Gorontalo Development Review https://jurnal. id/index. php/gdrev Vol 8. No 2. Oktober Tahun 2025 P-ISSN : 2614-5170. E- ISSN :2615-1375 Nationally Accredited Journal. Decree No. 225/E/KPT/2022 Analisis Faktor Dinamika disparitas Pendapatan di Wilayah Gerbangkertosusila An Analysis of the Dynamics of Income Inequality in the Gerbangkertosusila Region Nadila Salsavira ,Ririt Iriani Sri Setiawati . Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur Email : nadilasalsavira31@gmail. ep@upnjatim. 1,2, 1,2, Article info Article history: Received. 25-05-2025 Revised. 02-09-2025 Accepted. 02-10-2025 Abstract This study aims to examine the economic and non-economic factors that influence income disparity in the Gerbangkertosusila region. Economic Growth (X. and Open Unemployment Rate (X. are economic indicators, while Average Years of Schooling (X. represents the educational dimension. This research uses a quantitative descriptive method. The secondary data used are sourced from the Central Bureau of Statistics (BPS) for the period 2016 to 2023, covering seven districts/cities in the Gerbangkertosusila region. Panel data regression analysis using the Fixed Effects Model (FEM) is applied in this study. This model produces more accurate and reliable estimates by integrating the characteristics of both time series and cross-sectional data. The results show that economic growth has a negative but insignificant effect on income disparity, while the open unemployment rate has a positive and significant effect in increasing income disparity. Additionally, average years of schooling has a negative and significant effect in reducing income disparity in Gerbangkertosusila. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi yang memengaruhi disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila. Pertumbuhan Ekonomi (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. merupakan indikator ekonomi, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (X. mewakili dimensi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data sekunder yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode 2016 hingga 2023, kabupaten/kota Gerbangkertosusila. Analisis regresi data panel dengan Keywords: Income Disparity. Economic Growth. Average Years of Schooling. menggunakan Fixed Effects Model (FEM) diterapkan dalam penelitian ini. Model ini menghasilkan estimasi yang lebih tepat dan dapat dipercaya dengan mengintegrasikan karakteristik . ime serie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif namun ridak signifikan terhadap disparitas pendapatan, sementara tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan disparitas pendapatan. Selain itu, rata-rata lama sekolah memiliki pengaruh negatif dan signifikan dalam mengurangi disparitas pendapatan di Gerbangkertosusila Coresponden author: Email: ririt. ep@upnjatim. Pendahuluan Fenomena disparitas pendapatan terus menjadi isu struktural yang menantang dalam konteks pembangunan berkelanjutan di tingkat global maupun Disparitas yang muncul dari ketidakseimbangan dalam akses dan kesempatan ekonomi bukan hanya mengancam inklusivitas pertumbuhan, tetapi juga menciptakan potensi ketidakstabilan sosial Kurniawan et al. Laporan World Economic Situation and Prospects,. mencatat jika kecenderungan peningkatan koefisien Gini di berbagai negara,mencerminkan memburuknya distribusi pendapatan. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG. , terutama tujuan ke-10 yang fokus pada pengurangan Situasi serupa juga terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang merupakan pusat ekonomi nasional dengan kontribusi besar dari sektor industri dan pertanian. Meskipun ekonomi provinsi ini berkembang pesat, pemerataan pendapatan antar kota dan kabupaten masih menjadi masalah utama. Menurut Arzaqi & Astuti,. disparitas pendapatan antar daerah di Jawa Timur masih tinggi meskipun pertumbuhan ekonominya terus meningkat. Provinsi Jawa Timur memiliki kawasan metropolitan terbesar kedua setelah Jabodetabek, yaitu kawasan metropolitan Gerbangkertosusila. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan ini memiliki potensi besar, namun masih terdapat disparitas pendapatan yang signifikan antar wilayah di dalamnya. Oleh karena itu. Gerbangkertosusila menjadi konteks yang sangat relevan untuk penelitian ini. Menurut Putra & Salim, . , kawasan ini berfungsi sebagai sistem pusat-pinggiran yang saling bergantung, membentuk jaringan ekonomi yang kuat. Dengan kebijakan yang terintegrasi. Gerbangkertosusila berupaya menjadi pusat ekonomi yang kompetitif dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Gambar 1. Perkembangan Gini Ratio di Wilayah Gerbangkertosusila Perkembangan Gini Ratio di Wilayah Gerbangkertosusila Tahun 2019-2023 0,45 0,35 0,25 Kab Gresik Kab Kab Mojokerto Bangkalan Kota Mojokerto Kota Surabaya Kab Sidoarjo Kab Lamongan Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur,2024 diolah Pada Grafik Perkembangan Gini Ratio diatas mengindikasikan adanya kesenjangan pendapatan yang signifikan antara wilayah inti, seperti Kota Surabaya dengan indeks Gini sekitar 0,42 dan wilayah pinggiran, seperti Kabupaten Lamongan dengan indeks Gini sekitar 0,29. Perbedaan ini mencerminkan dominasi akumulasi modal dan sumber daya di kota besar yang belum sepenuhnya memberi manfaat ekonomi yang merata bagi daerah sekitarnya Disparitas pendapatan merupakan masalah sosial ekonomi yang signifikan, terutama di wilayah metropolitan yang mengalami pertumbuhan ekonomi cepat namun tidak merata. Ghifara et al. menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat memperburuk disparitas pendapatan di kota-kota besar Indonesia. Hipotesis Kuznets menunjukkan hubungan berbentuk kurva U terbalik antara disparitas pendapatan dan pertumbuhan ekonomi. Pola ini menggambarkan peningkatan disparitas pada tahap awal pertumbuhan ekonomi, yang kemudian menurun seiring kematangan dan stabilitas ekonomi. Di dukung oleh Penelitian Safrita et al. yang menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan disparitas pendapatan di Indonesia. Selain pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menjadi faktor penting yang memengaruhi disparitas pendapatan. dimana Nguyen & Le,. menekankan bahwa pengangguran merupakan isu ekonomi utama yang berdampak signifikan pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka mengukur proporsi angkatan kerja yang belum bekerja namun aktif mencari pekerjaan Khayati & Setyowati,. Tingginya angka pengangguran dapat memicu ketidakpastian ekonomi, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperburuk disparitas pendapatan. Penelitian Putri & Anggraini,. menemukan bahwa TPT berpengaruh positif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan di wilayah Tanjungpinang selama periode 2015Ae Maka dari itu,pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk menganalisis disparitas pendapatan dengan memasukkan variabel ekonomi dan non-ekonomi, terutama pendidikan. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan masyarakat adalah rata-rata lama sekolah. Indikator ini menunjukkan jumlah tahun pendidikan formal yang ditempuh seseorang dan berkontribusi langsung pada peningkatan kemampuan dan efisiensi tenaga kerja. Studi oleh S. Dai et al. menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap perbedaan pendapatan di wilayah Barat dan Timur Indonesia. Meskipun beberapa penelitian telah mengembangkan model analitis terkait pendidikan, variabel rata-rata lama sekolah belum banyak diperhitungkan sebagai variabel signifikan dalam analisis yang mempengaruhi disparitas Oleh karena itu,rata-rata lama sekolah menjadi metrik penting untuk menjelaskan bagaimana pendidikan memengaruhi disparitas pendapatan. Penelitian ini juga memperluas cakupan data dengan memasukkan periode 2016Ae2023, termasuk tahun 2023 yang menjadi masa pemulihan ekonomi multisektoral pasca pandemi COVID-19. Kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap dinamika disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila. Dengan demikian, studi ini memberikan analisis yang lebih mutakhir dan kontekstual terkait faktorfaktor yang memengaruhi disparitas pendapatan di kawasan tersebut Dengan demikian. Penelitian ini mencoba memberikan manfaat teoritis dan kebijakan yang signifikan. Secara teoritis, penelitian ini menghasilkan model analitis dengan memasukkan pendidikan sebagai komponen penting dalam pembangunan serta faktor ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran Dari sisi kebijakan, temuan penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk rekomendasi yang sangat terarah guna mengatasi disparitas ekonomi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menutup celah riset . esearch ga. yang ada, tetapi juga menyuguhkan pendekatan yang relevan pada konteks saat ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dampak indikator pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan rata-rata lama sekolah terhadap disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila. Metode