ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia & M. Dwi. Perancangan Vol. 09 No. Edo 04 Desember 2023 Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 http://publikasi. id/index. php/andharupa/index PERANCANGAN PENJENAMAAN VISUAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN Edo Pratama Putra1. Dwi Marianto2 Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya. Universitas Indo Global Mandiri Palembang Program Studi Seni Murni. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Yogyakarta corresponding author email: edo_dkv@uigm. Abstrak Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan yang memiliki kebudayaan yang kuat. Masyarakat OKI menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya seperti Midang dan Mulah, yang merupakan tradisi pernikahan masyarakat OKI. Selain itu, kabupaten OKI juga memiliki potensi wisata tinggi, di antaranya Taman Segitiga Emas dan danau Teluk Gelam. Namun, kabupaten OKI belum memiliki penjenamaan visual yang dapat mengenalkan potensi wisata yang terdapat di dalamnya, sehingga menjadikan kabupaten OKI kurang dikenal masyarakat secara luas sebagai tujuan wisata di provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalkan potensi wisata yang terdapat di kabupaten OKI melalui penjenamaan visual. Penelitian ini menggunakan metode perancangan design thinking oleh Tim Brown yang memiliki lima tahapan dalam melakukan perancangan desain yaitu empathize, define, ideate, protoype dan test. Proses pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, kajian literasi, dan dokumentasi. Hasil sintesis menjadi solusi pemecahan masalah dalam bentuk penjenamaan visual untuk merespon permasalahan komunikasi visual yang terjadi di kabupaten OKI. Konsep visual brand pada penelitian menjadi nilai kebaruan dari hasil perancangan, sehingga dapat menjadi media promosi yang mampu mengenalkan potensi wisata dan budaya di kabupaten OKI. Kata kunci: kabupaten Ogan Komering Ilir, media promosi, penjenamaan visual, wisata Abstract Ogan Komering Ilir (OKI) district is one of the districts in South Sumatra province that has a strong The community of OKI highly upholds traditional customs in their daily lives, including practices such as Midang and Mulah, which are wedding traditions of the OKI community. OKI district also has high tourism potential, including the Golden Triangle Park and Teluk Gelam lake. However. OKI district does not yet have a visual branding that can introduce the tourism potential contained in it, thus making OKI district less widely known to the public as a tourist destination in South Sumatra province. The purpose of this research is to introduce the tourism potential contained in OKI district through visual branding. This research employs the design thinking methodology developed by Tim Brown, consisting of five stages in the design process: empathize, define, ideate, prototype, and test. The data collection process utilizes qualitative methods, including observation, interviews, literary reviews, and documentation. The results of the synthesis become a problem-solving solution in the form of visual branding to respond to visual communication problems that occur in OKI district. The visual brand concept in the research becomes the novelty value of the design results, so that it can be a promotional media that is able to introduce the tourism and cultural potential in OKI district. Keywords: Ogan Komering Ilir district, promotional media, tourism, visual branding _________________________ Available online at: do/andharupa 31 December 2023 _________________________ _________________________ Received: 30 May 2023 Revised: 14 December 2023 Accepted: 27 December 2023 __________________ Received: 16 February 2022 Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 PENDAHULUAN Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak potensi Salah satu wilayahnya adalah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kabupaten OKI memiliki berbagai potensi wisata, seperti pulau Maspari. Taman Segitiga Emas, danau Teluk Gelam, rumah 100 tiang, dan kuliner Kerupuk Kemplang. Pengenalan wisata kabupaten OKI hanya dilakukan dari mulut ke mulut wisatawan yang pernah berkunjung ke sana, selain itu pengenalan lain diperoleh melalui unggahan foto di media sosial Facebook dan Instagram oleh wisatawan lokal. Hal ini menjadi kendala bagi masyarakat lokal maupun luar kabupaten OKI untuk mengetahui keberadaan wisata-wisata di kabupaten OKI. Kendala ini dibuktikan dengan hasil kuesioner yang disebarkan secara acak pada tanggal 26 Mei 2023 pukul 08. 00 WIB melalui media sosial Instagram dan Facebook mengenai permasalahan apa saja yang menyebabkan mereka tidak mengetahui keberadaan wisata di kabupaten OKI. Hasilnya yaitu sebanyak 68,7% dari 250 responden menjawab tidak mengetahui lokasi-lokasi wisata di kabupaten OKI dan sebanyak 27,4% dari 82 responden menjawab hanya mengetahui dari mulut ke mulut saja. Informasi ini diperkuat oleh 136 dari 154 responden yang menyatakan bahwa kabupaten OKI belum memiliki media promosi resmi dan akun media sosial yang dapat digunakan untuk memperkenalkan kabupaten OKI kepada masyarakat secara lebih luas. Selain permasalahan di atas, kurangnya informasi generasi milenial yang menjadi responden dalam penelitian ini mengenai wisata di kabupaten OKI. Kurangnya informasi ini disebabkan oleh aspek promosi yang belum menggunakan media konvensional dalam mengenalkan potensi wisata, hal ini sangat bertentangan dengan perilaku generasi milenial yang begitu dekat dengan media-media konvensional. Terjadi penurunan wisatawan di kabupaten OKI yang menyebabkan beberapa fasilitas dan pelayanan menjadi kurang terurus, penduduk lebih memilih untuk mencari pekerjaan Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan ekonomi masyarakat kabupaten OKI. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, yaitu kurangnya penjenamaan visual generasi milenial terhadap kabupaten OKI sebagai salah satu wisata di provinsi Sumatera Selatan. Berikutnya, promosi kabupaten ini belum memanfaatkan media konvensional yang dekat dengan keseharian generasi milenial. Oleh karena itu, pertanyaan penelitian dimaksudkan pada bagaimana merancang penjenamaan visual sebagai media promosi utama wisata kabupaten OKI provinsi Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini memiliki objek material berupa representasi penjenamaan visual kabupaten OKI sebagai media promosi wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif oleh John W. Creswell . , dengan melibatkan beberapa langkah pencarian data, seperti melakukan pengamatan langsung dan bertanya kepada Dinas Pariwisata kabupaten OKI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Sumatera Selatan mengenai potensi dan M. Edo & M. Dwi. Perancangan Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 perkembangan wisata kabupaten OKI, mengumpulkan data yang spesifik dari informan di Dinas Pariwisata mengenai media promosi wisata yang digunakan untuk menarik wisatawan, menganalisis data secara induktif mulai dari keunggulan objek wisata hingga upaya promosi yang telah dilakukan sebelumnya, dan mengartikan makna dari data yang diperoleh. Dalam proses pengumpulan data penulis menjalani dua tahap. Pada tahap pertama, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap generasi milenial di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook melalui formulir google. Sebanyak 250 responden menanggapi penyebaran pertama, sementara penyebaran kedua dijawab oleh 154 responden. Pada tahap kedua, wawancara dilakukan dengan narasumber Bapak Ahmadin Ilyas. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, dan Ibu Irene Camelyn Sinaga. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Sumatera Selatan. Sumber informasi lain diperoleh melalui observasi langsung ke dalam beberapa kegiatan budaya kabupaten OKI, ditambahkan dengan studi literatur, dan dokumentasi yang diperoleh melalui media massa cetak dan daring. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode 5W 1H yang berisikan what, why, who, when, where, dan how. Pada proses perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI, digunakan metode design thinking yang dikembangkan oleh Tim Brown . yang melibatkan lima tahapan dalam perancangan desain, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pertama, tahap empathize fokus pada identifikasi Langkah kedua, define, melibatkan analisis objek terhadap permasalahan yang telah diidentifikasi. Selanjutnya, langkah ketiga, ideate, melibatkan proses sintesis ide. Adapun langkah-langkah berikutnya, yaitu prototype dan test, terletak dalam area Konsep ini dirancang untuk mengidentifikasi, menciptakan, dan menginterpretasikan penjenamaan visual kabupaten OKI sebagai salah satu karya desain komunikasi visual. HASIL DAN PEMBAHASAN Penjenamaan visual kabupaten OKI sebagai media promosi wisata memiliki tujuan utama yaitu untuk mengenalkan potensi wisata dan budaya di kampung kabupaten OKI yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Penjenamaan visual kabupaten OKI dibuat untuk mempresentasikan potensi wisata dan budaya terdapat di kabupaten OKI secara faktual. Artinya, proses perancangan penjenamaan visual ini sacara keseluruhan memiliki kesatuan antara logo, headline, tagline, ikon, warna, tipografi, dan media Proses penjenamaan visual ini melalui lima tahapan yang mengacu pada metode perancangan design thinking oleh Tim Brown, yaitu: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Empathize Pada tahap empathize, penulis mengumpulkan informasi dengan melakukan observasi langsung ke Dinas Pariwisata kabupaten OKI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Sumatera Selatan. Penulis mendapatkan hasil bahwa pulau Maspari merupakan objek tujuan wisata unggulan di kabupaten OKI, berikutnya terdapat wisata berupa Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Taman Segitiga Emas, danau Teluk Gelam, rumah 100 tiang, dan kuliner Kerupuk Kemplang yang menjadi tujuan destinasi wisata penunjang lainnya. Pemerintah kabupaten OKI dan provinsi Sumatera Selatan telah menyepakati upaya untuk mengembangkan pulau Maspari sebagai destinasi wisata utama di wilayah Sumatera Selatan. Sebagai hasilnya, akan segera dilakukan perbaikan menyeluruh pada fasilitas dan infrastruktur pariwisata. Keunggulan yang dimiliki oleh Kabupaten OKI juga termanifestasi dalam luasnya lahan persawahan, dimana kabupaten ini menjadi kontributor terbesar dalam penanaman padi di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini membuat Provinsi Sumatera Selatan meraih peringkat di antara lima daerah terbesar dalam penyumbang luas lahan sawah di Indonesia. Berdasarkan data dari BPS Kabupaten OKI tahun 2023, disampaikan bahwa luas lahan persawahan di kabupaten tersebut mencapai 470. 602 hektar, menghasilkan total 1,4 juta ton beras. Besarnya luas lahan sawah dan hasil panen beras yang signifikan ini membuat tanaman padi menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten OKI, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuesioner yang dipublikasikan secara acak pada tanggal 26 Mei 2023, mulai pukul 08. 