Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI BERBASIS MACROMEDIA FLASH PADA PELAJARAN FISIKA ALAT OPTIK Aris Doyan1. Gunawan2. Bq Azmi Syukroyanti3 Dosen Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram Alumni Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram E-mail: Abstract: Media is an important role in the learning process which will give effect to the understanding of the concepts and the learning result of students. Expected with the development of animation media based macromedia flash containing music and image features can provide a learning environment that is different from the usual. The purpose of this research is to develop an optical media-based animation tools of Macromedia Flash on the subjects of Physics Optical. The method used in this research is a method Research and development (R & D). The results show the development of media-based animation Macromedia Flash is needed creativity that generated media interest. The contents in the media based on the assessment of the three experts said optical media content animation tools are very good and worth using. Keywords: Media Development animation, material optics. R & D Abstrak: Media memegang peranan penting dalam proses pembelajaran yang nantinya akan memberi pengaruh pada pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Diharapkan dengan pengembangan media animasi berbasis macromedia flash yang mengandung fitur musik dan gambar dapat memberikan suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media animasi alat optik berbasis Macromedia Flash pada mata pelajaran Fisika Alat Optik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and development (R & D). Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media animasi berbasis Macromedia Flash sangat dibutuhkan kreatifitas sehingga media yang dihasilkan menarik. Isi materi dalam media berdasarkan penilaian dari tiga ahli menyatakan isi media animasi alat optik sudah sangat baik dan layak digunakan. Kata Kunci: Pengembangan Media animasi, materi alat optik. R & D PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau sains diartikan sebagai disiplin ilmu terdiri atas physical sciences dan life sciences, termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan sedangkan life sciences meliputi biologi, zoologi, dan fisiologi. James Conant mendefinisikan sains sebagai Aysuatu deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, dan yang tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan observasi, dieksperimentasikan lebih lanjut Ay (Sumaji. Selama ini pelajaran fisika sering ditakuti siswa karena dianggap sulit untuk dipahami dan dipelajari. Kesulitan ini timbul karena banyaknya konsep yang bersifat abstrak dan sulit diserap oleh siswa. Selain itu, ilmu fisika juga terkait dengan konsep-konsep yang sering kali sulit untuk dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk membentuk pemahaman yang baik diperlukan kreativitas guru dalam menyajikan materi tersebut. Guru harus menemukan dan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang Faktor-faktor yang mempengaruhi kurang berhasilnya pembelajaran adalah guru dalam memilih model pembelajaran tidak pembelajaran, sehingga mempengaruhi guru dalam menentukan media yang digunakan, guru kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk berperan aktif dalam memahami konsepkonsep pembelajaran masih berlangsung transfer pengetahuan, hanya dalam bentuk hafalan dan masih jauh dari konsep pemberdayaan berfikir. Hal ini berakibat keaktifan dan keterampilan siswa cenderung diabaikan. Dari studi pendahuluan disekolah tempat rencana penelitian di dapatkan bahwa Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy nilai ulangan harian semester 2 selama satu tahun terakhir, materi Optik masih di bawah Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah yaitu 6,5. Tabel 1. Nilai rata-rata ulangan harian materi Optik IPA Fisika kelas X tahun pelajaran 2010/2011 No. Kelas Jumlah siswa Rata-rata nilai ulangan harian 64,25 64,80 65,00 63,35 (Sumber: Guru fisika MA DI Putri NH Kediri tahun 2. Dari tabel di atas nilai materi Optik berakibat siswa tidak berperan aktif dalam belum sesuai dengan KKM sekolah hal ini proses belajar mengajar. karena materi alat optik bersifat abstrak . anya Proses dapat dibayangka. , hafalan, dan sulit untuk hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu didemonstrasikan di sekolah tempat penelitian. proses penyampaian pesan dari sumber pesan Selama ini pembelajaran materi alat optik melalui suatu saluran atau media tertentu ke hanya dilakukan dengan metode ceramah tanpa penerimanya (Arief, dkk, 2. Proses belajar menggunakan metode yang sesuai. Guru mengajar dapat diilustrasikan seperti bagan menjelaskan dan siswa mencatat. Hal ini berikut ini: Sumber informasi bersifat kompleks Media Penerima Gambar 1. Proses penyampaian informasi Berdasarkan gambar 1. 