JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 JOURNAL OF ELECTRICAL. ELECTRONIC. CONTROL AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE) Homepage jurnal: http://journal. SISTEM ANALISA KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) Haninditio Bagus Septiansyah1. Sulfan Bagus Setyawan2*. Hanum Arrosida3. Denny Hardiyanto4. Aulia El Hakim5 ,Adji Barru Prasetiyo6 1,2,3,4,5,6 Politeknik Negeri Madiun. Indonesia *Email Responden: sulfan@pnm. ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian dengan tingkat fatalitas tinggi melibatkan kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain sehingga mengakibatkan kerusakan hingga korban jiwa. Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kerusakan jalan yang tidak mendapatkan perawatan dan penanganan. Kerusakan jalan juga memiliki dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat baik ekonomi dan non ekonomi serta, ketidaknyamanan dalam berkendara, serta peningkatan emisi gas. Untuk menekan angka kecelakaan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan jalan, telah dikembangkan beberapa sistem terkait informasi dan pemetaan kerusakan jalan, namun masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya input data manual dan tidak terdapat analisis kerusakan jalan. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan sebuah sistem yang dapat menganalisis berdasarkan data yang masuk pada database. Oleh karena itu penulis mengusulkan Sistem Analisa Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI). Pada sistem website terdapat fitur yang akan memudahkan Dinas Pekerjaan Umum dalam monitoring data kerusakan jalan seperti analisis data berdasarkan hasil deteksi dan estimasi area. Analisis kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Indeks dengan hasil indeks <50 kondisi baik dan membutuhkan penanganan rutin, indeks 50-100 kondisi sedang dan membutuhkan penanganan rutin, indeks 100-150 kondisi rusak ringan dan membutuhkan penanganan berkala, indeks >150 kondisi rusak berat dan membutuhkan penanganan rekonstruksi atau peningkatan. Kata kunci: Kerusakan Jalan. Surface Distress Index. Data PENDAHULUAN Indonesia, sebagai negara dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, menghadapi tantangan serius dalam hal kepadatan arus lalu lintas. Jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya tidak sebanding dengan perkembangan sarana dan prasarana jalan. Hal ini diperparah dengan rendahnya kesadaran berkendara, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain faktor manusia, kondisi infrastruktur jalan yang rusak juga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2021, tercatat sebanyak 103. kasus kecelakaan lalu lintas. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya saja, terdapat 40 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi jalan, termasuk jalan rusak, berlubang, licin, tidak adanya rambu, dan tikungan tajam, dengan total kerugian mencapai lebih dari satu miliar rupiah . Kerusakan jalan memberikan dampak negatif yang signifikan, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun Jalan berlubang, tidak rata, atau minim penerangan dapat membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari. Selain itu, jalan rusak menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros, mempercepat kerusakan kendaraan, serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Kenyamanan berkendara pun menurun akibat kebisingan, polusi, dan genangan air yang mempercepat kerusakan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemeliharaan dan pengelolaan jalan yang lebih efisien untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Upaya penanganan kerusakan jalan memerlukan proses survei yang akurat dan cepat agar instansi terkait dapat segera melakukan tindakan. Namun, berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Madiun, diketahui bahwa proses survei di daerah tersebut masih menggunakan jasa konsultan dan dilakukan secara manual, yang dinilai kurang efektif serta membutuhkan waktu lama untuk memperoleh hasil analisis kerusakan jalan. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Di antaranya, penggunaan sensor IMU untuk deteksi lubang jalan . , metode deep learning untuk JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 mendeteksi lubang jalan . , serta pengembangan sistem informasi kerusakan jalan . Namun, masih banyak keterbatasan yang ditemukan, seperti ketergantungan pada input manual, belum menggunakan data citra, atau belum mampu melakukan analisis mendalam terhadap tingkat Penelitian lain menggunakan metode image processing . hanya mampu mendeteksi, tetapi belum Adapun penelitian Muhaimin dkk. yang menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) masih dilakukan secara manual. Sementara itu. Setyawan dkk. mengusulkan deteksi kerusakan jalan secara realtime dengan memanfaatkan transfer learning pada perangkat Nvidia Jetson Nano, yang mampu melakukan klasifikasi kerusakan jalan menjadi kategori pothole dan crack secara langsung di Berdasarkan berbagai permasalahan dan keterbatasan penelitian sebelumnya, penulis mengusulkan penelitian dengan judul AuSistem Analisa Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI)Ay. Sistem ini dirancang untuk menerima input berupa gambar dan estimasi area kerusakan yang dikirimkan melalui metode POST menggunakan protokol HTTP ke server database. Selanjutnya, data tersebut akan dianalisis menggunakan metode SDI. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses identifikasi dan analisis kerusakan jalan dapat dilakukan secara otomatis, akurat, dan efisien, sehingga instansi terkait dapat segera melakukan tindakan perbaikan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang II. METODOLOGI Pada bagian ini akan menjelaskan tentang diagram blok sistem, prinsip kerja alat, serta flowchart sistem deteksi dan estimasi dimensi kerusakan jalan, serta teknik untuk menganalisa data. Diagram Blok Sistem Pada Gambar 1 akan ditunjukkan blok diagram dari sistem deteksi dan estimasi dimensi kerusakan jalan berbasis computer p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 Gambar 1. Diagram Blok Sistem Gambar 1 merupakan diagram sistem dari penelitian ini yang terdiri deteksi dan analisis kerusakan jalan. Penulis membuat bagian sistem pemetaan dan analisis dari Gambar 1 dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Pada bagian hardware, input Modul GPS berfungsi sebagai penerima sinyal yang akan dikonversi pada Arduino Uno yang menghasilkan koordinat lokasi kerusakan jalan. Output berupa koordinat lokasi akan disimpan pada database yang berisi data latitude dan longitude kerusakan Koordinat lokasi yang telah disimpan pada database selanjutnya akan dikonversi menjadi pin point dan ditampilkan pada Open Street Maps yang dilengkapi dengan gambar dan keterangan dari kerusakan jalan. Pada bagian software, input sistem dimulai dengan mengambil data dari database berupa koordinat lokasi, gambar kerusakan jalan, dan estimasi area berupa panjang jalan, lebar jalan , panjang retak, lebar retak, dan jumlah lubang pada suatu segmen ruas jalan yang telah dideteksi. Data koordinat lokasi akan diolah menggunakan metode reverse geocoding yang akan mengubah latitude dan longitude untuk ditampilkan pada open street maps berupa pin point lokasi kerusakan jalan. Kemudian data estimasi akan diolah menggunakan penilaian metode SDI berdasarkan luas keretakan dalam satu segmen jalan, lebar keretakan, dan jumlah lubang yang akan ditampilkan pada website berupa tabel hasil analisis. Prinsip Kerja Sistem Pada Gambar 2 akan ditunjukkan prinsip kerja dari sistem dari Sistem Analisa Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI). JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 indikator utama, yaitu: luas retak (SDI. , lebar retak (SDI. , jumlah lubang (SDI. , dan kedalaman alur bekas roda (SDI. Setiap indikator dihitung berdasarkan kondisi aktual yang terdeteksi di setiap segmen jalan. Nilai-nilai dari keempat indikator tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh total skor SDI. Berdasarkan skor total ini, sistem akan mengklasifikasikan kondisi kerusakan dan tipe penanganan yang diperlukan sesuai dengan Panduan Survei Kondisi Jalan SMD-03/RCS ditunjukkan pada Tabel 1 - 4. Tabel 1. Penilaian Persentase Luas Retak Nomor Gambar 2. Prinsip Kerja Alat Pada Gambar 2 terdapat penjelasan mengenai sistem deteksi kerusakan