Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Kaji Terap Optimalisasi Pakan Silase Limbah Terubuk Terhadap Jumlah Peningkatan Bobot Sapi Ali Ramdan Adikara. Cecep Misbahudin* Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sukabumi *Email: aliramdan239@gmail. Abstract Silage is fermented feed in an ordinary silo or plastic container with an anaerobic process. The purpose of this study was to evaluate the feeding of terubuk silage with green grass on the increase in the weight of cattle in Purabaya District. Sukabumi Regency. The study was carried out as a follow-up to the results of testing in the laboratory. This study used two PO female cows (Ongole bree. or Java cattle aged 6 months and 9 months, which were fed twice a day in the form of crushed silage and were not given any other additional feed. The stages of applied research include the experimental stage or making crushed silage and observation of recording data in the form of recording the growth of cattle weight per week before and after being fed crushed silage. The initial body weight of the cow is the benchmark for this The results of the study showed that the feed treated with the most terubuk silage had a better effect on increasing the weight of the cows compared to green grass. Cattle weight has increased to a maximum of 6. 15 kg per week or 0. 9 kg per day. Keyword: Crushed. Forage. Silage. Weight of cattle Abstrak Silase merupakan pakan yang di fermentasi dalam suatu wadah biasa silo ataupun plastik dengan proses Tujuan kajian ini yaitu mengevaluasi pemberian pakan silase terubuk dengan yang diberi pakan rumput hijau terhadap peningktan bobot sapi di Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi. Kajian dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pengujian di laboratorium. Kajian ini menggunakan dua ekor sapi betina jenis PO (Peranakan ongol. atau sapi jawa umur 6 bulan dan 9 bulan, dengan diberi pakan 2 kali sehari berupa silase terubuk serta tidak diberi pakan tambahan lainnya. Tahapan kaji terap meliputi tahap eksperimen atau pembuatan silase terubuk dan observasi recording data berupa pencatatan pertumbuhan bobot sapi per minggu sebelum dan sesudah pemberian pakan silase terubuk. Bobot badan awal sapi sebagai patokan dari kajian ini. Hasil kajian menunjukan bahwa pakan perlakuan silase terubuk memberikan pengaruh kenaikan bobot sapi yang lebih baik dibandingkan rumput hijau. Bobot sapi mengalami peningkatan maksimal 6,15 kg perminggu atau 0,9 kg perhari. Kata Kunci: bobot sapi, hijauan, silase, terubuk. PENDAHULUAN Sektor peternakan adalah salah satu sektor agrobisnis yang sangat menjanjikan. Keberlanjutan usaha ternak dan pengembangan usaha ternak tidak terlepas dari dukungan berbagai sumber daya (Amam et al 2019. Tinggi serta rendahnya aksessibilitas peternak dalam memanfaatkan sumber daya dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal diantaranya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) peternak (Amam dan Soetriono 2. Berbagai upaya pembangunan usaha peternakan di Indonesia telah banyak dilakukan pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging nasional (Amam et al 2. upaya tersebut difokuskan pada pembenahan hulu hingga hilir usaha ternak. Peningkatan SDM diperlukan dalam memanfaatan sumber daya lainnya dengan bijak. Peternak yang memiliki SDM tinggi memiliki akses teknologi yang lebih tinggi dalam usahat Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 ternak yang dijalankan, diantaranya mampu mengelola pakan ternak dengan baik (Amam et. Amam et. Salah satu teknologi pengelolaan pakan yaitu pembuatan silase. Pembuatan pakan tersebut mampu menambah pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengawetan pakan limbah jagung dalam rangka menanggulangi kekurangan pakan hijauan di musim kemarau (Sayuti et al 2. Oleh sebab itu. Sehingga itu, dapat mengurangi beban finansial oleh petetrnak sapi potong. Banyak jenis hijauan yang bisa dijadikan pakan sapi, salah satunya tanaman terubuk. Tanaman terubuk . accharum edul. atau sering disebut sayur lilin memiliki jenis dan banyak ragam. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Maluku utara dan kabupaten Halmahera barat yang juga merupakan tanaman spesifik local (Wijayanti dan Fara 2. Tanaman terubuk termasuk kedalam tanaman hortikultura. Pada umumnya bagian bakal bunga yang dimanfaatkan untuk dijadikan olahan makanan. Dengan pertumbuhan lima bulan setelah penanaman dan satu kali tanam. Terubuk segar memiliki kadndungan air 88,64%, lemak 1,44%, protein 4,4%, abu 1,25%, karbohidrat 4,25%, dan serat kasar 0,63% (Pantury 2. Di Kabupaten Sukabumi tanaman terubuk juga banyak ditemukan terkhusus di wilayah Pabuaran dan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Pemanfaatan terubuk oleh masyarakat hanya dimanfaatkan bakal bunga saja sebagai bahan makanan. Oleh karenanya banyak bagian terumbuk lainnya yang tidak dimanfaatkan, sehingga menjadi limbah. Disisi lain, tanaman ini juga dapat digunakan sebagai pakan hewan ternak. Menurut Chaniago R . bobot badan sapi dapat meningkat jika diberi tanaman terubuk sebanyak 7,5 kg pagi dan sore mampu memberikan pertambahan berat badan, sebesar 0,03 kg/ekor/hari. Ketersediaan limbah terubuk 300 kg/ha dapat memenuhi kebutuhan ternak 4 ekor sapi selama 90 hari, karena potensi kualitas tanaman terubuk. Potensi biomasa terubuk memungkinkan jika dimanfaatkan sebagai silase dalam mendukung kebutuhan ternak. Pembuatan silase mampu meningkatkan daya simpan pakan menjadi lebih lama dan kualitas yang terkandung tidak mudah hilang. Kualitas nutrisi silase tidak dapat disamakan dengan pakan hijauan yang masih segar, namun pengawetan pakan dengan cara ensilase dapat menambah daya simpan hijauan dengan tidak menghilangkan nutrisi bila dibandingkan dengan hanya dibiarkan saja dalam suhu ruang (Sayuti et al 2. Prinsip pembuatan silase adalah mempertahankan kondisi kedap udara dalam media simpan semaksimal mungkin agar bakteri dapat menghasilkan asam laktat untuk membantu menurunkan pH, mencegah oksigen masuk kedalam media simpan, dan menghambat pertumbuhan jamur selama fermentasi (Hidayat, 2. Oleh sebab itu, dalam pemanfaatan limbah terubuk dan menjaga nutrisi didalamnya menarik untuk dilakukan kaji terap pembuatan silase terubuk. Harapannya mampu meningkatkan bobot sapi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kebutuhan daging nasional. METODE PENELITIAN Kajian dilaksanakan di Dinas Peternakan UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak Purabaya Kp. Cigembong Desa Purabaya Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi. Kajian dilakukan pada bulan November 2022 sampai desember 2022. Kajian dilakukan dengan menggunakan dua ekor sapi betina dengan selisih umur dan jumlah bobot yang berbeda dengan perlakuan diberi pakan hijauan yang diamati selama 14 hari dan silase selama 35 hari. Tahapan kaji terap meliputi tahap eksperimen dan observasi recording data berupa data primer, proses pembuatan silase berbahan terubuk dan data pencatatan pertumbuhan bobot sapi per minggu sebelum dan sesudah pemberian pakan silase terubuk. Kajian dilaksanakan mulai dari pembuatan silase berbahan terubuk pengamatan silase pengamatan sapi yang diberi hijauwan dan yang diberi silase. Peroses pembuatan silase berbahan terubuk yang dilayukan kemudian dipotong dengan ukuran 1-3 cm yang kemudian Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 dicampurkan dengan dedak sebanyak 6% molase 3% air 0,02%, dan m4 0,0008% (Jujun Ratnasari dkk, 2. yang kemudian diaduk sampai merata kemudian dimasukan kedalam pelastik dipadatkan dan diikat kuat. Peroses ensilase