Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Al-Musthpfa. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. International License Peta Pertumbuhan Ekonomi Pada Negara ASEAN-6 . Perspektif Ekonomi Syariah Abdi Asmo Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Sumatra Barat. Indonesia E-mail: abdi. asmo@uinib. Rozalinda Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Sumatra Barat. Indonesia E-mail: rozalinda@uinib. Ahmad Wira Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Sumatra Barat. Indonesia E-mail: ahmadwira@uinib. Abstract: This study aims to map how economic growth has occurred in ASEAN-6 countries during 2012-2020 and how economic growth has been from an Islamic economic In answering this, the researcher used a mixed-method research design with secondary data sources and literature reviews. Based on the results of the study, it can be concluded that the economic growth map of ASEA countries, seen from the highest Gross Domestic Product (GDP), namely Indonesia ranks first, followed by Thailand, the Philippines. Singapore. Malaysia and Vietnam. Data on the development of economic growth shows that Thailand was the country with the highest economic growth in 2012 followed by the Philippines. Vietnam. Indonesia. Malaysia and Singapore. Islamic economics has a view of economic growth that does not only pay attention to production factors but economic Agreements in the economic field carried out by ASEAN countries gave birth to an agreement called the "ASEAN Economic Community Blueprint (AEC)". Through this. ASEAN countries have shown concern for the equality of the people's economy with the principle of economic growth based on Islamic economics. Keywords: Economic Growth. ASEAN. Islamic Economics. Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk memetakan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara-negara ASEAN-6 selama tahun 2012-2020 dan bagaimana pertumbuhan ekonomi dari perspektif ekonomi Islam. Dalam menjawab hal tersebut, peneliti menggunakan desain penelitian mixed-method dengan sumber data sekunder dan literature review. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa peta pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEA dilihat dari Produk ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 123 Domestik Bruto (PDB) tertinggi yaitu Indonesia menempati urutan pertama, disusul Thailand. Filipina. Singapura. Malaysia, dan Vietnam. Data perkembangan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa Thailand merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2012 diikuti oleh Filipina. Vietnam. Indonesia. Malaysia, dan Singapura. Ekonomi Islam memiliki pandangan tentang pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya memperhatikan faktor produksi saja melainkan pemerataan ekonomi. Kesepakatan di bidang ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN melahirkan sebuah kesepakatan yang disebut AuCetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)Ay. Melalui hal tersebut, negara-negara ASEAN telah menunjukkan kepedulian terhadap pemerataan ekonomi kerakyatan dengan prinsip pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi Islam. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi. ASEAN. Ekonomi Islam. PENDAHULUAN Saat ini, para ilmuwan maupun elit pemerintahan berbagai Negara maupun badan internasional memberikan perhatian yang lebih besar pada berbagai aspek mengenai pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang (Hasan & Azis. Tantangan terberat bagi pembangunan suatu negara adalah keterbelakangan, ketidakberdayaan, kebodohan, ketergantungan, rendahnya kesehatan dimana hal tersebut bermuara pada kemiskinan (Ardiningrum et al. , 2. Menurut Rustan . , pembangunan ekonomi adalah sebuah usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam suatu negara yang diukur dengan tinggi atau rendahnya pendapatan total dan pendapatan riil perkapita. Purnamasari . menyatakan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi. Sumber daya manusia hanya dipandang sebagai input dalam proses produksi, sama halnya pada faktor produksi lainnya seperti tanah, modal, dan teknologi (Mongan. Menurut Damayanti et al. , . Asia akan menyumbang hampir 60% dari 4,0% pertumbuhan global per tahun. ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan bentuk integrasi ekonomi regional. Melalui hal tersebut, persaingan bebas akan mendorong setiap negara ASEAN melakukan efisiensi yang optimaldan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat (Bakhri, 2. ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 124 Penyusunan APBN disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan negara dan kemampuan negara dalam menghimpun pendapatan negara demi terwujudnya perekonomian Nasional berdasarkan asas demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi menganut prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian dan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional (Syahputri & Merliyana, 2. Pertumbuhan ekonomi seringkali diukur melalui Pendapatan Domestik Bruto (PDB) (Damayanti et al. , 2. Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila tingkat ekonomi yang dicapai tahun tertentu lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional (Kholis et al. , 2. Penelusuran telah dilakukan untuk kepentingan research gap pada penelitian Tidak ditemukan satupun artikel atau penelitian yang membahas khusus pertumbuhan ekonomi di Negara ASSEAN maupun pertumbuhan ekonomi di Negara ASSEAN berdasarkan prinsip syariah. Seperti hal nya penelitian oleh (Bakhri, 2. memiliki keterbatasan pada penelitian tentang cita-cita dari MEA dalam sudut pandang ekonimi syariah. Sedangkan, penelitian oleh (Akmal & Ghozali, 2. menganalisis perkembangan ekonomi islam di negara-negara asia tenggara dengan system kajian berdasarkan sejarah yang ada di Asia Tenggara. Disisi lain, penelitian oleh (Rusydiana & Pamuncak, 2. khusus menelaah tentang Negara asean yang paling menerapkan system islami dalam berekonomi dengan diperbandingkan antar Negara di ASSEAN. Yang paling mendekati yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Haidar & Firmansyah, 2. dimana menganalisis pertumbuhan ekonomi Negara-negara ASEAN melalui pengaruh elemen-elemen dari instrinsik factor pembentuk produk domestic bruto. Dengan demikian penelitian ini sangat tertarik untuk diteliti karena kebaharuan dalam penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mempetakan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang ada pada Negara-negara di ASEAN-6 selama tahun 2012-2020 serta bagaimana pertumbuhan ekonomi tersebut perspektif ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 125 ekonomi Islam. Dalam menjawab hal tersebut, peneliti menggunakan desain penelitian mix metode yaitu metode kuantitatif untuk mempetakan pertumbuhan ekonomi di Negara ASEAN-6 serta menggunakan metode library research dalam menganalisis pandangan ekonomi syariah terhadap peristiwa pertumbuhan ekonomi di Negara ASEAN-6 METODE Metode penelitian yang di lakukan pada penenitian ini adalah mix metode yaitu sehingga menghasilkan gambaran mengenai objek penelitian dengan menggunakan data sekunder berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan melalui data dan diuji secara statistik (Sugiyono, 2. Sedangkan dalam telaah kajian ekonomi islam peneliti mencoba mengkombinasikan kebijakan-kebijakan dalam perjanjian pada Negara-negara ASEAN dalam menerapkan pemerataan pada bidang ekonomi dengan menggunakan metode telaah pustaka . ibrary researc. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data penelitian Data yang diperoleh berkaitan dengan objek penelitian secara langsung melalui sumber-sumber penelitian yang peneliti dapatkan. Sumber data yang diperoleh yaitu terdiri dari sumber data skunder melalui data yang dirilis oleh Word Bank. Bank Indonesia serta referensi lain. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di penelusuran peneliti melalui website resmi. Setelah peneliti mendapatkan data secara lengkap dan akurat, selanjutnya peneliti melakukan pengolahan data yang akan disajikan dalam bentuk grafik maupun tabel. Sedangkan telaah pustaka di lakukan dengan penarikan kesimpulan atas data-data yang diperoleh peneliti untuk dibandingkan pada telaah penelitian terdahulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Peta Pertumbuhan Ekonomi di Negara Asean Pertumbuhan ekonomi negara ASEAN-6 periode 2012-2020 cenderung Hal ini disebabkan dominasi pengaruh ketidakpastian perekonomian ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 126 dunia terhadap pertumbuhan ekonomi negara ASEAN-6. Setiap gejolak yang terjadi dalam perekonomian dunia akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi negara ASEAN-6 yang sebagian besar hanya merupakan negara dengan perekonomian terbuka kecil . mall open econom. Pada tahun 2020 juga adanya pandemi Covid-19 yang menjadikan pertumbuhan ekonomi hampir di semua negara mengalami kelesuhan. Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa PDB negara ASEAN yang paling tinggi diduduki oleh negara Indonesia. Pada tahun 2019 merupakan angka PDB tertinggi yang dimiliki oleh negara Indonesia pada angka 1,119,099,868,265 (US$). Jika dilihat pada grafik, selama tahun 2012-2015 Indonesia selalu mengalami penurunan PDB dari sebelumnya. Pada tahun 2012 memiliki 917,869,910,106 (US$), lalu turun pada tahun 2013 menjadi 912,524,136,718 (US$), dan terjadi penurunan kembali pada tahun 2014 dan 2015 pada angka 890,814,755,233 (US$) dan 860,854,235,065 (US$). Setelah melewati tahun 2015. PDB Indonesia selalu mengalami kenaikan dan mencapai angka 931,877,364,178 (US$) pada tahun 2016, 1,015,618,742,566 (US$) pada tahun 2017, dan tahun 2018 diangka 1,042,271,531,012 (US$). Setelah itu, mencapai tingkat PDB tertinggi pada tahun 2019 yang pada akhirnya mengalami penurunan pada tahun 2020 karena terjadinya pandemi Covid19 yang hampir seluruh negara di dunia mengalami kelesuhan ekonomi dengan angka PDB 1,058,688,935,455 (US$). ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 127 Grafik 1 Data Perkembangan Produk Domestik Bruto Negara ASEAN-6 Tahun Data Perkembangan Produk Domestik Bruto Negara ASEAN-6 Tahun 2012-2020 Indonesia Filipina Thailand Malaysia Singapore Vietnam Sumber: World Bank, 2022 dan diolah Dapat dicermati pada Grafik 4. 1 bahwa setelah negara Indonesia yang tertinggi disusul oleh negara Thailand dengan nilai PDB pada tahun 2019 diangka 544,081,056,185 (US$). Selama tahun 2012-2015 angka PDB Thailand mengalami fluktuatif pada tahun 2012 diangka 397,558,222,957 (US$), lalu naik pada tahun 2013 menjadi 420,333,203,150 (US$). Namun, pada tahun 2014 mengalami penurunan diangka 407,339,454,061 (US$), dan naik kembali pada tahun 2015 diangka 401,296,437,425 (US$). Setelah melewati tahun 2015 PDB Thailand selalu mengalami kenaikan dan mencapai angka 413,366,15,656 (US$) pada tahun 2016, dan 456,356,961,443 (US$) pada tahun 2017, serta tahun 2018 diangka 506,754,616,189 (US$), setelah itu mencapai tingkat PDB tertinggi pada tahun 2019. Akan tetapi mengalami penurunan pada tahun 2020 karena terjadinya pandemi Covid-19 yang hampir seluruh negara di dunia mengalami kelesuhan ekonomi dengan angka PDB 499,681,757,031 (US$). Untuk negara lainnya selain dari Indonesia dan Thailand, memiliki angka PDB yang hampir sama angkanya di setiap tahunnya yaitu negara Filipina. Singapura. Malaysia, dan Vietnam. Negara Filipina selama tahun 2012-2019 selalu mengalami ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 128 kenaikan angka PDB. Sebelumnya pada tahun 2012 PDB diangka 261,920,509,951 (US$), lalu menjadi 283,902,728,261 (US$) pada tahun 2013, dan mengalami kenaikan pada tahun 2014 dan 2015 masing-masing diangka 297,483,247,101 (US$) dan 306,446,140,629 (US$). Begitu pula pada tahun selanjutnya 2016-2019 diangka 318,626,761,493 (US$), 328,480,867,143 (US$), 346,842,094,175 (US$), 376,823,278,561 (US$). Akan tetapi, mengalami penurunan pada tahun 2020 karena terjadinya pandemi Covid-19 yang hampir seluruh negara di dunia mengalami kelesuhan ekonomi dengan angka PDB 361,751,116,293 (US$). Negara Singapura selama tahun 2012-2020 mengalami flutuasi yang sangat Pada tahun 2013 mengalami kenaikan yang di mana sebelumnya pada tahun 2012 diangka 295,087,220,933 (US$) menjadi 307,576,360,585 (US$) dan tahun 2014 menjadi 314,851,156,183 (US$). Akan tetapi, pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 308,004,146,058 (US$). Setelah itu, pada tahun 2016-2018 selalu mengalami kenaikan angka PDB pada tahun 2016 diangka 318,832,428,520 (US$), tahun 2017 diangka 343,193,352,162 (US$), serta tahun 2018 376,998,146,501 (US$). Selanjutnya, 375,472,731,271 (US $) dan 345,295,933,899 (US$). Negara Malaysia selama tahun 2012-2020 dengan PDB yang sangat fluktuatif. Pada tahun 2013 mengalami kenaikan yang di mana sebelumnya pada tahun 2012 diangka 314,443,149,443 (US$) menjadi 323,277,158,907 (US$) dan tahun 2014 menjadi 338,061,963,396 (US$). Akan tetapi, pada