Similarity Report ID: oid:17800:34904379 PAPER NAME AUTHOR Literasi Keuangan Untuk Pengembangan Dudi Irawan Bumdes Dengan Pendekatan Teknologi I nformasi Dan Komunikasi WORD COUNT CHARACTER COUNT 1946 Words 12630 Characters PAGE COUNT FILE SIZE 5 Pages SUBMISSION DATE REPORT DATE May 5, 2023 9:01 AM GMT 7 May 5, 2023 9:02 AM GMT 7 23% Overall Similarity The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database. 13% Publications database Crossref database Crossref Posted Content database 20% Submitted Works database Excluded from Similarity Report Internet database Bibliographic material Quoted material Cited material Small Matches (Less then 10 word. Manually excluded sources Summary Journal of Humanities Community Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. x-x (ISSN Onlin. | x-x (ISSN Prin. FINANCIAL LITERACY FOR THE DEVELOPMENT OF BUMDES WITH AN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY APPROACH LITERASI KEUANGAN UNTUK PENGEMBANGAN BUMDES DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Dudi Irawan1*. Guruh Wijaya2. Ari Eko Wardoyo3 Department of Informatics Engineering. University of Muhammadiyah Jember. Indonesia Email: dudi. irawan@unmuhjember. id1*, guruh. wijaya@unmuhjember. id2, arieko@unmuhjember. 1,2,3 *Penulis koresponden NO WhatssApp Aktiv Penulis (Wajib di is. : 085815308476 Recieve: 25 Februari 2023 Reviewed: 10 Maret 2023 Accepted: 29 April 2023 Abstract: OJK defines financial literacy as knowledge, skills and beliefs that influence attitudes and behavior to improve the quality of decision-making and financial management in order to achieve prosperity. The percentage of financial literacy in Indonesia is still considered quite low, only 38. Village Owned Enterprises BUMDES are business entities whose capital is wholly or partly derived from the village, and the existence of BUMDES is intended to create jobs or improve public services for the better community. The existence of BUMDES is very important for villages and villagers because in concept it is an institution that supports the village economy, so seriousness is needed in managing and running BUMDES so that everything planned can run smoothly and successfully. One indicator of the success of BUMDES is that the administrators who are included in the management organizational structure understand financial literacy. Financial literacy can be seen as a preventive step to equip BUMDES administrators to avoid difficulties related to financial management problems. The results obtained after carrying out this community service activity are that the partners actually know and carry out activities related to financial transactions, but there is still much that needs correction in accordance with financial literacy, and after this community service activity the partners understand and understand more what it is and the importance of everything that includes financial activities, especially those related to BUMDES management. Keyword: BUMDES, financial literacy, digital economy Abstrak. OJK mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan, keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Persentase literasi keuangan di Indonesia dinilai masih cukup rendah, hanya 38,03%. Badan Usaha Milik Desa BUMDES merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian permodalannya berasal dari desa, dan keberadaan BUMDES dimaksudkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau meningkatkan pelayanan umum masyarakat yang lebih baik. Keberadaan BUMDES sangat penting bagi desa dan warga desa karena pada konsepnya adalah sebagai salah satu lembaga yang menyokong perekonomian desa, sehingga diperlukan keseriusan dalam mengelola dan menjalankan BUMDES agar segala sesuatu yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Salah satu indikator keberhasilan BUMDES adalah dimana para pengurus yang masuk dalam struktur organisasi kepengurusan telah mengerti terhadap literasi keuangan. Literasi keuangan dapat dipandang sebagai langkah preventif untuk membekali para pengurus BUMDES agar terhindar dari kesulitan Ae kesulitan terkait permasalahan pengelolaan keuangan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah, pihak mitra sebetulnya telah mengetahui dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan transaksi keuangan, akan tetapi masih banyak yang perlu pembetulan sesuai dengan literasi keuangan, dan setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini pihak mitra lebih mengerti dan memahami apa itu dan pentingnya segala hal yang mencakup kegiatan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDES. Literasi Keuangan Untuk Pengembangan Bumdes Dengan Pendekatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keyword: BUMDES, literasi keuangan, ekonomi digital Copyright A 2023. Penulis Dudi Irawan. Guruh Wijaya. Ari Eko Wardoyo 32528/jhce. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN OJK mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan, keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Sangat disayangkan bahwa banyaknya produk dan atau jasa keuangan yang ada di Indonesia belum sebanding dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadapnya. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2019, persentase literasi keuangan di Indonesia dinilai masih cukup rendah, hanya 38,03% (Keuangan, 2. Tentu saja, apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan masyarakat. terutama mereka yang termasuk ke dalam golongan ekonomi rentan, masuk ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam lagi akibat terlilit hutang. Badan Usaha Milik Desa BUMDES merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian permodalannya berasal dari desa, dan keberadaan BUMDES dimaksudkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau meningkatkan pelayanan umum masyarakat yang lebih baik (Nurfriani. Paramu, & Utami, 2. Keseriusan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan desa, salah satunya adalah dengan adanya keputusan anggaran melalui Dana Desa. Keberadaan BUMDES sangat penting bagi desa dan warga desa karena pada konsepnya adalah sebagai salah satu lembaga yang menyokong perekonomian desa, sehingga diperlukan keseriusan dalam mengelola dan menjalankan BUMDES agar segala sesuatu yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Salah satu indikator keberhasilan BUMDES adalah dimana para pengurus yang masuk dalam struktur organisasi kepengurusan telah mengerti terhadap literasi keuangan (Lubis & Junaidi. Melalui literasi keuangan yang lebih baik. BUMDES tidak hanya akan semakin berdaya dalam pengambilan keputusan terkait keuangan bagi bidang bisnisnya tetapi juga semakin mengukuhkan posisi BUMDES sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Literasi keuangan dapat dipandang sebagai langkah preventif untuk membekali para pengurus BUMDES agar terhindar dari kesulitan Ae kesulitan terkait permasalahan pengelolaan keuangan. Dalam hal ini, literasi keuangan dituntut berlomba dengan upaya pencapaian inklusi keuangan (Shagari. Abdullah, & Saat, 2. Mitra pada Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini adalah sebuah BUMDES bernama Amanah yang mempunyai lokasi di Desa Sukorejo. Kecamatan Tempurejo, dan termasuk dalam mitra produktif. BUMDES Amannah ini mempunyai beberapa unit usaha, yaitu unit usaha simpan pinjam, toko kebutuhan bahan pokok dan jasa sewa rombong. Di Kabupaten Jember terdapat 86 desa atau sekitar 38% diantaranya yang memiliki BUMDES, dari jumlah total yaitu 226 desa. Dari 86 desa tersebut baru 20 BUMDES sudah berjalan (Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, 2. Salah satu kendala bagi desa dalam pengelolaan BUMDES berkaitan dengan sumber daya manusia, untuk itu perlu pembinaan BUMDes Ae BUMDes di Kabupaten Jember yang salah satunya adalah dengan melakukan kerjasama untuk pengembangan dan pembinaan bersama kalangan akademik yaitu perguruan tinggi (Lin, 1. Permasalahan mitra pada Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini adalah dari segi wawasan dan ilmu keuangan, dimana selama ini belum pernah ada kegiatan yang mengarah kepada literasi keuangan. Adapun kegiatan yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan sejenisnya mengandalkan pembukuan dan pencatatan sederhana. Justifikasi pengusul bersama mitra tentang permasalahan dalam Program Kemitraan Msyarakat Stimulus kali ini adalah . Masih kurangnya wawasan mitra terutama tentang literasi keuangan yang dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan keuangan BUMDES secara terinci dan jelas. Masih perlunya pendampingan terhadap mitra dalam pengelolaan keuangan berdasarkan literasi keuangan sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan sehari Ae hari. 15 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Dudi Irawan. Guruh Wijaya. Ari Eko Wardoyo METODE Metode pelaksanaan PKM dilakukan berdasarkan solusi permasalahan yang telah dijelaskan. Tabel 1 menunjukkan tahapan kegiatan tersebut. Model pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari sosialisas dan Tahapan kegiatan dilakukan secara berurutan dimulai dengan tahapan sosialisasi, yang menjelaskan tentang literasi keuangan, baik mulai konsep dan definisi sampai dengan tujuan, manfaat, dan bentuk literasi keuangan. Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada mitra terkait penerapan literasi keuangan dalam kehidupan sehari Ae hari khususnya kegiatan operasional BUMDES. Tabel 1. Metode Pelaksanaan Kegiatan Luaran Sub Kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan Pengetahuan tentang literasi Sosialisasi konsep Sosialisasi literasi Pendampingan Keterampilan tentang Pendampingan pengelolaan penerapan literasi keuangan keuangan individu Pendampingan pengelolaan keuangan BUMDES Pada tahap sosialisasi, tim pengusul akan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang literasi keuangan mencakup pemahaman mengenai berbagai hal yang terkait dengan masalah keuangan seperti pengenalan mengenai lembaga jasa keuangan, apa saja produk dan jasa keuangan, fitur Ae fitur yang melekat pada produk dan jasa keuangan, manfaat dan risiko dari produk dan jasa keuangan, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen pengguna jasa keuangan. Mitra juga kemudian diberikan kemampuan dan keterampilan mendasar tentang penerapan literasi keuangan, misalnya adalah cara menghitung bunga, hasil investasi, biaya dan risiko agar lebih memahami bahwa semua produk dan jasa keuangan bukan hanya semata Ae mata memberikan keuntungan saja, melainkan juga memiliki risiko dan biaya Ae biaya yang harus ditanggung. Lokasi untuk pelaksanaan masing Ae masing kegiatan akan dilakukan pada lokasi mitra, yaitu di BUMDES Amanah. Desa Sukorejo. Kecamatan Tempurejo. Kabupaten Jember. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada lokasi mitra, yaitu di BUMDES Amanah. Desa Sukorejo. Kecamatan Tempurejo. Kabupaten Jember. Secara garis besar kegiatan dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi sosialisasi dan sesi pelatihan. Gambar 1. Dokumentasi Awal Pada tahap sosialisasi, tim pengusul memberikan wawasan dan pengetahuan tentang literasi keuangan mencakup pemahaman mengenai berbagai hal yang terkait dengan masalah keuangan seperti pengenalan 16 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Literasi Keuangan Untuk Pengembangan Bumdes Dengan Pendekatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi mengenai pengertian lembaga jasa keuangan, apa saja produk dan jasa keuangan, fitur Ae fitur yang melekat pada produk dan jasa keuangan, manfaat dan risiko dari produk dan jasa keuangan, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen pengguna jasa keuangan. Sosialisasi dilaksanakan melalui media ceramah dan diskusi. Gambar 2. Dokumentasi Sosialisasi Pada sesi pelatihan, mitra diberikan kemampuan dan keterampilan mendasar tentang penerapan literasi keuangan, misalnya adalah cara menghitung bunga, hasil investasi, biaya dan risiko agar lebih memahami bahwa semua produk dan jasa keuangan bukan hanya semata Ae mata memberikan keuntungan saja, melainkan juga memiliki risiko dan biaya Ae biaya yang harus ditanggung. Fokus diskusi pada sesi pelatihan ini adalah sejauh mana proses kegiatan keuangan yang telah dilakukan oleh pihak mitra yang kemudian diandingkan dengan proses kegiatan keuangan secara ideal sehingga dapat diketahui sejauh mana literasi keuangan yang dimengerti dan dipahami oleh phak mitra sekaligus tim pelaksana melakukan koreksi atau masukan kepada pihak mitra. Gambar 3. Pelatihan Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah, pihak mitra sebetulnya telah mengetahui dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan transaksi keuangan, akan tetapi masih banyak yang perlu pembetulan sesuai dengan literasi keuangan, dan setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini pihak mitra lebih mengerti dan memahami apa itu dan pentingnya segala hal yang mencakup kegiatan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDES. 17 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Dudi Irawan. Guruh Wijaya. Ari Eko Wardoyo Gambar 4. Pedampingan KESIMPULAN Beberapa kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil pelaksanaan program kegiatan masyarakat ini adalah: Pihak mitra telah melaksanakan pengelolaan keuangan dengan cara tradisional berdasarkan pengetahuan tentang keuangan yang dimiliki Pihak mitra menjadi mengerti dan memahami apa itu literasi keuangan dan dapat menjelaskan serta mempraktekkan pengelolaan keuangan berdasarkan konsep literasi keuangan. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pendampingan pada tahap teknis tentang pelaksanaan pengelolaan keuangan berdasarkan konsep literasi keuangan secara intensif. DAFTAR PUSTAKA