Jurnal Sipil Terapan Vol. No. 2 November 2023 e-ISSN: 2986-9870. p-ISSN: 2986-9862. Hal 50-63 DOI: https://doi. org/10. 58169/jusit. Analisis Intensitas Hujan dan Karakteristik Das Piring Kota Madiun Hendro Susilo1. Setiyo Daru Cahyono2. Arif Afrianto3. Dimas Ardhi Nugraha4 Teknik Sipil. Universitas Merdeka Madiun E-mail: hendro_susilo@unmer-madiun. Alamat: Jl. Serayu No. 79 Madiun Korespondensi penulis: hendro_susilo@unmer-madiun. Abstract. This research, entitled Analysis of Rain Intensity and Characteristics of the Madiun City Piring Watershed, aims to obtain rain intensity values based on rainfall data, finding the peak value of flood discharge for the Piring Watershed using the HSS Gama 1. HSS Limantara and HSS Nakayasu methods. The location of this work is the Piring River in Madiun City and Regency. East Java Province. Kali Piring is located to the east of Madiun city combing the city from south to north. The Piring River originates at the foot of Mount Wilis, flows west and turns north right in Pilang Bango Village. Kartoharjo District. Madiun City, heading north until it empties into the Jerowan River. Research was taken using daily rainfall data from 2009 to 2018. Daily rainfall data collection includes three rain stations including Klegen rain station. Babadan rain station. Dungus rain station. From this research it can be concluded that the results of the distribution chosen for return periods 2, 5, 10, 20, 50 for the last 10 . years are normal The Normal method meets the requirements for the Chi-Square and Smirnov Kolmogorov Flood discharge uses GAMA I synthetic unit hydrograph calculations with return periods of 2, 5, 10, 20, 50 with a maximum discharge value of 501. 78 m/sec. The flood discharge used is the result of the Nakayasu HSS calculation, because the Nakayasu HSS calculation has the largest peak discharge value compared to the other two HSS methods, while the smallest peak discharge value is the Limantara HSS Keywords: Rain intensity. IDF curve, flood, watershed. Abstrak. Penelitian ini yang berjudul Analisis Intensitas Hujan Dan Karakteristik DAS Piring Kota Madiun bertujuan untuk mendapatkan nilai intensitas hujan berdasarkan data curah hujan, mencari besar nilai puncak debit banjir DAS Piring menggunakan metode HSS Gama 1. HSS Limantara dan HSS Nakayasu. Lokasi pekerjaan ini adalah Kali Piring di Kota dan Kabupaten Madiun. Propinsi Jawa Timur. Kali Piring berada di sebelah timur kota Madiun menyisir kota dari selatan ke utara. Kali Piring berhulu pada kaki Gunung Wilis, mengalir ke barat dan berbelok ke utara tepat di Kelurahan Pilang Bango Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun menuju ke Utara sampai bermuara ke Kali JerowanPenelitian diambil menggunakan data curah hujan harian tahun 2009 sampai dengan tahun 2018. Pengambilan data curah hujan harian meliputi tiga stasiun hujan antara lain stasiun hujan Klegen, stasiun hujan Babadan, stasiun hujan Dungus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan hasil Distribusi yang dipilih untuk untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 50 untuk jangka waktu 10 ( sepuluh ) tahun terakhir adalah distibusi normal. Metode Normal memenuhi syarat untuk distribusi Chi-Kuadrat dan Smirnov Kolmogorov. Debit banjir menggunakan perhitungan hidrograf satuan sintetis GAMA I dengan periode ulang 2, 5, 10, 20, 50 dengan nilai debit maksimum 501,78 m/detik. Debit banjir yang dipakai adalah hasil perhitungan HSS Nakayasu, karena perhitungan HSS Nakayasu memiliki nilai debit puncak paling besar dibandingkan dengan kedua metode HSS lainnya, sedangkan untuk nilai debit puncak terkecil adalah metode HSS Limantara. Kata kunci: Intensitas hujan, kurva IDF, banjir. DAS. LATAR BELAKANG Sejak awal peradaban manusia, air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan di bumi dan syarat penting dalam rangka meningkatkan taraf hidupmanusia dan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia. Manusia sangat membutuhkan air, baik dikonsumsi untuk air minum maupun untuk aktifitas dan keperluan yang lainnya. Namun Received September 20, 2023. Revised Oktober 30, 2023. Accepted November 16, 2023 * Hendro Susilo, hendro_susilo@unmer-madiun. e-ISSN: 2986-9870. p-ISSN: 2986-9862. Hal 50-63 selain dapat memberikan manfaat yang besar, air juga dapat menimbulkan bencanabencana dan kerugian-kerugian baik jiwa maupun harta apabila manusia tidak lagi memperhatikan keseimbangan alam dalam bertindak dan berbuat. Tidak tersedianya kurva IDF di Kota Madiun khususnya di DAS Piring memberikan peluang besar dalam penelitian