Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Kebutuhan Heliport dalam Operasional Helikopter di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Heliport Needs in Helicopter Operations at Sam Ratulangi Manado International Airport Rusman rusmanatkpmks@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melayani pergerakan pesawat 70-80 per hari, untuk fixed wing dan rotary wing yang terjadwal dan tidak terjadwal. Dalam pelayanan penerbangan memiliki 2 provider, yaitu PT Angkasa Pura I sebagai penyedia fasilitas sisi udara dan Perum LPPNPI sebagai penyedia layanan navigasi udara. Metode penelitian adalah metode analisis deskriptif, dengan menguji teori dan fakta di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado terhadap prosedur dan ketentuan standar dalam dunia penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji permukaan heliport untuk mengambil keselamatan, efisiensi, dan keamanan di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Hasil dari penelitian ini adalah kebutuhan heliport untuk operasi helikopter di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Dimana heliport berada di permukaan tanah dan dilengkapi dengan marka dan fasilitas pendukung lainnya berdasarkan Lampiran 14 Heliport Volume 2 Aerodrome dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 40 Tahun 2015 Tentang Standar Teknis dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 Standart CASR . Kata kunci: kebutuhan heliport. ABSTRACT Manado's Sam Ratulangi International Airport serves 70-80 aircraft movements per day, for scheduled and unscheduled fixed wing and rotary wing. In-flight services, there are 2 providers, namely PT Angkasa Pura I as a provider of air side facilities and Perum LPPNPI as an air navigation service provider. The research method was descriptive analysis method, by testing the theory and facts at Sam Ratulangi International Airport in Manado on standard procedures and provisions in the world of aviation. The objective of this research was to examine the surface of the heliport to take safety, efficiency, and safety at Sam Ratulangi International Airport in Manado. The result of this study was the heliport requirements for helicopter operations at Manado's Sam Ratulangi International Airport. Where the heliport was at ground level and equipped with markers and other supporting facilities based on Appendix 14 Volume 2 Aerodrome Heliport and Director General of Civil Aviation Regulation Number: KP 40 in 2015 concerning Technical and Operational Standards Civil Aviation Safety Regulations Part 139 Standard CASR . Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Keywords: heliports needs. PENDAHULUAN Transportasi manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau Transportasi memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu: transportasi darat, laut, dan Transportasi transportasi yang membutuhkan banyak biaya untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Perkembangan perkembangan pelayanan lalu lintas udara dan fasilitas bandar udara. Perkembangan ini harus disikapi secara serius karena dengan semakin tingginya pergerakan lalu lintas maka akan menuntut penyelenggaraan pemanduan lalu lintas penerbangan yang handal dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Dalam pelayanan jasa lalu lintas penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melayani kegiatan penerbangan schedule flight . enerbangan terjadwa. dan unschedule flight . enerbangan tidak terjadwa. baik berupa fix wing . ayap teta. maupun rotary wing . ayap puta. atau yang biasa dikenal dengan istilah helikopter. Pergerakan rotary wing di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado yang telah mencapai 10-15 pergerakan perbulan pada tahun 2015, data tersebut menunjukkan bahwa diperlukannya fasilitas penunjang bagi rotary wing agar terciptanya keselamatan, keamanan dan efisiensi dalam operasional rotary wing dengan fix wing di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Pengoperasian dilakukan di apron terutama untuk take off dan landing. Hal ini disebabkan karena belum adanya fasilitas khusus dalam pelayanan lalu lintas udara pada operasional rotary wing di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Sesuai pada Chapter 1 Aerodrome Annex 14 Point 1. 