1, media memegang peranan penting dalam proses pembelajaran yang nantinya akan memberi pengaruh pada pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat tergantung pada media yang digunakan oleh guru. Semakin menarik media yang digunakan selama proses belajar mengajar maka semakin cepat transfer ilmu ke Oleh karena itu, diperlukan media-media kreatif yang dapat menunjang proses belajar Salah satunya dengan menggunakan media animasi. Mayubi . mengatakan bahwa fisika bersifat kongkrit, dan abstrak juga bersifat empiris dan matematis. Ia mengatakan bahwa dari ketiga sifat ini, yaitu sifat abstraksi, empiris dan matematis membuat komputer banyak berperan dalam fisika untuk berbagai keperluan, karena tidak semua konsep fisika dapat dieksperimenkan dilaboratorium. Oleh sebab itulah peneliti mengembangkan media komputer yang disajikan dalam bentuk animasi. Media komputer memuat materi-materi fisika disertai dengan animasi-animasi baik statis maupun dinamis yang menggambarkan konsep-konsep fisika sehingga konsep-konsep yang abstrak dapat menjadi lebih nyata/ kongkrit. Media ini tidak hanya menampilkan animasi-animasi fisika saja, tetapi diperkaya dengan musik, dan animasi-animasi yang memperjelas konsepkonsep yang abstrak. Alasan media dalam bentuk animasi program makromedia flash adalah karena siswa sangat jarang memperoleh sajian materi dengan animasi, hanya sebatas penggunaan power Sehingga penggunaan media animasi akan memberikan suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media animasi alat optik berbasis Macromedia Flash pada mata pelajaran Fisika Alat Optik. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan sumbangan yang bermafaat terhadap pengembangan pembelajaran IPA khususnya FISIKA dan dapat memberikan media alternatif bagi guru dan siswa sehingga mata pelajaran FISIKA tidak dianggap sulit dan METODE Rancangan Penelitian Rancangan Penelitian dan Pengembangan (R&D) Metode yang digunakan dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy pengembangan yang dalam pelaksanaannya menggunakan metode eksperimen. Menurut Sugiyono . Secara umum penelitian pengembangan dilakukan dalam 10 tahapan yaitu: Potensi dan masalah. Pengumpulan data. Desain produk. Validasi desain. Revisi desain. Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Uji coba produk. Revisi produk. Uji coba pemakaian. Revisi produk. Produksi missal. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan dapat dilihat pada Gambar 2. Potensi dan Pengumpulan Desain Validasi Ujicoba Revisi Ujicoba Revisi Revisi produk Produksi masal Gambar 2. Tahapan Penelitian Studi Pendahuluan Studi pendahuluan dilakukan melalui dua tahap yaitu mencari potensi dan masalah serta pengumpulan data awal. Proses studi pendahuluan dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada tahap mencari potensi dan masalah ini dilakukan studi lapangan tentang pembelajaran fisika disekolah selain observasi proses pembelajaran juga observasi metode pembelajaran. Pada saat observasi juga dilakukan wawancara dengan siswa setempat, dan guru fisika disekolah Tahap pengumpuan data berupa data hasil belajar siswa materi alat optik pada tahun ajaran sebelumnya. Tahap pengembangan media Tahap pengembangan media terdiri atas tahap desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, dan revisi produk. Pada penelitian ini, media yang dikembangkan berupa media animasi alat optik dengan program macromedia Media yang dihasilkan selanjutnya divalidasi oleh ahli. Validasi dilakukan pada media yang dihasilkan serta validasi konten materi yang terdapat didalam media. , validasi dilakukan masing-masing oleh 3 orang ahli. Selanjutnya dilakukan uji coba awal dengan melibatkan 10 orang siswa untuk menguji dan menyempurnakan produk yang sudah dibuat. Beberapa masukan selama uji coba awal