Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi. Yos Andy Tangkasiang Universitas PGRI Palangka Raya Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui pengetahuan siswa terhadap materi mata pelajaran geografi tentang lingkungan hidup, . mengetahui sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup di sekolah, . Untuk mengetahui peranan materi mata pelajaran geografi dalam penanaman sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena jumlah populasinya hanya 48 siswa SMA PGRI 2 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019. Ada dua variabel yang diteliti yaitu pengetahuan siswa tentang materi mata pelajaran geografi tentang lingkungan hidup sebagai variabel bebas dan sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup sebagai variabel Data diperoleh dengan menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif persentase dan analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . tingkat pengetahuan siswa yang terkait dengan penanaman sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup tergolong tuntas dengan persentase mencapai 70,8%, selebihnya 29,2% masih tergolong belum tuntas, . sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan tergolong baik, terbukti dari 87,5% siswa memiliki sikap untuk mengelola sampah di lingkungan sekolah, 87,5% siswa memiliki sikap yang baik untuk menjaga kebersihan WC, 83,3% siswa memiliki sikap yang baik untuk menjaga kebersihan ruang pembelajaran dan 66,7% siswa memiliki sikap yang baik untuk menjaga kebersihan taman sekolah, . peranan materi mata pelajaran geografi tentang lingkungan hidup berpengaruh positif terhadap sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup, terbukti dari hasil analisis regresi diperoleh Fhitung = 29,587 > Ftabel . Dilihat dari koefisien determinasi sebesar sebesar 39,1% menunjukkan bahwa kontribusi materi ajar geografi dalam penanaman sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup mencapai 39,1%. Kata kunci : Materi Ajar Geografi. Sikap. Pengelolaan Lingkungan Hidup berpengaruh terhadap ekosistem permukaan PENDAHULUAN Permasalahan bumi, sedangkan pada tingkat lokal telah dirasakan manusia pada tingkat global banyak kasus-kasus kerusakan lingkungan sampai ke tingkat lokal. Gejala kerusakan sebagai akibat ulah aktivitas manusia dalam lingkungan dapat disaksikan baik secara memanfaatkan sumberdaya lingkungan di langsung atau tidak langsung. Kerusakan luar batas daya dukung alam. pada tingkat global sudah tampak adanya Pembangunan sikap dan perilaku yang gejala perubahan iklim global sebagai akibat bertanggung jawab terhadap lingkungan menipisnya lapisan ozon dan diperkirakan dapat dilakukan sejak usia dini secara efektif PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 melalui proses pembelajaran, baik di sekolah Pendekatan Pemahaman membangun paket pendidikan ke dalam dimulai dari sekolah taman kanak-kanak. Pendekatan integratif tercermin dalam empat Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama, hal yaitu: . intergrasi dalam kurikulum dan Sekolah Menengah Atas bahkan sampai (GBPP), . terintegrasi Perguruan pelajaran didasarkan pada GBPP yang telah memberikan pemahaman yang mendalam diintegrasikan, . integrasi dalam proses Tinggi dalam satuan belajar mengajar dan . integrasi dalam penilaian baik formatif maupun sumatif. mempunyai perilaku yang rasional dan Model pendekatan kedua cocok untuk bertanggung jawab terhadap lingkungannya. pendidikan formal pada tingkat SD sampai Perilaku ke SMA karena tidak menambah jam lapisan sosial yang mencintai tanah air diwujudkan dengan mengelola sumber daya pelaksanaannya lebih efisien. Meskipun, mengedepankan sumber daya lingkungan banyak guru bidang studi yang diberi sebagai modal utama dalam menjamin pembekalan