Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 Mohamad Fazar Ramadhan1*. Putri Nurafifah2. Olga Navelia3. Muhammad Zainul Fikri4. Nicky Rismansyah5 Fakultas Agama Islam. Progdi Pendidikan Agama Islam. Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia Email: 2210631110142@student. id1, 2210631110170@student. 2210631110164@student. id3, 2210631110144@student. 2210631110158@student. Alamat: Jl. HS. Ronggo Waluyo. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361 *Korespondensi penulis: 2210631110170@student. Abstract. This study aims to assess how effective various learning methods are in improving students' understanding of the types and signs of doomsday in grade 5 students of SDN Sumberjaya 3 in the subject of Islamic Religious Education (PAI). The method used was Classroom Action Research (PTK) with a Kemmis and McTaggart approach conducted in two cycles through the steps of planning, implementation, observation, and There were 17 students who were the subjects of this study. The research findings showed a significant increase in understanding among students, as seen from the percentage of learning completeness that increased from 30% in the previous cycle to 65% in Cycle I, and reached 100% in Cycle II. The use of diverse lecture methods, combined with visual media, discussion, and active interaction, proved effective in increasing students' interest and understanding of abstract religious material. This study recommends the use of varied lecture methods as one of the effective learning strategies for Islamic Religious Education at the primary school level. Keywords: Varied Lecture Method. Last Day. Students Understanding Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif metode pembelajaran yang beragam dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis dan tanda-tanda hari kiamat pada siswa kelas 5 SDN Sumberjaya 3 dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus melalui langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Terdapat 17 siswa yang menjadi subjek penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di antara siswa, yang terlihat dari persentase ketuntasan belajar yang meningkat dari 30% di siklus sebelumnya menjadi 65% pada Siklus I, dan mencapai 100% di Siklus II. Penggunaan metode ceramah yang beragam, digabungkan dengan media visual, diskusi, dan interaksi aktif, terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi agama yang bersifat abstrak. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode ceramah yang bervariasi sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: Metode Ceramah Bervariasi. Hari Akhir. Pemahaman Siswa LATAR BELAKANG Salah satu mata pelajaran yang paling kursial dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keimanan peserta didik di tingkat sekolah dasar adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan ini tidak sekadar berfokus pada penyampaian pengetahuan keagamaan, melainkan juga bertujuan untuk membentuk akhlak, karakter yang baik, dan kepribadian yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Menurut Maryati et al. keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat bergantung pada pemilihan metode yang sesuai, yang Received: April 20, 2025. Revised: Mei 04, 2025. Accepted: Mei 18, 2025. Published: Mei 20, 2025 Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 didasarkan pada berbagai pijakan seperti normatif-religius, filosofis, sosial, psikologis, dan Dalam pelaksanaannya, guru dituntut untuk menanamkan nilai-nilai dasar, seperti kesadaran bahwa pendidikan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi yang harus senantiasa mengikuti petunjuk Allah. Oleh karena itu, pendidikan agama yang efektif adalah yang mampu membentuk pribadi yang bertauhid dan memiliki keimanan yang kokoh. Salah satu materi penting dalam PAI yang diajarkan di kelas V sekolah dasar adalah materi Jenis dan Tanda-tanda Hari Akhir. Materi ini mencakup berbagai konsep yang bersifat abstrak, seperti kiamat, kebangkitan, perhitungan amal, penimbangan, hingga pembalasan. Konsep-konsep ini cukup sulit untuk dimengerti oleh anak-anak di tingkat sekolah dasar karena melibatkan kepercayaan yang tidak dapat dilihat secara langsung. Maka dari itu, diperlukan metode pengajaran yang tepat untuk mendukung siswa agar dapat memahami konsep tersebut dengan baik dan berarti. (Hamzah, 2. Berdasarkan hasil observasi pada tahap awal prasiklus di SDN Sumberjaya 3, khususnya pada siswa kelas V, diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap materi Jenis dan Tanda-tanda Hari Akhir masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil penilaian belajar yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Salah satu faktornya adalah minimnya ragam metode pengajaran dan kurangnya pemanfaatan media yang membantu pemahaman peserta didik, karena menurut Abdul Majid . dalam Anisa et al. metode pembelajaran merupakan bagian penting dari strategi pengajaran, yang berperan dalam menciptakan suasana belajar dan mengarahkan keterlibatan aktif antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa dan menstimulasi pemahaman mereka. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan menggunakan lecture method variation atau metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran. Meskipun metode ini sering dianggap tradisional, penerapan yang tepat dan interaktif, terutama jika dikombinasikan dengan media visual dan komunikasi dua arah, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran (Sanjaya, 2. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan metode ceramah bervariasi . ecture method variatio. dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN Sumberjaya 3 terhadap materi Jenis dan Tanda-tanda Hari Akhir. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas melalui beberapa siklus, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dari satu siklus ke siklus Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pada Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih sesuai dengan konteks dan memiliki makna yang lebih dalam. (Sugiyono, 2. KAJIAN TEORITIS Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan dan teori mengenai ajaran Islam, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kepribadian, serta kesadaran spiritual siswa sejak dini. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pendidik dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman yang mendalam, serta penghayatan peserta didik pada materi Salah satu cara yang terbukti berhasil untuk mempelajari PAI adalah dengan menggunakan metode ceramah bervariasi . ecture method variatio. Pengertian dan Keunggulan Lecture Method Variation (Sutarsih, 2. mengatakan bahwa metode ceramah bervariasi adalah gabungan antara presentasi dengan sesi tanya jawab, dengan tujuan membangun lingkungan belajar yang aktif dan interaktif. Meskipun metode ceramah masih menjadi teknik pengajaran yang paling sering digunakan oleh guru di dunia pendidikan, karena dianggap paling praktis dan memberikan rasa puas dalam menyampaikan materi, baik bagi guru maupun siswa, pendekatan ini memiliki keterbatasan jika digunakan secara tunggal. Menurut Djamarah, . dalam bukunya yang dikutip oleh (Sutarsih, 2. untuk mengatasi kekurangan tersebut, ceramah bervariasi mengombinasikan penyampaian materi secara lisan dengan berbagai teknik lain seperti tanya jawab, diskusi kelompok kecil, pemberian tugas, dan penggunaan media pembelajaran. Setelah menyampaikan materi, guru dianjurkan untuk membuka sesi tanya jawab sebagai upaya mengukur pemahaman siswa. Selanjutnya, guna memperkuat penguasaan materi, siswa diberikan berbagai bentuk tugas, seperti menyusun ringkasan, mengerjakan PR, atau berdiskusi. Pendekatan ini membantu membuat pembelajaran lebih bermakna dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Berikut adalah keunggulan Metode Ceramah Bervariasi: Membuat siswa lebih memahami penjelasan guru karena penyampaian materi yang tidak Meningkatkan kreativitas, komunikasi, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Mengurangi kebosanan dan kejenuhan siswa selama pembelajaran karena adanya variasi metode dan media. Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 Guru dapat memberikan umpan balik langsung dan menyesuaikan metode dengan kebutuhan siswa. Melibatkan berbagai indera siswa melalui variasi media seperti audio, visual, dan gerak, sehingga pembelajaran lebih menarik. Membangun suasana pembelajaran yang demokratis dan kolaboratif dengan diskusi dan tanya jawab. Langkah-Langkah Umum Lecture Method Variation dalam Pembelajaran Berikut adalah tahapan atau langkah-langkah sistematis dalam penerapan metode ceramah bervariasi (Lecture Method Variatio. yang dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif menurut (Hasan dkk. , 2. Eo Persiapan Awal Guru menciptakan suasana belajar yang kondusif sebelum memulai pembelajaran, seperti mengatur posisi tempat duduk dan memulai dengan doa bersama. Eo Penyampaian Materi Guru menyampaikan materi pelajaran melalui ceramah yang didukung oleh media pembelajaran visual atau audio-visual. Siswa diarahkan untuk mendengarkan, mencatat, dan memahami isi materi yang disampaikan. Eo Asosiasi Materi Pengajar memberikan prluang kepada peserta didik untuk mengaitkan materi yang telah diajarkan dengan pengetahuan atau pengalaman mereka melalui diskusi atau sesi tanya Eo Diskusi dan Refleksi Siswa diajak untuk berdiskusi, menjawab pertanyaan, atau memberikan tanggapan terhadap materi yang telah dipelajari, sehingga mereka dapat memperdalam pemahaman dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Eo Pemberian Tugas Untuk memperkuat penguasaan materi, guru memberikan tugas kepada siswa, seperti membuat ringkasan, mengerjakan pekerjaan rumah, atau melakukan kegiatan diskusi Dengan melaksanakan prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya, metode ceramah bervariasi dapat mendukung para guru dalam mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses belajar. Materi disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, sehingga siswa dapat dengan baik memahami topik yang diajarkan dan termotivasi untuk berpartisipasi Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. secara aktif. Metode ini menyatukan berbagai strategi pembelajaran guna membentuk suasana belajar yang lebih efisien dan menarik. Pemahaman Mengenai Jenis dan Tanda-Tanda Hari Akhir Jenis-jenis dan tanda-tanda Hari Kiamat adalah materi yang sangat penting dalam pendidikan Islam. Selain itu, kepercayaan terhadap Hari Kiamat adalah rukun iman yang kelima, oleh karena itu sebagai umat Islam, kita harus percaya akan adanya Hari Kiamat. Hari Kiamat, atau Hari Penghakiman, adalah istilah yang terdapat dalam Al-Quran yang mengacu pada hari ketika seluruh kehidupan di bumi berakhir dan kehidupan abadi setelah kematian dimulai. Hari terakhir ini mencakup penghancuran alam semesta dan kebangkitan semua makhluk, yang akan diadili oleh Allah SWT. (Sabry, 2. Menurut Dzakirah et al. keyakinan akan adanya Hari Akhir dalam Islam tidak sekadar sebagai ajaran teologis, tetapi juga sebagai pedoman yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan seorang Muslim. Pendapat lain juga mengatakan . in Naksi Shian et al. Iman kepada hari akhir merupakan keyakinan yang tertanam dalam hati seseorang mengenai kepastian akan adanya kehidupan setelah dunia, yang dimulai dari kematian dan berakhirnya kehidupan di dunia. Setelah itu, manusia akan memasuki alam barzakh hingga tibanya hari kebangkitan . l-baAot. sebagai awal dari kehidupan akhirat. Seluruh makhluk, baik jin maupun manusia, akan mengalami fase ini sebelum memperoleh balasan kekal berupa surga atau neraka sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Keyakinan ini tidak hanya berhenti pada pengakuan dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang diyakini. Jenis hari akhir dan tanda-tandanya terbagi menjadi dua diantaranya sebagai berikut: Kiamat Sugra (Kiamat Keci. : Kerusakan atau kematian yang terjadi sebagian di alam semesta, tanda tandanya seperti bencana alam, kematian manusia, dan peristiwa kehancuran kecil yang terjadi sepanjang waktu. Kiamat Kubra (Kiamat Besa. : Hari kehancuran total alam semesta, saat bumi dan segala isinya hancur, manusia dibangkitkan kembali untuk pengadilan akhir. Tandatanda terjadinya kiamat kubro seperti munculnya Imam Mahdi, kemunculan Dajjal, diturunkan-nya Nabi Isa, keluarnya YaAojuj dan MaAojuj, serta terjadinya kehancuran alam semesta secara besar-besaran. Selain itu, hari akhir juga dikenal dengan beberapa nama dan fase penting dalam Al-QurAoan: Yaumul Qiyamah: Hari kiamat, berakhirnya kehidupan di dunia. Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 Yaumul BaAoats: Hari di mana manusia dibangkitkan dari kematian. Yaumul Mahsyar: Hari di mana manusia dikumpulkan di padang mahsyar untuk C Yaumul Hisab: Hari untuk menghitung segala amal perbuatan manusia. Yaumul Mizan: Hari di mana amal baik dan buruk ditimbang. Yaumul Jaza: Hari di mana pembalasan diberikan sesuai dengan amal perbuatan. Dalam Al-QurAoan Allah SWT. menegaskan bahwa hari kiamat adalah sebuah kenyataan yang pasti terjadi, dan tidak dapat diragukan keberadaannya, (Prasetyo & Linnaja, 2. berikut adalah ayatnya: Artinya: AuSesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur. Ay (QS. Al-Hajj: . Hikmah Mengajarkan Materi Jenis dan Tanda-Tanda Hari Akhir Sejak Usia Dini Berikut adalah hikmah bagi siswa sekolah dasar dalam mempelajari dan memahami materi jenis dan tanda-tanda hari akhir menurut Yulianti . Eo Mendorong Perilaku Baik Kepercayaan akan adanya hari kiamat membuat seorang siswa dapat berperilaku baik dalam kesehariannya, karena setiap tindakannya akan dimintai pertanggungjawaban di kehidupan setelah mati. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Arifin . bahwa setiap tindakan baik atau buruk akan dipertimbangkan di hadapan Allah. Semua tingkah laku seseorang di dunia ini senantiasa berada dalam pengawasan Allah, sehingga pada saat yaumul hisab, saat di mana amal perbuatan manusia diukur. Allah yang akan memberikan penilaian, dan tidak ada kebohongan dalam hal tersebut. Oleh sebab itu, siapa pun yang melakukan kebaikan, maka dialah yang akan berbahagia dan akan diterima di surga, begitu juga sebaliknya. Eo Berhati-hati dalam Bertindak Dengan keyakinan tersebut, siswa akan lebih waspada agar tidak melanggar perintah Allah, karena menyadari bahwa semua tindakan akan mendapatkan balasan yang Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Eo Rajin Beribadah Iman kepada hari akhir juga mendorong siswa untuk rajin beribadah sebagai bekal untuk kehidupan setelah kematian, karena menyadari pentingnya amal baik di dunia sebagai investasi di akhirat. Eo Menjauhi Larangan Allah Orang yang percaya pada Hari Kiamat akan menghindari semua yang dilarang oleh Allah, seperti perbuatan zina dan syirik, karena ia memahami konsekuensi dan imbalan yang akan diperolehnya di kehidupan setelah mati jika melanggar laranganlarangan tersebut. Eo Tidak Terlena oleh Dunia Keyakinannya akan hari akhir membuat seseorang tidak hanya mengejar urusan duniawi, karena menyadari bahwa segala sesuatu di dunia bersifat sementara dan akan hancur pada hari kiamat nanti. Dengan demikian, beriman kepada hari akhir memberikan pengaruh yang baik pada sikap dan tindakan siswa, yaitu menjadikannya lebih bertanggung jawab, lebih patuh, dan fokus pada kehidupan yang abadi setelah mati. Hubungan antara Lecture Method Variation dengan Pembelajaran Jenis dan TandaTanda Hari Penerapan metode ceramah bervariasi . ecture method variatio. dalam pembelajaran materi tentang jenis dan tanda-tanda hari akhir sangat relevan dan efektif. Dengan menggabungkan ceramah dengan teknik lain seperti sesi tanya jawab, diskusi kecil, dan pekerjaan rumah, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses belajar. Hal ini memungkinkan mereka untuk berbagi pemahaman dan pengalaman pribadi terkait konsep hari akhir, serta mendalami berbagai jenis dan tandatanda yang telah dijelaskan dalam ajaran Islam. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi nilainilai keimanan, mengajukan pertanyaan, mengklarifikasi pemahaman, dan menyampaikan gagasan mereka. Dengan demikian, metode ceramah bervariasi mendukung tujuan utama pendidikan Islam, adalah membentuk individu yang beriman, berpengetahuan, dan memiliki budi pekerti yang baik. Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Menurut Arif & Oktafiana, . model ini merupakan lanjutan dari konsep yang dipopulerkan oleh Kurt Lewin. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 siswa dari kelas V SDN Sumberjaya 3. Sekolah tersebut berlokasi di Dusun Kalenjaya. Desa Sumberjaya. Kecamatan Tempuran. Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan selama dua minggu, mulai dari tanggal 22 April hingga 2 Mei 2025. Proses penelitian dibagi menjadi dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen untuk mengumpulkan data berupa 20 soal pilihan ganda yang berkaitan dengan jenis dan tanda-tanda hari akhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditetapkan sebesar 75. Penelitian dianggap berhasil jika setidaknya 75% siswa memperoleh nilai Ou75. Menurut Subagiya, . yang dikutip oleh (Saefullah, 2. Metode deskriptif, atau yang dikenal sebagai penelitian deskriptif kualitatif, adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan, mengenali, dan menganalisis data yang ada dalam literatur secara sistematis. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memberikan gambaran yang tepat mengenai subjek yang diteliti berdasarkan informasi yang terdapat dalam sumber-sumber tersebut. Dengan menggunakan metode ini, data dalam literatur diperiksa secara mendetail dan diuraikan secara menyeluruh untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan lebih mendalam tentang tema yang diteliti. Ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan serta menginterpretasikan informasi yang relevan dengan lebih efisien, sehingga menghasilkan pengembangan dalam bidang kajian yang berarti. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tes dan Ketuntasan C Prasiklus o Jumlah siswa tuntas: 5 dari 17 Siswa . %) o Nilai: 70, 85, 55, 95, 25, 75, 45, 70, 30, 50, 20, 65, 70, 95, 50, 60, 80 o Rata-rata: 65 Siklus I o Jumlah siswa tuntas: 11 dari 17 Siswa . %) o Nilai: 85, 100, 70, 95, 55, 90, 55, 80, 45, 55, 30, 75, 85, 100, 80, 80, 90 Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. o Rata-rata: 72 Siklus II o Jumlah siswa tuntas: 17 dari 17 Siswa . %) o Nilai: 90, 100, 85, 100, 85, 100, 100, 100, 75, 75, 85, 90, 100, 100, 95, 100, 95 o Rata-rata: 93 Apabila disajikan dalam format tabel, maka akan tampak seperti berikut: Tabel 1. Hasil Tes dan Ketuntasan NAMA Marinka Silviana Intan Rangga Kurniyah Siti Maesaroh Tazlan Madani Alwi Aliyah Wildan Eman Hadriyan Riski Rahmat Dini Nafisa Rahma Maulida Salwa Nuraini Rata-rata Siswa Tuntas PRASKILUS 5 Orang . %) SIKLUS I SIKLUS II 11 Orang . %) 17 Orang . %) Hasil Observasi dan Refleksi Hasil Prasiklus Pada tes/tahap awal sebelum dilakukan tindakan seperti pemberian materi, hanya ada 5 dari 17 siswa . %) yang berhasil tuntas dan memperoleh nilai Ou75, dengan rata-rata nilai kelas sebesar 65. Data ini menunjukan bahwa tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi jenis dan tanda-tanda hari akhir masih tergolong rendah. Hasil dan Refleksi Siklus I Setelah diterapkan metode Ceramah Bervariasi, dimana guru menyampaikan materi jenis dan tanda-tanda hari akhir kepada siswa dan kemudian memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaitkan materi yang telah disampaikan dengan pengetahuan atau pengalaman mereka melalui diskusi atau sesi tanya jawab. Hasil Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran PAI Kelas V SDN Sumberjaya 3 evaluasi menunjukkan bahwa 11 dari 17 siswa . %) tuntas. Rata-rata nilai meningkat Aktivitas belajar juga mulai menunjukkan keterlibatan aktif siswa. Meskipun pada siklus pertama banyak siswa mulai menunjukkan peningkatan, namun beberapa anak masih kurang fokus dalam pembelajaran dan menghadapi kesulitan dalam menjawab pertanyaan mengenai materi yang diberikan. Siswa cenderung lebih aktif dalam berdiskusi. Selain itu Guru juga memberikan tanggapan secara langsung selama diskusi berlangsung untuk memudahkan siswa dalam memahami materi. Refleksi pada siklus pertama, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki antara lain adalah waktu yang terlalu terbatas untuk mendiskusikan materi lebih lanjut, dan adanya gangguan dari siswa yang sudah keluar kelas sebelum waktu istirahat, yang menjadikan fokus siswa yang ada didalam kelas terpecah karena ingin segera keluar kelas. Walaupun demikian, siklus I menunjukkan tanda-tanda yang baik dalam peningkatan pemahaman siswa, yang tercermin dari hasil evaluasi yang lebih baik dibandingkan Hasil dan Refleksi Siklus II Perbaikan dilakukan dengan menyampaikan kembali materi secara singkat, kemudian melakukan diskusi dan tanya jawab mengenai pertanyaan/soal yang dirasa sulit untuk dijawab. Lalu hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh siswa di kelas . %) mencapai nilai Ou75 dengan rata-rata nilai sebesar 93. Proses diskusi berjalan lebih lancar dan aktif serta siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik. Pada siklus II, penerapan metode ceramah bervariasi berjalan lebih efektif. Guru lebih banyak memberikan penguatan tentang poin-poin yang sebelumnya masih membingungkan siswa, seperti macam-macam hari akhir dan ayat mengenai peristiwa hari akhir. Guru lebih mahir mengelola waktu diskusi sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam, terutama mengenai macam-macam hari akhir dan ayat tentang peristiwa hari akhir. Pada refleksi siklus kedua, kelebihan yang ditemukan adalah hampir semua siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi dan memahami dengan baik setiap aspek dari materi jenis dan tanda-tanda hari akhir. Namun, satu hal yang sangat penting bagi guru yaitu menyediakan lebih banyak waktu khusus bagi siswa untuk melakukan refleksi setelah penyampaian materi. Hal ini agar memungkinkan siswa untuk merenungkan dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Melalui kegiatan seperti tanya jawab atau penugasan individu. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Lampiran Dokumentasi Gambar 1 Prasiklus Gambar 2 Siklus I Gambar 3 Siklus II KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dapat disimpulkan berdasarkan hasil temuan penelitian ini bahwa penerapan metode ceramah bervariasi dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi jenis dan tanda-tanda hari akhir. Sebelumnya, hanya 30% siswa yang berhasil mencapai nilai Namun, setelah dilakukan tindakan dengan dua siklus, terjadi peningkatan sehingga semua siswa . %) mendapatkan nilai tuntas pada materi tersebut. Kegiatan ceramah yang dikombinasikan dengan diskusi, penggunaan media visual, dan interaksi aktif membuat siswa lebih tertarik dan fokus, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi. Saran