Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 PENGARUH PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN KINERJA PERUSAHAAN DAERAH TERHADAP PENGEMBANGAN PASAR AGRIBISNIS DI PASAR HORAS KOTA PEMATANGSIANTAR Juan Winaldy Simorangkir1. Arvita Netty Haloho2. Jasman Purba3. Mustafa Ginting4 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kota Pematangsiantar. Dengan jumlah 507 jiwa. Dengan mengunakan rumus penarikan sampel, maka sampel penelitian sebesar 100 orang. Penelitian ini menggunakan regresi ganda, pengolahan data menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil koefisen determinasi pemberdayaan pedagang kaki lima sebesar 0,556 atau 55,6 hasil koefisen determinasi kinerja perusahaan daerah sebesar 0,595 atau 59,5. Hasil koefisen determinasi Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah ter hadap P engemba nga n pasar agr ibis nis sebesar 0,641 atau 64,1 %. Sedangkan sisa 35,9%, yang tidak masuk kedalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah mempunyai pengaruh terhadap pengembangan pasar agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran dan saran kepada Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya dalam mengembangkan pasar agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Kata Kunci : Pemberdayaan. Pedagang Kaki Lima. Kinerja. Pengembangan Agribisnis ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the Effect of Empowering Street Vendors and the Performance of Regional Companies on the Development of Agribusiness Markets in Horas Market. Pematangsiantar City. The population of this research is the people who live in Pematangsiantar City. With a population of 11,507 inhabitants. By using the sampling formula, the research sample is 100 This study uses multiple regression, data processing using SPSS. From the results of the study it is known that the coefficient for determining the empowerment of street vendors is 0. 556 or 55. 6, the coefficient for determining the performance of regional companies is 0. 595 or 59. The results of the coefficient of determination of the Empowerment of Street Vendors and the Performance of Regional Companies on the Development of agribusiness markets are 0. 641 or 64. While the remaining 9% were not included in this study. So it can be concluded that Empowerment of Street Vendors and Regional Company Performance has an influence on the development of agribusiness markets in Horas Market. Pematangsiantar City. This research contributes thoughts and suggestions to the Pasar Horas Jaya Regional Company in developing agribusiness markets in Horas Market. Pematangsiantar City. Keywords: Empowerment. Street Vendors. Performance. Agribusiness Development PENDAHULUAN Keberadaan sumber daya daerah merupakan modal besar dalam menjalankan program dan kegiatannya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan nilai tambah bagi This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 produk hasil sumber daya alam. Keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sarana meningkatkan nilai tambah dari produk hasil sumber daya alam. Keterbatasan sumber daya alam menuntut daya kreasi dan inovasi pemerintah daerah dalam merumuskan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Keterbatasan sumber daya alam dapat diatasi melalui konektivitas dengan daerah lainnya. Penguatan organisasi daerah dalam melakukan konektivitas tersebut dijalankan badan usaha milik daerah atau perusahaan daerah yang Penguatan kontribusi perusahaan daerah menjadi bagian tidak terpisahkan dengan keberdayaan organisasi perangkat daerah lainnya. Sinergitas perusahaan daerah dengan perangkat daerah menjadi modal besar dalam mempercepat dan mempermudah pencapaian visi dan misi daerah. Penguatan peranan dari perusahaan daerah menjadi modal tambahan dari keberhasilan perangkat daerah. Keberdayaan perusahaan daerah terlihat dari pencapaian tujuan dan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberadaan perusahaan daerah memberikan signal atau tanda bahwa organisasi daerah memiliki hubungan kerja yang Keberdayaan perusahaan daerah memberikan gambaran bahwa seluruh komponen daerah bekerja sinergis dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah. Optimalisasi kinerja komponen daerah . erusahaan dan perangkat daera. memberikan nilai tambah kepada keberhasilan pembangunan daerah. Pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan essensi utama dari penguatan kinerja komponen daerah. Peningkatan kinerja komponen daerah menjadi motor penggerak keberhasilan tugas dan fungsi pemerintahan dan pembanguann Penguatan sumber daya organisasi daerah menjadi modal besar dan strategis dalam mempermudah dan mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat baik fisik maupun Kehadiran kontribusi positif tersebut mengandung arti bahwa sinergitas kinerja maksimal daerah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan hubungan dan dinamika pemerintahan daerah. Kebutuhan masyarakat menjadi lokus dan fokus dari program dan kegiatan komponen Keberdayaan masyarakat menjadi bagian integral dari kegiatan pemenuhan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Tidak mungkin bila pemenuhan kebutuhan itu hanya dipenuhi perangkat daerah dan perusahaan daerah semata namun harus menjadi titik senteral dari semua pemangku kepentingan lainnya. Kebutuhan masyarakat merupakan agregat kebutuhan masyarakat, baik pendidikan, kesehatan, pasar tradisional, pangan, sandang, perumahaan dan sebagainya. Beragam kuantitas dan kualitas kebutuhan masyarakat itu menuntut optimalisasi tugas dan kewenangan semua komponen daerah. Keberdayaan masyarakat mengandung makna bahwa masyarakat mampu melaksanakan kegiatannya dengan mendapatkan nilai tambah dalam kehidupannya. Sebagai contohnya adalah kebutuhan pangan . etersediaan beras, sayur mayur, buah buahan, susu, lauk pauk dan sejenisny. masyarakat yang dapat dipenuhi sendiri oleh masyarakat ataupun dibeli pada berbagai pasar tradisional ataupun pasar modern. Keberdayaan masyarakat memenuhi kebutuhan sendiri menuntut masyarakat memiliki berbagai sumber daya baik, dana, pekerjaan, waktu bekerja, tanah, dan sebagainya. Ketersediaan sembilan pokok pangan masyarakat dapat diperjual belikan di pasar. Keberadaan dan ketersediaan barang kebutuhan itu adalah bagian dari fungsi dan tugas dari pasar atau kedai kelontong dan sejenisnya. Berbagai karakteristik pekerjaan This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 masyarakat menunjukkan bahwa lapangan dan kesempatan kerja masyarakat menjadi dasar melakukan kegiatan kehidupannya baik ekonomi, politik, sosial, budaya dan kehidupan Keberdayaan masyarakat dapat dilihat kemampuan masyarakat yang bekerja sebagai petani, penjual atau penggumpul produk hasil pertanian ataupun yang bekerja di hulu sampai dengan hilir sektor sumber daya pertanian. Masyarakat . memiliki kedudukan dan peranan yang sangat strategi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan baik itu sebagai subjek maupun sebagai Sebagai objek, adalah wajar dan pantas bila masyarakat mengetahui kebutuhan dan aspirasi mana yang sudah dapat disediakan atau tidak dapat disediakan. Kondisi dan situasi masyarakat mengalami perkembangan yang sangat dinamis sehingga kebutuhan dan aspirasi masyarakat mengalami perkembangan yang sangat pesat juga. Ketersediaan beras, ikan, sayur mayur dan buah buahan adalah contoh kebutuhan pangan masyarakat. Adakalanya, suatu daerah tidak mampu menyediakan kebutuhan pangan, sandang dan perumahan dan Untuk itu, maka daerah memenuhinya melalui daerah lain. Sebagai contoh, kebutuhan masyarakat Kota Pematangsiantar atas sayur mayur dan buah buah dipenuhi pedagang dari daerah Kabupaten Tanah Karo dan Simalungun. Pemberdayaan masyarakat yang bekerja sebagai pedagang kecil dan menengah akan menambah daya dukung keberhasilan organisasi perusahaan daerah dalam mencapai Memfokuskan dan melokuskan kepada kebutuhan masyarakat usaha kecil dan menengah dan demikian juga bagi pekerjaan masyarakat lainnya. Pemberdayaan pedagang kaki lima merupakan bagian dari memberdayakan masyarakat pada umumnya. Keberadaan pedagang kaki lima pada daerah perkotaan menjadi fokus dan lokus perusahaan pasar daerah. Untuk meningkatkan peran serta pedagang kaki lima, maka optimalisasi fungsi dan kewenangan perusahaan pasar daerah menjadi suatu kebutuhan organisasi sebagaimana tuntutan dari visi dan misi pemerintahan daerah. Berdasarkan data BPS Kota Pematangsiantar 2016, tercatat Kota Pematangsiantar memiliki luas total sebesar 79,971 Km2 yang terletak 400 - 500 meter diatas permukaan laut dengan jumlah penduduk sebanyak 236. 947 jiwa. Kota Pematangsiantar memiliki delapan kecamatan dan limapuluh tiga kelurahan. Ada delapan kecamatan dan 53 kelurahan di Pemerintahan kota Pematangsiantar. Keberadaan penduduk yang berjumlah 236. 947 jiwa tersebut adalah fokus dan kebanyakan melakukan kegiatan di kota Pematangsiantar, termasuk perusahaan pasar daerah. Keberadaan Perusahaan pasar daerah Horas Jaya yang berada di Pasar Horas dan mengelola Pasar Horas. Pasar Horas ini merupakan wadah pergerakan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan. Pasar Horas yang berada di wilayah Kota Pematangsiantar. Berdasarkan data BPS Kota Pematangsiantar 2016, tercatat Kota Pematangsiantar memiliki panen produksi hasil pertanian kecil karena memiliki lahan pertanin hanya seluas 896 hektar, produksi sebanyak 22. 129 ton / hektar dengan rata - rata sebanyak 5,68 hektar/ton. Kemampuan memproduksi kebutuhan pangan beras masih membutuhkan perhatian daerah karena produksi dan luas panen dengan kebutuhan penduduk masih mengalami perbedaan yang besar. Untuk mengantisipasi kekurangan itu, maka keberadaan perusahaan pasar daerah melaksanakan tugas dan fungsi serta kewenangan berkaitan memberdayakan pedagang kecil dan menengah. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Berdasarkan data BPS Kota Pematangsiantar 2016, tercatat Kota Pematangsiantar memiliki luas panen produksi pertanian seluas 2. 