E-ISSN: 2777-0206 P-ISSN: 2776-8511 Volume 2 Nomor 1 edisi Mei 2022 JPAP Available at http://jurnal. id/index. php/jpap/ ________________________________________ Volume 2 Nomor 1 EFEKTIVITAS ANALISIS JABATAN PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) SAPTAWA POVINSI LAMPUNG Rika Dewi1. Ida Farida2 rkadwi21@gmail. com1 ida. farida@ubl. Program Studi Ilmu Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Bandar Lampung ABSTRACT Based on Article 117 paragraph . of Law Number 43 of 1999 concerning Amendments to Law Number 8 of 1874 concerning the Principles of Personnel, it is determined that civil servants are appointed in positions and ranks. To ensure objectivity, transparency, and conformity between the job demands and the employee who will occupy the position, it is necessary to carry out a job The results of the job analysis in the form of job information can be used for institutional, management, and staffing purposes. In this study, researchers conducted research on the effectiveness of Job Analysis in the Indonesian Civil Servant Cooperative (KPRI) SAPTAWA. Lampung Province. The method used in this research is a qualitative research method with a descriptive research design. The results of this study are from various indicators used to measure the achievement of goals, acquisition of resources, internal processes and satisfaction of strategic From the points of achievement of the effectiveness indicators, the researcher concludes that the Job Analysis at the SAPTAWA Province Employee Cooperative of the Republic of Indonesia (KPRI) in Lampung Province has been effective and has made the quality of service provided to customers and the internal working atmosphere well done. The supporting factor in the implementation of this job analysis is a clear legal basis, then the inhibiting factor in the job analysis at the Indonesian Civil Service Cooperative (KPRI) SAPTAWA Lampung Province is the ideological difference between employees. Keywords: Effectiveness. Job Analysis. Cooperatives ABSTRAK Berdasarkan Pasal 117 ayat . Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ditentukan bahwa Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat. Untuk menjamin objektifitas, transparansi, dan kesesuaian antara tuntutan tugas dalam jabatan dengan pegawai yang akan menduduki jabatan tersebut, perlu dilakukan analisis jabatan. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian efektivitas Analisis Jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitiatif dengan desain penelitian Hasil yang dari penelitian ini adalah dari berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur yaitu pencapaian tujuan, akuisisi sumber daya, proses internal dan kepuasan konstituensi Dari poin-poin pencapaian indikator efektifitas yang tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung sudah efektif dan menjadikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah serta suasana kerja internal dilakukan dengan baik. Faktor pendukung dalam pelaksanaan analisis jabatan ini yaitu dasar hukum yang jelas kemudian faktor penghambat dalam JPAP 2 . 2022 Edisi Mei analisis jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung ini terdapatnya perbedaan idiologi antara karyawan. Kata Kunci: Efektivitas. Analisis Jabatan. Koperasi PENDAHULUAN Salah satu tolak ukur keberhasilan suatu organisasi atau instansi pemerintahan adalah nilai dan mutu manusianya. Kinerja yang baik merupakan tanda kualitas sumber daya yang Pendayagunaan sumberdaya manusia di suatu organisasi antara lain dijalankan dengan kegiatan penjadwalan anggota organisasi atau karyawan suatu instansi, menerima anggota baru dan pemilihan, penempatan sumber daya karier, bonus rugi, ketentraman, keamanan, kesehatan Dalam organisasi pemerintah jabatan dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni struktural yang mana memiliki fokus tugas untuk pekerjaannya bersifat manajerial, dan kelompok atau golongan lainnya yang tugasnya bersifat non manajerial disebut jabatan fungsional. Yang mana ini mengartikan bahwa analisis jabatan dapat mengembangkan professionalism para aparat pemerintah. Analisis jabatan atau Job Analysist adalah tata cara untuk melihat dan menentukan tugas dan beban kerja yang didasari keterampilan dari jabatan ataupun pekerjaan yang kemudian memberitahu kualifikasi orang atau pekerja seperti apa yang melakukan tugas tersebut atau dapat kita sebut job specification. Keterangan detail mengenai jabatan ini di susun secara mendasar dengan menjelaskan fakta lapangan yang lengkap, tidak dilebih-lebihkan ataupun dikurang-kurangi dari fakta yang ada di lapangan tentang apa yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas pokok serta fungsi dari jabatan atau pekerjaan yang Kemudian sebagai output dari rangkaian kegiatan pelaksanaan analisis jabatan ini ada dua jenis dokumen atau informasi yang harus di sertakan yakni spesifikasi dan juga deskripsi dari pekerjaan itu sendiri. Yang mana pada deskripsi pekerjaan ini akan tertera data-data mengenai tugas, tanggung jawab dan juga Analisis jabatan ini merupakan acuan dasar yang dapat digunakan oleh suatu instansi untuk menentukan atau memilih karyawan dan pekerjaan yang harus di sesuaikan dengan beban kerja yang ada sehingga tujuan instansi dapat dituju dengan baik. dari pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa analisis jabatan mempunyai fungsi yang begitu signifikan untuk memajukan kemampuan tenaga kerja. Untuk mendukung berjalannya proses analisis jabatan yang baik maka diperlukan yang namanya tata cara atau metode dasar dalam pelaksanaannya, yang mana dengan adanya metode ini nantinya akan mempermudah instansi mengambil dari uraian tertera yang mana menurut peneliti sangat menarik untuk diteliti dan dibahas oleh karena itu penulis membuat riset yang menggambarkan serta untuk mengetahui efektivitas analisis jabatan yang dilakukan pada KPRI SAPTAWA Provinsi Lampung. Maka dari itu peneliti terdorong meneliti penelitian yang berjudul AuEfektivitas Analisis Jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi LampungAy Dari penjelasan yang telah JPAP 2 . 2022 Edisi Mei diuraikan, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Efektivitas Analisis Jabatan Terkait Kesesuaian Antara Jabatan dan Kemampuan Karyawan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Dan Apakah Faktor Penghambat dan Pendukung efektivitas Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Dalam penelitian ini penelitian ini nantinya diharapkan: . sebagai bahan referensi penelitian mengenai pelaksanaan analisis jabatan yang berlangsung pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, . Sebagai Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung dengan rangka pelaksanaan analisis jabatan untuk meningkatkan kinerja TINJAUAN TEORI Efektifitas ialah kriteria dalan pengukuran seberapa tinggi target yang mencakup kualitas, kuantitas dan waktu yang digunakan manajemen, yang mana dalam pencapaian tingkat tersebut sudah ada target yang telah di susun dan ditentukan terlebih dahulu. Untuk itu maka suatu organisasi dapat dikatakan efektif apabila kegiatan yang dilakukan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi atau sesuai target awal yang sudah ditentukan oleh organisasi tersebut. Analisis jabatan atau job analysis merupakan tata cara menghimpun berbagai informasi dari berbagai pekerjaan dengan jabatan tertentu yang bertujuan untuk memenuhi tujuan instansi. Dikarenakan analisis jabatan atau job analysis memiliki posisi yang sangat penting bagi suatu instansi maka dari itu pelaksanaan analisis jabatan ini juga harus dilakukan dengan benar dan professional. Dalam pelaksanaannya analisis jabatan dilakukan guna mencari tahu sejauh mana kemampuan dan kualitas kerja dari setiap anggota atau karyawan yang ada di instansi tersebut dalam mencapai tujuan Dalam kegiatan instansi analisis jabatan dapat berlangsung secara lancar terlebih jika dilakukan dengan baik dan benar. Seperti yang dikatakan Amstrong, yang mana analisis jabatan yaitu langkah-langkah menghimpun, menganalisis, serta menyusun data terkait pekerjaan dengan mencantumkan deskripsi dari pekerjaan dan informasi untuk melakukan perekrutan, pelatihan, evaluasi, dan melakukan manajemen kerja. Apa yang menjadi harapan karyawan merupakan acuan dalam pelaksanaan analisis jabatan. dalam analisis jabatan ini akan diketahui nantinya tugas karyawan, kemampuan penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu dan menghindari tumpang tindih pekerjaan. Kriteria dalam pengukuran efektivitas Kreitner dan Kinicki . yaitu: . Pencapaian tujuan dikatakan bahwa suatu organisasi dapat dikatakan efektif bila dapat melengkapi target yang dibuat terdahulu. Ukuran pendapatan target bisa dijalankan menggunakan perbandingan atau melihat result akhir antara prestasi atau harapan melalui maksud yang telah ditentukan dari instansi. Akuisisi sumberdaya merupakan suatu ukuran yang dapat memberikan gambaran seberapa efektifnya kegiatan atau kebijakan dilaksanakan dengan menilai bagaimana suatu instansi dapat dasarnya, seperti karyawan, modal, keahlian, dan juga hal-hal manajerial lainnya. Proses internal, merupakan salah satu ukuran untuk mengetahui efektivitas, yang mana dilakukan dengan cara melihat apakah instansi atau organisasi memiliki sistem yang baik. sistem yang baik ini ditandai dengan informasi yang transparan. JPAP 2 . 2022 Edisi Mei adanya komitmen, kepercayaan, kejujuran dan kesetiaan dari para karyawannya. Kepuasan konstituensi strategis. Dalam melihat tingkat efektivitas suatu organisasi maka dapat dilihat dari kepuasan berbagai pihak yang terlibat. Yang merupakan konstituen adalah seorang atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan dan memiliki hak dalam organisasi tersebut contohnya seperti penyedia modal, penyedia sumber daya, pengguna jasa, dan juga kelompok-kelompok lain yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan instansi atau organisasi. Menurut Gary Dessler ada beberapa faktor yang mempengaruhi berlangsungnya suatu proses analisis jabatan, yaitu mendukung faktor menghambat. Faktor yang mendukung menurut Gary adalah adanya peraturan yang mendasari pelaksanaan job analysis contohnya yaitu Permandagri Republik Indonesia No. 35 2012 mengenai job analysis di sekitar Kemendagri serta pemerintah daerah Republik Indonesia Dengan adanya dasar hukum maka proses pelaksanaan analisis jabatan dapat dilakukan dengan mudah karena Jabatan ialah tingkatan yang kewenangan serta kewajiban serta kekuasaan seseorang pada organisasi baik organisasi swasta maupun organisasi negara. Job Analysis merupakan metode, tata cara, dan prosedur dalam mencapai atau memperoleh data pekerjaan yang nantinya akan digunakan sebagai informasi mengenai suatu jabatan. selanjutnya untuk faktor yang menghambat berjalannya proses analisis jabatan adalah terdapat perbedaan sudut pandang antar karyawan, kemudian rendahnya pengetahuan karyawan terhadap pentingnya suatu job analysis, dalam kenyataannya banyak karyawan yang menganggap suatu pekerjaan tidak harus melainkan sesuai dengan kemampuan yang ada sehingga hal juga akan menghambat inovasi yang ada. METODE Dalam riset ini metode yang dipergunakan ialah metode kualitatif. Manusia merupakan sarana riset dalam qualitative method. mewujudkan analysis information model inductive, bersifat deskriptive, menujukan objek penelitianya dengan upaya mendapatkan theory dari bawah, mempunyai sepasang criteria buat mengecek kesahan information, batas study pada focus, ilustrasi risetnya berlaku temporer, serta result risetnya disetujui dari pihak peneliti serta subject riset yang berdasar menurut (Moleong,2013:. Dalam riset ini peneliti akan membahas tentang AuPelaksanaan Analisis Jabatan 29 Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi LampungAy yang berfokus pada Pelaksanaan Analisis Jabatan menurut Teori Menurut Moekijat . 9, 79-. Variabel analysis jabatan dibuat 2 variabel. kesatu yaitu variabel attribute jabatan dan selanjutnya ialah variabel attribute pegawai. Sesuai penjelasan di atas di dalam penelitian ini informan dipilih dengan sengaja agar bisa memberikan penjelasan yang sesuai, informan yang diambil sesuai dengan bidangnya sehingga informan dapat mengetahui permasalahanpermasalahan yang ada, di dalam analisis penulis mewawancarai sejumlah informan yang diharapkan bisa membantu dalam proses riset ini dan dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat, informan pada riset adalah: Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, 2. Sekretaris JPAP 2 . 2022 Edisi Mei Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, 3. Ketua di setiap Unit Bidang Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Proses pengumpulan data primary dan data secondary melalui riset ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut ini: 1. Studi Kepustakaan (Library Inquire abou. Studi kepustakaan dalam mengumpulkan informasi sekunder dilakukan menggunakan sekumpulan kegiatan yang dimana akan dicatat, mengutip dan melakukan kajian pustaka berbagai pendapat ahli atau dapat juga berasal dari sumber yang sudah tersedia melalui peraturan UU atau peraturan menteri yang masih berlaku yang mana berbagai peraturan tersebut memiliki kaitan langsung terhadap permasalahan yang field Research atau Studi lapangan merupakan model penelitian yang dilakukan guna memperoleh data primer. Yang kemudian penelusuran atau Analisa lanjutan terkait informasi yang dicari dengan cara wawancara maupun cara lainnya. Adapun metode yang dilakukan sebagai berikut: . Wawancara Mendalam. Pengumpulan Dokumen . ulisan-tulisa. Melakukan Obervasi Terlibat. Documentation. Kemudian untuk melaksanakan analysis data penulis menerapkan teknik analysis deskriptif. Mengapa peneliti menggunakan Teknik analisis tersebut dikarenakan penelitian ini memiliki output untuk memaparkan efektivitas dari pelaksanaan analisis jabatan yang dilakukan di Koperasi ini, kemudian untuk melihat apakah memiliki teori-teori dengan fakta dilapangan sudah sesuai. ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembahasan ini penulis akan mendeskripsikan tentang bagaimana Efektivitas Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung dengan menerapkan teori Efektivitas yang dikemukakan oleh Kreitner dan Kinicki . ialah Pencapaian Tujuan. Akuisisi Sumber daya. Proses Internal, dan Kepuasaan Konstituensi Strategis. Selanjutnya penjelasan pengukuran efektivitas Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung akan dijelaskan di bawah ini: Pencapaian Tujuan Dalam hal ini, yang akan diukur adalah pencapaian tujuan dilaksanakannya analisis jabatan yang meliputi bagaimana pelaksanaan analisis jabatan itu sendiri dilaksanakan, faktor yang menjadi penghambat dan pendukung analisis jabatan tersebut serta melihat apakah analisis jabatan yang dilakukan dapat meningkatkan kesesuaian antara beban kerja dan kemampuan karyawan. Untuk melihat pencapaian tujuan itu sendiri penulis melakukan wawancara dengan hasil seperti dibawah ini: Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, beliau AuPelaksanaan Analisis Jabatan di Koperasi Pegawai Reepublik Indonesia (KPRI) SAPTAWA ini sudah dilakukan sesuai dengan Peraturan Mendagri Republik Indonesia No. 35 2012 mengenai job analysis di sekitar Kemendagri serta pemerintah daerah Mendagri Republik IndonesiaAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Selanjutnya Peneliti mewawancarai Ketua Bidang Unit Tugas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, beliau mengungkapkan: AuDalam pelaksanaannya analisis jabatan memberikan data dan informasi bagaimana dan seperti apa kemampuan karyawan disini, dari informasi kemampuan karyawan sehinga beban kerja yang diemban akan semakin sesuai dengan JPAP 2 . 