EDUKATIF ISSN . : 2442-3858. ISSN . : 2745-4681 Volume VI. No 2. Juli-Desember 2020. Halaman 147-158 DOI: SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM MEMBINA PROFESIONALISME GURU (STUDI IMPLEMENTATIF DI MADRASAH AIYAH MIFTAHUL ULUM SENGKUBANG) Saprawi Rizal Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah Safrawirizal789@gmail. Abstract The purpose research is a programe to know how to guide for being professional teachers at madrasah of Miftahul ulum sengkubang, mampawah. It's method using by description and cualitative method. It's purpose how to get information about head master of madrasah guide teachers' to be ideal. The first the guide of professional teachers,The second,the guide of characters' parsons and education of professional teachers. The third development of professional teachers' quality in serviceThe key word : professional teacher. Keyword: Supervision of the head of Madrasah, teacher professionalism Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan supervisi kepala madrasah dalam membina profesionalisme guru di Madrasah Miftahul Ulum Sengkubang Kabupaten Mepawah. Penelitian ini dilakuakan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif . Penelitiaan ini bermaksud untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan Supervisi Kepala Madrasah Dalam Membina Profesionalisme Guru Di Madarsah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang. Adapun bentuk-bentuk pelaksanaan supervisi kepala Madrasah Miftahul Ulum Sengkubang untuk membina profesionalisme guru meliputi :Pertama Pembinaan profesi mengajar. Kedua Pembinaan sikap personal dan professional guru mengajar. Ketiga Pengembangan kualitas profesional guru atau pendidikan In-Service Kata Kunci: Supervisi kepala Madrasah,profesionalisme guru Diterima: 19 Oktober 2020 | Direvisi: 25 Oktober 2020 | Disetujui: 05 November 2020 A 2020 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiudin Sambas. Indonesia Pendahuluan Seorang guru yang profesional harus memiliki keahlian khusus dan dapat menguasai teknik-teknik pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan yang perlu dibina dan dikembangkan melalui suatu pendidikan tertentu. Hal ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan binaan dari supervisor. Dalam melaksanakan tugasnya, kepala madrasah berkewajiban membantu guru memberi dukungan yang dapat melaksanakan tugas dengan baik sebagai pendidik maupun pengajar. Kepala Madarasah yang sebagai supervisor mempunyai peran dan tanggung jawab untuk meningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah dan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan dan kualitas mutu sekolah,karena tugas utama seorang supervaisor adalah memaneje bawahannya (Winardi,2015: . ,selain itu supervisi pendidikan bertujuan terhadap proses perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran atau juga dapat dimaknai bahwasanya peranan supervisi adalah memberi support . Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 148 membantu . dan mengikutsertakan (Sharin. (Sertian,1981:. Oleh karena itu menjadi suatu keharusan bagi Kepala Madrasah untuk melaksanakan supervisi secara baik dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip supervisi serta teknik dan pendekatan yang tepat. Dalam pelaksanaan supervisi, seorang Kepala Madrasah hendaknya bertumpu pada prinsip-prinsip supervisi sebagai landasan untuk mengarahkan kepada tujuan yang Agar supervisi dapat memenuhi fungsinya maka harus memenuhi prinsipprinsip sebagaigai berikut: Superavisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru dan staf madrasah untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan,dan bukan mencari-cari Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secaralangsung, artinya bahwa bimbingan dan bantuan trsebut tidak diberikan secara langsung tetapi harus diupayakan agar pihak yang bersangkutan tampa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dengan kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri. Pemberian bantuan bimbingan dilakukan secara langsung,artinya bahwa bimbingan dan bantuan tersebut tidak diberikan secara langsung tetapi harus diupayakan agar pihak yang bersangkutan tampa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa diri sendiri sepadan dengan kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri. Apabila pengawas atau Kepala Madrasah merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik,sebaiknya disampaikan segera mungkin agar tidak lupa Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali dalam arti bukan menurut minat dan