Penelitian Teknik Pengumpulan Penelitian ini memakai metodologi kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang ada dari Badan Pusat Statistik. Penelitian ini berkonsentrasi pada wilayah Gerbangkertosusila, meliputi tujuh kabupaten/kota, selama periode pengamatan enam tahun dari 2016 hingga 2023. Analisis data menggunakan metode regresi data panel yang mengintegrasikan fitur-fitur dari data runtun waktu . ime serie. dan data silang . ross-sectiona. Variabel dependen yang diteliti yaitu disparitas pendapatan, yang dikuantifikasi dengan koefisien Gini sebagai ukuran disparitas pendapatan. Variabel independen terdiri dari beragam indeks ekonomi dan sosial, termasuk pertumbuhan ekonomi diukurkan pada produk domestik bruto regional (PDRB) dalam miliaran rupiah, tingkat pengangguran terbuka yang dinyatain pada bentuk presentase, dan rata lama sekolah dalam satuan tahun. Teknik analisis data Analisis data regresi panel dilakukan menggunakan Eviews versi 13. Parameter model regresi panel dapat dihitung dengan menggunakan Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Menurut Ghozali,. , hasil penilaian diagnostik untuk setiap model menentuin model Uji Chow. Hausman, dan Lagrange Multiplier yaitu tiga uji utama yang paling umum dipakai saat memilih model regresi panel. Ketiga uji ini membantu dalam menentuin model yang paling tepat dan dapat diandalkan untuk memberi petunjuk hubungan antara variabel dalam kerangka data panel. Setelah model ditetapkan, tahap berikutnya yaitu uji asumsi klasik untuk memastikan hasil regresi berganda berfungsi sebagai prediktor yang akurat dan bebas bias. Sebagai langkah akhir, signifikansi model diuji melalui uji statistik berupa koefisien determinasi (RA) sebagai indikator kemampuan model dalam menjelaskan variabilitas data,uji t untuk parameter individual,serta uji F untuk uji Analisis regresi data panel Model persamaan regresi data panel berikut disusun secara sistematis dan terorganisir untuk memberi kerangka analisis yang jelas dan terorganisir untuk mengkaji secara menyeluruh hubungan antara variabel yang diteliti: DPit = 1PEit 2TPTit 3RLSit Ait Hasil Dan Pembahasan Uji penentu model Terdapat tiga uji utama sering dipakai pada proses pemilihan model regresi, yakni uji Chow, uji Hausman, serta uji Lagrange Multiplier (LM). Uji Chow Uji Chow yaitu pendekatan statistik yang dipakai untuk mengidentifikasi model estimasi optimal, khususnya saat memilih antara (CEM) dan (FEM). Tabel 1. Uji Chow Redundant Fixed Effects Test Equation:Untitled Test Cross-Section fixed effects Effects Test Statistic Prob Cross-Section F 0,0257 Cross-Section Chi-Square 0,0101 Sumber : Eviews,data di olah 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi Uji Chow. Diperoleh nilai di bawah tingkat signifikansi . dimana cross-section chi-square sekitar 0,0101. Dalam situasi seperti ini, hipotesis nol ditolak, dan hipotesis alternatif diterima. Maka dari itu, keputusan FEM terpilih. Tahap selanjutnya pada proses analisis yaitu proses analisis Uji Hausman Uji Hausman Uji Hausman merupakan teknik analisis yang dipakai agar menentuin model mana yang terbaiknya antara (FEM) dan (REM). Tabel 2. Uji HausmanCorrelated Random effects-Hausman Test Equation:Untitled Test Cross-Section random Effects Test Summary Chi-Sq Statistic Prob. Cross-section random Sumber : Eviews,data di olah 2025 Nilai probabilitas cross-section acak yaitu 0,0014, sangat rendah dari tingkat signifikansi . menurut hasil analisis regresi menggunakan Uji Hausman. Hipotesis alternatif (H. diterima dalam hal ini, dan hipotesis nol (H. Maka dari itu, model terbaik yang terpilih adalah FEM,maka dari itu Uji Lagrange Multiplier (LM) tidak lagi diperlukan karena keputusan tentang model terbaiknya telah dibuat. Estimasi Hasil Uji Model Data Panel (Fixed Effect Mode. Penelitian ini memakai metode data panel dan menemukan jika Model Efek Tetap (FEM) yaitu model regresi yang paling cocok Tabel 3. Estimasi Hasil Uji Model Data Panel Variable X1_PE X2_TPT X3_RLS Coefficient Std Error t-Statistic Prob. Sumber : Eviews,data di olah 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dihasilkan model persamaan regresi sebagai DPit =18. 96311it Ae 2. 425438PEit 0. 527132TPTit - 2. 087797RLSit eit Keterangan: = Disparitas Pendapatan = Pertumbuhan Ekonomi (Milyar rupia. TPT = Tingkat Pengangguran Terbuka (Perse. RLS = Rata-rata Lama Sekolah (Tahu. = Observasi . wilayah Gerbangkertosusil. = Tahun yang diteliti . = variabel pengganggu/ Error Correction Term Dari persamaan itu, lalu didapatkan pengerttian : Nilai konstanta 18,96311 memberi petunjuk jika besaran disparitas pendapatan diperkirakan mencapai 18,96311 maka ketika variabel Pertumbuhan Ekonomi (X. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. , dan Ratarata Lama Sekolah (X. semuanya bernilai nol. Ini memberi gambaran awal tentang tingkat disparitas pendapatan dalam kondisi di mana tidak ada variabel independen yang memengaruhinya. variabel pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien sebesar -2. 425438, yang berarti setiap penurunan sebesar 1 satuan dalam pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan penurunan disparitas pendapatan sebesar 2. dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan Variabel Tingkat Pengangguran terbuka memiliki koefisien 0. 527132,yang berarti setiap peningkatan sebesar 1 satuan dalam tingkat pengangguran terbuka akan diikuti dengan peningkatan disparitas pendapatan sebesar 527132, dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan Variabel Rata-rata Lama Sekolah memiliki koefisien sebesar -2. 087797, yang berarti setiap peningkatan sebesar 1 satuan dalam rata-rata lama sekolah akan diikuti dengan penurunan disparitas pendapatan sebesar 2. dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan Uji Asumsi Klasik Dalam regresi data panel. Basuki & Yuliadi,. menjelaskan jika tidak semua asumsi klasik dengan menggunakan metode OLS harus dipenuhi, hanya Multikolineritas dan Heteroskedasdisitas saja yang diperlukan. Uji Multikolinearitas Uji multikolineritas memiliki tujuan untuk menemukan apakah adanya korelasi antara variabel independen. Deteksi fenomena ini umumnya dilakukan melalui analisis nilai korelasi antar variabel bebas, di mana koefisien korelasi yang melebihi ambang batas 0,80 mengindikasikan adanya multikolinearitas yang signifikan. Keberadaan multikolinearitas dapat menyebabkan estimasi parameter menjadi tidak stabil dan meningkatkan varians dari koefisien regresi, sehingga menurunkan presisi interpretasi hasil analisis. Tabel 4. Uji Multikolinearitas Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Pengangguran Terbuka Rata-rata Lama Sekolah Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Pengangguran Terbuka Rata-rata Lama Sekolah Sumber : Eviews,data di olah 2025 Berdasarkan hasil uji regresi pada multikolineritas memberi petunjuk. Koefisien korelasi X1 dan X2 sekitar 0. 434458<0,8 Koefisien Korelasi X1 dan X3 0. 0,8 dan sementara koefisien korelasi X2 dan X3 sekitar 0. 183548 < 0,8. Maka didapatkan kesimpulan jika terbebas multikolineritas atau lolos uji multikolineritas. Uji Heteroskedastisitas Salah satu cara untuk menemukan gejala heteroskedastisitas yaitu dengan menganalisis nilai probabilitas yang diperoleh dari uji statistik. Jika nilai probabilitas melebihi ambang signifikansi (Prob > 0,. , hipotesis nol diterima, yang memberi petunjuk jika data tidak mengandung heteroskedastisitas. Tabel 5. Uji Heteroskedastisitas Variabel Prob. Kriteria Pertumbuhan Ekonomi 0,4158 >0,05 Tingkat Pengangguran 0,4123 >0,05 Rata-rata Lama Sekolah 0,4381 >0,05 Keterangan Tidak adanya Heteroskedastisitas Tidak adanya Heteroskedastisitas Tidak adanya Heteroskedastisitas Sumber : Eviews,data di olah 2025 Tidak ada bukti adanya heteroskedastisitas pada variabel independen dalam model ini, menurut hasil analisis regresi. Nilai probabilitas untuk setiap variabel independen melebihi ambang batas signifikansi 0,05. Uji Hipotesis Uji hipotesis dipakai untuk mengukurkan sejauh mana variabel independen memengaruhi variabel dependen. Proses uji hipotesis dilakukan sebagai berikut Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien Determinasi (RA) adalah ukuran statistik yang digunakan untuk menilai seberapa baik model regresi menjelaskan varians dalam data Tabel 6. Uji R2 R-Squared Adjust R-squared Sumber : Eviews,data di olah 2025 Berdasarkan hasil uji, variabel bebas pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan rata-rata lama pendidikan mampu menjelaskan 70,49% variasi disparitas pendapatan, dengan nilai R2 sekitar 0,704851 atau 70,49%. ) , maka ebesar 29,51% variasi tersebut dipengaruhi oleh variabel luar yang tidak termasuk pada analisis ini. Uji signifikansi simultan atau uji F Uji signifikansi simultan, atau uji F, yaitu teknik statistik yang dipakai pada analisis regresi yang berupaya memastikan apakah variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap satu variabel Tabel 7. Uji F F-statistic Prob(F-statisti. Sumber : Eviews,data