2022 Edisi Mei kemampuan masing-masing karyawanAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Dari berbagai pernyataan narasumber di atas menurut peneliti pelaksanaan analisis jabatan sudah dilakukan dengan baik dan benar, kemudian pelaksanaan analisis jabatan juga mampu memberikan berbagai data dan informasi mengenai berbagai kemampuan karyawan sesuai dengan tujuan utama dari analisis jabatan dalam hal ini indikator pencapaian tujuan sudah bisa dianggap baik. Hal ini sesuai menurut pendapat DK Dewi . mengatakan bahwa pencapaian tujuan memiliki beberapa variable ialah kurun waktu dan target. Dimana keterlibatan atara kurun waktu dan sasaran adalah hal yang penting melihat apakah organisasi tersebut memiliki pencapaian tujuan yang diinginkan. Akuisisi Sumber Daya Analisis jabatan dapat dikatakan berjalan mendapatkan atau melaksanakan kegiatankegiatan yang diperlukan, contohnya seperti komunikatif, keahlian teknis dan manajerial. Berikut hasil wawancara yang peneliti lakukan. Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, beliau mengungkapkan mengenai proses perekruitan: AuPerekruitan di Koperasi ini berdasarkan kemampuan . yang dimiliki oleh seseorang yang mana tidak harus sarjana, jenjang SMA pun bisa bekerja disini jika orang tersebut memiliki kemampuan untuk mengisi bidang yang kami butuhkanAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Selanjutnya ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengungkapkan mengenai kriteria khusus yang dijadikan acuan dalam merekrut karyawan: AuKalo kriteria khusus untuk karyawan sesuai bidang yang akan dia tempatin yang mana orang tersebut harus benar-benar menguasai keahlian seperti Microsoft Excel dengan cepat dan benarAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Kemudian mengenai waktu perekruitan Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengatakan: AuHanya ketika kantor memerlukan karyawan untuk tugas dan pekerjaan yang dibutuhkanAy . asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Mengenai informasi yang dirangkum dari hasil analisis jabatan apakah efektif dalam membantu proses akuisisi sumber daya. Ketua Bidang Unit Tugas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung mengatakan: AuHasil dari analisis jabatan sangat efektif dalam membantu proses akuisisi sumber daya, karna adanya analisis jabatan menjadikan proses akuisisi sumber daya menjadi lebih efektif dikarenakan adanya data dari hasil analisis jabatan yang memuat berbagai informasi mulai dari jumlah sampai dengan beban kerja yang ada. Yang mana kemudian di jadikan landasan untuk melaksanakan akuisisi sumber dayaAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Dari berbagai jawaban nara sumber di atas diketahui bahwa Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA merekruit berdasarkan kemampuan . yang dimiliki oleh seseorang yang mana tidak harus sarjana, yang artinya lulusan SMA juga bisa menjadi karyawan namun untuk karyawan yang di rekruit itu dilakukan tidak terjadwal. Menurut peneliti dapat disimpulkan bahwa proses akuisisi sumber daya dilakukan dengan cukup baik, sesuai dengan pendapat Anwar Prabu . yang mengatakan bahwa akuisisi sumber adalah hal yang sangat penting yang berupa schedule, pelaksanaan, dan juga kegiatan pengawasan pada pengadaan, pengembangan, pengintegrasian, dan juga pemisahan karyawan yang ditujukan untuk memenuhi tujuan instansi. Internal Process Analisis jabatan dikatakan efektif jika mempunyai system baik apabila information berjalan tanpa hambatan, dan terdapat JPAP 2 . 2022 Edisi Mei commitment, keyakinan, loyalty serta kepuasan Dalam penelitian ini penulis akan mempengaruhi efektivitas analisis jabatan yang dilakukan di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Untuk mendapatkan informasi maka peneliti melakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut: Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengenai kendala yang sering terjadi beliau mengungkapkan: AuKendala sering terjadi di pengoperasian Microsoft Excel, karena banyak karyawan yang kurang mengerti dan kesulitan untuk mengoperasikan Microsoft Excel yang berakibat tidak selesainya pekerjaan diwaktu yang tepat dan banyak pekerjaan yang tidak selesai dengan jadwal yang ditentukanAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengenai apa yang mempengaruhi suasana kerja dan proses kerja beliau mengatakan: AyHal yang mempengaruhi suasana kerja tentunya dengan