pengetahuan PLH dalam materi keberlangsungan pembangunan. Penyampaian Pendidikan Keterlibatan guru dalam pengintegrasian Lingkungan Hidup dapat ditempuh melalui dua pendekatan yaitu pendekatan monolitik dan integratif. Pendekatan monolitik artinya pengetahuan lingkungan akan lebih cepat pendekatan yang didasarkan pada pemikiran tersebar ke peserta didik. Guru dalam melaksanakan pendekatan integratif dituntut untuk mempelajari materi mempunyai tujuan tertentu dalam kesatuan lingkungan yang telah diintegrasikan ke ditempuh dengan cara membangun disiplin dalam bidang studi. Guru harus mempelajari seperti pendidikan pengelolaan lingkungan hidup, yang kedudukannya dalam kurikulum pembelajaran dan harus mampu membuat sama dengan mata pelajaran lainnya. satuan pelajaran yang telah terintegrasi. Pendekatan Selain itu, guru harus mampu membuat dan PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 menciptakan alat evaluasi serta media pembelajaran yang terintegrasi. Materi Pelaksanaan proses belajar mengajar yang mengintegrasikan PLH perlu kegiatan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana lingkungan hidup secara eksplisit masuk di dalam mata pelajaran Geografi SMA seperti: dilakukan bukan hanya pada kawasan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kognitif, tetapi juga afektif . siswa terhadap lingkungan hidup. Kesulitan para Evaluasi guru menyusun instrumen pengukuran sikap menyebabkan variabel sikap tidak pernah . iofisik, sosial-ekonomi, diukur, padahal sikap merupakan variabel yang penting, karena dengan memiliki sikap pembangunan dan upaya mengatasinya. hidup yang baik, orang diarahkan untuk pembangunan berwawasan lingkungan dan berbuat baik terhadap lingkungan. Kesulitan kualitas lingkungan untuk guru mengadakan evaluasi afektif . kelangsungan hidup. kerusakan lingkungan siswa merupakan alasan penelitian ini usaha pelestarian lingkungan hidup. dilakukan yaitu mengukur bagaimana sikap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. siswa terhadap pengelolaan lingkungan di SMA PGRI 2 Palangka Raya. (Wardiyatmoko, 2. Dampak kepada peserta didik sejak dini terhadap pengelolaan lingkungan hidup, tidak dapat memerlukan waktu yang lama. Investasi memerlukan waktu lama dan menuntut kesabaran dari berbagai pihak. Upaya terus menerus dalam bentuk penyadaran dan pemberdayaan peserta didik dan pelaku pendidikan terutama guru dalam bidang lingkungan merupakan langkah strategis untuk menjamin keselamatan lingkungan METODE PENELITIAN Subyek penelitian ini adalah semua siswa SMA PGRI 2 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019, yang berjumlah 48 siswa. Dikarenakan jumlah siswa SMA PGRI 2 Palangka Raya hanya 48 siswa, maka dalam penelitian ini semua siswa dijadikan sampel. Sehingga penelitian populasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) adalah materi mata pelajaran geografi. Variabel terikat (Y) adalah pengelolaan lingkungan hidup siswa. dan keberlanjutan pembangunan. PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Metode pengumpulan data penelitian menggunakan: kuesioner/angket, observasi. Menghitung persentase dengan rumus DP = n / N x 100 % dan dokumentasi. Instrumen Keterangan: penelitian ini adalah angket/kuesioner yang : Persentase nilai yang diperoleh bersifat tertutup dengan jawaban yang sudah : Jumlah keseluruhan responden disediakan dalam bentuk pilihan ganda. Angket tersebut berisi daftar pertanyaan yang berkaitan dengan kontribusi materi mata pelajaran geografi dalam penanaman lingkungan hidup. Berdasarkan kisiAekisi tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi n : Jumlah jawaban responden (Ali , 1987:. Nilai selanjutnya dibandingkan dengan kriteria persentase untuk ditarik kesimpulan. Adapun langkah-langkah pembuatan kriteria