Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Model Picture And Picture pada Siswa Kelas II SD Plus MIP Marelan Tri Indah Prasasti1*. Resti Citra Dewi2. Supriadi3 Prodi Teknik Informatika. Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia Prodi Akuntansi. Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia Prodi Bahasa Inggris. STKIP Al Maksum *Email: sayaindah30@gmail. Received. 03/08/2023. 06/08/2023. 12/08/2023 Abstract Menulis merupakan sebuah hal yang penting sebagai bentuk mengapresiasikan sesuatu dan mengungkapkan ide yang ada dalam diri seseorang. Menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 SD Plus MIP Medan dalam mendeskripsikan sebuah gambar yang ada dalam buku Penelitian ini menggunakan metode analisis statistic deskriptif dan metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data serta alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Dalam perbaikan pembelajaran, berdasarkan analisa data prasiklus, penelitian perbaikan pembelajaran dapat dideskripsikan menggunakan presentase yang mencapai KKM secara berurutan pada prasiklus 46, 15%, siklus 1 pada 69,23%, dan siklus 2 pada 100%. Berdasarkan temuan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam menulis deskripsi dengan menggunakan model picture and picture dilihat dari hasil belajar siswa dari prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Kata Kunci: menulis, deskripsi, picture and picture Abstract Writing is an important thing as a form of appreciating something and expressing ideas that exist within a person. Writing is an important aspect of learning Indonesian. This research was conducted to improve the ability of grade 2 students at SD Plus MIP Medan in describing a picture in a textbook. This study uses descriptive statistical analysis methods and classroom action research methods. Data collection techniques and data collection tools used were observation, tests, interviews, and In terms of learning improvement, based on pre-cycle data analysis, learning improvement research can be described using the percentage that achieves KKM sequentially at precycle 46. 15%, cycle 1 at 69. 23%, and cycle 2 at 100%. Based on the findings in this study, it can be concluded that there is an increase in students' ability to write descriptions using the picture and picture model seen from student learning outcomes from pre-cycle, cycle 1 and cycle 2. Keywords: menulis, deskripsi, picture and picture PENDAHULUAN Pendidikan adalah komponen yang sangat penting untuk menunjang kemajuan negara di masa depan karena memungkinkan manusia menjadi subjek pembangunan untuk dididik, dibina, dan dikembangkan sepenuhnya. Hal ini mengacu pada pendidikan nasional yang tertulis pada Undang-undang Republik Indonesiaa No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS tertulis, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kecakapan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Pendidikan berkeinginan untuk memastikan bahwa siswa mampu This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 54 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ menjadi individu yang beriman, berpengetahuan, cakap, inovatif,mandirii, dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis. Dalam mencapai tujuan untuk mencerdasakan anak bangsa menjadi tantangan termasuk meningkatan mutu dalam pendidikan, relevansi dalam pendidikan dan efektivitas dalam pendidikan dimana sebagai keharusan ditingkat nasional beriringan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat di lingkungan, menerapkan program pendidikan dan kurikulum satuan pendidikan secara realistis. Satu diantara fokus kegiatan belajar menagajar pada tingkat Sekolah Dasar yang memiliki peranan sangat besar adalah pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pendidikan pembelajaran bahasa Indonesia, terutama di sekolah dasar tidak akan terlepas dari 4 keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, ketika siswa tidak memiliki kecakapan dalam menulis dan membaca pada tingkat sekolah dasar, siswa akan menghadapi tantangan pada saat belajar di kemudian hari. Kecakapan menulis dan membaca menjadi acuan dasar yang sangat penting karena tidak hanya dalam pelajaran bahasa Indonesia saja, tetapi juga bagi bidang lain. Dengan menulis, siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam mengekspresikan keinginan dalam bentuk tulisan ketika mereka tidak ingin mengungkapkannya secara lisan. Untuk mencapai tujuan mengembangkan keterampilan menulis, diperlukan pembelajaran yang mampu membuat siswa lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Menulis adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dengan baik oleh siswa (Liando, 2. Pembelajaran tersebut akan melatih imajinasi siswa untuk menuangkan ke dalam sebuah tulisan . Kelas 2 SD merupakan kelas rendah yang masih perlu perhatian khusus dalam hal Peran guru sangat diharapkan dapat membuat peserta didik menjadi lebih mudah memahami materi ajar. Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik. Berdasarkan hasil observasi peneliti, guru kelas 2 SD Plus MIP Marelan belum menggunakan model pembelajaran untuk menunjang kemudahan peserta didik dalam memahami materi ajar khususnya materi pelajaran menulis deskripsi. Guru hanya menceritakan secara lisan dengan menggunakan metode ceramah dan tugas. Tidak ada model pembelajaran atau media yang digunakan guru di kelas seperti menampilkan gambar yang akan dideskripsikan atau menggunakan hal lainnya. Hal ini membuat peserta didik kurang antusias, imajinasi peserta didik menjadi terbatas karena tidak semua peserta didik memiliki kemampuan memahami secara lisan saja. Peserta didik yang tidak tertarik dengan pembelajaran tersebut, membuat ia lebih memilih acuh dan bermain di kelas. Akibatnya, hasil belajar siswa masih banyak yang berada pada kategori tidak tuntas. Padahal aspek menulis adalah salah satu aspek penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mempelajari kepribadian siswa dan strategi pembelajaran yang akan digunakan pada saat mengajar. Satu diantara banyak kegiatan belajar mengajar yang dikenal efektif yakni kegiatan belajar mengajar yang mengikutsertakan anak didik dalam berinteraksi pada sat kegiatan belajar mengajar yaitu dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture. Menurut Kurniasih . Aupicture and picture adalah model pembelajaran secara berkelompok dan mengutamakan adanya kerja sama dengan menggunakan media Ay. Sedangkan menurut Huda . pembelajaran dengan model picture and picture adalah strategi pembelajaran yang mempergunakan gambar sebagai media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, di mana gambar yang digunakan sebagai media cocokkan dan dapat digunakan sebagai acuan peserta didik dalam menuliskan deskripsi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 55 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ sesuai dengan instruksi gambar. Model picture and picture mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Pada dasarnya, model pembelajaran ini mengajak peserta didik agar terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika menggungakan model picture and picture, penulis menginginkan peserta didik agar dapat lebih kreatif dan kritis dalam berpikir dan bertindak dalam kegaitan belajar (Dewi, dkk. Menurut Shoimin . dinyatakan bahwa AuModel pembelajaran Picture and Picture merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan dan diurutkan menjadi urutan yang logisAy. Jadi. Model pembelajaran picture and picture ini merupakan sebuah model pembelajaran dimana guru menggunakan alat bantu seperti media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif Dengan menggunakan alat bantu media gambar tersebut diharapkan siswa dapat mengikuti pelajaran dengan fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan, sehingga apapun pesan yang disampaikan oleh guru, bisa diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati, serta dapat diingat kembali oleh siswa. Pembelajaran ini memilki ciri aktif, kreatif, dan menyenangkan (Liando, 2. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Picture and Picture merupakan model pembelajaran yang menggunakan media gambar yang dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan yang logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran. Melalui gambar, siswa akan mampu lebih mudah mengerti materi pembelajaran yang disampaikan selain itu siswa akan mengetahui hal-hal yang belum pernah dilihatnya. Menurut Hamdani . 1: . Model pembelajaran picture and picture memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : . Guru lebih mengetahui kemampuan tiap- tiap . Melatih siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Adapun kekurangan yang dimiliki model Picture and Picture adalah memakan banyak waktu. Sehingga sulit guru untuk mengatur waktudalam proses pembelajaran. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini berjudul yaitu Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Keterampilan Menulis Narasi, penelitian ini dilakukan oleh Sukmawati. Dantes, dan Dibia pada tahun 2019. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Tinjauan ini didasarkan pada rata-rata skor keterampilan menulis narasi siswa. Rata-rata skor keterampilan menulis narasi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture adalah 74,53 berada pada kategori tinggi dan rata-rata skor keterampilan menulis narasi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional adalah 54,44 berada pada kategori sedang. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian adalah signifikan. METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif. Menurut Dantes . alam Gunaya, 2021:. Metode analisis statistik deskriptif adalah teknik pengolahan data yang dilakukan dengan menerapkan rumus statistik deskriptif untuk menggawmbarkan ratarata (Mea. pada objek tertentu sehingga diperoleh kesimpulan umum. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kelas (PTK), menurut Arikunto dkk . adalah suatu kegiatan berupa sebuah tindakan, yang secara sengaja dimunculkan dan benar terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan yang disebut pencermatan kegiatan. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 56 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Analisis data yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dimana peneliti mengunpulkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dimana peneliti menggunakan data pada hasil prasiklus hingga siklus II dan data kualitatif yang didapat ketika melakukan observasi dan analisis lapangan. Alat pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu tes dimana peneliti menggunakan beberapa poin soal atau instrumen soal untuk mengukur hasil belajar siswa dikelas yang melakukan perbaikan, kemudian observasi menggunakan lembar observasi, lalu diskusi menggunakan hasil pengamatan, dan yang terakhir dokumentasi menggunakan foto dalam proses Penelitian dilakukan oleh siswa kelas 2 SD Plus MIP Marelan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Perencanaan Dalam proses ini, peneliti akan melalukan perencanaan adalah sebagai berikut: Merencanakan pelaksanaan pembelajaran sesuai kurikulum. Menentukan topik penting dalam kegaiatan belajar mengajar. Membuat media yang akan di gunakan dalam pembelajaran. Membuat alat penilaian yang akan digunakan Meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada pelaksanaan prasilklus ada 26 siswa yang menjadi subjek penelitian. Dari hasil nilai 26 siswa tersebut, 14 peserta didik belum mencapai standar ketuntasan minimal dan 12 Peserta didik sudah mencapai standar ketuntasan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. hasil prasiklus menunjukkan bahwa masih banyak siswa kelas 2 SD Plus MIP Marelan masih belum mampu mendeskripsikan gambar yang telah disediakan oleh guru. Hasil prasiklus dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Tuntas Tidak Tuntas Gambar 1. Grafik Hasil Nilai Prasiklus Gambar 1 menunjukkan bahwa rata-rata hasil kegiatan belajar siswa pada kelas 2 SD Plus MIP Marelan pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis adalah 63,7, jumlah ini menujukkan bawa peserta didik masih belum mampu untuk menulis This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 57 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ deskripsi berdasarkan gambar dan sejalan dengan hal itu maka peneliti perlu melakukan perbaikan pembelajaran. Diantara 26 peseta didik, hanya 12 siswa yang mampu menuliskan deskripsi pada gambar dan mencapai standar ketuntasan dengan presentase ketuntasan 46,15 %. Pengamatan Setelah melakukan perencanaan dan pengamatan, peneliti kemudian melakukan refleksi dengan hasil sebagai berikut. dilihat pada hasil pengamatan yang telah dilakukan pada saat melakukan kegiatan belajar mengajar, maka kita dapat mengetahui bahwa pembelajran yang diperoleh nilainya masih kurang baik dapat kita lihat dari tingkat ketercapaian siswa. Dilihat dari hasil nilai evaluasi pra siklus hanya 12 orang peserta didik dari 26 siswa yang mendapatkan nilai yang mencapaistandar ketuntasan. Tidak tercapainya standar ketuntasan ini dikarenakan kurangnya penggunaan model pembelajaran yang menarik oleh guru dan kurangnya perhatian siswa saat guru memberikan penejalasan. Siklus I Dalam siklus I perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picure and picture dalam menambah keterampilan menulis deskripsi siswa. Berdasarkan identifikasi, observasi bersama observer siklus I berikut grafik hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan. Tuntas Tidak Tuntas Gambar 2. Grafik Hasil Nilai Siklus I Rata-rata hasil belajar peserta didik di kelas 2 SD Plus MIP Marelan pada pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis adalah 72,2. Dari 26 Peserta didik, yang mencapai standar ketuntasan sebanyak 18 siswa, jika dituliskan dalam bentuk persentase ketuntasan yaitu sebanyak 69,23%. Kemudian dari kegiatan perbaikan prasiklus, dan dilanjutkan dengan kegiatan perbaikan siklus I kelas 2 SD Plus MIP Marelan dan mengalami peningkkatan persentase dalam standar ketuntasan dari 46,15% menjadi 69,23 %. Rata-rata nilai yang dilakukan pada siklus ini masih belum mencapai standar ketuntasan, selain itu presentase ketuntasan siswa belum mencapai hasil maksimal pada perbaikan pembelajaran yang sudah direncakanakn oleh penulis yaitu dengan presentase 69,23%. Siklus II Pada siklus II ini, peneliti melanjutkan kegiatan perbaikan pembelajaran, dimana kegiatan perbaikan pembelajaran ini masih dengan menggunakan model pembelajaran This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 58 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ picure and picture untuk menambah kemampuan siswa dalam menulis deskripsi. Berdasarkan identifikasi, observasi siklus I yang mengikuti hasil belajar siswa: Tuntas Tidak Tuntas Gambar 3. Grafik Hasil Nilai Siklus II Dengan penyajian tabel tersebut peneliti dapat mengetahui bahwa hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan hasil belajar dan perbaikan pembelajran rata-rata siklus II adalah 79,46 terdapat 26 siswa dengan hasil belajar yang memuaskan dan tidak ada siswa yang berada dibawah standar ketuntasan, sehingga persentase ketuntasannya yaitu 100%. Peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat mulai dari kegiatan prasiklus, siklus I dan siklus II berturut-turut meningkat dilihat dari nilai rata-rata peserta didik yaitu 63,7, 69,23, dan 79,46. Pada kegiatan prasiklus ada 12 peserta didik dengan hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai rata-rata peserta didik adalah 63,7 dengan persentase ketuntasan 46,15%, sementara itu ada 16 peserta didik dengan hasil belajar tidak tuntas. Pada kegiatan siklus I ada 18 peserta didik dengan hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai rata-rata peserta didik adalah 69,23 dengan persentase ketuntasan 61,25%, sementara itu ada 8 peserta didik dengan hasil belajar tidak tuntas. Pada kegiatan siklus II seluruh peserta didik memiliki hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai rata-rata peserta didik adalah 79,46 dengan persentase ketuntasan yaitu 100%. Peningkatan hasil belajar mulai dari prasiklus, siklus I, dan siklus II menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik pada penerapan model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menulis deskrpsi siswa kelas 2 SD Plus MIP Marelan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Pratiwi dan Aslam . yang mengungkapkan bahwa penggunaan model pembelajaran picture and picture terbukti dapat memancing keaktifan, keberanian, dan juga kemampuan berpikir kreatif siswa karena siswa diminta untuk mendeskripsikan gambar dan menceritakannya secara tulisan. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dewi & Wardani . dimana dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa terdapat terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Kemampuan berpikir kreatif matematis yang merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki dan dikembangkan pada siswa dari tingkat SD sampai tingkat perguruan tinggi. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 59 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ KESIMPULAN Peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat mulai dari kegiatan prasiklus, siklus I dan siklus II berturut-turut meningkat dilihat dari nilai rata-rata peserta didik yaitu 63,7, 69,23, dan 79,46. Pada kegiatan prasiklus ada 12 peserta didik dengan hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai rata-rata peserta didik adalah 63,7 dengan persentase ketuntasan 46,15%, sementara itu ada 16 peserta didik dengan hasil belajar tidak tuntas. Pada kegiatan siklus I ada 18 peserta didik dengan hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai ratarata peserta didik adalah 69,23 dengan persentase ketuntasan 61,25%, sementara itu ada 8 peserta didik dengan hasil belajar tidak tuntas. Pada kegiatan siklus II seluruh peserta didik memiliki hasil belajar mencapai nilai ketuntasan dan nilai rata-rata peserta didik adalah 79,46 dengan persentase ketuntasan yaitu 100%. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis deskripsi dengan menggunakan model picture and picture meningkat dan penerapan model tersebut sangat membantu dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk siswa kelas 2 SD Plus MIP Marelan. DAFTAR PUSTAKA