Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. PENYULUHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA Laura Oktavian Siagian. Yan Pieter Sihombing. Thomas Silangit. Jadeny Sinatra. Adrian Khu. Eigia SafiraA. Damayanti Saragih. Yopi Reza. Christina Leony Sinaga. Rema I. Banu. Dani Marila. Alfri Yoganta. Vini Vici Br. Ginting. Barukh S. Zebua. Putri Sarah Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Methodist Indonesia. Medan. Indonesia Email: egia1208@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46880/methabdi. Vol4No1. ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STI. are infections that are transmitted through sexual contact as well as outside of sexual contact. Transmitted through sexual contact can be vaginal, anal or oral. and sexual contact can come through contaminated objects, such as needles. Because Indonesia is the fifth country with the risk of sexually transmitted infections. So, this community service is carried out to reduce the incidence of sexually transmitted infections as well as prevent casual sex and increase students' insight. Most of these incidents are experienced by teenagers to young adults, namely around the age of 15-24 Students carrying out community service at the Indonesian Methodist Faculty of Agriculture were very enthusiastic when listening and had high curiosity about the information provided regarding Sexually Transmitted Infections. Keyword: Sexually Transmitted Infections (STI. Sexual Contact. Adults. ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual juga diluar dari hubungan seksual. Yang ditularkan melalui hubungan seksual dapat melalui vagina , anal ataupun dan siluar hubungan seksual dapat melalui benda yang terkontaminasi seperti salah satunya adalah jarum sutik. Karena di Indonesia merupakan negara kelima resiko terjadi infeksi menular Maka, pada pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna menurunkan angka kejadian infeksi menular seksual juga mencegah terjadinya seks bebas dan menambah wawasan pada mahasiswa. Kebanyakan dari kejadian ini dialami oleh usia remaja hingga dewasa muda yaitu sekitaar umur 1524 tahun. Pelaksanaan pengabdian masyarakat pada mahasiswa Fakultas Pertanian Methodist Indonesia sangat antusias saat mendengarkan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap informasi yang diberikan terkait Infeksi Menular Seksual. Kata Kunci: Infeksi Menular Seksual (IMS). Kontak Seksual. Dewasa. PENDAHULUAN Pada masa remaja banyak terjadi permasalahan kesehatan reprodukasi yang berkaitan dengan perilaku seks bebas salah Hal ini terjadi karena rasa keingintahuan dan kebingungan apakah beberapa hal masih boleh dilakukan ataupun tidak. Kebanyakan dari remaja tersebut kurang memahami bahwa hal yang dilakukan dapat menyebabkan terjadinya infeksi (Hairuddin et al. , 2. Remaja atau dewasa muda ini akan lebih beresiko karena adanya pergaulan yang bebas antara pria dan wanita ataupula dengan sesame Dari seorang ibu juga beresiko tinggi menularkan ke bayinya nanti. Patogenesa Infeksi Menular Seksual (IMS) diakibatkan oleh bakteri . onore, sifilis, ulkus mo. , virus (HIV/AIDS, herpe. , parasit, protozoa . , juga jamur . ditularkan lewat hubungan seksual (Achdiat et al. , 2. IMS ditularkan Halaman 57 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. lewat kontak secara langsung atau tidak langsung seperti dengan benda yang tercemar (Rodiyah & Andayani, 2022. Sitepu, 2. Remaja dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi, rentan terhadap penularan penyakit, khususnya Infeksi Menular Seksual (IMS), dan hubungan sosial antara remaja lakilaki dan perempuan cenderung semakin permisif (Hairuddin et al. , 2. Anak berusia 15 hingga 24 tahun dari total populasi menyumbang hampir 50% dari seluruh kasus IMS baru. Jumlah penderita penyakit menular seksual di kalangan remaja dan dewasa muda sangatlah tinggi, dan mengingat bahaya serta dampaknya yang luas, kita perlu sangat berhati-hati (Hairuddin et al. , 2. Setiap tahunnya, orang yang berusia antara 15 dan 24 tahun mempunyai peningkatan risiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Hingga 1 juta orang terinfeksi infeksi menular seksual setiap hari, dan hingga 499 juta infeksi menular seksual (IMS) dapat terjadi setiap tahunnya (Rahayu et al. Penyakit ini dapat menyerang pria dan wanita, dan gonore, infeksi klamidia, dan sifilis merupakan penyakit yang umum terjadi, meningkat dari 44% pada tahun 2011. Jumlah kasus HIV/AIDS menunjukkan peningkatan selama delapan tahun terakhir, yaitu dari tahun 2005 hingga tahun 2012 (Achdiat et al. , 2019. Hairuddin et al. , 2. Pada tahun 2018. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kelima di Asia dengan risiko infeksi menular seksual tertinggi. Total kasus IMS yang diproses pada tahun 2018 Kasus IMS terbanyak adalah melalui vagina (Simorangkir, 2. TUJUAN DAN MANFAAT Kegiatan sosialisasi Infeksi Menular Seksual (IMS) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit menular seksual, termasuk informasi mengenai infeksi, gejala, pencegahan, dan pengobatannya. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong peserta menyebarkan informasi yang telah dipelajari dan menambah pengetahuan ISSN: 2809-0616 . edia onlin. mengenai penyakit menular seksual. Kegiatan penyuluhan ini mempunyai dampak yang Pertama, meningkatkan kesadaran peserta tentang risiko penyakit menular seksual dan cara melindungi diri mereka sendiri. Selain itu, penyuluhan ini juga dapat membantu mencegah penularan penyakit menular seksual dengan memberikan informasi tentang tindakan pencegahan yang tepat. Dampak positif lainnya adalah menumbuhkan sikap yang lebih positif terhadap kesehatan seksual, mengurangi stigma terkait isu ini dan meningkatkan akses peserta terhadap layanan kesehatan yang tepat. Pada akhirnya, kegiatan ini dapat membawa perubahan positif di masyarakat melalui penyebaran informasi dan mempengaruhi perilaku serta kesadaran masyarakat untuk mengurangi jumlah dan penyebaran kasus penyakit menular METODE PELAKSANAAN Bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) sebagai narasumber bagi mahasiswa yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia. Metode yang digunakan adalah PowerPoint. Alurnya dimulai dari tahap persiapan dan berlanjut ke tahap pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan diawali dengan penyerahan surat persetujuan ke Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia. Selanjutnya akan dilakukan pertemuan dengan direktur administrasi Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia untuk mendapatkan persetujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah disetujui, maka akan menyesuaikan dengan waktu dan ruangan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Selanjutnya menyiapkan bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung Kegiatan selanjutnya dilakukan berupa pemberian nasehat kepada siswa yang akan menjadi sasaran kegiatan. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif mengikuti kegiatan bakti sosial. Halaman 58 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. Gambar 1. Materi Penyuluhan Infeksi Menular Seksual HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 12. WIB pada hari Kamis tanggal 7 Desember 2023 hingga selesai. Ada 24 peserta pada hari itu. Saran tersebut berupa informasi mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS). Pada kegiatan ini narasumber akan memberikan edukasi mengenai penyakit menular seksual, antara lain: Pengertian. Tujuan. Jenis. Penyebab dan Akibat Penyakit Menular Seksual. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa itu sendiri untuk ISSN: 2809-0616 . edia onlin. mencegah penularan. Ada suatu penelitian dalam menilai pengetahuan mahasiswa terhadap hal ini, yang dimana didapati hasil bahwa mahasiswa tersebut kurang mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual. Selain karena pengetahuan hal ini dapat terjadi karena perilaku atau tindakan mahasiswa yang sesuka hati untuk melakukan seks bebas . perilaku tersebut bisa terjadi karena pergaulan bebas atau juga kurangnya perhatian dari orang tua masing-masing. Hal ini juga dibarengi dengan rasa ingin tahu terhadap hubungan seksual sehingga timbul keinginan untuk bereksperimen dengan hubungan seksual yang dapat menimbulkan dampak infeksi menular seksual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tugas orang tua yang mengasuh anaknya adalah memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada anaknya agar tidak mencoba melakukan hal-hal yang dapat mengarah pada hubungan Selain orang tua, tenaga kesehatan juga perlu memberikan pendidikan yang lebih komprehensif kepada remaja mengenai infeksi menular seksual dan risikonya. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan efektif terhadap individu atau kelompok siswa karena membantu meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan mengembangkan sikap yang baik terhadap siswa. Dengan cara ini, amal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan remaja dan generasi Berikut dibawah ini merupakan dokumetasi kegiatan pengabdian masyarakat di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia Halaman 59 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. DAFTAR PUSTAKA