Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Program Parenting Sebagai Penguatan Pola Asuhan Orang Tua Untuk Mencegah Angka Putus Sekolah (Studi Kasus SPNF-SKB Kota Seran. Nisrinah Nadhilah1. Fikri Tanzil2. Fachrurozi3. Nailah Millati. Pendidikan Non Formal. Fakultas Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nisrinahdila24@gmail. Submitted: 19-12-2. Reviewed: 20-12-2023 | Accepted: 22-12-2023 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Parenting sebagai upaya penguatan pola asuhan orang tua dalam mencegah angka putus sekolah, dengan menitikberatkan pada studi kasus Sekolah Pendidikan Non-Formal-Sekolah Kesetaraan (SPNF-SKB) di Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan orang tua, guru, dan staf SPNF-SKB, serta analisis dokumen terkait pelaksanaan Program Parenting di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Parenting efektif dalam memperkuat pola asuhan orang tua, yang pada gilirannya berkontribusi pada pencegahan angka putus sekolah. Program ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti pelatihan, konseling, dan penyediaan sumber daya pendidikan. Orang tua yang aktif dalam program ini menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap peran mereka dalam mendukung pendidikan anak, serta lebih aktif terlibat dalam kehidupan pendidikan anak di SPNFSKB. Penerapan Program Parenting juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan akademis anak. Temuan ini memberikan dasar bagi rekomendasi kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat Program Parenting di SPNF-SKB, meningkatkan partisipasi orang tua, dan memperluas cakupan implementasi program serupa di tingkat pendidikan non-formal. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan panduan berharga bagi upaya pencegahan angka putus sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah serupa di berbagai wilayah. Kata Kunci: Peran Orang tua. Pola Pengasuhan Orang tua. Program Parenting. ABSTRACT This research aims to analyze the effectiveness of the Parenting Program as an effort to strengthen parental caregiving patterns in preventing school dropout rates, with a focus on the case study of the Non-Formal Education-Equivalency School (SPNF-SKB) in Serang City. The research method used is a qualitative case study with a descriptive approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with parents, teachers, and SPNF-SKB staff, as well as an analysis of documents related to the implementation of the Parenting Program in the school. The results of the study indicate that the Parenting Program is effective in strengthening parental caregiving patterns, which in turn contribute to preventing school dropout rates. The program involves various activities, such as training, counseling, and the provision of educational resources. Parents actively participating in this program show an improvement in their understanding of their role in supporting their children's education and become more actively involved in their children's educational lives at SPNF-SKB. The implementation of the Parenting Program also has a positive impact on the social and academic development of children. These findings provide a basis for policy recommendations aimed at strengthening the Parenting Program in SPNF-SKB, increasing parental participation, and expanding the implementation of similar programs at the non-formal education It is hoped that the results of this study can provide valuable guidance for efforts to prevent school dropout rates and improve the quality of education in similar schools across various regions. Keywords: Parental Roles. Parenting Patterns. Parenting Program. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Angka putus sekolah menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan, dengan dampak yang signifikan terhadap masa depan individu dan perkembangan masyarakat. Kota Serang, sebagai entitas urban yang berkembang, tidak luput dari tantangan ini. Menurut informasi dari data Dapodik Kemdikbud RI, terdapat sekitar 8. 