kesempatan yang dimiliki oleh pengwas atau Kepala Madrasah Suasana yang terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang baik antar supervisor dan yang disupervisi Untuk menjaga agar apa yang dilakukan dan ditemukan tidak hilang atau terlupakan,sebaliknya supervisor membuat catatan singkat berisi hal-hal yang penting yang berisikan laporan-laporan Selain Kepala Madrasah sebagai motivasi,memberikan solusi dan membantu guru menjadi lebih profesional, pelayanan untuk membantu atau membina guru-guru ini menjadikan perbaikan atau peningkatan kemampuan kemudian ditransfer kedalam perilaku mengajar sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang lebih baik, yang akhirnya juga dengan sendirinya dapat meningkatkan pertumbuhan peserta didik(Mulyasa,2000:. Begitu juga yang dilakukan oleh kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang. Persoalan-persoalan yang muncul di lapangan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikannya, selalu diupayakan untuk diatasi dengan bimbingan maupun koreksi yang bersifat hati-hati oleh kepala madrasah, tidak semata-mata bersifat birokratis, tetapi bersifat klinis . embinaan teknis Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 149 Karena tugas Kepala Madrasah sebagai supervisor mencakup berbagai aspek dari bawah sampi keatas, maka diperlukan juga modal pengetahuan dan wawasan yang cukup luas (Cowel,1995:Vi. ,sangat diharapkan sekali segala upaya Supervisi yang dilakukan Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang dapat meningkatkan kompetensi guruguru dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga diharapkan tercapainya misi pengajaran dan misi pendidikan nasional. Persepsi kepala sekolah Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pendidikan yang sifatnya dinamis tentunya menimbulka permasalahan bagi seorang guru dalam mengemban kegiatan belajar mengajar akan selalu dan terus berlanjut seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknlogi serta arus informasi yang tentunya berpengaruh dalam dunia pendidikan, maka peran supervisi kepala madrasah sangatlah penting dalam mengembangkan profesional guru sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal(Syarkawi 2. Dengan adanya supervisi dan pembinaan terhadap guru tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan dan mengembangkan profesi guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena suatu kegiatan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan manakala tidak ada pengawasan dengan baik,sehingga dengan adanya bentuk pengawasan yang terstruktur, rencana suatu kegiatan akan sesuai dengan garis-garis prencanaan yang telah ditetapkan. Metode Penelitian Metode penelitiaan pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiono,2012:. Penelitian ini dilakuakan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif . Dalam pendekatan kualitatif ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan . ild researc. ,yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati (Umar ,2002:. ,penelitiaan ini bermaksud untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan Supervisi Kepala Madrasah Dalam Membina Profesionalisme Guru di Madarsah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang. Kemudian digambarkan dalam bentuk sebuah laporan penelitian ilmiah sesuai dengan keadaan di lapangan dengan metode-metode yang telah diatur dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum desa sengkubang kecamatan mempawah hilir kabupaten mempawah. Kalimantan Barat. Alasan utamanya adalah Karena madrasah ini masih baru tenaga pengajarnyapun masih banyak yang perlu pembinaan, disamping itu terlihat banyak kemajuaan atau inovasi-inovasi yang dilakukan oleh kepala Hasil Penelitian Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 150 Bentuk Pelaksanaan Supervisi Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang Dalam Membina Profesionalisme Guru. Aktifitas kepemimpinan yang dilakukan akan mewujudkan fungsi-fungsi kepemimpinan secara integral. Apabila aktifitas tersebut dipilah-pilih maka akan terlihat gaya kepemimpinan dengan polanya masing-masing(Nawawi,2006:. ,jika dikatkan dengan konsep lama bahwa supervisi dilakukan oleh pemimpin sebagai orang yang berada diatas,yang berperan sebagai pemimpin dan pembimbing,maka tipe-tipe supervisi tidak bisa dilepaskan dengan tipe-tipe kepemimpinan dan juga tipe-tipe kepengawasan. Ada lima tipetipe supervisi diantaranya yaitu Tipe Inspeksi. Tipe Laisses Fair. Tipe Coersive. Tipe Training and Guidance,Tipe Demokratis. (Arikunto,2006:. Tidak jauh beda bentuk supervisi