JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 13-17 LITERATURE REVIEW: SUPPORT SYSTEM KELUARGA PADA PASIEN STROKE Anita Dyah Listyarini1. Evi Septiani2. Fadilla Putri Aprilia3. Fera Widiyawanti4. Fifi Fatikasari5. Linda Laenaya Fatika6* 1,2,3,4,5,6 Program Studi Ilmu Keperawatan. ITEKES Cendekita Utama Kudus Article History Received : Feb 2024 Revised : Mar 2024 Accepted : Mar 2024 Published : Mar 2024 Corresponding author*: lindalaenayafatika@gmail. Cite This Article: Laenaya Fatika. Listyarini. Septiani. Aprilia. Widiyawanti, and F. Fatikasari. AuLITERATURE REVIEW: SUPPORT SYSTEM KELUARGA PADA PASIEN STROKEAy. JUKEKE, vol. 1, pp. 13Ae17. Feb. DOI: https://doi. org/10. 56127/juk Abstract: Stroke is a disease that attacks the arteries leading to the brain. the 2018 Riskesdas of the Indonesian Ministry of Health, the incidence of stroke in Indonesia was 713,783 people . 9%). The intervention that comes closest to stroke patients is the family. Family support plays an important role as a source of coping for patients in dealing with illness and undergoing the treatment process. Effective coping will have an effect on patients in dealing with and managing the problems they face. Purpose: The aim of this study was to determine the family support system for quality of life in stroke patients based on a literature search. Methods: The method in this study used secondary data analysis methods in the form of literature Literature search was carried out through Google Schoolar and PubMed. Results: The results of a literature search show that the family support system is the most important resource for patients, especially stroke Conclusion: The family has an important role in improving the quality of life of stroke patients. KeyWords: support, family, stroke Abstrak: Stroke merupakan penyakit yang menyerang arteri yang menuju dalam otak. Pada Riskesdas Kemenkes RI 2018, kejadian stroke di Indonesia sebanyak 713. 783 orang . ,9%). Intervensi yang paling mendekati pasien stroke adalah keluarga. Dukungan keluarga sangatlah berperan penting sebagai sumber koping bagi pasien dalam menghadapi penyakit dan menjalani proses pengobatan. Koping yang efektif akan berefek pada pasien dalam menghadapi serta mengelola masalah yang Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui support system keluarga terhadap kualitas hidup pada pasien stroke berdasarkan penelusuran literature. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder berupa literature review atau tinjauan pustaka. Penelusuran literature dilakukan melalui google schoolar dan pubmed. Hasil: Hasil penelusuran literature menunjukkan support system keluarga menunjukkan sumber terpenting bagi pasien terutama pasien stroke. Kesimpulan: Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Kata Kunci: support, keluarga, stroke PENDAHULUAN Stroke merupakan penyakit yang menyerang arteri yang menuju dalam otak. Stroke terjadi di saat pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat atau pecah dan mengakibatkan sel-sel otak mati karena tidak mendapatkan darah, oksigen dan nutrisi (American Stroke Association (ASA), 2. Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyumbatan dan ruptur, kekurangan oksigen menyebabkan fungsi kontrol gerakan tubuh yang dikendalikan otak tidak berfungsi (Feske, 2. Berdasarkan data dari World Stroke Organization (Purnamayanti, 2. , bahwa angka kejadian stroke di dunis berjumlah kurang lebih 140/100. Sedangkan menurut data American Stroke Asociation . , penyebab kematian 133. 000 orang di Amerika adalah kejadian stroke. Hasil Riskesdas . penyakit stroke di Indonesia memiliki angka beban stroke terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia Listyarini. Anita Dyah, et al JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 13-17 yaitu sebanyak 3. 382,2/100. 000 orang. Jumlah kematian yang disebabkan oleh stroke menduduki urutan kedua pada usia 60 tahun dan urutan kelima pada usia 15-59 tahun. Prevalensi stroke di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,3 per 1. 000 populasi penduduk pada tahun 2013 menjadi 12,1 per 1. 000 populasi penduduk pada tahun 2018 (Kementrian Kesehatan RI, 2. Pada Riskesdas Kemenkes RI 2018, kejadian stroke di Indonesia sebanyak 713. 783 orang . ,9%). Kejadian stroke tertinggi terjadi di Jawa Timur sebanyak 113. 045 orang . ,4%), di Jawa Barat sebanyak 131. 846 orang . ,4%) dan kejadian stroke di Jawa Tengah sebanyak 96. 794 orang . ,8%). Penderita stroke umumnya mengalami perubahan perilaku dan emosional seperti syok, ansietas, marah penolakan, marah, stres sampai depresi. Semua itu adalah respon psikologis yang mengalami gangguan (Potter 2. Menurut El-Noor . dapat dengan tujuan untuk mengurangi masalah psikologis dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasinya secara emosional dan mengurangi kecemasan. Cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pasien adalah support system keluarga yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Dengan terpenuhinya support system keluarga, sehingga pasien dapat mencapai kesejahteraan kualitas hidup (Moeini, 2. Hasil penelitian menurut (Faeze et al. , 2. menunjukkan bahwa support system keluarga menyebabkan pengurangan dalam skor rata-rata kecemasan. Ini menunjukkan bahwa support system keluarga sangat efektif dalam mengurangi kecemasan. Hasil penelitian (Taraghi et al. , 2. menyebutkan support system keluarga dapat menjadi sumber yang kuat untuk mengatasi situasi yang menekan dan dukungan psiko-sosial pada pasien dengan stroke. Support system keluarga pada pasien stroke memiliki peran yang sangat penting karena orang yang menderita stroke sangat membutuhkan pendamping untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Support system keluarga juga sangat berperan penting sebagai pemberi semangat pada pasien stroke agar merasa semangat untuk menjalani hidup karena pasien stroke mengalami perubahan peranan sosial. Hal itu dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien stroke. Keluarga memerankan peranan penting yang bersifat mendukung pasien stroke selama masa Apabila support system keluarga tidak ada, maka keberhasilan pemulihan akan berkurang. Misgiyanto dan Susilawati . menyatakan bahwa support system keluarga dapat membuat penderita yang sakit dapat melakukan aktivitas sehari hari dengan mudah, ia dapat mengekspresikan perasaan secara terbuka dan akan berdampak pada perasaan percaya diri penderita. Ketika support system yang diberikan keluarga terhadap pasien tidak terpenuhi pasien akan merasa kesepian, tidak berharga dan merasa tidak dicintai maka dari itu peran dari keluarga sangat dibutuhkan bagi pasien sehingga pasien merasa diperhatikan, nyaman dan damai (Matoka, 2. Support system keluarga sangatlah berperan penting sebagai sumber koping bagi pasien dalam menghadapi penyakit dan menjalani proses pengobatan. Koping yang efektif akan berefek pada pasien dalam menghadapi serta mengelola masalah yang dihadapinya. METODOLOGI PENELITIAN Metode pada penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder berupa literature review atau tinjauan pustaka. Metode studi literature review berupa rangkuman yang bersifat komprehensif meliputi halhal yang telah diteliti sebelumnya merujuk kepada topik pembahasan tertentu. Penelusuran literature dilakukan melalui google schoolar dan pubmed. Keywords yang digunakan AuSupportAy dan AuFamilyAy dan AustrokeAy pada data base yang berbahasa inggris. Untuk keywords berbahasa indonesia adalah AuDukunganAy dan AukeluargaAy dan AustrokeAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelusuran literature tentang support system keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Ringkasan Literature Review Metode Tujuan Penelitian Penelitian Supriyadi . Desain: Tujuan penelitian ini Relation Family descriptive adalah untuk mengetahui Support with Emotional analytic using hubungan Response of Post Stroke cross-sectional Patient in Polyclinic of dengan respon emosional Neurology at RSUD Sampel: 168 pasien pasca stroke yang Koja North Jakarta pasca terkontrol yang variabel perancu . Judul Listyarini. Anita Dyah, et al Hasil Penelitian Hasil dukungan keluarga . ukungan instrumental dan dukungan hubungan yang signifikan JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 13-17 Judul Metode Penelitian Poliklinik Neurologi. Pucciarelli et al . Role of Spirituality on the Association Between Depression and Quality of Life in Stroke SurvivorAeCare Partner Dyads Desain: Longitudinal Nugroho. , et al. Hubungan Penerimaan Diri dan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke di RSD Wongsonegoro Semarang. Desain: Sampel: Fahrizal & Darliana. Dukungan keluarga dalam merawat poliklinik saraf RSUD meuraxa banda aceh. Desain: sectional study Listyarini. Anita Dyah, et al Sampel: penderita pasien Sampel: pasien stroke Tujuan Penelitian Hasil Penelitian pendidikan, pekerjaan, dan suk. di Poliklinik Neurologi RSUD Koja. dengan respons emosional. Dukungan memiliki hubungan yang paling kuat dengan respon Tujuan dari penelitian ini pada hubungan antara kualitas hidup pasangan perawatan pasien stroke Hasil menunjukkan bahwa ada efek moderasi pasangan yang signifikan dari spiritualitas pada kualitas hidup psikologis pasangan perawatan pada awal (B = 0,04. P<0,. Perawatan dengan gejala psikologis yang lebih baik ketika orang yang selamat spiritualitas yang lebih tinggi. Dalam model ini, spiritualitas pasangan pengasuh juga berhubungan positif secara QOL psikologis pasangan pengasuh pada awal (B=0,26. P<0,. Tidak ada efek moderasi yang signifikan pada perubahan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian penerimaan