Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. http://ejournal. id/index. php/educativa . ISSN 2987-6796 p. ISSN: 2987-7245 Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampes MuAotamar a,1,*. Khusnul Khotimahb,2. Abdul Djamilc,3. Nanang Nurcholisd,4 *a Universitas Wahid Hasyim Semarang. Indonesia. b STAI Brebes. Indonesia. c Universitas Wahid Hasyim Semarang. Indonesia. d Universitas Wahid Hasyim Semarang. Indonesia. 1mutamaraja73@gmail. 2khusnulkhotimah@staibrebes. *Correspondent Author ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Received: 28-10-2023 Revised: 06-11-2023 Accepted: 23-11-2023 Keywords Sufism, kyai Sholeh Darat. Kyaai Ihsan jampes One of the legacies of the Indonesian scholars is akhlaqi tasawuf. Since Walisongo. Sufism has permeated and colored the spread of Islam in the archipelago. From various works left by the Indonesian scholars from generation to generation, the spirit of akhlaqi tasawuf was passed down from generation to generation. The work of Syekh Sholeh Darat and Syekh Ihsan Jampes can explain how this tasawuf dialogue with the local community so that it can be easily carried out. By tracing this akhlaqi tasawuf, it will be an entry point to mapping the genealogy of thought, the historical basis and the epistemological formula in recognizing religious national identity, particularly in relation to morality. This is important, because so far the national identity has been getting away from the values that have been ingrained in the archipelago. In this paper, it is emphasized that the Islamic tradition in Indonesia has become one of the shapers and pillars of today's national identity. This tradition has left various socio-cultural legacies that need to be tracked and found, especially the transmission paths of Islam's entry into the archipelago. This socio-cultural heritage has become one of the foundations of the massively constructed identity/identity of the Indonesian nation, which later became the foundation of Indonesian Islam today, namely tolerance, moderation, peace and openness. The heritage of the Indonesian Ulama also influences the extent to which the relations and interactions of the Ulama form a network of knowledge, knowledge and culture which is passed on to the following There are two figures and works or manuscripts that are the focus of this paper, namely Sheikh Sholeh Darat Semarang and Sheikh Ihsan Jampes, who have brought an understanding of Sufism akhlaqi al Ghazali in strengthening Indonesian national identity on the basis of manners and politeness. ABSTRAK Salah satu warisan ulama Nusantara adalah tasawuf akhlaqi. Sejak walisongo tasawuf ini meresap dan mewarnai penyebaran Islam di Nusantara. Dari berbagai karya peninggalan para ulama Nusantara secara turun temurun bernafaskan tasawuf akhlaqi. Karya Syekh Sholeh http://ejournal. id/index. php/educativa educative@staibrebes. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. Darat dan Syekh Ihsan Jampes dapat menjelaskan bagaimana tasawuf ini berdialog dengan masyarakat setempat agar dengan mudah dapat dijalankan. Dengan penelusuran tasawuf akhlaqi ini, akan menjadi pintu masuk untuk memetakan genealogi pemikiran, landasan historis dan formula espitemologis dalam mengenal jatidiri bangsa yang relijius, khususnya terkait dengan akhlak. Hal ini menjadi penting, karena selama ini jatidiri bangsa makin menjauh dari nilai-nilai yang telah tertanam di Nusantara. Dalam tulisan ini, ditegaskan bahwa tradisi Islam di Indonesia telah menjadi salah satu pembentuk dan penopang jatidiri bangsa saat ini. Tradisi tersebut meninggalkan berbagai warisan sosial budaya yang perlu dilacak dan ditemukan terutama alur transmisi masuknya Islam ke Nusantara. Warisan sosial budaya tersebut telah menjadi salah satu dasar dari identitas/jatidiri bangsa Indonesia yang terkonstruksi secara massif, yang kemudian menjadi fondasi Islam Indonesia saat ini, yaitu sikap toleran, moderat, damai dan terbuka. Warisan ulama Nusantara ini, juga mempengaruhi sejauh mana relasi dan interaksi ulama membentuk jaringan keilmuan, pengetahuan dan kebudayaan yang diwariskan kepada generasi setelahnya. Terdapat dua tokoh dan karya atau manuskrip yang dijadikan fokus dalam tulisan ini, yaitu syekh Sholeh Darat Semarang dan Syekh Ihsan Jampes, yang telah membawa pemahaman terhadap tasawuf akhlaqi al Ghazali dalam memperkuat jatidiri bangsa Indonesia dengan landasan tata krama dan kesantunan. Kata Kunci: Tasawuf, kyai sholeh darat, kyai ihsan jampes Pendahuluan Apakah masih masuk akal untuk menghidupkan kembali identitas nasional di era globalisasi awal abad ke-21? Saat ini, berbagai ideologi-ideologi, seperti demokrasi, didasarkan pada ideologi kebebasan individualistis dan hak asasi manusia universal. Justru membawa bangsa Indonesia pada keruntuhan nasional dan dekadensi moral. Sebab, jati diri bangsa mulai memudar, terpisah dari warisan nenek moyang yang telah dilestarikan selama berabad-abad. Oleh karena itu, ulama Indonesia sebagai bagian dari nenek moyang bangsa Indonesia telah meninggalkan berbagai warisan yang dapat ditemukan dan dilestarikan untuk merevitalisasi jati diri bangsa. Dalam upaya merevitalisasi jati diri bangsa, budi pekerti merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter setiap anak bangsa. Moralitas adalah bidang terpenting dalam ajaran Islam. Karena Nabi Muhammad diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak Tugas penyempurnaan akhlak inilah yang diemban oleh para ulama, dan tokoh sufi dalam Islam yaitu Imam al-Ghazalilah yang mencapai kesuksesan besar dalam menyusun ajaran Islam tentang akhlak. Di nusantara ini, ajaran tasawuf Sunni Ghazal, dibandingkan tasawuf filosofis, sudah banyak berkembang dan menjadi praktik keseharian pesantren dan komunitas muslim tradisional. Oleh karena itu, beberapa kitab Imam al-Ghazali, seperti 'Ihya' dan 'Ulm al-Din, ada kaitannya dengan pesantren, termasuk kitab-kitab lain yang mempunyai kesamaan prinsip dengan tasawuf Sunni karya Ghazali. Sangat terkenal di lingkungan. Artinya, tasawuf dapat