persentase adalah: Mencari Persentase Maksimal pertanyaan yang terdapat dalam lembar angket, sebelum digunakan angket tersebut diujicobakan pada siswa sampel penelitian. Uji = 100% Mencari Persentase Minimal validitas dan reliabilitas angket. Metode analisis data penelitian: Menghitung Deskriptif Porsentase Data dari hasil angket siswa tentang lingkungan hidup dianalisis secara deskriptif persentase dengan langkah-langkah sebagai = 100% . Menghitung rentang persentase Persentase Maksimal Persentase Minimal = 100% - 25% Tabel 1. Tingkat skor Pilihan Skor = 75% Menentukan banyaknya kriteria Kriteria dibagi menjadi 4, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi Merekap nilai Menghitung frekuensi untuk tiap kategori jawaban yang ada pada masingAemasing PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 . Menghitung rentang kriteria untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini diperoleh, rumus yang digunakan adalah chi . Membuat tabel persentase Tabel 2. Persentase sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup Kelas Interval 25,00% - 43,74% 43,75% - 62,49% 62,50% - 81,24% 81,25% - 100% Kriteria Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Oc Keterangan: x2 = Chi Kuadrat Hasil ii = frekuensi pengamatan Ei = frekuensi yang diharapkan (Sudjana, 1996: Untuk pengetahuan siswa terhadap materi mata Menentukan persamaan regresi linier pelajaran geografi tentang lingkungan hidup Bentuk persamaan regresi Y dan X adalah dapat dilihat dari batas ketuntasan yaitu 65. = a bX Batas ketuntasan 65 ini ditentukan oleh guru Rumus koefisien a dan b adalah: berdasarkan kondisi siswa dan mengacu pada ketentuan kurikulum yang berlaku. Apabila nilai kurang dari 65, tergolong belum tuntas dan sebaliknya apabila > 65 Keterangan: tergolong tuntas. Analisis regresi linier sederhana Metode mengalisis data penelitian tentang pengaruh mata pelajaran geografi dalam penanaman = Koefisien a = Jumlah skor X = Koefisien b = Jumlah skor Y = Jumlah responden AeXY = Jumlah hasil perkalian antara skor X lingkungan hidup pada siswa SMA PGRI 2 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019. AeX Langkah-langkah dalam analisis regresi AeY = Jumlah seluruh kuadrat skor Y linier sederhana adalah sebagai berikut: (Sudjana, 1996: . = Jumlah seluruh kuadrat skor X Uji Normalitas Data Uji PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Uji keberartian persamaan regresi dan uji Oo (Sudjana, 1996: . Untuk menguji keberartian regresi dan kelinieran garis regresi digunakan analisis n = Banyaknya sampel varians seperti tabel berikut: Tabel 3. Tabel ANAVA uji keberartian Sumber Variasi Total Regresi . (OcYi )2 / n (OcYi )2 / n Regresi . JKreg = JK. S2reg = JK. Residu nAe2 JKres = Oc(Yi Oe Tuna Cocok kAe2 JK(TC) Kekeliruan JK(E) ( ) t = Koefisien korelasi dengan derajat kebebasan n-2 persamaan regresi dan kelinieran Keterangan: Jika t > ttabel maka disimpulkan koefisien korelasi r tersebut signifikansi Koefisien determinisme Untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan rumus sebagai berikut: (Sudjana, 1996: . Keterangan: Analisis korelasi digunakan untuk variabel bebas dan variabel terikat, rumus yang digunakan adalah: Oo* (Sudjana, 1996: . Analisis Korelasi ) * r2 = Koefisien korelasi b = Koefisien regresi n = Jumlah data X1 = Skor variabel X Y1 = Skor variabel Y (Sudjana, 1996: . Keterangan HASIL PENELITIAN Pengetahuan Siswa terhadap Materi rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y Mata Lingkungan Hidup = Jumlah responden XiY = Jumlah hasil kali antara skor X dan Y Pelajaran Geografi Pengetahuan siswa terhadap materi Yi = Jumlah seluruh skor mata pelajaran geografi tentang lingkungan X2i hidup dapat dilihat dari 7 indikator yaitu: = Jumlah seluruh kuadrat skor X Y i = Jumlah