalui bauran pemasaran 7P menemukan bahwa Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Hutan Pinus Malino memiliki kekuatan Faktor utama pada aspek produk, harga, lokasi, dan Strategis bukti fisik. Produk wisata berupa lanskap Internal hutan pinus, udara sejuk, beragam aktivitas wisata, serta spot foto menjadi daya tarik penting bagi wisatawan. Harga tiket masuk dinilai terjangkau dan lokasi destinasi mudah dijangkau dari Kota Makassar. Bukti fisik berupa tata ruang yang estetis dan penataan visual yang menarik juga memberikan nilai tambah bagi pengalaman wisatawan. demikian, kelemahan terbesar ditemukan pada aspek promosi, people, dan process. Promosi digital belum berjalan optimal karena keterbatasan kemampuan pengelola dalam mengembangkan konten Pelayanan wisata juga belum sepenuhnya memiliki standar yang seragam karena tidak semua SDM pariwisata memiliki pelatihan Proses pelayanan seperti tata cara pemesanan wahana belum tersusun secara Hasil penilaian faktor internal dirangkum dalam Tabel 1 berikut. Tabel 1. Matriks IFAS Ae Faktor Internal Hutan Pinus Malino Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Rating Bobot Skor Kekuatan (S) Keunikan 3,87 0,07 dibanding wisata lain (P. Aktivitas wisata 3,14 0,06 menarik dan bervariasi (P. Kebersihan dan 3,00 0,06 keamanan area terjaga (P. Harga tiket 4,00 0,08 sesuai fasilitas dan pengalaman (P. Informasi dari 2,76 0,05 teman/kerabat (P. Lokasi mudah 4,00 0,08 (P. Area parkir luas 3,03 0,06 dan aman (P. Keramahan dan 3,08 0,06 staf (P. Proses 2,85 0,05 pembelian tiket mudah dan cepat (P. Pengelolaan arus 3,50 0,07 kunjungan tertib (P. Area wisata 3,44 0,06 tertata rapi dan bersih (P. Subtotal Kekuatan Kelemahan (W) 0,28 0,18 0,17 0,30 0,14 0,30 0,17 0,18 0,15 0,23 0,22 2,33 Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Ketersediaan 1,44 0,03 paket wisata masih terbatas (P. Biaya aktivitas 1,47 0,03 dalam kawasan terjangkau (P. Informasi 1,44 0,03 destinasi di media sosial kurang optimal (P. Promosi melalui 1,06 0,02 festival sangat minim (P. Informasi dari 2,00 0,04 setempat masih terbatas (P. Promosi belum 2,42 0,05 cukup menarik minat kunjungan (P. Akses jalan 1,38 0,03 menuju lokasi belum optimal (P. Pelayanan 1,42 0,03 informasi oleh petugas kurang maksimal (P. Partisipasi 2,13 0,04 sekitar masih rendah (P. Papan informasi 1,89 0,04 dan petunjuk masih minim (P. Subtotal Kelemahan Total Skor 1,00 IFAS 0,04 Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Tabel diatas hasil analisis matriks IFAS menunjukkan bahwa total skor sebesar 2,88, yang berarti kondisi internal Hutan 0,04 Pinus Malino berada pada kategori cukup Kekuatan destinasi lebih dominan 0,04 dibandingkan kelemahannya, ditunjukkan oleh subtotal kekuatan sebesar 2,33, jauh lebih tinggi daripada subtotal kelemahan sebesar 0,55. 0,02 Faktor Eksternal melalui PESTEL dan 0,08 Matriks EFAS Analisis menunjukkan bahwa Hutan Pinus Malino 0,11 memiliki peluang besar untuk berkembang melalui meningkatnya minat wisata alam, dukungan pemerintah daerah terhadap sektor 0,04 pariwisata, dan kemajuan teknologi digital yang memudahkan penyebaran informasi. 0,04 Pertumbuhan UMKM lokal seperti kuliner, 0,09 Namun destinasi juga menghadapi kunjungan yang tinggi, persaingan dengan 0,07 destinasi alam lain di Sulawesi Selatan, perubahan cuaca yang dapat mengganggu 0,55 2,88 aktivitas wisata, serta ketergantungan pada event Beautiful Malino untuk menarik jumlah pengunjung besar. Hasil analisis EFAS yang dirangkum pada Tabel 2 Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya memiliki bobot lebih besar Tabel 2. Matriks EFAS Ae Faktor Eksternal Hutan Pinus Malino Faktor Bobot Rating Skor Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Cuaca ekstrem 0,08 2,18 0,17 tidak menentu (P. Subtotal 0,38 Ai 0,74 Ancaman Total 1,00 2,94 Tabel diatas terlihat skor EFAS sebesar 2,94 menunjukkan bahwa faktor Eksternal eksternal Hutan Pinus Malino berada pada Peluang (O) Dukungan 0,13 3,55 daerah (P. Kerja sama 0,10 2,73 lintas pihak pemasaran (P. Kesempatan 0,14 4,00 kerja bagi masyarakat (P. Peningkatan 0,13 3,73 masyarakat (P. Tren wisata 0,13 3,55 alam meningkat (P. Subtotal 0,63 Ai Peluang Ancaman (T) Persaingan 0,08 2,36 dengan destinasi sejenis (P. Peningkatan 0,08 2,18 fasilitas pesaing (P. Pertukaran 0,04 1,09 budaya yang sensitif (P. Kesiapan sistem 0,04 1,18 informasi digital (P. Efisiensi 0,06 1,82 promosi digital (P. 0,44 posisi peluang yang kuat. Tren wisata alam, dukungan pemerintah, serta dampak positif 0,26 ekonomi lokal menjadi modal utama yang dapat dimaksimalkan. Namun, ancaman seperti persaingan destinasi, kesiapan digital 0,56 yang belum merata, serta cuaca ekstrem tetap 0,49 0,44 2,20 0,20 0,17 0,04 0,05 0,12 Analisis SWOT Analisis SWOT digunakan untuk peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan Hutan Pinus Malino sebagai destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Gowa. Analisis ini disusun berdasarkan hasil pengelola, data Disparbud, serta integrasi temuan penelitian terdahulu. Pada faktor internal, kekuatan utama terletak pada keunikan lanskap hutan pinus, udara sejuk khas dataran tinggi Malino, aksesibilitas yang mudah, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas. Selain itu, keberadaan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya masyarakat yang terlibat dalam penyediaan Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Pengunjung kini juga memiliki ekspektasi homestay, kuliner lokal, dan kerajinan turut lebih tinggi terhadap layanan, kebersihan, menjadi kekuatan karena menambah nilai dan akses informasi, sehingga destinasi yang tidak mampu memenuhi standar akan sulit Namun beberapa kelemahan signifikan tetap terlihat. Berdasarkan hasil IFAS dan EFAS tersebut. Matriks InternalAeEksternal (IE) tahunan Beautiful Malino sebagai pemicu kemudian disusun untuk menentukan posisi strategis destinasi. Total skor IFAS sebesar reguler, serta fasilitas informasi dan penunjuk 2,88 berada pada sumbu X, sedangkan total arah yang belum memadai. Kesenjangan skor EFAS sebesar 2,94 berada pada sumbu kompetensi SDM dan minimnya inovasi Kedua skor ini menunjukkan bahwa menjadi tantangan internal yang perlu segera kondisi internal dan eksternal berada pada Faktor Ketika dipetakan ke dalam sembilan sel Matriks IE, bahwa Hutan Pinus Malino memiliki peluang Hutan Pinus Malino menempati Kuadran V besar untuk tumbuh karena tren wisata alam yang menggambarkan strategi AuHold and yang meningkat, minat wisatawan terhadap MaintainAy terlihat dibawah ini. perkembangan media sosial sebagai sarana mendorong pengembangan wisata alam. Peluang lain juga datang dari potensi kerja sama dengan agen perjalanan, influencer, dan komunitas kreatif yang dapat memperluas jangkauan pemasaran. Namun, ancaman juga menawarkan fasilitas lebih lengkap, promosi digital yang lebih agresif, serta risiko cuaca ekstrem seperti kabut dan hujan yang dapat Gambar 1. Posisi Matriks IE Daya Tarik Wisata Hutan Pinus Malino Posisi Kuadran menunjukkan bahwa destinasi memiliki Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya kemampuan internal yang cukup stabil untuk memanfaatkan peluang eksternal secara Strategi SO menjadi prioritas Situasi ini mendukung penerapan karena dapat memanfaatkan kekuatan alam untuk menangkap peluang besar melalui pengembangan produk, peningkatan kualitas promosi digital kreatif dan pengembangan layanan, serta penguatan promosi digital. paket wisata tematik. Strategi ST diperlukan Penjelasan ini sejalan dengan pandangan Febriano & Munir . Kusumaningtyas et al. yang menyatakan bahwa aktivitas wisata. Strategi WO membantu destinasi dengan konfigurasi internal yang solid mampu beradaptasi lebih cepat terhadap festival tahunan dan pelatihan masyarakat, dinamika eksternal dan memiliki peluang sedangkan strategi WT digunakan sebagai lebih besar untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Tabel 3. Matriks SWOT Strategi Fokus Utama Strategi Promosi digital kreatif, paket wisata tematik, pemberdayaan promosi, penyelarasan fasilitas dengan regulasi Penguatan diversifikasi aktivitas wisata, pelatihan lintas budaya, sistem informasi digital, fasilitas Paket wisata budaya-alam, promosi media sosial konten pembaruan papan informasi, pelatihan pelayanan wisata Promosi digital konsisten, paket fleksibel, literasi digital pengelola, layanan informasi online, mitigasi cuaca ekstrem Strategi Strategi Strategi Tabel diatas menunjukkan matriks SWOT mengidentifikasi empat kelompok Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 utama yang dapat diterapkan terhadap cuaca ekstrem. Pembahasan Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengembangan Hutan Pinus Malino menggabungkan optimalisasi keunggulan alam, penguatan promosi digital, serta Keunikan lanskap hutan pinus fundamental yang dapat digunakan untuk menciptakan citra destinasi yang kuat. Studi Mahayana . Hanggraito et al. dan Mustadin. Mananda. , & Sendra. keunggulan daya tarik alam dan budaya dapat Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya membentuk positioning destinasi Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Strategi WO menunjukkan bahwa diimbangi dengan strategi pemasaran yang kelemahan internal dapat dikurangi melalui Dalam konteks Hutan Pinus Malino, strategi SO berupa promosi kreatif berbasis Pengembangan paket wisata budaya-alam digital, pengembangan paket wisata tematik, dan kolaborasi dengan influencer berpotensi meningkatkan awareness dan kunjungan sebagaimana dinyatakan Taufik et al. secara signifikan. Hal ini sejalan dengan Penyelenggaraan temuan Mathur et al. mengenai didukung sponsor dan pemerintah daerah juga dapat memperkuat citra destinasi meningkatkan kunjungan wisatawan. melalui aktivitas promosi skal besar, sejalan Strategi ST menekankan kebutuhan dengan temuan Erdem . Pembaruan penguatan branding sebagai respons atas papan informasi dan fasilitas navigasi penting untuk meningkatkan kemudahan Branding yang menonjolkan identitas Auwisata wisatawan dalam menjelajah kawasan. alam dataran tinggi khas MalinoAy akan samping itu, pelatihan pelayanan wisata bagi membedakannya dari wisata alam lainnya. masyarakat meningkatkan kualitas layanan Penelitian Harisudin & Qurtubi . direkomendasikan oleh Hadassa . dan branding konsisten mampu meningkatkan Wahyuni & Syamsir . persepsi positif dan minat berkunjung Strategi WT adalah strategi defensif Diversifikasi aktivitas wisata yang bertujuan mengurangi risiko akibat kelemahan internal yang bertemu ancaman edutourism lingkungan, serta fasilitas indoor Transformasi promosi tradisional juga penting untuk memperpanjang lama menuju promosi digital menjadi keharusan tinggal dan menjaga kenyamanan saat cuaca agar destinasi tetap relevan, sejalan dengan Hal ini didukung penelitian Curtis et penelitian Gretzel . dan Mananda et al . dan Junita. Adiatmika. yang menyoroti tren digitalisasi Sudiarta. , & Mananda. I Gusti P. DMO. yang menegaskan pentingnya fasilitas mengoperasikan sistem reservasi online, ketidakpastian cuaca. Pelatihan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Selain itu, mitigasi cuaca ekstrem Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 EFAS menempatkan destinasi pada posisi yang memiliki peluang eksternal lebih kuat dashboards cuaca real-time, serta jalur wisata dibanding kemampuan internal, sehingga aman akan memperkuat ketahanan destinasi strategi pengembangan perlu diarahkan pada dalam memberikan pengalaman yang stabil pemanfaatan tren wisata alam, penguatan sepanjang tahun. promosi digital, dan diversifikasi produk Secara keseluruhan, pembahasan Hasil analisis SWOT menghasilkan menunjukkan bahwa Hutan Pinus Malino empat alternatif strategi yang mencakup berada pada posisi yang memungkinkan penguatan branding, pengembangan paket wisata tematik, peningkatan kapasitas SDM, wisata alam unggulan berskala nasional jika serta mitigasi ancaman melalui penyediaan fasilitas dan informasi yang lebih baik. sistematis, digital, dan berbasis kolaborasi. Penelitian Penerapan strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT tidak hanya meningkatkan pengelola, dan pelaku usaha membangun daya saing destinasi tetapi juga memperkuat sistem pemasaran terpadu yang berjalan dampak ekonomi lokal melalui peningkatan sepanjang tahun, tidak hanya pada event peran masyarakat dalam seluruh rantai nilai besar seperti Beautiful Malino. Penguatan kolaborasi dengan biro perjalanan, komunitas peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi digital, dan lembaga pendidikan juga menjadi teknologi, dan kesiapan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk menciptakan aktivitas kunci keberhasilan jangka panjang destinasi Penguatan Penelitian pendekatan kuantitatif seperti regresi atau PENUTUP SEM untuk mengukur dampak setiap faktor Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran Hutan Pinus Malino pengembangan destinasi dapat dirumuskan dengan dasar empiris yang lebih kuat. bergantung pada promosi musiman, kapasitas digital pengelola yang terbatas, serta belum DAFTAR PUSTAKA