tahun 2015 dan tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 301,354,803,994 (US$) dan 301,255,380,276 (US$). Setelah itu, pada tahun 2017-2019 selalu mengalami kenaikan angka PDB, tahun 2017 319,112,136,545 (US$), tahun 2018 diangka 358,791,513,221 (US$), dan tahun 2019 365,276,379,481 (US$). Selanjutnya, tahun 2020 mengalami penurunan diangka 337,006,023,790 (US$). Negara Vietnam selama tahun 2012-2020 dengan angka PDB selalu mengalami Begitu juga yang terjadi pada Tahun 2020 disaat hampir semua mengalami kelesuhan ekonomi sehingga mengalami penurunan PDB. Tahun 2012 195,592,471,673 (US$) ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 129 213,710,932,339 (US$) pada tahun 2013, 233,449,971,629 (US$) pada tahun 2014, 239,257,234,711 (US$) pada tahun 2015, 257,095,955,976 (US$) pada tahun 2016, 281,353,402,175 (US$) pada tahun 2017, 308,702,086,758 (US$) pada tahun 2018, 330,391,329,476 (US$) pada tahun 2019 dan 343,242,570,827 (US$) pada tahun 2020. Grafik 2 Data Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN-6 Tahun 2012-2020 (% of PDB) Data Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN-6 Tahun 2012-2020 (% of PDB) 10,00% 5,00% 0,00% -5,00% -10,00% -15,00% Indonesia Filipina Thailand Malaysia Singapore Vietnam Sumber: World Bank, 2022 dan diolah Pada Grafik 2 menunjukkan perkembangan pertumbuhan ekonomi dimasingmasing negara ASEAN-6 tahun 2012-2020. Jika dilihat secara keseluruhan pada tahun 2020, 6 negara tersebut mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dan selama tahun 2012-2019 rata-rata berada diangka yang stagnan tidak terlalu jatuh dan terlalu naik. Jika dilihat pada grafik, pertumbuhan paling tinggi pada negara ASEAN-6 adalah Thailand dengan angka 7,24% pada tahun 2012. Akan tetapi, pada tahun selanjutnya sampai dengan tahun 2020 angka pertumbuhan ekonomi negara Thailand tidak lagi mencapai diangka 5%. Pada tahun 2013 berada diangka 2,69% dan lebih turun lagi pada tahun 2014 dengan angka 0,98%. Lalu, ada kenaikan angka pertumbuhan pada tahun 2015-2018 dengan angka 3,13%, 3,44%, 4,18%, dan 4,19%. ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 130 Setelah itu, pada tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan pertumbuhan kembali diangka 2,27% dan -6,10%. Lonjakan besar dalam kasus Covid-19 sangat memperlambat aktivitas ekonomi di Thailand. Perekonomian Thailand menyusut 2,6% pada kuartal pertama 2021 dibanding tahun sebelumnya. Penyusutan ini karena wabah virus corona yang terus berlanjut memengaruhi konsumsi dan sektor pariwisata di negara tersebut. Menurut data yang dirilis Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional. Senin . , kontraksi tersebut membaik dari penurunan 4,2% pada kuartal IV 2020. Secara kuartalan. GDP naik 0,2% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,1%. Kinerja pertumbuhan ekonomi Thailand mengalami kenaikan pada tahun 2015 sampai dengan 2018, namun menurun cukup drastis pada tahun 2019 sampai dengan 2020 saat terjadinya pandemi yang menyentuh angka minus. Namun, meskipun pertumbuhan ekonomi terlihat lesu, tidak pada skor daya saing infrastruktur Thailand yang selalu mengalami kenaikan dari tahun ketahun. Peringkat Thailand menduduki peringkat ke-40 dari 141 negara pada tahun 2020. Meskipun angka daya saing meningkat namun peringkat mengalami penurunan dari tahun 2019 diperingkat 38 dari 141 negara. Selanjutnya, angka pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua dicapai oleh negara Filipina pada tahun 2016 dengan pencapaian angka 7,15%. Selama tahun 2012-2020, angka pertumbuhan ekonomi Filipina mengalami fluktuatif di mana hanya pada tahun 2016 mencapai 7% dan selalu mengalami penurunan pertumbuhan dari tahun 2012-2015 dan 2017-2020. Pada tahun 2012 yang sebelumnya pada angka 6,90% menjadi 6,75% pada tahun 2013 dan mengalami penurunan kembali pada tahun 2013 dan 2014 dengan angka 6,35%. Pada tahun 2017 mengalami penurunan diangka 6,93% dan menurun kembali pada tahun 2018-2020 dengan angka 6,34%, 6,12%, dan -9,57%. Badan statistik Filipina pada Selasa . /11/2. merilis data pertumbuhan ekonomi nasionalnya pada periode kuartal ketiga (Q. Dalam laporannya, ekonomi Filipina disebut naik 7,1% year-on-year . bila dibandingkan dengan ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 131 periode yang sama tahun lalu. Angka ini berada