Peran Perkembangan Umkm Sektor Kuliner Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Kota Sampang The Role of MSME Development in the Culinary Sector in Enhancing Community Welfare in Sampang City Laily Nur Aini 1,*. Septian Eko Haryansyah 2. Zulviar Anas 3, 1,2,3 Universitas Nazhtaut Thullab Al-Muafa Sampang. Indonesia *Coresponding Email: lely. cahaya77@gmail. Article history: Submitted: May 15, 2025 | Revised: June 01, 2025 | Accepted: June 16, 2025 Abstrak Pengembangan UMKM sektor kuliner menjadi langkah strategis yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Sampang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif interaktif. Sedangkan pemilihan informan dilakukan dengan teknik purpose Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dapat diterapkan oleh UMKM kuliner yaitu Strategi Pengembangan UMKM sektor kuliner melalui inovasi produk, kolaborasi dan kemitraan serta customer experience. Melalui strategi tersebut peran pengembangan UMKM terhadap kesejahteraan yaitu bisa dilihat dari peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kualitas hidup, menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, stabilitas ekonomi, pengembangan diri. Strategi ini penting agar pelaku UMKM kuliner dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Sehingga dapat diimplementasikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Sampang. Kata Kunci : Peran UMKM. Perkembangan UMKM. UMKM Kuliner. Kesejahteraan Masyarakat. Kota Sampang Abstract The development of MSMEs in the culinary sector is a strategic step that plays a significant role in improving the welfare of the people in Sampang City. This research was conducted using an interactive qualitative approach. While the selection of informants was carried out using a purposeful sampling Based on the results of the study, it shows that the development strategy that can be implemented by culinary MSMEs is the MSME Development Strategy for the culinary sector through product innovation, collaboration and partnerships, and customer experience. Through this strategy, the role of MSME development on welfare can be seen from increased income, labor absorption, improved quality of life, sending children to higher education, economic stability, and self-development. This strategy is important so that culinary MSME actors can survive and thrive in the long term, so that it can be implemented and improve the welfare of the people in Sampang City. Keywords: Role of MSMEs. Development of MSMEs. Culinary MSMEs. Community Welfare. Sampang City Pendahuluan Kegiatan bisnis merupakan usaha untuk meningkatkan daya dan kualitias hidup masyarakat, karena dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Dalam rabgka memenuhi kebutuhan masyarakat maka diperlukan lapangan pekerjaan yang mampu memanfaatkan sumber daya alam. Indonesia merupakan negara dengan penghasil sumber daya alam yang lengkap, namun belum mampu memaksimalkan potensi yang ada. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama menjadi tulang punggung perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 307-314 kerja, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini, perkembangan sektor UMKM memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara utama UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. UMKM sering menjadi penghasil lapangan kerja terbesar di banyak negara Indonesia, terutama di sektor informal. Dengan mempekerjakan penduduk lokal. UMKM membantu mengurangi tingkat pengangguran, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan memberikan akses ekonomi kepada mereka yang kurang beruntung. Dalam beberapa kasus. UMKM juga memberikan peluang kerja bagi kelompok-kelompok marginal atau terpinggirkan seperti perempuan, kaum muda, atau komunitas adat. Salah satu upaya pemerintah yakni, membuat serta mendukung penuh kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah atau biasa disebut UMKM. Peranan UMKM di Indonesia antara lain menambah kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, membantu meningkatkan ekonomi pedesaan, meningkatkan ekspor non migas dan juga UMKM ini berkontribusi nyata dalam peningkatan PDB (Sari et al. , 2. UMKM di Indonesia di naungi oleh Kementrian Koperasi dan UMKM. UMKM juga dikenal memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gejolak ekonomi (Ningsih & Tasman, 2. OJK juga menyebutkan beberapa kontribusi UMKM indonesia diantaranya menyumbang 60% Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sebanyak 97% tenaga kerja nasional (OJK, 2. UMKM di pulau Madura mengalami pertumbuhan tiap tahunnya, baik dari segi jumlah, kualitas serta pemasaran dari produk UMKM sudah merambah sampai ke pasar luar negeri. Beberapa upaya dilakukan salah satunya yakni memperkuat sektor usaha lokal dengan menciptakan daya saing bagi produk UMKM di pasaran. Tidak hanya komoditas yang unggul. Pulau Madura juga terletak di wilayah yang strategis bersambing dengan jembatan SURAMADU dan juga dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Madura juga menjadi hinterlad kota metropolitan dan masuk dalam GERBANGKERTASUSILA (Gresik. Bangkalan. Mojokerto. Surabaya. Sidoarjo, dan Lamonga. Kabupaten Sampang adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Indonesia. Batas wilayah Kabupaten Sampang adalah Laut Jawa di utara, wilayah administratif Kabupaten Pamekasan di sebelah timur, wilayah administratif Kabupaten Bangkalan di sebelah barat, dan Selat Madura di sebelah Selatan (Rukmana & Armono. UMKM kuliner di Kota Sampang, yaitu Rujak Madura. Sate Madura dan Sarkoyo. Rujak Madura salah satu kuliner khas yang memiliki tempat istimewa dalam ranah kuliner lokal dan memperkaya pengalaman gastronomi dengan cita rasa yang Rujak Madura menonjolkan keunikan melalui paduan bumbu yang khas dan bahan-bahan segar dengan campuran buah-buahan, sayuran, dan saus kacang. Sate Madura salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura. Sate Madura terbuat dari daging sapi atau ayam yang digabungkan dalam bentuk tusuk sate. Proses penyajiannya memakai saus kacang yang terbuat dari berbagai bumbu, seperti kacang tanah, bawang bombay, cabai, kecap manis, dan garam. Sate Madura disajikan dengan lontong . dan dihias dengan bawang merah dan mentimun. Sarkoyo adalah kuliner tradisional yang terbuat dari roti dan potongan pisang. Proses pengolahannya memakai berbagai varian bahan, seperti keju, susu kental manis, coklat dan selai. Harmonisasi kelembutan roti dengan kelezatan manis pisang menjadi ciri khas dari hidangan Sarkoyo. Sarkoyo tidak hanya mencerminkan kekayaan kulier Madura, tetapi juga memberikan alternatif menarik bagi para penggemar makanan manis. Jenis makanan yang dijual di kota Sampang sangat bervariasi, mulai dari makanan tradisional seperti rujak madura, sate madura, sarkoyo, dan bebek Madura hingga makanan modern seperti hamburger, pizza, sushi, cimol, sempol, pentol, telur gulung, sablak dan kebab. Kisaran harga makanan yang dijual di Alun-Alun Trunojoyo relatif terjangkau mulai dari Rp. 000 hingga Rp. Selanjutnya peneliti akan meneliti tentang Perkembangan UMKM Sektor Kuliner Terhadap Kesejahteraan Masrakat Di Kota Sampang. Landasan Teori Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) sangat memegang peranan penting dalam mengembangkan perekonomian negara, khususnya perekonomian masyarakat sekitar, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa depan. UMKM telah membuktikan kapasitasnya dalam perekonomian Indonesia dalam berbagai situasi. Dibandingkan dengan organisasi besar, usaha kecil dan menengah di Indonesia berhasil bertahan dari krisis mata uang tahun 1998. Hal ini dikarenakan mayoritas usaha kecil dan menengah tidak terlalu bergantung pada pinjaman dari bank asing dan uang dalam jumlah besar. Oleh karena itu, resiko terbesar terkena dampak krisis terletak pada perusahaan-perusahaan besar yang terutama mengandalkan pinjaman mata uang asing ketika terjadi fluktuasi nilai tukar. Dalam hal ini peran UMKM sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian negara dan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kementerian Koperasi dan UKM mencantumkan enam strategi untuk mendorong pertumbuhan koperasi dan UKM di Indonesia. Menciptakan peluang bagi bisnis UMKM melalui pembukaan pasar tradisional atau relokasi/renovasi pasar yang sudah ada untuk membebaskan ruang dan memastikan kesempatan bagi mekanisme pasar yang sehat - sebuah strategi yang ingin dicapai oleh para pelaku UMKM untuk tetap kompetitif - adalah langkah pertama dalam menciptakan lingkungan bisnis yang Meningkatkan akses UMKM ke sumber pendanaan adalah taktik kedua. secara adil tanpa memberikan keuntungan kepada pihak manapun. Karena sebagian dari tantangan yang terkait dengan mendapatkan sumber daya produktif, strategi kedua adalah menyediakan akses UMKM ke lebih banyak sumber daya produktif. Akibatnya, pemerintah perlu berinovasi dengan sumber daya yang bermanfaat. Terbatasnya ketersediaan sumber daya yang bermanfaat dapat disebabkan oleh ketidaktahuan pemerintah dan UMKM akan potensi daerah mereka. Potensi daerah, baik yang sudah ada namun belum diketahui atau yang sudah ada namun belum dimanfaatkan, harus diperhatikan oleh pemerintah. Strategi untuk memberdayakan usaha mikro dan menumbuhkan daya saing dan kewirausahaan UMKM menjadi hal berikutnya. Ini adalah ilustrasi bagaimana masyarakat kecil dapat diberdayakan melalui tindakan pemerintah dan keterlibatan Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dan peran pemerintah sebagai promotor dan fasilitator pemberdayaan ini sangat diperlukan agar pembangunan dapat EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 307-314 berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Adanya pengembangan UMKM ini memberikan wadah kepada SDM yang membutuhkan peluang pekerjaan, juga banyaknya memberikan inovasi baru untuk produk-produk yang dijual. Pelaku usaha UMKM terus berinovasi, berkreasi dan memperbarui dengan memperluas lini produk dan produk barunya tanpa mengorbankan ciri khasnya agar tidak mudah ditiru dan dapat meningkatkan penjualan usahanya di bakul (Banten Kuline. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi produk merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan tingkat peningkatan kinerja UMKM. Semakin banyak inovasi produk meningkatkan kinerja UMKM. UMKM kuliner merupakan salah satu subsektor dari UMKM yang bergerak di bidang kuliner ialah makanan dengan khasnya dan minuman, yang seiring waktu menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam perekonomian nasional dan daerah. Keberadaan UMKM kuliner memiliki dampak yang besar, bukan cuma menciptakan lowongan kerja, tetapi juga daya beli masyarakat yang meningkat. Selain itu. UMKM kuliner seringkali menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, yang dapat memperkuat sektor pariwisata lokal. Hal ini mengarah pada peningkatan pendapatan daerah melalui sektor yang saling mendukung ini. Misalnya, daerah dengan kuliner khas yang menarik dapat menarik minat wisatawan, yang pada gilirannya menggenjot permintaan terhadap produk kuliner lokal dan memperluas pasar bagi pelaku usaha UMKM. Metode Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, data ini dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dan pengumpulan data dokumentasi dari Informasi yang diperoleh melalui metode deskriptif menggunakan pendekatan sistematis untuk menganalisis fenomena atau kejadian tertentu dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan narasumber juga mencakup jurnal literatur yang berkaitan dengan kemajuan UMKM di sektor kuliner. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan di lapangan dan merekam hasil penelitian sebagai bukti untuk pelaksanaan studi ini. Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Sampang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari hasil rekaman wawancara dengan narasumber, gambar dan video. Setelah seluruh data dikumpulkan, peneliti menganalisis serta merangkum merangkum informasi yang telah terkumpul dalam bentuk penjelasan kata. Penelitian ini dilakukan di alun-alun trunojoyo serta berbagai jalan di kota Sampang. Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil penelitian yang didapatkan ketika mengobservasi dan mewawancarai beberapa pelaku usaha UMKM kuliner yang berlokasi di Alun-Alun Trunojoyo kota Sampang . UMKM kuliner ini menjadi salah satu penyokong ekonomi lokal menjadi wadah masyarakat kota Sampang dalam berusaha dan berniaga jajanan ataupun kuliner. Beberapa pelaku usaha UMKM kuliner ini di dukung dan di suport oleh pemerintah agar bisa mengurangi angka pengganguran yang ada di kota Sampang. Kondisi UMKM kuliner di alun-alun Trunojoyo sudah ditata menjadi street food, pelaku usaha UMKM Kuliner menata gerobak makan mereka dengan rapi di sepanjang jalan atau pinggir jalan untuk mempermudah pembeli dalam memilih berbagai macam kuliner yang ditawarkan. Selain itu, penataan yang rapi juga membantu dalam menjaga ketertiban dan kelancaran pengguna jalan di sekitar area Alun-Alun Trunojoyo dan Kota Sampang. Pembahasan Strategi Pengembangan UMKM Kuliner Berdasarkan hasil wawancara dengan pelaku usaha kuliner, diketahui bahwa mengembangkan usaha kulinernya dengan menerapkan tiga strategi utama, yaitu promosi kuliner, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tren kuliner dan kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner lainnya. Promosi kuliner dilakukan oleh pelaku usaha secara offline atau online, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tren kuliner dilakukan oleh pelaku usaha dengan cara aktif di media sosial, memantau varian kuliner yang sedang