00 WIB melalui platform media sosial Instagram dan Facebook, terkait dengan pertanyaan mengenai alasan generasi milenial di Sumatera Selatan tidak mengetahui keberadaan objek wisata di Kabupaten OKI. Hasilnya menunjukkan bahwa 68,7% dari 250 responden menyatakan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai lokasi-lokasi wisata di Kabupaten OKI. Sementara itu, 27,4% dari 82 responden mengindikasikan bahwa pengetahuan mereka hanya berasal dari informasi yang disampaikan secara lisan. Informasi ini diperkuat oleh tanggapan dari 136 dari 154 responden yang menegaskan bahwa Kabupaten OKI belum memiliki media promosi resmi dan akun media sosial yang dapat digunakan untuk memperkenalkan Kabupaten OKI kepada masyarakat secara lebih luas. Define Dari permasalahan yang ditemukan pada tahapan empathize, berikutnya penulis mencoba untuk mengartikulasi pemahaman dan menganalisis permasalahan yang terdapat di kabupaten OKI, metode yang digunakan adalah 5W 1H dengan hasil sebagai . What: Kabupaten OKI memiliki banyak potensi wisata, di antaranya: pulau Maspari. Taman Segitiga Emas, danau Teluk Gelam, rumah 100 tiang, dan kuliner Kerupuk Kemplang. Namun beberapa wisata di kabupaten OKI belum memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadai, permasalahan berikutnya adalah generasi muda khususnya di provinsi Sumatera Selatan banyak yang tidak mengetahui tentang potensi dan keberadaan wisata-wisata di kabupaten OKI. Why: Hal ini terjadi dikarenakan kabupaten OKI belum memiliki media promosi resmi dan akun media sosial sebagai tampat untuk mengenalkan potensi wisata yang terdapat di kabupaten OKI. Where: Penelitian dilaksanakan di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) provinsi Sumatera Selatan M. Edo & M. Dwi. Perancangan Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 . Where: Penelitian ini dilakukan mulai bulan februari 2023 hingga bulan Juli 2023. Who: Penelitian ini melibatkan Dinas Pariwisata kabupaten OKI. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Sumatera Selatan, dan generasi muda/ wisatawan di provinsi Sumatera Selatan. How: Penelitian ini memerlukan perancangan penjenamaan visual sebagai media promosi wisata di kabupaten OKI Ideate Konsep perancangan penjenamaan visual sebagai media promosi wisata di kabupaten OKI ini terinspirasi dari representasi visual dari tanaman padi, perahu Kajang, dan huruf awal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, yaitu "OKI". Penggunaan gambaran tanaman padi dalam logo dipilih karena tanaman ini menjadi potensi besar di Kabupaten OKI, yang juga dikenal sebagai sentra penanaman padi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Di samping itu, perahu Kajang dipilih sebagai elemen karena merupakan alat transportasi khas yang berasal dari Kabupaten OKI dan memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan perahu umumnya. Gambar 1. Padi, perahu Kajang dan inisial kabupaten OKI sebagai ide konsep perancangan penjenamaan visual [Sumber: Dina Pariwisata kabupaten OKI, 2. Konsep verbal pada perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI ini menggunakan headline terpilih yaitu AuOKI: Kabupaten Sejuta PotensiAy. Hal ini berdasarkan banyaknya potensi wisata di kabupaten OKI. Tujuannya adalah untuk mengenalkan bahwa kabupaten OKI memiliki banyak potensi wisata yang bisa dijadikan tujuan wisata unggulan di provinsi Sumatera Selatan. Pemilihan headline ini diharapkan dapat menanamkan citra baru bagi wisatawan pada kabupaten OKI sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak potensi wisata. Berikutnya pada pemilihan tagline pada perancangan ini menggunakan kalimat AuBende Seguguk KebersamaanAy yang berasal dari semboyan Masyarakat kabupaten OKI yang memiliki arti AuGong Satu KesatuanAy, pemilihan semboyan ini menjadi tagline dalam perancangan ini berdasarkan kearifan lokal masyarakat kabupaten OKI, semboyan menggambarkan kehidupan masyarakat dan kepemimpinan daerah dengan semangat persatuan dan kesatuan didalam mewujudkan keseimbangan, antara kemakmuran, kebahagian dan keadilan bagi Diharapkan dengan menggunakan tagline ini dapat menggambarkan nilai dan karakter masyarakat kabupaten OKI yang selalu menjunjung tinggi nilai kesatuan dan kebersamaan. Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Prototype Pada tahap prototype, desain logo penjenamaan visual yang berhasil terpilih mempunyai penjelasan khusus yang berisikan konsep dan makna. Logo yang dipilih kemudian diwujudkan melalui konsep desain logo, pemilihan tipografi, penentuan warna, dan makna dari pesan verbal yang digunakan, tujuannya untuk mempermudah pengaplikasian logo dalam bentuk aturan-aturan pada GSM (Graphic Standard Manua. Logo penjenamaan visual kabupaten OKI digambarkan dengan beberapa alternatif lain sebagai benchmarking, dan bentuk pengaplikasian logo ditampilkan pada media-media pendukung dari penjenamaan kota kabupaten OKI seperti Animasi Title Branding, poster, katalog, brosur, majalah, surat kabar, hanging banner, billboard, spanduk, mapping, kaos, tas, stiker, dan merchandise lainnya. Perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI ini membutuhkan beberapa identitas visual dalam upaya promosi wisata kabupaten OKI, identitas visual tersebut antara lain adalah logo dan nama penjenamaan visual, tipografi, warna identitas, maskot, ikon-ikon wisata unggulan, media pendukung dan merchandise. Penjenamaan visual kabupaten OKI diawali dengan merancang logo sebagai kekuatan pertama dalam perancangan ini. Proses pemilihan headline perancangan ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner di media sosial Instagram terhadap 250 responden, mereka diberikan sebanyak tiga pilihan mengenai headline penjenamaan visual kabupaten OKI, di antaranya adalah. AuOKI OKEAy. AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy, dan AuOKI tujuan wisata Sumatera SelatanAy. Sebanyak 104 responden memilih AuOKI OKEAy, 115 responden memilih AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy, dan sebanyak 31 responden memilih AuOKI tujuan wisata Sumatera Selatan. Maka Headline yang terpilih dalam perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI adalah AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy yang digunakan untuk perancangan logo. Secara teknis, logo OKI Kabupaten Sejuta Potensi dirancang dengan lebar minimal 9 cm secara horizontal dengan tinggi yang menyesuaikan, sedangkan secara vertikal mempunyai lebar minimal 5 cm dengan tinggi . Logo vertikal . Logo Horisontal Gambar 2. Bentuk logo vertikal dan logo horisontal AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Dalam logo penjenamaan visual "OKI Kabupaten Sejuta Potensi", digunakan jenis tipografi sans serif yang memiliki karakteristik melengkung dan sudut-sudut huruf yang Hal ini didasari untuk menggambarkan visualisasi bentuk dari padi dan perahu Kajang. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh penulis di Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, tanaman padi memiliki potensi untuk menjadi identitas baru bagi daerah tersebut. Selain menjadi penyumbang padi terluas di Provinsi Sumatera Selatan. Edo & M. Dwi. Perancangan Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 hal ini juga disebabkan oleh besarnya potensi yang dimiliki tanaman padi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian. Selain digunakan dalam logo, jenis huruf ini juga diaplikasikan sebagai headline dan tagline pada berbagai media pendukung perancangan ini. Kelebihan tipografi ini terletak pada nilai keterbacaannya yang tinggi, sehingga tetap mudah dibaca dengan jelas bahkan pada teks yang cukup panjang. Gambar 3. Logotype dan tagline tanpa logogram [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Warna yang digunakan pada logo penjenamaan visual OKI Kabupaten Sejuta Potensi menampilkan pilihan warna-warna yang telah ditentukan mengacu kepada konsep desain yaitu tanaman Padi, yaitu warna hijau (R:184. G:220. B:. dan (R: 92. G:186. B:. Warna hijau dapat dipadukan dengan macam-macam warna hijau lainnya yang sebagai warna turunan pada penjenamaan visual kabupaten OKI sehingga