P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINDENTIFIKASI UNSUR NASKAH DRAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER PADA SISWA KELAS XI SMK 13 MERANGIN Jasmuri SMK 13 Merangin. Indonesia Email: jasmuri2222@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model pembelajaran treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tahapan pratindakan. Siklus I dan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes dan non-tes . asil Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68,66 dengan ketuntasan klasikal 53,33%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 73,33 dengan ketuntasan klasikal 73,33%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 78,66 dengan ketuntasan klasikal 93,33%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 4,67 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 20%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 5,33 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 20%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 10 dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 40%. Berdasarkan hasil PTK dapat disimpulkan jika kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model pembelajaran treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin dapat meningkat. Kata kunci: meningkatkan, model. Treffinger, unsur, naskah, drama. EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITY TO IDENTIFY ELEMENTS OF DRAMA SCRIPTS THROUGH THE TREFFINGER LEARNING MODEL IN CLASS XI STUDENTS OF VOCATIONAL SCHOOL 13 MERANGIN ABSTRACT The aim of this research is to increase the ability to identify elements of drama scripts through the treffinger learning model in class XI students at SMK 13 Merangin. The research method used is Classroom Action Research with pre-action stages. Cycle I and Cycle II. Data collection using test and non-test techniques . bservation result. In the pre-action results, it was found that the average score was 68. 66 with classical completeness of 53. In the first cycle of activities, it was found that the average score was 73. 33 with classical completeness of 73. In cycle II it was found that the average score was 78. 66 with classical completeness of 93. Based on the results, the average increase from pre-action to cycle I was 4. 67, while the increase in classical completion from pre-action to cycle I was 20%. From Cycle I to Cycle II, it was found that the average increase in score was 5. 33, while completion increased by 20%. Furthermore, the average increase in the pre-action score to cycle II was 10 with classical completeness from pre-action to cycle II being 40%. Based on the PTK results, it can be concluded that the ability to identify drama script elements through the Treffinger learning model in class XI students at SMK 13 Merangin can improve. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Keywords: improve, model. Treffinger, elements, script, drama. PENDAHULUAN Kurikulum 2013 yang tertuang di dalam silabus, disebutkan bahwa salah satu pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK bertujuan untuk berkembangnya potensial peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Hasbullah, 2015:. Sementara Latifah . tujuan pendidikan adalah mengantarkan anak untuk mencapai pemahaman yang dapat mereka ungkapkan melalui lisan, tulis atau kerangka berfikir yang positif. Pada kurikulum 2013 ini pentingnya keseimbangan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pembelajaran ini dibentuk dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Kompetensi yang diharapkan tidak hanya pada salah satu aspek, tetapi pada ketiga aspek . engetahuan, keterampilan, dan sika. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, salah satu keterampilan yang sangat penting adalah keterampilan mengindentifikasi. Mengidentifikasi teks merupakan suatu keterampilan untuk mengadakan reproduksi dari hasil-hasil karya yang sudah ada. Salah satu materi pelajaran sastra di kelas XI SMK adalah mengidentifikasi unsur naskah drama sebagaimana terdapat dalam silabus standar Kompetensi Dasar 3. mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton. Drama bermaksud sebagai bentuk karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakuan dan dialog (Kosasih, 2019:. Siswa dituntut memahami unsur naskah drama yang sehingga dapat menteladani nilai-nilai yang ada di dalamnya. Berkaitan dengan mengidentifikasi unsur naskah drama diketahui jika siswa yang belum memahami mengidentifikasi unsur naskah drama dengan baik. Hal ini mengakibatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur naskah drama masih rendah dalam mencapai KKM 73. Berdasarkan hasil ulangan harian diketahui jika dari 15 siswa, yang sudah mencapai KKM sebanyak 8 orang . ,33%) sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 7 orang . ,67%) dengan nilai rata-rata 68,66. Hasil ini diperoleh dari hasil latihan mengindentifikasi unsur naskah drama, sekaligus sebagai data pratindakan, sebalum dilakukan penelitian tindakan kelas. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature Keberhasilan siswa belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dimana salah satu faktor internal tersebut adalah motivasi siswa itu sendiri. Sehingga motivasi sangat dibutuhkan dalam pembelajaran yang berakibatkan pada diri siswa dalam keberhasilan siswa belajar. Selain faktor internal, faktor eksternal pun sangat mempengaruhi, faktor eksternal yang sangat penting adalah seorang guru dalam mendesain pembelajaran agar lebih kreatif dan inovatif, salah satunya penyesuaian model pembelajaran Treffinger dengan materi yang akan disampaikan. Model ini mampu mengatasi permasalahan kurangnya kreatifitas pada seorang peserta didik secara langsung baik afektif, maupun kognitif (Imaroh, 2021:. Berdasarkan permasalahan di atas guru sebagai peneliti memberikan solusi dengan menerapkan model pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Salah satu model yang dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin adalah model pembelajaran pembelajaran Treffinger. Shoimin, . menjelaskan model Treffinger adalah suatu strategi pembelajaran yang dikembangkan dari model belajar kreatif yang bersifat developmental dan mengutamakan segi proses. NiAomah . model pembelajaran treffinger meningkatkan kreatifitas belajar siswa. Sedangkan Pane . model pembelajaran Treffinger dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi dan berfikir Salah satu kelebihan model pembelajaran Treffinger yakni memfokuskan pada kekreatifan peserta didik dalam menangani suatu masalah karena kreativitas itu merupakan proses dari hasil belajar dengan menggabungkan kemampuan kognitif dan afektif yang dimiliki oleh peserta didik serta menerapkan kemampuan berpikir konvergen dan divergen pada peserta didik dalam menghadapi suatu masalah. Diharapkan model ini akan mampu menumbuhkan kreatifitas siswa dalam mengindentifikasi unsur naskah drama, sehingga hasil yang diperoleh lebih kreatif dan Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuUpaya meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model pembelajaran Treffinger pada Siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 METODE Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kela. Mills (Wardhani, 2007:1. Penelitian Tindakan Kelas sebagai Systematic Inquiri I yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah atau konselor sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang perbaikan praktik yang dilakukanya. Mulyatiningsih . menjelaskan tujuan PTK untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang paling efesien dan efektif pada situasi yang dialami . ukan eksperime. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Observer dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 2 orang, yaitu kepala sekolah dan 1 guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMK 13 Merangin. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas. Proses perencanaan dibagi menjadi dua siklus dan masing-masing langkah dalam siklus terdiri dari . Planning . Acting . Observing . Reflecting . mpan bali. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pada kegiatan akhir diadakan penyempurnaan tindakan sesuai dengan hasil refleksi pada siklus sebelumnya, sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMK 13 Merangin. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023, dilaksanakan dari tanggal 1 s. d 31 April 2022. Uraian kegiatan pratindakan dilakukan pada Senin tanggal 28 Maret 2022. Siklus I pertemuan 1 pada hari Senin 4 April 2022 dan pertemuan 2 hari Senin 11 April 2022. Pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 April 2022 pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 dilaksanakan pada Senin 25 April 2022. Rencana dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan apabila pada siklus II tidak terjadi peningkatan akan dilakukan siklus i dengan tahapan yang sama yaitu perencanaan, pelaksanaan, obserfasi dan refleksi dengan tujuan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama melalui model pembelajaran Treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk tes . es tertuli. dan non tes (Observas. Analisa data dilakukan setiap pertemuan dan siklus, sehingga tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus berikutnya dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan pencapaian maksimal. Untuk menentukan kemampuan mengidentifikasi unsur Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 naskah drama secara individu penulis mengunakan penskoran hasil tes kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Perhitungan nilai akhir menggunakan rumus berikut: Jumlah Skor Nilai Akhir = ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Perhitungan nilai akhir, jika siswa mendapatkan nilai di atas KKM 73 siswa dinyatakan tuntas. Untuk melihat kemampuan siswa kelas XI SMK 13 Merangin terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama melalui model pembelajaran Treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin baik pada saat siklus 1 maupun siklus II dan siswa telah mendapatkan skor rata-rata di atas KKM 73. Siswa dapat dinyatakan tuntas dalam kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada tanggal 01 s. 31 April 2022 dengan subjek penelitian, yaitu kelas XI SMK 13 Merangin tahun pelajaran 2022/2023 untuk mengumpulan data penelitian, pratindakan. Siklus I dan Siklus II. Tes yang diberikan kepada siswa