cara yang nyaman, jika suasana nyaman dan kondusif akan membuat pekerjaan cepat selesai dan tidak terjadi melakukan aktivitas yang dapat mengganggu dan berpengaruh pada proses kerja sehingga menggangu konsentrasi karyawanAy. asil wawancara tanggal 21 januari 2. Dari result interview tersebut menurut peneliti untuk indikator yang ketiga yaitu proses internal sudah diusahakan dengan baik untuk menciptakan suasana kerja sekaligus proses kerja dengan suasana yang nyaman sehingga melaksanakan pekerjaan yang ada. Dalam proses internal ini juga berdasarkan pengalaman peneliti yang pernah magang di Koperasi ini para karyawan sudah dianggap kawan dalam kantor sehingga suasana kerja juga semakin hangat dan nyaman. Dan juga seperti pendapat Sedarmayanti . lingkungan dianggap baik dan sinkron jika seseorang bisa menjalankan aktivitas dengan baik, healthy, tentram serta damai, akibatnya dapat menaikan energi kerja para pegawai. Kepuasan Konstituensi Strategis Adanya kepuasan dari pihak yang terkait atau memiliki kepentingan merupakan salah satu indikator efektif atau tidaknya suatu proses analisis jabatan. orang atau sekelompok orang yang mempunyai andil atau kepentingan dalam organisasi contohnya pengguna produk karyawan dan kelompok yang berkerja sama merupakan konstituensi strategis. Orang-orang ini adalah konstituensi yang berpengaruh dalam keberlangsungan hidup organisasi. Untuk itu peneliti melakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut: Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengenai suasana kerja dan bagaimana kinerja pegawai yang ada beliau mengungkapkan: AuSuasana kerja disini cukup kondusif, santai, tenang kemudian Kinerja pegawai disini sangat baik dalam melakukan tugasnya, namun ada beberapa yang terkendala akibat kurangnya pengetahuan atau kemampuan dalam bidang tertentu sehingga kinerja dan hasil nya tidak sesuai yang mana akan berdampak pada kualitas pekerjaan yang dihasilkanAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Kemudian Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung mengatakan mengenai reward: AuDisini tidak ada reward atau hadiah karena ini merupakan instansi pemerintah yang mana pegawai harus melakukan kewajiban yang tertera di SK, karena Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA ini bukan seperti perusahaan swasta yang mana pegawai harus berlomba-lomba dalam hal kinerja agar mendapatkan tips dan bonusAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengenai Kondisi kerjasama antara pihak koperasi dan pengguna jasa koperasi beliau mengatakan: AuKondisi kerjasama antara JPAP 2 . 2022 Edisi Mei pihak koperasi dan nasabah yang meminjam di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA ini berjalan seperti pada umumnya koperasi, dimana nasabah dan kami sangat saling menguntungkanAy. asil wawancara pada tanggal 21 Januari 2. Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung juiga menambahkan mengenai kendala dan masalah utama yang sering di alami karyawan, beliau mengatakan: AuKendala nya hanya pada program komputer yang mana program komputer belum satu pintu, akibatnya pekerjaan dilakukan dengan cara manual . dan di juga di komputer. Dan juga kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam mengoperasikan microsoft excel, sehingga pekerjaan tidak selesai dalam jadwal yang ditentukanAy. asil wawancara pada tanggal 21 Januari 2. Ketua Bidang Unit Tugas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung, mengenai konsumen yang protes atau mengajukan keluhan dan bagaimana cara menanggapinya: AuSejauh ini belum ada keluhan yang datang dari nasabah, kemudian apabila ada keluhan tentunya kami akan meminta maaf terlebih dahulu kepada nasabah, dan kami akan memberi teguran terhadap karyawan yang lalai tersebutAy. asil wawancara pada tanggal 21 Januari 2. Selanjutnya adalah pendapat dari nasabah atau pengguna jasa koperasi mengenai pelayanan yang ada di Koperasi Pegawai RepublikIndonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung: . Apakah ada kendala selama melakukan