digunakan untuk melakukan evaluasai dan revisi media. Hasil uji coba awal yang sudah direvisi dan si evaluasi selanjutnya dilakukan uji coba terbatas. Uji coba terbatas ini melibatkan 25 orang siswa. Uji coba terbatas ini dilakukan pada siswa yang berbeda dengan yang mengikuti uji coba awal. Masukan yang diberikan siswa umumnya berkaitan dengan fitur-fitur yang digunakan dalam media animasi, ukuran huruf, suara, warna latar, serta waktu yang disediakan,. Pengujian Model Pada tahap ini dilakukan pengujian keunggulan media animasi dalam pembelajaran fisika materi alat optik dengan pembelajaran alat optik yang biasa digunakan oleh guru Metode yang digunakan pada tahapan ini adalah metode eksperimen dengan desain pretest-postest. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu 1. Instrumen angket, dan 2. Instrumen tes. Instrumen Angket Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Pengembangan media animasi ini menggunakan analisis data deskriptif dengan langkah-langkah sebagai berikut : Pengubahan nilai dari reviewer dalam bentuk kualitatif menjadi kuantitatif, dengan ketentuan sebagai berikut : Tabel 2. Aturan Pemberian Skor angket media Kategori Skor SS (Sangat Setuj. S (Setuj. KS (Kurang Setuj. TS (Tidak Setuj. Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Menghitung skor rata-rata dari setiap aspek yang dinilai A X A Keterangan : = Skor rata-rata = Jumlah penilai Eu x = Jumlah skor Mengubah skor rata-rata nilai masingmasing menjadi nilai kualitatif sesuai dengan kriteria kategori penilaian yang disajikan dalam Tabel 3. berikut ini (Anas Sudijono, 1. yang dikutip Hotimah . Tabel 3. Kriteria Kategori Penilaian Ideal No. Kategori X > Mi 1,5 Sdi Skor Sangat Setuju Mi 0,5 SDi < X O Mi 1,5 Sdi Setuju Mi - 0,5 SDi < X O Mi 0,5 Sdi Kurang Setuju Mi - 1,5 SDi < X O M - 1,5 Sdi Tidak Setuju Keterangan : = Skor rata-rata X A Eux Mi = Mean Ideal Mi = A . kor tertinggi ideal skor terendah idea. SDi = Standar Deviasi Ideal SDi = . kor tertinggi ideal Ae skor terendah idea. Skor tertinggi ideal = Ae butir kriteria x skor tertinggi Skor terendah ideal = Ae butir kriteria x skor terendah EuX Instrumen Tes Instrumen tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar fisika pada ranah kognitif untuk kompetensi dasar Alat-alat Optik, jumlah soal 30 item dengan durasi 120 menit. Instrumen terlampir. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Studi Pendahuluan Pada tahap studi pendahuluan dilakukan beberapa kegiatan untuk menilai kegiatan pembelajaran fisika materi alat optik. Kegiatan studi pendahuluan yang dilakukan berupa: . studi dokumentasi pada instrumen dan hasil belajar fisika materi alat optik, . studi literatur tentang materi alat optik, dan . evaluasi hasil observasi yang telah dilakukan tersebut. Pada tahap studi pendahuluan juga dilakukan studi literatur tentang materi alat Materi alat optik merupakan salah satu materi prasyarat pada mata pelajaran fisika kelas X. Kegiatan studi literatur ini dilakukan dengan menelaah materi melalui buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan materi Alat Dari analisis dokumen hasil belajar terlihat bahwa tingkat perolehan hasil belajar materi alat optik masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan dengan rendahnya perolehan ratarata ulangan harian materi alat optik di 4 kelas selama 3 tahun terakhir terlihat pada tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran fisika materi alat optik belum optimal, selain itu ketuntasan belajar fisika belum tercapai sehingga perlu ditingkatkan. Tabel 4. Nilai Rata-Rata Ulangan Harian Materi Alat optik IPA Fisika Kelas X Tahun Pelajaran Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Tahun Keteranganuntasan Klasikal Keterangan** (%)* 78,25 Belum Tuntas 76,80 Belum Tuntas 79,70 Belum Tuntas (Sumber: Guru fisika MA DI Putri NH Kediri tahun 2. Keterangan * Nilai pada interval 0-100 **Keteuntasan klasikal jika 85% siswa dengan nilai Ou65 Hasil evaluasi studi pendahuluan yang pembelajaran, khususnya pembelajaran fisika. fisika Supriyatna, . menunjukkan bahwa metode dan pendekatan komputer dapat melakukan sejumlah kegiatan umum yang digunakan dalam mengajarkan untuk membantu guru. Media animasi dapat konsep fisika adalah metode ceramah dan mengindividualisir pengajaran, melaksanakan Pembelajaran lebih menekankan pada manajemen pengajaran, mengajarkan konsep, pendekatan matematis, dimana guru menuliskan melaksanakan perhitungan, dan menstimulir persamaan dan dilanjutkan dengan memberikan belajar siswa. contoh soal yang sesuai. Berdasarkan beberapa temuan pada tahap studi pendahuluan selanjutnya dibuat Hasil Pengembangan Media Animasi Berbagai inovasi pembelajaran dengan draft rancangan model media animasi alat upaya perluasan bahan ajar telah memposisikan optik, rancangan draft model media animasi komputer sebagai alat yang memberikan alat optik dapat dilihat pada tabel 5 berikut. kontribusi yang positif dalam proses Tabel 5. Rancangan Model Media Animasi Alat optik Menu Program Penjelasan Memuat standar kompetensi yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang ada pada silabus kurikulum KTSP Memuat kompetensi disar materi alat optik yang di turunkan dari standar kompetensi yang sudah ada Memuat materi esensial yang berkaitan dengan penerapan alatMateri alat optik dalam kehidupan sehari-hari yakni mata, lup, kamera, mikroskop dan teleskop Disusun sesuai dengan materi yang telah dituangkan di media animasi alat optik, yang akan diselesaikan secara klasikal di Evaluasi kelas penelitian, alat evaluasi ini di buat untuk mengukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang sudah disajikan sebelumnya. Memuat profil peneliti untuk memperkenalkan data diri peneliti Profil kepada siapapun yang akan menggunakan produk ini Rancangan model di atas kemudian penilaian kelayakan media animasi oleh tiga dijadikan sebagai dasar penyusunan media orang pakar untuk perbaikan rancangan media. animasi alat optik pembelajaran fisika kelas X. Validasi media dilakukan pada dua hal yakni software validasi desain media dan validasi isi materi pembelajaran yang bisa digunakan untuk dalam media. Hasil validasi media terlihat mendukung pembelajaran fisika. Media yang seperti yang ditampilkan pada tabel 6. sudah dibuat selanjutnya divalidasi Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Tabel 6. Hasil Validasi Media Animasi Alat optik Aspek yang dinilai Skor* Rata-rata Kriteria** Tampilan media yang dapat menarik Sangat baik minat peserta didik Kemudahan untuk memahami Sangat baik tampilan menu program Kejelasan deskripsi media Sangat baik Kecepatan dalam mengakses materi. Sangat baik Ketersediaan animasi yang Sangat baik mendukung materi Tampilan animasi yang dapat Sangat baik menarik perhatian peserta didik. Kesesuaian ukuran huruf yang 3,33 Baik digunakan dalam program Kesesuaian warna latar dengan huruf. Sangat baik simbol, dan sejenisnya. Kejelasan fungsi fitur-fitur. Sangat baik 10 Pertimbangan terhadap Sangat baik Keteranganerbatasan ruang dan Keterangan A * Skor pada interval 1-4, dengan A1. A2. A3, : Ahli 1. Ahli 2. Ahli 3 A ** Kriteria bobot skor . = jelek, . = kurang, . = baik, dan . = sangat baik Berdasarkan Tabel atas dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. menunjukkan bahwa penilaian yang diberikan Kegiatan pembelajaran menggunakan media oleh tiga orang pakar memberikan skor sangat animasi akan mengubah tuntutan peranan guru baik pada semua aspek peniliaan kecuali pada dalam pembelajaran. Guru tidak lagi hanya aspek kesesuaian ukuran huruf yang digunakan berperan sebagai penyampai materi, tetapi lebih dalam program dengan skor Baik. Hal ini bertindak sebagai fasilitator bagi siswa untuk disebabkan ukuran huruf yang digunakan menemukan konsep-konsep yang dipelajari, terlalu kecil sehingga tidak begitu jelas terlihat sehingga isi materi di dalamnya haruslah pada media yang didesain. memenuhi syarat valid dan layak digunakan. Setelah itu dilakukan validasi isi Hasil validasi isi materi dalam media dapat di materi dalam media yang bertujuan untuk lihat pada tabel 7. mengetahui kesesuaian isi materi dengan apa yang tercantum di dalam standar kompetensi Tabel 7. Hasil Validasi Isi Materi Dalam Media Animasi Alat optik Aspek yang dinilai Skor* Rata-rata Kriteria** A1 A2 A3 Kesesuaian media animasi dengan Sangat baik pendekatan pembelajaran Kesesuaian antara materi dengan Sangat baik tujuan pembelajaran Cakupan dan kedalaman materi Sangat baik Urutan dan sistematika penyajian Sangat baik materi untuk mencapai kompetensi Ketersediaan visualisasi dan ilustrasi Sangat baik yang mendukung materi. Kesesuaian antara animasi dengan Sangat baik konsep alat-alat optic Kesesuaian antara visualisasi alat-alat