berupa tes tertulis esai yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama melalui model Treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Tes awal . yang diberikan pada kelas siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam mengindentifikasi unsur naskah drama sebelum menggunakan model pembelajaran Treffinger. Penggunaan model pembelajaran dilakukan pada kegiatan Siklus I dan Siklus II guna mengetahui peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian hasil tes setiap siklusnya sebagai berikut: Hasil Tes Hasil Tes Pratindakan Pengambilan data pratindakan dilakukan pada tanggal 28 Maret 2022 di kelas XI SMK 13 Merangin. Untuk memperoleh suatu data, penulis mengambil data ulangan harian sebagai data pratindakan. Dari hasil pengamatan dan penelitian terhadap Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin berdasarkan hasil nilai pratindakan, siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 73 sesuai dengan KKM dalam pratindakan sebanyak 8 siswa . ,33%) dan yang belum tuntas sebanyak 7 siswa . ,67%). Nilai tertinggi adalah 80 dan yang terendah 50. Ratarata nilai keseluruhan sebesar 68,66. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan awal/pratindakan siswa belum dalam kategori tuntas secara klasikal, karena rata-rata nilai < 73 dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal 75%. Rendahnya nilai pratindakan disebabkan baberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap unsur naskah drama, dan faktor utama adalah kurang tepatnya materi pembelajaran dengan model yang digunakan. Model pembelajaran harusnya mampu memberikan langkah mudah siswa dalam memahami suatu materi. Model pembelajaran harusnya memberikan motivasi penuh pada materi tertentu khususnya pada materi mengidentifikasi unsur naskah drama. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang sesuai salah satu yang dicobakan penulis adalah model Treffinger. Hasil Siklus I Siklus 1 adalah proses perbaikan pembelajaran dari kegiatan pratindakan. Adapun siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan . x40 meni. pada pertemuan pertama Senin tanggal 4 April 2022 dan pertemuan ke-dua Senin tanggal 11 April 2022 di SMK 13 Merangin. Tahap Perencanaan Pada tindakan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model Treffinger. Pada pertemuan pertama pembelajaran membahas materi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Pada tahap perencanaan penulis sebagai pelaksana tindakan mempersiapkan tahap pembelajaran pada perencanaan ini. Perencanaan pembelajaran, lembar observasi dan sejumlah keperluan mengajar lainnya. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 April 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan model yang digunakan (Lampira. Hasil Observasi Pada tahap ini pelaksanaan pembelajaran, diamati oleh Kepala SMK dan guru atau teman sejawat SMK 13 Merangin. Pengamatan ini dilakukan penulis dan observer menggunakan lembar observasi yang sudah berisi indikator yang diperlukan dalam menjawab permasalahan proses pembelajaran yang berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan pertama sebagian besar siswa kurang memperhatikan dalam kegiatan proses belajar berlangsung. Berdasarkan hasil dari observer secara umum pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, walaupun dalam proses yang dilakukan oleh penulis masih memiliki kelemahan, terutama terhadap penggunaan media pembelajaran. Dalam pemanfaatan waktu menjadi kurang efisien karena ketika proses memahami unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin, siswa belum mamahami materi secara baik, sehingga waktu yang digunakan belum efektif. Selain itu juga, pada saat kegiatan proses pembelajaran guru kurang memberikan pendampingan intensif kegiatan indentifikasi unsur naskah drama. Hasil Siklus I Pertemuan 2 Tahap Perencanaan Penulis memulai pelaksanaan siklus I pertemuan kedua dengan perencanaan. Pada tahap ini penulis menyiapkan semua hal yang diperlukan pada pelaksanaan Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 April 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang penulis laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan . Kegiatan akhir pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua, maka pelaksanaan siklus I telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama melalui model Treffinger pada siswa kelas XI Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 SMK 13 Merangin, penulis memberikan latihan kepada siswa. Tes yang diberikan berupa penugasan kepada siswa untuk mengerjakan soal berkaitan dengan mengindentifikasi unsur naskah drama. Pelaksanaan tes dikuti oleh seluruh subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI SMK 13 Merangin, yang berjumlah 15 siswa. Hasil Pelaksanaan Tindakan Hasil pelaksanaan siklus I akan memberikan gambaran perlunya dilaksanakan siklus II atau tidak. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus I belum menunjukan keaktifan siswa sebagaimana yang diharapkan. Dari hasil tes kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin menunjukan siswa masih belum mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan dari hasil tes siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 11 siswa atau 73,33%, dan 4 siswa atau 26,66% dinyatakan belum tuntas. Rata-rata nilai adalah 73,33, secara deskriptif dapat dikatakan bahwa siklus I secara klasikal belum tuntas, karena masih di bawah ketuntasan klasikal yaitu sebesar 75%. Pada kegiatan siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model Treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin dari pratindakan dengan rata-rata 68,66 sedangkan pada siklus I rata-rata nilai adalah 73,33, sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,67. Selain itu dari hasil siklus 1 diperoleh data peningkatan ketuntasan klasikal ketuntasan pratindakan 53,33% sedangkan silkus I sebesar 73,33%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I sebesar 20%. Hasil Observasi Pelaksanaan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru matapelajaran bahasa Indonesia SMK 13 Merangin, mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan dan kemudian memberikan saran dan kritik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pengamat pada pelaksanaan siklus I pertemuan ke dua. Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan ke dua sebagian besar siswa termotivasi dalam mengindentifikasi unsur naskah drama dengan diterapkanya model Treffinger. Berdasarkan pengamatan antara guru, penulis dan kolaborator siswa terlihat lebih aktif, ada kompetisi antar kelompok. Siswa dalam proses pembelajaran P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature lebih aktif bertanya berkaitan dengan unsur naskah drama yang belum dipahami. Keaktifan pembelajaran belum mampu memberikan hasil yang maksimal, hal ini dilihat dari hasil ketuntasan yang belum mencapai 75% secara klasikal, sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Refleksi Setelah dilaksanakan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua, penulis mendapatkan saran-saran atau tangapan dari para observer. Saran-saran tersebut ditindak lanjuti dengan memperbaki langkah RPP yang akan diterapkan pada siklus II sesuai dengan saran-saran atau hasil pengamatan dari para observer dalam siklus I, selain itu perlunya mengoptimalkan contoh dan latihan yang mendukung serta media pembelajaran yang akan mendukung proses pembelajaran di kelas. Media pembelajaran turut berperan penting dalam memberikan stimulus siswa, dan meningkatkan keaktifan siswa dalam mengindentifikasi unsur naskah drama. Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam 2 x pertemuan . x 40 meni. pada Senin tanggal 18 April 2022 (Pertemuan . dan Senin tanggal 25 April 2022 (Pertemuan . di kelas XI SMK 13 Merangin. Pertemuan pertama pada siklus II menjelaskan unsur naskah drama. Pada pertemuan ke dua siklus II membahas latihan berkaitan dengan indentifikasi unsur naskah drama. Perencanaan Tindakan Tahap perencanan pada siklus II adalah refleksi dari siklus I. Masukan dari tahap refleksi kegiatan siklus 1 hal yang menjadi perbaikan adalah, apersepsi pembelajaran disiapkan semenarik mungkin, tujuan pembelajaran lebih terperinci, mengkondisikan setiap kelompok belajar dan menguatkan dan merefleksi kerja siswa. Selain itu diperlukan latihan-latihan yang membuat siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Penggunaan media pembelajaran tidak kalah penting dalam memberikan stimulus siswa dalam proses mengindentifikasi unsur naskah drama. Tahap Pelaksanaan Sesuai dengan masukan dan saran yang diperoleh dari siklus I. Selanjutnya langkah-langkah yang perlu ditempuh pada pelaksanaan siklus II. Langkah yang P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature dipersiapkan dimulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, sehingga lebih mengoptimalkan model pembelajaranya. Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Berdasarkan kritik dan saran dari observer, maka penulis melakukan perbaikan meningkatkan kualitas bentuk latihan dengan mengoptimalkan langkah model pembelajaran yang tepat agar lebih efektif. Perbaikan pada pembagian alokasi waktu untuk mengkondisikan kelompok belajar. Untuk mengetahui peningkatan siklus II, diadakan latihan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa yang dikerjakan secara perorangan. Dari hasil tes tersebut terlihat peningkatan nilai siswa pada siklus II. Berdasarkan hasil siklus II bahwa siswa yang mendapatkan nilai > 73 ketegori tuntas sebanyak 14 siswa . ,33%). Siswa yang nilainya kurang dari < 73 adalah 1 siswa . ,66%). Nilai tertinggi adalah 80 dan yang terendah 65 rata-rata keseluruhan sebesar 78,66. Pada siklus II kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama melalui model Treffinger pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin telah tuntas dengan rata-rata 78,66. Secara deskripsi pembelajaran pada siklus II dikatakan tuntas secara klasikal, karena siswa tuntas lebih dari 75% yang mendapatkan nilai >73. Berdasarkan hasil tersebut melalui model pembelajaran Treffinger kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin dapat meningkat. Hasil Observasi Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model Treffinger mampu meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Dapat dilihat dari hasil tes dan kegiatan pembelajaran siswa dalam menerima pelajaran serta memberikan respon yang baik yang diajarkan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus II sebagian besar siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan latihanlatihan berkaitan mengindentifikasi unsur naskah drama. Pada tahap ini menunjukkan model pembelajaran Treffinger digunakan dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia. Sebagian siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan model treffinger ini sangat efektif digunakan karena memberikan peluang kepada siswa berfikir kritis. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran treffinger pada siklus II mengalami peningkatan dari sebelumnya, di antaranya siswa termotivasi dalam mengerjakan latihan materi mengindentifikasi unsur naskah drama jika dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I. Melihat proses pembelajaran yang aktif, mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin dapat Dapat dilihat dari hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,66, siswa tuntas 8 siswa . ,33%) sedangkan siswa yang belum tuntas 7 siswa . ,67%). Sementara rata-rata siklus I sebesar 73,33 dengan jumlah siswa tidak tuntas sebesar 11 siswa . ,33%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa . ,22%). Terjadi peningkatan ketuntasan dari pratindakan ke siklus I yaitu 20% dan rata-rata 4,67. Pada siklus II rata-rata hasil tes sebesar 78,66 dibandingkan dengan nilai ratarata siklus I sebesar 73,33. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 14 siswa . ,33%). Sedangkan siklus I sebanyak 11 siswa . ,33%) dengan demikian, terdapat peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 3 orang atau 20%. Dapat dilihat dari hasil nilai pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa 6 siswa atau Oleh sebab itu, tindakan pada siklus berikutnya tidak perlu dilaksanakan, karena kriteria ketuntasan secara klasikal sudah mencapai klasikal atau 75% pada siklus II dan siswa yang memperoleh nilai >73. Peningkatan secara signifikan ketuntasan belajar bahasa Indonesia yang dapat dicapai dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada proses siklus I dan penerapan hasil dari koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat dalam proses penelitian berlangsung sehingga nilai yang dicapai oleh siswa memperoleh nilai ketuntasan yang baik secara individu maupun keseluruhan. Pembahasan Analisis Peningkatan Kemampuan Mengindentifikasi Unsur Naskah Drama melalui Model Treffinger Kegiatan Pratindakan Pada tahap pratindakan dilakukan untuk mengatahui hasil kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama sebagai data awal. Data diperoleh melalui hasil P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature ulangan harian pada kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama. Selanjutnya data akan diolah untuk melihat persentase ketuntasan dan belum tuntas pada siswa. Hasil siswa pada pratindakan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada baik dari siswa, guru dan proses pembelajaranya. Hasil ulangan harian digunakan sebagai data pratindakan sehingga didapatkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai > 73 kategori tuntas terdapat 8 siswa atau 53,33%. Hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,66, sedangkan siswa yang belum tuntas 7 siswa atau 46,67%. Berdasarkan hasil pratindakan dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa dalam kategori belum tuntas secara klasikal. Rendahnya hasil dari pratindakan dapat disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi yang diberikan. Model pembelajaran harus sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Motivasi belajar siswa terhadap materi belum maksimal sehingga diperlukan model yang sesuai. Model yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengoptimalkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan faktor-faktor peningkatan pembalajaran Indonesia, tersebut penulis menyimpulkan bahwa untuk mencapai hasil belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, maka perlu dicarikan solusi pemecahan masalahnya. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan siswa. Treffinger mengindentifikasi unsur naskah drama. Pembahasan Siklus I Kegiatan siklus I dilakukan untuk memperbaiki kondisi awal hasil belajar siswa, untuk itu pada proses pembelajaran diterapkan model Treffinger. Pada proses kegiatan pembelajaran pada siklus I siswa masih dalam kategori belum tuntas secara klasikal terhadap kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama. Pada siklus I digunakan model pembelajaran Treffinger untuk meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama. Pada siklus I ini penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Treffinger penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan secara klasikal difokuskan pada proses pembelajaran yang P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah Pada awal pembelajaran, guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada Kemudian guru menginformasikan dengan jelas tentang tujuan pembelajaran dan indikator yang harus dikuasai. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Siklus 1 digunakan sebagai alat ukur untuk menggetahui keberhasilan tindakan pertama, maka digunakan 1 soal dalam meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada siklus I menunjukan rata-rata siklus I sebesar 73,33. Diketahui jumlah siswa tidak tuntas sebesar 4 siswa atau 26,66%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Perlu adanya perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II, walaupun setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus I terlihat banyak perubahan dan peningkatan nilai terjadi pada kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Pembahasan pada Siklus II Pada kegiatan siklus II penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Treffinger, penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama dan hasil belajar Pelaksanaan mengindentifikasi unsur naskah drama. Menggetahui keberhasilan tindakan siklus II digunakan 1 soal mengindentifikasi unsur naskah drama dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Adapun pengunaan teori dalam materi mengindentifikasi unsur naskah drama didasarkan pada hasil latihan yang diberikan. Hasil tes siklus II dilaksanakan menunjukkan bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 14 siswa 93,33%, dan 1 siswa atau 6,66% yang dinyatakan belum Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 80 nilai terendah adalah 65 dan nilai ratarata pada siklus II adalah 78,66. Dari hasil tersebut diketahui adanya ketuntasan secara klasikal karena lebih dari 75%, maka dapat disimpulkan jika model Treffinger dapat P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 Jurnal Language education literature meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. Analisis Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas SMK 13 Merangin memahami materi mengindentifikasi unsur naskah drama dengan model treffingger dapat diketahui adanya Peningkatan dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan siswa yang tuntas belajar, nilai rata-rata hasil tes, dan rekapitulasi dapat dilihat di bawah: Tabel 1. 1 Rekapitulasi Pratindakan. Siklus 1 dan Siklus 2 Pratindakan Siklus I Siklus II Nilai Prekuensi Persen Prekuensi Persen Prekuensi Persen > 73 8 siswa 53,33 % 11 siswa 73,33 % 14 siswa 93,33 % < 73 7 siswa 46,67 % 4 siswa 26,66 % 1 siswa 6,66 % Jumlah Rata-rata 68,66 73,33 78,66 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,66 sedangkan tes pada siklus I yaitu 73,33. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 4,67. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 8 siswa . ,33%) dan siklus I meningkat menjadi 11 siswa . ,33%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . %). Nilai rata-rata pada tes siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami Pada siklus 1 siswa yang tuntas 11 siswa . ,33%), pada siklus II meningkat menjadi 14 siswa . ,33%) pada siklus II, berarti meningkat sebanyak 3 siswa . %). Peningkatan pratindakan ke siklus II yaitu: ycI2OeycI1 X 100% Dengan: R1: 68,66 R2: Rata-rata siklus I = 73,33 Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 R2: Rata-rata siklus II = 78,66 = 0,0776 x 100% = 7,76% Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 8 siswa . ,33%) setelah dilakukan siklus II menjadi 14 siswa . ,33%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . %). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama mengalami perubahan, dari rata-rata pratindakan sebesar 68,66 pada siklus I menjadi 73,33 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 78,66. Nilai rata-rata pratindakan 68,66 dan pada siklus II menjadi 78,66. Peningkatan hasil belajar dari pratindakan ke siklus II dengan rata-rata sebesar 10. Dari hasil per-siklus mengalami peningkatan secara klasikal. Dengan demikian melalui model pembelajaran Treffinger mampu meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa SMK 13 Merangin. SIMPULAN Berdasarkan hasil PTK (Penelitian Tindakan Kela. dapat disimpulkan jika hasil tes nilai yang diperoleh pada pratindakan menunjukan bahwa siswa yang memperoleh nilai > 73 berjumlah 8 siswa 53,33%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Setelah dilaksanakan siklus I terlihat peningkatan nilai disebabkan adanya daya tarik dalam proses belajar mengajar. Nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,66 sedangkan tes pada siklus I yaitu 73,33. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 4,67. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 8 siswa . ,33%) dan siklus I meningkat menjadi 11 siswa . ,33%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . %). Nilai rata-rata pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami Pada siklus 1 siswa tuntas sebanyak 11 siswa . ,33%), pada siklus II meningkat menjadi 14 siswa . ,33%), berarti meningkat sebanyak 3 siswa . %). Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 8 siswa . ,33%) setelah dilakukan siklus II menjadi 14 siswa . ,33%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . %). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:92-108 nilai rata-rata, pratindakan sebesar 68,66 pada siklus I menjadi 73,33 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 78,66. Berdasarkan hasil belajar model pembelajaran treffinger mampu meningkatkan kemampuan mengindentifikasi unsur naskah drama pada siswa kelas XI SMK 13 Merangin. DAFTAR PUSTAKA