Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Volume 31. Nomor 1. Tahun 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59725/ema. Available Online at: https://ejournals. stiedharmaputra-smg. id/index. php/EMA Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 1,2,3 Nur Fadilla1* Agung Wibowo2. Janti Soegiastuti3 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Email : nurfadilla240403@gmail. com 1, agung-wibowo@untag. id 2, jantisogiastuti63@gmail. Korespondensi penulis : nurfadilla240403@gmail. Abstract. Manufacturing companies in the textile and garment sector play an important role in the national economy, contributing to global development every year, creating jobs and encouraging domestic and foreign However, the influence of globalization triggered by the influence of internal and external parties can cause many companies to experience financial difficulties. So researchers are interested in conducting research using secondary data in the form of annual financial reports. This study aims to evaluate financial ratios related to the company's financial distress conditions and identify factors causing financial difficulties in companies in the textile and garment sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2023. This study uses the Springate (S-Scor. method and logistic regression analysis with the results of the analysis showing that liquidity has a significant negative effect on financial distress, leverage has a positive insignificant effect on financial distress, and profitability has a significant negative effect on financial distress, and activity has a positive insignificant effect on financial distress. Keywords: financial distress, likuidity,leverage, profitability, activity Abstrak. Perusahaan manufaktur pada sektor tekstil dan garmen merupakan peran penting perekonomian nasional, berkontribusi dalam pembangunan global tiap tahunnya, dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong investasi dalam maupun luar negeri. Namun, pengaruh globalisasi yang dipicu oleh pengaruh pihak internal dan pihak eksternal dapat menyebabkan banyak perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasio keuangan terkait kondisi kesulitan keuangan perusahaan dan mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan keuangan pada perusahaan di sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan metode Springate (S-Scor. dan analisis regresi logistik dengan hasil analisis menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress, leverage berpengaruh positif tidak signifikan terhadap financial distress, dan profitabilitas berpengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress, serta aktivitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap financial distress. Kata kunci: Kesulitan Keuangan. Likuiditas. Leveragee. Profitabilitas. Aktivitas LATAR BELAKANG Perusahaan industri berperan penting sebagai salah satu kontributor terbesar bagi perekonomian nasional terutama sektor Industri tekstil dan garmen. Dari tahun ke tahun, sektor ini menunjukan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan ekonomi global. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan sektor ini menciptakan banyak lapangan kerja serta mendorong investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Received Januari 10, 2025. Revised: Februari 26, 2025. Accepted: April 28, 2025. Publish: Mei, 2025 Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 Namun, globalisasi membuat tantangan yang besar untuk melakukan bisnis, akibat kondisi global yang memburuk dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku produksi, kenaikan harga dan persaingan bisnis yang semakin ketat, mendorong perlunya peningkatan manajemen Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, baik di tingkat lokal maupun Perusahaan yang memiliki daya saing kuat cenderung mampu bertahan dalam kondisi ini, sementara perusahaan yang tidak kompetitif akan mengalami tantangan finansial yang berpotensi mengarah pada kebangkrutan. Saat ini industri tekstil dan garmen di Indonesia menghadapi tantangan serius yang berdampak pada penurunan kinerja hingga memengaruhi operasional bisnis perusahaan. Hal ini terlihat