yang dilakukan oleh kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi Kepala Madrasah dalam membina profesionalisme guru yang meliputi:(Syarkawi,2. Membina Profesi Mengajar Dalam menjalankan fungsinya sebagai supervisor, kepala madrasah membantu guru dalam hal kegiatan-kegiatan pelaksanaan proses belajar mengajar, karena hal ini dapat dijadikan gambaran sejauh mana Kepala Madrasah melaksanakan tugasnya. Untuk mengetahui bentuk-bentuk pelaksanaan atau kegiatan supervisi Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang dalam membina profesi mengajar guru adalah sebagai berikut : Pembinaan Persiapan Mengajar Dalam proses belajar mengajar Guru memiliki peranan yang sangat besar, sebab gurulah yang berhadapan langsung dengan siswa dan gurulah yang bertanggung jawab dalam proses perubahan anak didiknya. Oleh karena itu seorang guru utunk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya harus memenuhi syarat-syarat kepribadian seperti: Gagasan, yaitu bahwa guru harus kaya dengan gagasan dan pribadinya hendaknya dinamis menanggapi setiap rangsangan dan tantangan. Usaha, yaitu usaha-usaha nyata dari guru berdasarkan gagasan yang telah dimilikinya. Rasa, yaitu rasa keserasian hubungan antara pendidik dan subyek didik dan keserasian suasana pendidikan. Utama, atau keutamaan yaitu nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi, termasuk nilai-nilai agama, norma, dan etika yang harus dipegang baik guru maupun subyek didik (Soetopo,1984:. Sesuai dengan kebijakan kepala madrasah, dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor bahwa kepala madrasah mewajibkan kepada semua guru di Madrasah Aliyah miftahul Ulum Sengkubang, harus menyiapkan terlebih dahulu, perencanaan yang dilakukan oleh guru baik itu berupa kegiatan yang dilakukan pada waktu proses belajar mengajar seperti persiapan satuan pelajaran maupun persiapan mental,gagasan,usaha dan Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 151 rasa sebab dengan adanya persiapan tersebut akan menentukan kelancaran proses belajar Dalam hal ini kepala madrasah miftahul ulum menanyakan langsung kepada guru yang bersangkutan tentang persiapan-persiapan mengajar sebelum memulai proses Upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam membina persiapan guru mengajar yaitu dengan memberikan bimbingan yang meliputi: Pengembangan Materi Pelajaran Tantangan terbesar bagi tenaga pengajar Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang adalah sulitnya mendapatkan referensi sebagai penunjang,hal ini disebabkan karena keterbatasan penyediaan buku-buku yang ada diperpustakaan sekolah. Selama ini guruguru hanya memakai buku yang disediakan oleh pemerintah padahal Untuk pengembangan materi selanjutnya diperlukan perbandingan sumber-sumber yang sesuai. Keadaan yang demikian diperlukan kemampuan seorang guru dalam mencari sumber-sumber pengajaran seselektif mungkin. Untuk mencapai hasil yang maksimal, kepala madrasahselalu membantu guru dalam menyiapkan materi pelajaran. Dalam mencari materi pelajaran Kepala Madrasah menyediakan sumber pengajaran sebagai salah satu penunjang dalam mengembangkan materi. Adapun langkah kepala madrasah dalam mengatasi keterbatasan sumber pengajaran ini yaitu dengan melakukan kerjasama dengan perpustakaan sekolah lain dan memanfaatkan ketersediaan buku-buku yang ada diperpustakaan daerah selain itu kepala madrasah mencari sumber belajar dari iternet . eogle boo. Dengan memasang sambungan internet. Dengan upaya inilah keterbatasan sumber belajar dapat teratasi meskipun belum maksimal. Penerapan Metode Pengajaran Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan diperlukan metode yang tepat,karena untuk mencapai tujuan instruksional diperlukan kesesuai dengan materi yang Dalam hal ini kepala madrasah selalu mempersiapkan alat pembelajaran penunjang dari penggunaan metode yang akan disampaikan oleh guru selain itu kepala madrasah selalu memastikan bahwa keadaan kelas harus benar-benar memungkinkan untuk penggunaan metode tersebut sehingga penggunaan metode yang akan diterapkan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Seperti yang disampaikan oleh waka kurikulum ceramah,demonstrasi,diskusi partisipatif adapun metode yang lainya digunakan padasaat meteri-materi tertentu(Herianto,2. Penggunaan Media/Alat Pengajaran Selain dari metode, media pengajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. Dimana pengalaman yang dialami oleh siswa lebih kongkrit karena dengan adanya media siswa lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan. Dengan adanya alat peraga atau