menimbulkan kesan yang lebih cerah, kesan ini berguna untuk mencerminkan kabupaten OKI yang memiliki perkembangan wisata yang cerah dan dekat dengan wisata alam. Pemilihan warna juga sesuai dengan potensi wisata-wisata yang ditawarkan oleh kabupaten OKI seperti pulau Masfari, danau Teluk Gelam, dan Taman Segitiga Emas, harapannya warna ini mampu menggambarkan citra positif dari kabupaten OKI. Gambar 4. Penggunaan warna hijau dalam penjenamaan visual OKI Kabupaten Sejuta Potensi [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI menggunakan maskot berbentuk visual seorang manusia dengan ornamen-ornamen tanaman Padi di kepala dan pakaian, sebagai identitas visual kabupaten OKI. Maskot ini merupakan sosok seorang wanita yang terinspirasi dari dongeng tanaman Padi yang beredar di masyarakat OKI, yaitu dongeng "Ratu Padi". Ratu Padi yang beredar dalam dongeng Masyarakat OKI ini belum memiliki visual yang pasti, namun berdasarkan hasil survei yang penulis lakukan di Dinas Pariwisata OKI bahwa Ratu Padi adalah sosok dewi yang memiliki kekuatan untuk menyuburkan hasil tanaman padi di masyarakat OKI, sosok Ratu Padi ini dikatakan menggunakan mahkota Padi dan pakaian khas dari kabupaten OKI. Ratu Padi menjadi sosok penting bagi Masyarakat kabupaten OKI, terutama bagi para petani daerah. Para petani mempercayai bahwa Ratu Padi dapat memberikan kesuburan tanaman Padi dan membawa rezeki yang berlimpah bagi Masyarakat OKI. Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Gambar 5. Ratu Padi. gambaran seorang wanita dalam dongeng tanaman padi di kabupaten OKI [Sumber: Detik Sumsel, 2. Perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI ini memerlukan sebuah maskot sebagai identitas visual pendukung, hal ini dikarenakan maskot dapat menjadi symbol baru yang dapat mewakili identitas dan nilai-nilai khas dari kabupaten OKI, maskot dapat meningkatkan rasa memiliki dan kecintaan Masyarakat terhadap kabupaten OKI, selain itu maskot dapat menjadi media penyampai pesan penjenamaan visual daerah untuk menggerakkan partisipasi dan nilai kebersamaan bagi Masyarakat kabupaten OKI. Karakter maskot AuRatu PadiAy dalam perancangan ini digambarkan dengan sifat yang ceria, cinta alam dan kebudayaan. Warna maskot ini didominasi warna hijau yang berasal dari tanaman padi itu sendiri dipadu dengan ornamen-ornamen khas dari pakaian adat kabupaten OKI sendiri, dan maskot ini diberi nama "KABOKI" berarti kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemilihan nama KABOKI sendiri didapatkan berdasarkan hasil survey melalui media sosial Instagram pada tanggal 26 Mei 2023 terhadap 250 responden, dari tiga pilihan nama maskot. KABOKI. Ratu Padi OKI, dan Dewi Padi. Didapatkan hasil sebanyak 95 responden memilih nama KABOKI, 84 responden memilih Ratu Padi OKI, dan sebanyak 71 responden memilih nama Dewi Padi. Gambar 6. Maskot AuKABOKIAy [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Selain logo utama dari penjenamaan visual kabupaten OKI, dirancang juga ikon-ikon wisata popular di kabupaten OKI. Terdapat 8 wisata yang dijadikan ikon, di antaranya adalah danau Teluk Gelam, pantai Maspari, tugu perahu Kajang. GOR Biduk Kajang, tugu Gading Gajah, taman Segitiga Emas, tugu selamat datang, dan rumah kaki seribu. Tujuan dirancang ikon-ikon wisata ini adalah untuk merepresentasikan simbol wisata-wisata M. Edo & M. Dwi. Perancangan Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 unggulan yang terdapat di kabupaten OKI, ikon ini dapat digunakan diberbagai media promosi, baik dalam bentuk cetak atau pun digital. Gambar 7. Ikon wisata dan landmark kabupaten OKI [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI memiliki media pendukung sebagai bentuk aktivasi dari penjenamaan visual. Tujuan dirancangnya media ini sebagai media promosi untuk mengenalkan wisata-wisata kabupaten OKI kepada