MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN PERBANDINGAN PROMOSI KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DAN FLIP CHART TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SD ISLAM AL-QUDS SAMARINDA Vitry Filia Indahsaria. Alhawarisb. Nisa MuthiAoahc Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Biologi Oral. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat . Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : vitryfiliaa24@gmail. Abstrak Latar Belakang: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah masalah yang kerap terjadi pada anak usia Masalah yang biasa timbul pada usia ini adalah karies gigi. Berdasarkan karakteristik usia anak yang mengalami masalah gigi dan mulut, sebesar 21,6% terjadi pada anak usia 5 hingga 9 tahun dan 20,6% terjadi pada usia 10 hingga 14 tahun. Promosi kesehatan gigi dan mulut adalah suatu cara dalam menyajikan informasi terkait kebutuhan kesehatan dalam gigi dan mulut. Tujuan: Mengetahui perbandingan promosi kesehatan menggunakan Video Animasi dan Flip Chart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa sd Islam Al-Quds Samarinda. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan quasi experiment dengan rancangan kuisioner pre test Ae post test group design tanpa kelompok kontrol. Responden penelitian ini berasal dari SD Islam Al-Quds Samarinda. Penelitian ini menggunakan Video Animasi dengan Flip Chart terhadap pengetahuan kesehatan Gigi dan Mulut. Hasil: Didapatkan hasil penelitian sebanyak 94 orang yang berasal dari 47 orang dari kelas 3, dan 47 orang dari kelas 4 yang memenuhi kriteria inklusi. Kesimpulan: Promosi Kesehatan yang diberikan dengan 2 media yang berbeda yaitu media Video Animasi dan flipchart termasuk dalam kategori yang baik dalam menerima informasi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: Kesehatan gigi dan mulut, karies gigi, pengetahuan. Abstract Background: Dental and oral health problems are problems that often occur in school-age children. The problem that usually arises at this age is dental caries. Based on the age characteristics of children who experience dental and mouth problems, 21. 6% occur in children aged 5 to 9 years and 20. 6% occur in ages 10 to 14 years. Dental and oral health promotion is a way of presenting information related to dental and oral health needs. Objective: To find out the comparison of health promotion using Video Animation and Flip Chart on the dental and oral health knowledge of Al-Quds Islamic Elementary School students in Samarinda. Method: This type of research is a quantitative study using a quasi-experimental approach with a pre-test post-test group design questionnaire without a control group. The respondents of this study came from SD Islam Al-Quds Samarinda. This research uses Video Animation with Flip Chart on Dental and Oral health Results: The results of the study found that 94 people came from 47 people from class 3, and 47 people from class 4 who met the inclusion criteria. Conclusion: Health promotion provided with 2 different media, namely video animation media and flipcharts, is included in the good category in receiving information on dental and oral health education. Keywords: Dental and oral health, dental caries, knowledge. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 terjadi pada usia 10 hingga 14 tahun. PENDAHULUAN Permasalahan kesehatan gigi dan Ditinjau mulut adalah masalah yang kerap terjadi pada anak usia sekolah. Masalah yang masyarakat serta penanganan kesehatan biasa timbul pada usia ini adalah karies Karies gigi biasanya timbul karena perawatan merupakan beberapa upaya untuk menjaga kebersihan gigi dan menjaga kebersihan gigi, menggosok gigi Oleh sebab itu, sejak anak usia belum tepat, serta kebiasaan makan dini perlu dilakukan upaya mengajarkan anak dalam menjaga kebersihan gigi dan sehingga sisa makanan yang dikunyah tertinggal di dalam mulut. Promosi kesehatan gigi dan mulut Kesehatan gigi dan mulut adalah adalah suatu cara dalam menyajikan informasi terkait kebutuhan kesehatan kehidupan seseorang, apabila gigi dan dalam gigi dan mulut seseorang yang gusi tidak dirawat dapat menjadi rusak seseorang dalam menjaga kebersihan permasalahan seperti timbulnya rasa gigi dan mulut. 5 Media adalah salah satu mengunyah, serta dapat menimbulkan melakukan promosi kesehatan. Terdapat berbagai macam media Kesehatan gigi susu yang dimiliki anak salah satunya adalah Media audiovisual akan menentukan pertumbuhan gigi merupakan media yang sering digunakan Selain itu, dalam usia ini karena media ini menggunakan berbagai anak juga rentan terserang penyakit. indra yang dapat membuat promosi Anak yang memiliki permasalahan pada kesehatan lebih menarik. Media audio- visual ini mampu membuahkan hasil penurunan kualitas hidup. Berdasarkan belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas anak yang mengalami masalah gigi dan mengingat kembali dan menghubungkan mulut, sebesar fakta dan konsep. 