di olah 2025 Hasil uji F memberi petunjuk jika nilai Prob (F-statisti. sangat rendah dari batas signifikansi 0,05, dengan nilai Prob 0,035905. Dengan kata lain, variabel independen secara simultan memberi pengaruh yang signifikan terhadap disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila Uji Signitifikasi Parsial (Uji T) Uji signifikansi parsial, yang sering kali disebut sebagai Uji t, merupakan metode statistik yang digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel Tabel 8. Uji T Variable X1_PE X2_TPT X3_RLS Coefficient Std Error t-Statistic Prob. Sumber : Eviews,data di olah 2025 Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Disparitas Pendapatan di Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan hasil regresi data panel, pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan negatif namun tidak signifikan terhadap disparitas pendapatan dengan nilai probabilitas 0,0959 (>0,. dan koefisien -2,425438, artinya setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% diikuti penurunan disparitas sebesar 2, 2,425438% Pada penelitian ini, tidak adanya pengaruh signifikan diantara pertumbuhan ekonomi dan disparitas pendapatan, sehingga pola kurva U terbalik yang diharapkan tidak terbukti secara empiris. Temuan ini mengindikasikan jika mekanisme peningkatan disparitas pada fase awal pembangunan sebagaimana dijelaskan oleh Kuznets tidak Temuan ini sejalan dengan hasil analisis penelitian Yoertiara & Feriyanto,. dan Martin et al. , yang memberi petunjuk kesamaan dalam temuan dan memberi petunjuk jika pertumbuhan ekonomi tidak punya pengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan. Pada penelitian Yoertiara & Feriyanto, . , mempelajari Pulau Jawa dari tahun 2012 hingga 2021 menggunakan Fixed effect model,menemukan jika pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap disparitas pendapatan. Serupa dengan penelitian Martin et , . menganalisis data panel dari 49 negara . 4Ae2. menemukan korelasi negatif antara disparitas pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, mengindikasikan jika disparitas yang meningkat cenderung memperlambat pertumbuhan. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik sehingga bukti empiris belum cukup kuat untuk menyatakan disparitas sebagai determinan utama dalam dinamika pertumbuhan ekonomi. Namun, temuan studi ini berbeda dengan yang ditemukan oleh Safrita et al. , yang mengemukakan jika pertumbuhan ekonomi sebenarnya mempunyai dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan disparitas pendapatan. Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Pendapatan di Wilayah Gerbangkertosusila Disparitas Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan, dengan nilai probabilitas 0,0023 (<0,. dan koefisien regresi 0,5271, artinya setiap kenaikan pengangguran 1% akan meningkatkan ketimpangan pendapatan sebesar 0,5271%. Hasil regresi data panel ini memberi petunjuk korelasi dengan teori modal manusia Becker, yang menekankan jika investasi dalam pendidikan, pengembangan keterampilan, dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan potensi pendapatan setiap orang di pasar tenaga kerja. Selain itu, penelitian ini mendukung penelitian Yoertiara & Feriyanto,. jika tingkat pengangguran terbuka memberi petunjuk efek positif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan di Provinsi Pulau Jawa Tinggi. Ini karena tingkat pengangguran terbuka memberi petunjuk ketidakmampuan sebagian besar tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang produktif dan layak, yang menyebabkan stagnasi pendapatan dan memperlebar jurang distribusi. Sebuah penelitian yang serupa dibuat pada Putri & Anggraini,. di wilayah Tanjungpinang selama periode 2015Ae2023. Hasilnya memberi petunjuk jika ada peningkatan tingkat pengangguran dan peningkatan populasi miskin, yang berdampak signifikan pada pelebaran disparitas pendapatan. Maka dari itu, penegasan tentang pentingnya menerapkan kebijakan penciptaan lapangan kerja sebagai alat strategis untuk mengurangi disparitas pendapatan menjadi semakin relevan. Sebaliknya, penelitian ini memberi petunjuk kontras dengan temuan studiRahayu et al. , yang menemukan jika tingkat pengangguran terbuka mempunyai dampak negatif namun tidak signifikan terhadap perbedaan distribusi pendapatan di wilayah Sumatra. Hasil penelitian ini memberi petunjuk jika perubahan tingkat pengangguran terbuka tidak mempunyai dampak statistik yang signifikan terhadap perubahan disparitas pendapatan di wilayah Sumatra. Hal ini