viral dan kolaborasi dengan pelaku usaha lainnya yang dilakukan oleh pelaku usaha kuliner dalam bentuk kerjasama antar pelaku usaha agar dapat memperluas jangkauan pasar. Selain itu. Penerapan strategi pengembangan UMKM kuliner di kota Sampang untuk tetap kompetitif dan relevan di pasar yang semakin dinamis. Beberapa strategi yang sering diterapkan meliputi: Inovasi Produk: Mengembangkan resep dan menu baru yang unik dan menarik,serta menyesuaikan dengan trend makanan terkini. Misalnya, kreasi makanan sate kambing mufakat bumbunya tidak menggunakan kacang seperti pada umumnya akan tetapi menggunakan mente, bebek songkem akar ide supaya mengurangi kolesterol yang terkandung dalam bebek serta inovasi dari produk Durian PJ Sampang yaitu menyediakan olahan durian berupa es teler duria, durian kocok, ice cream durian dan panecake durian. Branding dan Desain: Membangun identitas merek yang kuat dengan logo yang menarik, kemasan produk yang estetis, dan desain interior toko yang tematik. Branding yang kuat dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, karena brand sangat melekat di pikiran pelanggan. Misalnya branding Durian PJ yang sudah melekat di kota Sampang dengan kualitas durian montong. Kolaborasi dan Kemitraan: Berkolaborasi dengan bergabung dalam komunitas kuliner dan menghadiri event kuliner untuk memperluas jaringan. Seperti, pameran Festipang yang dilaksanakan pada tahun 2024, pelatihan dalam mempertahankan citarata khas kuliner Kabupaten Sampang. Kolabolarasi dan Kemitraan hendaknya bekerjasama dengan Disperindag. Kopersai dan UMKM. Dinas Pariwisata dan Ekraf. Dalam hal ini peranan Dinas-dinas tersebut diatas sudah cukup intensif untuk mengangkat kegiatan UMKM Kuliner tersebut. Pengalaman Pelanggan: Menciptakan pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan berkesan, baik melalui layanan yang ramah, penyajian yang menarik, maupun suasana tempat makan yang nyaman. Dalam hal ini para pelaku UMKM kuliner tetep mempertahankan resep keluarga dan keaslian sebagai ciri khasnya yang disukai pelanggan. Seperti Warung Sate Mufakat walaupun sudah tiga generasi penerus tetep mempertahakan cita rasa dengan resep warisan keluarga tetap EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 307-314 kondisi ini didukung hasil penelitian yang dilakukan oleh irawati dan kuswinanrno . Peran pengembangan UMKM Terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Peran pengembangan strategi UMKM kuliner di Kabupaten Sampang memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga bagi pelaku usaha. Beberapa dampak positif yang dapat diamati berdasarkan hasil penelitian meliputi: Peningkatan Pendapatan: Dengan akses pasar yang lebih luas dan efisiensi operasional yang meningkat, pendapatan UMKM kuliner di Kota Sampang cenderung Peningkatan pendapatan ini berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian Sebagian besar mereka dapat menunujukkan kondisi rumah dan mobilnya yang dimiliki. Dari 7 UMKM (Bebek Sungkem. Al-Ghazali Kaldu. Es Coklat Kuental. Camilan Khas Madura. Durian PJ Sampang. Sate Kambing Mufakat. Petis Ika. Selain meningkatkan pendapatan dari pemiliknya juga meningkatakan pendapatan bagi para karyawan masing-masing UMKM. Kuliner Unggulan yang diteliti pada dasarnya menunjukkan tingkat kesejahteraan yang cukup signifikan, hal ini didukung dan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rusmiati . Penyerapan tenaga kerja bagi Masyarakat Kota Sampang: berdasarkan hasil penelitian jumlah karyawan dari 7 UMKM lebih dari 3 karyawan. Seperti UMKM Durian PJ Sampang terdapat bagian kasir, team produksi, penjaga outlet di alun-alun Trunojoyo dan team marketing. Hal ini sudah membantu Masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sehingga perekonomian di Kota Sampang bisa tetap berjalan. Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Kota Sampang: Berdasarkan hasil penelitian Sebagian besar mereka dapat menunjukkan kesuksessannya dalam bentuk rumahnya, kendaraan yang dimiliki, menunaikan ibadah umroh yang menjadi dambaan para pelaku UMKM Kuliner. Bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga di perguruan tinggi menjadi ukuruan kesuksessan bahkan mereka menunujukkan kondisi rumah dan mobilnya yang dimiliki, juga bisa berangkat haji dan umroh. Stabilitas Ekonomi: Keberhasilan bisnis yang didukung oleh teknologi digital memberikan dampak yang positif terhadap stabilitas ekonomi sebagian besar keluarga pelaku UMKM kuliner. Hal ini disebabkan aktivitas mereka terbantu dengan dukungan teknologi sehingga segala kegiatan dapat dikendalikan dengan effektif. Pengembangan Diri: Keterlibatan dalam bisnis berbasis digital mendorong pelaku UMKM kuliner untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru, khususnya dalam hal penggunaan teknologi maupun kreativitas dan inovasi produknya. Demikian pelaku UMKM Kuliner Al-Ghazali, bebek Sungkem walaupun tidak menggunakan teknologi secara effektif namun cita rasa dan pelayanan yang memuaskan dapat disampaikan dari mulut ke mulut . ord of mout. Pelaku UMKM Durian PJ Sampang mengembangkan media promosi melalui sosial media dengan menyajikan content-content kreative tentang durian di instgram. WhatsUp dan Tiktok mereka. Kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi individu dan keluarga dalam jangka Panjang sebagai pelaku UMKM kuliner di Kab. Sampang. Simpulan Perkembangan UMKM kuliner melalui strategi pengembangannya meningkatkan kinerja usaha UMKM Kuliner akan tetapi juga berdampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Pengembangan memungkinkan UMKM kuliner untuk mengoptimalkan operasional dan menjangkau pasar yang lebih luas . arket place. Instagram, tiktok dan lainny. sementara strategi pengembanga membantu dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing melalui inovasi resep, penyajian, penyajian yang menarik konsumen. Dengan pengembangan tersebut maka peningkatan pendapatan dan stabilitas ekonomi, kualitas hidup keluarga pelaku usaha juga meningkat. Dengan demikian, penting bagi para pemangku kepentingan untuk terus mendukung dan mendorong pengembangan UMKM di sektor kuliner. Mengingat usaha ini tidak ada matinya sesuai kebutuhan manusia akan asupan makanan yang serba kekinian dan menggugah selera karena pelaku usaha kuliner selalu melalukan inovasi sesuai perkembangan selera pelanggan. Namun demikian tetap mempertahankan resep keluarga sebagai ciri khas yang kuliner unggulan di Kota Sampang. Daftar Rujukan Ahmad. , & Zulkifli. Pengaruh digitalisasi terhadap pertumbuhan UMKM di wilayah pedesaan. Jurnal Ekonomi Digital, 8. , 45-63. Andriani. Jannah. Andrianingsih. Key determinants of intention to visit halal tourism in Madura. al-Uqud: Journal of Islamic Economics, 6. , 220Ae https://doi. org/10. 26740/aluqud. Andri. Nengsih. , & Sudharyati. Analisis keberadaan UMKM di bidang kuliner dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmiah Manajemen. Bisnis dan Kewirausahaan, 3. , 281-294. Ariani. Ekayani. Suriani. , & Kusyanda. Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Desa Bukti Berbasis Potensi Lokal. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 19. , 13Ae23. https://ejournal. id/index. php/JPTK/article/view/41207https://ejo urnal undiksha. id/index. php/JPTK/article/viewFile/41207/21571 Badrussoleh & Irawati. Strategi Pengembangan UMKM Kuliner Berbasis Ekonomi Kreatif di Kota Sampang. 474 Ae 484. Fadli. Memahami desain metode penelitian. Humanika. Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 33-54. Fajarina. , & Untari. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Wisata Kuliner Malam GULTIK (Gulai Tikunga. Blok M Jakarta Selatan. Firdaus. Monigh Nabilah Amirah. Suryandari. Nurul. Strategi Komunikasi Branding Kuliner Bebek Songkem Khas Madura di Kabupaten Bangkalan. Jurnal Simbolika. Hlm. Felicia Angeline. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Kuliner. Jurnal Review Pendidikan dan pengajaran, 7. , 830-833. Farisi. Fasa. , & Suharto . Peran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 9 . , 73. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 307-314 Irawati. , & Kuswinarno. Strategy for developing Culinary MSMEs Based Creative Economy Sampang City (Vol. https://journal. id/icembus Irawati. Siti Anugrahini. Ekonomi Kreatif dan UMKM Kuliner Pendongkrak Ekonomi Jatmiko. , & Supriyadi. Peranan media sosial dalam pemasaran UMKM Jurnal Ekonomi Digital, 8. , 39-56. Khotijah. , & Irawati. Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada Kegiatan Usaha Kuliner UMKM di Kota Sampang. Ekonomi. Koperasi & Kewirausahaan, 14 . Rahmat. Rohbiah. , & Salim. Kajian Peran Pemerintah Terhadap Pengembangan UMKM Kuliner di Kabupaten Majeje. Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Agribisnis, 3. , 179-191. Ramadhan. Muhammad. Metode Penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara. Hlm. Suroto. , & Hermawati. Peran Kuliner Lokal Dalam Mengembangkan Gastronomi Kuliner Berkelanjutan. Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama. Recreation. Accomodation. Merchandise. Accessbility, 4 . , 55-67. doi:10. 36417/jpp.