21,6% anak usia 5 hingga 9 tahun dan 20,6% Salah satu contoh media yang dapat MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 digunakan adalah Media Video Animasi Flip Chart. Video audio-visual METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis melibatkan indera pendengaran sekaligus metode pendekatan quasi experiment indera penglihatan. 7 Sedangkan. Flip dengan rancangan pre test Ae post test Chart merupakan media cetak berisikan group design tanpa kelompok kontrol, lembar berisi gambar peragaan dan adanya perlakuan untuk mengetahui lembar baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan menggunakan Video Animasi dan Flip dengan gambar. 8 Usia anak akan lebih Chart terhadap pengetahuan kesehatan Gigi dan Mulut siswa SD. Penelitian dilakukan di SD Islam Al- Quds Samarinda dengan populasi didapat melalui media yang sesuai siswa kelas 3 dan 4 di SD Islam Al-Quds Samarinda Kesadaran anak terkait Dengan kriteria inklusi anak gigi dan mulut berusia 8-11 tahun dan bersedia menjadi sebaiknya diberikan saat anak masih responden penelitian, sedangkan kriteria usia dini, pada usia ini akan cenderung eksklusi anak berusia < 8 atau > 11 sudah mengerti dan akan lebih paham. tahun, anak dengan jawaban kuesioner mengenai kesehatan Berdasarkan dengan alasan meningkatkan promosi mengundurkan diri dari penelitian, dan kesehatan gigi dan mulut khususnya anak yang tidak masuk sekolah. pada siswa SD Islam Al-Quds Kota Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dengan Seluruh siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi menggunakan Video Animasi dan Flip Chart terhadap pengetahuan kesehatan Pengumpulan data kuesioner gigi dan mulut siswa SD Islam Al-Quds berupa pre test Ae post test group design Samarinda. tanpa kelompok kontrol, dilakukan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 Data dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian diolah menggunakan software melalui Video Animasi. Hasil penelitian Excel 2016 dan SPSS for WindowsA ini menunjukkan total responden yaitu Version dilakukan analisis sebanyak 51 orang dengan data jenis univarit dan analisis bivariat untuk kelamin responden laki-laki sebanyak 29 melihat pengetahuan kesehatan gigi dan siswa . 9%) dibandingkan responden mulut siswa SD Islam Al-Quds Samarinda. perempuan sebanyak 22 siswa . 1%). Pada kelompok kelas diperoleh bahwa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil responden yang berasal dari kelas 3 sebanyak 25 siswa . %) dan kelas 4 data karakteristik responden penelitian sebanyak 26 siswa . %). Sedangkan, yang telah mendapatkan perlakuan dari berdasarkan usia responden dimulai dari menggunakan Video Animasi dengan Flip usia 8 tahun sebanyak 10 siswa . 6%), Chart, mengisi kuesioner dengan lengkap usia 9 tahun sebanyak 15 siswa . 4%), dan sesuai dengan kriteria inklusi dan usia 10 tahun sebanyak 25 siswa . %) dan usia 11 tahun hanya 1 siswa . %). Tabel Tabel 1. Karakteristik Responden Video Animasi Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Kelas Total Usia Total MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 Tabel sebanyak 22 siswa . 2%) dan kelas 4 sebanyak 21 siswa . 8%). Sedangkan, sebanyak 43 siswa dengan data jenis berdasarkan usia responden dimulai dari kelamin responden perempuan sebanyak usia 8 tahun sebanyak 5 siswa . 6%), 23 siswa . 5%) dibandingkan responden usia 9 tahun sebanyak 17 siswa . 5%), laki-laki sebanyak 20 siswa . 5%). Pada usia 10 tahun sebanyak 15 siswa . dan usia 11 tahun sebanyak 6 siswa Flip Chart responden yang berasal dari kelas 3 . %). Tabel 2. Karakteristik Responden Flip Chart Variabel Laki-laki Perempuan Jenis Kelamin Total Kelas Total Usia Total Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di SD Islam Al-Quds kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Pada Samarinda. Berdasarkan hasil penelitian siswa dengan menggunakan media video di atas maka dilakukan analisa univariat animasi menunjukkan bahwa hasil pre- test dengan kriteria kurang sebanyak 3 Kesehatan gigi dengan media video siswa . 9%), cukup sebanyak 9 siswa . 6%) dan baik sebanyak 39 siswa Kesehatan gigi dan mulut. Dari hasil . 5%). Sedangkan post-test penelitian tersebut akan diperoleh tiga diperoleh peningkatan di mana sebanyak MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 51 siswa . %) mencapai kategori baik ,seperti yang ditunjukkan pada tabel 3. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah dilakukan Penyuluhan dengan media Video Animasi Kriteria Pre-Test Post-Test Kurang Cukup Baik Total 4 siswa . 3%) dan baik sebanyak 33 terhadap 43 siswa dengan menggunakan siswa . 7%). Hasil post-test pada media Flip Chart menunjukkan bahwa kelompok ini juga memperoleh sebanyak hasil pre-test dengan kriteria kurang 43 siswa . %) dengan kategori baik sebanyak 6 siswa . %), cukup sebanyak (Tabel . Sedangkan. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah dilakukan Penyuluhan dengan media Flip Chart Pre-Test Kriteria Post-Test Kurang Cukup Baik Total Berdasarkan pergeseran tingkat pengetahuan Pre- berpasangan . ebelum dan sesuda. Test pada kelompok yang sama. Post-Test intra-kelompok, dilakukan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Pada kelompok Video Animasi. Pemilihan uji Wilcoxon sangat cocok hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value digunakan karena data merupakan skala = 0,000 . < 0,. Hal ini berarti ordinal dan digunakan untuk MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 mengukur media mana yang memiliki sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi efektivitas lebih tinggi secara signifikan. dengan video animasi terbukti efektif Oleh karena itu, dilakukan Uji statistik karena memadukan representasi audio Mann-Whitney untuk membandingkan dan visual secara dinamis yang menarik minat siswa. Temuan ini sejalan dengan pengetahuan antara kelompok Video Animasi Antoro, . Penggunaan uji Mann-Whitney sangat dapat mendongkrak pemahaman siswa cocok karena mengkomparasikan dua kelompok independen yang datanya memvisualisasikan narasi secara konkret, menurunkan beban kognitif anak. Pada kelompok Flip Chart, hasil Flip . ean ordinal/tidak Hasil Chart. Mann-Whitney uji Wilcoxon antara nilai Pre-Test dan Post-Test juga menunjukkan nilai p-value pengetahuan antara Video Animasi dan = 0,000 . < 0,. Hal ini membuktikan Flip Chart memperoleh nilai probabilitas bahwa penggunaan lembar balik secara signifikansi p-value = 0,000 . < 0,. interaktif juga memberikan pengaruh Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik dalam peningkatan efektivitas yang sangat meningkatkan literasi kesehatan rongga signifikan antara kedua media promosi mulut siswa. Interaksi tatap muka yang kesehatan tersebut. Secara kumulatif, memampukan anak mencerna materi intervensi Video Animasi menunjukkan edukasi secara bertahap dan proaktif. ata-rata peringka. dan selisih peningkatan skor Uji Mann-Whitney Perbedaan kognitif yang lebih besar dan unggul Peningkatan Kelompok Video Animasi dibandingkan dengan kelompok yang dan Flip Chart hanya diberikan Flip Chart. Meskipun Wilcoxon Keunggulan Video Animasi ini didukung oleh kajian Sari et al. membawa responden ke kategori "Baik". Angki diperlukan uji analisis independen untuk menegaskan bahwa representasi layar MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 jauh lebih mudah diingat . ual-codin. dan lebih efisien dengan phantom, karena media Flip menembus imajinasi spasial anak usia chart membuat lebih aktif dan tertarik dasar bila dibandingkan media gambar dengan berbagai gambar, warna, dan statis 2D. Hal ini juga dapat menjadi bentuk karakter yang disenangi. salah satu solusi konkrit untuk menekan Siswa yang diberikan media video nasional yang menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 masih berada di informasi penyuluhan. Sedangkan, flip angka yang chart dari 43 siswa terdapat 33 siswa 56,9% pada kelompok usia anak dan yang berkategori baik dalam menerima masyarakat umum. Walaupun pemberian promosi Kesehatan melalui 2 SIMPULAN DAN SARAN media yang berbeda yaitu Video Animasi Berdasarkan hasil penelitian yang dan flipchart tetapi hasilnya sangat dilakukan pada siswa siswa sd Islam Al- Quds di kota Samarinda adalah dari Kesehatan gigi dan mulut. Sehingga 51 harus yang memiliki fungsi untuk disarankan agar peneliti selanjutnya meningkatan kegiatan siswa belajar, sehingga perlu diperhatikan kejelasan video animasi dan flip chart sebagai dari bahan ajar, materi dan metode yang media pembelajaran yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini dapat dilaksanakan Salah satu media yang paling sering digunakan dalam penyuluhan Kesehatan adalah Flip Chart. Dimana dukungan dari berbagai pihak, untuk itu berisikan lembaran gambar yang dapat Program Studi dibolak-balik. Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman. Promosi Flip pengetahuan menyikat gigi dibandingkan responden, teman sejawat, dan kedua MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. E-ISSN : 2828-5883 orang tua serta kerabat. DAFTAR PUSTAKA