berlangsung selama 21 hari sampai peroses Kajian karena pembuatan yang dilangsungkan maka usia permentasi silase beragam. Sebelum diberikan kepada sapi silase dianginkan terlebih dahulu . Sebelum diberikan perlakuan, terlebih dahulu sapi diikat supaya tidak terlalu banyak gerak dan sering dimandikan kemudian sapi disatukan dalam satu kandang diberi pakan rumput sebanyak 10 kg pagi dan sore pemberian 5kg setiap makan selama 2 minggu dan diukur setiap setelah itu sapi diberi pakan 3 kg silase dengan pemberian dua kali sehari pagi dan pagi 1 kg dan sore 2 kg untuk satu ekor sapi tujuan diberikannya sore lebih banyak karena waktu sore kepagi lebih panjang, dilanjut pengukuran denganmenggunakan vita ukur dilakukan seminggu sekali selama Kajian Parameter yang diukur pada Kajian kali ini adalah perbandinga peningkatan bobot sapi yang diberi pakan hujauan dan silase, peningkatan bobot sapi yang diberi silase, dan pengamatan silase, jumlah konsumsi harian, pada peroses pengukuran sapi meliputi . ingkar dada, panjang, dan tingg. kemudian pada silase meliputi . arna, bau, adak tidaknya jamur. PH, usia, kadar ai. HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur Pembuatan Silase Terubuk Pembuatan silase berbahan terubuk dilakukan berdasarkan pembuatan silase pada Perbedaan pembuatan silase terubuk dengan silase lainnya berada pada ukuran pemotongan hal tersebut dikarenakan silase terubuk cenderug batangnya yang lebih keras. Sesuai dengan namanya silase yang dibuat berbahan dasar terubuk sebagai bahan utama. Terubuk memiliki kandungan serat yang lebih banyak dari jenis rumput gajah dinilai dari tekstur batangyanglebih keras. Terubuk umumnya digunakan sebagai bahan makanan yang dimanfaatkan bakal bunganya dijadikan sayur (Wijayanti dan Fara 2. oleh karena itu terubuk diuji untuk dibuat silase sebagai pemanfaatan bahan lokal untuk pakan kompelit dan alternatif pada peternakan Bahan yang digunakan pembuatan silase terdiri dari Molase 3% Dedak 6% Air 0,02% 0,0008% Tanaman terubuk sebagai bahan utama silase Kantong pelastik Cara membuat silase Potong rumput atau tanaman terubuk menggunakan cover dengan ukuran 1-3cm, potongrumputyang kecil tujuannya agartanaman terubuk yang dimasukan kedalam kamntong plastik dalam keadaan rapat dan padat Campurkan tanaman terubuk yang sudah dipotong dengan dedak, setelah tercampur kemudian siram menggunakan air yang sudah dicampur molase dan m4. Kemudian diaduk kembali sampai menjadi satu campuran Masukan bahan pakan tersebutkedalam kantong plastik sekaligus dipadatkan dan diikat supaya tidak adaudara yangmasuk Kemudian disimpan ditempat yang kering dan kurang cahaya matahari selama 21 hari Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Gambar 1. Proses Pembuatan Silase Kualitas Organoleptik Silase Terubuk Keberhasilan pembuatan silase ditentukan dari kualitas akhir yang ditentukan. Kualitas tersebut salah satuna ditentukan dari kualitas fisik silase. Menurt Rupy et. kualitas fisik dapat ditentukan dari warna, aroma, tekstur, pH, dan jamur. Sedangkan itu, menurut Sayuti et al . secara fisik silase yang baik ditandai dengan beraroma wangi sedikit asam, rasa agak manis, warna hijau kekuningan, tekstur kering dan terasa empuk. Silase yang dibuat pada uji ini memperoleh karakter silase yang belum begitu sempurna karena masih terdapat jamur dan sedikit berair serta warna kuning kehijauwan dibagian. Salah satu metode penilaian kualitas silase dapat diamati secara organoleptik dengan cara melihat seperti warna, aroma, tekstur dan keberadaan jamur. Kegagalan pembuatan silase ditandai dengan beraroma busuk dan banyak jamur. Adapun penilaian kualitas organoleptik pada pembuatan silase trubuk dilakukan berdasar periode waktu Kualitas silase terubuk 21-29 Hari Tabel 1. Kualitas Organoleptik Silase Terubuk 21-29 Hari Indikator Warna Aroma Tekstur Keberadaan jamur Kualitas Organoleptik Kuning kehijauwan Beraroma tape keasaman Tidak ber air Sedikit berjamur Pada Table 1 diatas menunjukkan bahwa silase pakan komplit yang dibuat selama 21 sampai 29 hari menghasilkan silase yang berkualitas berdasarkan organoleptiknya. Organoleptik yang ada memberikan gambaran bahwa proses ensilase . berjalan dengan optimal Gambar. 