Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 296 Ae 302 STUDI DESKRIPTIF TANTANGAN PEMBELAJARAN BISNIS KOPI SECARA DARING Oleh : Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Muhammad Setiawan Kusmulyono Manajemen. Universitas Prasetiya Mulya Email : setiawan@pmbs. Abstract The coffee industry is a positive growth business that offers attractive job prospects for coffee-producing countries around the This demonstrates the importance of coffee as a global commodity as well as a national economic engine. The expansion of the coffee industry encourages the expansion of other industries, one of which is learning about the coffee industry. Face-to-face learning has unfortunately been displaced by online learning as a result of the pandemic, resulting in some learning methods not being implemented efficiently. This study takes a descriptive method to determine what potential and obstacles exist in online learning about the coffee industry, as well as what coffee subjects might be researched further. The resource persons are 36 students enrolled in the Coffee Business and Management course who completed an open-ended questionnaire. The data was then descriptively evaluated in order to derive conclusions which expressed that challenge of learning in pandemic is higher than the opportunity whereas there is sixteen coffee topics that need to be explored deeper into the learning. Keywords : coffee, coffee business, descriptive study, online PENDAHULUAN Industri kopi merupakan industri yang memberdayakan setidaknya satu juta pekerja di negara-negara besar penghasil kopi (Nguyen et , 2. Hal ini menunjukkan bahwa kopi merupakan komoditas populer yang menarik minat perdagangan global dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara para penghasil kopi (ICO, 2. Secara nasional, dampak ekonomi dari perputaran bisnis kopi dunia dirasakan dengan bermunculannya banyak kedai kopi sejak tahun 2015 (Wijanarti & Kusmulyono, 2. Bahkan, pada penghujung tahun 2021, salah satu usaha kopi lokal Indonesia bernama Kopi Kenangan berhasil mencatatkan diri sebagai perusahaan makanan dan minuman pertama yang menembus valuasi 1 miliar US Dollar dan menyandang gelar unicorn (I. Sari, 2022. Wareza, 2021. Wuryasti, 2. Hidupnya industri kopi juga mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukungnya mulai dari sektor hulu seperti pertanian, pemrosesan, penyangraian, hingga di titik hilir seperti kedai kopi maupun ritel kopi. Selain aspek terkait industri, hal yang berkembang juga adalah mengenai pembelajaran mengenai Salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia telah menyelenggarakan mata kuliah Coffee Business and Management sejak tahun 2018 (Wijanarti & Kusmulyono, 2. Situasi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat Indonesia dalam mengakomodasi budaya kopi yang semakin deras dalam mengadaptasinya. Sayangnya, usaha kopi juga terdampak dengan adanya pandemi. Salah satu efek yang dirasakan industri kopi adalah adanya aturan pembatasan sosial yang tidak memungkinkan kunjungan ke kedai-kedai kopi dan membuat penurunan penjualan drastis dari banyak kedai kopi di dunia (ICO - International Coffee Organization, 2. Situasi ini mendorong persaingan yang semakin berat antar pengusaha kopi untuk mencari jalan terbaik beradaptasi dengan kondisi pandemi (Riswara et al. , 2. Sebagian besar usaha kopi kemudian beralih untuk menambah lini produk di bidang kemasan liter dan botol serta bekerjasama dengan penyedia jasa layanan daring untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen (Ervina & Meitriana, 2021. Kapojos, 2021. Riswara et al. , 2. Kondisi persaingan bisnis yang ketat karena pandemi juga dialami dalam proses pembelajaran bisnis kopi. Akibat pandemi, pembelajaran tatap muka dibatasi dan diarahkan untuk pembelajaran jarak jauh (Yuniarti & Hartati, 2. Pembelajaran jarak jauh ini merupakan solusi instan yang sebenarnya memiliki dua sisi yang positif dan Sisi positif tentunya menciptakan rasa aman karena peserta didik tidak perlu bertatap muka, namun disisi lain, proses pembelajaran yang membutuhkan praktik menjadi terkendala dan tidak optimal (Azrul & Rahmi, 2. Penelitian mengidentifikasi tantangan pembelajaran yang dihadapi oleh peserta didik yang sedang mempelajari mata kuliah Coffee Business and Management yang diselenggarakan secara daring pada periode tahun akademik 20212022. Selama 16 pertemuan, mata kuliah Coffee Business disampaikan dalam bentuk daring mulai dari ceramah, presentasi, diskusi, studi kasus, hingga ujian akhir sekolah. Studi ini akan mempergunakan pendekatan penelitian deskriptif untuk menangkap kegelisahan dan masukan peserta didik terkait proses pembelajaran perkuliahan yang sebenarnya membutuhkan suasana praktik langsung untuk meningkatkan pemahamahan dari pembelajaran yang dilakukan. Studi ini akan bermanfaat secara praktis bagi pelaku pembelajaran jarak jauh yang mempergunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk menganalisis situasi yang dihadapi. Pada sisi teoretikal, penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas konten-konten yang sudah ada untuk dapat diatur sedemikian rupa agar dapat cocok disampaikan dalam metode daring. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pembelajaran digital merupakan respon relevan terhadap aturan pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan karena dampak pandemi. Namun, pembelajaran elektronik menjadi lebih menantang karena masa persiapan yang singkat dari pembelajaran tatap muka dan kemudian secara instan beralih kepada pembelajaran jarak jauh. Unsur pertama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran digital adalah materi pembelajaran perlu disesuaikan, direncanakan, dan didesain sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran dari pembelajaran yang diharapkan (Azrul & Rahmi, 2. Materi yang disampaikan harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik dan tidak hanya mengubah konsep dari tatap muka menjadi tatap layar. Sayangnya, salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran digital dan jarak jauh ini adalah kualitas sumber daya manusia yang belum merata (Nababan, 2. Hal ini harus menjadi perhatian kepala sekolah atau kepala perguruan tinggi untuk memperkuat pendidik agar menyesuaikan dengan tantangan yang ada pada saat ini (Nababan, 2. Hal ini sangat relevan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran baik itu tatap muka maupun tatap layar adalah perencanaan pembelajaran yang baik (Sholeh. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat interaksi pembelajaran yang kokoh dalam pembelajaran jarak jauh adalah membangun inovasi di lingkungan pendidikan (N. Sari et al. , 2. Inovasi ini meliputi banyak hal mulai dari kepemimpinan kepala sekolah (Lubis et al. , 2. , pembimbingan dan pendampingan yang interaktif dengan peserta didik (Hendrik & Sukmawati, 2. , rutin melakukan refleksi atas pembelajaran yang dilakukan (Hine & Lavery, 2. , hingga desain kurikulum yang memadai (Soehadi et , 2. Merujuk pada pembelajaran mata kuliah Coffee Business and Management yang disampaikan di salah satu universitas swasta yang menjadi rujukan, metode pembelajaran yang diberikan antara lain dengan tatap muka . di kelas, diskusi, kuliah tamu, praktik bersama praktisi, kunjungan ke kedai kopi dan presentasi kasus kopi (Wijanarti & Kusmulyono, 2. Metode pembelajaran tersebut disampaikan dalam model kelas tatap Evaluasi pembelajaran yang dilakukan antara lain penilaian partisipasi kelas, presentasi mingguan, laporan tugas individu, ujian tengah semester dan ujian akhir semester (Wijanarti Kusmulyono. Pembelajaran kopi tersebut memberikan manfaat yang konstruktif terhadap kapasitas ketertarikan untuk memulai usaha kopi selepas kuliah (Wijanarti & Kusmulyono, 2. Tantangan pembelajaran digital pun kemudian menjadi hambatan serius pada pembelajaran berbasis proyek seperti yang dihadapi oleh mata kuliah Coffee Business and Management tersebut. Oleh karena itu, tenaga pendidik, peserta didik, dan pimpinan lembaga pendidikan dituntut lebih adaptif dalam keterampilan sumber daya manusia yang tersedia (Lubis et al. , 2. Materi pembelajaran yang kemudian disampaikan harus turut melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran tanpa mengurangi hakhak yang dimiliki oleh peserta didik (Azrul & Rahmi, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pembelajaran daring dalam mata kuliah Coffee Business and Management. Narasumber adalah seluruh mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran yang berjumlah 40 orang dalam tahun akademik 2021-2022. Akan tetapi, dalam proses pengisian kuesioner dengan pertanyaan terbuka, hanya 36 narasumber yang mengembalikan kuesioner. Pertanyaan terbuka dalam kuesioner dipilih mengeksplorasi respon yang diharapkan karena pelaksanaan wawancara baik virtual dan tatap muka tidak dapat dilakukan karena permasalahan situasi lapangan dan masalah Data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis secara deskriptif dengan berbasiskan frekuensi respon dari narasumber untuk memperlihatkan gambaran tantangan dan peluang yang dihadapi oleh narasumber dalam pembelajaran bisnis kopi. Hasil dari analisis tersebut kemudian akan