diselaraskan dengan hukum syariah tanpa memasukkan pemikiran filosofis, dengan mengutip sumber utama Al-Qur'an dan Hadits, serta pendapat para tokoh sufi yang terkenal integritasnya. Sumbangan pemikiran tasawuf al-Ghazali terhadap khazanah Islam pesantren, termasuk kajian tasawuf di Jawa (Simuh, 2. , menunjukkan bahwa model tasawuf ini penting dilakukan di negara-negara yang penduduknya mempunyai nilai-nilai kedaerahan yang Sehingga lebih mudah untuk beradaptasi dengan kenyataan . Oleh karena itu, dalam perspektif sosiologi ilmu, pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan, melainkan lembaga yang menganut paradigma pandangan dunia yang moderat, dan pemilihan model pemikiran sufi Al-Ghazali didasarkan pada faktor-faktor di atas. Bukan hanya kehidupan, tapi juga institusi yang selalu sejalan dengan cita-cita impian nenek moyangnya adalah menularkan MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 paradigma ini kepada seluruh siswa. (Wasid, 2016:. KH Maimoen Zubair menulis dalam bukunya Ulama al-Mijaddidun bahwa KH membawa pulang salinan Ittihaf Sadat al-Muttakin Shara Ihya ul-Muddin karya Sayyid Murtadullah alZabidi, konon ia adalah ulama Nusantara pertama yang mengajar. Abdul Manan Dipomengoro, pendiri Pesantren Tremas Pacitan. Kitab ini merupakan salah satu karya yang paling baik menjelaskan 'Ihya ul-Muddin karya Abu Hamid al-Ghazali. Kiai Manan Dipomengoro pernah berguru pada Syekh Agung Al-Azhar ke-19 Mesir. Ibrahim al-Bajri. Sebelum terbitnya kitab Fath al-Mubin, ceramah dari kitab Umm al-BahAhin karya Syekh Ibrahim al-Bajri banyak ditemukan pada berbagai petani di tanah Jawa. Peran penting dalam ajaran Ihya Ulmiddin dimainkan oleh kakek Syekh Mahfuz al-Talmasi. Dalam kitabnya AuKH. Maimoen Zubair dijelaskan bahwa ayahnya KH mengajarinya kitab ``Shara Ihya Urmiddin''. Pak Zubair Dahlan berguru pada KH. Fakih Maskmamanban Gresik, von Shaich Mahfuz Tremas, von Seinem Vater. Kiai Abdullah, von Seinem Vater. Kiai Abdul Manan Dipomengoro. (Maimoen, jilid: . Hingga saat ini kitab AuIhya ul-MuddinAy masih diajarkan di berbagai pesantren. Berfokus pada Tazqiyatun Nafs, ajaran Imam al-Ghazali terus diturunkan untuk membentuk karakter peserta didik dan menekankan aspek moral tasawuf dan fiqh. Aspek moral tasawuf fokus pada teori perilaku, moral, dan karakter. Dengan kata lain, tasawuf menitikberatkan pada upaya menghindari akhlak yang keji . , baik amoralitas internal maupun maksiat. Kesombongan, riya', 'ujub', prasangka buruk, keserakahan, dan sebagainya, serta maksiat lahir akibat masing-masing bagian tubuh mata, mulut, dan kaki. Sebelum membahas dua ulama tersebut, saya ingin memperkenalkan ulama yang mendominasi dan mempopulerkan tasawuf moral dibandingkan dengan aliran tasawuf filosofis yang lebih kompleks, yaitu Syekh Abdulshamad bin Abdullah Al Farinbani . yang perlu diperjelas. Pengaruh Syaikh Abdushamad dalam memperkuat gaya tasawuf Ghazal terlihat melalui beberapa karya Imam al-Ghazali, seperti Hidayat al-Sarikin yang merupakan adaptasi independen dari Bidayat al-Hidayah. Dapat dilihat pada kompilasi alNafs ' kurikulum. Sair al-Salikin Ila Ibadati Rabb al-'Alamin yang ditulis antara tahun 1779 hingga 1788 M merupakan terjemahan dan penjelasan bahasa Melayu karya Ihya Ulumuddin. Sebagai orang yang memahami peta tasawuf dengan baik. Al Parimbani berpesan agar para pemula sebaiknya tidak membaca buku-buku tasawuf filosofis yang rumit tersebut. menyarankan untuk menggunakan kitab Imam al-Ghazali sebagai acuan baku. Dalam tulisannya. Syekh Al Parimbani tidak hanya menyebarkan gagasan neo-sufisme Ghazal, namun juga mendorong umat Islam untuk melancarkan jihad fi-Sabilira melawan penjajah yang berusaha menaklukkan komunitas politik Islam Indonesia. (Azura, 2004: . Metode Dalam hal ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan metodologi studi kasus, tinjauan literatur, observasi dan dokumentasi (Rodhi 2. dalam menyiapkan makalah ini, yang dikonfirmasi oleh berbagai pendapat ahli. Dengan mengumpulkan beberapa artikel dan buku yang berkaitan dengan judul artikel yang ditulis oleh penulis. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei (Sukardi 2. Observasi merupakan kegiatan yang menggunakan seluruh indera, meliputi pendengaran, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan pengecapan, berdasarkan fakta empiris. Teknik dokumentasi adalah proses yang memproses informasi dan mengumpulkan bukti berdasarkan deskripsi gambar. Berdasarkan sumbernya, baik penelitian lapangan maupun penelitian kualitatif disertakan (Nindynar Rikatsih :2. Penelitian kualitatif merupakan upaya untuk menemukan dan mendeskripsikan secara naratif aktivitas yang dilakukan serta pengaruhnya terhadap aktivitas tersebut. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. Hasil dan Pembahasan Warisan KH Sholeh Darat: Sembilan Tangga Membangun Akhlak Peripurna Syekh Sholeh Darat adalah ulama yang sezaman dengan Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Kholil Bangkalan. Beberapa karya yang mengupas tentang Syekh Sholeh Darat antara lain Muchoyyar HS. KH. Muhammad Saleh Darat al-Samarani. Studi Tafsir Fayd al- Rahman fi Tarjamah Tafsir Kalam Malik al-Dayyan (Yogjakarta: Disertasi Program Paska Sarjana IAIN Sunan Kalijogo, 2. Ghazali Ghazali. Pemikiran Kalam Muhammad Saleh Darat alSamarani . (Yogjakarta: Disertasi Program Paska Sarjana IAIN Sunan Kalijogo. Ghazali Ghazali. Warisan Intelektual Islam Jawa dalam Pemikiran Kalam Muhammad Shalih Darat al-Samarani (Semarang: Wali Songo Press, 2. Muslich Sabir. Laporan Hasil Penelitian. Studi Kitab Manhaj al-AtqiyaA. Suatu Upaya untuk Mengungkap Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat (Semarang: IAIN Wali Songo, 2. Abdullah Salim, al-MajmuAoah al- ShariAoah al-Kafiyah li al-Awwam Karya KH. Saleh Darat. Suatu Kajian terhadap Kitab Fikih Berbahasa Jawa Akhir Abad 19 M (Jakarta: Disertasi Program Paska Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1. Ali MasAoud. Dinamika Sufisme Jawa: Studi tentang Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Semarang dalam Kitab Minhaj