e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. SOSIALISASI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN POTENSI MANAJEMEN DIRI MELALUI LITERASI INSPIRASI BIOGRAFI TOKOH Lailan Syafira Putri Lubis1. Wina Wulandari2. Sukma Adelina Ray3. Diah Kusyani4, dan Nurhayati Nasution5 1,2,3,4,5 Universitas Al Washliyah Medan syafiralubis1993@gmail. com1, wina. wulandari01@gmail. com2, adelinaray3sukma@gmail. diahkusyani13@gmail. com4, nurhayatirajab67@gmail. ABSTRAK Kemampuan manajemen diri penting dimiliki oleh peserta didik di sekolah. Keterampilan manajemen diri melibatkan pengaturan diri, memperkuat identitas dirinya, pengelolaan waktu, pengaturan tujuan, pengelolaan tugas, pengelolaan emosi, dan pengembangan kemandirian. Menguasai keterampilan manajemen diri mendorong peserta didik untuk mengoptimalkan waktu, pengaturan diri yang efektif, mampu menghadapi tantangan dengan tenang, pengelolaan hubungan sosial yang baik, dan mencapai tujuan/cita-cita yang Penting sekali bagi orang dewasa terutama orangtua, guru, dan guru bimbingan konseling untuk memberikan dukungan berupa pengembangan manajemen diri peserta didik selama masa pubertas mereka. Dukungan yang bisa diberikan kepada peserta didik melalui kegiatan layanan bimbingan dan konseling dengan strategi bimbingan klasikal berupa sosialisasi kepada peserta didik tentang pentingnya pengembangan keterampilan manajemen diri melalui literasi digital biografi tokoh inspiratif. Literasi digital biografi tokoh inspiratif diharapkan dapat mendorong peserta didik terinspirasi dan mengembangkan keterampilan menajemen diri yang lebih efektif. Kegiatan ini mendorong peserta didik mengikuti tahapan kegiatan bimbingan klasikal dengan mempelajari penjalanan kehidupan tokoh, cara tokoh menghadapi dan mengatasi tantangan, mencapai tujuan dengan disiplin dan motivasi yang dimiliki tokoh untuk mencapai tujuan kegiatan untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka akan mengembangkan keterampilan literasi digital yang penting dalam era informasi dan mampu mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh inspiratif untuk mencapai kesuksesan pribadi dan akademik. Kata Kunci : Sosialisasi. Keterampilan. Managemen Diri. Literasi Digital. Biografi. ABSTRACT Self-management skills are important for students in school. Self-management skills involve self-regulation, strengthening one's self-identity, time management, goal setting, task management, emotional management, and the development of independence. Mastering self-management skills encourages learners to optimize time, effective self-regulation, be able to face challenges calmly, manage good social relationships, and achieve the goals/ideals they set. It is very important for adults, especially parents, teachers, and counseling guidance teachers to provide support in the form of developing students' self-management during their puberty. Support that can be provided to students through guidance and counseling service activities with classical guidance strategies in the form of socialization to students about the importance of developing self-management skills through digital literacy, biographies of inspirational figures. Digital literacy of biographies of inspirational figures is expected to encourage students to be inspired and develop more effective self-management skills. This activity encourages students to follow the stages of classical guidance activities by studying the course of the character's life, how the character faces and overcomes challenges, achieves goals with the discipline and motivation that the character has to achieve the goals of the activity to apply in everyday life. They will develop digital literacy skills essential in the information age and be able to draw inspiration from inspiring figures to achieve personal and academic success. Keywords: Socialization. Skills. Self-Management. Digital Literacy. Biography e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. PENDAHULUAN 1 Layanan Bimbingan Klasikal Teknik Sosialisasi Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dari pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengatasi berbagai masalah pribadi, sosial, dan akademik. Salah satu strategi yang efektif dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa adalah melalui bimbingan klasikal