ORELASI ANTARA KORELASI ANTARAKOMPETENSI KOMPETENSIPEDAGOGIK PEDAGOGIKGURU GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MTS ARRAHMAH KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2015-2016 Binti MusaAoadah Program Pascasarjana Institute Agama Islam Tribakti Kediri Abstrak Kompetensi pedagogik guru harus terus dipacu untuk meningkatkan kemampuan mengajar siswa, karena ditengarahi bahwa dengan kemampuan pedagogik guru hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru PAI dengan prestasi belajar siswa kelas Vi MTs Arrahmah tahun 20015/2016. Rumusan masalah dalam hal ini : 1. Adakah kompetensi guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Adakah prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Adakah korelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa di MTs Arrahmah. Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. pendekatan penelitian ini mengguanakan pendekatan kuantitatif. Peneliti bermaksud menganalsisi korelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa di MTs Arrahmah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di MTs Arrahmah sebanyak 117 diambil sampel 41. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Analisa instrumen meliputi analisis validitas dan realibitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi product moment SPSS 22. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa korelasi antara Variabel X . ompetensi pedagogik gur. dan Variabel Y . asil belajar PAI sisw. VHEHVDUGHQJDQQLODLVLJQLANDQVLDWDXLWXEHUDUWLNRUHODVLWHUVHEXWVDQJDW Dan variabel kompetensi pedagogik guru memberikan kontribusi terhadap hasil belajar PAI siswa sebesar 66,9%. Adapun sisanya sebesar 33,1% ditentukan oleh faktor yang lain seperti kemampuan awal peserta didik, motivasi belajar peserta didik, daya serap peserta didik, dan lain sebagainya, serta thitung lebih besar dari ttabel atau 15,478 > 2. Ada korelasi positif antara pedagogik guru dan hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi pedagogik guru semakin baik pula hasil prestasi siswa. Begitu pula sebaliknya semakin rendah pedagogik guru maka semakin buruk pula hasil prestsi siswa. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, dan Prestasi Belajar Latar Belakang Masalah Proses interaksi belajar mengajar adalah inti dari pendidikan, segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dan siswa adalah unsur yang sangatberperan dalam proses tersebut. Proses belajar mengajar akan berhasil apabila hasilnya mampu membawa perubahan dalam pengetahun,pemahaman, keterampilan dan nilai sikap dalam diri anak Pada umumnya guru merupakan faktor yang sangat dominan dan penting dalam pendidikan formal. Selanjutnya salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah Gurulah yang berada digarda terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan peserta Fachruddin Saudagar,Ali Idrus. Pengembangan Profesionalisme Guru (Jakarta:GP Press,2. , hlm 99 Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru . (Binti MusaAoada. didik didalam kelas melalui proses belajar Hal ini menunjukkan bahwa guru di tuntut menjadi seorang yang kompeten dalam Dari berbagai permasalahan terkait dengan kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar siswa di MTs KecamatanPapar Kabupaten Kediriyang telah disebutkan di atas sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dilihat dari prestasi siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 7,50. Maka peneliti perlu melakukan penelitian dengan alasan, hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi guru dan siswa bahwa didalam proses belajar mengajar sangat perlu memaksimalisasi kompetensi Pedagogik guru untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan yakni salah satunya meningkatkan prestasi belajar siswa. Di samping itu juga peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang kompetensipedagogik guru dalam mengajar mata pelajaran matematika terhadap prestasi siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti berupaya untuk mengkaji lebih dalam terhadap permasalahan tersebut dan dituangkan dalam bentuk tesis yang berjudul AuKorelasi Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MTs Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Ay Rumusan Masalah Rumusan penelitian merupakan suatu keharusan karena dengan merumuskan masalah, penelitian akan lebih terarah dalam pembahasan selanjutnya,perumusan dilakukan dengan cara merumuskan judul 3Berangkat dari latar belakang permasalahan tersebut, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Adakah kompetensi guru pengampu mata Dokumentasi ,Nilai Raport Mid SmesterSiswa Mts Ar rahmah, 22 Agustus 2015di KecamatanPapar Kabupaten Kediri. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta:RinekaCipta,20I. pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri? Adakah prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri? Adakah korelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi siswa di MTs. Arrahmah. Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri Hipotesis Penelitian Adupun hipotesis yang penulis ajukan adalah, sebagai berikut: Hipotesis Nol (H. Tidak ada hubungan antara antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa MTs. Arrahmah. Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Hipotesis Kerja (H. Terdapat hubungan antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa MTs. Arrahmah. Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Kompetensi Guru Kompetensi berarti kemampuan atau kecakapan seorang guru dalam mengembankan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Sehingga peserta didik memiliki perubahan sikap, perilaku dan pola pikir dibidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Guru yangmemiliki kompetensi pedagogik akan dapat mengelola pembelajaran denganlebih baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektifdan tujuan yang diharapkan dapat Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun WHQWDQJ6WDQGDU. XDOLANDVL$NDGHPLNGDQ Kompetensi Guru, macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru, antara lain kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial yang diperoleh melalui | Vol. No. Mei 2017 : 30 - 41 pendidikan profesi. 4 Keempat kompetensi tersebut saling terintegrasi antara yang satu dengan yang lain. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas seorang guru. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, ketrampilan, maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Kompetensi Pedagogik Guru Tugas guru yang utama adalah mengajar dan mendidik murid di kelas dan di luar kelas. Guru selalu berhadapan dengan murid yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap utama untuk menghadapi hidupnya di masa depan. Menurut Badan Standar Nasional pendidikan yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah: Kemampuan dalam peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan,pemahaman tentang peserta didik, pengembangan kurikulum/ silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Selain selalu memegang kode etik, seorang guru harus memenuhi syarat-syarat menjadi guru dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru, karena dengan memiliki keduanya, guru bisa melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para pendidik Islam adalah sebagai berikut : Cakap dan berkepribadian, sebagai seorang pendidik harus memiliki kecakapan dalam menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan dan mempunyai kepribadian yang baik, . Ikhlas dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik ia harus senantiasa ikhlas semata-mata untuk Allah dalam semua pekerjaannya baik berupa perintah, larangan. Jamil Suprihatiningrum. Guru Profesional Pedoman KinerjaA, hal. 99 27Ibid. , hal. nasehat, pengawasan atau hukuman. Hal ini VHVXDL GHQJDQ AUPDQ $OODK GDODP VXUDW $O Bayyinah ayat 5 sebagai berikut : a a As s a a c a Is os sa s a s N aUa Uc s a Na a Is Ns aa s a ys ca a As a Os Nis s as aec aNss s aeya aNs Artinya: AuPadahal mereka tiduk disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam . agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan PHQXQDLNDQ ]DNDW GDQ \DQJ GHPLNLDQ itulah agama yang lurus. Ay7 Berkepribadian, guru yang mempunyai kepribadian yang baik tentu akan dapat menanamkan kepribadian yang baik pula pada peserta dan dapat membimbingnya ke arah pertumbuhan sosial yang sehat dan wajar, . 7DTZD VLIDW WHUSHQWLQJ \DQJ KDUXV GLPLOLNL SHQGLGLN DGDODK WDTZD 'DODP SHQGLGLNDQ Islam ataupun dalam pendidik nasional di Indonesia yang menjadi sasaran dan tujuan \DQJ KDUXV GLFDSDL DGDODK WDTZD -DGL DQDN GLGLN \DQJ EHUWDTZD KDQ\D GDSDW GLKDVLONDQ ROHK SHQGLGLN \DQJ EHUWDTZD H PHPLOLNL kompetensi keguruan. Kompetensi keguruan adalah kemampuan yang diharapakan yang dapat dimiliki oleh seorang guru. Komponen kompetensi pedagogik Pemahaman Wawasan Dan Landasan Kependidikan Guru sebagai tenaga pendidik yang sekaligus memiliki peranpenting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negara ini, terlebihdahulu harus mengetahui dan memahami wawasan dan landasankependidikan sebagai pengetahuan dasar. Pengetahuan awal tentangwawasan dan landasan kependidikan ini dapat diperoleh ketika gurumengambil pendidikan keguruan di perguruan tinggi. Secara Mulyasari,Standar Kompetensi . Al-QurAoan dan terjemahannya98: 5 Jejen Musfah. Peningkatan Kompetensi Guru (Jakarta :Kencana,2011 ), h. Ramayulis. Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , 20-23 Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru . (Binti MusaAoada. mengelolapembelajaran menyangkut tiga pelaksanaandan pengendalian. Pemahaman Terhadap Peserta Didik Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi pedadogik yang harus dimiliki guru, sedikitnya terdapat empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu tingkat NHFHUGDVDQNUHDWLYLWDVFDFDW AVLN GDQ perkembangan kognitif. Pengembangan Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenaitujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagaipedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikantertentu. Sedangkan silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturanuntuk membantu mengembangkan seluruh potensi yang PHOLSXWLNHPDPSXDQ AVLN LQWHOHNWXDO emosional, moral agama serta optimal dalamlingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis dan kooperatif. Dalam mengembangkankurikulum/silabus dengan kebutuhan peserta didik sangat penting,agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan. Perancangan Pembelajaran Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi pedagogis yang harus dimiliki guru, yang akan bermuara pada Perancangan WLJDNHJLDWDQ \DLWX ,GHQWLANDVL . HEXWXKDQ Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus dipenuhi XQWXNPHQFDSDLWXMXDQ,GHQWLANDVLNHEXWXKDQ Saiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik Dalam Interakdi Edukatif, (Jakarta:Rin ka bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan PHUHND PHUDVD PHPLOLNLQ\D ,GHQWLANDVL Kompetensi. Kompetensi merupakan sesuatu yang ingin dimiliki oleh peserta didik dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam pembelajaran yang memiliki peran penting dan menentukan Penilaian kompetensi perlu dilakukan secaraobyektif,b erdasarkankinerja peserta didik, dengan bukti penguasaanmereka terhadap suatu kompetensi sebagai hasil belajar. Penyusunan Program Pembelajaran. Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP), jangka pendek, yang mencakup komponen programkegiatan belajar dan proses pelaksanaan Komponen programyang mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan teknik, mediadan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung lainnya. Dengandemikian, rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnyamerupakan suatu sistem, yang terdiri atas komponen-komponen yangsaling berhubungan serta berinteraksi satu sama lain, dan membuatlangkah-langkah pelaksanaannya, untuk mencapai tujuan ataumembentuk kompetensi. Pelaksanaan Pembelajaran Mendidik dan Dialogis Yang Kegagalan pelaksanaan pembelajaran sebagaian besar disebabkan oleh penerapan metode pendidikan konvensional, anti dialog,pewarisan pengetahuan dan tidak bersumber pada realitas masyarakat. Pembelajaran yang mendidik dan dialogis merupakan respon terhadap praktek pendidikan anti realitas, yang menurut Freire harus diarahkan pada proses terhadap masalah. Titik tolak penyusunan program pendidikan atau politik harus beranjak dari kekinian, eksistensial, dan konkrit yang mencerminkan Mulyasa ,6WDQGDU. RPSHWHQVLGDQ6HUWLANDVL*XUX ,h . | Vol. No. Mei 2017 : 30 - 41 aspirasi-aspirasi masyarakat. Tugas guru yang paling utama dalam lingkungan agar menunjang terjadinya kompetensi peserta didik. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Penggunaan teknologi dalam pendidikan dan pembelajaran . dimaksudkan untuk memudahkan atau mengefektifkan kegiatan Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan menggunakan dan mempersiapkan materi pembelajaran dalam suatu sistem jaringan komputer yang dapat diakses oleh peserta didik. Oleh karena itu, seyogyanya guru dan calon guru dibekali dengan berbagai kompetensi yang berkaitan dengan penggunan teknologi informasi dan komunikasi sebagai teknologi pembelajaran. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kataevaluasi adalah assesment yang menurut Tardif . berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Evaluasi untuk mengetahui perubahan perilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik,yang dapat dilakukan dengan penilaian kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan SHQGLGLNDQ GDQ VHUWLANDVL VHUWD SHQLODLDQ . Penilaian kelas. Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian, ulangan umum, dan ujian akhir. Ulangan harian setiap selesai proses pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu, ulangan harian ini terdiri dari seperangkat sosial yang harus dijawab para peserta didik, dan tugastugas terstruktur yang berkaitan dengan konsep yang sedang dibahas. Tes Kemampuan Dasar. Tes kemampuan dasar dilakukan untuk Ibidh. , h. Muhibbin syah ,psikologi pendidikan ,h. mengetahui kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang diperlakukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran. Tes kemampuan dasar dilakukan pada setiap tahun akhir kelas i. Penilaian Akhir Satuan 3HQGLGLNDQ GDQ 6HUWLANDVL 3DGD VHWLDS DNKLU semester dan tahun pelajaran diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu . Penilaian program. Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas pendidikan secara kontinu dan berkesinambungan. Penilaian program dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum dengandasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional, serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan masyarakat, dan kemajuan zaman. Pengembangan Didik Kompetensi Peserta Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru, untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Pengembangan peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, antara lain melalui kegiatan ekstra kurikuler . pengayaan dan remedial, serta bimbingan dan konsling (BK ). Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa Hasil belajar adalah suatu bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai oleh seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau memperoleh sesuatu. Yaitu suatu perubahan tingkah laku yang diperoleh dan dimiliki siswa baik secara pengetahuan sikap Selain itu juga banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa, salah satunya yaitu faktor yaang berhubungan dengan Auraw processAy yaitu faktor yang berpengaruh dalam kegiatan belajar siswa dan berasal dari kemampuan seorang guru dalam pengelolaan pembelajaran Ibidh . , h. Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru . (Binti MusaAoada. emiliki kompetensi pedagogi. Dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang guru dituntut atau di haruskan untuk memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran, dan penguasaan dalam kelas, tentunya berhubungan dengan siapa yang akan diajar, yakni peserta didik. Dengan meningkatnya kompetensi pedagogik atau kemampuan mengelola pembelajaran, diharapkan pula dapat meningkatkan prestasi peserta didik. Pendidikan akan berhasil bila dikelola oleh orang-orang yang berkompeten tinggi dan berkompeten di bidangnya. Guru adalah ahli pendidikan yang memang terdidik dan terlatih untuk berperan dalam dunia pendidikan, maka seorang gum hams berkiprah di bidang pendidikan dan bertanggung jawab atas bidangnya. Walaupun telah menjadi seorang guru, tetap hams selalu meningkatkan kemampuan mengajarnya karena perkembangan yang semakin pesat. Untuk itu seorang guru dituntut untuk selalu tanggap dan mampu melaksanakan proses pembelajaran dan proses pendidikan yang akan mengahasilkan output pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman. Desain dan Pendekatan Penelitian Desain penelitian merupakan strategi untuk memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan Desain penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan yang matang tentang hal-hal yang akan dilakukan . AuDesain penelitian merupakan landasan berpijak serta dapat pula dijadikan dasar penelitian oleh peneliti sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan penelitianAy. 14 Margono,Metodologi Penelitian pendidikan (Jakarta :PT Reneka Cipta,2. ,h. I00. Sesuai dengan masalah yang dikaji dalam penelitian ini serta memperhatikan jenis data dan macam data,maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, karena datadata atau informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini berbentuk angka-angka yang memerlukan perhitungan dengan menggunakan analisis statistik . Dalam ini,peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena peneliti bermaksud mencari AuKorelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswadi MTs Arrahmah Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Ay Untuk mencari guru danprestasi belajar siswa digunakan pendekatan statistik untuk mengukurnya, dimana pendekatan statistikadalah data yang terdiri dari angka-angka yang diperoleh setelah mengadakan penelitian dilapangan dan pada akhirnya akan ditarik kesimpulan. Teknik Pengumpulan Data Dalam melakukan penelitian ini untuk memperoleh hasil penelitian yang valid,peneliti menggunakan beberapa metode,penggunaan metode ini adalah untuk