media sebagai fasilitas yang ada di sekolah dapat membantu guru mengembangkan Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 152 ketrampilan dalam mengajar secara efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut kepalamadrasah Mifatahul Ulum membantu guru dalam menyiapkan dan menggunakan media yang tersedia manakala seorang guru belum mampu menggunakannya. Bimbingan ini dilakukan tiga hari sebelum pelajaran dilaksanakan. Kepala madrasah mempersiapkan tenaga khusus untuk membimbing bagi seorang guru yang masih kurang mampu dalam mengunakan media yang ada disekolah. Karena kepala madrasah sangat menganjurkan bagi semua guru untuk selalu menggunakan media pembelajran. Guru tidak harus menggunakan media yang sudah difasilitasi dimadrasah akan tetapi guru diupanyakan untuk bisa mebuat media sesederhana mungkin dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada diskelilingnya, dengan demikian kereatifitas seorang guru sangat penting. Membantu dalam Pengelolaan Kelas Dalam proses kegiatan belajar, pengelolaan kelas sangat berpengaruh sekali terhadap tujuan yang ingin disampakan dalam pembelajaran. Pengelolaan kelas yang kurang baik dan kondusif sangat berpengaruh besar pada siswa dalam menerima pesan pembelajaran yang disampaikan oleh seorang guru. Oleh karena itu kepala madrasah harus mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kelas. Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah Miftahul Ulum Sengkubang Untuk mengetahui sejauh mana seorang guru dalam mengelolakelas, maka kepala madrasah melakukan observasi kelas setiap 2 minggu sekali ketika guru sedang mengajar. Observasi kelas yang dilakukan oleh kepala madrasah ini tidak ada pemberitahuan secara khusus kepada guru yang bersangkutan,akan tetapi secara umum guru-guru sudah mengetahui kegiatan supervisi yang akan dilakukan oleh kepala madrasah,dengan demikian guru akan selalu mempersiapkan diri setiap saat akan mengajar. Dari kunjuangan kelas inilah kepala madrasah akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam pengerlolaan kelas sehingga tindak lanjut perbaikan kedepannya akan lebih mudah. Pembinaan Sikap Personal dan Profesional Guru Setiap manusia mempunyai kepribadian yang berbeda tak terkecuali seorang guru di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang. Terkadang ada guru yang sifatnya rajin,malas bahkan ada yang mulanya rajin menjadi malas dan sebaliknya. Kepala madrasah menyikapi hal demikian dengan kewajaran sebagai sifat manusia, hal seperti ini mungkin diakibatkan beberapa masalah dalam kehidupan yang dapat mempengaruhi sikap pribadinya. Dari peryataan kepala madrasah yang menjadi permasalahan guru diantaranya masalah kebijakan yang kurang sesuai dengan keinginan guru, kesejahteraan guru yang masih kurang dan masalah pribadi menyangkut keluarganya dan kehidupan disekelilingnya. Kepala madrasah selalu berusaha membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru,karena jikalau guru mengajarnya sambil membawa beban permasalahan, tentu suasananya akan berbeda dan penyampaian pembelajaranpun tidak akan efektif. Dengan demikian kepala madrasah harus mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat dan dapat Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 153 menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh guru, agar tidak mengganggu jalannya proses belajar mengajar dan menjalankan tugasnya dengan baik. Masalah Kebijakan Segala sesuatu pasti ada kekurangan dan kelebihannya termasuk juga kebijakankebijakan yang ditetapkan oleh Madrasah Miftahul Ulum Sengkubang. Terkadang kebijakan yang ditetapkan dimadrasah ini tidak semua guru menerimanya meskipun kebijakan itu tidak mungkin bisa dirubahnya, hal ini disebabkan karena kemajemukan karakteristik seorang guru yang berbeda. Hal seperti ini tentu menjadi masalah yang besar yang perlu dikomunikasikan dengan baik. Karena Masalah yang dihadapi oleh guru khususnya yang terjadi di madrasah seringkali menghambat konsentrasi dan kurang semangatnya dalam melaksanakan tugasnya sebgai guru (Sulastri,2. Adapun kebijakan yang dikeluhkan oleh sebagian guru meliputi . Tata tertib yang terlalu mengikat . Suasana lingkungan sekolah yang monoton . Permasalahan Administrasi Dari beberapa permasalahan yang dihadapi guru terkait kebijakan ini, kepala madrasah selalu mencari solusinya. Adapun upaya yang dilakukan oleh Kepala Madrasah untuk mengetahui permasalahan tersebut yaitu: kepala madrasah menerima keritikan secara langsung dan tidak langsung. Adapun yang dimaksudkan dengan keritikan tidak langsung disini Kepala Madrasah