Sangat baik optik dengan prinsip kerja alat optic Kesesuaian cakupan materi dengan Sangat baik Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 alokasi waktu yang tersedia. Kemudahan peserta didik memahami Sangat baik penjelasan dan konsep yang diberikan Keterangan A * Skor pada interval 1-4, dengan A1. A2. A3, : Ahli 1. Ahli 2. Ahli 3 A ** Kriteria bobot skor . = jelek, . = kurang, . = baik, dan . = sangat baik Tabel 7 menunjukkan bahwa secara masukan pakar, selanjutnya di uji coba awal konseptual materi yang terdapat pada media pada 10 siswa. Uji coba awal ini dimaksudkan animasi alat optik sudah sesuai, baik dalam hal untuk mengetahui tingkat keterbacaan dan kedalaman materi maupun kesediaan visualisasi kemudahan akses materi, hal ini penting dalam dan evaluasinya. Berdasarkan hasil validasi rangka perbaikan media animasi yang media dan isi materi pada media yang telah didasarkan pada persepsi siswa sebagai didesain menunjukkan bahwa media yang di pengguna. Pada tahap ini diperoleh beberapa desain sudah layak untuk diuji cobakan dan informasi penting untuk perbaikan media. diterapkan pada kelas penelitian. Hasil uji coba awal dan dampaknya terhadap Rancangan media animasi alat optik media dapat dilihat pada tabel 8. telah divalidasi dan diperbaiki sesuai saran dan Tabel 8. Hasil Uji Coba Awal dan Dampaknya Terhadap Media Komponen Yang Perlu Perbaikan Substansi Perbaikan Pada Media Ukuran dan Jenis Huruf Ukuran huruf pada materi harus diperbesar, karena ketika terlihat pada slide sangat kecil Tambahan Pada Slide Awal Ditambahkan kata media animasi fisika, nama peneliti, dan Keterangan lembaga Gambar Tampilan Pada Menu Evaluasi Pada menu evaluasi ditambahkan tampilan selait yang lebih menarik dan berwarna Setelah melakukan perbaikan pada tambahan yang berkaitan dengan penggunaan media animasi dari masukan pada uji coba awal media animasi dalam pembelajaran fisika. Hasil selanjutnya dilakukan uji coba terbatas pada 25 uji coba terbatas dan dampaknya terhadap orang siswa. Uji coba terbatas ini dimaksudkan media animasi adalah terlihat pada tabel 9. untuk mendapatkan sejumlah informasi Tabel 9. Hasil Uji Coba Terbatas dan Dampaknya Pada Media Animasi Komponen Yang Perlu Perbaikan Substansi Perbaikan Pada Media Pada awalnya materi yang disajikan hanya Tambahan materi memuat gambar dan perumusan langsung setelah dilakukan pada pengantar sebelum rumus dan Keterangannya Perlu mempertimbangkan untuk memadukan sesi Waktu pembelajaran yang terbatas tampilan media, model kooperatif, diskusi dan penjelasan materi dengan evaluasi siswa agar waktu yang tersedia dapat dioptimalkan PEMBAHASAN Dalam penelitian ini digunakan media animasi materi alat optik yang di desain sebelumnya dengan tahap pengembangan sesuai dengan langkah research and development (R&D). Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam menyusun media animasi pada materi fisika adalah melakukan analisis konsep pada materi tersebut. Hal ini dilakukan untuk membantu dalam perencanaan urutan-urutan Berdasarkan hasil analisis konsep diketahui bahwa konsep alat optik terdiri dari konsep abstrak dengan contoh kongkrit. Software pembelajaran yang dibuat selain dilengkapi dengan materi, juga dilengkapi dengan gambar, animasi dan simulasi yang relevan. Penyertaan gambar, animasi dan simulasi diharapkan dapat membantu peserta didik memahami konsep fisika materi alat optik dengan lebih baik. Software pembelajaran ini juga dilengkapi dengan alat evaluasi yang dapat ditayangkan langsung agar peserta didik dapat mengevaluasi kemapuannya langsung setelah mengikuti Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy proses pembelajaran. Dengan adanya evaluasi langsung diharapkan dapat memotivasi siswa untuk mengukur kemampuan dirinya dan menemukan kesalahan-kesalahannya dalam memahami materi selama proses belajar Peningkatan mengenai konsep-konsep bersifat abstarak tersebut dipengaruhi oleh tampilan animasi sehingga siswa lebih mudah untuk menciptakan gambaran mental . ental imag. dari konsep yang dipelajari tersebut. Hal ini sesuai dengan yang digambarkan oleh Gegne . alam Dahar,1. bahwa penggunaan gambaran mental selama mengungkapkan informasi baru, cukup membantu dalam proses mengingat informasi tersebut, gambaran mental yang sangat bermanfaat untuk menggambarkan dimensi-dimensi memperlancar pemahaman dan