JURNAL NUANSA AKADEMIK Jurnal Pembangunan Masyarakat . ISSN: 1858-2826. ISSN: 2747-0954 Vol. 6 No. Juni 2021, p. 63 - 74 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dengan Teknik Observasi Kelas Di SMAN 2 Siborongborong Lince Sirait* SMAN 2 Siborongborong *Penulis Koresponden, email: incesirait82@gmail. Diterima: 28-4-2021 Disetujui: 6-5-2021 Dipublikasi: 10-5-2021 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMAN 2 Siborongborong melalui supervisi akademik dengan teknik observasi kelas. Subjek penelitian adalah 9 guru Non PNS. menjadi instrument validasi data. Teknik pengumpulan data dengan penggunaan instrumen obeservasi kelas. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi awal belum ada guru yang memenuhi indikator keberhasilan, hanya terdapat 3 guru dalam kriteria cukup dan 6 guru dalam kriteria kurang dengan nilai rata-rata sebesar 1,99 dalam kriteria kurang. Setelah melaksanakan kegiatan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas pada siklus pertama hasil penelitian menunjukkan peningkatan terdapat 4 guru dalam kriteria baik dan 5 guru dalam kriteria cukup dengan nilai rata-rata 2,94 dalam kriteria cukup. Pada siklus kedua semua guru telah memenuhi indikator keberhasilan dengan penjelasan 7 guru dalam kriteria sangat baik dan 2 guru dalam kriteria baik dengan perolehan nilai rata-rata 3,60 dalam kriteria sangat baik Kata Kunci: supervisi akademik, observasi kelas, kompetensi pedagogic Abstract The purpose of this study is to improve the pedagogical competence of teachers at SMAN 2 Siborongborong through academic supervision with classroom observation techniques. The research subjects were 9 non civil servant teachers. The data validity was done by triangulation. Data collection techniques using classroom observation instruments. The data analysis used was a comparative descriptive analysis technique. The results showed that in the initial conditions there were no teachers who met the indicators of success, there were only 3 teachers in sufficient criteria and 6 teachers in poor criteria with an average score of 1. 99 in the poor criteria. After carrying out academic supervision activities with classroom observation techniques in the first cycle the results showed an increase in there were 4 teachers in good criteria and 5 teachers in sufficient criteria with an average score of 2. 94 in sufficient criteria. In the second cycle all teachers have met the indicators of success with the explanation of 7 teachers in very good criteria and 2 teachers in good criteria with an average score of 3. 60 in very good criteria This is an open access article under the CC BY-SA license Lince Sirait Keywords: academic supervision, classroom observation, pedagogical Pendahuluan Kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian merupakan dua hal penting yang harus dimiliki oleh para guru demi terciptanya mutu pendidikan yang baik. Guru berkompeten itu mampu mengkondisikan lingkungan dengan efektif, menyenangkan, serta trampil mengelola kelas, sehingga para siswa bisa belajar hingga tingkat optimal (Sarnoto dan Nugroho 2. Selain itu. Sebagai seorang pendidik, ia pun dituntut pada kepemilikan dari legalitas, ketrampilan termasuk penguasaan materi secara baik. Karena penguasaan guru dalam menyampaikan materi pelajaran termasuk interaksi yang terjalin dengan baik dengan murid bisa mendukung hasil proses pembelajaran (Setyowati. Hidayati, dan Hermawan 2. Terobosan inovasi dan teknologi dalam pembelajaran akan memberikan nuansa baru bagi murid dan akan dapat menimbulkan motivasi dalam belajar serta akan menghilangkan kejemuan dalam belajar (Imroatun et al. Nuangchalerm et al. Proses dan hasil belajar murid bukan saja telah ditentukan dari sekolah dalam isi, struktur, pola kurikulumnya, akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar dan membimbing mereka. Kondisi yang berlaku di semua jenjang dan tingkat pendidikan. Namun, pada kenyataannya masih jauh dari harapan. Hasil observasi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 2 Siborongborong terhadap kompetensi pedagogik guru menunjukkan hasil yang kurang baik. Hal tersebut dibuktikan dari hasil pelaksanaan kegiatan awal penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil dari 9 guru hanya terdapat 3 . ,33%) termasuk kriteria cukup dan 6 . ,67%) masih berada di kriteria kurang. Upaya pemecahan masalah sebagaimana dijelaskan di atas adalah Maksudnya mengetahui sejauh mana kompetensi