dari laporan keuangan perusahaan sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa diantaranya perusahaan mengalami kerugian berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Diantara perusahaan tersebut adalah SRIL. SBAT. CNTB dan PBRX yang saat ini sedang menjalani proses restrukturitas untuk mengatur ulang struktur internal Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode SRIL atau sering dikenal dengan sebutan Sritex tersebut telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang akibat utang yang mencapai Rp. 24 triliun. Keputusan ini berdampak langsung pada perusahaan dan menimbulkan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi sekitar 20. pekerja Sritex. Jika Perusahaan besar Sritex lemah, maka kemungkinan besar perusahaan garmen kecil akan megalami kondisi kesulitan keuangan yang lebih parah. AuKronologi PT Sritex Ayhttps://w. com/tren/2024/10/24/kronologi-pt-sritex-dinyatakan-pailitkarena-tak-mampu-lunasi-utang diakses pada 01 November 2024. Kristanti, . Kesulitan keuangan tersebut terjadi karena ketidakmampuan perusahaan untuk mengelola stabilitas keuangannya secara efektif dan efisien, yang mengakibatkan kerugian operasional bisnis dalam waktu jangka panjang. Kesulitan keuangan perusahaan harus dikelola dan diminimalkan, sehingga pihak manajemen harus menilai posisi keuangan perusahaan dengan menganalisis catatan keuangan perusahaan. Penurunan kinerja perusahaan dapat diketahui melalui kurangnya modal yang tidak memadai dan meningkatnya hutang yang disertai bunga yang membebani perusahaan. EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. (Rahman et al. Langkah yang dapat diambil untuk mengantisipasi potensi kesulitan keuangan salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi yang cermat terhadap kinerja keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan yang terdokumentasi secara baik. Berbagai faktor berpengaruh terhadap kondisi financial distress antara lain rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Faktor-faktor ini sangat penting dalam mengukur stabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan serta memberikan indikasi mengenai potensi risiko financial distress yang mungkin terjadi. Rasio likuiditas merupakan indikator yang sangat penting karena menggambarkan potensi perusahaan dalam memenuhi biaya yang harus dibayar yaitu kewajiban jangka Penelitian oleh (Hariansyah et al. menyatakan Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress. Di sisi lain, (Sinta Dewi dan Ekadjaja 2. menunjukkan bahwa rasio likuiditas/rasio lancar justru memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap risiko financial distress. Namun, temuan lain (Mulyani dan Asmeri 2. serta (Syachputra & Kusumawati, 2. mengungkapkan bahwa rasio likuiditas juga berpengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress. Variasi hasil penelitian tersebut menunjukkan perbedaan pandangan mengenai hubungan antara rasio likuiditas dan risiko keuangan perusahaan. Rasio leverage mencerminkan proporsi pembiayaan perusahaan yang bersumber dari Penelitian oleh (Aldo Hosea et al. , rasio leverage yang telah diukur dengan Dept to Asset Ratio (DAR) menujukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap masalah keuangan yang dihadapi perusahaan. Namun, hasil penelitian Syachputra dan Kusumawati . menunjukkan pandangan yang berbeda, yakni rasio leverage berpengaruh positif dan Disisi lain penelitian Amin et al. menyatakan rasio leverage yang negatif dan memiliki pengaruh signifikan terhadap potensi kesulitan keuangan. Selanjutnya Rasio profitabilitas berfungsi sebagai indikator sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan keuntungan. Menurut (Diana and Yudiantoro 2. , profitabilitas memberikan pegaruh positif yang signifikan terhadap kondisi tekanan keuangan. Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh (Utami & Siregar, 2. menunjukkan bahwa rasio profitabilitas memiliki efek negatif yang signifikan terhadap kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. Rasio aktivitas digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas yang digunakan perusahaan untuk mengelola sumber daya atau aset yang tersedia. (Syachputra, 2. mengungkapkan bahwa rasio aktivitas memiliki nilai t bertanda negatif tidak signifikan dan (Kharismawan, 2. bertanda negatif yang signifikan dalam mengetahui terjadi financial Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 Hal ini berlawanan dengan penelitian (Azizah, 2. yang menyatakan bahwa Total Assets Turn Over (TATO) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kesulitan keuangan perusahaan. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membahas pengaruh kinerja keuangan yang diukur melalui penerapan rasio keuangan terhadap tantangan yang terkait dengan kesulitan keuangan pada perusahaan dalam sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI pada jangka waktu 2022-2023. Dalam penelitian ini, mengambil data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang telah dipublikasikan pada akhir periode fiskal di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) . Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji serta menganalisis pengaruh kinerja keuangan yang dinyatakan melalui berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas dengan rumus Current Ratio, rasio leverage dihitung dengan Dept to Assets Ratio, rasio profitabilitas yang dihitung dengan Return on Assets dan rasio aktivitas yang dirumuskan dengan Total Assets Turn Over terhadap variabel financial distress. KAJIAN TEORITIS Pengaruh Rasio Likuiditas Terhadap Financial Distress (Diana dan Yudiantoro 2. menjelaskan bahwa rasio likuiditas mencerminkan potensi perusahaan untuk melengkapi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi tingkat likuiditas suatu perusahaan, maka kian kecil risiko yang dihadapinya terkait kondisi financial distress. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian oleh (Gusti et al. , 2021. ) yang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek sesuai dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk menghadapi financial distress. Berdasarkan argumen tersebut berikut hipotesis yang dapat diajukan: H1 = Rasio likuiditas berpengaruh positif yang signifikan terhadap Financial Distress di suatu Pengaruh Rasio Leverage Terhadap Financial Distress Penelitian oleh (Gusti et al. , 2021. ) dan (Marsela et al. menyatakan bahwa peningkatan proporsi pembiayaan perusahaan yang berasal dari hutang berkorelasi dengan peningkatan kemungkinan perusahaan menghadapi financial distres. Selain itu persentase yang lebih tinggi dari utang kemungkinan perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk pembayaran pokok dan bunga pada saat jatuh tempo, yang secara bersamaan meningkatkan risiko kreditor mengalami kerugian. Berdasarkan argumen tersebut, berikut hipotesis yang dapat diajukkan: EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. H2 = Rasio leverage berpengaruh positif yang signifikan terhadap Financial Distress di suatu Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Amin et al. menyatakan bahwa perubahan yang semakin signifikan pada Operating Profit Margin (OPM) menunjukkan fluktuasi yang lebih besar pada kemampuan manajemen untuk menghasilkan laba operasi yang semakin tinggi. Kondisi ini akan memengaruhi prediksi laba oleh investor sekaligus berdampak pada tingkat kepercayaan investor terhadap Dengan demikian, hal ini berpotensi mengurangi risiko terjadinya financial Penelitian (Rahman et al. juga menyatakan bahwa semakin tinggi nilai perusahaan maka kemungkinan kecil terjadinya financial distress. Berdasarkan argumen tersebut, berikut hipotesis yang dapat diajukkan: H3 = Rasio profitabilitas berpengaruh negatif yang signifikan terhadap Financial Distress di suatu perusahaan. Pengaruh Rasio Aktivitas Terhadap Financial Distress (Fia Afriyani and Nurhayati 2. menyatakan bahwa meningkatnya perputaran aset perusahaan dapat membantu perusahaan terhindar dari masalah keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh (Syachputra dan Kusumawati 2. juga menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio perputaran aset semakin efisien pula penggunaan aset tersebut serta semakin cepat perusahaan dapat mengakses dana dalam bentuk kas. Berdasarkan argumen tersebut, berikut hipotesis yang dapat diajukkan: H4 = Rasio aktivitas berpengaruh negatif yang signifikan terhadap