Vol 3 No. 1 Februari 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 50 Ae 56 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/cdqb8x93 PENGARUH KUALITAS AUDIT. TRANSISI ENERGI. DAN KOMITE AUDIT TERHADAP UKURAN PERUSAHAAN DENGAN ESG DISCLOSURE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA Aldino Rafael Yusupa*. Nera Marinda Machdarb aFakultas Ekonomi dan Bisnis/ Jurusan Akuntansi. 202310315072@mhs. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jl. Raya Perjuangan No. 81 Marga Mulya. Bekasi Utara Jawa Barat, 17142 marinda machdar@dsn. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jl. Raya Perjuangan No. 81 Marga Mulya. Bekasi Utara Jawa Barat, 17142 *Penulis Korespondensi: Aldino Rafael Yusup bFakultas Ekonomi dan Bisnis/ Jurusan Akuntansi. ABSTRACT This study examines the influence of audit quality, energy transition, and audit committee on firm size, as well as the moderating role of ESG disclosure in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. A quantitative approach was applied using secondary data obtained from annual reports and sustainability reports for the 2020Ae2024 period. The data were analyzed using multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA). The results show that audit quality, energy transition, and audit committee each have a significant positive effect on firm size. Furthermore. ESG disclosure strengthens these relationships by enhancing the credibility and transparency of corporate reporting. These findings provide empirical evidence of how governance mechanisms and sustainability practices jointly support firm development, offering practical implications for improving disclosure strategies and strengthening corporate Keywords: audit quality. energy transition. audit committee. ESG disclosure. firm size ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh kualitas audit, transisi energi, dan komite audit terhadap ukuran perusahaan, serta peran moderasi ESG disclosure pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan periode 2020Ae2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit, transisi energi, dan komite audit berpengaruh positif secara signifikan terhadap ukuran perusahaan. Selain itu. ESG disclosure terbukti memperkuat hubungan tersebut melalui peningkatan kredibilitas dan transparansi pelaporan perusahaan. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai bagaimana mekanisme tata kelola dan praktik keberlanjutan berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan, serta menawarkan implikasi praktis bagi peningkatan strategi pengungkapan dan akuntabilitas korporasi. Kata Kunci: kualitas audit. transisi energi. komite audit. ESG disclosure. ukuran perusahaan PENDAHULUAN Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga transparansi, tata kelola, dan keberlanjutan sebagai upaya mempertahankan daya saing jangka panjang. Pada sektor manufaktur, tuntutan ini semakin kuat karena tingginya intensitas energi dan risiko lingkungan sehingga perusahaan perlu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sistem pengawasan. Ukuran perusahaan menjadi indikator penting yang mencerminkan kapasitas operasional dan kekuatan ekonomi suatu entitas. Namun, aspek tata kelola seperti kualitas audit, transisi energi, dan komite audit diyakini berperan dalam perkembangan ukuran perusahaan, meskipun berbagai penelitian menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap isu Naskah Masuk 10 Desember 2025. Revisi 12 Desember 2025. Diterima 20 Desember 2025. Tersedia 22 Desember 2025 Aldino Rafael Yusup dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 50 Ae 56 keberlanjutan mendorong perusahaan untuk melakukan ESG disclosure sebagai bentuk transparansi dan akuntabilan publik . Namun, peran ESG disclosure dalam memperkuat hubungan antara tata kelola dan ukuran perusahaan masih menunjukkan perbedaan hasil . Gap penelitian muncul karena masih terbatasnya kajian yang mengintegrasikan kualitas audit, transisi energi, komite audit, dan ESG disclosure dalam satu model untuk menjelaskan ukuran perusahaan, khususnya pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Selain itu, penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada kinerja keuangan atau nilai perusahaan, bukan ukuran perusahaan sebagai indikator struktural. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit, transisi energi, dan komite audit terhadap ukuran perusahaan, serta menilai apakah ESG disclosure dapat memperkuat hubungan tersebut. Kontribusi teoritis penelitian ini adalah memperluas pemahaman mengenai interaksi antara tata kelola dan keberlanjutan. Kontribusi praktisnya yaitu membantu perusahaan mengembangkan strategi pelaporan dan tata kelola yang lebih efektif. TINJAUAN PUSTAKA Grand Theory Grand theory memberikan dasar konseptual makro bagi penelitian ini. Resource Based View (RBV) memandang keunggulan perusahaan bergantung pada pengelolaan sumber daya strategis seperti aset dan kapabilitas. Agency Theory menekankan perlunya mekanisme pengawasan untuk mengurangi konflik kepentingan antara pemilik dan manajemen, termasuk melalui audit dan komite audit . Legitimacy Theory menjelaskan bahwa perusahaan perlu memperoleh dukungan sosial melalui aktivitas dan pengungkapan yang sesuai dengan nilai. Dimensi Grand Theory: sumber daya strategis, kapabilitas internal, mekanisme hubungan keagenan, penerimaan sosial, kepatuhan terhadap norma publik. 2 Middle Theory Middle theory menjembatani konsep makro dengan mekanisme operasional perusahaan. Pengendalian internal mendukung keandalan informasi dan efektivitas proses. sedangkan transparansi memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan dan meningkatkan akuntabilitas. Dimensi Middle Theory: efektivitas pengendalian internal, kualitas informasi, transparansi operasional, efisiensi proses, hubungan organisasi dengan pemangku kepentingan. 3 Substantif Theory Teori substantif memberikan penjelasan lebih fokus mengenai variabel penelitian dengan menilai bagaimana proses internal dan praktik organisasi menghasilkan informasi yang andal serta mencerminkan tata kelola yang baik. Teori ini menyoroti aspek keandalan pelaporan, efisiensi operasional, dan akuntabilitas yang dapat dievaluasi secara terukur. Selain itu, penerapan keberlanjutan dan transparansi termasuk dalam pengelolaan energi dan pelaporan ESG dipandang sebagai bagian dari proses substantif yang menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi dan ekspektasi publik. Dimensi Teori Substantif: efektivitas proses internal, konsistensi pelaporan, efisiensi operasional, akuntabilitas organisasi, dan kepatuhan pada standar praktik. 1 Kualitas Audit Kualitas audit menggambarkan kemampuan auditor memberikan penilaian yang objektif dan andal. Proses audit yang dilakukan secara independen dan kompeten meningkatkan kepercayaan terhadap laporan keuangan. Dimensi substantif kualitas audit mencakup independensi auditor, kompetensi teknis, ketelitian prosedur, dan kualitas opini yang dihasilkan. 2 Transisi Energi Transisi energi merujuk pada upaya perusahaan meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi dampak lingkungan melalui pengelolaan energi yang terukur dan berkelanjutan . Pengaruh Kualitas Audit. Transisi Energi. Komite Audit. Terhadap Ukuran Perusahaan dengan ESG Disclosure Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia (Aldino Rafael Yusu. Aldino Rafael Yusup dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 50 Ae 56 Dimensi substantif transisi energi meliputi konsumsi energi, intensitas energi, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap pedoman pelaporan energi. 3 Komite Audit Komite audit berfungsi memastikan proses pelaporan berlangsung transparan dan sesuai dengan prinsip tata Efektivitas komite audit dipengaruhi oleh independensi dan kompetensi anggota. Dimensi substantif komite audit mencakup jumlah anggota, keahlian akuntansi, independensi, serta intensitas 4 ESG Diclosure ESG disclosure mencerminkan transparansi perusahaan dalam melaporkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola. Tingkat pengungkapan yang lebih tinggi meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan. Dimensi substantif ESG mencakup pengungkapan lingkungan, sosial, tata kelola, serta tingkat kesesuaian dengan pedoman GRI. 5 Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan menggambarkan kapasitas operasional dan stabilitas ekonomi, yang umum diukur menggunakan total aset sebagai indikator utama. Dimensi substantif ukuran perusahaan mencakup total aset, kapasitas operasional, dan stabilitas ekonomi METODOLOGI PENELITIAN 1 Populasi Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kajian literatur kuantitatif . uantitative literature revie. yang bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis temuan empiris kuantitatif dari penelitian terdahulu terkait kualitas audit, transisi energi, komite audit, ukuran perusahaan, serta ESG disclosure sebagai variabel moderasi. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar variabel berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dipublikasikan dalam penelitian sebelumnya . 