seluruh kuadrat skor Y Selanjutnya harga t yang diperoleh diuji signifikansinya dengan uji t dengan rumus sebagai berikut: pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 . iofisik, sosial-ekonomi, pembangunan dan upaya mengatasinya, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, kualitas lingkungan untuk kelangsungan hidup, kerusakan lingkungan hidup, usaha pelestarian lingkungan hidup. Gambaran tentang pengetahuan siswa dari ketujuh indikator tersebut dapat dilihat pada Tabel 5. Gambaran Umum Pengetahuan Siswa Terhadap Materi mata pelajaran Geografi Tentang Lingkungan Hidup Nilai Kriteria Frekuensi Persentase > 65 Tuntas < 65 Belum tuntas Jumlah (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Sikap Siswa terhadap Pengelolaan Lingkungan Hidup di Sekolah Sikap siswa terhadap pengelolaan lingkungan hidup di sekolah dapat dilihat Tabel 4. Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Lingkungan Hidup dari empat komponen yaitu: sikap siswa Indikator Pengetahuan Siswa Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan Kualitas lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu . iofisik, sosial-ekonomi, dan buday. Keterbatasan ekologis dalam pembangunan dan upaya Nilai Kriteria Tuntas kebersihan MCK, menjaga kebersihan ruang Tidak Tuntas Sikap siswa dalam pengelolaan sampah Tuntas pembelajaran, menjaga kebersihan taman Sikap Pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan Kualitas lingkungan untuk kelangsungan hidup Tuntas Kerusakan lingkungan hidup Tidak Usaha pelestarian lingkungan hidup Tuntas sampah tergolong baik. lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Sikap Siswa Dalam Pengelolaan Sampah Interval Kriteria 81,26 - 100,0 Sangat baik 62,51 - 81,25 Baik 43,76 - 62,50 Kurang baik tentang materi mata pelajaran geografi 25,00 - 43,75 Tidak baik (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Secara Jumlah masih tergolong baik, karena telah melebihi batas tuntas . Dari 48 siswa yang diteliti ternyata 34 siswa telah mencapai ketuntasan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel Frekuensi Persentase (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap yang baik karena memiliki sikap yang positif untuk membuang sampah di tempat sampah, menjaga ketersediaan tempat sampah, dan mengumpulkan sampah di tempat sampah. PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Sikap siswa dalam Menjaga Kebersihan Berdasarkan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa Sikap siswa dalam menjaga kebersihan memiliki sikap yang baik untuk menjaga WC tergolong baik. lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Sikap Siswa dalam Menjaga Kebersihan sampah di tempat sampah yang telah Interval Kriteria Frekuensi Persentase 81,26 - 100,0 Sangat baik 62,51 - 81,25 Baik 43,76 - 62,50 Kurang baik ruang kelas, 25,00 - 43,75 Tidak baik dinding, meja dan kursi di ruang kelas. Jumlah membersihkan sepatu sebelum memasuki dan tidak mencoret-coret Sikap siswa dalam Menjaga Kebersihan (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap yang baik untuk menjaga kebersihan WC karena sudah memiliki kesadaran untuk menyiram toilet, menutup WC setelah menggunakannya. Di samping itu siswa memiliki kesadaran untuk menutup keran air dan tidak mencoret-coret dinding saat menggunakan WC. Taman Sekolah Sikap lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Sikap Siswa dalam Menjaga Kebersihan Taman Sekolah Interval Kriteria Frekuensi Persentase 81,26 - 100,0 Sangat baik 62,51 - 81,25 Baik 43,76 - 62,50 Kurang baik 25,00 - 43,75 Tidak baik (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Berdasarkan Ruang Pembelajaran kebersihan taman sekolah tergolong baik. Jumlah Sikap siswa dalam Menjaga Kebersihan Sikap siswa dalam menjaga kebersihan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa ruang pembelajaran tergolong baik. memiliki sikap yang baik untuk menjaga jelasnya dapat dilihat pada tabel 8. kebersihan taman sekolah, karena siswa Tabel 8. Sikap Siswa dalam Menjaga Kebersihan Ruang Pembelajaran memiliki kesadaran untuk menyiram taman secara teratur, membuang sampah di tempat Interval Kriteria Frekuensi Persentase 81,26 - 100,0 Sangat baik sampah yang sudah disediakan. Mereka juga 62,51 - 81,25 Baik 43,76 - 62,50 Kurang baik 25,00 - 43,75 Tidak baik membersihkan tanaman liar yang tumbuh di taman sekolah. Jumlah (Sumber: Hasil Penelitian, 2. PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 sebesar 7,81. Karena AAhitung kurang dari Uji Prasyarat Analisis AAtabel yang berarti bahwa data pada variabel pelajaran geografi dalam penanaman sikap tersebut berdistribusi normal. siswa dengan pengelolaan lingkungan hidup . Uji Normalitas Variabel Sikap Siswa dianalisis menggunakan analisis regresi. Terhadap Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan syarat bahwa data berdistribusi Hasil normal dan linier. menggunakan uji chi kuadrat untuk variabel Uji Normalitas Data Pengujian lingkungan hidup dapat dilihat pada tabel penelitian ini menggunakan uji chi kuadrat. Apabila diperoleh nilai chi kuadrat kurang Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Data Variabel Sikap Terhadap Pengelolaan Lingkungan Hidup dari chi kuadrat tabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = k-3, dengan k adalah banyak kelas interval, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Kelas Interval . Uji Normalitas Variabel Pengetahuan Siswa tentang Lingkungan Hidup Hasil (Oi-E. A Batas Kelas Z untuk batas kls. Peluang Luas Kls. Untuk Z menggunakan uji chi kuadrat untuk variabel pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Terlihat dari tabel di atas, diperoleh dapat dilihat pada tabel 10. AAhitung Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Data Variabel Pengetahuan Siswa Tentang Lingkungan Hidup signifikansi 5% dengan dk = 6 Ae 3 = 3. Kelas Interval Luas Peluang Kls. Untuk (Oi-E. A Batas Kelas Z untuk batas kls. (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Terlihat dari tabel di atas, diperoleh AAhitung sebesar 4,066. Pada taraf signifikansi 2,7741. Pada diperoleh AAtabel sebesar 7,81. Karena AAhitung kurang dari AAtabel yang berarti bahwa data pada variabel tersebut berdistribusi normal. Uji Linieritas Uji linieritas dalam penelitian ini menggunakan uji F. Apabila diperoleh nilai Fhitung < Ftabel yang berarti bahwa hubungan antara variabel membentuk garis lurus. Lebih jelasnya hasil uji linieritas dapat dilihat pada tabel berikut. 5% dengan dk = 6 Ae 3 = 3, diperoleh AAtabel PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Tabel 12. Uji Linieritas Sumber Variasi Tuna Cocok Ftabel Kriteria pelajaran geografi dalam penanaman sikap siswa dengan pengelolaan lingkungan hidup. Galat Dengan kata lain ada pengaruh materi mata Linier Analisis Korelasi dan Determinasi Berdasarkan hasil analisis korelasi (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Terlihat pada tabel di atas, diperoleh dengan sikap siswa terhadap pengelolaan Fhitung = 1,386. Pada taraf kesalahan 5% lingkungan hidup sebesar 0,626. Besarnya dengan dk1 = 8 berbanding dk 2 = 38 diperoleh Ftabel = 2,194. Karena nilai Fhitung < materi mata pelajaran geografi tentang Ftabel, dapat disimpulkan bahwa hubungan lingkungan hidup terhadap sikap siswa antara kedua variabel bersifat linier. Peranan dapat dilihat dari koefisien determinasi yaitu Materi Mata Pelajaran . 2 x100% = 39,1%. Siswa Pembahasan Pengelolaan Sikap siswa terhadap pengelolaan Lingkungan Hidup lingkungan hidup perlu dipupuk sejak dini. Analisis Regresi Linier Sederhana Untuk Geografi dalam Penanaman Sikap Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan pengaruh materi mata pelajaran geografi Lingkungan dalam penanaman sikap siswa terhadap mengembangkan anak didik agar memiliki pengelolaan lingkungan hidup dapat dilihat sikap dan tingkah laku kependudukan dan dari hasil uji hipotesis seperti pada tabel 13. mengelola lingkungan hidup secara rasional Tabel 13. Uji Hipotesis Sumber Variasi Total Regresi . Reresi . Residu (S) Ftabel Hidup lingkungan dan penggunaan sumber alam (Sumber: Hasil Penelitian, 2. (Depdikbud. Terlihat dari tabel di atas, nilai Fhitung = 1994:. Sesuai dengan tujuan tersebut sikap Pada taraf signifikansi 5% dengan pengelolaan lingkungan perlu dibina dan dk 1 = 1 berbanding dk 2 = 46 diperoleh dikembangkan, sebab dengan adanya sikap Ftabel = 4,052. Karena Fhitung > Ftabel, dapat yang baik diharapkan terbentuk perilaku PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Penanaman sikap yang baik dan peduli terhadap pengelolaan sampah. menjadi kunci utama agar tujuan pendidikan Penanaman Dari hasil observasi menunjukkan bahwa tempat sampah tidak hanya di depan tersebut dalam kehidupan di sekolah seperti kelas, namun tersedia di ruangan TU, guru di SMA PGRI 2 Palangka Raya dapat maupun kepala sekolah. Sampah yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan berada di setiap tempat sampah selanjutnya sikap siswa untuk menjaga lingkungan di sekitar sekolah seperti pengelolaan sampah, pembuangan akhir. Sampah anorganik dan yang organik ditimbun, namun pengelolaan WC, menjaga kebersihan taman sekolah. masih belum dipisahkan antara yang organik Terkait dengan keempat indikator yang non Ditinjau tersebut ternyata sebagian besar dari siswa tergolong baik. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa sampah-sampah tidak Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak berserakan disembarang tempat, namun 87,5% siswa telah menunjukkan sikap yang sudah terkumpul di tempat sampah yang baik dalam pengelolaan sampah. Hal ini Siswa juga memiliki kesadaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pandangan yang positif terhadap sampah, terbukti dari hasil observasi yang pengelolaan sampah dan tempat sampah menunjukkan bahwa tempat sampah masih yang baik. dalam kondisi baik, tidak rusak dan masih Mereka senang terhadap pengelolaan sampah dan berada pada tempatnya. memiliki kemampuan yang baik untuk Berdasarkan hasil penelitian ternyata berusaha mengikuti pengelolaan sampah sebagian besar siswa memiliki sikap yang yang baik. Mereka memiliki sikap untuk baik untuk menjaga kebersihan WC. Dari selalu membuang sampah di tempat sampah data terdapat 87,5% siswa memiliki sikap yang telah disediakan dan selalu menjaga yang baik dalam menjaga kebersihan WC. Mereka memiliki pandangan yang positif Sampah- sampah yang terkumpul dibuang di tempat pembuangan akhir yang berada di depan perasaan senang terhadap pengelolaan WC Sikap dan tindakan siswa untuk dan memiliki kemampuan yang baik untuk berusaha mengikuti pengelolaan WC secara merupakan salah satu bentuk pengelolaan Sikap yang positif untuk menjaga WC. PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 kebersihan WC ditunjukkan dari sikap siswa Berdasarkan hasil observasi diperoleh yang selalu menyiram toilet setelah selesai gambaran bahwa di setiap ruangan kelas menggunakanya, mematikan kran dan tidak mencoret-corert dinding WC serta kemoceng, penghapus dengan kondisi yang menutup pintu agar tidak menimbulkan bau. di samping itu lantai, dinding dan meja Berdasarkan serta kursinya dalam keadaan cukup bersih. menunjukkan bahwa kondisi WC di SMA Hal ini disebabkan karena berjalannya PGRI 2 Palangka Raya tergolong cukup jadwal piket di setiap kelas oleh siswa. Sikap siswa yang baik untuk