menyediakan kotak saran . Mengkomunikasikan dengan baik pada guru yang bermasalah tersebut, yaitu mengadakan panggilan secara khusus atau bersifat privasi Dengan demikian permasalahan apapun yang terjadi jikalu dikomunikasikan dan dibicrakan dari hati kehati pasti ada solusi dan jalan keluarnya. Masalah Kesejahteraan Guru Seorang guru tidak boleh disibukkan dengan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan profesinya, guru harus fokus terhadap profesi yang ditekuninya. Karena untuk mengajar guru harus mempersiapkan dirinya dengan baik. Persiapan yang baik dan direncanakan akan mendapatkan hasil yang maksimal pula. Keyataan yang terjadi pada guru Miftahul Ulum Sengkubang banyak guru yang mempunyai multi profesi,disamping mengajar, mereka ada yang menjadi pedagang, petani sambilan dan peternak dan perangkat desa. Hal yang demikian mereka lakukan diluar jam mengajar dimadrasah. Bukan tanpa alasan para dewan guru dimadrasah ini melakukan demikian, semua ini dilakukan karena kesejahteraan guru sangat kurang karena dari 12 semua jumlah guru, yang bersatatus sebagai PNS hanya 1 orang, dan 3 orang yang mendapat tujangan sertifikasi selebihnya hanya sebatas tenaga Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 154 honorer sajah (Syakur ,2. ,oleh karena itu menjadi permasalahan terbesar bagi kepala madrasah menyikapi kesejahteraan guru ini. Karena menurut Syafruddin Nuruddin seorang bisa dkatakan profesional setidaknya memiliki tiga kriteria: Bersangkutan dengan profesi Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya Mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (Nuruddin,2002:. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu, dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Adapun upaya yang telah dilakukan oleh kepala madrasah untuk mengatasi permasalahan ini selain mendorong dan mempersiapkan para guru untuk mendapat tujangan profesi dari pemerintah,Kepala madrasah juga membuat badan usaha yang berbentuk UKM, dari hasil tersebut kemudian diperutukan untuk tunjangan guru dan pinjaman guru jika memerlukan. Kemudian dimadrasah ini juga mendapat tambahan dana dari partisipasi seluruh warga sekolah,karena dimadrasah ini telah dibentuk suatu kegiatan denggan motto membiasakan ringan tangan dengan bersodakoh,kegiatan bakti sosial dengan membiasakan bersodakaoh ini dilakukan setiap hari senin setelah upacara bendera selesai dan hasil dari dana tersebut diperuntukan untuk kegiatan sekolah termasuk juga tunjangan bagi guru-guru yang rajin dan guru yang mengangkat nama sekolah. Masalah Pribadi Siapapun dan dari golongan apapun orangnya tentunya tidak akan lepas dari permasalahan yang dimilikinya. Permasalahan pribadi yang dimiliki oleh guru tentunya dapat mempengaruhi dalam melaksanakan tugasnya. Masalah pribadi guru dimadrasah ini timbul dari berbagai sumber seperti keadaan ekonomi, keluarga, kesehatan dan yang lainlain. Dari permasalahan yang mereka alami kepala madrasah selalu mengigatkan kepada guru bahwasanya permasalahan yang dialami jangan sampai dibawa kedalam kelas lebihlebih ketika mengajar. Oleh karena itu kepala madrasah berharap kepada guru yang memiliki permasalahan pribadi untuk di adukan pada kepala madrasah sehingga seluruh warga sekolah nantinya bisa mengerti dengan keadaanya dan bisa memberikan sumbangsih pemikiran jalan keluar dari permasalahan tersebut. Pengembangan Kualitas Profesional Guru Professional adalah suatu keahlian tertentu yang diperlukan dalam suatu pekerjaan tertentu pula yang mana keahlian tersebut hanya diperoleh melalui pendidikan khusus atau latihan khusus (Arifin,2003:. ,Ahmad Tafsir mengatakan profesionalisme ialah faham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 155 (Tafsir,1994:. , ciri-ciri guru profesional harus memenuhi persyaratan profesinya, antara Berkemauan tinggi untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Kemampuan yang sejalan dengan peranannya di sekolah. Peranan guru tidak hanya bersifat administratif dan organisatoris, tetapi juga bersifat metodologis dan psikologis (Hamalik,2001:. dari penjelasan inilah dapatlah ditarik kesimpulan bahwa jabatan guru termasuk jabatan profesional karena memenuhi ketiga macam persyaratan di atas Dalam mengembangkan kualitas profesional guru, kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang selalu mingikutsetakan guru dalam berbagai kegiatan baik itusecara individu maupun kelompok kegiatan tersebut meliputi: Pendidikan In-Service (In-Sevice Edicatio. Pendidikan In-Service Training ini dapat dilakukan dengan cara individu yaitu dengan mengadakan