2 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini mencakup seluruh artikel ilmiah empiris yang membahas hubungan antara kualitas audit, transisi energi, komite audit. ESG disclosure, dan ukuran perusahaan pada sektor manufaktur. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: artikel menggunakan pendekatan kuantitatif empiris, dipublikasikan dalam jurnal nasional atau internasional bereputasi, membahas variabel yang relevan dengan model penelitian, dan tersedia dalam bentuk teks lengkap . 3 Sumber dan Karakteristik Data Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari artikel jurnal ilmiah melalui basis data akademik seperti Google Scholar dan portal jurnal nasional. Karakteristik data berupa hasil penelitian kuantitatif yang menguji hubungan antar variabel tata kelola perusahaan, keberlanjutan, dan ukuran perusahaan, khususnya pada perusahaan manufaktur . 4 Teknik Pengumpulan dan Seleksi Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi terhadap artikel yang memenuhi kriteria Proses seleksi data dilakukan secara sistematis dengan tahapan penelusuran kata kunci, penyaringan kesesuaian topik, serta pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi. Artikel yang dianalisis dibatasi pada periode publikasi 2020Ae2025 untuk menangkap perkembangan terkini terkait tata kelola dan ESG disclosure . JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 50 - 56 Aldino Rafael Yusup dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 50 Ae 56 5 Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif dan komparatif, yaitu dengan membandingkan hasil empiris dari penelitian terdahulu untuk mengidentifikasi pola hubungan, konsistensi, maupun perbedaan temuan antar penelitian. Hasil analisis tersebut kemudian disintesis untuk menarik kesimpulan mengenai pengaruh kualitas audit, transisi energi, dan komite audit terhadap ukuran perusahaan dengan ESG disclosure sebagai variabel moderasi . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengaruh Kualitas Audit terhadap Ukuran Perusahaan Berdasarkan hasil kajian penelitian terdahulu, kualitas audit memiliki hubungan positif dengan ukuran Hubungan ini dapat dijelaskan melalui Agency Theory, di mana kualitas audit berfungsi sebagai mekanisme pengendalian untuk mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik . Auditor dengan kompetensi dan independensi yang tinggi mampu meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, sehingga menurunkan risiko informasi yang dirasakan oleh investor dan kreditur . Kondisi tersebut mempermudah perusahaan dalam memperoleh pendanaan eksternal yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan aset dan ekspansi usaha. Namun, beberapa penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa kualitas audit bersifat sebagai faktor pendukung pertumbuhan, bukan penentu utama ukuran perusahaan, terutama pada perusahaan yang telah stabil secara operasional . 2 Pengaruh Transisi Energi terhadap Ukuran Perusahaan Transisi energi menunjukkan pengaruh positif terhadap ukuran perusahaan karena penerapan efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan mampu menekan biaya operasional jangka panjang serta meningkatkan produktivitas aset . Dari perspektif Legitimacy Theory, perusahaan yang menerapkan transisi energi memperoleh legitimasi sosial yang lebih kuat, khususnya pada sektor manufaktur yang memiliki dampak lingkungan tinggi . Legitimasinya yang meningkat membuat perusahaan lebih dipercaya oleh investor dan pemangku kepentingan, sehingga membuka peluang pertumbuhan skala usaha. Namun demikian, pada beberapa perusahaan dengan keterbatasan sumber daya, transisi energi justru dapat menimbulkan beban biaya awal yang besar sehingga pengaruhnya terhadap ukuran perusahaan menjadi lemah atau bahkan negatif . 3 Pengaruh Komite Audit terhadap Ukuran Perusahaan Komite audit berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan kualitas pelaporan keuangan perusahaan . Komite audit yang independen dan memiliki keahlian akuntansi mampu meminimalkan potensi kecurangan serta meningkatkan transparansi informasi yang disampaikan kepada publik . Peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan tersebut berkontribusi pada kemudahan akses pendanaan dan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Akan tetapi, pengaruh komite audit terhadap ukuran perusahaan tidak selalu bersifat langsung karena efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas anggota dan intensitas pelaksanaan fungsi pengawasan . 