menjaga Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan WC tersebut karena tersedianya sikap siswa untuk menjaga kebersihan taman sarana pendukung yang memadai seperti air sekolah tergolong baik. Hal ini terbukti dari dalam kondisi bersih, adanya tempat sampah data yang menunjukkan bahwa 66,7% siswa di dalam WC, sehingga bebas dari sampah. memiliki sikap yang baik, meskipun masih Berdasarkan hasil penelitian ternyata sebagian besar siswa sudah memiliki sikap ada 31,3% siswa yang masih memiliki sikap kurang baik untuk menjaga taman sekolah. yang baik dalam menjaga kebersihan ruang Tingginya sikap siswa dalam hal pembelajaran yaitu kelas. Berdasarkan data pengelolaan sampah, menjaga kebersihan yang diperoleh sebanyak 83,3% siswa WC, ruangan pembelajaran maupun taman memiliki sikap yang baik bahkan 12,5% memiliki sikap yang sangat baik untuk pembelajaran tentang lingkungan hidup yang menjaga kebersihan ruang pembelajaran. terintegrasi pada mata pelajaran geografi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki Pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup padangan yang baik tentang pengelolaan tergolong cukup baik sehingga memberikan Siswa juga merasa senang dan memiliki kemampuan yang baik untuk usaha pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan mengikuti dalam hal pengelolaan kelas. Sikap yang positif untuk menjaga kebersihan Hal ini terbukti dari hasil analisis regresi diperoleh Fhitung = 29,587 > Ftabel = banyaknya siswa yang membuang sampah di 4,052 sehingga hipotesis diterima yang tempat sampah yang tersedia di depan kelas. berarti adanya pengaruh yang signifikan Ketika memasuki ruang kelas sebagian besar pengetahuan siswa tentang materi mata siswa membersihkan sepatu agar tidak pelajaran geografi yang berkaitan dengan mengotori lantai. lingkungan hidup terhadap sikap siswa PERANAN MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN SIKAP SISWA SMA PGRI 2 PALANGKA RAYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Dedy Norsandi & Yos Andy Tangkasiang Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 terhadap pengelolaan lingkungan hidup. pengelolaan lingkungan hidup tergolong Berdasarkan data yang diperoleh ternyata sebanyak 70,8% memiliki pengetahuan yang 70,8%, baik . Tingginya pengetahuan ini tergolong belum tuntas. menjadi modal dasar bagi siswa untuk 2. Sikap 29,2% bersikap peduli terhadap lingkungan hidup di lingkungan tergolong baik, terbukti dari sekolah yaitu mengelola sampah, menjaga 87,5% siswa memiliki sikap siswa untuk kebersihan WC, menjaga kebersihan ruang mengelola sampah di lingkungan sekolah, pembelajaran dan menjaga kebersihan taman 87,5% siswa memiliki sikap yang baik Dari analisis regresi diperoleh untuk menjaga kebersihan WC, 83,3% koefisien determinasi sebesar 39,1% yang siswa memiliki sikap yang baik untuk menjaga kebersihan ruang pembelajaran dan 66,7% siswa memiliki sikap yang siswa sebesar 39,1%, selebihnya dipengaruhi baik untuk menjaga kebersihan taman oleh faktor lain. Faktor tersebut seperti budaya bersih di lingkungan yang tercipta 3. Materi memberikan kontribusi terhadap sikap satunya adalah setiap siswa wajib menjaga siswa terhadap pengelolaan lingkungan kebersihan di lingkungan sekolah. Budaya hidup, terbukti dari analisis regresi bersih juga ditanamkan kepada siswa melalui diperoleh Fhitung = 29,587 > Ftabel . kegiatan setiap hari Jumat setelah senam Dilihat dari koefisien determinasi sebesar pagi yang diwajibkan untuk membersihkan 39,1% menunjukkan bahwa kontribusi lingkungan sekolah. Berjalannya regu piket materi mata pelajaran geografi dalam setiap harinya tergolong lancar sehingga sehingga kedisiplinan siswa untuk menjaga pengelolaan lingkungan hidup pada siswa SMA PGRI 2 Palangka Raya mencapai 39,1%. PENUTUP Saran