mendukung lancarnya penelitian,adapun yang dipakai dalam penelitian adalah: metode angket, metode dokumentasi, metodeobservasi Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik, dimana ada dua variabel yang akan diuji yaitu kompetensi pedagogik guru sebagai variabel (X) dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika sebagai variable (Y) . Berdasarkan masalah, tujuan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian maka, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data dilakukan berbentuk angka. Sehingga teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik dengan menggunakan rumusAuproduct momentAy, hal ini sesuai dengan pendapatnya Netra, bahwa teknik korelasiproduct moment ini digunakan XQWXN PHQFDUL NRHAVLHQ SHQJDUXK DQWDUD gejala interval dengan gejala interval lainnya. 6HODQMXWQ\D EHUGDVDUNDQ NRHAVLHQ SHQJDUXK | Vol. No. Mei 2017 : 30 - 41 yang diperoleh penulis dapat mengadakan SHQJHWHVDQ KLSRWHVLV NRHAVLHQ SHQJDUXK \DQJ Berikut tabel distribusi frekuensi kualitatif lingkungan akademis di sekolah: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kualitatif Kompetensi Pedagogik Guru (X) Paparan Data TEMUANDAN ANALISA DATA Data Kompetensi Pedagogik Guru Data tentang kompetensi pedagogik guru diperoleh melalui penyebaran angket dengan jumlah pertanyaan sebanyak 20 item dan diperoleh skor tertinggi 77 dan skor terendah 45, sehingga dalam distribusi frekuensi banyak kelas 5, dan panjang kelas 6. Adapun distribusi frekuensinya seperti pada tabel 4. Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi hubungan kompetensi pedagogik (X) Kelas Interval Persentase (%) 45 Ae 49 9,75 50 Ae 54 21,95 55 Ae 59 51,25 60 Ae 64 65 Ae 69 2,43 70 Ae 74 9,75 75 Ae 79 2,43 Jumlah Sumber: Penulis Berdasarkan data pada tabel 4. 5, variabel kompetensi pedagogik guru dapat dikategorikan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah, dengan perhitungan sebagai berikut. Perhitungan kelas interval: Kategori Kelas Interval Frekuensi Persentase (%) Tinggi 64 Ae 77 14,65 Sedang 50 Ae 63 Rendah 45 Ae 49 9,75 Jumlah Sumber: Penulis Berdasarkan tabel 4. 6 di atas,kompetensi pedagogik guru di sekolah Mts Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri, dari 41 responden berpendapat bahwa kategori Kompetensi Pedagogik Guru di sekolah tinggi sebanyak 6 responden atau 14,65%, kategori Kompetensi Pedagogik Guru sedang sebanyak 31 responden atau 75,60%, dan kategori Kompetensi Pedagogik Guru rendah sebanyak 4 responden atau 9,75%. Dengan demikian Kompetensi Pedagogik Guru di sekolah MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri, tergolong kategori sedang dengan persentasi 75,60% dari jumlah total responden. Data Hasil Belajar PAI Siswa Data tentang hasil belajar diperoleh dari nilai rata-rata semester ganjil pada mata pelajaran PAI. Dari data tersebut diperoleh skor tertinggi 80 dan skor terendah 35, sehingga dalam distribusi frekuensi banyak kelas 7 dan panjang kelas 6. Adapun distribusi frekuensinya seperti pada tabel 4. 7LQJJL1LODLAiPHDQ6' Ai Ai Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar PAI Siswa (Y) Kelas Interval Persentase (%) 35 Ae 41 9,75 AAi 42 Ae 48 49 Ae 55 19,51 56 Ae 62 26,82 63 Ae 69 31,72 70 Ae 76 9,77 2,43 6HGDQJ 0HDQA6'AiQLODLPHDQ6' 5HQGDK 1LODLPHDQA6' A 77 Ae 83 Jumlah Sumber: Penulis Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru . (Binti MusaAoada. Berdasarkan data pada tabel 4. 7, variabel hasil belajar PAI siswa dapat dikategorikan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah, dengan perhitungan sebagai berikut. Perhitungan kelas interval: 7LQJJL1LODLAiPHDQ6' Ai pengelolaan pembelajaran, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang Dalam penelitian ini penulis membagi indikator penilaian kompetensi pedagogik menjadi 3 bagian seperti pada tabel Ai 6HGDQJ 0HDQA6'AiQLODLPHDQ6' Tabel 4. Indikator Variabel X Kompetensi Pedagogik AAi 5HQGDK 1LODLPHDQA6' Berikut tabel distribusi frekuensi kualitatif hasil belajar PAI siswa seperti: Tabel 4. 8 Distribusi Frekuensi Kualitatif Hasil Belajar PAI Siswa (Y) Kategori Kelas Interval Frekuensi Persentase (%) Tinggi 69Ae 80 Sedang 49 Ae 68 75,61 Rendah 35 Ae 48 9,75 Jumlah Sumber: Penulis Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa hasil belajar PAI siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. dari 41 responden menunjukan bahwa kategori hasil belajar tinggi sebanyak 6 responden atau 14,64%, kategori hasil belajar sedang sebanyak 31 responden atau 75,61%, dan kategori hasil belajar rendah sebanyak 4 responden atau 9,75% dari jumlah responden. Dengan demikian hasil belajar PAI siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri tergolong kategori sedang dengan persentasi 75,61% dari jumlah total responden. Indikator Pedagogik Penilaian Kompetensi Kompetensi kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru berupa pemahaman peserta didik dan Analisa Data Penelitian Setelah diadakan penyebaran angket pada siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri pada tanggal 15 Januari 2016, diperoleh data mengenai kompetensi pedagogik guru PAI (X), dan Hasil belajar PAI (Y) sebagai berikut. | Vol. No. Mei 2017 : 30 - 41 Angket Kompetensi Pedagogik Guru Data kompetensi pedagogik guru dapat dilihat pada lampiran Angket yang disebarkan kepada siswa kemudian dianalisis dan diberikan skor jawaban per item soal sesuai dengan kategori skor dengan perincian yang terdapat pada lampiran 7. Hasil Belajar PAI Siswa Hasil belajar PAI siswa diambil dari daftar nilai siswa pada buku daftar nilai. Hasil belajar yang diambil oleh peneliti adalah nilai ratarata siswa pada mid semester dan ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 yang dapat dilihat pada lampiran 8. Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Hasil Belajar PAI Siswa. Untuk menguji data antara skor angket kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar PAI siswa, terlebih dahulu dikorelasikankedua variabel tersebut, seperti pada tabel di bawah 7DEHO. RHAVLHQ. RUHDOVL. RPSHWHQVL Pedagogik dan Hasil Belajar PAI Siswa Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa, variabel kompetensi pedagogik guru memiliki korelasi yang kuat dengan hasil belajar PAI siswa sebesar 66,9%. Adapun sisanya sebesar 33,1% ditentukan oleh faktor yang lain seperti kemampuan awal pesertadidik, motivasi belajar peserta didik, daya serap peserta didik, dan lain sebagainya. Hasil Uji Hipotesis Penelitian Selanjutnya dilakukan Uji Hipotesis, dimana Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Ha : Ada hubungan antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar PAI Siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri tahun Pelajaran 2015/2016 Ho : Tidak ada hubungan antara kompetensi pedagogikguru dengan hasil belajar PAI Siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri tahun Pelajaran 2015/2016. Hipotesis tersebut diuji dengan rumus : Dari perhitungan di atas diperoleh angka korelasi antara Variabel X . ompetensi pedagogik gur. danVariabel Y . asil belajar PAI sisw. sebesar 0,818 itu berarti korelasi tersebut sangat tinggi. Kemudian, untuk mengetahui seberapa besar hubungan kedua variabel tersebut maka dapat dihitung dengan PHQJJXQDNDQ UXPXV . RHAVLHQ 'HWHUPLQDVL Dengan kriteria pengujian Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan MLNDWKLWXQJWWDEHO o diterima dan Ha ditolak, dimana dk = n-2 dengan mengambil taraf uji VLJQLANDQVL Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru . (Binti MusaAoada. kurang baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa akan kurang baik pula. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan perhitungan diatas, dengan WDUDIVLJQLANDQVLGDQQ GHQJDQUXPXV dk = n-2 = 41 Ae 2 = 39 Sehingga diperoleh n = 39 Selanjutnya n = 39 dikonversikan ke GDODP WDEHO VLJQLANDQ VHKLQJJD GLSHUROHK sebesar =2. Ternyata thitunglebih besar dari ttabel atau 15,478>2,022, maka Ho ditolakdan Ha yang berbunyi ada hubungan antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar PAI siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Tahun Pelajaran 2015/2016 Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa korelasiantara Variabel X . ompetensi pedagogik gur. dan Variabel Y . asil belajar PAI sisw. sebesar 0,818 itu berarti korelasi tersebut sangat tinggi. Dan variabel kompetensi pedagogik guru memberikan kontribusi terhadap hasil belajar PAI siswa sebesar 66,9%. Adapun sisanya sebesar 33,1% ditentukan oleh faktor yang lain seperti kemampuan awal peserta didik, motivasi belajar peserta didik, daya serap peserta didik, dan lain sebagainya, serta thitunglebih besar dari ttabel atau 15,478>2. 