dengan teknik Teknik sosialisasi memungkinkan konselor untuk menyampaikan materi bimbingan dengan cara yang menarik dan interaktif, sehingga siswa merasa terlibat dan lebih mudah memahami konten yang Bimbingan dan konseling dengan teknik sosialisasi adalah salah satu pendekatan yang inovatif dalam memberikan layanan bimbingan kepada siswa di sekolah. Teknik ini melibatkan penggunaan pendekatan sosial yang interaktif dan menarik untuk menyampaikan materi bimbingan kepada siswa. Melalui bimbingan klasikal, konselor memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan banyak siswa sekaligus, memberikan informasi, membahas isu-isu penting, dan mengajak siswa berpartisipasi aktif dalam Tujuan dari bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi adalah memberikan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kepada siswa dalam mengatasi masalah pribadi dan sosial, serta mengembangkan potensi diri mereka. Dengan melibatkan siswa secara aktif, teknik sosialisasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, meningkatkan pemahaman tentang berbagai topik bimbingan, dan memotivasi siswa untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan mereka. Selain itu, bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi juga dapat membantu meningkatkan hubungan antara konselor dan siswa, sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk berbicara tentang masalah pribadi mereka. Dalam bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi, konselor menggunakan berbagai metode dan teknik interaktif. Beberapa contoh metode tersebut adalah diskusi kelompok, permainan peran, cerita inspiratif, video edukatif, dan presentasi multimedia. Metode-metode ini dirancang untuk membangkitkan minat dan partisipasi siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Selain itu, teknik sosialisasi juga dapat memfasilitasi diskusi terbuka dan saling berbagi pengalaman di antara siswa, sehingga memperkuat rasa solidaritas dan empati di antara mereka. Topik-topik bimbingan dalam bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Beberapa topik yang umumnya diangkat adalah pengembangan diri, keterampilan sosial, manajemen emosi, mengatasi stres, membangun harga diri, berkomunikasi efektif, dan pembentukan nilai-nilai positif. Selain itu, topik-topik lain seperti literasi digital, pengembangan karir, dan kesadaran diri juga dapat diintegrasikan untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam era digital. Evaluasi dan tindak lanjut merupakan tahap penting dalam bimbingan klasikal dengan teknik Melalui evaluasi, konselor dapat menilai efektivitas kegiatan dan memperoleh umpan balik dari Hasil evaluasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan menyesuaikan materi yang akan disampaikan di masa mendatang. Selain itu, tindak lanjut setelah kegiatan bimbingan klasikal penting untuk memberikan dukungan dan bantuan tambahan bagi siswa yang memerlukan layanan lebih lanjut, serta memantau perkembangan dan perubahan positif yang terjadi pada siswa setelah mengikuti bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi. Strategi layanan bimbingan dan konseling melalui bimbingan klasikal dengan teknik sosialisasi, diharapkan siswa akan lebih terlibat, memahami, dan mampu mengaplikasikan berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam kehidupan mereka. Teknik ini dapat membantu siswa untuk berkembang secara holistik dan menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. 2 Manajemen Diri Komalasari . menyatakan manajemen diri adalah kemampuan individu dalam berperilaku dan melakukan hal-hal yang terarah meskipun upaya menghadapinya sulit. Ardini . menambahkan bahwa manajemen diri adalah individu yang memiliki keahlian dalam mengendalikan diri secara fisik, emosi, pikiran, jiwa dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki setiap individu. Selanjutnya. Riadi . menyampaikan manajemen diri adalah kemampuan individu mengendalikan berbagai unsur diri baik fisik, emosi, perasaan, pikiran dan perilaku untuk mencapai hal baik dan terarah meskipun sulit. Maka dapat e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. disimpulkan bahwa manajemen diri adalah keterampilan diri dalam mengelola fisik, waktu, emosi, pikiran, tugas dan tujuan pribadi dalam arah yang baik meskipun dengan upaya-upaya yang