2 Silase Terubuk 21-29 hari Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Kualitas silase terubuk 30-38 Hari Tabel 2. Kualitas organoleptik silase terubuk 30-38 hari Indikator Warna Aroma Tekstur Keberadaan jamur Kualitas Organoleptik Kuning kehijauwan Beraroma tape keasaman lebih kuat sedikit ber air Sedikit berjamur Pada table 2 diatas menunjukan bahwa silase yang dipermentasi selama 30-38 hari sedikit memberi perubahan terhadap silase menambah kadar air dan jamur, hal ini bisa dipengaruhi oleh waku proses permentasi dan adanya udara yang masuk serta serangan dari hama tikus Gambar 3. Silase Terubuk 30-38 Hari Kualitas silase terubuk 39-47 Hari Tabe 3. Kualitas organoleptik silase terubuk 39-47 hari Indikator Kualitas Organoleptik Kuning kehijauwan Beraroma tape keasaman lebih kuat sedikit ber air Sedikit berjamur Warna Aroma Tekstur Keberadaan jamur Pada Table 3 diatas menunjukan bahwa silase yang dipermentasi selama 30-38 hari sedikit memberi perubahan terhadap silase menambah kadar air dan jamur, hal ini bisa dipengaruhi oleh waku proses permentasi dan adanya udara yang masuk Gambar 4. Silase terubuk 39-47 Hari Kualitas silase terubuk 48-66 Hari Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Tabel 4. Kualitas organoleptik silase terubuk 48-66 hari Indikator Kualitas Organoleptik Warna Kuning Aroma Beraroma tape keasaman Tekstur sedikit ber air Keberadaan jamur Lebihbayak terdapat berjamur Dari table 4 kualitas organoleptic silase pada usia permentasi 48-66 hari memberi perubahan pada jumlah jamur yang terdapaat . da silase, peroses pertambahan jamur ini disebabkan ada masukny audara dari luar, serta warna silase yang lebih kuning disebabkan usia silase yang lama sehingga kondisi silase lebih matang dan aroma nyapun berkurabg Gambar 5. Silase Terubuk 48-66 Hari Kualitas silase terubuk 66-74 Hari Tabel 5. Kualitas organoleptik silase terubuk 66-74 hari Indikator Kualitas Organoleptik Warna Kuning Aroma Beraroma asama lebih kuat Tekstur Sedikit ber air Keberadaan jamur Lebih bayak terdapat berjamur Dari table 5 kualitas organoleptic silase pada usia permentasi 66-74 hari memberi perubahan pada jumlah jamur yang terdapaat ada silase, peroses pertambahan jamur ini disebabkan ada masukny audara dari luar, serta warna silase yang lebih kuning disebabkan usia silase yang lama sehingga kondisi silase lebih matang dan aroma asam yang sangatkuat Gambar. 6 Silase Terubuk 66-74 Hari Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Nilai Palatabilitas Palatabilitas adalah tingkat kesukaan yang ditunjukkan oleh ternak untuk mengkonsumsi suatu bahan pakan yang diberikan dalam periode tertentu (Church dan Pond, 1. Silase terubuk yang dipanen . -74 har. , dibuka dan diangin-anginkan untuk mengurangi aroma asam pada Kemudian diberikan ke ternak dengan cara diberikan secara langsung. Berdasarkan uji palatabilitas (Gambar . , memberikan penjelasan bahwa walaupun baru kali pertama ternak diberikan silase terubuk langsung dikonsumsi dan ini menjelaskan bahwa palatabilitas dari silase terubuk cukup tinggi. Respon sapi kali pertama diberi pakan silase, menunjukan skap yang kurang suka terutama sapi 1. Proses adaptasi sapi diminggu pertama terhadap silase dan porsi makan yang berubah akan tetapi menunjukan peningkatan terhadap bobot sapi . Palatabilitas lebih dipengaruhi oleh kenampakan dari pakan itu sendiri. Kenampakan lebih didasarkan pada tekstur, warna, bentuk