Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Hal. 59 : 65 PENGARUH JUMLAH TRAFFIC TERHADAP SITUATION AWARENESS PERSONEL PEMANDU LALU LINTAS UDARA DI PERUM LPPNPI CABANG TANJUNGPINANG Putri Permata Ridayanti. Rany Adiliawijaya P. Martha Saulina. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug e-mail: 1putripermata247@gmail. com, 2rany. adiliawijaya@ppicurug. saulina@ppicurug. 1,2,3 Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jumlah traffic terhadap situation awareness personel pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI cabang Tanjungpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan data menggunakan studi dokumentasi dan kuesioner. Populasi yang digunakan ialah 52 personel pemandu lalu lintas udara di Approach Control Unit Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukan pengaruh positif dan searah antara jumlah traffic yang dikendalikan dengan situation awareness personel pemandu lalu lintas udara. Pengaruh positif menunjukan semakin rendah jumlah traffic yang dikendalikan maka semakin rendah tingkat situation awareness personel pemandu lalu lintas udara dan sebaliknya. Koefisien determinasi sebesar 36% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Persamaan regresi hasil penelitian ialah Y = 20,451 0,570 X. Kata Kunci: human factor. Pemandu Lalu Lintas Udara, situation awareness. Situation Awareness Rating Technique, traffic. Abstract: The purpose of this research to know the effect of the amount of traffic in air traffic control personnelAos situation awareness at Perum LPPNPI Tanjungpinang branch. The method used in this research is quantitative research and data collected used documentation and questionnare. As for the population in this research are 52 Air Traffic Controller personnels of Tanjungpinang Approach Control Unit. The result shows positive effect and parallel between the amount of traffic are controlled and air traffic controllerAos situation awareness. Positive effect shows decreasing the amount of traffic are controlled so air traffic controllerAos situation awareness will be decreasing and vice versa. Determination coefficient is 36% and the rest is determined by the other factors. The regression equation test is Y = 20,451 0,570 X. http://journal. id/index. php/jurnal-langit-biru Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Keyword: human factor. Air Traffic Controller, situation awareness. Situation Awareness Rating Technique, traffic. Pendahuluan Salah satu personel yang berperan penting dalam pemberian pelayanan navigasi penerbangan ialah pemandu lalu lintas udara. Semua aktifitas dan pergerakan pesawat . , instruksi . dan izin . dari pemandu lalu lintas udara sehingga tercapainya tujuan keselamatan penerbangan. Pemandu lalu lintas udara memiliki 5 tujuan pelayanan dengan istilah five objective of Air Traffic Services yang terdapat dalam dokumen ICAO Annex 11, 15th Edition . dimana salah satu tujuan pelayanan pemandu lalu lintas udara ialah mencegah tabrakan antar pesawat. Pada nyatanya, tingkat kecelakan pesawat terus bertambah. Berdasarkan Media Release KNKT tahun 2017, kecelakaan yang terjadi memiliki penyebab terbesar yaitu human factor Adapun Breakdown of Separation (BOS) yang terjadi di Approach Control Unit Tanjungpinang pada tanggal 31 Agustus 2018, yaitu terjadi BOS antara LNI272 (Boeing. dengan PK-OCK (DHC. yang berangkat dari Bandar Udara Hang Nadim Batam. Saat itu PK-OCK sebagai pesawat pertama dan LNI272 sebagai pesawat kedua meminta Tanjungpinang Approach. Lalu Tanjungpinang Approach berkoordinasi dengan Singapore Director terkait Tanjungpinang Approach memiliki upper limit 3000 feet di area Setelah itu Tanjungpinang Approach clearance yang didapat kepada kedua traffic tersebut dan memberikan izin lepas landas untuk pesawat pertama (PK-OCK). Beberapa menit setelahnya Tanjungpinang Approach mengganti departure clearance pesawat kedua (LNI. Tanjungpinang Approach terlebih dahulu agar dapat memisahkan traffic. Lalu LNI272 diberikan izin lepas landas, dan tidak lama setelah itu pilot bertanya apakah ada traffic dengan ketinggian yang sama (PK-OCK) dan terjadilah Breakdown of Separation. Saat sadar LNI272 mendekati PK-OCK. Tanjungpinang Approach langsung memberikan LNI272 instruksi untuk turning left menjauhi PK-OCK. Personel pemandu lalu lintas udara sering dihadapkan pada kondisi keputusan, namun pemandu lalu lintas udara bisa saja melakukan kesalahan