proses USIPA di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung? Auselama saya menjadi nasabah di koperasi ini tidak ada kendala yang berarti, biasanya hanya kendala kecil pada saat pengumpulan syarat-syarat untuk melakukan peminjaman, selebihnya tidak adaAy. Bagaimana sikap petugas atau karyawan saat melayani proses simpan pinjam? Ausikap petugas atau karyawan di koperasi ini sangat ramah bisa dengan mudah berbaur, sangat membantu dalam mengarahkan dan peminjamanAy. Apakah dalam melakukan proses simpan pinjam memerlukan waktu yang lama? Aukalau untuk malakukan peminjamankan kita harus mengumpulkan berkasberkas yang menjadi persyaratannya semakin cepat dan lengkap berkas itu maka prosesnya akan semakin cepat begitupun sebaliknyaAy. Dari berbagai hasil interview penulis menyimpulkan kepuasan konstituen strategis mempunyai tingkat yang begitu tinggi. Artinya pihak koperasi dapat memberikan pelayanan yang terbaik sehingga nasabah dan pihak lainnya yang terlibat dalam koperasi ini merasa sangat puas, mulai dari kualitas pelayanan sampai dengan waktu pelayanan. Hal ini juga sesuai dengan pendapat Bhanu Wayan Mehrunisa . kepuasan konstituensi strategis menerima jasa barang maupun jasa pelayanan yang baik maka efektivitas instansi juga akan meningkat kepuasan pelanggan bagi organisasi public sama dengan kepuasan Faktor Pendukung dan Penghambat Pada pembahasan ini penulis akan mendeskripsikan faktor yang menghambat dan faktor yang mendukung dari pelaksanaan analisis jabatan yang dilakukan di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung dengan diungkapkan oleh Gary Dessler, dengan hasil sebagai berikut: Faktor Pendukung. Saat melakukan kegiatan pasti ada faktor yang mendorong atau faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, baik itu faktor yang berasal dari Peneliti mewawancarai Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung untuk menanyakan apa saja faktor pendukung dalam pelaksanaan analisis jabatan ini, beliau mengungkapkan: AuFaktor pendukung analisis jabatan yang dijalankan di Koperasi Pegawai RepublikIndonesia (KPRI) JPAP 2 . 2022 Edisi Mei SAPTAWA ini memakan waktu yang singkat karena jumlah karyawan yang bekerja disini tidak terlalu banyak, sehingga hal ini dapat meningkatkan efisien waktuAy. asil wawancara pada tanggal 21 januari 2. Kemudian dalam kesempatan wawancara ini juga Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. AuPelaksanaan Analisis Jabatan di Koperasi Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA ini sudah dilakukan sesuai dengan Peraturan Mendagri Republik Indonesia No. 2012 mengenai job analysis di lingkungan Kemendagri serta Pemerintah Daerah Menteri Dalam Negeri Republik IndonesiaAy. wawancara pada tanggal 21 januari 2. Dari hasil interview tersebut maka peneliti berpendapat adanya peraturan atau dengan adanya dasar hukum maka proses pelaksanaan analisis jabatan dapat di lakukan dengan mudah oleh sebab itu memiliki peraturan yang mendasari pelaksanaan analisis Jabatan itu Dan juga berkaitan Murdoko . mengenai faktor pendukung job analysis beliau mengungkapkan faktor pendukung dalam analisis jabatan yaitu UU No. 32 serta 33 tahun 2004 mengenai Pemerintah Daerah serta rasio keuangan antara pemerintah pusat dengan kewenangan lebih luas untuk memanfaatkan dan mendayagunakan sumberdaya dalam usaha pembangunan dan pelayanan umum ataupun Permandagri Republik Indonesia No. mengenai job analysis di lingkungan kementrian dalam negeri serta pemerintah daerah Republik Indonesia. Faktor Penghambat. setiap aktivitas yang dijalankan tentunya ada faktor penghambat atau terlaksananya aktivitas tersebut, baik itu faktor yang berasal dari internal maupun eksternal. Provinsi Lampung ini maka peneliti melakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut: Peneliti mewawancarai Sekretaris Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung menanyakan apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaan analisis jabatan ini, beliau AuFaktor penghambat dalam melaksanakan analisis jabatan itu sendiri ialah, faktor penghambatnya dikarenakan karyawan yang bekerja di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA ini kebanyakan karyawan lama yang telah bergabung lebih dari 10 tahun terakhir, akibatnya analisis jabatan hanya di laksanakan untuk mendata bukan untuk melakukan pembaruan karyawan, sehingga walau banyak karyawan yang tidak kompeten tetap dipertahankan, kemudian karyawan yang memiliki perbedaan umur yang cukup signifikan juga membuat karyawan memiliki pemikiran yang berbeda-beda, kalo kita bilang sih agak kolot jadinya untuk pelaksanaan analisis jabatan itu sendiri sering terhambatAy. asil wawancara pada tanggal 21 Januari 2. Dari hasil wawancara di atas peneliti menarik kesimpulan bahwa sebagian karyawan yang bekerja pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung merupakan karyawan lama yang sudah mengabdi di Koperasi ini. Kemudian dengan perbedaan ideologi atau pemikiran yang masing- masing karyawan miliki menjadikan proses pelaksanaan jabatan ini agak terhambat, karena kebanyakan karyawan sudah berumur dan kurang terbuka terhadap pembaruan jadi seringkali bersifat kuno dan menganggap analisis jabatan itu hanya membuang-buang Dan didukung dengan pendapat dari Murdoko penghambat proses analisis jabatan, beliau mengatakan perbedaan antara sudut pandang antar karyawan, kurangnya pengetahuan karyawan tentang pentingnya job analysis, merupakan faktor yang menghambat jalannya analisis jabatan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian tentang Efektivitas Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) JPAP 2 . 2022 Edisi Mei SAPTAWA Provinsi Lampung. Dengan mengukur efektivitas menggunakan empat indikator yang dijadikan acuan berdasarkan grand teori yang penulis gunakan. Dan juga melihat faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan analisis jabatan. Peneliti dapat menyimpulkan: Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung sudah efektif. Dari berbagai indikator yang di gunakan untuk mengukur didapatkan hasil yang cukup Dari poin-poin pencapaian indikator efektifitas yang sudah dijelakaskan di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung sudah efektif dan menjadikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah serta suasana kerja internal dilakukan dengan baik. Kemudian untuk faktor yang mendukung pelaksanaan analisis jabatan di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung adalah dasar hukum yang dijadikan landasan yaitu Permendagri Republik Indonesia No. 35 2012 yang memuat mengenai job analysis di sekitar Kemendagri serta pemerintah daerah Republik Indonesia. Kemudian hal yang menjadi faktor pendukung lainnya adalah jumlah pegawai yang tidak terlalu banyak sehingga sangat efisien. Untuk faktor penghambat pelaksanaan analisis jabatan di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung ini adalah perbedaan pemikiran atau idiologi dan anggapan sebagian karyawan yang menganggap pelaksanaan analisis jabatan ini tidak begitu REFERENSI Akhyar. Pelaksanaan Analisa Jabatan Yang Tepat Dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Kerja Pada Kantor Study Centre Indonesia (SCI) Kota Makasar. Jurnal Manajemen Vol. 3 No. Aprianti. Implementasi Analisa Jabatan Pada Tenaga Kependidikan Di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Jurnal Ekonomika,1-10. Astuti. Implementasi Analisis Jabatan Dalam Penempatan Pegawai Di Bagian Kepegawaian Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah MEA. (Manajemen. Ekonomi, & Akuntans. Vol. No. 3: 178-207. Dewi. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan Volume 2 Nomor 2. Dian Purwanti. Efektivias Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru Sistem Zonasi Jurnal Administrasi Publik, hal. 1- 7. Hasan. Efektivitas Penilaian Kinerja Di Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah. Volume 1. Nomor 1, hal. Hikmah Husniyah Farhanindya. Studi kasus analisis jabatan. perusahaan daerah kota. Jurnal. Fenomena. Volume 28 Nomor 2 hal. Library. 1, 2 . Bab II Tinjauan. Pustaka.