pakan, aroma, rasa dan suhu. Dilihat dari organoleptik silase komplit yang dibuat maka akan turut meningkatkan palatabilitas. Tekstur padat, beraroma asam serta memiliki warna hijau alami atau hijau kekunigan pada silase komplit yang dibuat merangsang ternak untuk mengkonsumsinya tanpa menolak Gambar 7. Proses sapi makan dan adaptasi silase Pada Gambar. Menunjukan sikap sapi terhadap pakan silase, sapi begitu menikmati pakan silase, proses adaptasi sapi dari hijauwan ke silase menggunakan teknik dan waktu agar sapi menjadi terbiasa serta tidak boleh diberi pakan apapun dalam kandang sehingga peroses adaptasi sapi untuk pakan silase akan mudah dilakukan dan sapi akan merasa terbiasa Pertambahan Bobot Sapi Sebelum dan Setelah Pemberian Silase Terubuk Pakan yang baik adalah pakan yang mampu memenuhi nutrisi bagi ternak. Pemenuhan nutrisi mampu memaksimalkan pertumbuhan bobot sapi menjadi lebih baik. Berdasarkan hal tersebut tentunya kita harusmenyiapkan pakan yang nutrisinya komplit dibutuhkan hewan ternak. bahwa pemberian hijauan tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi pada sapi. Disisi lain silase memiliki manfaat bafi hewan ternak Tabel 6. Peningkatan bobot sapi diberi pakan hijauan Tanggal 18/10/22 24/10/22 Sapi Bobot Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Dari tabl 6 kita bisa lihat hasil menunjukan bahwa sapi yangdiberi pakan hijauan menambah 6,15kg dalam 1 minggu sapi yang diber hijauan pertumbuhannya kurang baik dengan porsimakan hijauan yang lebih banyak dibandingkan silase, hal tersebut menunjukan bahwa keperluan akannutrisi bagi sapi sangan penting didapatkan dan nutrisi yang didapat dalam hijauan masih kurang Tabel. 7 Peningkatan Bobot sSpi diberi Silase Terubuk Tgl 8/11/ 22 15/11/22 22/11/22 29/11/22 6/12/22 Sapi Bobot Pada tabel 7. Menunjukan pertambahan bobot sapi setiap sesudah pemberian silase terubuk. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa saat pemberian silase pertambahan bobot sapi berkisar 6,15 kg untuk sapi. 1 dan 1,6 kguntuk sapi2 Per minggu. Berbeda dengan pertambahan bobot sapi 1 dan 2 karena kondis itempat makan yang sama dan usia serta bobot awal sapi berbeda menimbulkan sapi 2 sedikit dalam makan. setelah diberi silase terubuk memperoleh pertambahan bobot sapi. Hal tersebut menunjukan pemberian silase menjadi indikasi terjadinya peningkatan bobot sapi per minggu lebih tinggi dibanding hanya diberi hijauan. Pada gambar Gambar. 8 Pengukuran Sapi Gambar 8 menunjukan proses pengukuran sapi menggunakan vita ukur. Namun, hal ini sangat baru bagi kami dan masih terdapat kemungkinan kesalahan dalam proses pengukuran. Salah satu kesalahan yang mungkin terjadi yaitu ketika posisi sapi yang tidak tegak serta susah diam menghampat peroses pengukuran dan kurangnya pengetahuan dalam mengukur menggunakan vita dan keefektipan vita ukur dengan timbangan ternak. SIMPULAN Berdasarkan kaji terap yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yang dirumuskan sebagai berikut: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) P-ISSN: x. E-ISSN: x September, 2023, 1 . : 1-10 Tanaman terubuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan silase yang memiliki kualitas organoleptik . arna, aroma, tekstur, keberadaan jamu. dan nilai palatabilitas yang baik dengan ditandai proses makan sapi yang baik setiap harinya. Keberhasilan silase perlu mempertimbangkan waktu dan adaptasi pemberian pakan. Pemberian pakan silase terubuk memberikan pengaruh kenaikan bobot sapi yang lebih baik dibandingkan rumput hijau. Bobot sapi mengalami peningkatan maksimal 6,15 kg perminggu atau 0,9 kg perhari. Salah satu perbedaan kenaikan sapi 1 dan 2 disebabkan adanya faktor penghambat pertumbuhan, seperti berubutnya pakan dalam menejemen pemberian pakan dan kurangnya adaptasi pemberian perlakuan. UCAPAN TERIMA KASIH