penataran, workshop dan seminar atau dilakukan secara kelompok seperti organisasi profesi, kegiatan yang sering kali diikuti yaitu organisasi profesi. Dengan adanya organisasi profesi ini pengalaman dan wawsan guru akan bertambah karena penyatuan pikiran antara guru satu dengan yang lainya tentu akan dapat menghasilkan inovasi baru. Seperti yang disampaikan oleh guru bahasa indonesia menyatakan bahwa organisasi profesi ini merupakan kegiatan yang dapat membantu mereka dimana dalam bentuk kegiatan tersebut saling bretukar pikiran (Sharin. sehingga dapat 2. Senada juga apa yang disampikan purwanto bahwa Salah satu wadah untuk meningkatkan mengetahui dimana letak kelebihan dan kekurangan dan dapat dicarikan solusinya ( Basyir, kemampuan guru dan staf sekolah adalah penataran. Teknik supervisi kelompok dilakukan melalui penataran ini sudah banyak dilakukan. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi Penataran tentang metodologi pengajaran dan penataran tentang administrasi pendidikan(Purwanto,1991:20-. ,diskusi kelompok ini dapat dialakukan disekolah sendiri dengan mngundang nara sumber,tetepi dapat juga diselenggarakan bersama antar beberapa sekolah,jika menginginkan pembiyayaan yang minimal Kegiatan yang diikuti oleh guru Miftahul Ulum Sengkubang yang berupa penataran ,workshop dan seminar biasanyadiadakan oleh pihak kampus,sekolah dan instansi yang terkait dengan pendidikan. Hampir semua guru pernah mengikuti kegiatan tersebut akan tetapi yang lebih diprioritaskan adalah guru-guru tetap dimadrasah ini. Dari upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah inilah penulis menyimpulkan bahwa pelaksanaan dalam meningkatkan profesional guru terlaksana dengan baik. hal ini juga bisa diketahui dari peningkatan kualitas pendidikanya dari tahun ketahun. Meeting. ertemuan guru mata pelajara. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 156 Untuk Peningkatan kualitas profesional guru tidak hanya bisa dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam kegiatan penataran-penataran atau mengikutsertakan guruguru dalam kegiatan organisasi profesiyang telah dijelaskan diatas, hal lain yang bisa dilakukan untuk menunjang kualitas profesi adalah hubungan kelompok kesejawatan bidang studi sejenis. Baik itu dilakukan sesama guru di sekolah Madrasah MiftahulUlum Sengkubang atau hubungan kesejawatan antar madrasah lainya. Pertemuan guru-guru ini disebut dengan KKG (Kelompok Kerja Gur. Adapun Kegiatan KKG ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mengembangkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Banyak guru-guru yang menyatakan bahwa diantara kegiatan dalam rangka pningkatan kompetnsi guru yang paling efektif adalah kegiatan KKG Simpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan di atas maka dalam Pelaksanaan Supervisi Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sengkubang Dalam Membina Profesionalisme Guru dapat ditemukan simpulan sebagai berikut: Pertama Pembinaan persiapan mengajar adapun langkah yang dilakukan melalui pengembangan materi pelajaran, penerapan metodologi pengajaran dan penggunaan media pengajaran. Kedua Membantu dalam pengelolaan kelas, hal ini untuk mengetahui sejauhmana kemampuan guru dalam mengelola dan menguasai Kegiatan ini dilakukan kepala madrasah dengan melakukan kunjungan langsung kekelas ketika guru sedang mengajar tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, dengan maksud guru harus mempersiapka diri setiap saat akan mengajar dan dari sinilah kepala madrasah dapat mengetahui letak kelemahan dan kelebihan guru dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Ketiga Pembinaan sikap peribadi,yaitu kepala madrasah tidak hanya membantu dalam kegiatan yang ada di sekolah,akan tetapi kepala madrasah berusaha memahami kondisi permasalahan yang dialami oleh guru dan jugamembantu mencarikan solusi yang terbaik. Adapun permasalahan tersebut meliputi: masalah kebijakan,kesejahteraan guru dan masalah pribadi. Keempat Pengembangan kualitas profesional guru. Adapun upaya yang dilakaukan oleh kepala madrasah yaitu dengan cara mengikutsertakan guru dalam berbagai kegiatan baik secara induvidual maupun kelompok. Kegiatan tersebut berupa pendidikan In-service yang berupa penataran, workshop dan seminar dan melakukan hubungan kelompok kesejawatan bidang studi sejenis. Baik itu dilakukan sesama guru di sekolah Madrasah Miftahul Ulum Sengkubang atau hubungan antar madrasah lainya. Pertemuan guru-guru ini disebut dengan KKG (Kelompok Kerja Guru ). Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 157 Daftar Pustaka