ingatan. Dalam proses pengembangan media animasi ini telah dilakukan perbaikan-perbaikan pada media dengan uji validasi oleh tiga orang ahli dengan hasil penilaian sangat baik kecuali pada satu poin yaitu kesesuaian ukuran huruf yang digunakan dalam program, pada awalnya media animasi yang di desain memang ukuran huruf dalam materi terlalu kecil karena peneliti kurang memperhatikan tentang hal ini, karena biasanya suatu kekurangan dalam rancangan apapun akan diketahui jika dilakukan penilaian oleh orang lain. Dari masukan tiga ahli ini kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan. Selain itu juga dilakukan penilaian terhadap isi materi dalam media, penilaian dari tiga ahli menyatakan isi media animasi alat optik sudah sangat baik dan layak digunakan. Beberapa catatan penting dari pakar media antara lain berkaitan dengan fitur petunjuk mulai masuk menu dengan simbol yang sesuai, pemilihan warna, penyertaan gambar yang menarik, pemilihan instrumen yang mendukung, selain itu peneliti diharapkan mempertimbangkan kemungkinan agar media animasi ini dapat di akses secara online. Pada tahap pengembangan media animasi ini pertama kali di uji cobakan pada 10 orang siswa untuk menilai kekurangan dari media yang akan digunakan. Pada tahap ini didapatkan beberapa hal antara lain ukuran huruf pada materi harus diperbesar, karena ketika terlihat pada selait sangat kecil, ditambahkan kata media animasi fisika, nama peneliti, dan keterangan lembaga. Pada menu evaluasi ditambahkan tampilan selait yang lebih menarik dan berwarna. Kesemua masukan tersebut menjadi dasar peneliti untuk kembali melakukan perbaikan pada media. Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Selanjutnya setelah media diperbaiki maka dilakukan uji coba terbatas pada 25 orang siswa yang berbeda untuk kembali melakukan penilaian kelayakan media yang telah diperbaiki setelah mendapat masukan pada uji coba terbatas dari siswa antara lain pada awalnya materi yang disajikan hanya memuat gambar dan perumusan langsung setelah mendapatkan masukan maka perbaikan dilakukan pada pengantar sebelum rumus dan keterangannya, perlu mempertimbangkan untuk memadukan sesi tampilan media, model kooperatif, diskusi dan penjelasan materi dengan evaluasi siswa agar waktu yang tersedia dapat dioptimalkan. Dari masukan pada uji coba terbatas ini dilakukan perbaikan kembali sehingga didapatkan media yang baik dan layak untuk diterapkan pada kelas penelitian pada langkah berikutnya. Alur pembelajaran yang menggunakan media animasi dalam model kooperatif ini merupakan upaya untuk merangsang motivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam Rangkaian pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk menemukan prinsip sejalan denagan apa yang diungkapkan Bruner . alam Dahar 1. yaitu agar siswa hendaknya belajar dengan partisipasi aktif dengan konsep yang benar. Siswa dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mereka untuk menemukan prinsip-prinsip itu Proses belajar dimana siswa terlibat secara langsung dalam proses penemuan konsep sendiri diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa kelebihan yang bisa diperoleh dari belajar penemuan ini adalah : . pengetahuan itu dapat bertahan lebih lama dan lebih mudah diingat dibandingkan dengan pengetahuan yang dipelajari dengan cara-cara lain, . hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik dari hasil belajar meningkatkan penalaran siswa untuk berfikir secara bebas, (Dahar, 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pada pengembangan media animasi berbasis Macromedia Flash sangat dibutuhkan kreatifitas sehingga media yang dihasilkan Isi materi dalam media, penilaian dari tiga ahli menyatakan isi media animasi alat optik sudah sangat baik dan layak digunakan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy DAFTAR RUJUKAN Arief. Media Pendidikan . Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Dahar. Belajar Komputer Animasi Macromedia Flash. Bandung: CV. Yrama Widya. Mayubi. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sudijono. Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. Statistika untuk Penelitian Bandung: Alfabeta. Sumaji, dkk. Pendidikan Sains Yang Humanistis. Kanisius: Yogyakarta. Supriyatna. Model Pembelajaran inovatif Berorientasi Konstrutivistik. Surabaya: Prestasi Pustaka. Vol. 1 No. ISSN 2338-4417