sulit. Arviana . menjabarkan aspek-aspek manajemen diri yang terdiri atas: Self-motivation adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Motivasi diri yang dimiliki individu akan mendorong memulai dan menyelesaikan pekerjaan tanpa perlu diminta oleh orang lain. Keinginan untuk melakukan pekerjaan tersebut datang dari dalam diri sendiri. Goal setting, kemampuan individu dalam membuat tujuan dan prioritas hidup, mendorong individu menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang hidup. Hal tersebut juga berlaku dalam kegiatan belajar untuk mencapai cita-cita . ujuan peserta didi. Peserta didik yang memiliki tujuan akan merancang dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Time manajement, manajemen waktu adalah sesuatu yang amat berharga. Bahkan, banyak orang menyebut. AuWaktu adalah uang. Ay Orang dengan manajemen diri yang baik memiliki manajemen waktu yang baik pula. Memiliki pengaturan waktu dengan baik untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, sehingga pengelolaan jadwal dan tugas dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Stress manajement, manajemen stress adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengatasi stres yang dialami oleh siswa. Stres dapat timbul dari berbagai faktor, seperti tekanan akademik, konflik sosial, masalah pribadi, atau tuntutan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan manajemen stres agar dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik dan menjaga kesejahteraan mental mereka. Organization, manajemen diri yang baik mendorong individu memiliki kemampuan organisasi yang baik untuk fisik, psikis, tugas dan hubungan sosial. Maka individu berusaha mengatur porsi energi, waktu, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan sebagainya. Kemampuan individu dalam mengorganisasi/megelola hubungan sosialnya akan menampilkan diri positif dengan memperluas lingkaran sosial, mengelola hubungan sosial yang baik, memiliki Batasan pribadi, memiliki cara komunikasi yang efektif, mampu mengatasi konflik dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan individu dan kelompok. Talitha . menjabarkan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan manajemen diri. Janganlah Menunda Pekerjaan, individu harus membiasakan diri agar tidak sering menunda segala sesuatu, sekecil apapun itu. Hal itu sangat berdampak pada keterampilan manajemen diri dalam melatih diri individu untuk bersikap disiplin dan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Melatih diri menuntaskan suatu tugas sesuai waktunya, secara tak sadar individu tersebut dapat menambah kepercayaan dirinya dan melatih diri dalam menerapkan manajemen diri yang baik. Membuat Priority Scales. Individu yang hendak menerapkan dan meningkatkan keterampilan manajemen diri tentu akan menentukan skala prioritas di segala aktivitas atau pekerjaannya. Hal itu karena skala prioritas menjadi salah satu metode yang sangat efektif dan baik untuk mengatur manajemen waktu seorang individu. Coba untuk mulai menentukan dan mendahulukan pekerjaan atau tugas yang lebih mendesak daripada yang lainnya. Misalnya, mendahulukan tugas atau pekerjaan yang tenggatnya sudah mendekati atau bisa mendahulukan tugas yang lebih mudah terlebih dahulu. Mengakui Kesalahan Diri, meningkatkan keterampilan manajemen diri mengakui kesalahan akan berdampak pada peningkatan keterampilan manajemen diri, karena bila seorang melakukan kesalahan dan tidak mau mengakui kesalahan tersebut dan malah menyembunyikannya, tentu beban dalam diri individu itu akan semakin besar dan akan berdampak pada keterampilan manajemen dirinya. Dengan mengakui kesalahan, individu siap untuk menerima segala macam masukan juga saran yang pastinya akan berguna untuk pengalaman dirinya di masa mendatang. Evaluasi Diri dan Hal-Hal yang Telah Dilakukan, melakukan evaluasi diri akan melatih diri untuk menemukan berbagai solusi dari tiap pertanyaan masalah yang dihadapi. Kegiatan pengabdian masayarakat dosen FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Alwasliyah Medan mendorong kegiatan mengembangkan manajemen diri peserta didik SMP melalui kegiatan sosialisasi, literasi digital biografi tokoh inspirasi dan praktik manajemen diri yang diberikan kepada para peserta didik SMP yang mengikuti. Literasi digital biografi tokoh inspirasi