798 anak di Kota Serang yang tidak mengikuti kegiatan sekolah (BantenNews. Angka putus sekolah masih menjadi alasan utama dalam pembangunan dan perkembangan pendidikan dan alasan utamanya beberapa anak di Kota Serang menghadapi risiko putus sekolah, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun faktor utama anak-anak di kota Serang mengalami putus sekolah yaitu kurangnya dukungan dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Peran orang tua bukan hanya terbatas pada penyediaan materi, tetapi juga mencakup aspekaspek non-materi seperti motivasi, panduan, dan dukungan emosional. Sebagai pelaku utama dalam mendidik anak, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan dorongan, panduan, motivasi, dan fasilitasi secara konsisten guna mencapai tingkat pendidikan yang optimal bagi anak (Kurniah, 2017:. Adapun tujuan utama dari parenting adalah berupaya memenuhi kebutuhan anak dalam aspek kesejahteraan jasmani, rohani, sosial, dan Selain itu, tujuan tersebut melibatkan perlindungan anak dari bahaya dan kekerasan, dukungan serta pengembangan potensi anak, serta peningkatan kemampuan dan perkembangan anak (Mutaqin. F, et al, 2023:. Pemahaman bahwa pola pengasuhan orang tua berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif telah menggiring perhatian kepada implementasi program parenting sebagai strategi proaktif untuk mengurangi angka putus sekolah, selain itu peran orang tua memiliki pengaruh signifikan pada perilaku karena bertindak sebagai dasar yang mendasari perilaku tersebut (Yustika Rini. Fikri Tanzil, et al, 2022:. Peran pola pengasuhan orang tua juga memiliki signifikansi besar dalam mengajarkan anak cara menghadapi tantangan yang dihadapi mereka, sehingga anak dapat mengurangi dampak dan menyelesaikan masalah dengan efektif. Pada tahap usia dini, sifat egosentris anak semakin jelas, di mana mereka memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, penyelesaian masalah pada anak usia dini lebih fokus pada kegiatan yang bertujuan untuk menemukan solusi dalam mengatasi masalah dan mengubah situasi sesuai dengan harapan (Utomo, et al. , 2022:. Untuk meningkatkan kualitas pola pengasuhan. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 diperlukan pelaksanaan program parenting yang mendukung orang tua dalam mendidik anak di rumah dengan cara yang sejalan dengan metode pendidikan di sekolah. Hal ini bertujuan agar anak tidak merasakan perbedaan signifikan antara pendekatan pembelajaran di rumah dan di sekolah. Penelitian sebelumnya mengenai pola asuh orang tua sebagai pencegah angka putus sekolah telah dilakukan oleh Larasati . , dengan judul penanggulangan putus sekolah dengan pelibatan orang tua di Desa Rumpin. Temuan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat angka putus sekolah di desa tersebut masih cukup tinggi, namun tindakan yang dilakukan terbatas pada pemantauan orang tua terhadap anak dan komunikasi dengan pihak Oleh karena itu, jurnal ini akan membahas penelitian lebih lanjut mengenai program parenting sebagai langkah konkret untuk memperkuat pola asuhan orang tua. Penelitian ini akan menggali lebih dalam tentang keterlibatan orang tua melalui program parenting sebagai strategi pencegahan angka putus sekolah di Kota Serang. Data telah menunjukkan bahwa Kota Serang masih memiliki tingkat anak putus sekolah yang tinggi, dan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyediakan Pendidikan Non Formal. Pendidikan Non Formal tidak hanya membantu anak yang putus sekolah, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pentingnya pola asuh di Oleh karena itu. Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) merancang program pelatihan parenting bagi orang tua dengan harapan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga anak dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang. Dalam konteks ini, peran orang tua sebagai agen kunci dalam membentuk karakter dan perilaku anak menjadi sangat relevan. Pengasuhan yang tepat dan mendukung dapat menjadi faktor penentu dalam meningkatkan partisipasi dan keberhasilan anak di lingkungan pendidikan non-formal seperti SPNF-SKB. Melalui pemahaman lebih dalam terhadap pola pengasuhan orang tua, diharapkan dapat diidentifikasi strategi efektif untuk memitigasi risiko angka putus sekolah di tingkat ini. Hasil observasi melalui riset yang telah dilakukan oleh tim kami menunjukkan bahwa program parenting atau pelatihan orang tua sangat menghasilkan yang signifikan dalam keseharian anak karena anak mendapatkan dorongan dan motivasi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan pada pembelajaran anak. Tim riset menemukan tentang kebaruan muncul dari pengukuran dampak program parenting yang tidak hanya terfokus pada Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 perubahan perilaku, tetapi juga pada peningkatan prestasi akademik dan penelitian ini tidak hanya membatasi analisis pada dampak program parenting dalam jangka pendek, tetapi juga menganalisis efek jangka panjangnya, kemudian penelitian ini dapat menyajikan indikatorindeks yang inovatif yang lebih terfokus pada perkembangan sosial, emosional, dan akademis anak-anak, memberikan pandangan baru tentang dampak program tersebut. Hal ini dapat memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman mengenai keberlanjutan efek positif program parenting dalam pencegahan angka putus sekolah. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana perubahan pola asuh dapat secara langsung berkorelasi dengan pencapaian akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis pola pengasuhan orang tua sebagai bagian dari program penguatan parenting, dengan fokus pada pencegahan angka putus sekolah. Studi kasus ini difokuskan pada Sekolah Pendidikan Non-FormalSekolah Kesetaraan (SPNF-SKB) di Kota Serang, mengenai bagaimana pola pengasuhan orang tua dapat menjadi elemen kunci dalam mengatasi tantangan putus sekolah di tingkat pendidikan non-formal. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan angka putus sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan anak di masyarakat setempat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di Satuan Pendidikan Non Formal-Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB Kota Seran. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan peristiwa atau kenyataan, kondisi, fenomena, variabel, dan keadaan yang terjadi selama pelaksanaan penelitian dengan menampilkan apa yang sesungguhnya terjadi. Menurut Rijal Fadli . bahwa metode penelitian kualitatif melibatkan peneliti secara langsung, memungkinkan pemahaman yang mendalam terhadap konteks, situasi, dan pengaturan fenomena alami sesuai dengan fokus penelitian. Pada pelaksanaan untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif yang dimana tim riset terlibat secara langsung dan melihat secara langsung bagaimana program parenting atau pelatihan bagi orang tua dalam penguatan pola asuh orang tua terhadap anak. Selama pelaksanaan, dilakukan wawancara mendalam dengan beberapa orang tua siswa, guru, dan staf SPNF-SKB Kota Serang pada hari-hari pelaksanaan. Tujuan dari wawancara ini adalah Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tujuan dan efektivitas dari program parenting atau pelatihan orang tua. Dokumentasi juga dilakukan sebagai bukti keikutsertaan orang tua dalam pelatihan, yang dilaksanakan bersamaan dengan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam riset ini berupa serangkaian pertanyaan yang terkait dengan identitas orang tua, guru, dan staf. Pertanyaan tersebut mencakup tingkat partisipatif orang tua serta dampak pelatihan orang tua terhadap perubahan pola asuh anak. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui proses reduksi data untuk memastikan kesesuaian dengan topik yang diangkat. Hasil analisis data yang telah direduksi akan disajikan dalam bentuk data display, berupa uraian singkat dari data yang diperoleh. Selanjutnya, kesimpulan akan diambil dari seluruh data yang diperoleh oleh tim riset. Proses perolehan data dilakukan selama satu minggu, sepanjang pelaksanaan pelatihan orang tua dan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program parenting yaitu pelatihan orang tua dilaksanakan pada hari jumat selama satu hari pada tanggal 20 oktober 2023. Sebelum pelaksanaan pelatihan dimulai, orang tua siswa diberi arahan oleh guru maupun staff SPNF-SKB Kota Serang untuk mengisi buku kehadiran sebagai bukti partisipatif orang tua siswa terhadap pelatihan yang Kemudian, para panitia . im riset, guru dan staff SPNF-SKB) melakukan briefing untuk jalannya acara dan sesi tanya jawab mengenai informasi yang diberikan terhadap Gambar 1. Briefing mengenai alur acara pelatihan orang tua Setelah menjalani sesi pemaparan mengenai jadwal acara yang akan dijalankan, dilanjutkan dengan penyelenggaraan pelatihan orang tua sebagai bagian dari program Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 parenting yang dipandu oleh Totong Sastra sebagai pembicara. Narasumber yang diundang dari Dinas Pendidikan Kota Serang, menjabat sebagai Kasi PTK PAUD dan Pendidikan Non Formal untuk memberikan pelatihan terkait program parenting. Kehadiran para orang tua siswa yang mengikuti pelatihan tampak sangat bersemangat dan tertarik dengan pengetahuan baru terkait parenting yang belum mereka peroleh sebelumnya. Melihat antusiasme orang tua siswa yang berpartisipasi, situasi ini dapat dijadikan acuan untuk membandingkan pola asuh sebelum dan setelah pelatihan parenting dilaksanakan. Gambar 2. Partisipaipatif orang tua dalam kegiatan pelatihan orang tua di SPNf-SKB Kota Serang Gambar 3. Paemaparan materi peran parenting sebagai pencegah angka putus Penyajian materi diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya memberikan motivasi dan dukungan moral kepada anak-anak. Dalam penyampaian materi, dijelaskan bahwa peningkatan keterlibatan orang tua dimulai dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai pendidikan, sehingga orang tua lebih proaktif dalam melibatkan diri dalam kehidupan sekolah anak, termasuk mengikuti Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 perkembangan akademis dan perilaku mereka. Sebagai contoh, dalam