ini. Kurva IDF yang telah dibuat akan menghasilkan intensitas yang dapat digunakan untuk perencanaan di bidang sumber daya air, perencanaan bangunan keairan dan perencanaan perkiraan banjir. Hal ini juga menarik dalam penelitian karena dapat memberikan gambaran tentang kurva IDF di DAS Piring Kota Madiun. Pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perancangan berbagai bangunan keairan memerlukan data masukan curah hujan. Data tersebut di antaranya data intensitas hujan, durasi, dan frekuensi yang disajikan dalam bentuk kurva intensitas durasi frekuensi (IDF). Kemiringan lereng adalah beberapa factor yang menentukan karakteristik topografi suatu DAS. Semakin besar kemiringan lereng maka semakin cepat laju air. Karakteristik DAS Piring merupakan salah satu unsur utama dalam pengelolaan DAS. Karakteristik DAS Piring dapat diketahui dengan menentukan bentuk dan ukuran DAS, topografi, geologi dan tata guna lahan. Bentuk DAS merupakan salah satu karakteristik DAS yang berpengaruh terhadap debit puncak hidrograf. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di awal, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Berapa nilai intensitas hujan yang sesuai dengan DAS Piring ?. Berapa besar debit puncak banjir di DAS Piring berdasarkan 3 metode HSS Nakayasu. Gamma I. Limantara ?. Bagaimana karakteristik DAS Kali Piring Kota Madiun ?. Tujuan pada Analisis Intensitas Hujan dan Karakteristik DAS Piring Kota Madiun adalah sebagai berikut: Mendapatkan nilai intensitas hujan berdasarkan DAS Piring. Mengetahui besar debit puncak banjir di DAS Piring berdasarkan 3 metode HSS Nakayasu. Gamma I. Limantara. Mengetahui karakteristik DAS Piring. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif. Metode ini merupakan pengumpulan data, analisis data dan interpretasi hasil analisis untuk untuk ANALISIS INTENSITAS HUJAN DAN KARAKTERISTIK DAS PIRING KOTA MADIUN mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan kesimpulan. Lokasi penelitian di Kali Piring Kota Madiun. Data yang dibutuhkan berupa peta Kali Piring Kota Madiun beserta data hujan dari stasiun hujan yang terpilih. Penelitian ini hanya menggunakan Microsoft Exel. Data yang dibutuhkan antara lain : Data hujan dari UPT PSDA Wilayah Sungai Madiun Dinas pekerjaan umum pengairan, dalam hal ini datahujan yang dipakai adalah data hujan harian 10 tahun dari tahun 2009 Ae 2018. Data DAS Piring Kota Madiun. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Mulai Perhitungan Rata-rata curah hujan Perhitungan distribusi probabilitas kontinyu Distribusi Normal Uji Chi Kuadrat dan Smirnov Kolmogorov Analisa banjir Perhitungan intensitas hujan Selesai HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Curah Hujan Rata-Rata Melalui metode Aljabar dapat diketahui rata-rata curah hujan kota Madiun diwakili oleh 3 ( tiga ) titik pengamatan atau stasiun hujan yaitu stasiun hujan yaitu stasiun hujan Klegen. Stasiun Babadan. Stasiun Dungus. Jurnal Sipil Terapan - Vol. 1 No. 2 November . e-ISSN: 2986-9870. p-ISSN: 2986-9862. Hal 50-63 Tabel 1. Data Curah Hujan Maksimum Stasiun Klegen. Dungus dan Babadan CURAH HUJAN RATASTASIUN RATA NO TAHUN KLEGEN DUNGUS BABADAN MAKS JUMLAH Sumber: Data Olahan Tahun 2023 Distribusi Probabilitas Tabel 2. Rekap Hasil Perhitungan Hujan Rencana Tiga Distribusi. Periode Metode Distribusi Perhitungan Hujan Rencana . Ulang Distribusi (Tahu. Normal 98,63 114,11 122,22 128,86 136,41 Distribusi Log Pearson Type i Distribusi Gumbel 96,136 118,132 132,696 151,098 164,769 Sumber: Data Olahan Tahun 2023 Setelah melakukan perhitungan hujan rencana kemudian menentukan uji kecocokan sebaran. Untuk mengetahui distribusi yang akan diuji maka nilai koefisien kemencengan (C. dan koefisien ketajaman (C. harus sesuai syarat sebagai berikut. ANALISIS INTENSITAS HUJAN DAN KARAKTERISTIK DAS PIRING KOTA MADIUN Tabel 3. Rekap Nilai Koefisien Kemencengan (C. Dan Koefisien Ketajaman (C. Dari Empat Distribusi. Nilai koefisien kemencengan (C. dan koefisien ketajaman (C. Metode distribusi Syarat Uji Sebara Distribusi Normal Cs O 1,14 Ck O 5,4 Cs = -0,02 Cs O 0 Cs = 0,511 Distribusi Log Pearson Type i Distribusi Gumbel Cs OO 0 Ck OO 0 Perhitung Keterangan Memenuhi syarat Ck = 3,84 Tidak Memenuhi Cs = 0,023 Tidak Memenuhi Ck = 3,84 Dari kesimpulan diatas didapatkan distribusi yang memenuhi syarat untuk uji kecocokan sebaran menggunakan Uji Chi Kuadrat dan Uji Smirnov - Kolmogorof yaitu Distribusi Log Pearson i dan Normal. Uji Kecocokan Uji Chi-Kuadrat Tabel 4. Uji Chi Kuadrat Metode Distribusi Normal. JUMLAH DATA NILAI BATAS TIAP KELAS (OiE. ^2 - Ei