dilakukan karena menurut Salma . yang menyatakan bahwa teks biografi merupakan teks yang menuliskan kisah-kisah perjalan kehidupan seorang tokoh yang patut diteladani, yang umumnya individu tersebut menonjolkan adanya kelebihan, kiprah, masalah dan bentuk pengorbanan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. besar mereka. Biografi berisi tentang contoh baik diri tokoh kepada pembaca. Teks ini ditulis oleh orang lain yang memberikan rincian kehidupan tokoh dari sudut pandang orang lain . sesuai kenyataan hidup Salma . menjabarkan ciri-ciri teks biografi, diantaranya adalah: Memuat Fakta, cerita memuat fakta perjalanan kehidupan tokoh Memiliki Konflik Masalah, ciri yang lain adalah, teks biografi memuat konflik masalah. Teks biografi memuat perjalanan nyata, yang memuat masalah, konflik atau kendala. Ada Pesan Pembelajaran, teks biografi yang baik seharusnya memiliki pesan pembelajaran yang membangun bagi pembaca. Alasan kenapa cerita tokoh-tokoh ditulis dalam teks ini tidak lain untuk memberikan pembelajaran atas pengalaman dan setiap keputusan yang pernah dilaluinya. Memiliki Struktur yang Jelas atau Kerangka Waktu, penulis harus jeli dalam mencatat runtutan tahun dan Struktur yang runtut tentu memberikan kemudahan pembaca dalam memahami pesan yang Sejarah Pengalaman Hidup Seseorang, ciri lain dapat ditandai dari cara penuturannya. Penuturan lebih menekankan pada sejarah pengalaman dari si tokoh. Itu sebabnya rata-rata orang yang ditulis dalam biografi adalah orang-orang besar, orang yang memiliki pengalaman hidup yang mengubah sudut pandang banyak orang. Memiliki Setting Tempat, setting tempat ini bisa berbeda-beda tempat, tergantung dari cerita dari si tokoh atau narasumber. Karena bagaimanapun juga, setting tempat salah satu ciri yang wajib ada. Ciri-ciri teks biografi tokoh menjadi salah satu indikator pengabdian ini dilakukan dengan media teks biografi tokoh inspiratif. Teks biografi yang digunakan dan diperkenalkan kepada siswa sebagai tujuan mengembangkan keterampilan manajemen diri. Melalui literasi biografi tokoh inspiratif, siswa akan diperkenalkan pada pemikiran dan pengalaman orang-orang yang berhasil mengelola diri mereka dengan baik. Dengan mengaitkan pengalaman dan pelajaran dari tokoh inspiratif tersebut dengan kehidupan mereka sendiri, siswa dapat mengembangkan keterampilan manajemen diri yang bermanfaat dalam mencapai tujuan pribadi, akademik, dan profesional mereka. Sosialisasi pengembangan keterampilan potensi manajemen diri melalui literasi digital inspirasi biografi tokoh memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, tujuan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengelola potensi diri dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai Dengan mempelajari cerita hidup tokoh inspiratif, individu dapat melihat contoh nyata bagaimana pengembangan keterampilan potensi diri dapat memengaruhi kehidupan dan karir mereka. Kedua, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi individu dalam mengembangkan diri mereka. Biografi tokoh-tokoh inspiratif dapat memotivasi individu untuk mengejar tujuan mereka dengan lebih gigih, melampaui batasan diri, dan mengatasi rintangan yang mungkin mereka Cerita hidup tokoh inspiratif dapat menjadi sumber daya yang kuat untuk membangkitkan semangat dan keyakinan dalam diri individu. Ketiga, sosialisasi ini bertujuan untuk pelaksanaan memberikan pengetahuan praktis tentang keterampilan potensi manajemen diri. Melalui literasi inspirasi biografi tokoh, individu dapat mempelajari strategi dan prinsip-prinsip yang digunakan oleh tokoh inspiratif dalam mengelola potensi diri mereka. Ini dapat meliputi pengaturan tujuan, manajemen waktu, komunikasi efektif, kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan lain yang relevan. Sosialisasi pengembangan keterampilan potensi manajemen diri melalui literasi digital inspirasi biografi tokoh merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, memberikan inspirasi, dan memberikan pengetahuan praktis kepada individu. Dengan mempelajari cerita hidup tokoh-tokoh inspiratif, individu dapat belajar dari pengalaman mereka, mengembangkan keterampilan potensi diri, dan mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Peserta kegiatan adalah para dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan, siswa, dan guru di Sekolah. Adapun pelaksanaan dari kegiatan ini adalah: Hari. Tanggal/Bulan : Jumat, 28 Juli 2023 Waktu : 08. 