al-AtqiyaAo (Surabaya: Disertasi Program Pascasarjana IAIAN Sunan Ampel Surabaya, 2. Syekh Sholeh adalah orang sezaman dengan Syekh Nawawi Banten. Muhammad Saleh bin Umar as-Sammarani, lahir di Kedung Kumpuleng. Jepara pada tahun 1235 M/1820 M dan pada bulan Ramadhan 1321/ Beliau meninggal dunia di Semarang pada hari Jumat tanggal 18 Desember 1903 M. Ayahnya. Kiai Haji Umar, adalah salah satu penasehat Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. Di antara para petinggi Kiai yang dekat dengan beliau adalah Kiai Hasan Bashari. Kiai Shada '13. Kiai Darda' . ua prajurit Pangeran Diponegor. Kiai Murtada . ertua dan mertu. adalah seorang kawan . alam pertempuran melawan Beland. Kiai Jamsari . rajurit Pangeran Diponegoro wilayah Solo dan pendiri Pondok Pesantren Jamsaren di Surakart. Ia belajar kepada KH Syahid (Kiai Murtadl. , ulama besar keturunan Syekh Mutamakkin di Waturoyo. Pati. Jawa Tengah yang juga menjadi guru Kiai Syuaib Sarang Rembang. Sesudah itu ia belajar kepada beberapa ulama, di antaranya adalah KH Muhammad Saleh bin Asnawi Kudus . yah KHR Hambali, keturunan Syekh Mutamakki. Kiai Haji Ishaq Damaran. Kiai Haji Abu Abdillah Muhammad Hadi Banguni (Mufti Semaran. Kiai Haji Ahmad Bafaqih BaAoalawi, dan Kiai Haji Abdul Ghani Bima (Jajat 2012 : . Kiai Ahmad (Muhamma. Alim Basayban Bulus Gebang Purworejo, dan Kiai AsyAoari Kaliwungu Kendal. Selanjutnya, ia pergi ke Mekkah dan berguru kepada Syekh Muhammad al-Muqri al Mishri al Makki. Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan. Syekh Ahmad Nahrowi al-Mishri al-Makki. Sayyid Muhammad Saleh bin Sayyid Abdur Rahman az-Zawawi. Syekh Zahid. Syekh Umar asy-Syami. Syekh Yusuf al-Mishri dan Syekh Jamal (Mufti Madzhab Hanaf. Beberapa sejarawan kurang tepat meletakkan Syekh Mahfudz Tremas sebagai guru Syekh Sholeh Darat. Syekh Mahfudz Tremas . masih terbilang usia remaja ketika Syekh Sholeh Darat berada di Mekkah hingga tahun 1880. Syekh Sholeh Darat banyak bersentuhan dengan ulama-ulama Indonesia yang belajar di sana, diantaranya Syekh Nawawi al-Bantani. Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. Kiai Tholhah Cirebon. Kiai Abdul Jamil Cirebon. Kiai Khalil Bangkalan Madura dan Kiai Hadi Girikusumo. Kiai terakhir inilah yang menculiknya untuk pulang dari Mekkah. Pada tahun 1880an. Syekh Sholeh Darat mendirikan pesantren di Darat Semarang sebagai basis penerjemahan Islam ke dalam konteks budaya Jawa. Ia juga telah mencetak ulamaulama Jawa awal abad ke-20. Beberapa muridnya menjadi ulama terkenal dan turut andil dalam membangun jejaring dan institusi ulama. Mereka yang belajar di pesantren Kiai Khalil Bangkalan juga menjadi murid-muridnya. Diantaranya yang menjadi ulama tersohor adalah MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 Syekh Mahfudz Tremas. KH. Hasyim AsyAoari (Pendiri Nahdlatul Ulam. KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiya. KH. Bisri Syamsuri (Pendiri Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jomban. KH. Idris (Pondok Pesantren Jamsaren. Sol. Kiai Dahlan Tremas . KH. SyaAoban bin Hasan (Ulama Ahli Falak di Semaran. KH Abdul Hamid Kendal. Kiai Dimyati Tremas. Kiai Basir Rembang. KH. Nahrawi Dalhar (Pendiri pondok pesantren Watucongol Muntilan. Magelan. KH Munawwir Krapyak. Kiai Amir Pekalongan . 1357 H, menantu Kiai Shaleh Dara. Kiai SyaAoban bin Hasan Semarang. Kiai Abdul Hamid Kendal. Kiai Tahir . enerus pondok pesantren Mangkang Wetan Semaran. Kiai Sahli kauman Semarang. Kiai Khalil Rembang. Kiai Yasin Rembang. Kiai Ridwan Ibnu Mujahid Semarang. Kiai Abdus Shamad Surakarta. Kiai Yasir Areng Rembang, serta Raden Ajeng Kartini, yang menjadi simbol kebanggaan kaum wanita Indonesia (Salim 1994: 44-. Karya-karya Syekh Sholeh Darat antara lain MajmuAoah Asy-SyariAoah Al-Kafiyah li AlAwam. Al-Hakim . lmu tasawuf merujuk kitab Hikam karya Syekh Ibnu AthoAoilah AsSakandar. Kitab Munjiyat, . lmu tasawuf, merujuk kitab IhyaAo Ulumuddin karya Al-Ghazal. Kitab BathaAoif At-Thaharah. Kitab Faidhir Rahman . afsir Al-QurAoan ke dalam bahasa Jaw. Kitab Manasik Al-Hajj. Kitab Ash-Shalah. Terjemahan Sabil Al-AoAbid AoAla Jauharah At-Tauhid. Mursyid Al-Wajiz. Minhaj Al-AtqiyaAo. Kitab Hadits Al-MiAoraj. Kitab Asrar As-Shalah. Dalam beberapa karyanya. Syekh Sholeh Darat memang menampakkan kekagumannya terhadap kitab Ihya Ulumiddin dan al-Hikam karya Syekh Ibn AoAthaillah al-Sakandari. Bahkan, secara khusus beliau mensyarahi kitab al-Hikam ini dengan bahasa Jawa umum yang mudah dipahami orang awam. Syekh Sholeh dalam pengantar karyanya biasanya juga memberi penjelasan singkat mengapa kitabnya ditulis menggunakan bahasa Jawa setempat . tau yang ia sebut dengan al-Jawi al-Mirikiya. alias bahasa Jawa ngoko, bahasa pasaran, bukan bahasa Jawa krama inggil ala Keraton yang lebih elitis. Pilihan menggunakan bahasa Jawa pasaran ini agar karyanya bisa dinikmati oleh siapapun dan lebih mudah dipahami. Termasuk saat menulis beberapa kitab yang secara esensial diolah dari saripati Ihya Ulumiddin, seperti Munjiyat: Metik Saking Ihya Ulumiddin maupun karya lain seperi Lathaif al-Thaharah Wa Asrar al- Shalat. Sementara itu, kitab MajmuAoat al-SyariAoah al-Kaifiyah li al-AoAwam merupakan kompilasi berbagai pembahasan seputar agama Islam, baik soal ushuluddin, fiqh, zakat, haji, dan sebagainya. Syekh Sholeh banyak merujuk pada kitab-kitab muAotabarah seperti Syarh al-Minhaj, al-Durar al-Bahiyyah karya Sayyid Bakri Syatha, dan Ihya Ulumiddin. Syekh Sholeh Darat adalah ulama Jawa ternama pada abad ke-19 M yang menaruh minat kuat terhadap tasawuf sunni ortodoks. Selain memiliki minat kuat terhadap tasawuf sunni, ia juga inten mengkaji teologi, tafsir, fikih, dan sirah al-Nabawiyyah. Dari berbagai bidang kajian Islam yang digelutinya tersebut. Syekh Sholeh Darat juga dapat dipandang sebagai intelektual penting dari kutub Islam tradisionalis di Jawa. Untuk mendapatkan muqarabah dan mahabbah kepada Allah secara paripurna, maka seorang sufi . harus menempuh sembilan tangga . l-maqama. , yaitu. menyesali dan tidak lagi melakukan dosa atau kemaksiatan yang sama . l-tawba. , menerima