1 definition, menyatakan bahwa apron adalah sebuah tempat pada suatu bandara di daratan yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, dokumen atau barang, pengisian bahan bakar dan perawatan pesawat. Hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan nyata saat ini di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penggunaan apron untuk take off dan landing rotary wing dapat menimbulkan resiko bahaya tabrakan antar rotary wing, fix wing dan vehicle disebabkan karena posisi helicopter stand berada di acces road dari pertamina ke hanggar TNI AL. Terkait hal tersebut maka dibutuhkannya fasilitas penunjang pengoperasian rotary wing berupa heliport untuk mengurangi resiko bahaya tabrakan antar rotary wing, fix wing dan vehicle di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian lapangan tentang hubungan Rotary Wing. Fix Wing dan Vehicle yang beroperasi d i B a n d a r a g una peningkatan pelayanan lalu lintas udara di Bandar Sam Ratulangi Manado dara Halouleo Kendari, melalui pendekatan teori yang berpedoman pada annexes, dokumen-dokumen dan buku-buku kenyamanan, keselamata penerbangan di bidang transportasi udara dan keselamatan penerbangan menyangkut penyediaan fasilitas keselamatan dan kelancaran pelayanan jasa transportasi udara dapat terwujudkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2018, dengan mencatat jumlah pergerakan helikopter perhari. Minggu dan Bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah 203 pergerakan traffic rotary wing di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dimulai dari Januari 2017 Ae Oktober 2018. Seluruh populasi tersebut menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dari penilitian ini adalah dengan pencatatan dan pengamatan dengan mengumpulkan data primer dan Dimana data primer diperoleh dari Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 pengamatan secara langsung di lapangan saat melakukan kunjungan dan mengantar taruna saat on the Job Training (OJT) di Perum LPPNPI Distrik Manado Unit Tower Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Sedangkan data sekunder yaitu data yang bersumber dari data kondisi dan traffic di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, dengan langkah langkah sebagai Melakukan pengumpulan data pergerakan helikopter pada tahun 2017 dan 2018 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Menganalisis pergerakan rotary wing, fix wing dan vehicle . yang beroperasi Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Menganalisis kemungkinan terjadinya bahaya tabrakan yang beroperasi di Bandara Sam Ratulangi Manado. Mengkaji kebutuhan fasilitas penunjang operasional helikopter berupa heliport di Bandara Sam Ratulangi Manado. HASIL DAN PEMBAHASAN Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan bandar udara yang dibuat oleh Jepang pada tahun 1942 dan merupakan salah satu sarana penggerak perekonomian dan sarana militer masyarakat kota Manado. Bandar udara yang memiliki dimensi runway 700 m x 23 m dengan nama Lapangan Udara Mapanget. Pada tahun 1944 Lapangan Udara Mapanget berganti nama menjadi Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan dimensi runway 2. 650 m x 45 m. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado berada di koordinat 01. 32 LS/124. 55 BT atau berlamat di Jalan A. Maramis dan berjarak 13 KM timur laut dari pusat kota Manado. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dikelilingi oleh gunung dan jajaran bukit, seperti Gunung Klabat dan Gunung Soputan. Selain itu. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado memiliki satu runway bernomor runway 18 dan runway 36. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Perser. yang merupakan unit yang bertanggung jawab atas fasilitas sarana dan prasarana di bandara tersebut dan Perum LPPNPI Distrik Manado merupakan unit pelaksana pemberian pelayanan navigasi penerbangan yang menjamin keselamatan, keamanan dan efisiensi penerbangan baik yang berupa penerbangan terjadwal maupun penerbangan tidak terjadwal di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado memiliki spesifikasi runway 2650 m x 45 m dengan elevasi runway 18 setinggi 270 kaki danelevasirunway 36 setinggi 264 kaki. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado memiliki 5 taxiway dengan spesifikasi taxiway A. B, dan D berdimensi 150 m x 29 m, taxiway C berdimensi 180,32 m x 23 m dan paralleltaxiway berdimensi 2680 m x 23 m serta apron yang dapat menampung pesawat bertipe B737-900 ER dan A320. Data fasilitas sisi udara lebih jelasnya tercantum pada Aeronautical Information Publication (AIP) Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, terdiri dari beberapa unit, yaitu: Aerodrome Control Tower dengan callsign Ratulangi Tower berada pada frekuensi 118,1MHz. Jam operasi unit ini pada pukul UTC bertanggungjawab memberikan pelayanan lalulintas udara dalam area Manado Traffic Zone (CTR) dengan radius 10 NM dari AuMNOAy VOR/DME ketinggian 2500 ft. Approach Control Office dengan callsign Manado Approach berada pada frekuensi 119,0MHz. Jam operasi 22. 00 UTC yang bertanggung jawab memberikan pelayanan lalu lintas udara dalam area Manado Traffic Zone (CTR) dengan radius 30 NM dari AuMNOAy VOR/DME sampai 500 kaki. Manado ATS Reporting Office bertugas penerimaan berita-berita pesawat udara yang datang maupun berangkat dari dan ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado serta berita penerbangan lintas. Unit ini bertanggungjawab terhadap kelancaran, keteraturan dan keakuratan dalam kegiatan pengumpulan, pengolahan, pengiriman/penyebaran keselamatan lalu lintas penerbangan. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Unit meteorology bertugas memberikan pelayanan Informasi meteorology untuk kegiatan operasional penerbangan baik domestik maupun Internasional. Informasi meteorology dimaksud berupa informasi cuaca mulai dari tinggal landas, pada saat terbang dan pendaratan pesawat. Informasi cuaca digunakan di dunia penerbangan untuk keperluan keselamatan penerbangan yang penyajiannya diberikan dalam berbagai cara dan bentuk informasi sesuai standar penerbangan. AMC (Apron Movement Contro. adalah salah satu unit yang berada dibawah Dinas Operasi Bandara (OPS-BAN) yang bertugas untuk mengatur tempat parker pesawat sesuai dengan ketentuan yang Maximum Take Off Weight (MTOW) dan ketahanan/kekuatan lapisan apron dan memberikan urutan nomor parker pesawat di apron. Adapun tanggungjawab AMC adalah pengawasan pergerakan pesawat dan pengaturan pergerakan kendaraan, orang dan Ground Support Equipment (GSE) di apron. Telekomunikasi Navigasiudara penerbangan di bidang telekomunikasi dan Menyediakan, menyiapkan, merawat dan memperbaiki sarana telekomunikasi dan navigasi udara. Unit Listrik. Mekanikal dan Peralatan bertugas mengurusi, merawat, dan memperbaiki serta mengoperasikan genset untuk kebutuhan operasi penerbangan apabila ada kendala dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Serta mengurusi, merawat dan memperbaiki jaringan listrik operasi penerbangan. Sumber: Laporan Bulanan Pemberian Pelayanan Lalu Lintas Udara Perum LPPNPI Distrik Manado Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado memberikan pelayanan lalu lintas udara kepada traffic terjadwal maupun yang tidak terjadwal dalam penerbangan Internasional maupun penerbangan domestik. Pemberian pelayanan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mencakup pada control service, flight information service, dan allerting service yang sesuai padafive objective of air traffic servicepada Annex 11 Air Traffic Service. Pemberian pelayanan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada tahun 2013Ae2015 dapat dilihat pada tabel 3 diatas. Selain itu, ada beberapa operator penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado yang melayani rute penerbangan domestik dan Internasional. Operator penerbangan tersebut dapat dilihat pada tabel 4 berikut. Tabel 2. Operator Penerbangan PKP-PKbertugas memberi pelayanan pada penerbangan bilateral jadi Insiden Gawat Darurat. Selain itu dinas PKP-PK juga bertanggung jawab pada semua wilayah Bandar udara bilater jadi kebakaran. PKP-PK harus siaga jika sewaktu-waktu diperlukan. Kategori PKP-PK berada pada kategori VII. Tabel 1. Pemberian Pelayanan Lalu Lintas Udara Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Sumber: Perum LPPNPI Distrik Manado Kebutuhan akan helikopter sebagai sarana transportasi udara yang dapat terbang memerlukan landasan pacu, tetapi hanya memerlukan daerah yang lapang . pened are. untuk menghasilkan gaya angkat yang dihasilkan dari rotor blade sehingga dapat Hal tersebutlah yang menjadi kelebihan helikopter atau rotary wing dibanding dengan fix wing. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado yang merupakan bandara yang memberikan pelayanan lalu lintas udara kepada fix wing dan rotary wing dan sebagai satuAesatunya bandar udara yang melayani pergerakan rotary wing di kota Manado tentunya bandara tersebut harus memiliki fasilitas ekslusif atau fasilitas khusus untuk menunjang operasional helikopter. Fasilitas ekslusif tersebut berupa surface level heliport, sehingga dapat mengurangi collition risk hazard antara fix wing, rotary wing, dan vehicle yang beroperasi di movement area dan dapat menciptakan keselamatan, kenyamanan, dan keteraturan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Berdasarkan pada pengamatan dan analisa yang penulis lakukan pada 09 Mei 2016 Ae 09 Agustus 2016 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, penulis menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan regulasi penerbangan yang ditetapkan mengenai operasional rotary wing atau helikopter, sehingga dapat menyebabkan collition risk hazard atau resiko bahaya tabrakan antara fix wing, rotary wing maupun vehicle yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Berdasarkan pada hasil analisis penulis terhadap operasional helikopter dapat disimpulkan bahwa di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado khususnya untuk operasional helikopter tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan pada Annex 14 Aerodrome Volume II dan CASR Part 139 Manual of Standart Operational Helicopter, sehingga akan menyebabkan collition risk hazard atau bahaya resiko tabrakan antar fix wing, rotary wing dan vehicle yang beroperasi di bandara tersebut khususnya yang beroperasi di apron Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Contoh kasus yang terjadi selama penulis melakukan peneitian di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sebagai Pada 25 Juni 2016 helikopter dengan registrasi PK IWN dari Gorontalo (WAMG) menuju Manado (WAMM) meminta landing di apron setelah