disimpulkan menjadi saran dan masukan dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertanyaan pertama yang diajukan dalam studi ini adalah peluang untuk melakukan edukasi kopi secara daring. Pertanyaan ini diajukan untuk memahami apa yang menjadi pemikiran dari peserta didik selama menjalani pembelajaran dengan model daring. Tabel 1. Tantangan Edukasi Bisnis Kopi Secara Daring Poin Respon Tantanga sangat sulit karena membutuhkan pengalaman praktik langsung dan uji mengecap Peluang penambahan wawasan sangat besar Persentase Respon 91,67% 66,67% Tabel 1 diatas membahas mengenai tantangan edukasi bisnis kopi secara daring. Secara garis besar, respon narasumber terhadap pertanyaan tersebut hanya dua hal, yaitu peluang yang sangat sulit untuk belajar kopi secara daring dan peluang yang menjanjikan untuk menambah wawasan. Narasumber yang menyampaikan kesulitan dalam pembelajaran bisnis kopi secara daring ini mencapai 91,67 persen atau sekitar 33 dari 36 narasumber, sedangkan narasumber yang masih yakin melihat peluang besar mencapai 66,67 persen atau sekitar 24 dari 36 narasumber. Hasil respon dari narasumber ini pembelajaran bisnis kopi dalam masa pandemi dengan menggunakan pendekatan daring. Hal ini mungkin juga dialami oleh banyak mata pelajaran atau mata kuliah lain yang mempergunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Jika dilihat secara rinci respon-respon kritis dari narasumber terkait sulitnya pembelajaran dalam masa daring adalah kesulitan dalam praktik pembuatan kopi secara langsung yang didampingi oleh tenaga Hal ini penting karena ketika berbicara kopi, setiap orang memiliki standar lidah yang berbeda dan praktisi kopi yang telah memiliki sertifikasi tertentulah yang lebih ahli. Selain kesulitan dalam praktik dan uji mengecap, kesulitan yang dialami adalah biaya penyediaan peralatan seduh kopi yang mahal jika harus sekelas kedai kopi. Hal ini mengakibatkan peserta didik hanya dapat mencoba melakukan uji mandiri di rumah dengan teknik seduh manual yang tentunya belum memiliki variasi sebanyak teknik seduh dengan menggunakan mesin. Selain itu, dalam melakukan teknik seduh manual pun terdapat ragam peralatan pendukung yang harganya juga tidak murah. Respon lain terkait sulitnya edukasi bisnis kopi secara daring adalah peserta didik tidak memperoleh pengalaman hulu ke hilir sebagaimana yang ditetapkan dalam rencana Peserta didik tidak dapat melihat proses pemrosesan dan penyangraian secara langsung serta pembubukan kopi dari kopi panggang menjadi kopi bubuk. Peserta didik sudah menerima jadi dalam bentuk kopi bubuk yang siap seduh dengan beberapa teknik manual sederhana. Hal ini dikarenakan tidak semua peserta didik memiliki akses terhadap proses pembubukan yang tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan alat yang sesuai. Akan tetapi ada hal positif yang dapat diidentifikasi dari respon yang diberikan oleh narasumber yaitu peluang penambahan wawasan menjadi lebih besar mencapai 66,67 Penambahan wawasan ini menjadi hal yang potensial karena saat ini mahasiswa menjadi lebih mudah untuk mengakses beberapa kasus kopi global untuk didiskusikan di dalam kelas sehingga wawasannya tidak hanya kopi lokal atau merek global yang ada di Indonesia. Beberapa merek kopi global yang dibahas dalam pembelajaran ini antara lain Costa Coffee dan Pret A Manger. Selain itu, wawasan lain yang didapat adalah eksposur terhadap beberapa merek kopi lokal yang kokoh di beberapa daerah seperti Kong Djie Belitong. Kopi Asiang Pontianak. Kopi Joss Yogyakarta. Kopi Klothok Yogyakarta. Kopi Phoenam Toraja, dan Kopi Akur Medan. Tabel 2. Topik Bisnis Kopi yang Ingin Dieksplorasi Lebih Dalam Poin Respon Penyangraian . untuk menghasilkan kopi terbaik Metode pembuatan kopi dengan teknik berbeda Tren kopi makro dan mikro Pemahaman bisnis kedai kopi Specialty Coffee Penanaman kopi Pemahaman teknik seduh manual Pemahaman menjadi barista yang Ekspor kopi Kopi vegan Pemahaman kopi sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia Branding kopi Dampak konsumsi kopi Praktek cupping kopi Pemanfaatan kopi untuk produk Pembuatan signature drink Persentase Respon 25,00% 22,22% 13,89% 13,89% 11,11% 11,11% 8,33% 8,33% 5,55% 5,55% 2,77% 2,77% 2,77% 2,77% 2,77% 2,77% Pertanyaan kedua yang disampaikan dalam studi deskriptif peluang bisnis kopi secara daring ini adalah konten atau materi apa yang diinginkan untuk dieksplorasi secara lebih dalam. Pertanyaan ini disusun sebagai respon dalam perbaikan mata kuliah di tahun ajaran berikutnya sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan teknik dan metode pengajaran yang dapat