apa adanya . l-qanaAoa. , menjauhi kemewahan dunia . l-zuh. , menuntut ilmu . allum al-Ailm. , konsisten dengan pelaksanaan amalan-amalan sunnah . l- mulazamah bi al-sunna. , berserah diri . , ikhlas, menghindari pergaulan yang dapat merusak untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan menjaga waktu . ifz al-awqa. Selain itu, seorang sufi diharuskan merambah tahapan syariAat, tarekat dan hakekat secara simultan, karena ketiganya diibaratkan kapal, samudra dan intan yang saling berhubungan, yakni syariAat sebagai kapalnya, tarekat adalah samudranya, dan intan yang berada didasar samudra merupakan Menurut Ali MasAoud dalam disertasinya . , corak pemikiran tasawuf Syekh Sholeh Darat adalah tasawuf sunni ortodoks yang dibuktikan oleh konsistensinya dalam menghadirkan al-maqamat sebagai jalan pendakian menuju Tuhan, keselarasan aspek-aspek doktrinal tasawuf dengan al-QurAoan dan al-Sunnah, penjagaan pelaksanaan syariAoat secara MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ketat, pandangan kritisnya terhadap aspek-aspek doktrinal tasawuf falsafi, dan penyimpangan mistik Islam kejawen. Pemikiran tasawuf sunni ortodoks Syekh Sholeh Darat menjadi counter discourse terhadap teks-teks Islam kejawen yang sarat dengan tasawuf falsafi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Islam non santri di Jawa. Pemikiran tasawuf sunni ortodoks yang hendak dikembangkan oleh Syekh Sholeh Darat memiliki karakter yang khas. Pertama, konstruksi pemikirannya sangat dipengaruhi oleh para ulama sufi sunni pada abad pertengahan. Kedua, berbagai pemikiran para tokoh-tokoh sufi sunni atas didialogkan dengan konteks lokal muslim Jawa melalui publikasi karyakaryanya berbahasa Jawa. Ketiga, proses dialog antara teks dan konteks lebih mengedepankan teks sebagai pemilik otoritas kebenaran dari pada unsur- unsur lokalitas, sehingga konstruksi pemikiran tasawuf Syekh Saleh Darat cenderung kritis dan menolak lokalitas tersebut. (Ali MasAoid, 2. Syekh Saleh Darat memberi perhatian serius terhadap perilaku-perilaku sufistik yang berkembang di kalangan muslim tanah air, terutama di Jawa. Ia sangat menyadari betul, bahwa perilaku sufi telah begitu lama melekat dan mewarnai kehidupan muslim di Jawa. Selain itu, perilaku-perilaku sufi muslim Jawa tidak mungkin dihapus dari kehidupan keagamaan mereka sehari-hari. Yang dibutuhkan adalah, bagaimana pelaksanaan praktekpraktek sufisme masyarakat muslim Jawa tersebut tetap dalam kerangka syariAoat Islam. Fenomena ini yang mendorong Syekh Saleh Darat banyak menerjemahkan dan memberikan ulasan lanjut atas karya-karya para ulama sufi yang dikenal luas tetap konsisten dengan pelaksanaan syariat, seperti karya Imam al-Ghazali. Ibnu AthaAillah dan Zainuddin alMalibari. Agar komunitas muslim di Jawa tetap dalam kerangka syariAoat, maka perlu diberikan pemahaman yang benar tentang arti tasawuf itu sendiri. Tasawuf atau sufisme dalam pandangan Syekh Sholeh Darat tidak berbeda dengan mainstream pemahaman yang berlaku umum di kalangan tasawuf sunni. Bahwa, jantung dari seluruh perilaku sufistik adalah mendapatkan keridlaan Allah SWT yang bertumpu para akhlak paripurna. (Sholeh Darat, tt: . Untuk mendapatkan akhlak paripurna tersebut, setiap muslim dapat mengikuti perilaku sufi yang selama ini diimplementasikan oleh para wali . dalam kehidupan seharihari mereka. Perilaku sufi dimaksud adalah perilaku-perilaku khusus yang dalam tradisi tasawuf sunni dikenal sebagai tangga-tangga . l-maqama. Bagi Syekh Sholeh Darat, setidaknya terdapat sembilan tangga yang harus dilalui oleh setiap muslim maupun para sufi yang bermaksud mendapatkan kerelaan Allah sebagaimana yang dilakukan para sufi. (Ali MasAoud, 2. Pertama, taubat yang bukan saja penting dan tidak boleh ditinggalkan bagi pelaku sufi yang menginginkan akhlak paripurna. Lebih dari itu, taubat merupakan satu kewajiban fardhu Aoain yang melekat dalam diri setiap muslim. Status fardu Aoain muncul sebagai konsekuensi dari kehidupan muslim tanpa terkecuali yang mustahil lepas atau terhindar dari Pertaubatan seseorang termasuk nasuha selama disandarkan pada tiga persyaratan, yaitu penyesalan yang melatari pertaubatan seseorang hanya semata-mata ditujukan kepada Allah semata, memiliki komitmen untuk meninggalkan bukan hanya kemaksiatan yang telah dilakukan, dan taubat juga harus menyertakan Aunejo tinggal duso selawase umure ingkang bakal teko, lan ora pisan-pisan nejo bakal ngelakoni maksiatAy, bahwa muslim atau salik yang bertaubat harus memiliki komitmen tidak akan melakukan kemaksiatan yang sama sepanjang hayatnya. Kedua. QanaAoah, memiliki arti beragam, termasuk di dalamnya, menerima sedikit atas apa yang diberikan . rimo kelawan sekedik sangking peparin. , tidak berharap pada sesuatu yang tidak ada dan mencukupkan diri atas apa yang ada . ra ngarep-ngarep barang kang ora ono lan ngalap cukup barang kang mauju. , menghilangkan berharap pada sesuatu yang tidak dapat dicapai . gilangaken tamak ing dalem barangkang ora hasi. , atau tidak kebingungan ketika barang yang dimilikinya hilang dari genggaman . nteng atine nalikane kesepen ing barang kang wus kulin. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 Ketiga. Hidup sederhana . anaAoa. tidak akan dapat sempurna jika tidak disertai dengan perilaku zuhud. Kehadiran zuhud dapat memperkuat fungsi qanaAoah yang mengantarkan muslim atau salik tidak terjerumus pada belenggu kemewahan dan harta benda yang dimilikinya, sehingga dapat melupakan Allah sebagai Tuhannya. Zuhud dapat dimaknai sebagai perilaku seorang muslim atau salik yang melepaskan diri dari keterkungkungan harta benda . epine kumanthil kanthile ati kelawan art. , meski pada saat yang bersamaan muslim atau salik tersebut bergelimang harta. Keempat, menuntut ilmu . aAoallum al- ilm. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki maupun perempuan tanpa terkecuali. Alasannya, seluruh amal perbuatan ibadah tidak akan absah, selama tidak disertasi dengan ilmu . ra sah amal yen ora kelawan Kelima. Konsistensi melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Selain itu, seorang pelaku sufi . dalam menjalankan amalan-amalan sunnah tersebut juga diharuskan tetap menjaga etika sebagai telah ditentukan oleh Muhammad melalui perilaku-perilakunya. Harus dipahami, seluruh amal perbuatan sunnah hanyalah menjadi salah satu jalan menuju pada Tuhan . l- tariq ila Alla. Tidak ada jalan yang benar-benar mengantarkan salik sampai kepada Tuhan-nya, kecuali Sunnah Muhammad. Keenam, berserah diri atau tawakkal. KH. Saleh Darat menyatakan bahwa tawakkal menunjuk pada berserah diri kepada Allah . asrah maring Alla. dalam semua perkara yang melekat dalam diri seorang salik. Lebih lanjut dikatakan, tawakkal hukumnya wajib Aoain bagi setiap muslim atau pelaku sufi. Tawakkal bukan semata-mata merupakan bagian dari dunia sufi semata, tetapi ia juga memiliki kaitan erat dengan teologi . Islam. Ketujuh, ikhlas yang berarti semata-mata mendapat kerelaan Allah. Seluruh amal perbuatan yang dilakukan pelaku sufi semata sebagai manifest kecintaan kepada Allah . uhung nejo demen ing Alla. , dan mendekatkan diri kepada-Nya . ejo keparek ing Alla. , tanpa ada kehendak sedikitpun untuk mendapatkan surganya . ra nejo suwiji-wiji sangking suwarg. atau menjauhi neraka . elayu sangking nerok. Bukan pula, amal ibadah sekedar untuk menggugurkan kewajiban maupun manifestasi dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Kedelapan, tangga selanjutnya yang harus dilalui pelaku sufi adalah Auzlah yang secara sederhana dimaknai sebagai Auhidup menyendiriAy. Uzlah, bukan berarti pelaku sufi harus mengungsi ke puncak gunung untuk menyendiri. Namun, yang dimaksud adalah tidak bergaul dengan orang-orang yang berbuat kerusakan . a tahsiban kana ahl batala. dan orang yang selalu mempermudah dalam agama . asahul fi al-di. Kesembilan, menjaga waktu yang dipahami sebagai usaha serius pelaku sufi dalam mengisi waktu yang dimilikinya untuk melakukan ibadah kepada Allah semata. Sebaliknya, pelaku sufi akan menghindari semampunya melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya, baik terkait dengan urusan dunia maupun akhiratnya. Pemikirannya Syekh Sholeh Darat yang begitu mendalam tentang tasawuf tidak hanya menghadirkan sikap atau pemikiran yang toleran terhadap adat istiadat atau tradisi keagamaan lokal. Sebaliknya. Syekh Saleh Darat dikenal sangat gigih menentang tradisitradisi lokal yang selama ini berkembang di Jawa, seperti selamatan bagi orang yang telah meninggal dengan berbagai variannya. Menariknya, penolakannya terhadap tradisi lokal bukan didasarkan atas argumen bidAoah sebagaimana dilakukan oleh kalangan SalafiWahhabisme, melainkan para ulama pendahulu, seperti al-Ghazali, al-Malibari, al-Junayd, alAsyAari, yang menurutnya para sholihin tidak pernah melakukan atau menjalankan ritual yang sama. Dalam kesimpulannya. Ali MasAoud memberikan proposisi teoritik yang berbeda berkenaan dengan pemikiran tasawuf Syekh Sholeh Darat, yaitu pemikiran tasawuf sunni ortodoks memiliki karakter atau ciri khusus yang khas, yaitu tasawuf sunni Sedangkan secara ontologis, tasawuf Syekh Sholeh Darat berakar pada alQurAan dan al-Sunnah Muhammad. Syekh Sholeh Darat juga berhasil mendialogkan pemikiran para tokoh-tokoh sufi sunni dengan konteks lokal muslim Jawa pada abad ke-19. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. melalui publikasi karya-karyanya dengan menggunakan bahasa Jawa. Selain tetap mempertahankan aspek-aspek doktrinal tasawuf yang dipahami sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Jawa saat itu, dialog teks dan konteks juga menghasilkan unsur-unsur keagamaan lokal menjadi bagian dari warisannya untuk membentuk jatidiri bangsa. Syekh Ihsan Jampes: Jalan Membangun Harmoni dan Moderat Salah satu tokoh pesantren yang mengagumi pikiran-pikiran Al-Ghazali adalah Syekh Ihsan ibn Dahlan Jampes Kediri. SYEKH IHSAN JAMPES . 1 Ae 25 DzulHijjah 1371 H/ September 1. Ayahnya. KH. Dahlan bin KH Saleh Bogor yang leluhurnya masih mempunyai keterkaitan nasab dengan Sunan Gunung jati (Syarif Hidayatulla. Cirebon, adalah perintis pendirian Pondok Pesantren Jampes pada tahun 1886 M. Ibunya. Ny. Artimah adalah putri dari KH. Sholeh Banjarmelati Kediri. Nenek dari ayahnya. Ny. IstiAoanah putri dari KH. Mesir bin K. Yahuda . eorang ulama sakti mandraguna dari Lorog Pacita. , yang bersambung kepada Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram pada abad ke-16. Adapun dari jalur ibu. Ny. IstiAoanah adalah cicit dari Syekh Hasan Besari Tegalsari Ponorogo yang masih keturunan Sunan Ampel Surabaya. Selain nyantri di Pesanten Bangkalan. Syekh Jampes juga pernah nyantri di Pesantren Bendo Pare Kediri asuhan KH. Khozin . Pondok Pesantren Jamseran Solo. Pondok Pesantren asuhan KH. Dahlan Semarang. Pondok Pesantren Mangkang Semarang. Pondok Pesantren Punduh Magelang, dan Pondok Pesantren Gondanglegi Nganjuk. Rihlah Aoilmiah yang ia lakukan tidak pernah menghabiskan banyak waktu di pesantren-pesantren tersebut. Pada masa revolusi fisik 1945. Syekh Ihsan juga memiliki andil penting dalam perjuangan bangsa. PP Jampes selalu menjadi tempat transit para pejuang dan gerilyawan republik yang hendak menyerang Belanda. Di Pesantren Jampes, mereka meminta doa restu Syekh Ihsan sebelum melanjutkan perjalanan. Bahkan, beberapa kali Syekh Ihsan turut mengirim santri-santrinya untuk ikut berjuang di garis depan. Jika desa-desa di sekitar pesantren menjadi ajang pertempuran, penduduk yang mengungsi akan memilih PP jampes sebagai lokasi teraman, dan Syekh Ihsan membuka gerbang pesantrennya lebar-lebar. Beberapa murid Syekh Ihsan yang mewarisi dan meneruskan perjuangannya dalam berdakwah melalui pesantren adalah Kiai Soim pengasuh pesantren di Tanggir Tuban. KH. Zubaidi Mantenan Blitar. KH. Mustholih Kesugihan Cilacap. KH. Busyairi Sampang Madura. Hambili Plumbon Cirebon. Khazin Tegal, dan lain-lain. Karya-karyanya antara lain. Tashrih al-Ibarat . yarah dari kitab Natijat al-Miqat karya KH. Ahmad Dahlan Semaran. , terbit pada 1930 setebal 48 halaman. Buku ini mengulas ilmu falak . Siraj ath-Thalibin . yarah dari kitab Minhaj al-Abidin karya Imam al-Ghazal. , terbit pada 