masyarakat secara luas melalui dan untuk mengaktifkan penjenamaan itu sendiri, agar masyarakat mengingat penjenamaan visual AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di provinsi Sumatera Selatan. Gambar 8. Media pendukung dan aktivasi penjenamaan visual kabupaten OKI [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh penulis di Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, ditemukan permasalahan yang terkait dengan kurangnya identitas visual dan media promosi untuk destinasi wisata di kabupaten tersebut. Metode penyampaian pesan dan kebutuhan masyarakat OKI sebelumnya banyak mengandalkan media cetak sebagai alat promosi, karena masih minimnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat OKI. Oleh karena itu, dalam perancangan branding visual Kabupaten OKI ini, pendekatan yang diterapkan masih banyak menggunakan media cetak sebagai strategi untuk Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 mendekati masyarakat. Pengaplikasian media promosi perancangan ini diimplementasikan pada beberapa media cetak, di antaranya adalah billboard, poster peta, totebag, katalog wisata, baju kaos, dan merchandise seperti tampak pada gambar 8 dan gambar 9. Gambar 9. Merchandise penjenamaan visual kabupaten OKI [Sumber: M. Edo Pratama Putra, 2. Test Langkah akhir dalam konsep design thinking adalah test atau uji coba, dimana ide atau solusi yang telah dirancang sebelumnya kemudian dievaluasi untuk menentukan tingkat efektivitasnya sebelum diaplikasikan secara menyeluruh. Dalam proses pengujian desain penjenamaan visual wisata kabupaten OKI ini, langkah tersebut melibatkan penyerahan desain kepada Dinas Pariwisata kabupaten OKI. Selanjutnya, desain tersebut disebarkan melalui media sosial yang telah dipersiapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, dengan tujuan mendapatkan tanggapan dan respons dari masyarakat Kabupaten OKI. KESIMPULAN Kurangnya informasi tentang potensi wisata dan budaya di kabupaten OKI menjadikan masyarakat tidak mengetahui lokasi dan potensi wisata kabupaten OKI. Hal ini menjadi masalah dalam keilmuan desain komunikasi visual, sehingga menyebabkan penurunan wisatawan yang datang ke kabupaten OKI, secara tidak langsung juga menyebabkan penurunan ekonomi masyarakat sekitar wisata. Tujuan dalam penelitian ini adalah agar dapat memecahkan permasalahan identitas visual dan kurangnya promosi wisata yang terjadi di kabupaten OKI. Oleh karena itu, maka dirancanglah konsep penjenamaan visual kabupaten OKI sebagai media promosi Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk merepresentasikan wisata dan budaya kabupaten OKI kepada masyarakat luas melalui identitas visual. Ide besar yang terpilih dalam konsep penjenamaan visual ini adalah AuOKI Kabupaten Sejuta PotensiAy, konsep visualnya bertujuan untuk menanamkan citra baru kepada masyarakat bahwa kabupaten OKI memiliki sangat banyak potensi wisata maupun budaya. Hal ini juga M. Edo & M. Dwi. Perancangan Penjenamaan Visual sebagai A 465-475 diperkuat melalui tagline AuBende Seguguk KebersamaanAy yang memiliki makna bahwa masyarakat kabupaten OKI memegang teguh nilai kebersamaan dan kesatuan. Kontribusi pada penelitian ini diberikan melalui pemikiran teoritis dan praktis secara signifikan pada perkembangan keilmuan desain komunikasi visual. Bentuk kontribusinya berupa pengetahuan konseptual praktis dalam promosi wisata dan perancangan penjenamaan visual kabupaten OKI. Adapun nilai kebaruan dalam penelitian ini terdapat pada konsep dari pembuatan konsep penjenamaan visual kabupaten OKI yang memiliki tujuan sebagai sebuah media promosi wisata dan budaya di kabupaten OKI provinsi Sumatera Selatan. Konsep ini menjadi jawaban dari permasalahan dan pertanyaan penelitian yang terjadi di kabupaten OKI berupa potensi wisata dan budaya yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA