DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DAN IBU USIA REPRODUKTIF DI WILAYAH JATIMULYA RANGKASBITUNG - BANTEN Siti Rochani 1 Garbito Pamboaji 2 Akademi Keperawatan Yatna Yuana Lebak *Corresponding author Siti Rochani Email : siti_rochani78@yahoo. HP: 62 813-1496-0129 Kata Kunci: Deteksi dini. Kanker Payudara. Remaja Putri. Ibu Usia Produktif. SADARI. Keywords: Early detection. Breast cancer. Teenage girl. Productive Mother. BE AWARE. ABSTRAK Deteksi dini kanker payudara merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk masyarakat dalam upaya mencegah terjadinya kanker Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara dan mendeteksi sedini a kanker payudara. Metode Pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara serta demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Evaluasi yang dilakukan adalah dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan pre test dan post test. Peserta kegiatan adalah remaja putri dan ibu usia produktif yang berusia antara 17-60 tahun dengan jumlah 48 peserta. Hasil yang didapatkan yaitu tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 17 . ,4%) peserta menjadi 47 . ,9%) peserta dengan nilai rata-rata pre test 6,25 dan nilai ratarata post test 9. Kemampuan peserta dalam melakukan SADARI juga meningkat dari 2 . menjadi 48 . %) peserta yang mampu melakukan SADARI . Tingkat kepuasan peserta adalah sangat merasa puas atas kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat deteksi dini kanker payudara keterampilan peserta dalam melakukan SADARI untuk mencegah kanker payudara. Kegiatan ini disarankan untuk terus dilakukan di semua tatanan masyarakat untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian kanker ABSTRACT Early detection of breast cancer is one of the efforts made by health workers for the community in an effort to prevent breast cancer. The aim of this community service is to increase public knowledge about breast Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm cancer and detect breast cancer as early as possible. This community service method is education about breast cancer and early detection of breast cancer as well as demonstration of breast self-examination (BSE). The evaluation carried out was by distributing questionnaires to determine the level of pre-test and post-test knowledge. The activity participants were young women and mothers of productive age aged between 17-60 years with a total of 48 participants. The results obtained were that the level of knowledge of participants increased from 17 . 4%) participants to 47 . 9%) participants with an average pre-test score of 25 and an average post-test score of 9. Participants' ability to do BSE also increased from 2 . 17%) to 48 . %) participants who were able to do BSE. The level of participant satisfaction was very satisfied with the activities carried out. Community service activities for early detection of breast cancer are effective in increasing participants' knowledge and skills in carrying out BSE to prevent breast cancer. It is recommended that this activity continue to be carried out in all community settings to prevent an increase in the incidence of breast cancer. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm PENDAHULUAN Perubahan gaya hidup memberikan dampak terhadap derajat kesehatan pada Perubahan pola makan dan budaya makan . akanan cepat saji dan kurangnya asupan sayur serta bua. merupakan salah satu perubahan gaya hidup yang terjadi remaja saat ini. Remaja lebih cenderung mengkonsumsi makanan yang mengikuti trend tanpa melihat status gizi ataupun kandungan yang terdapat dalam Makanan makanan cepat saji . unk foo. banyak mengandung zat pewarna, pengawet, perasa buatan dan cara pengolahannya dengan teknik digoreng dengan suhu yang tinggi atau dibakar (Balatif & Sukma, 2. Pengolahan makanan dengan cara dibakar akan memberikan dampak perubahan kandungan dalam makanan yaitu adanya zat kardiogenik. Zat kardiogenik adalah salah satu zat yang terkandung dalam makanan junk food yang dapat memicu terjadinya tumor. Zat kardiogenik terjadi dalam makanan karena cara pengolahan bahan makanan yang salah . atau karena bahan makanan tersebut banyak mengandung zat pengawet maupun zat pewarna. Kebiasaan kurang makan makanan yang berserat ( buah dan sayuran ) dan kebiasaan konsumsi daging merah dan olahannya juga memicu terjadinya tumor . (Wallace, et al 2020 dalam Balatif dan Sukma 2. Kanker adalah tumbuhnya jaringan baru . yang tidak terkendali yang disebabkan karena berbagai penyebab. Berdasarkan data (Kemenkes RI, 2. , 10% kematian di dunia terjadi akibat kanker dan 70% terjadi di negara berkembang salah satunya adalah Indonesia. Kanker payudara merupakan Kanker yang paling banyak diderita yaitu 65. 858 kasus dan penderitanya adalah sebagian besar perempuan. Kanker payudara dapat mengenai siapa saja baik di usia remaja sampai dengan usia lanjut dan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Hasil penelitian Maharani, . , menunjukan mayoritas penderita tumor jinak di usia 20-29 tahun dan tumor ganas . banyak diderita pada usia diatas 50 tahun. Remaja merupakan masa dimana pertumbuhan hormonalnya sedang berkembang terutama pada pertumbuhan hormon payudara (Angrayni 2017 dalam Sakti et,al 2. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker payudara pada remaja. Pertumbuhan hormon pada remaja salah satunya dapat dipicu oleh bahan kimia seperti zat pengawet maupun zat-zat kimia lain yang ada di makanan siap saji. Selain perubahan pola makan, radiasi dari seluler juga merupakan faktor pencetus terjadinya tumor pada remaja. Sebagian besar kasus kanker payudara terdeteksi setelah pasien mengalami tanda dan gejala lebih lanjut dan harus mendapatkan perawatan yang intensif. Tanda dan gejala awal kanker payudara sering tidak terdeteksi karena jarang menimbulkan keluhan. Tanda dan gejala awal akan terdeteksi setelah melakukan pemeriksaan pada payudara dan ditemukan adanya benjolan. Sebagian besar kasus akan mengabaikan benjolan apabila benjolan tersebut masih teraba kecil. Pasien akan datang ke pelayanan kesehatan bila sudah dalam kondisi yang kurang baik dan harus dilakukan tindakan lebih lanjut . perasi dan kemoterap. Deteksi dini merupakan salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya tumor. Deteksi dini pencegahan tumor payudara dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit tumor payudara, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan Payudara klinis (SADANIS). Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm USG payudara dan pemeriksaan mamografi (Kemenkes RI, 2. Pemeriksaan SADARI merupakan salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan secara Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang pentingnya SADARI dalam mencegah terjadinya tumor payudara. Hal ini terjadi karena kurangnya paparan informasi dan masyarakat belum tahu tentang pentingnya SADARI dalam mendeteksi kanker payudara. Promotif kesehatan terkait dengan penyakit kanker payudara harus sedini mungkin diberikan agar segera terdeteksi bila ada kemungkinan adanya tumor payudara dan apabila ditemukan adanya tumor pada payudara dapat segera dilakukan tindakan awal yaitu pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) ke pelayanan kesehatan. Melalui promosi kesehatan terkait dengan Pendidikan kesehatan tentang kanker maka pengetahuan masyarakat akan meningkat. Peningkatan tingkat pengetahuan akan memberikan dampak positif terhadap angka kejadian kanker yaitu angka kejadiannya bisa diturunkan atau ditekan. Individu akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kanker pada dirinya setelah mengetahui apa itu kanker payudara dan bagaimana pencegahannya. Promosi kesehatan juga akan menjadikan individu lebih selektif dalam memilih makanan yang sehat yang dapat dapat menghindarkan dari penyakit kanker Banyaknya kejadian kanker payudara pada wanita usia produktif menjadi perhatian penting bagi pemerhati perempuan baik di institusi pendidikan, gereja maupun di masyarakat. Pentingnya promosi kesehatan terkait dengan kanker payudara dan deteksi dini. SADARI sebagai upaya pencegahan, peningkatan angka kejadian kanker payudara pada perempuan. METODE PELAKSANAAN Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker payudara, deteksi dini kanker payudara, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri dilanjutkan dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengukur pengetahuan peserta tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara. Pengetahuan peserta diukur dengan menjawab kuesioner yang dibagi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Setiap peserta sebelum diberikan materi dibagi kuesioner yang berisi 10 pertanyaan pengetahuan kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara. Evaluasi psikomotor dilakukan dengan meminta setiap peserta untuk mendemonstrasikan ulang apa yang telah diajarkan oleh pembawa materi. Kegiatan pengabdian masyarakat dievaluasi secara keseluruhan dengan meminta peserta untuk mengisi kuesioner yang berisi tentang kepuasan peserta terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang meliputi kepuasaan terhadap materi yang disajikan, waktu pelaksanaan, pemateri yang memberikan materi, manfaat dari pengabdian masyarakat yang dilakukan dan kepuasan tentang kegiatan yang dilakukan secara menyeluruh. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 19 November 2023, di Aula Akademi Keperawatan Yatna Yuana Lebak. Peserta, adalah remaja putri dan ibu usia reproduktif yang berumur 17-60 tahun dengan jumlah 48 peserta. Kegiatan diawali dengan membagikan kuesioner . re tes. pengetahuan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara. Setelah pemberian peserta mengisi kuesioner pre test kegiatan dilanjutkan dengan memberikan materi tentang kanker payudara dan pemberian materi tentang deteksi payudara sendiri (Sadar. Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri. Diskusi kelompok dilakukan setelah semua kegiatan dilakukan. Seluruh peserta antusias dalam mengikuti diskusi dengan banyaknya peserta yang bertanya tentang materi yang telah disampaikan. Saat diminta untuk mendemonstrasikan ulang tentang pemeriksaan payudara sendiri, peserta juga aktif dalam melakukannya. Tingkat Pengetahuan pre test tentang Kanker Payudara dan Deteksi dini Kanker Payudara Tingkat pengetahuan peserta tentang kaanker paayudara sebelum penyuluhan kesehatan tergambar pada tabel dibawah ini. Tabel I : Tingkat Pengetahuan Pre-Test Peserta PreTest Tingkat pengetahuan Rendah (%) Tinggi Total Mean Min Max Diagram 1: Tingkat Pengetahuan Pre Test Berdasarkan tabel diatas menunjukkan dari 48 peserta tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 31 . ,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah dan 17 . 4%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Nilai rata-rata . pengetahuan peserta sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 6. Nilai minimum adalah 2 dan nilai maximum adalah 10 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm Tingkat Pengetahuan Post test tentang Kanker Payudara dan Deteksi dini Kanker Payudara Tingkat pengetahuan peserta setelah dilakukaan penyuluhaan kesehatan tergambar pada tabel dibawah ini. Tabel 2 : Tingkat Pengetahuan Post-Test Peserta Post Test Tingkat pengetahuan Rendah (%) Tinggi Total Mean Min Max Diagram 2 : Tingkat Pengetahuan Post Test Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara yaitu yang memiliki tingkat pengetahuan rendah yaitu 1 ( 2. dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu 47 . 9%). Nilai rata-rata tingkat pengetahuan setelah telah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 9. 58 dengan nilai minimum 6 dan nilai maksimum 10. Kemampuan melakukan Gerakan SADARI pre dan post demonstrasi Kemampuaan melakukan gerakan SADARI peserta sebelum dan sesudah dilakukan demonstrasi dapat dilihat pada tabel dibawaah ini. Tabel 3: Kemampuan melakukan gerakan SADARI pre dan Post demonstrasi Kemampuan Pre Demonstrasi Post Demonstrasi Mampu < mampu 83 48 100 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm Diagram 3 : Kemampuan melakukan gerakan SADARI pre dan Post demonstrasi Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa kemampuan peserta sebelum dilakukan demonstrasi SADARI yaitu 2. 17%) peserta mampu melakukan gerakan SADARI dan 46 . 83%) pasien kurang mampu melakukan gerakan SADARI. Sedangkan kemampuan peserta setelah dilakukan demonstrasi gerakan SADARI didapatkan 48 . %) peserta mampu mendemonstrasikan gerakan SADARI secara Tingkat Kepuasan Tingkat Kepuasan peserta terhadap promosi kesehatan yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4: Tingkat kepuasan Peserta Tingkat kepuasan Puas Sangat Puas Total Percent (%) Diagram 4 :Tingkat kepuasan Peserta Berdasarkan able diatas didapatkan tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan yang dilakukan yaitu tingkat kepuasan puas 12 . %) dan sangat puas 36 . %). Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm Gambar 1: Registrasi peserta Gambar 2 : Presentasi Kanker Payudara Gambar 4: Diskusi Gambar 5: Peserta seminar PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukan bahwa tingkat pengetahuan peserta sebelum diberikan pendidikan kesehatan berada pada tingkat pengetahuan rendah yaitu 31 . 6%). Tingkat pengetahuan individu. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan nilai rata-rata pengetahuan peserta tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara adalah 6. 25 dengan nilai minimum 2 dan nilai maksimum 10. Ini menunjukan bahwa bahwa peserta masih banyak yang belum mengetahui apa itu kanker payudara dan bagaimana cara mendeteksi kanker payudara. Tingkat pengetahuan individu dapat meningkat dengan memberikan pendidikan kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm Sedangkan tabel 2 menunjukan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi yaitu 47 . 5%), dengan nilai rata-rata 9. ini menunjukan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara terjadi peningkatan nilai rata-rata tingkat pengetahuan peserta. Pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Wulandari et al. , . , dimana responden yang diberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI pengetahuannya meningkat dari 75 menjadi 27. Begitupula hasil penelitian Arihta & Fauziah, . , menunjukan adanya peningkatan pengetahuan responden tentang SADARI sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan tentang sadari 100% kurang dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan meningkat 100% memiliki pengetahuan yang baik dengan nilai rata rata pre 37. 59 meningkat menjadi 79. Tingkat pengetahuan yang tinggi juga akan mempengaruhi kemampuan individu dalam melakukan SADARI. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi gerakan SADARI peserta sebagian besar belum mampu melakukan gerakan SADARI hanya 2 . ,5%) peserta yang mampu, namun setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi gerakan SADARI, 48 . %) peserta mampu melakukan gerakan SADARI . Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta melalui aspek ketrampilan psikomotor (Maryana et al. , 2. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan pemikiran dan perasaan dengan sikap dan ketrampilan. Metode ini juga memberikan kesempatan peserta untuk berlatih ketrampilan sehingga mereka mampu untuk lebih menguasai ketrampilan yang telah diajarkan (Mahendra et al. , 2. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi mampu meningkatkan ketrampilan dalam melakukan gerakan SADARI. Hasil penelitian Emilia et al. , . , menunjukan bahwa minat peserta dalam melakukan SADARI meningkat setelah di berikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dimana responden sebelum dilakukan demonstrasi memiliki minat dengan nilai mean 10. 30 dan setelah dilakukan demontrasi minat peserta meningkat dengan nilai mean 14. 25, dan hasil uji statisik menunjukan bahwa pendidikan kesehatan dengan demontrasi efektif dalam meningkatkan minat peserta dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri, hal ini ditunjukan dengan hasi uji statistik nilai p=0. 000 ( P<0. , begiu pula hasil penelitian Lestari et al. yang menunjukan 100% responden mampu melakukan gerakan SADARI setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi. Hasil penelitian Hastuti et al. , . , juga menunjukan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demontrasi efektif dalam meningkatkan kemampuan wanita usia subur dalam melakukan SADARI, hal ini ditunjukan dengan hasil uji statistic sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demontrasi didapatkan nilai asymp. 000 ( p< 0. , dan terjadi peningkatan ketrampilan dalam melakukan gerakan SADARI sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demontrasi. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan kemampuan dalam melakukan gerakan SADARI responden adalah 69,2% kurang baik dan Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm setelah diberikan pendidikan kesehatan kemampuan responden dalam melakukan gerakan SADRI 80. 8% menjadi baik. Kegiatan pengabdian masyarakat terkait dengan kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara dengan metode demonstrasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dan kegiatan ini juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Mengingat tingginya akan kejadian kanker payudara pada wanita terutama pada remaja dan ibu usia produktif. Pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan perilaku deteksi dini kanker payudara dengan melakukan SADARI. Seluruh Peserta terjadi peningkatan baik pengetahuan maupun ketrampilan dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan merasa sangat puas serta merasakan manfaat pengabdian masyarakat yang telah Peserta mengharapkan untuk lebih sering memberikan pendidikan kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. SARAN Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan dapat dilakukan lebih sering lagi agar masyarakat dapat membantu program pemerintah dalam mencegah berbagai macam penyakit. Diharapkan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara dapat terus dilaksanakan di berbagai tatanan masyarakat agar angka kejadian kanker payudara tidak terjadi peningkatan dan masyarakat lebih waspada terhadap adanya kanker payudara. UCAPAN TERIMA KASIH Terima Kasih penulis ucapkan kepada institusi Akademi Keperawatan Yatna Yuana. Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung dan kepada Wanita Katolik RI Cabang Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung yang telah memfasilitasi dan ikut serta dalam terlaksananya pengabdian Masyarakat bersama ini . Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta serta seluruh panitia yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Referensi