1932 setebal A 800 Buku ini mengulas tasawuf. Manahij al-Imdad . yarah dari kitab Irsyad al-AoIbad karya Syaikh Zainudin al-Malibar. , terbit pada 1940 setebal A 1088 halaman, mengulas . Irsyad al-Ikhwan fi Bayan Hukmi Syurb al-Qahwah wa ad-Dukhan . daptasi puitik \. lus syara. dari kitab Tadzkirah al-Ikhwan fi Bayani al-Qahwah wa ad-Dukhan karya KH. Ahmad Dahlan Semaran. , t. , tebal A 50 halaman. Buku ini berbicara tentang polemik hukum merokok dan minum kopi (Bizawie, 2016: . Karyanya, kitab Siraj al-Thalibin yang terdiri dari dua jilid, tidak hanya diajarkan di nusantara, namun juga di mancanegara, misalnya Mesir dan Maroko, serta dijadikan referensi oleh beberapa perpustakaan dunia baik Timur maupun Barat. Sosoknya menjadi bukti apa yang dinyatakan oleh Abdurrahman MasAoud . AuTradisional bukanlah konservatif secara intelektual, seperti yang dibuktikan oleh tradisi kuat dunia Islam, serta ketekunan dan ketabahan dalam mencari ilmu, yakni santri yang haus akan ilmu pengetahuan. Fungsi ajaran MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 Islam di tangan para ulamaAo menunjukkan bahwa dinamisme intelektual dalam komunitas ini tetap terjaga esensinya, tidak tergoyahkan selama berabad-abadAy. Ulasan tasawuf Syekh Ihsan yang menggunakan bahasa Arab fusha memungkinkan karyanya. Siraj al-Talibin, dapat dibaca oleh kalangan peminat dan pemerhati dunia tasawuf, khususnya tasawuf Ghazalian. Padahal, sebagai penafsir konsep-konsep tasawuf, lokalitas Syekh Ihsan meniscayakan turut mempengaruhi pada tafsiran-tafsirannya yang kemudian tidak salah bisa dikategorikan model penafsiran tasawuf lokal . ocal sufis. (Wasid, 2. Kitab Siraj al-Talibin . entera bagi para pencari jalan Alla. adalah sharah dari karya imam Al-Ghazali, yakni Minhaj al-AoAbidin . alan bagi para penyemba. Dilihat dari judulnya Siraj al-Talibin, nampaknya karya Syekh Ihsan ini laksana lampu bagi mereka yang mendambakan kedekatan diri kepada Allah SWT. Karya ini dalam versi cetak terdiri dari dua jilid dengan jumlah halaman lebih dari 1000 dengan ulasan menggunakan bahasa arab baku . Ulasannya yang begitu luas dan lugas mengantarkan kitab sharah ini semakin mudah dipahami, terlebih dalam konteks mempermudah pemahaman atas karya Al-Ghazali. Minhaj al-AoAbidin yang dalam versi cetak hanya terdiri dari 93 halaman. Syekh Ihsan telah memberikan jalan dalam membumikan nilai-nilai tasawuf untuk kehidupan kemanusiaan. Tasawuf bukan dimaknai secara sempit hanya mengantarkan individu dekat dengan Allah SWT, tapi memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakatnya, terlebih dalam rangka mengentaskan segala penyakit sosial yang Ia mengajak agar mereka yang menapaki jalan tasawuf menuju derajat maAorifat Allah untuk terus menempatkan pesan perdamaian dan kasih sayang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap perjalanan, bahkan hal ini menjadi keharusan. Menurut Syekh Ihsan. AuSeyogyanya bagi setiap orang agar mengasihi saudaranya untuk menyamai-Nya . ifat-sifatNya, penuli. KaAoab al-Ahbar berkata: dalam kitab Injil tertulis AySebagaimana anda dikasihani, maka niscaya anda mengasihani. Bagaimana mungkin anda mengharapkan kasih sayang dari Allah, sementara anda tidak menebarkan kasih sayang kepada hamba-hamba-NyaAy (Wasid, 2. Ungkapan ini memuat prinsip-prinsip keluhuran dalam konteks kehidupan sosial. Setiap individu yang memiliki komitmen menjaga harmoni dengan Allah melalui ketaatan secara total dan tanpa pamrih, ia berkewajiban untuk terus menjaga harmoni dengan sesama. Hal ini dipahami bahwa menebarkan cinta dan harmoni kepada sesama tidak lain adalah sebagai wujud dalam rangka untuk meniru Aukeluhuran sifatsifatNya, yakni sifat al-rahman dan al-rahim. Ay Dalam implementasinya. Syekh Ihsan juga terlibat memberikan solusi dalam menghadapi perang melawan penjajah, apalagi setelah resolusi Jihad digelorakan pada tanggal 12 Oktober 1945. Ini menunjukkan kemampuan Syekh Ihsan melakukan internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai tasawuf sehingga tidak saja berorientasi pada pencapaian kesalehan individual menuju kebahagiaan hakiki . aAorifat Alla. , namun juga kesalehan sosial dengan menyikapi langsung kehidupan sosial masyarakatnya yang secara umum menghadapi tekanan dari para penjajah. Pesan ini yang sebenarnya tersirat sejak awal dalam karya Siraj al-Talibin, yang ia tegaskan bahwa manifestasi dari kesungguhan orang beragama adalah keharusan menghadirkan sifat-sifat ketuhanan dalam praktik kemanusiaan, misalnya sifat kasih sayang-Nya diaplikasikan sebagai kerangka etik bagi manusia untuk selalu mengutamakan sikap mengasihi kepada sesama (Wasid: 2. Pemikiran tasawuf Syekh Ihsan adalah proses interpretasi dari pemikiran tasawuf sebelumnya, khususnya tasawuf Sunni-Ghazalian, namun ada unsur lokalitas yang mengiringi proses interpretasi tasawuf Ghazalian. Hadirnya kitab Siraj al-Thalibin dalam konteks tradisi intelektual pesantren, sekaligus dalam bingkai pergolakan Islam Nusantara, adalah dalam rangka meneguhkan komitmen Syekh Ihsan, pada kajian dan pengamalan tasawuf Sunni model imam al-Ghazali. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. Ricklefs . , salah satu Indonesianis dari Australia, menyebutkan bahwa Pesantren Jampes turut berkontribusi besar dalam mendelegasikan santri-santrinya untuk ikut serta menggelorakan semangat Jihad . oly wa. melawan penjajah, terlebih ketika semangat jihad itu digelorakan secara serentak oleh Hadratush Shekh Hasyim AsyAoari melalui fatwa resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang telah disepakati oleh semua elemen santri, yakni sebuah fatwa yang isinya menegaskan tentang kewajiban Muslim untuk mempertahankan NKRI dari segala bentuk penja-jahan. Bukan hanya itu, pesantren Jampes Ae begitu juga beberapa pesantren di Kediri seperti pesantren Lirboyo dan Bendo telah menampakkan wajahnya bukan saja menjadi tempat penggodokan kader-kader ulamaAo beraliran Ahl al-Sunnah wa al-JamaAoah, tapi juga menjadi markas kemiliteran para laskar Hizbullah. Salah satu warisan Syekh Ihsan adalah memberikan langkah-langkah