Financial Distress di suatu Berikut model penelitian yang dapat diajukkan mengenai financial distress yang dikaji berdasarkan rasio keuangan Gambar 1. Model Penelitian Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini meliputi semua perusahaan di sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2022 - 2023. Dari data yang diperoleh terdapat 23 perusahaan yang terdaftar selama dua tahun, sehingga jumlah keseluruhan populasi mencapai 46 perusahaan. Informasi penelitian ini telah didapat melalui website w. Selain itu, sampel pada penelitian ini ditentukan dengan memenuhi kriteria sebagai berikut: Tabel 1. Prosedur Penentuan Kriteria Pemilihan Sampel Prosedur Penentuan Sampel Perusahaan sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022 dan 2023. Perusahaan sektor tekstil dan garment yang menerbitkan annual report pada tahun 2022 dan 2023 menggunakan mata uang Rupiah. Perusahaan sektor tekstil dan garment menyediakan data mengenai rasio likuiditas, leverage, profitabilitas dan aktivitas perusahaan. Firmansyah . menyatakan penelitian menggunakan pengambilan sampel dengan teknik Purpose Sampling adalah pengumpulan sampel penelitian yang dilakukan dengan mengeliminasi sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Dalam penelitian ini telah diperoleh 20 populasi dari data laporan keuangan tahunan dengan jumlah observasi penelitian selama 2 tahun observasi dan kemudian diperoleh 40 sampel data yang akan diteliti menggunakan Alat Analisis JASP. Pengukuran Variabel . Financial Distress (Y) Pada penelitian Aji Sunarji . menggunakan Model Springate (S-Scor. yang dapat menghasilkan motode prediksi kebangkrutan yang menggunakan rasio keuangan sebagai alat ukur kebangkrutan perusahaan. Dari 19 rasio keuangan yang ada akhirnya ditemukan 4 rasio keuangan untuk memprediksi potensi kebangkrutan dan dikombinasikan ke dalam suatu formula yang ditetapkan oleh Gordon L. Springate. Adapun rumus yang telah ycI Oe ycIycaycuycyce = 1. 03 ycU1 3. 07 ycU2 0. 66 ycU3 0. 4 ycU4 X1 = Modal Kerja / Total Aset X2 = Laba Bersih Sebelum Bunga Dan Pajak / Total aset X3 = Laba Bersih Sebelum Pajak / Kewajiban Lancar EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. X4 = Penjualan / Total Aset Penelitian dengan Model Springate (S-Scor. memiliki nilai ambang batas sebesar > 0. 862 dikategorikan dalam perusahaan sehat (No Financial Distres. dengan kode 0, sedangkan nilai sebesar < 0. 862 dikategorikan dalam kondisi bangkrut (Financial Distres. dengan kode 1. Likuiditas (X. Likuiditas merujuk pada kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek berupa utang jangka pendek yang harus segera dilunasi menggunakan aset lancar yang dimiliki. Dalam penelitian ini akan digunakan Current Ratio (CR) dapat diukur dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan. CR digunakan sebagai perhitungan likuiditas karena cara perhitungan yang sederhana dibandingkan cara yang lainya (Rahman et al. Current ratio dapat dihitung dengan rumus berikut: yaycycycyceycuyc ycIycaycycnycu = yaycoycycnycyca ycoycaycuycaycayc yaycycycaycuyci ycoycaycuycaycayc . Leverage (X. Leverage merujuk pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban jangka panjang. Mengukur keefektifan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang didapat, seperti piutang dan modal dan aktiva menjadi kunci dalam analisis ini. Penelitian ini menggunakan pengukuran dengan Total Debt to Total Assets Ratio (DAR). Alasan digunakanya rasio ini karena dapat mengevaluasi solvabilitas perusahaan serta Rasio menggambarkan perbandingan antara total hutang baik yang lancar maupun yang jangka panjang dengan jumlah keseluruhan aktiva yang dimiliki (Rahman et al. Total Debt to Total Assets Ratio (DAR) dapat diajukan sebagai berikut: ycNycuycycayco yayceycayc ycycu ycNycuycycayco yaycycyceycyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco Eaycycycaycuyci ycNycuycycayco ycaycoycycnycyca . Profitabilitas (X. Profitabilitas merupakan kapasitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan Pengukuran yang digunakan dalam pengujian ini menggunakan rasio Return On Assets (ROA) yang dihitung dengan menganalisis hubungan antara penjualan bersih dengan total aset yang