jalan dimulai dengan webcam yang akan menangkap gambar kerusakan jalan berdasarkan pembagian segmen yang dilakukan pada sistem deteksi kemudian diolah oleh mini PC untuk diklasifikasikan berdasarkan jenis kerusakan jalan dan dilakukan proses estimasi area kerusakan jalan menggunakan konversi nilai pada bounding box. Hasil deteksi dan pengukuran akan dikirimkan pada cloud server saat tersedia koneksi Dari hasil pengukuran didapatkan data berupa panjang jalan, lebar jalan, panjang retak, lebar retak, dan jumlah lubang yang akan dilakukan analisa kerusakan jalan menggunakan metode SDI. Nilai SDIa Tabel 2. Penilaian Lebar Retak Nomor Flowchart Sistem Lebar Retak Tidak ada Lebar < 1 cm Lebar 1-3 cm Lebar > 3 cm Nilai SDIb Hasil SDIa*2 Tabel 3. Penilaian Jumlah Lubang Mulai Nomor Penilaian SDIa Koneksi Database Penilaian SDIb Penilaian SDIc Data panjang jalan. , lebar jalan. , panjang retak. , lebar retak. , jumlah lubang. Jumlah Lubang/Segmen Tidak ada <10 per segmen 10-50 per segmen >50 per segmen Nilai SDIc Hasil SDIb 15 Hasil SDIb 75 Hasil SDIb 225 Tabel 4. Penilaian Alur Bekas Roda Penilaian SDId SDI<=SDIa SDIb SDIc SDId Lihatlah variabel data kerusakan jalan . , . , . , . , . , . Luas jalan <= pj * lj Lebar retak <= pr * lr %retak <=(Luas retak/Luas jala. *100% Luas Retak Tidak ada <10% 10-30% >30% SDI < 50 SDI 50 - 100 SDI 100 - 150 SDI > 150 Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat Nomor Alur Bekas Roda Tidak ada <1 cm 1-3 cm >3 cm Nilai SDId Hasil SDIc 5y0. Hasil SDIc 5y2 Hasil SDIc 20 Tabel 5. Kondisi dan Tipe Penanganan Berdasarkan Indeks Selesai Gambar 3. Flowchart Sistem Pada Gambar 3 ditunjukkan flowchart sistem untuk menganalisa kerusakan jalan menggunakan metode SDI Dimulai pengambilan data dari database, berisi informasi mengenai panjang dan lebar jalan, panjang serta lebar keretakan, dan jumlah lubang pada permukaan jalan. Setelah data diambil, sistem melakukan perhitungan luas total jalan dan luas area kerusakan berdasarkan parameter yang tersedia. Selanjutnya, dilakukan perhitungan persentase kerusakan untuk menentukan sejauh mana kondisi permukaan jalan mengalami kerusakan pada tiap segmennya. Tahap berikutnya adalah proses analisis menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), yang mengukur tingkat kerusakan melalui empat Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat Indeks <50 >150 Tipe Penanganan Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Berkala Peningkatan/Rekonstruksi i. HASIL DAN ANALISA Pada bab ini dijelaskan mengenai hasil dan pembahasan Tugas Akhir yang berjudul Au Sistem Analisa Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI)Ay setelah beberapa tahapan seperti perancangan sistem, pengujian, pengambilan data, hingga proses analisis data Pengujian Pengiriman Data Gambar dan Hasil Estimasi Kerusakan Jalan Menggunakan Internet of Things (IoT) Pengiriman data gambar dan hasil estimasi dilakukan menggunakan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 alat terhubung dengan server dan database melalui koneksi internet . Data kerusakan jalan berupa gambar dan hasil estimasi area akan dibuat menjadi 2 file berupan image dan file txt yang disimpan pada server cpanel folder hasil_deteksi dengan menggunakan File Transfer Protocol (FTP). Pada file txt terdapat informasi kerusakan jalan diantaranya nama file, nama jalan, segmen, jenis kerusakan, dan data hasil estimasi area kerusakan. Data tersebut akan dikirimkan ke server setiap kali alat selesai melakukan proses pendeteksian pada suatu ruas Data yang tersimpan pada folder server dapat diperbarui ke database pada tabel baca_file menggunakan button refresh data yang terhubung dengan kode program baca_file. Pada pengujian ini juga dilakukan uji kecepatan pengiriman data dari alat deteksi dengan waktu yang diterima pada server atau Hasil pengujian pengiriman data menggunakan IoT ditunjukkan pada gambar 4. Gambar 4. Pengiriman Gambar dan Data Kerusakan Jalan Data yang diperbarui pada database diambil dari file txt yang ditunjukkan pada Gambar 4. dengan melakukan split data agar dapat masuk ke kolom yang sesuai pada tabel database menggunakan program baca_file. Data yang masuk pada tabel terdiri dari