diri dan terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke Hasil penelitian dengan uji spearman rank menunjukkan penerimaan diri . = 0. dan ada hubungan dukungan . = Penelitian ini membuktikan bahwa kualitas hidup pasien penerimaan diri yang tinggi lebih baik daripada kualitas hidup pada pasien pasca stroke dengan dukungan keluarga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan dalam merawat pasien Hasil dukungan keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 2% responden, dukungan informasional keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 5%, dukungan emosional JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 13-17 Judul Metode Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada instrumental keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 8%, dukungan penilaian keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 67. Ludiana & Supardi . Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarsari Metro. Desain: sectional study Sampel: pasien stroke Mengetahui hubungan terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Metro Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien pasca stroke. Hasil korelasi Pearson didapatkan nilai sebesar 0,774 arah korelasi semakin tinggi dukungan keluarga maka akan semakin meningkatkan kualitas hidup pasien pasien pasca stroke. Berdasarkan beberapa jurnal yang ditinjau menunjukkan pasien yang mengalami stroke sangat membutuhkan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kehadiran peran keluarga serta dukungan untuk pasien stroke dapat membantu merubah gaya hidup baik dalam segi mengenal masalah kesehatan pasien, merawat, membuat keputusan yang tepat dan membantu merubah lingkungan akan menjadi sumber semangat pasien stroke karena mereka merasa tidak sendirian untuk melewati masalah yang sedang dialami. Hasil penelusuran literature menunjukkan support system keluarga menunjukkan sumber terpenting bagi pasien terutama pasien stroke. Penderita pasca stroke dapat mengalami kecacatan dan ketergantungan hidup dalam kegiatan sehari-hari yang dapat dihadapi oleh semua orang, oleh karena itu penderita pasca stroke perlu membutuhkan adanya support system keluarga untuk melakukan kelangsungan hidup sehari-hari dan proses pemulihan. Support system keluarga merupakan sebuah perjalanan dalam kehidupan yang memiliki sifat dan jenis support system yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Namun dalam semua tahap siklus kehidupan, besar kecilnya support system yang diberikan oleh keluarga akan memberikan manfaat yang banyak termasuk dalam upaya meningkatkan kesehatan keluarga. Masalah yang sering ditemukan pada pasien stroke adalah ketidakmampuan fungsi dasar, ketidakmampuan dalam beraktivitas sehari-hari, ketidakmampuan bersosialisasi, kemunduran fungsi kognitif sampai dengan masalah psikologis (Ludiana & Supardi, 2. Pasien stroke yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas, tanpa disadari ia akan kehilangan harapan untuk hidup karena biasanya ia melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri namun saat menderita stroke akan bergantung pada orang lain. Oleh karena itu perlu adanya support system dari keluarga yang dapat memicu semangat pada penderita stroke untuk proses pemulihannya agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Penelitian Pucciarelli et al . memperlihatkan bahwa keluarga bergantung pada nilai spiritualitas sebagai mekanisme koping dalam menghadapi kesulitan merawat pasien dengan stroke. Semakin tinggi nilai spiritual keluara, maka hal ini akan berpengaruh dalam mengurangi efek negatif stres akibat beban mengurus penderita stroke. Keluarga dengan nilai spiritual tinggi akan lebih mudah dan positif dalam merawat pasien dengan stroke. Oleh karena itu, nilai spiritualitas yang dianut oleh keluarga yang merawat, berpengaruh kepada penderita stroke. Listyarini. Anita Dyah, et al JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 13-17 Dapat dilihat yang terjadi di masyakarat, pasien stroke merasa rendah diri dan mengalami isolasi sosial, merasa tidak berguna untuk hidup. Di sinilah peran support system keluarga sangat diperlukan. Hasil dari jurnal penelitian sebelumnya yang sudah direview oleh penulis, dapat dilihat dukungan keluarga sangat penting bagi pasien stroke karena dengan adanya dukungan keluarga yang diberikan, pasien stroke akan lebih menghargai kehidupannya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. KESIMPULAN DAN SARAN Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke sehingga upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke dapat dilakukan melalui pendekatan keluarga dimana keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan pada pasien pasca stroke baik berbentuk dukungan instrumental, informasional, penilaian, maupun emosional. DAFTAR PUSTAKA