melihat bandar udara. Setelah terjalin komunikasi 2 arah dengan pihak Apron Movement Control (AMC), maka PK IWN diberi parking stand number 20. PK IWN tersebut mendarat tepat di parking stand number 20, dimana parking stand 20-23 yang merupakan parking stand untuk helikopter yang berada di depan fuel PERTAMINA merupakan akses keluar masuknya refuelling car PERTAMINA dari fuel station ke hanggar TNI AL atau sebaliknya dan dari fuel station ke apron atau Pada 2 Juli 2016 helikopter dengan registrasi PK RDS melakukan take off dari parking stand 20 yang berada di apron menuju Tanahwangko untuk melakukan observasi daerah dengan koordinat 011800N 12431S di R237 MNO VOR/DME dengan radius 20 Nm dari MNO VOR/DME. PK RDS take off di apron sebelum traffic fix wing parkir. Sehingga dapat menyebabkan collitiion risk hazard di daerah tersebut. Berdasarkan Annex AerodromeVolume II Heliport dan KP 40 Tahun 2015 Tentang Persyaratan Teknis dan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Operasional Peraturan Keselamatan Sipil Bagian 139 (Manual of Standart CASR . Volume II Tempat Pendaratan dan Lepas Landas Helikopter (Helipor. maka perlunya suatu fasilitas sisi udara yang dapat menjamin pemberian pelayanan lalu lintas udara secara ekslusif kepada helikopter atau rotary wing yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado penerbangan antara rotary wing, fix wing dan vehicle yang beroperasi di bandara tersebut. Demi keselamatan, dan keamanan operasional helikopter di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, maka diperlunya: Heliport yang sesuai dengan kondisi Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan melihat kondisi yang ada di lapangan ketika melaksanaka penelitian di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, maka heliport yang sesuai adalah heliport jenis surface level heliport. Dalam pembuatannya sudah jelas memiliki persyaratan Ae persyaratan teknis tertentu yang bertujuan agar keberadaan surface keberadaan dan objek Ae objek lainnya yang ada dan beroperasi di sekitar surface level Perencanaan letak surface level heliport di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Berdasar dengan analisis penulis terhadap kebutuhan heliport dalam operasional helikopter dan meninjau tipe helikopter terbesar yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, maka perencanaan letak surface level heliport yang aman berada di sisi timur runway atau berada tepat di depan tower antara Taxiway Bravo dan Taxiway Charlie. Tidak hanya itu, dengan penempatan surface level heliport yang berada di tepat didepan tower, maka akan mengurangi jet blast hasil dari perputaran rotor helikopter yang akan berdampak pada traffic fix wing yang sedang melakukan taxi. Dengan adanya surface level heliport di posisi tersebut, maka trafficrotary wing yang beroperasi akan aman dari vehicle atau refueling car dari PERTAMINA yang beroperasi di movement area, sehingga dapat mengurangi collition risk hazard atau resiko bahaya tabrakan antara rotary wing dengan vehicle yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Keterangan: Dimensi runway adalah 2650 m x 45 Dimensi runway strip adalah 2770 m x 300 m Lebar runway strip sampai pinggir runway adalah 300 yco Oe 45 yco = 127,5 yco Jarak posisi perencanaan surface level heliport dengan jarak runway adalah Tabel 3. Klasifikasi B412 Manufacture Model Gross Weight Rotor Diameter Overall Length Type Bell Helicopter 5,262 kg . ,3 To. 17,1 m Skid Sumber: Materi Marka dan Rambu di Apron dan Heliport oleh Alexander Berdasarkan data diatas, maka surface level heliport yang penulis sarankan sesuai dengan keadaan di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Gambar 1. Perencanaan Letak Surface Level Heliport Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 130 m hasil dari pembulatan lebar runway strip sampai pinggir runway Dimensi minimal surface level heliport adalah 18 m x 18 m hasil dari terbesar yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Diameter FATO berdasarkan KP 40 Tahun 2015 adalah 1,5 x 17,1 m . anjang terbesar berdasarkan rotornny. = 26 Konstruksi surface level heliport harus didesain agar dapat menahan beban dinamis minimal 2. 5 kali berat maksimum helikopter terbesar yang akan beroperasi, maka 2. 5 x 5300 kg = 13. 250 kg. Safety area sebesar 3 m yang dihitung dari tepi FATO sampai jarak mendatar yang mengelilingi tepi FATO tersebut. udara kepada traffic berupa fix wing . ayap teta. dan rotary wing . ayap puta. baik yang schedule . maupun unscheduled . idak terjadwa. Dalam operasional helikopter di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dalam take off dan landing dilakukan di Sehingga dari kejadian tersebut, maka akan adanya collision risk hazard atau resiko bahaya tabrakan antara fix wing, rotary wing dan vehicle yang beroperasi di apron. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan regulasi yang tercantum pada Annex 14 Aerodrome Volume II Heliport Chapter 1 Definition. DAFTAR PUSTAKA