30 WIB Tempat : SMP Negeri 1 Deli Tua e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. Layanan bimbingan klasikal melalui kegiatan "Sosialisasi Pengembangan Keterampilan Potensi Manajemen Diri melalui Literasi Digital Inspirasi Biografi Tokoh" adalah sebuah program yang bertujuan untuk membantu siswa kelas 8 SMP dalam mengembangkan keterampilan potensi manajemen diri mereka melalui pemanfaatan literasi digital dan inspirasi dari biografi tokoh-tokoh inspiratif. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan panduan dan motivasi kepada siswa agar lebih efektif dalam mengenali dan mengelola diri mereka sendiri, termasuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengelola emosi, meningkatkan motivasi, membangun empati, dan meningkatkan keterampilan sosial. Kegiatan ini akan dilakukan dalam format bimbingan klasikal, di mana dosen memimpin dan memfasilitasi seluruh kegiatan. Berikut adalah beberapa komponen utama dari layanan bimbingan klasikal ini: Pemaparan Materi: Dalam sesi awal, akan dilakukan pemaparan materi terkait pengembangan keterampilan potensi manajemen diri dan literasi digital. Materi ini akan mencakup konsep-konsep kunci, manfaat, dan pentingnya pengembangan keterampilan potensi manajemen diri dan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari siswa. Inspirasi Biografi Tokoh: Setelah pemaparan materi, siswa akan diperkenalkan dengan cerita inspiratif dari beberapa tokoh terkenal dan berpengaruh. Inspirasi dari biografi tokoh akan memberikan contoh nyata tentang bagaimana menghadapi tantangan, mengelola emosi, dan mencapai kesuksesan melalui penerapan keterampilan potensi manajemen diri dan literasi digital. Diskusi Kelompok: Selanjutnya, siswa akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait keterampilan potensi manajemen diri dan inspirasi biografi tokoh yang mereka Diskusi kelompok akan menjadi forum untuk saling berinteraksi, bertukar pandangan, dan menggali lebih dalam mengenai penerapan keterampilan potensi manajemen diri dan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Praktik Literasi Digital: Bagian dari kegiatan ini akan melibatkan kegiatan praktik literasi digital, seperti mengakses informasi dari sumber-sumber online yang berkaitan dengan inspirasi biografi tokoh dan mengembangkan pemahaman tentang literasi digital. Penyusunan Rencana Aksi: Setelah berdiskusi dan mendapatkan wawasan, siswa akan diminta untuk menyusun rencana aksi Rencana aksi ini akan berisi langkah-langkah konkret yang akan diambil siswa untuk mengembangkan keterampilan potensi manajemen diri melalui literasi digital berdasarkan inspirasi biografi tokoh yang mereka pilih. Evaluasi dan Tindak Lanjut: Kegiatan sosialisasi ini akan diakhiri dengan sesi evaluasi untuk menilai sejauh mana siswa telah memahami materi dan mengaplikasikan keterampilan potensi manajemen diri dan literasi digital. Dosen akan memberikan tindak lanjut dan dukungan untuk membantu siswa dalam mengimplementasikan rencana aksi mereka. Melalui layanan bimbingan klasikal ini, diharapkan siswa kelas 8 SMP akan lebih siap dan termotivasi untuk mengembangkan keterampilan potensi manajemen diri yang positif dan efektif melalui literasi digital, sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang lebih baik dan menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih percaya diri. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak postif berupa seluruh siswa termotivasi untuk mengembangkan keterampilan potensi manajemen diri yang positif dan efektif melalui literasi digital, sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang lebih baik dan menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa ini menunjukkan semangat yang tinggi dalam mencapai prestasi di sekolah, dengan komitmen yang kuat terhadap pelajaran dan pengembangan diri. Mereka juga memiliki antusiasme yang besar untuk ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi di sekolah, menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi dalam lingkungan sekolah. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. Para siswa ini memiliki pola yang cukup teratur dalam mengatur jadwal belajar dan kegiatan harian, meskipun ada sedikit kelalaian sekitar 20%. Tanggung jawab mereka terhadap tugas sekolah dan pekerjaan di rumah sangat tinggi, mencapai 97%, menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap pendidikan. Namun, dalam hal mengendalikan emosi, siswa ini tampaknya memiliki tantangan. Meskipun memiliki kemampuan untuk tidak mudah marah atau kehilangan kesabaran, tingkat kontrol emosional mereka mencapai 67%, memberi petunjuk bahwa ada ruang untuk perbaikan dalam hal ini. Fokus selama belajar atau mengerjakan tugas tampaknya menjadi area yang memerlukan perhatian lebih, dengan tingkat fokus sekitar 47%. Kemampuan mereka untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cukup tinggi, mencapai 100%. Partisipasi mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi di sekolah juga signifikan, mencapai 77%, yang menunjukkan dorongan untuk pertumbuhan dan pengembangan diri melalui pengalaman di luar kelas. Walaupun memiliki rasa percaya diri yang kuat dan semangat dalam menghadapi hal baru . %), siswa ini dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi tantangan belajar maupun kehidupan sehari-hari, dengan tingkat kesulitan dan stres sekitar 17%. Secara keseluruhan, siswa ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pendidikan, memiliki komitmen untuk pengembangan diri, dan memiliki potensi besar untuk meraih prestasi. Dalam menghadapi tantangan emosional dan meningkatkan fokus, mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk lebih Siswa juga menunjukkan sikap untuk konsistensi, disiplin, dan mempunyai kesadaran diri sebagai kunci utama dalam pengembangan keterampilan manajemen diri yang efektif. Gambar 1. Sosialisasi pada Peserta Didik Kelas 8 SMP Negeri 1 Deli Tua KESIMPULAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH Kesimpulan Kegiatan sosialisasi pengembangan keterampilan potensi manajemen diri simelalui literasi digital inspirasi biografi tokoh, dapat disimpulkan beberapa hal berikut: Pentingnya Keterampilan Manajemen Diri Keterampilan manajemen diri memainkan peran yang krusial dalam kehidupan siswa SMP. Melalui pengembangan keterampilan ini, siswa dapat belajar mengatur waktu, mengelola tugas, memprioritaskan kegiatan, dan mengendalikan diri agar dapat belajar dengan efektif. Peran Literasi Digital dalam Pengembangan Keterampilan Manajemen Diri Literasi digital menjadi sarana yang penting dalam sosialisasi ini. Siswa dapat menggunakan literasi digital untuk mengakses informasi, sumber daya, dan inspirasi melalui media digital, seperti biografi e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2023. Vol. 2 No. tokoh inspiratif. Literasi digital membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas tentang keterampilan manajemen diri. Inspirasi dari Biografi Tokoh Biografi tokoh inspiratif memberikan contoh nyata tentang bagaimana tokoh-tokoh sukses mengembangkan keterampilan manajemen diri mereka. Siswa dapat mengambil inspirasi dari perjalanan hidup tokoh-tokoh ini dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri yang mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan yang Dihadapi Siswa SMP dalam Mengembangkan Manajemen Diri Siswa SMP mungkin menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan manajemen diri. Distraksi, kurangnya motivasi, kurangnya disiplin, dan kesulitan mengatur waktu adalah beberapa contoh tantangan yang umum dihadapi. Sosialisasi ini membantu siswa untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan-tantangan tersebut melalui literasi digital dan inspirasi biografi tokoh. Pentingnya Pembinaan dan Dukungan Pentingnya pembinaan dan dukungan dari pihak sekolah, guru, dan orang tua. Siswa perlu mendapatkan bimbingan dan dorongan untuk mengembangkan keterampilan manajemen diri mereka. Dengan adanya bantuan dan dukungan ini, siswa dapat meraih potensi penuh mereka dalam mengelola diri dan mencapai kesuksesan dalam belajar dan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keterampilan manajemen diri siswa SMP, penting bagi mereka untuk mengaplikasikan apa yang mereka pelajari melalui literasi digital dan inspirasi biografi tokoh ke dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan siswa mampu untuk konsistensi, disiplin, dan mempunyai kesadaran diri sebagai kunci utama dalam pengembangan keterampilan manajemen diri yang efektif. Ucapan Terima Kasih