di atas ekspektasi para analis yang memprediksi berada pada angka 4,8%, akan tetapi jauh dari ekspektasi pemerintah Filipina sebelumnya pada angka 12%. Naiknya pertumbuhan ekonomi tersebut salah satunya ditopang oleh kenaikan harga komoditas, khususnya minyak dan gas bumi, minyak kelapa sawit, batu bara, tembaga, besi, dan baja serta lainnya. Kinerja pertumbuhan ekonomi Filipina mengalami penurunan berturut-turut dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 saat terjadinya pandemi yang menyentuh angka minus. Filipina sempat menyentuh angka 7% pada tahun 2016 yang kemudian selanjutnya menurun lagi keangka 6% sampai dengan 2019. Skor daya saing infrastruktur Filipina juga mengalami fluktuatif dari tahun ketahun. Peringkat Filipina menduduki peringkat ke-64 dari 141 negara pada tahun 2020 yang di mana mengalami penurunan dari tahun 2019 di peringkat 56 dari 141 Selanjutnya, angka pertumbuhan ekonomi negara Vietnam pada tahun 2018 dengan pencapaian angka 7,08%. Selama tahun 2012-2020, angka pertumbuhan ekonomi Vietnam mengalami fluktuatif di mana pada tahun 2012-2015 mengalami kenaikan dari 5,25% menjadi 5,42%, 5,98%, dan 6,68%. Namun, pada tahun 2016 mengalami penurunan pertumbuhan diangka 6,21% dan naik lagi pada tahun 2017 dan 2018 dengan angka pertumbuhan ekonomi 6,81% dan 7,08%. Kemudian mengalami penurunan dikarenakan terjadinya pandemi covid-19 pada tahun 2019 dan tahun 2020 dengan angka 7,02% dan 2,91%. Negara Vietnam merupakan negara satu-satunya di mana pada tahun 2020 tidak mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus dengan mempertahankan angka pertumbuhannya diangka 2% dibandingkan dengan 5 negara lainnya yang termasuk dalam negara ASEAN-6. Ekonomi Vietnam mengalami kontraksi terberat pada kuartal ketiga (Q. Hal ini terjadi karena dipicu oleh penangguhan terhadap manufaktur akibat dahsyatnya gelombang terbaru pandemi Covid-19. Dilansir dari AFP. GDP negara yang bergantung pada ekspor ini menyusut 6,17% secara tahunan pada periode JuliSeptember. Kantor statistik umum mengatakan bahwa penyusutan tersebut ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 132 merupakan yang tertajam sejak negara Asia Tenggara itu mulai mencatat angka triwulanan yang dilaporkan pada 1986. Kinerja pertumbuhan ekonomi Vietnam mengalami kenaikan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 dan turun pada tahun 2019 dan tahun 2020. Dari negara yang termasuk dalam Negara ASEAN-6, hanya Vietnam yang mengalami pertumbuhan ekonomi diangka positif pada tahun 2020. Daya saing infrastruktur Vietnam berada pada peringkat 67 dari 141 negara pada tahun 2020, yang di mana mengalami peningkatan peringkat dari yang sebelumnya peringkat 77 pada tahun Selanjutnya pada negara Indonesia yang memiliki angka PDB tertinggi dibandingkan dengan 5 negara lainnya memiliki angka pertumbuhan ekonomi berkisar 4-6% selama tahun 2012-2020. Pada tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 6,03%, lalu mengalami penurunan pada tahun 2013 menjadi 5,56% dan terus mengalami penurunan pada tahun 2014 dan 2015 dengan angka 5,01% dan 4,88%. Kemudian mengalami kenaikan kembali pada tahun 20162018 diangka 5,03%, 5,07%, dan 5,17%. Kemudian mengalami penurunan kembali pada tahun 2019 dan 2020 dengan angka 5,02% dan -2,07%. Indonesia sebagai negara berkembang terus berupaya dalam pembangunan ekonomi untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Laporan Indonesia Economic Prospects yang dirilis world bank pada Rabu . memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal tumbuh 5,1% di 2022 dan naik menjadi 5,3% pada Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 berlanjut hingga awal tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 5% pada triwulan I. Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2013, di mana sebelumnya Indonesia tumbuh pada kisaran angka 6%, namun selama enam tahun terakhir Indonesia tetap berada pada kisaran angka 5% bahkan tahun 2015 di bawah 5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai meningkat antara tahun 2016 hingga 2018 di mana ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,17%. Namun, pada tahun 2019 mengalami penurunan kembali dan tahun 2020 dengan datangnya pandemi Covid-19 menambah buruknya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 133 diangka -2,07%. Skor daya saing infrastruktur Indonesia telah meningkat selama dekade terakhir. Peningkatan ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastrukturnya. Indonesia menduduki peringkat ke72 dari 141 negara pada tahun 2019 dari sebelumnya peringkat 71 dan meningkat dengan menduduki peringkat 50 pada tahun 2020. Negara Malaysia jika dilihat pada grafik memiliki pertumbuhan yang stagnan dan memiliki angka yang hampir sama dengan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi selama tahun 2012-2020 sangat fluktuatif, di mana pada tahun 2013 mengalami penurunan yang pada tahun sebelumnya pada tahun 2012 diangka 5,47% menjadi 4,69%. Kemudian mengalami kenaikan menjadi 6,01% pada tahun 2014, dan setelahnya mengalami penurunan pertumbuhan kembali tahun 2015 dan 2016 diangka 5,09% dan 4,45%. Tahun 2017 mengalami kenaikan kembali diangka 5,81% dan turun kembali pada tahun 2018-2020 diangka 4,84%, 4,44%, dan 5,65%. Malaysia sama halnya dengan Indonesia yang di mana sedang dilakukan secara terus-menerus berupaya dalam pembangunan ekonomi untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Meskipun, pada tahun 2021 dilakukan lockdown, menurut bank sentral Malaysia menyatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 16,1% pada kuartal II-2021. Kinerja ekonomi yang bagus ini terutama ditopang oleh membaiknya permintaan domestik dan berlanjutnya kinerja ekspor yang kuat secara year on year . Aktivitas ekonomi secara keseluruhan mencatatkan bahwa adanya perbaikan di seluruh sektor terutama pada sektor manufaktur. Kinerja pertumbuhan ekonomi Malaysia mengalami fluktuatif selama dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015. Malaysia memiliki pertumbuhan ekonomi pada kisaran angka 5-6%, namun selama empat tahun terakhir Malaysia mengalami penurunan secara berturut-turut sampai pandemi Covid-19 pada tahun 2020 diangka minus. Skor daya saing infrastruktur Malaysia juga mengalami fluktuatif dari tahun ketahun. Fluktuatif ini menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya konsisten dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastuktur yang mampu bersaing secara global dengan negara ASEAN lainnya. Namun. ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 134 peringkat Malaysia menduduki di atas peringkat Indonesia di mana peringkat ke-27 dari 141 negara pada tahun 2020. Negara Singapura yang merupakan negara maju dibandingkan 5 negara lainnya memiliki angka pertumbuhan berkisar 3-4%. Pada tahun 2012 berada pada angka 4,46% dan mengalami kenaikan pada tahun 2013 menjadi 4,84%. Kemudian mengalami penurunan pertumbuhan pada tahun 2014 dan 2015 diangka 3,94% dan 2,99%. Lalu mengalami kenaikan kembali pada tahun 2016 dan 2017 diangka 3,33% dan 4,52% dan turun kembali diangka 3,50%. 1,35%, dan -5,39% pada tahun 20182020. Perekonomian Singapura tumbuh melebihi ekspektasi dikuartal i (Q. Data Kementerian Perdagangan dan Industri memaparkan ekonomi negara tetangga RI ini tumbuh 7,1% secara year on year . Namun, secara quarter-to-quarter . pertumbuhan hanya 1,3% diQ3 2021. Dilansir dari CNBC International, kinerja manufaktur tumbuh sebesar 7,2% dari tahun lalu. Konstruksi meningkat 66,3% per tahun, terutama karena rendahnya basis perbandingan karena output di sektor publik dan swasta naik pada kuartal ketiga. Di antara industri jasa, real estate tumbuh sebesar 16,8% pertahun, terutama didukung oleh aktivitas di segmen properti residensial pribadi. Sementara itu, sektor jasa makanan dan minuman menyusut 4,2% dari tahun lalu karena Singapura memperketat pembatasan makan dan acara untuk mengekang penyebaran Covid-19. Kinerja pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami fluktuasi dari tahun ketahun sampai dengan tahun 2020. Dalam hal daya saing infrastruktur, singapura berada di tingkat teratas pada peringkat pertama tahun 2020 meski mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus. Indeks daya saing infrastruktur selalu berada di atas 80 dengan peringkat yang diperoleh konsisten pada peringkat 1, 2 dan 3. Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Perspektif Ekonomi Islam Islam mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai perkembangan terus menerus dari faktor-faktor produksi yang dapat berkontribusi pada kesejahteraan Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang penting ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 135 menurut Islam. Peningkatan faktor-faktor produksi tidak dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi jika produksi mencakup barang-barang yang telah terbukti merugikan dan merugikan manusia. Lebih dari itu, perubahan ekonomi merupakan aktivitas menyeluruh dalam bidang produksi yang berkaitan erat dengan keadilan Pertumbuhan mencakup sisi yang lebih luas untuk pertumbuhan dan kemajuan aspek materil dan spiritual manusia. Dengan kata lain, pendekatan ini bukan hanya persoalan ekonomi kehidupan manusia saja, akan tetapi mencakup aspek hukum, sosial, politik dan budaya. Dalam pengertian ini, tujuan pertumbuhan ekonomi adalah untuk memajukan dasar-dasar keadilan sosial, kesamaan. Haka Asasi Manusia (HAM) dan martabat manusia. (Muttaqin, 2. Perekonomian negara ASEAN diawali dengan anggota yang termasuk dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nation. yang terdiri dari 10 negara yang berada dikawasan Asia Tenggara yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand. Kesepuluh negara tersebut selanjutnya membuat blueprint untuk membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang ditandatangani pada November 2007 dan resmi dimulai pada 31 Desember 2015. Berdasarkan blueprint tersebut. MEA yang dibangun untuk memperkuat negara-negara ASEAN agar dapat memiliki beberapa karakteristi, yaitu: a. pasar dan basis produksi tunggal, b. wilayah ekonomi yang kompetitif, c. wilayah pembangunan ekonomi yang adil, dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. MEA merupakan kesepakatan ekonomi untuk menciptakan pasar yang lebih bebas dan biaya dagang yang lebih rendah di antara negara kawasan tersebut. id, 2. Sebagai satu kesatuan wilayah. ASEAN memiliki potensi ekonomi yang sangat Berdasarkan informasi dari Bank Indonesia . jumlah penduduk mencapai 567,6 juta orang dan dengan total PDB yang mencapai sekitar 1. 1 triliun (US$). Dengan kondisi yang seperti ini, maka ASEAN menjanjikan potensi pasar yang sangat besar. Masyarakat ekonomi ASEAN-6 merupakan bagian dari ASEAN kini menjadi kekuatan ekonomi dunia dimana kawasan tersebut menjadi kekuatan ekonomi ke-5 dunia dan ke-3 di Asia. Adanya MEA memberikan dampak ekonomi ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 136 yang luar biasa bagi negara-negara di kawasan tersebut. Mobilitas pekerja atau tenaga ahli di kawasan tersebut menjadi meningkat. Begitu juga dengan rezim investasi yang bertambah baik serta menjadi lebih business friendly dan tercipta inovasi-inovasi baru. Melalui MEA juga mendorong anggotanya agar terus memacu perbaikan di sektor transportasi dan jaringan infrastruktur. Terakselerasinya semua sektor masyarakat ekonomi ASEAN pada akhirnya mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi kawasan selain juga mendorong integrasi ekonomi yang lebih baik secara global . id, 2. Pertumbuhan ekonomi di Negara ASEAN pada periode 2012-2020 secara keseluruhan cenderung fluktuatif. Hal ini didominasi oleh ketidakpastian perekonomian dunia terhadap pertumbuhan ekonomi pada Negara-negara di ASEAN. Disamping itu,pandemic COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 20192020 menyebabkan stagnansi perekonomian di Negara ASEAN. Hal ini di tunjukkan pada perolehan data dari penelitian ini yaitu pada sisi GNP pada Negara ASEAN catatan tertinggi diperoleh Negara Indonesia sebagai Negara dengan GNP tertingi pada tahun 2019 diangka 1,119,099,868,265 (US$). Sedangkan perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Negara ASEAN selama tahun 2012-2020 yakni yang pernah dialami oleh Negara Thailand dengan angka 7,24% pada tahun 2012. Ekonomi Islami harus bias menjawab pertanyaan, apakah yang menjadi prioritas dalam pertumbuhan ekonomi itu pemerataan . rowth with equit. atau pertumbuhan itu sendiri . rowth an sic. Jawaban pertanyaan tersebut adalah bahwa Islam membutuhkan kedua aspek tersebut. Baik pertumbuhan . maupun pemerataan . , dibutuhkan secara simultan. Islam tidak akan mengorbankan pertumbuhan ekonomi, karena memang pertumbuhan . sangat dibutuhkan. Pada sisi lain. Islam juga tetap memandang pentingnya pemerataan, karena pertumbuhan ekonomi tidak menggambarkan kesejahteraan secara menyeluruh, terlebih apabila pendapatan dan faktor produksi banyak terpusat bagi sekelompok kecil masyarakat. Karena itu, teknik dan pendekatan baru yang harus dilakukan dalam pembangunan menurut perspektif ekonomi Islam. ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 137 adalah bahwa kita harus meninggalkan penggunaan model-model pertumbuhan agregatif yang lebih menekankan maksimalisasi tingkat pertumbuhan sebagai satusatunya indeks perencanaan pembangunan. Karena itu, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita yang tinggi, bukan menjadi tujuan utama. Sebab apalah artinya perkapita tinggi, tapi berbeda sama sekali dengan kondisi riil, kemiskinan menggurita dan kesenjangan tetap terjadi (Muttaqin, 2. Menilik pada teori tersebut diatas. ASEAN sendiri telah mengadakan kerjasama pada bidang ekonomi dengan dibentuknya ASEAN Economic Community (AEC). KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007 telah menyepakati AyDeclaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015Ay. Dalam konteks tersebut, para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun AyCetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)Ay. Cetak Biru AEC tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek, menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. Menuju single market dan production base . rus perdagangan bebas untuk sektor barang, jasa, investasi, pekerja terampil, dan moda. Menuju penciptan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi . egional competition policy. IPRs action plan, infrastructure development. ICT, energy cooperation, taxation, dan pengembangan UKM). Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata . egion of equitable economic developmen. melalui pengembangan UKM dan programprogram Initiative for ASEAN Integration (IAI). Menuju integrasi penuh pada ekonomi global . endekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 138 Berdasarkan AyCetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)Ay membawa ASEAN perekonomian secara bersama-sama. Dengan demikian setidaknya mengedepankan pada prinsip kerjasama demi pembangunan ekonomi umat. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi Islam dengan proses pertumbuhan ekonomi yang mengedepankan impact bagi kemaslahatan umat, bangsa maupun Negara. Hal ini sesuai dengan pandangan Juliana et al. , . menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi menurut ekonomi Islam, bukan sekedar terkait dengan peningkatan terhadap barang dan jasa, namun juga terkait dengan aspek moralitas dan kualitas akhlak serta keseimbangan antara tujuan duniawi dan ukhrawi. Kesejahteran dan Pertumbuhan Ekonomi yang ideal akan mampu terwujud dengan optimal dan memiliki dampak terhadap pemerataan ekonomi jika menggunakan politik ekonomi Islam yang menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat bisa terpenuhi. Strategi langsung dan tidak langsung mampu mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat. Strategi langsung diwujudkan dalam bentuk negara secara langsung memenuhi kebutuhan jasa pokok berupa keamanan, pendidikan dan Adapun berkaitan dengan Strategi tidak langsung dilakukan dengan menciptakan kondisi dan sarana pemenuhan kebutuhan pokok barang . andang, pangan, papa. Peran dan kontribusi negara sangat vital, untuk menjaga pemerataan ekonomi dan distribusi kekayaan, dapat dilakukan dengan tata kelola kepemilikan umum dan Negara. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peta pertumbuhan ekonomi di Negara ASEA yaitu pada sisi Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi yaitu Negara Indonesia pada urutan pertama, selanjutnya diikuti oleh Negara Thailand Filipina. Singapura. Malaysia, dan Vietnam. Pada data perkembangan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa thailan merupakan Negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi pada tahun 2012 diikuti oleh Negara Filipina. Vietnam. Indonesia. Malaysia dan Singapura. Ekonomi Islam memiliki pandangan atas ABDI ASMO. ROZALINDA. AHMAD WIRA 139 pertumbuhan ekonomi, dimana bukan tentang memperhatikan factor produksi semata melainkan pada pemerataan ekonomi. Kesepakatan pada bidang ekonomi yang dilakukan oleh Negara ASEAN menciptakan kesepakatan bernama AyCetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)Ay. Melalui hal tersebut. Negara ASEAN telah menunjukkan keperdulian atas pemerataan ekonomi umat sesuai dengan prinsip-prinsip pertumbuhan ekonomi berdasarkan ekonomi Islam. REFERENSI