yang telah dicapai oleh pendidik, maka diantara cara yang bisa diterapkan adalah dengan pengamatan atau observasi Apakah seorang guru telah mempersiapkan perangkat belajar akademik saat Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dengan Teknik Observasi Kelas Di SMAN 2 Siborongborong transfer ilmu pengetahuan kepada murid. Bagaimana ia menyiapkan tugas atau melangsungkan proses pembelajaran. Semua itu ditujukan guna mengetahui apakah perwujudan suasana pembelajaran yang kondusif telah berjalan ataukah guru sebatas hadir menemani murid duduk di kelas. Menurut Suparlan . , guru dapat diartikan sebagai. Auorang yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual dan emosional, intelektual, fisikal, maupun aspek lainnyaAy. Namun, ia juga menambahkan. Ausecara legal formal, guru adalah seseorang yang memperoleh surat keputusan (SK), baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mengajarAy. Selain dari Suparlan. Imran . juga memerinci definisi guru. Menurutnya. AuGuru adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus dalam tugas utamanya seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi murid pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menengah. Ay Kepala Sekolah Istilah kepala sekolah dalam Wahjosumidjo . berasal dari dua kata yaitu AuKepalaAy berarti ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau AuSekolahAy menjadi kata kedua berupa lembaga yang menjadi tempat pemberian dan penerimaan suatu ajaran atau pelajaran. Maka bisa bermakna pemimpin sekolah atau suatu lembaga di mana tempat menerima dan memberi pelajaran. Pemaknaan yang sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. AuOrang . yang memimpin suatu sekolah. kepalaAy. Kompetensi pedagogik telah tampak sebagai kompetensi tertua dan Payong . AuBahkan sudah menjadi tuntutan mutlak bagi manusia sepanjang zaman, karena kompetensi ini melekat dalam martabat manusia sebagai pendidik, khususnya pendidik asli yakni orangtua. Ay Pedagogik dalam arti etimologis berasal dari bahasa Yunani, paedos dan paedos berarti anak, dan makna agoge ialah mengantar atau Pedagogik kemudian bisa berarti pembimbingan anak. Tugas itu terlekat pada guru atau orang tua sebagai pendidik (Suryapermana dan Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Lince Sirait Imroatun 2. Cakupannya termasuk segala tindakan yang diupayakan oleh guru guna pembimbingan anak murid menjadi manusia dewasa yang Kompetensi pedagogik kemudian berupa. Aukemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinyaAy (RifaAoi dan Catharina 2011:. Supervisi akademik berupa rangkaian kegiatan pembantu pendidikan dalam pengembangan kemampuan saat mengelola proses belajar demi ketercapaian tujuan pembelajaran (Berliani et al. Daresh 1989. Glickman. Gordon, dan Ross-Gordon 2. Supervisi akademik terkait dengan penilaian kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran (Suraiya. Usman, dan AR 2. Dalam Daresh . observasi kelas ialah aktivitas supervisor dengan pengamatan terhadap guru yang sedang bertugas, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pemberian catatan-catatan atas pengamatan Observasi kelas yang dilakukan bisa berupa kunjungan kelas, dimana supervisor atau kepala sekolah menvisitasi kelas terobservasi secara langsung. Aktivitas itu bisa berhasil dengan baik apabila sebelum pelaksanaan, pihak yang terlibat bersiap terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh. Langkah Koordinatif bersama pendidik perlu ditingkatkan sehingga persepsi guru menjadi sama baik dengan supervisor tentang tentang observasi kelas (Karyati Jika terjadi perbedaan dalam persepsi guru, maka akan terjadi kecemasan bagi pihak yang diobservasi, yang berdampak pada gangguan dalam proses observasi kelas secara alamiah. Karena itu, observasi itu penting sebagai bagian dari kegiatan supervisi pembelajaran, di situ telah ada proses perekaman tertulis berupa catatan secara sistematis tentang pada kegiatan belajar mengajar (Juliani 2. Secara umum, aktivitas itu ditujukan guna penggalian data tentang segala sesuatu yang terjadi dalam proses pembelajaran, selanjutnya data itu menjadi dasar bagi pembinaan dan pengembangan terhadap profesionalitas guru (Jumahana 2. Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dengan Teknik Observasi Kelas Di SMAN 2 Siborongborong Skema proses supervisi pembelajaran mengajar yang terjadi sebagai Gambar 1 Kerangka Pikir Penelitian Supervisi Pembelajaran Berdasarkan teori-teori dan kerangka pikir di atas dikemukakan hipotesis dari pelaksanaan tindakan penelitian ini yaitu pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah diduga dapat meningkatkan kompetensi pedagogik para guru di SMAN 2 Siborongborong Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Siborongborong yang beralamat di Jl. Balige Km. 1 Siborongborong. Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Sumatera Utara. Pelaksanaannya selama 4 . bulan yaitu dari bulan Januari 2020 sampai dengan Maret 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah guru di SMAN 2 Siborongborong pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 9 guru Non PNS terdiri dari guru mata pelajaran Seni Budaya. PPKn. Bahasa Indoesia. Sejarah Indonesia. Prakarya Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Lince Sirait dan Kewirausahaan. Matematika. Kimia. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Penjaskes masing-masing 1 guru Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) (Fitrah dan Luthfiyah 2018. Kasbolah 1998. Prihantoro dan Hidayat 2. Bisa digambarkan dari siklus yang dilaksanakan selama penelitian, yaitu : Gambar 2 Siklus dalam Penelitian Tindakan Kelas (Kasiani Kasbolah, 1. Rincian pelaksanaan tindakan dalam penelitian di masing-masing siklus dijabarkan di bagian berikut ini. Siklus 1 Perencanaan. Penyiapan perlengkapan dan administrasi penelitian . ormulir pengamatan/observasi, dokumentasi, dan lain sebagainy. Penetapan jadwal pelaksanaan. Penyiapan tempat dan perlengkapan Saat pelaksanaan dilaksanakan. Pada awal pertemuan siklus 1 . ini peneliti menyampaikan tujuan dilaksanakannya penelitian tindakan sekolah ini. Penyampaian pada para guru tentang pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan sekolah dan meminta kerjasama guru-guru untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi mengajar yang sebelumnya sudah diinformasikan. Peneliti melakukan diskusi dan Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dengan Teknik Observasi Kelas Di SMAN 2 Siborongborong menyampaikan kepada guru-guru apa yang harus disiapkan sebelum melaksanakan tugas di dalam kelas dalam rangkan persiapan pembelajaran yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi pedagogik guru. Peneliti/supervisor menyiapkan instruman yang digunakan dalam supervisi dan bukti fisik perangkat pembelajaran yang dimiliki oleh masing-masing . Melaksanakan kegiatan observasi kelas dengan jadwal yang telah disepakati oleh masing-masing guru. Menutup kegiatan supervisi dan melaksanakan pertemuan balikan sebagai upaya menampung aspirasi guruguru setelah pelaksanaan kegiatan observasi kelas dilaksanakan. Observasi menjadi tahapan selanjutnya dengan langkah. Selama pelaksanaan rapat/pertemuan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Perhatian guru ketika menghadiri pertemuan. Kinerja para guru berupa kelengkapan pembelajaran seperti prota, promes, silabus. RPP, bahan ajar, analisis hasil belajar murid. Proses pembelajaran yang terlaksana dalam . Pengisian formulir pengisian sesuai penugasan yang dibutuhkan. Tahapan terakhir berupa refleksi. analisa data hasil observasi di siklus I menjadi dasar untuk pengadaan perbaikan-perbaikan pada fase ini. Rupanya bisa metode maupun kelengkapan instrumen yang masih belum memadai di siklus I ini pada siklus berikutnya. Siklus 2 Pelaksanaan siklus II berdasar pada hasil refleksi siklus I, adapun urutan kegiatan pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas, secara prinsip, tidak berbeda dari pelaksanaan siklus I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, dan dokumentasi. Pada penelitian ini, validasi kumpulan data menggunakan triangulasi, triangulasi dengan sumber dan metode. Analisis data terkumpul kemudian dikategorisasikan berdasar kriteria kualitas pelaksanaan proses belajar mengajar dari pendidik teramati dan skornya berkisar antara 1 hingga 25 dengan penjabaran di bawah Skor 1 = Tidak ada dokumen Skor 2 = Ada dokumen tidak lengkap, tidak dikerjakan Skor 3 = Ada dokumen lengkap, dikerjakan, tidak lengkap Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Lince Sirait Skor 4 = Ada dokumen lengkap, dikerjakan, lengkap Sedangkan untuk menghitung nilai kualifikasi digunakan rumus sebagai berikut : Jumlah skor nilai riil Nilai Kualifikasi = ---------------------------------- X 100 Jumlah skor nilai idial Dari penilaian di atas, untuk menentukan kriteria kompetensi pedagogik sebagaimana tabel di bawah ini Tabel 1 Kriteria Penilaian Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Rentang Nilai Kriteria Nilai Ketuntasan Ou3,5 Tuntas 3,0-3,4 Tuntas 2,5-2,9 Belum Tuntas <2,5 Belum Tuntas Ket Setelah data terkumpul secara menyeluruh, digunakan dalam penilaian dari keberhasilan penelitian tindakan dengan beberapa indikator. Pertama. Terwujudnya peningkatan kompetensi pedagogik guru setelah pelakasanaan aktivitas supervisi dengan teknik observasi kelas. Kedua, tindakan berhasil bila mencapai indikator. minimal mendapat nilai dalam rentang 2,60 - 3,00 atau mendapat kriteria nilai baik, serta 85% guru meningkat kompetensi Hasil Keadaan Awal Dari hasil analisis data pada keadaan awal terdapat kesimpulan tentang kompetensi pedagogik guru saat proses pembelajaran masih rendah. Hasil demikian bisa terbukti dari semua guru teramati tidak ada yang bisa mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Keadaan ini tentunya menjadi tantangan bagi peneliti sebagai kepala sekolah, dan sebagai upaya perbaikan maka peneliti akan mencoba melakukan pendekatan yang berbeda dengan pelaksanaan supervisi akademik melalui teknik observasi kelas dengan harapan kompetensi pedagogik dapat ditingkatkan dari para guru khususnya dalam kegiatan pembelajaran di SMAN 2 Siborongborong. Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dengan Teknik Observasi Kelas Di SMAN 2 Siborongborong Siklus I Dari pelaksanaan siklus I dapat dijelaskan bahwa ada beberapa guru yang dinyatakan telah berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian tindakan sekolah ini sebanyak 4 orang atau 44,44%, sementara sisanya sebanyak 5 orang atau 55,56% masih memerlukan pembinaan lebih lanjut agar dapat meningkat kompetensinya dalam proses pembelajaran. Siklus II Dari pelaksanaan siklus II dapat dijelaskan bahwa guru yang dinyatakan telah berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian tindakan sekolah ini sebanyak 9 guru atau 100% dengan penjelasan 7 guru . ,78%) dalam kriteria (SB) dan 2 guru . ,22%) dalam kriteria (B). Dari penjelasan di atas juga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan supervisi akademik dengan pendekatan individual dilanjutkan dengan observasi kelas terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar. Pembahasan Penilaian tentang peningkatan kompetensi pedagogik para guru SMAN 2 Siborongborong mulai kondisi awal, siklus I dan siklus II dalam kegiatan pembelajaran terungkap pada tabel berikut ini. Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Penilaian Kompetensi Pedagogik Para Guru pada Kondisi Awal. Siklus I dan Siklus II Nilai / Siklus Nama Guru Awal Nilai Nilai Nilai Guru 1 2,52 3,48 3,81 Guru 2 1,67 2,53 3,39 Guru 3 1,63 2,71 3,50 Guru 4 2,58 3,48 3,67 Guru 5 1,73 2,73 3,56 Guru 6 1,90 3,00 3,69 Guru 7 1,58 2,65 3,48 Guru 8 2,67 2,73 3,73 Guru 9 1,63 3,13 3,56 Rata-rata 1,99 2,94 3,60 Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Juni 2021 Lince Sirait Dalam bentuk grafik rekapitulasi hasil penilaian peningkatan kompetensi pedagogik guru sebagaimana grafik di bawah ini. Gambar 3 Grafik Peningkatan Kompetensi pedagogik guru pada Aspek Perencanaan. Pelaksanaan. Penilaian Hasil Belajar dan Pengawasan Proses Pembelajaran 4 ,5 3,8 1 3 ,48 3 ,5 3 ,5 3 ,39 3,6 7 3 ,4 8 3 ,6 9 3 ,5 6 3 ,7 3 3 ,13 2 ,5 2 2 ,5 3 2,7 1 2 ,5 8 2 ,7 3 3,5 6 3 ,48 2 ,6 5 2 ,7 3 2,67 Awal 2 ,5 1 ,6 7 1 ,63 Guru 2 Guru 3 1,7 3 P ertam a 1 ,6 3 1 ,5 8 Kedua 1 ,5 0 ,5 Guru 1 Guru 4 Guru 5 Guru 6 Guru 7 Guru 8 Guru 9 Penutup Upaya peningkatan kompetensi pedagogik para guru melalui tindakan supervisi akademik dari pengawas dengan teknik observasi kelas terbukti Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil penilaian terhadap kompetensi pedagogik guru di SMAN 2 Siborongborong. Pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan memenuhi indikator keberhasilan, hanya terdapat 3 guru dalam kriteria cukup dan 6 guru dalam kriteria kurang dengan nilai rata-rata sebesar 1,99 dalam kriteria kurang. Setelah melaksanakan kegiatan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas pada siklus pertama hasil penelitian menunjukkan peningkatan dimana terdapat 4 guru dalam kriteria baik dan 5 guru dalam kriteria cukup dengan perolehan nilai rata-rata 2,94 dalam kriteria cukup. Pada siklus kedua semua guru telah memenuhi indikator keberhasilan dengan penjelasan 7 guru dalam kriteria sangat baik dan 2 guru dalam kriteria baik dengan perolehan nilai rata-rata 3,60 dalam kriteria sangat baik. Daftar Pustaka