nama_file, jalan, segmen, jenis kerusakan, panjang, lebar, luas, dan lebar jalan ditunjukkan pada gambar 5. Gambar 5. Tabel Data Kerusakan Jalan Pada Database Kemudian pada pengujian kecepatan pengiriman data dari program deteksi pada database dilakukan pengiriman terhadap 10 data secara bersamaan. Hasil pengiriman data dari program deteksi dan database akan ditunjukkan pada gambar 5 dan Tabel 1, sehingga dapat diperoleh perbandingan selisih waktu antara data terkirim dan diterima. p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 Gambar 6. Durasi Waktu Upload File Tabel 6. Pengujian Pengiriman Data Waktu Kirim Data Waktu Data Diterima 2024-07-04 11:41:29 2024-07-04 11:41:32 2024-07-04 11:41:32 2024-07-04 11:41:33 2024-07-04 11:41:33 2024-07-04 11:41:35 2024-07-04 11:41:35 2024-07-04 11:41:36 2024-07-04 11:41:37 2024-07-04 11:41:39 2024-07-04 11:41:40 2024-07-04 11:41:40 2024-07-04 11:41:41 2024-07-04 11:41:42 2024-07-04 11:41:42 2024-07-04 11:41:43 2024-07-04 11:41:44 2024-07-04 11:41:50 2024-07-04 11:41:51 2024-07-04 11:41:52 Rata Ae rata Delay . Berdasarkan hasil pengujian pengiriman data menggunakan File Transfer Protcol (FTP), data kerusakan jalan berupa gambar, dan hasil estimasi area kerusakan jalan akan dikirimkan melalui alat deteksi dan dibuat menjadi 2 file berupa gambar dan file . txt ditunjukkan pada gambar 4. Kemudian data kerusakan jalan pada file . txt dipisahkan oleh program baca_file. php dan disimpan pada database pada kolom yang sesuai. Hasil dari proses penyimpanan data kerusakan jalan ditunjukkan pada Gambar 5. Selanjutnya dilakukan proses pengujian kecepatan pengiriman data dari program deteksi pada database yang ditunjukkan pada gambar 6. Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan pada Tabel 1, didapatkan rata-rata selisih waktu pengiriman data sebesar 1,8 detik. Pengujian Menganalisis Hasil Estimasi Area Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) Berdasarkan hasil pengujian pengiriman data pada tabel database baca_file, didapatkan hasil estimasi area yang digunakan sebagai acuan analisis kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Data hasil estimasi area kerusakan jalan yang terdapat pada database baca_file selanjutnya dikelompokkan dan dijumlahkan menjadi data total retak, rata-rata lebar retak, jumlah lubang dan alur bekas roda berdasarkan nama jalan dan segmen dan disimpan pada tabel database analisis. Hasil dari pengujian analisis hasil estimasi area ditunjukkan pada tabel 7. Tabel 7. Data Kerusakan Jalan Pada Tabel Analisis Jalan Pengging Pengging total_retak . 249,644 143,034 avg_retak . 9,882 8,599 Lubang Rutting luas_segmen . JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 Pengging Pengging Pengging Pengging 90,793 11,469 90,850 70,967 8,650 3,960 9,256 9,226 Data yang telah disederhanakan pada tabel analisis akan diproses menggunakan kode program hitungsdi. php untuk melakukan penilaian dan tipe penganganan kerusakan jalan sesuai dengan Tabel 1 sampai dengan Tabel 5. Pada program php, data total_retak dihitung dan ditentukan presentase kerusakan, kemudian dilakukan penilaian sdi_a. Selanjutnya data avg_retak akan dihitung dan dilakukan penilaian sdi_b. Selanjutnya data jumlah lubang akan dihitung dan dilakukan penilaian sdi_c. Terakhir data jumlah kerusakan jalan berupa alur bekas roda dihitung dan dilakukan penilaian sdi_d ditunjukkan pada tabel . Tabel 8. Data Nilai Indeks SDI Jalan Segmen Pengging Pengging Pengging Pengging Pengging Pengging SDI SDI SDI SDI Data kerusakan jalan pada tabel baca_file akan disederhanakan dan dikelompokkan menggunakan program php dan disimpan pada tabel analisis menjadi total_retak, avg_retak, jumlah lubang, dan alur bekas roda berdasarkan nama jalan dan segmen. Berdasarkan data yang telah dikelompokkan dan disimpan pada tabel analisis, data tersebut akan dinilai menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) yang diimplementasikan pada kode program hitungsdi. Hasil perhitungan dari program hitungsdi. php akan masuk pada Pengujian Deteksi Terhadap Kecepatan Kendaraan Hasil data SDI (Surface Distress Inde. yang telah dihitung melalui program hitungsdi. php, data total_retak dihitung dan ditentukan presentase kerusakan, kemudian dilakukan penilaian sdi_a. Selanjutnya data avg_retak akan dihitung dan dilakukan penilaian sdi_b. Selanjutnya data jumlah lubang akan dihitung dan dilakukan penilaian sdi_c. Terakhir data jumlah kerusakan jalan berupa alur bekas roda dihitung dan dilakukan penilaian sdi_d. Hasil dari penilaian sdi_a, sdi_b, sdi_c dan sdi_d akan ditotal dan didapatkan nilai Saat indeks kurang dari 50, maka kondisi baik, saat indeks 50Ae100, maka kondisi sedang, saat indeks 100Ae150, maka kondisi jalan rusak ringan, saat indeks lebih dari 150, maka kondisi jalan rusak berat. Hasil penilaian kondisi jalan akan disimpan pada tabel sdi database. Berikut ini merupakan hasil penilaian kondisi jalan menggunakan kode program php yang ditunjukkan pada tabel 9. Tabel 9. Tipe Kondisi Kerusakan Jalan Jalan Segmen Pengging SDI Indeks Kondisi Rusak Berat p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 Pengging Pengging Pengging Pengging Pengging Rusak Berat Baik Rusak Berat Rusak Berat Rusak Berat Selain hasil nilai indeks dari total penilaian sdi_a, sdi_b, sdi_c dan sdi_d akan mendapatkan penilaian kondisi jalan yang berupa baik,sedang,rusak ringan,dan rusak berat. Hasil indeks yang didapat juga dapat digunakan untuk penilaian tipe penanganan kerusakan jalan yang dimana saat indeks kurang dari 50, maka kondisi jalan membutuhkan penanganan rutin, saat indeks 50 Ae 100 maka kondisi jalan membutuhkan pemeliharaan rutin, saat indeks 100 Ae 150 maka kondisi jalan membutuhkan pemeliharaan berkala, saat indeks lebih dari 150 maka kondisi jalan membutuhkan peningkatan/rekonstruksi. Berikut ini merupakan hasil tipe penanganan kerusakan jalan yang ditunjukkan tabel 10. Tabel 10. Tipe Penanganan Kerusakan Jalan Jalan Penggi Penggi Penggi Penggi Penggi Penggi SDI Segm Indeks Kondisi Rusak Berat Rusak Berat Penanga Rekrontr Rekrontr Baik Rutin Rusak Berat Rusak Berat Rusak Berat Rekrontr Rekrontr Rekrontr Berdasarkan data yang telah dikelompokkan dan disimpan pada tabel analisis, data tersebut akan dinilai menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) yang diimplementasikan pada kode program hitungsdi. Hasil dari penilaian tersebut menunjukkan bahwa jika indeks yang didapatkan kurang dari 50, maka kondisi jalan baik dan membutuhkan penanganan rutin. Apabila indeks yang didapatkan 50-100, maka kondisi jalan sedang dan membutuhkan penanganan rutin. Apabila indeks yang didapatkan 100-150, maka kondisi jalan rusak ringan dan membutuhkan penanganan berkala. Apabila indeks yang didapatkan lebih dari 150, maka kondisi jalan rusak berat dan membutuhkan penanganan berupa peningkatan atau IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian terhadap sistem analisis kerusakan jalan dengan metode Surface Distress Index (SDI), diperoleh bahwa sistem mampu mengirimkan data kerusakan berupa gambar dan estimasi luas area dari Jetson Nano ke server cPanel menggunakan protokol FTP setiap kali proses pendeteksian pada satu ruas jalan selesai dilakukan. Data tersebut terdiri dari file gambar dan file(. yang berisi informasi lengkap mengenai kerusakan yang terdeteksi, dan proses pengiriman membutuhkan waktu sekitar 1,8 detik untuk sepuluh data uji, tergantung pada kestabilan koneksi jaringan internet yang digunakan. Estimasi luas kerusakan jalan yang diperoleh dikelompokkan ke dalam tiga parameter, yaitu total JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Mei Tahun 2025, hal 25-30 luas, rata-rata luas, dan jumlah lubang, lalu disimpan dalam database untuk dianalisis menggunakan metode SDI yang menghasilkan nilai sdi_a, sdi_b, sdi_c, dan sdi_d sebagai indikator kondisi kerusakan. Hasil analisis nilai SDI tersebut digunakan untuk menentukan indeks jenis penanganan jalan, di mana jika nilai indeks kurang dari 50 menunjukkan kondisi jalan yang baik dan hanya memerlukan penanganan rutin, indeks antara 50 hingga 100 menunjukkan kondisi sedang dan tetap memerlukan penanganan rutin, nilai antara 100 hingga 150 mengindikasikan kondisi rusak ringan yang memerlukan penanganan secara berkala, sedangkan nilai di atas 150 menunjukkan kondisi rusak berat yang membutuhkan penanganan lanjutan berupa peningkatan kualitas jalan atau DAFTAR PUSTAKA