4 Peran ESG Disclosure dalam memoderasi Pengaruh Kualitas Audit terhadap Ukuran Perusahaan ESG disclosure memperkuat pengaruh kualitas audit terhadap ukuran perusahaan karena meningkatkan kredibilitas informasi keberlanjutan yang disampaikan perusahaan . Kualitas audit yang tinggi memastikan bahwa pengungkapan ESG tidak bersifat simbolis, melainkan mencerminkan kondisi operasional yang sebenarnya . Informasi keberlanjutan yang andal memberikan sinyal positif kepada investor mengenai komitmen jangka panjang perusahaan, sehingga mendorong kepercayaan pasar dan pertumbuhan ukuran perusahaan . 5 Peran ESG Disclosure dalam memoderasi Pengaruh Transisi Energi terhadap Ukuran Perusahaan Peran moderasi ESG disclosure muncul ketika perusahaan secara transparan melaporkan aktivitas transisi energi, seperti efisiensi energi dan pengurangan emisi . Pengungkapan tersebut membantu investor memahami manfaat ekonomi dan keberlanjutan dari transisi energi yang dilakukan perusahaan. Tanpa ESG disclosure yang memadai, upaya transisi energi berpotensi tidak diapresiasi oleh pasar karena dianggap sulit diukur . Oleh karena itu. ESG disclosure berfungsi sebagai sarana legitimasi yang memperkuat dampak positif transisi energi terhadap pertumbuhan ukuran perusahaan. 6 Peran ESG Disclosure dalam memoderasi Pengaruh Komite Audit terhadap Ukuran Perusahaan Pengaruh Kualitas Audit. Transisi Energi. Komite Audit. Terhadap Ukuran Perusahaan dengan ESG Disclosure Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia (Aldino Rafael Yusu. Aldino Rafael Yusup dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 50 Ae 56 ESG disclosure juga memperkuat pengaruh komite audit terhadap ukuran perusahaan karena memastikan bahwa informasi keberlanjutan diawasi dan disajikan secara akurat . Komite audit yang efektif mampu menjaga konsistensi antara laporan keuangan dan laporan keberlanjutan, sehingga meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor . Kepercayaan tersebut membuka peluang pendanaan yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan aset perusahaan. Sebaliknya, tanpa pengungkapan ESG yang transparan, peran komite audit terhadap pertumbuhan ukuran perusahaan menjadi kurang optimal . 7 Conceptual Framework Kerangka konseptual penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas audit, transisi energi, dan komite audit berperan sebagai faktor yang memengaruhi ukuran perusahaan. Kualitas audit dan komite audit diposisikan sebagai mekanisme tata kelola yang meningkatkan keandalan laporan keuangan dan mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemangku kepentingan, sehingga mendukung kepercayaan pasar terhadap perusahaan . Transisi energi dipahami sebagai strategi operasional yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ukuran perusahaan melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi dan penguatan legitimasi lingkungan, khususnya pada perusahaan manufaktur yang memiliki intensitas energi tinggi . Dalam hubungan tersebut. ESG disclosure berfungsi sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh kualitas audit, transisi energi, dan komite audit terhadap ukuran perusahaan. Pengungkapan ESG yang dilakukan secara transparan meningkatkan kredibilitas informasi perusahaan di mata pemangku kepentingan, sehingga memperbesar peluang pertumbuhan aset dan skala operasional perusahaan . Figure 1: Conceptual Framework Kerangka konseptual ini digunakan sebagai dasar analisis hubungan kausal antara kualitas audit, transisi energi, dan komite audit terhadap ukuran perusahaan dengan ESG disclosure sebagai variabel moderasi . KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas audit, transisi energi, dan komite audit memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan ukuran perusahaan manufaktur. Peran tersebut menjadi lebih kuat ketika didukung oleh ESG disclosure yang transparan karena meningkatkan kredibilitas informasi dan kepercayaan pemangku Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengintegrasian aspek tata kelola, strategi keberlanjutan, dan keterbukaan informasi ESG dalam satu kerangka konseptual untuk menjelaskan JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 50 - 56 Aldino Rafael Yusup dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 50 Ae 56 pertumbuhan ukuran perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya literatur akuntansi dan keberlanjutan dengan menegaskan pentingnya peran ESG disclosure sebagai mekanisme penguat hubungan antara tata kelola perusahaan dan perkembangan perusahaan. SARAN