hal pembentukan keterampilan belajar, anak-anak yang memiliki keterampilan belajar yang baik lebih cenderung tetap bersemangat dan berkomitmen terhadap pendidikan mereka, mengurangi risiko putus sekolah. Sementara itu, dari segi manajemen konflik dan stres, penjelasan tersebut menekankan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan bebas dari konflik umumnya lebih fokus pada pendidikan mereka dan memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk mengalami putus sekolah. Selama proses pelaksanaan pelatihan orang tua pada sesi tanya jawab, tim riset menemukan fakta bahwa orang tua siswa masih banyak menggunakan sistem pola asuh otoriter dan pola asuh yang mengutamakan pada gadget dengan alasan agar anak cepat diam dan tenang, karena banyak dari mereka terutama orang tua muda terkadang merasa kesulitan untuk mengontrol emosi dan keinginan sang anak. Fenomena ini ternyata banyak siswa ketika keinginannya tidak terpenuhi anak akan mengalami tantrum atau meluapkan emosi secara berlebihan, sehingga hal ini akan menghambat proses pembelajaran di ruang kelas. Setelah selesai mengadakan pelatihan orang tua, tim riset melakukan wawancara dengan orang tua siswa untuk mengetahui perubahan pola asuh yang terjadi di rumah setelah mengikuti program parenting. Tim riset berhasil mewawancarai tiga puluh dua orang tua siswa, dan dari hasil wawancara tersebut, tiga belas orang tua siswa menyatakan bahwa pola asuh mereka mengalami perubahan positif setelah mengikuti program parenting. Sebelumnya, beberapa dari mereka lebih cenderung mengandalkan gadget sebagai sarana untuk menenangkan anak-anak mereka. Namun, setelah mengikuti program parenting, yang melibatkan pelatihan orang tua, para orang tua, termasuk ibu dan ayah, lebih aktif terlibat dalam perkembangan pembelajaran anak-anak mereka. Mereka memberikan respons ketika anak bertanya, mendampingi anak bermain atau menonton hiburan, mengajak anak bermain, dan melakukan kegiatan lainnya. Seorang dari tiga belas orang tua siswa menyebutkan bahwa mereka kini menerapkan peraturan di rumah untuk mengatur kegiatan harian anak-anak Hal ini bertujuan agar kegiatan anak tetap terkontrol dan untuk memperkuat peran aktif mereka sebagai orang tua. Hasil dari penerapan ini menunjukkan bahwa anak-anak lebih senang menghabiskan waktu bersama orang tua, lebih rajin dalam mengerjakan tugas sekolah, dan lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan rumah mereka. Perubahan ini juga tercermin di lingkungan sekolah, di mana anak-anak lebih mendengarkan Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 guru, lebih terbuka dalam berkomunikasi, dan lebih aktif dalam mengungkapkan keinginan serta preferensi mereka. Keseluruhannya, penerapan pola asuh ini berhasil menciptakan keseimbangan emosional dan mengurangi tingkat stres anak-anak. Sebagian orang tua siswa yang tersisa masih dalam proses penyesuaian terhadap perubahan pola asuh yang telah diubah sejak mengikuti pelatihan orang tua. Mereka mengalami kesulitan dalam mengadaptasi perubahan ini karena awalnya anak-anak mereka terbiasa mengandalkan gadget sebagai sumber hiburan dan penenang. Proses perubahan ini menimbulkan tantangan karena membutuhkan penyesuaian baik dari pihak orang tua maupun anak-anak. Beberapa orang tua mengalami resistensi awal dari anak-anak mereka, yang dapat termanifestasi dalam bentuk ketidaknyamanan atau ketidakpahaman terhadap perubahan tersebut, sehingga masih terjadi tantrum jika keinginan anak tidak terpenuhi. Meskipun demikian, sebagian orang tua tetap gigih untuk menerapkan perubahan pola asuh yang lebih baik demi kebaikan anak-anak mereka. Mereka menyadari bahwa proses ini memerlukan kesabaran dan upaya yang berkelanjutan. Beberapa orang tua mengakui adanya tantangan, namun mereka tetap optimis dan yakin bahwa dengan pendekatan atau penyesuaian yang sesuai, anak-anak mereka akan dapat beradaptasi secara positif dengan perubahan tersebut. Tim riset melanjutkan wawancara dengan guru dan staf di SPNF-SKB Kota Serang. Kami mengambil pendapat salah satu dari anggota lembaga tersebut untuk mengevaluasi bagaimana perubahan pola asuh orang tua dapat mempengaruhi sikap anak-anak selama pembelajaran, dan hal ini juga dimaksudkan untuk memberikan perbandingan dengan dampak perubahan pola asuh di rumah. Dalam wawancara tersebut, kami berbicara dengan kepala tutor sebagai salah satu sumber informasi utama mengenai perkembangan anak-anak. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa sekitar 70% anak menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif ketika berada dalam proses pembelajaran setelah terjadi perubahan pola asuh di rumah mereka. Informasi ini memberikan gambaran bahwa perubahan perilaku anakanak tidak hanya terbatas pada lingkungan rumah, tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas interaksi dan partisipasi mereka dalam lingkungan pembelajaran di SPNF-SKB. Kesimpulan ini menjadi indikasi bahwa perubahan pola asuh orang tua di rumah dapat berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif di sekolah. Sebagai contoh dari perubahan sikap anak-anak, anak-anak yang sebelumnya sulit mengikuti petunjuk Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 guru dan sering melakukan tindakan keusilan terhadap teman-temannya, sekarang mampu dengan mudah mengikuti peraturan yang diberikan oleh guru dan menunjukkan sikap saling menghargai terhadap sesama teman mereka. Dengan demikian hasil dari data yang diperoleh melalui wawancara menunjukkan bahwa program Parenting di SPNF-SKB Kota Serang memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mencegah angka putus sekolah. Melalui serangkaian kegiatan dan inisiatif, program ini berhasil meningkatkan peran orang tua dalam mendampingi dan memotivasi anak-anak mereka dalam belajar. Program ini memberikan informasi dan sumber daya kepada orang tua tentang cara efektif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka, termasuk strategi pola asuh anak yang dapat diterapkan di rumah. Kontribusi program ini terlihat dalam peningkatan partisipasi orang tua dalam kegiatan pendidikan anak mereka, serta peningkatan pemahaman mereka terhadap pentingnya pendidikan. Hasilnya, angka putus sekolah dapat diatasi melalui pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan perkembangan pendidikan anak. Dengan merinci efektivitas Program Parenting dalam konteks penguatan pola asuh anak oleh orang tua. Adanya keterlibatan orang tua telah terbukti memiliki pengaruh positif pada prestasi akademik anak-anak. Penelitian yang dilakukan oleh B. McNeal Jr . menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki dampak positif dengan meningkatkan harapan pendidikan, mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah, dan meningkatkan pencapaian anak-anak. Harapan pendidikan dalam konteks ini mencerminkan keinginan siswa untuk mengejar pendidikan hingga lulus dari SMA dan bahkan mendaftar di perguruan Orang tua yang terlibat dalam diskusi dan komunikasi reguler dengan anak-anak mereka mengenai kehidupan sekolah dapat memberikan dukungan yang berarti, menginspirasi minat anak-anak terhadap pembelajaran, serta mendorong semangat untuk mencapai pencapaian akademik yang lebih tinggi. KESIMPULAN Hasil dari data yang diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara menunjukkan bahwa program parenting sebagai penguatan pola asuh anak, yakni pelatihan orang tua yang diimplementasikan di SPNF-SKB Kota Serang. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap perilaku dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 85-95 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 anak-anak, serta membentuk lingkungan belajar yang lebih positif di rumah dan di sekolah. Selain itu, terlihat adanya perubahan sikap anak-anak yang semula sulit untuk mengikuti petunjuk guru dan cenderung melakukan keusilan, menjadi lebih disiplin, patuh terhadap peraturan kelas, dan mampu menjalin hubungan yang lebih baik dengan sesama teman. Dengan demikian, program parenting ini dapat dianggap sebagai langkah yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan penguatan pola asuh orang tua, serta memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak-anak di SPNF-SKB Kota Serang. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih didedikasikan untuk semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam meriset terkait program parenting di SPNF-SKB Kota Serang. Penelitian ini tidak akan menjadi kenyataan tanpa kerjasama dan partisipasi yang luar biasa dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh staf dan guru di SPNF-SKB Kota Serang yang telah membuka pintu hati dan memberikan kerjasama yang luar biasa selama proses penelitian ini. Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari partisipasi aktif dan konstruktif yang diberikan oleh seluruh tim di SPNF-SKB. Tidak lupa, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini, mulai dari tim riset, narasumber, hingga semua individu yang memberikan masukan dan dukungan Semua kontribusi tersebut memberikan warna dan nilai tambah pada penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan program parenting di SPNF-SKB Kota Serang dan memberikan kontribusi positif dalam upaya mencegah angka putus sekolah. Terima kasih atas kolaborasi dan dukungan yang luar biasa. Perlu diadakannya penelitian lebih lanjut tentang pengembangan lebih lanjut pada variabel spesifik serta implementasi teknologi dalam program parenting. DAFTAR PUSTAKA