022, maka Ho ditolak artinya Ha yang berbunyi Ada hubungan antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar PAI Siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. Tahun Pelajaran 2015/2016diterima. Artinya apa bila kompetensi pedagogik seorang guru baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa juga akan baik, sedangkan apabila kompetensi pedagogik guru masih Berdasarkan hasil analisa data dapat dikatakan. Ha yang berbunyi Auada hubungan kompetensi pedagogik dengan hasil belajar PAI siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten KediriTahun Pelajaran 2015/2016Ay, dengan hasil koefesien korelasi rhitung = 0,818 atau 81,8% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Setelah dilakukan penelitian penulis menyadari bukan hanya faktor kompetensi pedagogik guru namun ada beberapa faktor yang lain dari dalam diri siswa seperti kemampuan awal peserta didik, motivasi belajar peserta didik, daya serap peserta didik, dan lain sebagainya. Hasil analisis data variabel kompetensi pedagogik guru berpengaruh dengan hasil belajar PAI siswa. Semakin baik kompetensi pedagogik yang diberikan guru terhadap belajar seorang siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dicapainya, sedangkan apabila kompetensi pedagogik guru yang diberikan kepada siswa kurang baik, maka hasil belajar PAI yang diperoleh siswa akan kurang baik pula Hasil analisis korelasi memberikan makna bahwa variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru yang dipergunakan dalam penelitian ini secara bersama-sama maupun individu mempunyai hubungan dengan hasil belajar PAI siswa kelas Vi MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru khusus nya kompetensi pedagogik di MTs Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri dalam mengelola kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat memperhatikan penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Dalamhal ini, kompetensi pedagogik yang meliputi kemampuan mengelola pembelajaran, pemahaman terhadap peserta didik, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik, merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, | Vol. No. Mei 2017 : 30 - 41 dan mengembangkan peserta didik terlihat masih rendah, dilihat dari pembelajarannya yang masih bersifat tradisional dan berpusat pada guru, pada saat guru menjelaskan materi pelajaran banyak diantara siswa yang masih asyik dengn urusannya sendiri, seperti menganggu teman sebangku nya, membuat kegaduhan didalam kelas dan keluar masuk kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Situasi tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa sebanyak 41 siswa, dan disini keterampilan guru dalam mengelola kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat memperhatikan penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Karena, jika kompetensi pedagogik seorang guru baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa juga akan baik, sedangkan apabila kompetensi pedagogik guru masih kurang baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa akan kurang baik pula. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat lebih meningkatkan kompetensinya, khususnya dikompetensi pedagogik, sehingga hasil pembelajaran akan lebih maksimal. Berdasrkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa kompetensi pedagogik guru terhadap siswa memberi pengaruh besar terhadap hasil belajar siswa. Dengan kata lain bahwa semakin baik kompetensi pedagogik yang diberikan guru terhadap belajar seorang siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dicapainya. Kesimpulan Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh kesimpulan . bahwa ada hubungan antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar PAI siswa kelas Vi Mts Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran2015/2016. Hal ini diketahui Berdasarkan hasil penelitian dari 41 responden berpendapat bahwa kategori Kompetensi Pedagogik Guru di sekolah tinggi sebanyak 6 responden atau 14,65%, kategori Kompetensi Pedagogik Guru sedang sebanyak 31 responden atau 75,60%, dan kategori Kompetensi Pedagogik Guru rendah sebanyak 4 responden atau 9,8%. Dengan demikian Kompetensi Pedagogik Guru di sekolah Mts Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri, tergolong kategori sedang dengan persentasi 75,60% dari jumlah total responden. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hasil belajar PAI siswa kelas Vi Mts Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. dari 41 responden menunjukan bahwa kategori hasil belajar tinggi sebanyak 6 responden atau 14,64%, kategori hasil belajar sedang sebanyak 31 responden atau 75,61%, dan kategori hasil belajar rendah sebanyak 4 responden atau 9,75% dari jumlah Dengan demikian hasil belajar PAI siswa kelas Vi Mts Arrahmah Kecamatan Papar. Kabupaten Kediri. tergolong kategori sedang dengan persentasi 75,61% dari jumlah total responden. Ada korelasi positif antara pedagogik guru dan hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi pedagogik guru semakin baik pula hasil prestasi siswa. Begitu pula sebaliknya semakin rendah pedagogik guru maka semakin buruk pula hasil prestasi siswa. Saran