akibat hilangnya kemampuannya untuk tetap waspada terhadap segala hal yang terjadi pada waktu bersamaan dan kemudian mengintegrasikannya dalam tindakan saat itu, ini disebut dengan situation awareness (Haines & Flateau. Dari Jurnal Situation Awareness Synthesis of Literature Search . , kehilangan kewaspadaan dilaporkan sebagai salah satu resiko terbesar bagi Pengaruh Jumlah Traffic Terhadap Situation Awareness Personel Pemandu Lalu Lintas Udara di Perum LPPNPI Cabang Tanjungpinang pemandu lalu lintas udara karena merupakan sumber dari beberapa resiko Tidak perkembangan situasi. Gagal mendeteksi Ae lebih awal Ae masalah atau konflik. Tidak dapat memberikan keputusan secara optimal, dan Dalam kasus yang ekstrim, incidents / accidents. Menurut Jurnal Development of Situation Awareness Measures in ATM System . , salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya situation awareness adalah volume of traffic. unexpected and sudden variation of traffic load atau jika diterjemahkan secara bebas adalah volume dari arus lalu lintas. Adapun berikut data traffic yang dikendalikan oleh personel pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI Cabang Tanjungpinang selama 24 jam pengoperasian. Tabel 1. Jumlah Traffic di Approach Control Unit Tanjungpinan Tanggal & Bulan . Jumlah Traffic 1 Agustus 2 Agustus 3 Agustus 4 Agustus 5 Agustus 6 Agustus 7 Agustus 8 Agustus 9 Agustus 10 Agustus Sejalan juga dengan ICAO Doc. 9806 Human Faktor Guidelines For Safety Audit Manual 1th Edition . seorang pemandu lalu lintas udara sering melakukan kesalahan dimana kewaspadaan seorang pemandu lalu lintas berkurang yaitu saat: Under light to moderate traffic conditions and complexity. During a controllerAos first fifteen minutes on position. When controllers have less than six yearsAo experience. Berdasarkan dokumen diatas, pada poin satu menunjukan bahwa adanya kewaspadaan . dengan kondisi traffic yang dikendalikan. Situation awareness merupakan elemen penting dalam keselamatan penerbangan sehingga pemandu lalu lintas udara harus mempertahankan situation awareness sesuai dengan Doc. 9806 Human Faktor Guidelines For Safety Audit Manual 1th Edition . Au7. 27 Maintaining the mental picture is so important to controllers that a few awareness from the perspective of the controller are war- ranted. Situational awareness may be considered from three levels of cognition: perceiving the significance of the situation and finally, projecting the situation into the future to make effective plans for dealing with the situation. Ay Metode Metode digunakan ialah penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan ialah 52 personel pemandu lalu lintas udara di Approach Control Unit Tanjungpinang. Teknik sampling yang digunakan ialah random sampling Metode Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji normalitas . sumsi dasa. uji korelasi, determinasi dan analisis regrisi . nalisis hubunga. Metode Pengumpulan Data Pada penelitian ini variabel X . umlah traffi. diukur berdasarkan data penerbangan . harian di Approach Control Unit Tanjungpinang. Sedangkan vaiabel Y (Situation Awarenes. metode SART (Situation Awareness Rating Techniqu. Tabel 2. Dimensi dan Indikator pengukuran variabel Y (Situation Awarenes. No. Dimensi Attention Demand (D) Attention Supply (S) Understanding (U) Indikator C Instability of C Variability of C Complexity of C Arousal C Spare mental C Concentration C Division of C Information C Information C Familiarity Metode SART (Situation Awareness Rating Techniqu. awareness berupa kuesioner di bidang penerbangan yang dikembangkan oleh Taylor pada tahun 1990 dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas (Jeannot. Kemudian menggunakan rumus: SA = U Ae ( D Ae S ) Metode Analisis Data Berikut metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini: Uji asumsi dasar menggunakan uji normalitas, uji tersebut dilakukan sebelum penerapan suatu rumus statistik untuk pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah data suatu penelitian berdistribusi normal atau Dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus uji normalitas Liliefors. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk selanjutnya membuktikan hipotesis menggunakan uji hipotesis T. Kemudian koefisien determinasi untuk menghitung besar pengaruh dan selanjutnya analisis regresi Diskusi Diambil data sekunder dengan studi dokumentasi berupa jumlah traffic yang dikendalikan oleh responden di hari yang sama saat responden mengisi angket atau kuesioner situation awareness yang dialami saat jam Didapati hasil responden mendapat 5-14 traffic dalam waktu pengontrolan 1-2 jam. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada hasil kuesioner variabel (Y) situation awareness diperoleh nilai rata-rata 58,47. Pengaruh Jumlah Traffic Terhadap Situation Awareness Personel Pemandu Lalu Lintas Udara di Perum LPPNPI Cabang Tanjungpinang Sesuai tabel di bawah, maka situation awareness personel pemandu lalu lintas udara di Approach Control Unit Tanjungpinang hanya tergolong cukup. Tabel 3. Tabel Ukur Situation Awareness Pernyataan Skor Sangat Rendah Rendah menggunakan Spearman Rank, didapati koefisien korelasi . penelitian ini sebesar 0,601. Nilai 0,601 menunujukan hubungan yang kuat sesuai tabel interprestasi koefisien korelasi pada tabel 6 dan nilai yang positif memiliki arti hubungan yang searah. Tabel 6. Tabel interprestasi hubungan. Cukup Tinggi INTERVAL KOEFISIEN 0,00 - 0,199 TINGKAT HUBUNGAN Sangat Sangat Tinggi 0,20 - 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang Berikut hasil analisis pengolahan data sesuai metode analisis data Uji asumsi dasar Menggunakan Liliefors, dikatakan berdistribusi normal jika |F(Z) Ae S(Z)| (L. masing Ae masing variabel harus lebih kecil dari nilai kritis tabel Liliefors (L. untuk 46 responden dengan taraf kesalahan 5%. Pada tabel 4 dan 5 merupakan perbandingan nilai pada uji Tabel 4. Hasil uji normalitas data variabel X . umlah traffi. 0,115 0,131 Tabel 5. Hasil uji normalitas data variabel Y . ituation awarenes. 0,118 0,131 Dapat disimpulkan bahwa data variabel X dan Y berdistribusi Analisis Hubungan Uji ini menggunakan uji korelasi, koefisien determinasi dan analisis Pada 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,00 Sangat kuat Selanjutnya pembuktian hipotesis statistik pengaruh kedua variabel menggunakan uji hipotesis T, yaitu dengan melakukan perbandingan antara nilai thitung dan ttabel . Apabila thitung > ttabel Didapati thitung . > ttabel . maka hipotesis bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara jumlah traffic dan situation awareness diterima. Didapati kontribusi jumlah traffic terhadap situation awareness personel pemandu lalu lintas udara sebesar 36%, selebihnya dipengerahui faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Analisis regresi sederhana pada penelitian ini adalah Y = 20,451 0,570X. Nilai b ( 0,. yang memiliki tanda positif mengartikan hubungan yang searah, apabila variabel X menurun maka variabel Y juga Dengan demikian, apabila jumlah traffic mengalami penurunan 1 poin maka Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 situation awareness personel pemandu lalu lintas udara di Approach Control Unit Tanjungpinang juga mengalami penurunan sebesar 0,570 pada konstanta 20,451 dan juga sebaliknya. Kesimpulan Kesimpulan pada penelitian sebagai berikut: Tingkat personel pemandu lalu lintas udara Approach Control Unit Tanjungpinang kuesioner Situation Awareness Rating Technique (SART) mendapatkan nilai rata-rata 58,47 yang berarti situation awareness personel pemandu lalu lintas udara Approach Control Unit Tanjungpinang termasuk dalam kategori cukup. Jumlah traffic di Approach Control Unit Tanjungpinang mempunyai pengaruh yang kuat dan signifikan personel pemandu lalu lintas udara dengan koefisien korelasi 0,601. Koefisien korelasi yang bernilai 0,601 menunjukan bahwa hubungan antar variabel positif dan searah. Korelasi positif menandakan bahwa semakin tinggi jumlah traffic yang dikendalikan maka semakin tinggi pula tingkat situation awareness yang didapat dan semakin rendah jumlah traffic yang dikendalikan maka semakin rendah pula tingkat situation awareness yang didapat. Kontribusi jumlah traffic yang dikendalikan terhadap situation awareness personel pemandu lalu lintas udara adalah sebesar 36 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Hubungan fungsional antara jumlah traffic terhadap pemandu lalu lintas udara adalah Y= 20,451 0,570X. Dapat diartikan bahwa setiap perubahan variabel independen X = jumlah traffic yang dikendalikan akan berdampak berubahnya variabel Y = situation awareness, apabila penurunan 1 poin maka situation awareness personel pemandu lalu lintas udara di Approach Control Unit Tanjungpinang mengalami penurunan sebesar 0,570 pada konstanta 20,451 dan juga sebaliknya. Daftar Pustaka