074 hektar, produksi sebanyak 10. ton/hektar dengan rata - rata sebanyak 4,85 hektar/ton. Kebutuhan masyarakat atas keberadaan produksi pertanian masih mendapatkan perhatian perusahaan pasar daerah sehingga pemenuhan atau permintaan dan penawaran masih dalam situasi dan kondisi memenuhi kebutuhan masyarakat. Produksi sayur mayur, buah buahan, ternak dan sebagainya masih membutuhkan perhatian perusahaan daerah melalui optimalisasi mengatur regulasi dan kebijakan pengembangan kebutuhan masyarakat Realisasi pajak bumi dan bangun tahun 2010 adalah sebesar 5. 735, untuk tahun 2011 adalah sebesar 5. 300 dan untuk tahun 2012 adalah sebesar 5. Dari informasi tersebut, masih dapat diberdayakan luas tanah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat misalnya keberadaan sumber daya alam atau pertanian karena memiliki peluang luas tanahnya. Sinergitas proram dan kegiatan perangkat daerah dan perusahaan milik daerah menjadi modal besar dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya daerah, misalnya luas wilayah. Kinerja kegiatan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi motor penggerak percepatan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya kewilayahan. Untuk memahami dan menganalisa sumber daya kewilayahan maka kinerja perusahaan pasar daerah menjadi sangat strategis. Kinerja kegiatan masyarakat dapat diartikan adanya kemampuan masyarakat melakukan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas Keberdayaan masyarakat mengandung arti bahwa masyarakat melakukan kegiatannya dengan maksimal sehingga pemenuhan kebutuhannya dapat tercapai dengan Pengembangan dan menganalisa sumber daya kewilayahan menjadi sarana mengoptimalisasikan program dan kegiatan pemerintahan. Pengembangan sumber daya kewilayahan berbasis produk sumber daya alam atau pertanian membutuhkan sinergitas pemangku keberhasilan pengembangan sumber daya kewilayahan. Keberadaan sumber daya daerah termasuk sumber daya alam, sumber daya pertanian, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya menjadi modal besar dalam pencapaian visi dan misi daerah. Perusahaan pasar daerah sebagai motor pengusaha kecil dan menengah merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan daerah. Pengembangan agribisnis misalnya menjadi titik penting diperhatikan sehubungan dengan ada pasar tradisional. Optimalisasi fungsi dan keewenangan mengelola pasar daerah, akan memberikan sumbangan besar kepada keberhasilan pembangunan daerah. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuPengaruh pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah terhadap pengembangan agribisnis di Pasar Horas Kota pematangsiantar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, yaitu untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah terhadap pengembangan agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Untuk memperoleh informasi tentang pengaruh pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah terhadap pengembangan agribisnis, maka disebarkan daftar pertanyaan secara acak kepada pedagang kaki lim yang berjualan di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. (Nazir, 1. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 menyebutkan bahawa hasil penelitian kasus ini biasanya generalisasi dari pola - pola kasus yang tipikal dan individu, kelompok, lembaga dan sebagainya. Pendapat atau persepsi pedagang kaki lima menjadi data yang diperlukan dalam penyusunan proposal tesis ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima yang berada di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Untuk mendapatkan sampel penelitian, dilakukan penarikan sampel penelitian berdasarkan norma penelitian ilmiah. Untuk memperkuat data atau formasi yang dibutuhkan, maka diperoleh data atau informasi diperolah dari berbagai sumber, misalnya literatur ilmiah, dokumen perundangan, dokumen perusahaan daerah, bahan lainnya yang relevan. Menurut (Arikunto, 2. Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot agenda, dan sebagainya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penjelasan Jawaban Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Tanggapan responden terhadap daftar pertanyaan variabel Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (X. adalah seperti pada Tabel dibawah ini. Tabel 1. Jawaban Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Item Pertanyaan Memberikan sarana fasilitas pengusaha berdagang di kaki lima. Memberikan kenyamanan pengusaha agribisnis pasar pagi di Pasar Horas . Memberikan kemudahan pedagang kaki lima dalam berjualan hasil pertanian. Pedagang kaki lima memberi sumbangan dalam kegiatan ekonomi di kota. Pedagang kaki lima pasar pagi sebagai penyalur barang kepada konsumen, hasil pertanian yang berasal dari desa Pedagang kaki lima merupakan tempat kemudahan mencari barang yang mau dibeli konsumen Kreativitas pedagang kaki lima dapat meningkatkan barang jualan pedagang kaki lima Pedagang kaki lima selalu mempuyai barang yang beraneka ragam untuk dijual Pedagang kaki lima selalu memiliki persediaan barang dagangan untuk dijual Pedagang kaki lima harus memberikan