PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA). EARNING PER SHARE (EPS), DAN PRICE EARNING RATIO (PER) TEHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2015-2020 Tito Dafit Andyanto. EC Elfreda Aplonia Lau . Murfat Effendi . Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : titodavit. a@gmail. Keywords : ABSTRACT Return On Asset. Earning Per Share. Price Earning Ratio. Harga Saham Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui dan menanalisis pengaruh . Return On Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . Price Earning Ratio (PER) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . Return On Assets (ROA). Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen keuangan khususnya Return On Asset. Eraning Per Share. Price Earning Ratio dan harga saham. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa . Return On Assets (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap harga Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham . Price Earning Ratio (PER) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap harga Return On Assets (ROA). Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia PENDAHULUAN Lima tahun terakhir pasar kosmetik semakin bertumbuh pesat. Seperti dilansir dari website http://w. id/ yang bersumber dari Investor Daily . /03/2. menunjukka bahwa industri kosmetik nasional pada tahun 2018 tumbuh 20% atau empat kali lipat dibandingkan dengan tahun 2017. Kenaikan pertumbuhan hingga double digit ini didorong permintaan pasar yang cukup besar, baik dari pasar domestik . asar dalam neger. maupun ekspor . asar luar neger. Target pasar kosmetik dari yang semula hanya untuk kaum wanita, sekarang sudah mulai merambah ke laki-laki, hal tersebut membuat pasar kosmetik di Indonesia semakin berkembang Persaingan industri di bidang kosmetik dan keperluan rumah tangga menjadi semakin Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari perkembangan pasar kosmetik dan keperluan rumah tangga ini yaitu dapat menambah referensi dalam memilih produk kecantikan dan keperluan rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Ketika berbicara mengenai kosmetik tentu saja tidak hanya tentang kosmetik untuk wajah, tetapi mulai dari perawatan rambut sampai ujung kaki. Dengan berkembangnya pasar kosmetik semakin menambah peluang bagi perusahaan kosmetik mengembangkan usahanya, terutama bagi perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa efek Indonesia (BEI). Beberapa perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara lain : Akasha Wira International. Tbk. Kino Indonesia. Tbk. Martina Berto. Tbk. Mustika Ratu. Tbk. Mandom Indonesia. Tbk, dan Unilever Indonesia. Tbk. Perkembangan pasar modal yang ada di Indonesia, membuat para investor tertarik dengan saham yang dapat mereka jadikan alternatif sebagai obyek investasi. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: Pengaruh Return On Assets (ROA) terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Pengaruh Return On Assets (ROA). Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) secara bersama-sama terhadap harga saham Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020 Harga saham Menurut Hartono . adalah AuHarga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modalAy Menurut Kasmir . AuReturn On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaanAy. Menurut Irham Fahmi . , mendefinisikan Earning Per Share (EPS) Aubentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimilikiAy. Semakin tinggi perubahan Eearning Per Share (EPS) hal tersebut akan mempengaruhi minat calon investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Syafitri & Tamba . menyimpulkan bahwa: Price Earning Ratio (PER). Rasio ini mengukur seberapa besarperbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntunganyang akan di peroleh oleh para pemegang saham. Suatu rasio harga dan penghasilan saham dihitung dengan membagi harga pasar per lembar saham. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Syarat untuk menggunakan regresi maka datanya harus normal dan linier serta memenuhi asumsi klasik sehingga perlu dilakukan beberapa uji berikut ini: Uji Linieritas Menurut Imam Gozali . Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara signifikansi. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linier. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test For Linierity (LM Testdengan taraf signifikansi 0,05. Variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila signifikansi (Linierit. kurang dari 0,05. Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi antara variabel terkait dan variabel bebas keduanya memiliki distribusi yang normal atau tidak. Model regresi dapat dikatakan baik apabila memiliki hasil dari distribusi data terlihat normal atau mendekati Penguji normalitas dapat menggunakan melalui rumus Kolmogorov-Smirnov. Uji Multikoliniearitas Ghozali . Uji multikoliniearitas dimaksudkan untuk menguji apakah model regresi terindikasi memiliki pengaruh antara variabel bebas. Apabila terjadi korelasi antara variabel bebas dengan variabel terkait, maka terdapat masalah multikolinearitas . pada model regresi tersebut. Untuk mendeteksi adanya multikoliniearitas untuk menilai Nilai tolerance dan VIF . ariance inflation fakto. adalah sebagai berikut : Melihat nilai tolerance Tidak terjadi multikoliniearitas, jika nilai tolerance lebih besar 0,10. Terjadi mulitikoliniearitas, jika nilai tolerance lebih kecil atau sama dengan 0,10. Melihat nilai VIF . ariance inflation fakto. Tidak terjadi multikoliniearitas, jika nilai VIF lebih kecil 10,0. Terjadi multikoliniearitas, jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10,00. Uji Heteroskedastisitas Ghozali . mengatakan Auuji ini ditujukan untuk menguji apakah dalam model regresi terindikasi terjadi ketidaksamaan variance dan residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lainAy. Jika variance dari residual satu pengamatan-pengamatan yang lain konstan maka disebut homoskedestis dan jika terdapat perbedaan disebut heterokedastisitas. Untuk mengetahui apakah sebuah model regresi memiliki indikasi heteroskedastisitas dengan cara meregre absolud residual (UbsU. Cara untuk mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan metode Glejser Test, yaitu dengan cara meregresikan nilai absoluttresidual terhadap variabel independen, sehingga dapat diketahui ada tidaknya derajat kepercayaan 5%. Jika nilai signifikansi variabel independen > 0,05 maka tidak terjadi Sebalinya, jika nilai signifikansi variabel independen < 0,05 maka terjadi Uji Autokorelasi Uji Auto korelasi menurut SufrenYonathan Natanael . :AyUji Auto korelasi bertujuan untuk mencaritahu apakah kesalahan . suatu data pada periode tertentu berkorelasi dengan periode lainnyaAy. Model regresi linier ganda yang baik adalah tidak mengalami auto korelasi. Cara untuk mengetahui apakah mengalami atau tidak mengalami auto korelasi adalah dengan mengecek nilai Durbin-Watson (DW). Tabel 1. Tabel auto korelasi Durbin-Watson (DW) Kesimpulan
4-dL Ada otokorelasi Syarat tidak terjadi auto korelasi adalah dU s. d 4-dU Regresi Linier Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh atau hubungan variabel independent dengan variabel dependen. Model persamaan analisis regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1 X 1 2 X 2 3 X 3 e Keterangan : = Harga Saham = Return On Assets (ROA) = Earning Per Share (EPS) = Price Eerning Ratio ( PER) = Koefisiensi Regresi = Random Error Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis regresi linier berganda: Perhitungan Return On Asset (ROA) Laba Bersih Return On Asset Ratio = X100% Asset Tabel. 2 Rekapitulasi Return On Asset Ratio Sub-Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2015- 2020 Perusahaan Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Kode KINO KINO KINO KINO KINO KINO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MRAT MRAT MRAT MRAT Tahun ROA(%) 8,19 5,51 3,39 4,18 10,98 3,02 2,17 1,24 3,16 17,61 11,33 20,68 0,21 1,15 2,44 0,44 No Perusahaan 17 Mustika Ratu Tbk, 18 Mustika Ratu Tbk, 19 Mandom Indonesia Tbk, 20 Mandom Indonesia Tbk, 21 Mandom Indonesia Tbk, 22 Mandom Indonesia Tbk, 23 Mandom Indonesia Tbk, 24 Mandom Indonesia Tbk, 25 Unilever Indonesia Tbk, 26 Unilever Indonesia Tbk, 27 Unilever Indonesia Tbk, 28 Unilever Indonesia Tbk, 29 Unilever Indonesia Tbk, 30 Unilever Indonesia Tbk. Sumber: w. id,2021 Kode MRAT MRAT TCID TCID TCID TCID TCID TCID UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR Tahun ROA(%) 0,025 0,11 26,15 7,42 7,58 12,98 5,69 2,37 38,16 37,05 46,66 34,89 Perhitungan Earning Per Share (EPS) Formula EPS bisa dihitung sebagai berikut : Laba Bersih Earning Per Share (EPS) = x 100% Jumlah Lembar saham Tabel. Rekapitulasi Earning Per Share Ratio Sub-Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 2015- 2020 Perusahaan Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Kode KINO KINO KINO KINO KINO KINO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT EPS LNTahun (R. EPS(%) 12,12 11,75 11,26 4,65 5,90 4,73 13,14 2,58 8,14 2,10 23,08 3,14 4,67 4,14 5,25 2,44 0,89 12,97 2,56 Rp3,08 1,12 5,27 1,66 1,31 0,27 1,41 0,34 No Perusahaan 19 Mandom Indonesia Tbk, 20 Mandom Indonesia Tbk, 21 Mandom Indonesia Tbk, 22 Mandom Indonesia Tbk, 23 Mandom Indonesia Tbk, 24 Mandom Indonesia Tbk, 25 Unilever Indonesia Tbk, 26 Unilever Indonesia Tbk, 27 Unilever Indonesia Tbk, 28 Unilever Indonesia Tbk, 29 Unilever Indonesia Tbk, 30 Unilever Indonesia Tbk. Sumber : Data diolah,2021 Kode TCID TCID TCID TCID TCID TCID UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR Tahun EPS LN(R. EPS(%) 707,93 6,56 6,69 890,88 6,79 6,76 6,58 5,61 766,95 6,64 837,57 6,73 918,03 6,82 7,08 6,88 5,24 Perhitungan Analisis Price Earning Ratio Harga saham perlembar PER = Laba Per Lembar Saham % Tabel. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Price Earning Ratio Sub-Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 2015- 2020 Perusahaan Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Kode KINO KINO KINO KINO KINO KINO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT TCID TCID TCID Tahun PER(%) 20,86 17,58 32,25 26,17 9,42 27,17 10,66 17,06 4,11 77,78 85,11 12,02 44,19 2,46 33,97 493,55 6,09 13,07 20,09 No Perusahaan Kode 22 Mandom Indonesia Tbk. TCID 23 Mandom Indonesia Tbk. TCID 24 Mandom Indonesia Tbk. TCID 25 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 26 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 27 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 28 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 29 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 30 Unilever Indonesia Tbk. UNVR Sumber : Data Diolah Peneliti, 2021 Tahun PER(%) 15,24 23,81 48,24 46,74 60,89 43,34 Penyajian Data Harga Saham Tabel. Rekapitulasi Harga saham Sub-Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 20152020 Perusahaan Kode Tahun Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Kino Indonesia Tbk. Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Martina Berto Tbk Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mustika Ratu Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. KINO KINO KINO KINO KINO KINO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MBTO MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT MRAT TCID TCID TCID TCID TCID TCID UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR Harga Saham (R. Logaritma Natural_Harga Saham (%) 8,25 8,02 7,66 7,94 8,14 8,03 4,94 5,22 4,91 4,84 4,54 4,55 5,34 5,35 5,33 5,19 5,03 5,13 9,71 9,43 9,79 9,76 9,31 8,78 10,52 10,57 10,93 10,72 10,65 No Perusahaan Kode Tahun 30 Unilever Indonesia Tbk. UNVR 2020 Sumber: Data diolah oleh peneliti,2021 Harga Saham (R. Logaritma Natural_Harga Saham (%) 8,90 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Uji Linieritas Terhadap Data ROA,EPS dan PER Tabel 6. : Uji Linearitas Variables Entered/Removedb Variables Variables Model Entered Removed Method X3Sgr. Enter X1Sgr. X2Sgr All requested variables entered. Dependent Variable: Unstandardized Residual Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. X3Sgr. X1Sgr. X2Sgr Dependent Variable: Unstandardized Residual ANOVAb Sum of Mean Model Squares Square Regression Residual Total Predictors: (Constan. X3Sgr. X1Sgr. X2Sgr Dependent Variable: Unstandardized Residual Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. X1Sgr 088E-6 X2Sgr 406E-5 X3Sgr 100E-8 Dependent Variable: Unstandardized Residual Sig. Sig. Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan output diatas maka diperoleh koefisien determinasi (R . persamaan regressi yang baru sebesar 0,027 sehingga nilai X2hitung sebesar 30 X 0,027 = 0,81 sedangkan nilai X2 tabel dengan df : 0,05, 30 adalah 43,773 Kerena Nilai X2 hitung . < nilai X2 tabel . maka dapat disimpulkan model regresi dalam penelitian ini adalah linear. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Tabel 7. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Standardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber :Data Diolah SPSS, 2021 Berdasarkan tabel 7 diatas dapat dilihat bahwa Nilai signifikansi di tabel tersebut sebesar 0,934 lebih besar dari 0,05 maka dapat diambil kesimpulan data berdistribusi normal. Signifikansi . ,934> 0,. , maka data berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Menurut Imam Ghozali . uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi, maka peneliti ini menggunakan besaran VIF (Variance Inflation Facto. Nilai VIF lebih dari 10,00 maka terjadi multikolinieritas, apabila nilai VIF kurang dari 10,00 maka tidak terjadi Berikut hasil uji multikolinieritas pada tabel 8. Tabel 8. Hasil uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. ROA EPS PER Dependent Variable: Harga_saham Sig. Collinearity Statistics Toleran VIF Sumber :Data diolah SPSS, 2021 Berdasarkan tabel 8 di atas diperoleh VIF dari masing-masing variable, pada variabel Return On Asset nilai VIF sebesar 1,000 < 10, variabel Earning Per Share (EPS) nilai VIF sebesar 1,197 < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Return On Asset. Earning Per Share dan Price Earning Ratio tidak terjadi multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas / Glejser Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi ketidaksamaan varians dari rasidual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mengetahui apakah terjadi atau tidak terjadi Heteroskedastisitas dalam model regresi penelitian ini, analisis yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji Glejser. Berikut hasil uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser dapat dilihat di bawah ini : Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Standardi Unstandardiz Coefficie Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. LnROA LnEPS LnPER Dependent Variable: LnU2 Sig. Collinearity Statistics Toleran VIF Sumber :Data diolah SPSS, 2021 Berdasarkan tabel 9 diatas Gejala heteroskedatisitas ditunjukkan oleh koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya . Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai alpha (Sig. > . , maka dapat dipastikan model tidak mengandung Gejala heteroskedatisitas atau dikatakan tidak terjadi heteroskedatisitas apabila t hitung < t tabel. Berdasarkan output diatas diketahui bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala heteroskedatisitas. Hal ini karena sig. Variabel Return On Asset terhadap Harga Saham sebesar 0,751 > 0,05, dan Price Earning Ratio terhadap Harga Saham sebesar 0,523 > 0,05 dan sedangkan sig. Variabel earning Per share terhadap Harga Saham sebesar 0,414 > 0,05. Uji Autokorelasi Tabel 10. : Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. PER. ROA. EPS Dependent Variable: Harga_saham DurbinWatson Sumber: Data diolah, 2021 Output di atas dapat diketahui bahwa nilai DW adalah 1,750, selanjutnya nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel signifikansi 5%, jumlah sampel N=30 dan jumlah variabel 4 (K=. = 2,100. Mencari nilai pada tabel Durbin Watson didapatkan nilai dU = 1. 739, nilai dL = 1143. Nilai dw lebih dari nilai dL sehingga dapat simpulkan bebas autokorelasi. Analisis Regresi Berganda Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. ROA EPS PER Dependent Variable: Harga_Saham Sumber :Data diolah SPSS, 2021 Berdasarkan tabel 5. 11 di atas Hasil pengujian persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 Harga Saham = 478,881 0,058ROA 0,406EPS 0,001PER Berdasarkan hasil analisis linier berganda, maka diketahui. ROA . adalah 0,058 . EPS . adalah 0,406. PER . adalah 0,001 Nilai koefisien regresi dari variabel bebas memiliki tanda Hal ini menunjukkan hubungan yang searah (Positi. untuk variabel DER dan variabel DAR menunjukkan hubungan positif dengan Harga Saham. Uji t (Uji Parsia. Tabel 12. Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. ROA EPS PER Dependent Variable: Harga_Saham Sig. Sumber : Data diolah, 2021 . Jika t hitung > t table atau nilai signifikan < A 5% maka variable tersebut berpengaruh . Jika nilai t hitung < t table atau nilai signifikan > A 5% maka tabel tersebut tidak berpengaruh signifikan, sebagai hipotesis ditolak. Return On Asset (ROA) Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Return On Asset (ROA) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sub kosmetik dan keperluan rumah tangga tahun 2016-2020. Pada table uji t diatas menyimpulkan bahwa variabel ROA memiliki nilai t-hitung sebesar 2,261 dengan taraf signifikasi 0,032 lebih kecil dari pada tingkat keyakinan 5%. Return On Asset (ROA) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan Subsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga Di Bursa Efek Indonesia tahun 20152020. Earning Per Share (EPS) Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H2 : Earning Per Share (EPS) berpengaruh Positif signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan keperluan rumah tangga Di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Pada table uji t diatas menyimpulkan bahwa Earning Per Share (EPS) memiliki nilai thitung sebesar 3,629 dengan taraf signifikasi 0,001 lebih kecil dari pada tingkat keyakinan Earning Per Share (EPS) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan Subsektor Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Price Earning Ratio (PER) Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H3 : Price Earning Ratio (PER) berpengaruh Positif tidak signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan keperluan rumah tangga Di Bursa Efek Indonesia tahun 20152020. Pada table uji t diatas menyimpulkan bahwa Price Earning Ratio (PER) memiliki nilai thitung sebesar 0,271 dengan taraf signifikasi 0,788 lebih besar dari pada tingkat keyakinan Price Earning Ratio (PER) memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan Subsektor Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2020. Uji F (Uji Simulta. Tabel 13. Uji F ANOVAb Sum of Model Squares Regression Residual Total Predictors: (Constan. PER. ROA. EPS Dependent Variable: Harga_Saham Mean Square Sig. Sumber: Data diolah, 2021 Jika F hitung > F tabel, atau nilai signifikan < 5 % maka Ho ditolak,berarti variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Jika F hitung < F tabel, atau nilai signifikan > 5 % maka Ho diterima, berarti variabel bebas secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Pada Uji F menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara simultan berpengaruh Positif signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub kosmetik dan keperluan rumah tangga tahun 2015-2020. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H4 : Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara simultan berpengaruh Positif signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub kosmetik dan keperluan rumah tangga tahun 2015-2020. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa F-hitung yaitu sebesar 5,224 sedangkan F-tabel pada tingkat keyakinan () 5% dengan derajat bebas Hal ini menunjukkan bahwa nilai F-hitung 5,224 dengan signifikasi sebesar 0,788 lebih ear daripada nilai sebesar 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara simultan berpengaruh Positif signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub kosmetik dan keperluan rumah tangga tahun 2015-2020. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Asset. Earning Per Share dan Price Earning Ratio secara parsial dan simultan terhadap Harga Saham perusahaan sub Kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020. Pembahasan hasil pengujian sebagai berikut: Pengaruh Return On Asset, secara parsial terhadap Harga Saham perusahaan sub Kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020. Return On Asset (ROA) mempunyai koefisien regresi dengan arah positif sebesar 0,058. Hal ini berarti bahwa kenaikan kenaikan dari Return On Asset (ROA) maka akan menyebabkan variabel Harga saham akan mengalami kenaikan. Mempunyai arti bahwa penurunan Return On Asset (ROA) akan diikuti penurunan Harga Saham. Hasil perhitungan persamaan regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien . sebesar 0,058. Dari perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai thitung sebesar 0,924 dan ttabel 2,261, karena 0,924 < 2,051 Sehingga H1 diterima. maka hipotesis satu terbukti. Maka dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel Harga Saham perusahaan sub sektor kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020. Hal tersebut karena Laba Bersih yang menigkat maka meningkatkan harga saham. Berdasarkan analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa Return On Asset (ROA) yang diproyeksikan dengan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Penelitian ini mempunyai kesamaan hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh Deska Nur Ayu Ningtias . yang menyatakan ROA berpengaruh terhadap Harga Saham Sub Sektor Kosmetik dan keperluan rumah tangga. Pengaruh Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Earning Per Share (EPS) mempunyai koefisien regresi dengan arah negatif sebesar 0,406. Hal ini berarti bahwa kenaikan 1 jika terjadi kenaikan dari variabel Earning Per Share (EPS) Debt To Assets Ratio maka akan menyebabkan variabel Harga Saham akan mengalami Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham mempunyai arti bahwa penurunan Earning Per Share (EPS) akan diikuti penurunan Harga Saham Dari hasil perhitungan persamaan regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien . sebesar 0,406. Dari perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 2,208 dan ttabel 3,629, karena 2,208 < 3,629 Sehingga H2 diterima. maka hipotesis kedua Maka dapat disimpulkan bahwa Earning Per Share (EPS) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel Harga Saham pada perusahaan sub sektor kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020. Hal tersebut disebabkan laba perlembar saham meningkatkan harga saham. Berdasarkan analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa faktor Earning Per Share yang diproyeksikan dengan EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini mempunyai kesamaan hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh Deska Nur Ayu Ningtias . yang menyatakan EPS berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga saham Sub Sektor Pertambangan. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian M. Khafidz Mansyur Skripsi . yang menyatakan rasio profitabilitas secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham Price Earning Ratio mempunyai koefisien regresi dengan arah positif sebesar 0,001. Berarti bahwa kenaikan 1 jika terjadi kenaikan dari variabel Price Earning Ratio (PER) akan menyebabkan variabel Harga Saham akan mengalami peningkatan maka. mempunyai arti bahwa penurunan Price Earning Ratio akan diikuti penurunan Harga Saham perusahaan. Hasil perhitungan uji T dengan signifikannya diatas 0,05 yaitu sebesar 0,788 maka Sehingga H3 ditolak. maka hipotesis ketiga tidak terbukti. Maka dapat disimpulkan bahwa Price Earning Ratio secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap variabel harga saham perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2020. Berdasarkan analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa faktor Price Earning Ratio yang diproyeksikan dengan PER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini mempunyai kesamaan hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh Deska Nur Ayu Ningtias . yang menyatakan PER berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga saham Sub Sektor Pertambangan. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian M. Khafidz Mansyur Skripsi . yang menyatakan rasio profitabilitas secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Hal tersebut laba bersih yang meningkat akan dibarengi kenaikan harga saham. 4 Pengaruh Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham Tabel 14. Uji F ANOVAb Sum of Mean Model Squares Square Sig. Regression Residual Total Predictors: (Constan. PER. ROA. EPS Dependent Variable: Harga_Saham Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) mempunyai koefisien regresi dengan arah positif sebesar 8,756. Berarti bahwa kenaikan 1 jika terjadi kenaikan dari variabel Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) Price Earning Ratio (PER) akan menyebabkan variabel Harga Saham akan mengalami peningkatan maka. mempunyai arti bahwa penurunan Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) akan diikuti penurunan Harga Saham Hasil perhitungan uji F dengan signifikannya dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,00 maka Sehingga H4 diterima. maka hipotesis keempat terbukti. Maka dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel harga saham perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2020. Hal tersebut disebabkan dengan meningkatnya laba bersih maka akan meningkatkan harga saham. Berdasarkan analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa faktor Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) yang diproyeksikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga Penelitian ini mempunyai kesamaan hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh Deska Nur Ayu Ningtias . yang menyatakan Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga saham Sub Sektor Pertambangan. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian M. Khafidz Mansyur Skripsi . yang menyatakan rasio Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara simultan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Harga Saham pada perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode tahun 2015-2020 maka Hipotesis 1 . Earning Per Share (EPS) secara parsial berpengaruh Positif signifikan terhadap variabel Harga Saham pada perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020 maka Hipotesis 2 . Price Earning Ratio (PER) secara parsial berpengaruh Positif tidak signifikan terhadap variabel Harga Saham pada perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020 maka Hipotesis 3 . Return On Asset (ROA). Earning Per Share (EPS) dan Earning Per Share (EPS) secara simultan berpengaruh Positif signifikan terhadap variabel Harga Saham pada perusahaan sub sektor kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2015-2020 maka Hipotesis 4 . Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian maka disarankan sebagai berikut : Bagi perusahaan Bagi Investor hendak nya memperhatikan tingginya Return On Assets yang akan menyebabkan perolehan harga saham yang mengakibtkan besarnya tingkat pengembalian Selain itu investor juga perlu memperhatikan nilai Earning Per Share dari suatu saham karena dapat digunakan sebagai indikator untuk melakukan pembelian terhadap saham tersebut. Peneliti Sejenis Bagi peneliti dengan topik sejenis disarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut dengan memasukkan variabel bebas lainnya atau dengan variabel fundamental lain yang dapat berpengaruh terhadap return saham, penelitian selanjutnya sebaiknya mencari sumber literature yang lebih banyak sehingga dapat memberikan pembahasan yang lebih baik dan hendaknya menambah obyek penelitian, tidak hanya pada Sub Sektor Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga saja ,tetapi sektor lain yang go public. Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti yang akan datang dapat menambah variabel independen, yang termasuk faktor lain yang mungkin mempengaruhi harga saham perusahaan. DAFTAR PUSTAKA