dimiliki perusahaan. Rasio ini mengukur laba bersih yang dihasilkan Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 untuk setiap rupiah penjualan bersih (Syachputra and Kusumawati 2. dapat dirumuskan sebagai berikut: ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceycyc = yaycaycayca ycayceycycycnEa ycNycuycycayco ycaycyceyc . Aktivitas (X. Rasio aktivitas ini berfungsi untuk menilai sejauh mana efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset atau modalnya, selain mengevaluasi rasio aset yang dibiayai melalui utang atau sumber ekternal alternatif lain, termasuk investor dan lembaga keuangan. Dalam analisis ini menggunakan Total Assets Turn Over (TATO) digunakan karena secara efektif menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk tujuan menghasilkan laba (Syachputra dan Kusumawati 2. Rasio tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: ycNycuycycayco yaycycyceycyc ycNycycycu ycCycyceyc = ycEyceycuycycycaycoycaycu ycayceycycycnEa ycNycuycycayco ycaycoycycnycyca Analisis Hasil Penelitian . Analisis Regresi Logistik Penelitian ini diuji dengan alat analisis regresi logistik yaitu metode statistik yang digunakan untuk memprediksi probabilitas hasil yang bersifat biner . ua kategori, misalnya: sukses/gagal, ya/tida. berdasarkan satu atau lebih variabel independen. Model ini diterapkan karena terdapat skala data yang dihasilkan variabel dependen dari penelitian ini yaitu skala nominal atau dummy, serta untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pengaruh antara rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas pada financial distress. Berikut rumus yang digunakan: Ln = A b0 b1 X1 b2 X2 b3 X3 b 4X4 e 1A P P/. -P) = Probabilitas perusahaan yang mengalami Financial Distress = Konstanta = Rasio likuiditas = Rasio leverage = Rasio profitabilitas = Rasio aktvitas = Koefisien regeresi rasio likuiditas EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. = Koefisien regeresi rasio leverage = Koefisien regeresi rasio profitabilitas = Koefisien regeresi rasio aktivitas . Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas mempunyai tujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antar variabel independen dalam sebuah model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak memperlihatkan adanya hubungan di antara variabel independen lain, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak bersifat ortogonal. Analisis multikolinearitas dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu: Nilai tolerance dan kebalikannya Variance Inflation Factor (VIF). Ukuran tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi variabel mana yang akan dipengaruhi oleh variabel independen lainnya. Secara sederhana, setiap variabel independen dapat dianggap sebagai variabel dependen yang diregresi terhadap variabel independen lainnya. Nilai toleransi menilai sejauh mana variabilitas dari variabel independen yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen lain. Dengan demikian, nilai toleransi yang rendah mengindikasikan bahwa nilai VIF tinggi . engacu pada hubungan VIF = 1/Toleranc. Secara umum, nilai ambang batas yang digunakan untuk menandakan adanya multikolinearitas adalah nilai toleransi O 0,10 atau sama dengan nilai VIF Ou 10. Uji Goodness of Fit (Uji Mode. uji kelayakan model atau Goodness of Fit adalah metode yang digunakan untuk menilai sejauh mana kegunaan regresi pada sampel dalam memperkirakan nilai yang Uji ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana model yang digunakan tepat dengan data empiris yang ada. Menurut (Amin et al. , 2. , jika nilai percently correctly predicted sama dengan atau < 0,05, maka hipotesis nol (H. tidak Maka hasil penelitian tersebut, menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara model yang digunakan dan nilai observasi, yang mengindikasikan bahwa uji Goodness of Fit untuk model tersebut tidak sesuai, sehingga model tidak mampu memprediksi nilai observasi dengan baik. Sebaliknya, jika nilai statistik percently correctly predicted > dari 0,05 maka hipotesis nol (H. diterima, yang berarti bahwa Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 model tersebut berhasil dalam memprediksi nilai observasi. Dengan demikian, dapat diajukan hipotesis sebagai berikut: H0: Model yang dihipotesiskan sesuai dengan data HA: Model yang dihipotesiskan tidak sesuai dengan data . Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis ini digunakan regresi logistik dengan membandingkan nilai probabilitas . terhadap tingkat signifikansi (). Tingkat kepercayaan yang diterapkan dalam pengujian hipotesis adalah 95% yang setara dengan taraf signifikansi 5% ( = 0,. Kaidah pengambilan keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut: Jika nilai probabilitas . = O 5% maka hipotesis alternatif dapat diterima, yang menunjukkan bahwa setiap variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan pada variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai probabilitas . = Ou 5% maka hipotesis alternatif ditolak, yang menunjukkan bahwa setiap variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini memfokuskan populasi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sektor tekstil dan garmen dalam masa periode pengamatan selama dua tahun. Deskripsi hasil penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui dan menjelaskan variabel yang diteliti, berikut tabel hasil pengukuran: Tabel. 2 Analisis Deskriptif DAR ROA TATO S-Springate Mean 0,0768 -0,6743 -0,1815 1,5850 0,6500 Standard Error 0,2590 0,4735 0,1157 0,1034 0,0764 Median 1,03 -3,07 -0,66 2,00 1,00 Mode 1,03 -3,07 -0,66 2,00 1,00 Standard Deviation 1,6382 2,9950 0,7320 0,6538 0,4830 Sample Variance 2,6839 8,9698 0,5358 0,4275 0,2333 Kurtosis 3,5293 -1,8544 -1,0247 -0,1877 -1,6582 Skewness -1,6206 0,4619 -0,0116 -0,1431 -0,6537 Range 8,22 6,14 2,64 3,00 1,00 Minimum -5,15 -3,07 -1,98 0,00 0,00 Maximum 3,07 3,07 0,66 3,00 1,00 Sum 3,07 -26,97 -7,26 63,40 26,00 Count Sumber: Data sekunder yang diolah 2024 EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Analisis deskriptif yang terdapat pada Tabel 2 menunjukkan bahwa perusahaan di sektor tekstil dan garmen mengalami berbagai tingkat kesulitan keuangan finansial berdasarkan rasio keuangan yang ada. Rata-rata Current Ratio (CR) tercatat 0,0768 dengan standar deviasi 1,6382 yang mengindikasikan perbedaan yang cukup besar dalam kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selain itu. Debt to Assets Ratio (DAR) telah tercatat negatif (-0,6. menunjukkan bahwa banyak perusahaan dalam sektor ini memiliki lebih banyak utang yang melebihi total asetnya, sehingga meningkatkan risiko terjadinya financial distress. Return on Assets (ROA) rata-rata dengan hasil negatif (-0,1. memperlihatkan kurangnya profitabilitas dari aset yang dimiliki. Total Asset Turnover (TATO) yang cukup tinggi . menunjukkan efisiensi penggunaan aset. S-Springate dengan ratarata 0,65 digunakan sebagai indikator tambahan untuk financial distress. Skewness dan kurtosis yang signifikan menunjukkan distribusi data yang tidak normal, memperkuat pentingnya analisis lebih lanjut. Analisis ini membantu memahami seberapa besar pengaruh rasio keuangan terhadap kesehatan keuangan perusahaan dalam sektor ini. Uji Regresi Logistik Tabel 3. Uji Regresi Logistik Coefficients Wald Test Model Estimate Standard Error Odds Ratio Wald Statistic MCA (Intercep. MCA (Intercep. DAR ROA TATO Note. S level '1' coded as class 1. Sumber: Data sekunder yang diolah 2024 Analisis tabel 3. mengindikasikan bahwa variabel prediktor CR. DAR. ROA dan TATO adalah signifikan dalam memprediksi financial distress, meskipun nilai p=0. 043, 0. 240, <001 724 menunjukkan variasi tingkat signifikansi yang berbeda untuk setiap prediktor. Odds Ratio (OR) merupakan metrik yang sangat penting dalam analisis, nilai OR > 1 mencerminkan adanya hubungan positif antar variabel, sementara nilai OR <1 mencerminkan hubungan negatif antar variabel yang menunjukkan bahwa kemungkinan besar terjadi financial distress secara signifikan. Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 CR (OR=0. dan ROA (OR=0. menunjukkan bahwa peningkatan likuiditas dan profitabilitas bisnis berkontribusi pada mengurangi kemungkinan financial distress. TATO (OR=1. dan DAR (OR=23. memiliki efek yang lebih lemah, menandakan bahwa aktivitas bisnis dan leverage yang rendah berhubungan dengan financial distress. Pengurangan leverage dapat secara tidak signifikan menurunkan financial distress. Perusahaan tekstil dan garmen memiliki peluang 6,4% lebih kecil untuk mengalami financial distress jika aktivitas bisnisnya meningkat. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Uji Multikolinearitas Multicollinearity Diagnostics DAR ROA TATO Tolerance VIF Sumber: Data sekunder diolah 2024 Pada tabel 4 diatas. Uji multikolinearitas menunjukkan bahwa ketika dua atau lebih variabel independen terjadi peningkatan tingkat korelasi pada model regresi, maka dapat mempengaruhi pemahaman terhadap koefisien regresi. Sementara itu, terlihat bahwa rasio keuangan seperti Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR). Return on Assets (ROA), dan Total Asset Turn Over (TATO) menunjukkan hubungan yang berbeda-beda terhadap financial distress. Nilai VIF (Variance Inflation Facto. menunjukkan bahwa CR dan ROA memiliki VIF yang lebih tinggi, masing-masing 3. 275 dan 3. 025 menandakan adanya multicollinearity yang cukup signifikan dibandingkan dengan DAR dan TATO yang memiliki VIF lebih rendah, yaitu 398 dan 1. Toleransi yang rendah (CR 0. 305 dan ROA 0. menunjukkan bahwa CR dan ROA mungkin lebih kuat terkait dengan variabel lain dalam model, sehingga bisa lebih berpengaruh dalam memprediksi financial distress. Multikolinearitas tidak signifikan karena semua VIF berada di bawah 1. Secara keseluruhan, analisis ini menunjukkan bahwa CR dan ROA mungkin lebih menentukan dalam mengidentifikasi risiko financial distress dibandingkan DAR dan TATO. EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Uji Goodness of Fit (Uji mode. Tabel 5. Uji Goodness of Fit Model Summary - S Model MCA MCA Deviance AIC BIC iA McFadden Nagelkerke RA Tjur Note. MCA includes CR. DAR. ROA. TATO Sumber: Data sekunder diolah 2024 Analisis uji goodness of fit yang telah digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian model statistik yang diestimasi dan dapat menjelaskan data yang diperoleh. Pada tabel nomor 5, model tersebut menunjukkan bahwa hipotesis . engan skor AIC dan BIC terenda. memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai (N2 . = 37. 977, p<0. antara variabel outcome (Financial Distres. dan variabel prediktor (CR. DAR. ROA. TATO). Nilai R2 McFadden = 733 dengan nilai yang disarankan menunjukkan kesesuaian model yang baik berada dalam batasan 0,2 hingga 0,4. Skor AIC dan BIC yang rendah menandakan model yang baik, namun hipotesis tidak menunjukkan hubungan signifikan antara Financial Distress dan variabel prediktor CR. DAR. ROA dan TATO (N2 . = 37. 977, p<0. Nilai p>0. 05 berarti hubungan ini cukup kuat untuk dianggap signifikan secara statistik. Nilai R2 McFadden sebesar 0. 733 juga menunjukkan bahwa variabilitas financial distress yang dijelaskan oleh variabel prediktor CR. DAR. ROA dan TATO dengan nilai tergolong Secara keseluruhan, model ini tampaknya mampu untuk memprediksi financial distress berdasarkan CR. DAR. ROA dan TATO memberikan kontribusi signifikan. Uji Hipotesis Tabel 6. Hasil Uji t Sumber: Data sekunder yang diolah 2024 Cox Snell Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 Pengaruh Rasio Likuiditas (X. terhadap Financial Distress Perhitungan yang terdapat pada tabel 6 diatas, nilai koefisien regresi pada variabel likuiditas diperoleh sebesar -1. 636 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 043 yang lebih besar daripada = 0,05. Hal ini menujukkan bahwa H1 variabel likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, oleh hasil penelitian memiliki cukup bukti untuk mendukung hipotesis H1. Pengaruh Rasio Leverage (X. terhadap Financial Distress Perhitungan yang terdapat pada tabel 6 di atas, nilai koefisien regresi pada variabel leverage diperoleh sebesar 3. 136 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 240 lebih besar daripada = 0,05. Hal ini menujukkan bahwa H2 variabel leverage berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap financial distress, hasil penelitian tidak terdapat cukup bukti untuk mendukung hipotesis alternatif H2. Pengaruh Rasio Profitabilitas (X. terhadap Financial Distress Perhitungan yang terdapat pada tabel 6 di atas, nilai koefisien regresi pada variabel profitabilitas diperoleh sebesar -4. 774 dengan nilai signifikansi sebesar <. 001 lebih besar daripada = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 variabel profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, hasil penelitian memiliki cukup bukti untuk mendukung hipotesis H3. Pengaruh Rasio Aktivitas (X. terhadap Financial Distress Perhitungan yang terdapat pada tabel 6 di atas, nilai koefisien regresi pada variabel aktivitas diperoleh sebesar 0. 538 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 724 lebih besar daripada = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H4 variabel aktivitas berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap financial distress, hasil penelitian tidak memiliki bukti untuk mendukung H4. Tabel 7. PERFORMANCE METRICS Performance metrics Value Accuracy AUC Sensitivity Specificity Precision Sumber: Data sekunder diolah 2024 EMA - VOLUME 31. NOMOR 1. TAHUN 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Model memiliki akurasi 95%, menunjukkan prediksi yang sangat baik. Area Under Curve (AUC) sebesar 0. 962 menunjukkan kemampuan model dalam membedakan antara perusahaan yang mengalami dan tidak mengalami financial distress. Sensitivitas 0. menunjukkan bahwa model mampu mengidentifikasi 92. 3% dari perusahaan yang mengalami financial distress dengan benar. Specificity 1. 000 menunjukkan model mengidentifikasi semua perusahaan yang tidak mengalami financial distress dengan sempurna. Precision 1. menunjukkan bahwa semua prediksi financial distress oleh model adalah benar. Secara keseluruhan, rasio keuangan yang digunakan dalam model ini sangat efektif dalam memprediksi financial distress, terutama CR dan ROA yang signifikan dalam pengujian Tabel 8. CONFUSION MATRIX Predicted Observed % Correct Overall % Correct Note. The cut-off value is set to 0. Sumber: Data sekunder diolah 2024 Confusion matrix pada tabel 8 diatas, termasuk dalam uji statistik yang disebut sebagai analisis kinerja model klasifikasi yang memberikan gambaran tentang prediksi model dengan membandingkan jumlah prediksi yang benar dan salah untuk setiap kelas. Berdasarkan tabel diatas dapat menyatakan bahwa: Akurasi Model: Akurasi keseluruhan model adalah 95%, menunjukkan bahwa model sangat baik dalam memprediksi financial distress berdasarkan rasio keuangan. Specificity (Prediksi Benar untuk kode . : Untuk kode 0 . idak mengalami financial distres. , model memprediksi dengan benar 100%. Ini menunjukkan model sangat efektif dalam mengidentifikasi perusahaan yang tidak mengalami financial distress. Sensitivity (Prediksi Benar untuk kode . : Untuk kode 1 . engalami financial distres. , model memprediksi dengan benar 92. Hanya ada sedikit kesalahan Maka dapat disimpulkan, rasio keuangan yang digunakan dalam model ini sangat efektif dalam memprediksi financial distress. CR dan ROA memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi risiko financial distress, yang tercermin dalam akurasi tinggi model. Financial Distress Dikaji Berdasarkan Rasio Keuangan pada Perusahaan Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2023 KESIMPULAN DAN SARAN Pada penelitian ini telah diperkirakan 16 perusahaan mengalami non financial distress serta di perkirakan 24 perusahaan yang mengalami financial distress maka total perusahaan yang telah di observasi peneliti sebanyak 40 perusahaan. Faktor yang mempengaruhi financial distress pada perusahaan sektor tekstil dan garmen berasal dari . faktor internal yaitu manajemen dan struktur keuangan yang buruk, ketidak seimbangan modal dan jumlah piutang, kerugian perusahaan dua tahun berturut-turut . faktor eksternal yaitu kebijakan pemerintah, terjadinya pandemi Covid-19, permintaan pasar dan bahan baku untuk produksi yang tidak stabil, debitor yang tidak memenuhi tepat waktu dan kreditor yang tidak harmonis serta persaingan bisnis yang semakin ketat. Diharapkan pada penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan variabel yang lain mengenai pengaruhi financial distress seperti arus kas perusahaan, keberadaan internal auditor, corporate governance dan lain-lain serta menggunakan objek yang lainnya guna menghasilkan penelitian yang lebih luas dan lebih baik lagi. REFERENSI