disesuaikan andaikata pembelajaran pada tahun akademik berikutnya masih diselenggarakan secara Topik paling populer untuk dipelajari pemasakan bijih kopi gabah. Teknik penyangraian ini memang merupakan salah satu rantai nilai tambah dalam peningkatan kualitas produk kopi. Tidak sembarang orang dapat melakukan kegiatan penyangraian dengan baik karena harus menyesuaikan dengan karakteristik bijih kopi yang akan diproses, baik itu jenis biji kopi, proses awal dalam pasca panen, hingga asal biji kopi Selain itu, kegiatan roasting ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk Peralatan pendukung dan mesin otomatis yang sudah menggunakan pengukur suhu dengan kapasitas besar setidaknya membutuhkan dana belasan juta rupiah untuk dimiliki. Topik kedua yang dibutuhkan adalah metode pembuatan kopi dengan teknik yang Hal ini merupakan respon atas pembelajaran daring yang membuat peserta didik terbatas dalam memanfaatkan kopi yang Sebelumnya, beberapa teknik seperti pembuatan dalgona, kopi dengan air soda, atau penambahan es krim menjadi salah satu teknik yang menarik dalam penyajian kopi tanpa menggunakan mesin espresso. Topik dieksplorasi lebih dalam adalah mengenai tren usaha kopi ke depan dan pemahaman mengenai bisnis kedai kopi. Hal ini selaras dengan hasil penelitian Wijanarti & Kusmulyono, . , yang menyampaikan bahwa mahasiswa terinspirasi untuk menjalankan bisnis kopi selepas mengikuti pembelajaran bisnis kopi ini. Selanjutnya, topik-topik yang ingin dibahas dan dieksplorasi lebih dalam banyak terkait dengan hal yang bersifat hilir dalam industri kopi yaitu mengenai penanaman kopi dan pengetahuan tentang kopi specialty. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta didik tertarik untuk mengetahui rantai pasok kopi yang nantinya akan menjadi determinan penting bagi keberhasilan sebuah produk kopi. Topik-topik selanjutnya yang ingin dibahas lebih dalam lebih banyak terkait pada kondisi hilir kopi yaitu mulai dari pembuatan minuman unggulan . ignature drin. , pemanfaatan kopi selain untuk minuman, branding kopi, dampak konsumsi kopi, hingga teknik cupping. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta didik mulai berpikir mengenai inovasi yang dapat dilakukan di sektor hilir untuk menambah nilai guna dari produk kopi di pasar yang ada. Kedua pertanyaan yang diajukan sebagai respon atas pembelajaran bisnis kopi yang saat ini telah dilakukan secara daring mampu memberikan beberapa indikasi yang seusai dengan tinjauan literatur yang dibahas Pembelajaran yang disampaikan sebenarnya telah sesuai dengan karakteristik siswa yang menjalaninya (Azrul & Rahmi. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya respon untuk mengetahui secara lebih mendalam beberapa hal yang tidak dapat disampaikan secara komprehensif pada saat pembelajaran daring. Selain itu, respon-respon yang disampaikan oleh narasumber juga relevan dengan topik-topik yang sudah dipersiapkan dalam rencana pembelajaran semester (Sholeh. Kapasitas sumber daya manusia yang sering menjadi tantangan dalam pembelajaran daring (Nababan, 2. tidak terbukti karena hal-hal yang diharapkan lebih banyak terkait konten yang memang sulit untuk disampaikan karena pembelajaran daring. Hal ini juga ditandai dengan tidak adanya respon terkait kapasitas dan keterampilan tenaga pendidik dalam kuesioner terbuka tersebut. Hal penting yang dapat dipelajari dari studi deskriptif ini adalah peningkatan interaksi (N. Sari et al. , 2. dari tenaga pendidik dan peserta didik untuk memastikan ketercapaian dari tujuan pembelaharan serta dapat melakukan refleksi (Hine & Lavery, 2. atas pembelajaran yang dilakukan guna meningkatkan kompetensi dan kualitas peserta KESIMPULAN Studi pembelajaran bisnis kopi secara daring ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengoptimalkan proses pembelajaran bisnis kopi yang membutuhkan banyak praktik namun terkendala karena dampak Respon dari pertanyaan awal kepada narasumber menunjukkan bahwa pembelajaran daring untuk bisnis kopi ini benar-benar menjadi tantangan karena banyak sekali topik-topik praktikal yang pendampingan praktisi. Pertanyaan mengenai topik yang ingin dieksplorasi lebih dalam. Melalui respon pada pertanyaan kedua dapat diperoleh informasi bahwa peserta didik memiliki keinginan yang besar untuk dapat memperoleh pengalaman pembelajaran praktik yang nantinya akan memberi manfaat jika mereka ingin menjalankan bisnis kopi secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan metode yang inovatif dalam pembelajaran berbasis proyek menjadi suatu persyaratan nyata bagi pembelajaran berbasis daring. REFERENSI