mendukung hipotesis jika faktor lain, baiknya ekonomi maupun sosial, memainkan peran yang sangat besar dalam memengaruhi tingkat disparitas pendapatan daripada variabel TPT. Analisis Pengaruh Rata-rata lama sekolah Pendapatan di Wilayah Gerbangkertosusila Disparitas Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan, dengan nilai probabilitas 0,0264 (<0,. dan koefisien regresi -2,0878, yang berarti setiap peningkatan lama sekolah 1% akan menurunkan ketimpangan pendapatan sebesar 2,0878%. Hasil regresi data panel ini memberi petunjuk kesesuaian dengan teori modal manusia Gary Becker, yang berpendapat jika pendidikan dan keterampilan yang diperoleh melalui pembelajaran yaitu jenis investasi modal manusia yang dapat meningkatkan produktivitas seseorang dan meningkatkan akses mereka ke peluang ekonomi yang sangat optimal. Temuan empiris memberi petunjuk jika peningkatan rata-rata lama sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pada akhirnya, peningkatan ini akan berdampak positif pada pengurangan disparitas pendapatan. Penelitian ini mendukung temuan Lutfiani & Yuniasih, . , yang menggunakan estimasi FGLS-SUR dan regresi data panel menggunakan model efek tetap di 33 provinsi di Indonesia. Temuan penelitian ini memberi petunjuk jika disparitas pendapatan regional dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh perbedaan tingkat pendidikan di tiap provinsi. Studi yang dibuat Coady & Dizioli, . , yang juga menggunakan data panel dinamis lintas negara, memberi petunjuk hubungan positif signifikan antara disparitas pendidikan dan pendapatan. Namun, pengaruh rata-rata lama sekolah relatif kecil dan tidak selalu signifikan secara Maka dari itu, untuk mengurangi disparitas pendapatan secara keseluruhan, faktor institusional, pemerataan akses, dan kualitas pendidikan harus Penelitian yang dibuat S. Dai et al. berbeda dengan penelitian sebelumnya,mereka memberi petunjuk jika rata-rata lama sekolah meningkatkan disparitas pendapatan di wilayah Barat dan Timur Indonesia selama periode 2010Ae 2020, tetapi dampak ini tidak mencapai tingkat signifikansi statistik. Mereka yang tinggal di daerah terpencil dan kurang berkembang mengalami kesulitan mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi, sementara mereka yang tinggal di wilayah yang sangat maju mempunyai akses yang sangat luas dan berkualitas tinggi. Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam akses pendidikan di beberapa wilayah. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Hasil uji regresi data panel dalam penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di tujuh wilayah Gerbangkertosusila selama periode 2016Ae 2023 menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap disparitas Temuan ini mengindikasikan bahwa disparitas dalam pembangunan infrastruktur dan industri di wilayah tersebut menjadi penyebab ketidakseimbangan distribusi hasil pertumbuhan ekonomi, sehingga menghambat upaya pengurangan disparitas pendapatan. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan, yang menunjukkan bahwa tingginya pengangguran akibat ketidakcocokan keterampilan dan keterbatasan akses pelatihan berkontribusi pada meningkatnya kesenjangan pendapatan antar kelompok masyarakat. Sebaliknya, peningkatan rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan, menegaskan pentingnya pendidikan dalam menurunkan pengangguran, meningkatkan akses pekerjaan yang layak, serta mengurangi kesenjangan pendapatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila. Saran Berdasarkan temuan penelitian, rekomendasi terkait pengurangan disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila meliputi beberapa aspek yang Pertama, pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur secara merata, terutama di daerah yang masih tertinggal, supaya hasil pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih adil dan daya saing wilayah juga makin baik. Kedua, pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi harus ditingkatkan supaya pengangguran berkurang dan disparitas pendapatan bisa diperkecil. Ketiga, akses pendidikan yang berkualitas harus dijamin dengan memperbaiki fasilitas dan memberikan beasiswa untuk masyarakat kurang mampu, supaya rata-rata lama sekolah naik dan pendapatan bisa lebih merata. Serta untuk penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel ekonomi maupun variabel non ekonomi,guna memberi analisis yang mendalam terhadap faktor yang memengaruhi disparitas pendapatan di wilayah Gerbangkertosusila. Daftar Pustaka