retribusi kepada Sumber: Hasil Penelitian 2017 ) S TS F % F % 4 13 13 F % % F % 43 13 13 Dari tabel diatas menggambarkan jawaban responden penelitian tentang instrumen Memberikan sarana pendukung berusaha memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima. Responden menjawab setuju sebanyak 43 orang . %). Memberikan sarana pendukung berusaha memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 34 orang . %). Memberikan prasarana pendukung berusaha. memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 38 orang . %). Memberikan prasarana This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 pendukung berusaha. memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden yang menjawab sebanyak 43 orang setuju . %). Memberikan pengetahuan / pemahaman memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 46 orang . %). Memberikan pengetahuan / pemahaman memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 46 orang . %). Daya kreativitas dan inovasi memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 40 orang . %). Daya kreativitas dan inovasi memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 41 orang . %). Bertanggungjawab dalam kegiatan memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 34 orang . %). Bertanggungjawab dalam kegiatan memiliki sumbangan besar dalam pemberdayaan pedagang kaki lima, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). Penjelasan jawaban Kinerja Perusahaan Daerah. Tanggapan responden terhadap daftar pertanyaan yang diberikan untuk variabel Kinerja Perusahaan Daerah (X. adalah seperti pada Tabel yang disajikan dibawah ini. Tabel 2. Jawaban Kinerja Perusahaan Daerah Item Pertanyaan Kemampuan merumuskan kegiatan usaha Pasar memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah. Membuat dan merumuskan kegiatan aturan usaha di pasar horas Penataan kios kepada para pedagang di Pasar horas agar pembeli senang berbelanja ke Pasar Horas. Penataan barang jualan agar tidak mengagnggu kepada sesama para pedagang di Pasar horas. Memberikan kemudahan kepada para pedagang dalam hal distribusi barang. Mengawasi keluar masuk barang di pasar horas agar tidak terjadi hal yang tidajk baik. Memberikan pelayanan kenyamanan kepada para pedagang di pasar horas. Meningkatan sarana dan prasarana yang ada di pasar Mengelompokkan setiap blok satu jenis usaha dagang para pedagang, agar pembeli tidak bingung Melarang pedagang musiman berjualan di Pasar Horas, agar pedagang lama dan eksis berdagang terus. Sumber: Hasil Penelitian 2017 S TS Dari tabel diatas menggambarkan jawaban responden penelitian tentang instrumen Kemampuan merumuskan kegiatan usaha memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah. Responden menjawab setuju sebanyak 37 orang . %). Kemampuan merumuskan kegiatan usaha memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 40 orang . %). Kemampuan melaksanakan kegiatan usaha. memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 38 orang This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 . %). Kemampuan melaksanakan kegiatan usaha memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden yang menjawab setuju sebanyak 45 orang . %). Kemampuan mempertanggungjawabkan kegiatan usaha memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). Kemampuan mempertanggungjawabkan kegiatan usaha. memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). Kemampuan menerima masukan dan pendapat. memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 28 orang . %). Kemampuan menerima masukan dan pendapat. memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 30 orang . %). Kemampuan memperbaiki kekurangan / kelemahan memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 36 orang . %). Kemampuan memperbaiki kekurangan/kelemahan memiliki sumbangan besar dalam peningkatan kinerja perusahaan daerah, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). Penjelasan Jawaban Pengembangan Agribisnis Tanggapan responden terhadap daftar pertanyaan yang diberikan untuk variabel Pengembangan Agribisnis (Y) adalah seperti pada Tabel 3 yang disajikan dibawah ini. Tabel 3. Jawaban Pengembangan Agribisnis Item Pertanyaan Keberadaan pedagang agribisnis di Pasar Horas memberi sumbangan besar dalam menampung hasil agribisnis dari Keberadaan pedagang agribisnis di daerah membantu menyalurkan hasil agribisnis di daerah ke kota Keberadaan pedagang agribisnis di kaki lima dan pasar pagi memberikan sumbangan besar menyalurkan ke Keberadaan sumber daya alam dapat memproduksi hasil agribisnis lebih baik hasil pertanian yang lebih baik meningkatkan peminat konsumen untuk mengkonsumsi hasil pertanian Hasil agribisnis yang baik meningkatkan taraf hidup pengusaha agribisnis informasi dan komunikasi tentang pengelola agribisnis menambah wawasan pelaku agribisnis Informasi dan komunikasi produk memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di Dukungan pasar horas memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah Kegiatan distribusi hasil pertanian dari desa ke kota memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah Sumber: Hasil Penelitian 2017 S TS Dari tabel diatas menggambarkan jawaban responden penelitian tentang instrumen Keberadaan pedagang kaki lima memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Keberadaan pedagang kaki lima memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 35 orang . %). Keberadaan sumber daya alam memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden yang menjawab setuju sebanyak 36 orang . %). Keberadaan sumber daya alam memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 34 orang . %). Keberadaan sumber daya buatan memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 39 orang . %). Keberadaan sumber daya buatan memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 26 orang . %). Keberadaan sarana informasi dan komunikasi produk memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 26 orang . %). Keberadaan sarana informasi dan komunikasi produk memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 23 orang . %). Keberadaan dukungan memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 31 orang . %). Keberadaan dukungan memberikan sumbangan besar kepada pengembangan agribisnis di daerah, responden menjawab setuju sebanyak 36 orang . %). Uji Persyaratan Analisis Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment, sehingga harus memenuhi persyaratan yang dikehendaki yaitu : . uji normalitas, . uji linieritas dan uji homogenitas. Uji Normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk melihat normalitas model regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik kurva histogram dan normal p-p plot of regression standardized Pada kurva histogram, model memenuhi asumsi normal jika bentuk kurva simetris atau tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Berikut ini hasil uji normalitas dengan menggunakan kurva histogram : C Kurva Histogram. Kurva histogram untuk pengujian normalitas antara Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar, dengan menggunakan SPSS 20 pada gambar 1 berikut Sumber : Hasil uji SPSS Gambar 1. Kurva Histogram Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Hasil kurva histogram menunjukkan bahwa bentuk kurva simetris dan tidak melenceng ke kiri atau ke kanan sehingga berdasarkan kurva histogram tersebut model regresi berdistribusi normal. C Grafik Normal P - P Plot Of Regression Standardized Residual. Pada Grafik normal P-P Plot of regression standardized residual, model memenuhi asumsi normalitas jika titik - titik pada kurva berhimpit mengikuti garis diagonalnya. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan teknik stasistik dengan bantuan software SPSS 20, diperoleh grafik untuk masing - masing variabel sebagai berikut : Grafik normal p - p plot of regression standardized residual Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis seperti terlihat pada gambar 2 sebagai berikut: Sumber : Hasil uji SPSS Gambar 2. Grafik normal p - p plot Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis Hasil grafik normal p - p plot Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis memperlihatkan bahwa titiktitik pada grafik berhimpit dan mengikuti garis diagonalnya, sehingga berdasarkan grafik tersebut model regresi berdistribusi normal. Uji Linieritas dan Keberartian Regresi. Pengujian linieritas dilakukan antara variabel bebas dengan variabel terikat dalam persamaan regresi, yang dalam penelitian ini yaitu dengan variabel Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah Terhadap Pengembangan Pasar Agribisnis. Pengujian dilakukan dengan alat analisis Test of linearity pada taraf signifikan 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila signifikansi kurang dari 0,05 seperti terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Anova Hasil Analisis Uji Linieritas ANOVA Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Predictors: (Constan. Kinerja Perusahaan Daerah . Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Sumber : Hasil uji SPSS Dari tabel out put ANOVA diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada lenierity untuk Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima sebesar 0,000 dan linierity untuk variabel Kinerja Perusahaan Daerah sebesar 0,000. Karena signifikan kurang dari 0,05 maka dapat This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 disimpulkan bahwa variabel Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah terdapat pengaruh yang linier terhadap variabel Pengembangan Agribisnis. Pengaruh Pemberdayaan pedagang kaki lima (X. terhadap Pengembangan Agribisnis (Y) Hipotesis pertama yang diuji adalah pengaruh Pemberdayaan pedagang kaki lima (X. terhadap Pengembangan Agribisnis (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana terhadap data variabel Pemberdayaan pedagang kaki lima terhadap Pengembangan Agribisnis menghasilkan regresi b = 0,647 dan konstanta a = 8,966 dengan demikian bentuk pengaruh antara kedua variabel tersebut dapat digambarkan oleh persamaan regresi Y = 8,966 0,647 X1, seperti terlihat pada tabel 5 dibawah ini. Tabel 5. Pengaruh Pemberdayaan pedagang kaki lima terhadap Pengembangan Agribisnis Coefficientsa Model 1 (Constan. Standa Unstandardized Coeffi Coefficients Std. Error Beta Sig. Zero Partial Pemberdayaa n Pedagang Kaki Lima Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber: Hasil uji SPSS Correlations Collinearity Statistics Part Tolerance VIF Dapat diketahui koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,556 atau 55,6 %. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa variabel dependen yaitu Pengembangan Agribisnis dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari Pemberdayaan pedagang kaki lima (X. sebesar 55,6% sedangkan sisanya sebesar 44,4 % dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Tabel 6. Uji Pemberdayaan pedagang kaki lima terhadap Pengembangan Agribisnis Model Summaryb Change Statistics Adjuste Std. Error Sig. of the R Square Chang Model R Square Square Estimate Change F Change df1 df2 Predictors: (Constan. Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber : Hasil uji SPSS Pengaruh Kinerja Perusahaan Daerah (X. terhadap Pengembangan Agribisnis (Y) Hipotesis kedua yang diuji adalah pengaruh Kinerja Perusahaan Daerah (X. terhadap Pengembangan Agribisnis (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana terhadap data variabel Kinerja Perusahaan Daerah terhadap Pengembangan Agribisnis regresi b = 0,981 dan konstanta a = 4,350, dengan demikian bentuk This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 pengaruh antara kedua variabel tersebut dapat digambarkan oleh persamaan regresi Y = 4,350 0,981 X2, berikut. Tabel 7. Pengaruh Kinerja Perusahaan Daerah terhadap Pengembangan Agribisnis Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Standar Coefficients Coeffic Std. Error Beta Collinearity Statistics Correlations Sig. Zero1. Kinerja Perusahaa n Daerah Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber : Hasil uji SPSS Partial Part Tolerance VIF Dapat diketahui koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,595 atau 59,5 %, yang berarti bahwa variabel dependen yaitu Pengembangan Agribisnis dijelaskan oleh variabel independen dalam hal ini kinerja Perusahaan Daerah (X. sebesar 59,5 %, sedangkan sisanya sebesar 40,5 % dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Tabel 8. Uji Kinerja Perusahaan Daerah terhadap Pengembangan Agribisnis Model Summaryb Change Statistics Adjuste Std. Error of the Model R Square Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Predictors: (Constan. Kinerja Perusahaan Daerah Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber : Hasil uji SPSS Sig. Change Pengaruh Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (X. dan Kinerja Perusahaan Daerah (X. secara bersama sama Terhadap Pengembangan Agribisnis (Y). Hipotesis ketiga yang diuji adalah Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (X. dan Kinerja Perusahaan Daerah (X. secara bersama sama Terhadap Pengembangan Agribisnis (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi ganda, dengan demikian bentuk pengaruh antara kedua variabel tersebut dapat digambarkan oleh persamaan regresi Y = 7,036 0,311 X1 0,382 X2, seperti terlihat pada tabel sebagai berikut Tabel 9. Pengaruh Secara Bersama-sama Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardize Standar d Coefficients Coeffic Std. Error Beta Sig. Collinearity Correlations Statistics Zeroorder Partial Part Tolerance VIF Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Kinerja Perusahaan Daerah Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Sumber : Hasil uji SPSS Dari tabel diatas dapat diketahui koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,641 atau 64,1 %. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yakni pemberdayaan pedagang kaki lima (X. dan Kinerja Perusahaan Daerah (X. terhadap variabel dependen Pengembangan Agribisnis (Y) sebesar 64,1%, sedangkan sisanya sebesar 35,9 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Tabel 10. Uji Koefisien Determinasi secara bersama - sama Model Summaryb Model Adjuste Squar Square Std. Error of the Estimate R Square Change Change Statistics Chang df1 df2 Sig. Change Predictors: (Constan. Kinerja Perusahaan Daerah . Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber : Hasil uji SPSS Uji Serempak (Uji F) Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan Tabel 11 di bawah ini dapat diketahui bahwa Fhitung = 86,706 dan Ftabel = 2,76 dalam hal ini Fhitung lebih besar dari Ftabel dan nilai signifikan adalah 0. 000 lebih kecil dari nilai alpha 0. 05, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Diterimanya hipotesis alternatif menunjukkan variabel bebas pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah mampu menjelaskan variabel terikat yaitu pengembangan agribisnis (Y). Tabel 11. Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Predictors: (Constan. Kinerja Perusahaan Daerah . Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Sumber : Hasil uji SPSS Uji Parsial (Uji . Pengujian parsial dilakukan dua arah, menggunakan tingkat signifikansi alpha 2,5% . Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan nilai ttabel dengan kriteria keputusan adalah : Jika thitung < ttabel H0 diterima atau H1 ditolak Jika thitung > ttabel H0 ditolak atau H1 diterima Tabel 12. Uji t Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standa Coeffic Sig. Correlations Collinearity Statistics This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. Std. Error E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Zero- Parti Toleranc order al Part VIF Beta (Constan. Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Kinerja Perusahaan Daerah Dependent Variable: Pengembangan Agribisnis Sumber : Hasil uji SPSS Dari Tabel di atas ini diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai thitung untuk variabel pemberdayaan pedagang kaki lima . lebih besar dibandingkan dengan t tabel . atau nilai sig . lebih kecil dari alpha . Berdasarkan hasil yang diperoleh maka Ho ditolak dan H1diterima untuk variabel pemberdayaan pedagang kaki lima. Nilai thitung untuk variabel kinerja perusahaan daerah . lebih besar dibandingkan dengan ttabel . atau nilai sig . lebih kecil dari alpha . Berdasarkan hasil yang diperoleh maka Ho ditolak dan H1 diterima untuk variabel kinerja perusahaan daerah. PEMBAHASAN. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas adalah pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah masyarakat. Sedangkan variabel terikat adalah pengembangan agribisnis Kota Pematangsianar. Variabel pengembangan agribisnis dapat dijelaskan oleh variabel independen pemberdayaan pedagang kaki lima (X. sebesar 0,556 atau 55,6 Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa variabel dependen yaitu Pengembangan agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari pemberdayaan pedagang kaki lima (X. sebesar 55,6 % sedangkan sisanya sebesar 44,4% dan variabel independen lainnya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan varibel pemberdayaan pedagang kaki lima terhadap pengembangan agribisnis. Hasil ini membuktikan bahwa pemberdayaan pedagang kaki lima merupakan faktor penting yang harus dikelola pemangku kesejahteraan masyarakat dengan maksimal untuk meningkatkan pengembangan agribisnis sehingga pembangunan daerah memberikan sumbangan besar dan berarti dalam mendukung pencapaian tujuan kehadiran pemerintahan yaitu melaksanakan pelayanan maksimal dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mengetahui pengaruh variabel kinerja perusahaan daerah terhadap pengembangan agribisnis dilakukan pengujian. Variabel dependen yaitu pengembangan agribisnis (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kinerja perusahaan daerah (X. sebesar 0,595 atau 59,5 %, yang berarti bahwa variabel dependen yaitu pengembangan pasar agribinis dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam hal ini kinerja perusahaan daerah (X. sebesar 59,5 %, sedangkan sisanya sebesar 40,5 % dan variabel independen lainnya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel kinerja perusahaan daerah terhadap pengembangan agribisnis di Kota This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Pematangsiantar. Hasil ini membuktikan bahwa kinerja perusahaan daerah memberikan kontribusi keberhasilan pengembangan agribisnis dimana lingkungan internal dan lingkungan eksternal organisasi perusahana daerah dan keberdayaan masyarakat khususnya pedagang kaki lima menjadi modal besar dalam penguatan sumber daya daerah sehingga pengembangan agribisnis menjadi bagian integral dengan pembangunan daerah. Untuk mengetahui pengaruh bersama variabel pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah dilakukan pengujian secara berganda. Berdasarkan perhitungan koefisien regresi ganda pemberdayaan pedagang kaki lima (X. dan kinerja perusahaan daerah (X. terhadap pengembangan agribisnis (Y) menghasilkan koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,641 atau 64,1 %. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yakni pemberdayaan pedagang kaki lima (X. dan kinerja perusahaan daerah (X. secara bersama sama Terhadap pengembangan pasar agribisnis (Y) sebesar 64,1%, sedangkan sisanya sebesar 35,9 % dan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh bersama variabel pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah memiliki sumbangan yang besar terhadap pengembangan agribisnis daerah sehingga daya saing daerah menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan daerah sehingga ketersediaan sumber daya kewilayahaan menjadi modal besar dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah pada umumnya. Pengembangan agribisnis merupakan pengembangan nilai tawar dari sumber daya Pengembangan agribisnis menjadi fenomena pembangunan daerah yang menarik untuk dianalisa dan dibahas secara ilmiah sehubungan bertambah permintaan atas variasi berbagai karakteristik produk pertanian. Keberadaan pengembangan agribisnis menjadi bagian integral dari keberhasilan pembangunan daerah secara