Sci-Tech Journal Volume 3 Nomor 3 . 240 - 244 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Perbandingan Hasil Immunocromatography Merk A dan B Pada Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsA. Hafiz Mukaromah1. Budi Santosa2. Meutia Srikandi Fitria3 1,2,3Universitas Muhammadiyah Semarang mukaromahhafiz@gmail. com1, budisantosa@unimus. id2, meutia@unimus. ABSTRACT Hepatitis is an infectious disease that arises from infection with the hepatitis B virus (VHB), a member of the HBV family that can cause acute or chronic inflammation of the liver, which in some cases can progress to cirrhosis or liver cancer. HBsAg is a type of antigen contained in the membrane of the hepatitis B virus and can be detected in infected body fluids. Immunochromatography is a qualitative analysis method that binds antigen-antibodies in the form of a rapid test that detects the presence of targets in the sample without the use of special tools. The type of study was conducted using cross sectional with serum samples from 38 respondents who were examined for HBs antigen using the Immunocromatography method brand A and B. The results showed a negative result of 100%. After the analysis data using the Mann Whitney statistical test, the asymp. sig value . -valu. obtained was 1. which means >0. 05, there was no significant comparison between brand A . and brand B . diagnosing HbsA. It was concluded that there was no significant comparison in the HBsAg examination using Immunocromatography brand A and B. Keywords: Imunocromatography merk A dan B. Antigen HBs. ABSTRAK Hepatitis adalah suatu penyakit menular yang timbul akibat infeksi virus hepatitis B (VHB), sebuah anggota keluarga HBV yang dapat menyebabkan inflamasi hati yang akut atau kronis, yang dalam beberapa kasusnya dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. HBsAg adalah salah satu jenis antigen yang terkandung pada membran virus hepatitis B dan dapat dideteksi dalam cairan tubuh yang terinfeksi. Imunokromatography merupakan metode analisis kualitatif yang ikatan antigen-antibodi berbentuk tes cepat yang mendeteksi adanya target dalam sampel tanpa menggunakan alat khusus. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan cross sectional dengan sampel serum dari 38 responden yang diperiksa antigen HBs dengan metode Imunocromatography merk A dan B. Hasil penelitian menunjukkan hasil negatif sebesar 100%. Setelah data analisis menggunakan uji statistik Mann Whitney, nilai asymp. -valu. yang di dapatkan sebesar 1,803 yang berarti >0,05, tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara merk A . dan merk B . mendiagnosis HbsA. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbandingan yang signifikan pada pemeriksaan HBsAg menggunakan Imunocromatography merk A dan B. Kata kunci : Imunocromatography merk A dan B. Antigen HBs. PENDAHULUAN Penyakit menular hepatitis dipicu oleh virus hepatitis B (VHB), anggota keluarga HBV ini dapat memicu peradangan hati yang akut atau kronis, yang mana dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Meskipun Virus hepatitis B (HBV) menargetkan sel-sel hati, tetapi ginjal dan pankreas juga dapat mengandung sejumlah kecil DNA hepatitis (Ahmad & Kusnanto, 2. Tes HBsAg diperlukan untuk mengetahui keberadaan virus hepatitis B ditubuh pasien. 240 | Volume 3 Nomor 3 2024 Sci-Tech Journal Volume 3 Nomor 3 . 240 - 244 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Salah satu jenis antigen yang ditemukan pada selubung virus hepatitis B adalah HBsAg, yang dapat ditemukan dalam cairan tubuh yang terinfeksi. Tes HBsAg dapat dilakukan dengan metode Imunocromatography (Wijayanti, 2. Prinsip imunocromatography adalah bereaksinya membran berwarna yang dilapisi dengan antigen HBs di area uji (T) dapat bereaksi secara kapilaritas untuk menghasilkan garis merah, yang merupakan cara HBsAg terdeteksi dalam serum. Hepatitis B adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan dan nekrosis sel-sel hati. Penyakit ini diakibatkan oleh virus hepatitis B. virus hepatitis B (HBV) adalah Hepadnavirus, genus Orthohepadnavirus. Ukuran partikel virus yang dikenal sebagai virion adalah 42 nm dan genomnya 3,2 kilobase (Yulia. Dwi. Jika virus hepatitis B dibekukan pada suhu -15AC selama 15 tahun dan disimpan pada suhu 30-32AC setidaknya selama 6 bulan, maka virus hepatitis B masih bisa (Han et al. , 2. Virus ini memiliki tiga antigen spesifik: antigen permukaan, antigen selubung, dan antigen inti. Antigen ini biasanya tidak terdeteksi dalam serum pasien yang terinfeksi HBV, karena hanya terjadi pada sel hati. Imunocromatography merupakan suatu metode yang mengidentifikasi antigen atau antibodi tertentu dalam ampel dengan menggunakan prinsip reaksi imunologi dengan adanya ikatan antigen-antibodi. Prinsipnya mirip dengan sandwich ELISA, tetapi reaksi imunologinya terjadi di sepanjang membran kapiler, oleh karena itu dapat digunakan sebagai strip test (Jayalie et al. , 2. Prinsip Imunocromatography didasarkan pada reaksi antigen-antibodi pada membran nitroselulosa yang ditandai dengan perubahan warna pita yang menempel pada nanopartikel emas. Imunocromatography terdiri atas beberapa seperti yang ditunjukkan Gambar 1 dibawah ini (Mori et al. ,2. : Sample drop section . antalan sampe. Conjugate pad . antalan konjuga. Detection Line . aris deteksi atau garis te. Control Line (Garis kontro. Absorber pad atau bantalan penyerap. Gambar 1. Bagian Imunocromatography (Mori et al. , 2. Rapid test merk kualitas produk mencakup model card yang memberikan indikator berguna untuk memastikan kemungkinan bahwa individu dengan infeksi virus hepatitis B kronis dapat menyebarkan virus. Deteksi HBsAg dalam darah biasanya saling eksklusif. Oleh karena itu, adanya HBsAg menunjukkan bahwa virus tersebut masih aktif dan mampu menginfeksi virus lain. Rapid test merk sangat efisien, hasil rapid test dapat diperoleh dalam waktu 5-15 menit, dan rapid test ini memiliki sensitivitas 100% dan spesifitas 100%, sebagaimana dinilai oleh kementerian kesehatan (BBLK Kementrian tahun 2. Imunocromatography HBsAg jenis ini merupakan tes Imunocromatography yang mampu mengidentifikasi antigen dalam plasma atau serum. Gagasan mendasarnya adalah bahwa antigen (HBsA. dan antibodi . nti-HB) berhubungan satu sama lain. pada daerah garis uji, dalam hal ini antibodi diberikan bersama dengan konjugat berlabel emas koloid. Keunggulan metode ini adalah pengujian membutuhkan waktu sekitar 20 menit dan hasil 241 | Volume 3 Nomor 3 2024 Sci-Tech Journal Volume 3 Nomor 3 . 240 - 244 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. pengujian langsung ditampilkan, serta memiliki sensitivitas 99,4% dan spesifitas 99,5%. Meskipun metode ini lebih sederhana dibandingkan metode lain, tetapi metode ini memiliki spesifitas dan sensitivitas cukup tinggi terhadap antigen (Robani, 2. Berdasarkan deskripsi latar belakang tersebut, telah dilaksanakan penelitian dengan topik perbandingan hasil immunocromatography merk A dan B pada pemeriksaan hepatitis B surface antigen (HBsA. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di Laboratorium Parasitologi dan Imunologi Universitas Muhammadiyah Semarang. Sampel pada penelitian yaitu 38 yang merupakan mahasiswa D IV Analis Kesehatan dengan teknik pengisian informed concent. Sampel yang didapatkan berupa darah vena, yang kemudian dimasukan ke tabung vacuntainer berwarna kuning untuk dijadikan serum dengan cara di sentrifuge, lalu dilakukan pemeriksaan HBsAg menggunakan merk A dan merk B. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil dari penelitian mengenai Penelitian Perbandingan Immunocromatography merk A . dan B . pada pemeriksaan HBsAg, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Perbandingan hasil Immunocromatography merk A dan B Pada Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HbsA. Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Jenis (%) Hasil HBsAg Immunocromatography Pos. Neg. Immunocromatography 38 100% merk A . Immunocromatography 38 100% merk B . Berdasarkan tabel diatas menunjukan hasil . %) negatif, ditandai dengan terbentuknya satu garis merah pada daerah control. Uji Shapiro Wilk digunakan untuk menguji kenormalan data yang sudah didapatkan. Sesudah dilaksanakannya uji tersebut, didapatkan nilai p-value pada serum yaitu 0,145, maka p-value > 0,005 sehingga data berdistribusi normal, kemudian data dilanjutkan dengan uji Independent sample t-test. Tabel 2. Hasil Uji Independent Sample T-test Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Variabel Sig. Antigen HBs Hasil 1,803 Immunocromatography 242 | Volume 3 Nomor 3 2024 Sci-Tech Journal Volume 3 Nomor 3 . 240 - 244 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Berdasarkan Tabel 2. didapatkan nilai asymp. -valu. sebesar 1,803 kurang dari 0,05 sehingga tidak ditemukan perbandingan Immunocromatography merk A . dan B . Pembahasan Penelitian ini menggunakan metode immunocromatography sebagai skrinning karena mudah dikerjakan dan biaya lebih murah dengan sensitivitas dan spesifitas relatip Prinsip rapid test HBsAg merk A adalah immunoassay cromatography aliran lateral yang didasarkan pada prinsip teknik antibodi sandwich ganda. Membran strip ditutupi oleh antibodi anti-HBsAg pada garis test. Kombinasi secara kapiler naik ke membran kromatografi, di mana ia bergabung dengan antibodi anti-HBsAg untuk membentuk garis Hasil positif ditunjukkan dengan adanya garis berwarna di daerah pengujian, dan hasil negatif ditunjukkan oleh tidak adanya garis berwarna (Akhtar Ali et. al, 2. Ketika volume sampel cukup dan mengisi membran, garis berwarna akan selalu muncul di dalam wilayah garis kontrol sebagai prosedur kontrol. Prinsip rapid test merk B adalah uji immunocromatography cepat untuk deteksi visual antigen permukaan hepatitis B dalam sampel serum. Rapid tes merk A dapat diperoleh waktu 5-15 menit, dan memiliki sensitivitas 96,2% dan spesifitas 99,3% (Blumberg, 1. Sesitivitas dan spesifitas yang tinggi pada rapid test merk A . , mencerminkan kemampuan test tersebut dalam mendeteksi infeksi hepatitis B secara Rapid test merk A didesain untuk mendeteksi antigen-antibodi terjadi dalam waktu Sedangkan rapid test merk B diperoleh waktu 20 menit, serta memiliki sensitivitas 99,4% dan spesifitas 99,5%. Pada rapid test merk B, serum bergerak memlaui strip tipis dengan memanfaatkan aksi kapiler. Proses ini bergantung pada penyerapan cairan oleh strip dan pergerakan antigen menuju area uji yang mengandung antibodi. Jika aliran cairan melalui strip lebih lambat, deteksi antigen juga akan memerlukan waktu lebih lama. Perbandingan merk A dan merk B untuk pemeriksaan hepatitis B surface antigen (HBsA. tidak mempengaruhi hasil, sehingga pemeriksaan HBsAg dapat dilakukan dengan berbagai merk imunocromatography. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbandingan yang bermakna antara immunocromatography HbsAg merk A . dan B . Saran bagi tenaga analis kesehatan yang bekerja di laboratorium, dalam melakukan uji antigen HBs dengan menggunakan immunocromatography merk A dan B tidak memberikan perbandingan hasil. Lebih disarankan dalam konteks pemeriksaan HBsAg jika tujuan utama adalah mendapatkan hasil sampel positif dan mengurangi risiko negatif palsu, rapid test merk A . lebih direkomendasikan walaupun memiliki sensitivitas dan spesifias lebih rendah dari merk B, tetapi lebih akurat dalam mendeteksi konsentrasi antigen yang rendah, dan mengurangi kemungkinan neagtif palsu. Ini menjadikan pilihan yang lebih baik untuk memverifikasi infeksi HBsAg, terutama pada pasien yang membutuhkan diagnosa cepat dan tepat. 243 | Volume 3 Nomor 3 2024 Sci-Tech Journal Volume 3 Nomor 3 . 240 - 244 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. DAFTAR PUSTAKA