dalam internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai tasawuf sehingga tidak saja berorientasi pada pencapaian kesalehan individual, yakni dalam rangka menuju kebahagiaan hakiki . aAorifat Alla. , tapi juga kesalehan sosial dengan menyikapi langsung kehidupan sosial masyarakatnya yang secara umum menghadapi tekanan dari para penjajah. Warisan inilah yang sebenarnya tersirat dalam karya Siraj al-Thalibin, bahwa manifestasi dari kesungguhan orang beragama adalah keharusan menghadirkan sifat-sifat ketuhanan dalam praktik kemanusiaan, misalnya sifat kasih sayang-Nya diaplikasikan sebagai kerangka etik bagi manusia untuk selalu mengutamakan sikap mengasihi kepada sesama (Ihsan: 1. Menurut Syekh Ihsan, nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa perkataan baik, menolong yang lemah, dan menghindari hal-hal yang menyakitkan orang lain adalah bagian dari ibadah . aca: shadaqa. Dengan begitu, maka mengerjakan perbuatan itu sama pentingnya dengan mengerjakan sholat, zakat, puasa dan haji. Karenanya, jihad salah satu fungsinya adalah menolong orang yang tertindas, sekaligus menyadarkan penjajah agar tidak melakukan penindasan terus menerus kepada orang lain sebab penindasan adalah bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Komitmen Syekh Ihsan terhadap praktik-praktik bertasawuf dan berfiqih menunjukkan sikapnya berada pada kerangka cara berfikir moderat, yaitu selalu paradigma berpikir yang memandang persoalan tidak dalam bingkai ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, yang dalam kerangka teologis menjadi potret ajaran Ahl al-Sunnah wa al-JamaAoah. Makanya, berjuang melawan penjajah adalah kewajiban individu secara fiqih, sekaligus secara tasawuf dalam rangka meneguhkan revolusi moral . l-thaurat al-ruhiyya. Begitupun dalam memaknai konsep zuhud, ia selalu menekankan untuk tidak bertindak ekstrem dengan meninggalkan, bahkan mengharamkan, begitu juga konsep tawakkal. Menurutnya dengan mengutip Farghali AuTasawuf mondorong manusia bukan hanya mengerjakan sesuatu yang wajib bagi dirinya, tapi menjadikannya agar senantiasa larut dan berkontribusi dalam kehidupan secara umum dengan semangat dan kekuatan nyataAy. Syekh Ihsan ingin menegaskan bahwa aktivitas tasawuf bukan untuk mencari keteduhan individual, tapi juga keteduhan sosial dengan keterlibatan pelaku tasawuf untuk berkontribusi dalam menyelesaikan problem-problem kemanusiaan. Inilah cara agar tidak mudah bersikap ekstrem, yang secara nyata menjadi bagian dari sikap moderat dan toleran. Dengan demikianm. Syekh Ihsan adalah potret dari sekian tokoh sufi yang mampu membumikan nilai-nilai tasawuf sebagai kerangka etik bagi pelakunya agar terus menciptakan ruang sosial yang damai dan bebas dari ketertindasan, di samping terus mengasah batin agar senantiasa kuat koneksinya dengan Allah sebagai sumber pengetahuan dan tujuan cinta sejati. Simpulan Identitas atau biasa disebut identitas adalah ciri-ciri yang menjadi ciri khas seseorang, sekelompok orang, atau bangsa. Jika ciri-ciri tersebut dimiliki oleh suatu bangsa, tentu MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 menjadi ciri jati diri bangsa tersebut. Seperti negara-negara lain, masyarakat Indonesia mempunyai identitas yang berbeda dengan negara-negara lain di dunia. Identitas ini juga menandakan eksistensi bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa lain. Jika jati diri bangsa Indonesia mulai memudar, maka ada risiko Indonesia akan memudar sebagai sebuah bangsa bahkan terintegrasi ke dalam arus budaya global. Jika itu terjadi, kita tidak akan mampu menunjukkan jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa, apalagi berperan di dunia Dalam keadaan apa pun, kondisi seperti itu tidak akan ditoleransi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk terus mempertahankan jati diri bangsa kita di antara negara-negara lain di dunia. Dalam kehidupan global seperti ini, artefak, manuskrip, peninggalan, tradisi, dan situs warisan lainnya semakin mendapat nilai dalam menghidupkan kembali jati diri bangsa dan menjadi simbol kedaulatan nasional. Sehubungan dengan itu, warisan tasawuf Aqraki kedua ulama Indonesia tersebut di atas membentuk dan memperkaya kekayaan budaya negeri ini, unsur seni budaya, adat istiadat, nilai-nilai dan perilaku budaya yang dapat anda selamatkan dan kembangkan. Ia harus berfungsi sebagai simbol yang dapat mencerminkan jati diri suatu bangsa, baik dari segi identitas daerah maupun nasional. Warisan ini merupakan kearifan lokal yang dapat menjadi simbol jati diri bangsa. Keduanya telah memberikan landasan moralitas, tangga menuju kesempurnaan moral, dan jalan membangun kehidupan harmonis, toleran, dan bersahaja. Mereka menekankan pentingnya menyeimbangkan kesalehan pribadi dengan kesalehan Warisan Syekh Sholeh Darat dan Syekh Ihsan Jampes menjadi pintu masuk untuk memetakan genealogi pemikiran, landasan historis dan formula espitemologis dalam mengenal jatidiri bangsa yang relijius. Hal ini menjadi penting, karena selama ini jati diri bangsa makin menjauh dari nilai-nilai yang telah tertanam di Nusantara. Tasawuf akhlaqi yang telah dikembangkan oleh kedua ulama tersebut sebenarnya telah dikembangkan ulamaulama sebelumnya sejak walisongo yang telah membentuk dan menopang jati diri bangsa saat ini. Warisan tasawuf akhlaqi yang memadukan antara kesalehan individual dan kesalehan social tersebut telah menjadi salah satu dasar dari identitas/jatidiri bangsa Indonesia yang terkonstruksi secara massif, yang kemudian menjadi fondasi Islam Indonesia saat ini, yaitu sikap toleran, moderat, damai dan terbuka. Warisan itulah yang telah menjadi modal utama para founding father dalam membangun Negara-bangsa . ation stat. Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Daftar Pustaka A Mughni. Busrol Karim, 2012. Syekh Ihsan Bin Dahlan Jampes Kediri (Pengarang Siraj al-Thalibin. Kediri: Pesantren Jampes. Abdullah. Amin, 2002. Antara Al-Ghazali dan Kant: Filsafat Etika Islam. Terj. Hamzah. Bandung: Mizan. Abdullah. Amin, 2011. AuAl-Ghazali dan PemikirannyaAy dalam buku Studi Agama: Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka. Afandi. Ahmad Najib, tt. Pemikiran Tarekat Syekh Ihsan. Laporan Penelitian Individual. Jakarta: Kementerian Agama. Ahmad. Sayyid. Tasawuf. Antara al-Ghazali dan Ibnu Taimiyyah. Jakarta: Khalifah. Al-Ghazali. Abu Hamid, 1971. IhyaAo AoUlum al-Din. Jilid I dan IV. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah. Al-Ghazali. Abu Hamid, 1998. Kegelisahan al-Ghazali: Sebuah Otobiografi Intelektual. Terj. Acmad Khudori Sholeh. Bandung: Pustaka Hidayah. Al-Ghazali. Abu Hamid, tt. Kashf wa Al-Tabyin fi Ghurur al-Khalq AjmaAoin. Indonesia: Al-Haramain. Azra. Azyumardi, 2005. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVi. Akar Pembaharuan Islam Indonesia. Jakarta: Prenada Media. Barsani . Noer Iskandar, 2001. Tasawuf. Tarekat dan Para Sufi. Jakarta: Grafindo Persada. Bruinesen. Martin van. Saleh Darat, dan Muhammad Sylih bin `Umar al-Samarani. Dictionnaire biographique des savants et grandes figures du monde musulman pyriphyrique, du XIXe siycle y nos jours. Fasc. No. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. ISSN: 2987-6796 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. Burhanudin. Jajat, 2007. Islamic Knowledge. Authority and Political Power: The Ulama in Colonial Indonesia. PhD Dissertation: Leiden University. Darat. Saleh, 1314 H. Faydh al-Rahman fi Tarjamah Tafsir al-Kalam Malik al-Dayyan. Vol. Singapura: Haji Muhammad Amin. Darat. Saleh, 1314 H. Sharh al-Barzanji. Singapura: Haji Muhammad Amin. Darat. Saleh, 1318 H. al-Murshid al-Wajiz fi AoIlm al-QurAoan al-AoAziz. Singapura: MathbaAoah Haji Muhammad Amin. Darat. Saleh, 1321 H. Tarjamah Qawl al-Burdah. Bombay: al-MathbaAoah al-Karimi. Darat. Saleh, 1354 H. Fashalatan. Cirebon: al-MathbaAoah al-Mishriyyah. Darat. Saleh, tt. MajmuAoah al-ShariAoah al-Kafiyah li al-Awwam. Semarang: Toha Putra. Darat. Saleh, tt. Kitab Munjiyat Methik Saking IhyaAo Ulum al-Din al-Ghazali. Semarang: Thoha Putra. Darat. Saleh, tt. Lathaif al-Thaharah wa Asrar al-Shalah fi Kayfiyah al-Shalah al-AoAbidin wal-AoArifin. Semarang: Toha Putra. Darat. Saleh, tt. Manasik al-Haj wa al-AoUmrah wa Adab al-Ziyarah li Sayyid al- Mursalin. Bombay: al-Ma. baAoah al-Karimi. Darat. Saleh, tt. Matan al-Hikam. Semarang: Taha Putra, tt. Darat. Saleh, tt. Minhaj al-AtqiyaAo fi Sharh MaAorifah al-AdhkiyaAo ila Thariq al-AwliyaAo. Bombay: MathbaAo Muhhammadi. Darat. Saleh, tt. Tarjamah Sabil al-Abid Aoala Jawharah al-Tawhid. Semarang: Thoha Putra, tt. Dhafir. Zamakhsari, 1982. Tradisi Pesantren. Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Ghazali . , tt. IhyaAo AoUlum al-Din. Semarang: Karya Taha Putra, tt. Hajjaj. Muhammad Fauqi, 2011. Tasawuf Islam dan Akhlak. Terj. Kamran AsAoat Irsyadi dan Fakhri Ghazali. Jakarta: Amzah. HS. Matuki dan M. Isham El-Shaha . , , 2003 Intelektualisme Pesantren. Jakarta: Diva Pustaka. HS. Muchayyar, 2000. KH. Muhammad Saleh Darat al-Samarani. Studi Tafsir Fayd al-Rahman fi Tarjamah Tafsir Kalam Malik al-Dayyan. Yogjakarta: Disertasi Program Paska Sarjana IAIN Sunan Kalijogo. Ihsan Jampes, 1997. Siraj al-Thalibin. Juz I . Beirut: Da>r al-Fikr. Ihsan Jampes, 1997. Siraj al-Thalibin. Juz II. Beirut: Da>r al-Fikr. Ihsan Jampes, tt. Irshad al-Ikhwan li Bayani Shurb al-Qahwah wa al-Dukhan. Kediri: Pesantren alIhsan Jampes. Ihsan Jampes, tt. Manahij al-Imdad fi Sharh Irshad al-Ibad. Juz II. Kediri: Pesantren al-Ihsan Jampes. Ihsan Jampes, tt. Manahij al-Imdad fi Sharh Irshad al-Ibad. Juz I. Kediri: Pesantren al-Ihsan Jampes. Kholqillah. Ali MasAud, 1999. AuTasawuf Sunni: Refleksi Sunisme al-Ghazali dan Pengaruhnya dalam Dunia TasawufAy. Jurnal Nizamia. Vol. No. 4 (Juli-Desember, 1. : 56-67. Kholqillah. Ali MasAud, 2010. Akhlak Tasawuf. Surabaya: Alpha. Maimoen Zubair, tt. al-Ulama al-Mujaddidun. Sarang: PP. Al-Anwar. MasAoud. Abdurrahman, 2004. Intelektual Pesantren. Perhelatan Agama dan Tradisi. Yogyakarta: LKiS. MasAoud. Abdurrahman, 2007. AuMemahami Agama Damai Dunia Pesant-renAy pengantar dalam Badrus Sholeh . Budaya Damai Komunitas Pesantren. Jakarta: Pustaka LP3ES. MasAoud. Ali, 2011. Dinamika Sufisme Jawa. Studi Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Semarang dalam Kitab Minhaj al-Atqiya>Ao. Dis-ertasi-Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel. Surabaya. Masud. Abdurrahman, 1996. Dari Haramain Sampai ke Nusantara. Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Jakarta: Prenada Media. Mubarak. Zakki, 1988. Al-Akhlak AoInda al-Ghazali. Beirut: Dar al-Jil. Munir. Ghazali, 2007. Iman Menurut KH. Saleh Darat al-Samarani: Telah Atas Kitab Tarjamah Sabil al-Abid. Semarang: Teologia, 2007. Munir. Ghazali, 2007. Pemikiran Kalam Muhammad Saleh Darat al-Samarani . Yogjakarta: Disertasi Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijogo. Munir. Ghazali, 2007. Teologi Islam Terapan: Studi Impelemtasi Iman Menurut KH. Saleh Darat alSamarani. Semarang: Teologia. Munir. Ghazali, 2008. Tuhan Manusia dan Alam dalam Pemikiran Kalam KH. Saleh Darat alSamarani. Semarang: Rasail Press, 2008. Munir. Ghazali, 2008. Warisan Intelektual Islam Jawa dalam Pemikiran Kalam Muhammad Shalih al-Samarani. Semarang: Walisongo Press, 2008. MuAotamar et. al (Warisan Tasawuf Akhlaqi Syekh Sholeh Darat Dan Syekh Ihsan Jampe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. No. November 2023, pp. ISSN 2987-6796 Ricklef. C, 2005. Sejarah Indonesia Modern, 1200-2004. Jakarta: Serambi. Sabir. Muslich. Laporan Hasil Penelitian. Studi Kitab Manha>j al-Atqiya>Ao. Suatu Upaya untuk Mengungkap Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat. Semarang: IAIN Wali Songo. Salim. Abdullah, 1995. al-MajmuAoah al-ShariAoah al-Kafiyah li al-Awwam Karya KH. Saleh Darat. Suatu Kajian terhadap Kitab Fikih Berbahasa Jawa Akhir Abad 19 M. Jakarta: Disertasi Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah. Shihab. Alwi, 2001. Islam Sufistik. Islam Pertama dan Pengaruhnya Hingga Kini di Indonesia. Bandung: Mizan. Shihab. Alwi, 2009. Antara Tasawuf Sunni dan Tasawuf Falsafi: Akar Tasawuf di Indonesia. Depok: Pustaka Iman.