keseluruhan. Keberadaan pengembangan agribisnis menjadi tema menarik dalam penguatan daya tawar daya saing produk pertanian dari daerah. Efektivitas pencapaian visi dan misi daerah dan efesiensi sumber daya daerah merupakan sarana mengembangkan pembangunan pertanian daerah. Keberadaan pengembangan agribisnis menjadi sangat menarik diamati dan dianalisa sehubungan dengan keberadaan sumber daya daerah. Potensi sumber daya pertanian menjadi dilematika dan dinamika dalam pembangunan pertanian daerah. Pengembangan agribisnis merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian daerah karena pengembangan agribisnis merupakan salah satu sektor yang dapat diunggulkan daerah. Sumber daya pertanian daerah dapat dilihat dari tanaman pangan, tamanan palawija, tamanan hortikultura, dan tanaman buah buahan, tanaman sayur mayur dan tanaman lainna. Pengembangan argribisnis akan berhubungan keberadaan sumber daya pertaniaan daerah sehingga dibutuhkan analisa dan kajian sumber daya pertaniaan dalam merumuskan berbagai kebijakan dan strategi pembangunan pertanian daerah. Sumber daya pertanian daerah berada di wilayah suatu lingkungan pada umumnya. Untuk meningkatkan daya dukung dan daya saing produk pertanian maka kuantitas dan kualitas produk pertanian membutuhkan dukungan dari semua pemangku keberhasilan pembangunan pertanian daerah. Untuk mengelolah, menambah nilai produk pertanian, mendistribusikan, memasarkan dan kegiatan lainnya membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat . etani, pedagang, pengecer, penggumpul, penjual dan berbagai profesi yang berhubungan dengan produk pertania. Merumuskan kebutuhan masyarakat pengguna This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 produk pertanian adalah langkah pertama dari kegiatan proses produksi pertanian daerah. Meningkatkan sumbangan sektor agribisnis dalam pembangunan daerah membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Komitmen dan konsistensi program dan kegiatan daerah menjadi modal besar dalam peningkatan kontribusi sektor agribisnis dalam keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah daerah membutuhkan kebijakan serta strategi pengembangan agribisnis sehingga pembangunan agribisnis daerah mengaju kepada program dan kegiatan pembangunan Program dan kegiatan pembangunan agribisnis daerah menjadi primadona dalam meningkatkan pendapatan daerah untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerah. Untuk itu, program dan kegiatan agribisnis daerah dimasukan kedalam materi pembahasan dalam kegiatan musyawarah pembangunan daerah baik tingkatan desa, tingkatan kecamatan maupun tingkatan Kabupaten/Kota. Sinkronisasi dan integralisasi program dan kegiatan agribisnis daerah akan memberikan kemudahan dan kelancaran pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan peraturan daerah. Keberhasilan pembangunan agribisnis daerah merupakan sumber daya daerah dalam mendorong dan mendongkrak keberhasilan sektor pembangunan daerah Menyusun rencana kerja pembangunan agribisnis daerah sesuai dengan sumber daya kewilayahaan akan memproduksi program dan kegiatan agribisnis unggulan daerah. Produktivitas kegiatan agribisnis akan memberikan berbagai sumbangan bagi kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan potensi wilayah masing masing. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa secara kuantitatif serta uraian dari pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Pemberdayaan pedagang kaki lima berpengaruh terhadap pengembangan pasar agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Hasil uji koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,556 atau 55,6%. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa variabel dependen yaitu Pengembangan agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari pemberdayaan pedagang kaki lima (X. sebesar 55,6 % sedangkan sisanya sebesar 44,4% dijelaskan oleh variabel independen lainnya tidak dimasukkan dalam penelitian ini Kinerja perusahaan Daerah berpengaruh terhadap pengembangan pasar agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar. Hasil uji koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,595 atau 59,5 %, yang berarti bahwa variabel dependen yaitu pengembangan pasar agribinis dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam hal ini kinerja perusahaan daerah (X. sebesar 59,5%, sedangkan sisanya sebesar 40,5 % dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh antara pemberdayaan pedagang kaki lima dan kinerja perusahaan daerah secara bersama - sama terhadap pengembangan pasar agribisnis di Pasar Horas Kota Pematangsiantar Hasil pengujian koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,641 atau 64,1%. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yakni pemberdayaan pedagang kaki lima (X. dan kinerja perusahaan daerah (X. secara bersama sama Terhadap pengembangan pasar agribisnis This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 (Y). sebesar 64,1 %, sedangkan sisanya sebesar 35,9 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA