http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Factors Associated With the Behavior of Implementing Health Protocols Among Students at SMP Negeri 29 North Samarinda Ruminem1. Rita Puspa Sari1. Dwi Nopriyanto1,Ida Ayu Kade Sri Widiastuti1. Iskandar Muda1 Abstrak Latar Belakang : Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-. di Indonesia masih belum berakhir. Upaya percepatan pencegahan penularan Covid-19 selain melalui percepatan upaya vaksinasi juga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 untuk memutus rantai penularan Covid-19. Didapatkan adanya Ketidakpatuhan perilaku masyarakat termasuk remaja dalam menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid19, hal ini dapat beresiko meningkatnya penularan Covid-19. Tujuan Penelitian ini untuk menganilis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penerapan protokol Kesehatan pada siswa di SMP Negeri 29 Kecamatann Samarinda Utara. Metode : jenis penelitian obervasional dengan pendekatan Cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 29 Samarinda Utara, tehnik sampling menggunakan stratified random sampling dan besar sampel sebanyak 189 responden. Intrumen penelitian berupa kuesioner dan analisis data mengunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan faktor jenis kelamin (Pv=0,. Pengetahuan (Pv=0. dan dukungan keluarga (Pv=0,001 berhubungan dengan perilaku penerapan prokes. Sedangakan faktor perolehan informasi dan status vaksinasi tdak berhubungan dengan perilaku penerapan Prokes pada siswa SMP Negeri 29 Samarinda Utara. Kesimpulan faktor jenis kelamin, pengetahuan dan dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku siswa dalam penerapan prokes. Disarankan pihak sekolah tetap perlu melakukan edukasi penerapan prokes pada remaja selama masa pandemi Covid-19 belum dinyatakan berkahir. Kata kunci: Protokol kesehatan. Covid-19. Perilaku. Remaja, dukungan, pengetahuan Abstract Background: The Coronavirus Disease 2019 (COVID-. pandemic in Indonesia has not ended yet. Efforts to accelerate the prevention of Covid-19 transmission in Indonesia apart from accelerating vaccination efforts are also public discipline in implementing health protocols, to break the chain of transmission of COVID-19. Obtained the presence was non-compliance with the behavior of the community, including adolescents, in implementing health protocols for the prevention of Covid-19, this could increase the risk of transmission of Covid-19. Objectives: Research to analyze Factors Associated with the Behavior of Implementing Health Protocols among Students at SMP Negeri 29 North Samarinda. Methods: Research using a cross-sectional design. The population is students of SMPN 29 North Samarinda, the sampling technique uses stratified random sampling and a sample of 189 students. The research instrument was a questionnaire. and data analysis using Chi-square test. Result: The results showed that the behavior of students in implementing the health program was good . 8%) and bad behavior . 2%). Factors that were significantly related to student health program implementation behavior were gender (Pvalue=0. Knowledge (Pvalue=0. and family support (Pvalue=0. Meanwhile, the variables of age, information acquisition and vaccination status are not related to the behavior of implementing the Prokes in SMPN 29 students. Conclusion: In conclusion, the factors of gender, knowledge and family support are related to student behavior in implementing health It is recommended that schools still need to provide education on the implementation of the health protocol for adolescents during the Covid-19 pandemic that has not yet been declared over. Keywords: Health Protocol. Covd-19. Behavior. Students, suppor, knowledge Submitted : 14 November 2023 Revised: 30 April 2024 Affiliasi penulis : 1 Prodi D3 Keperawatan FK Universitas Mulawarman Korespondensi : AuRuminem rumjoyo65@gmail. com Telp: PENDAHULUAN Coronavirus Disease 2019 (COVID-. hingga saat ini masih menjadi permasalahan Kesehatan di Indonesia, meski jumlah kasus penderita Covid mengalami penurunan sejak Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 16 May 2024 Covid ditemukan pertama kali pada tahun Namun dengan kemunculan varian Omicron pandemik belum berakhir. Kementerian Kesehatan RI telah mengumumkan temuan kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Indonesia pada bulan Desember tahun 2021 . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Bahkan,Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian B. atau Omicron sebagai variant of concern atau VoC. VoC adalah varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan kematian, serta dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Selain itu, varian omicron memiliki kemampuan mereinfeksi pada pasien-pasien yang sudah divaksin maupun pasien-pasien penyintas. Varian omicron meski tidak seganas varian delta, tetap saja varian jenis baru ini dapat memberikan risiko pada yang rentan, manula, lansia, anak-anak, pasien dengan komorbid dan mereka yang tidak mendapatkan vaksin karena alasan kesehatan . Berdasarkan data Angka kasus terpapar dan terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia pada tanggal 7 April 2021 yaitu 6. 602 sembuh, dan meninggal sebanyak 155. Sementara di Samarinda jumlah yang terpapar Covid-19 pada tanggal 8 April 2022 sebanyak 29231 orang yang terdiri dari perawatan 3464 orang, sembuh 25037 dan meninggal 726 orang. Jumlah penderita Covid-19 pada remaja dalam rentang usia 13-18 tahun adalah 2-4% dari keseluruhan total kasus . Upaya Covid-19 upaya vaksinasi baik untuk lansia, dewasa umum, remaja dan juga anakanak, juga pentingnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun, untuk memutus rantai penularan COVID-19 . Tingkat disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam menurun. Padahal kepatuhan menerapkan prokes ini adalah kunci utama pencegahan penularan COVID-19 di Indonesia . Data Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan skor kepatuhan 3M justru terus menurun sejak November. Dashboard Monitoring Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 juga menunjukkan selama periode 1 hingga 11 Desember 2021, masih terdapat 59 kabupaten/kota yang kurang dari 75% penduduknya memakai Sedangkan kabupaten/kota dimana kurang dari 75% penduduknya yang menerapkan jaga jarak mencapai 75 daerah . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Remaja sebagai bagian dari masyarakat turut memegang peranan penting dalam pecegahan penularan COVID-19. Terlebih lagi kelompok remaja sering beraktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan kelompok teman sebayanya, sehingga sangat rentan tertular Covid-19. Oleh karenanya pada remaja dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik akan pentingnya perilaku dalam melaksanakan protokol pencegahan di Perilaku kepatuhan dalam menjalankan protokol akan mengurangi atau memutus rantai penularan kasus COVID-19 . Hasil penelitian (Artama. S, 2. menjelaskan bahwa penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 3 M pada remaja didapatkan sebanyak 51,7% yang tidak patuh dalam penerapan tangan, tidak patuh memakai masker sebanyak 60,3%, dan sebanyak 93,1 % remaja yang tidak patuh dalam menjaga jarak. Hasil penelitian Ruminem, dkk . menunjukan bahwa perilaku responden dalam melakukan tindakan pencegahan penularan Covid-19 hanya Sebagian yang kategori baik . ,8%) dan selebihnya tindakan kurang baik . Kepatuhan remaja dalam menerapkan protokol kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku. Terdapat tiga factor yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam menjaga Kesehatan yaitu faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, nilai, kelamin, factor pemungkin yaitu lingkungan fisik, akses, ketersediaan sarana dan prasarana seperti masker, hand sanitizer, dll serta keterampilan, factor pendukung ataau pendorong yang meliputi sikap dan perilaku orang lain seperti orang tua, guru, petugas Kesehatan, teman sebaya, dll . Menurut Fausi . menunjukkan ada hubungan kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada remaja dimasa dimasa pandemi COVID-19 di RW 08 Mlajah Bangkalan . Penelitian Farich, et, al . menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan sikap kurang baik dengan perilaku pencegahan Covid-19 di SMP Negeri 13 Pesawaran. Perilaku Remaja dalam pencegahan lebih banyak yang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 memiliki pengetahuan kurang baik . %) , sikap kurang baik . ,3 %) dan perilaku kurang baik . ,7 %), serta hasil dari pengamatan yang dilakukan pada siswa di SMPN Pesawaran pembelajaran luring ditemukan masih adanya siswa . ,7%) yang belum memahami, mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan disekolah di luar dari pengawasan guru, seperti tidak membawa masker saat ke sekolah, tidak menjaga jarak antar teman dan masih adanya siswa yang menyentuh area wajah. Berdasarkan survey pendahuluan di SMPN 29 Samarinda Utara di peroleh gambaran bahwa sekolah tersebut sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), sekolah berlokasi di perumahan yang padat penduduk, dengan jumlah siswa cukup banyak yaitu 651 siswa, dari hasil observasi perilaku siswa dalam penerapan selama di sekolah didapatkan gambaran masih ada siswa yang tidak menggunakan masker secara tepat, tidak menjaga jarak dan berkerumun pada saat diluar jam pembelajaran, ketersedian sarana mencuci tangan juga masih terbatas. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-faktor: protokol kesehatan pada siswa di SMP Negeri 29 Samarinda Utara. METODE Metode Penelitian ini adalah deskriptif pendekatan cross sectional. Untuk Karakteristik responden . enis kelamin, perolehan informasi prokes 3M dan status vaksinasi Covid-. , pengetahuan dan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan pada siswa di SMP Negeri 29 Samarinda Utara . Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah Seluruh Siswa di SMP Negeri No. Samarinda Utara berjumlah 651 siswa. Tehnik stratified random sampling, yaitu siswa kelas VII. VII dan IX dan besar sampel sebanyak 189 siswa. Sampel yang terpilih sesuai dengan kriteria inklusi yaitu siswa dan siswi yang hadir pada saat penelitian dan bersedia menjadi responden penelitian. Adapun Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman kriteria inklusi yaitu siswa tiba-tiba sakit dan tidak menyelesaikan prosedur penelitian. Intrumen penelitian ini berupa kuesioner. Sumber kuesioner dari kuesioner yang diterbitkan oleh Covid-19. dan NurAyAdni . Kuesioner meliputi data karakteristik responden, variabel pengetahuan mengenai pentingnya protokol kesehatan berisi 10 pertanyaan dan dukungan keluarga yang meliputi dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional dalam penerapan prokes yang meliputi dukungan berjumlah 10 pertanyaan, dengan menggunakan skala Sedangkan kuesioner penerapan protokol kesehatan menggunakan skala likert sebanyak 12 pertanyaan. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square menggunakan SPPS. HASIL PENELITIAN Karakteristik responden Tabel. 1 Frekuensi distribusi Karakteristik responden : usia, jenis kelamin, kelas, perolehan informasi tentang prokes, status vaksinasi responden. Karakteristik Usia : 11 Ae 13 thnun 14 -16 Tahun Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan Perolehan Informasi Tidak Status Vaksinasi Tidak Berdasarkan tabel 1, di atas diperoleh gambaran bahwa usia responden mayoritas berusia antara 11 Ae 13 tahun yaitu responden . 4 %), berdasarka jenis kelamin lebih banyak lakilaki sebsar 100 responden . ,9%). Data perolehan informasi mengenai prokes bahwa mayoritas responden sudah mendapat informasi yaitu 184 responden . ,4 %). Berdasarkan status vaksinasi mayoritas responden telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 (Vaksin ke . yaitu 178 responden . ,2%) Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Pengetahuan. Dukungan dan Perilaku Penerapan Prokes Tabel. Distribusi frekuensi Pengetahuan. Dukungan dan Perilaku Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Siswa SMPN 29 Samarinda . Variabel Pengetahuan Baik Kurang Baik Dukungan Baik Kurang Baik Perilaku Penerapan Prokes Baik Kurang Baik Berdasarkan tabel 2, menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang protokol Kesehatan pencegahan Covid-19 mayoritas kategori baik sebanyak 124 responden . ,6%). Dukungan keluarga dalam menerapkan prokes mayoritas baik yaitu 123 . 1%), dan perilaku responden dalam penerapan prokes lebih banyak perilaku baik yaitu responden . 8%). Hubungan Karakteristik Pengetahuan dan Dukungan keluarga dengan penerapan protokol Kesehatan Tabel. Hubungan karakteristik responden, pengetahuan dan dukungan keluarga Protokol Kesehatan Covid-19 Siswa SMPN 29 Samarinda . Perilaku penerapan Prokes Kurang Baik Baik Variabel Jenis Kelamin Dapat Informasi Dapat Vaksin Pengetah Pria Wanita Pernah Tidak Tidak Baik Kurang Baik Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Dukungan Keluarga Baik Kurang Baik Berdasarkan Tabel 3, bahwa responden jenis kelamin pria lebih banyak berperilaku kurang baik dalam penerapan prokes . ,0%), sedangkan responden wanita penerapan prokes menunjukkan mayoritas baik . ,7%). Bagi responden yang pernah mendapat informasi tentang prokes Sebagian besar berperilaku baik dalam penerapan prokes yaitu 94 responden . 1%) dan dari 5 responden yang tidak mendapatkan informasi lebih banyak perilaku penerapan prokes yang kurang baik . %). Berdasarkan status vaksinasi, bahwa responden yang sudah mendapatkan vaksinasi lebih banyak kategori baik dalam penerapan prokes . ,1%) dan responden yang tidak mendapat vaksinasi lebih banyak perilaku kurang baik dalam prokes sebesar 6 responden . ,5%). Responden yang memiliki pengetahuan baik menunjukkan mayoritas perilaku penerapan prokes kategori baik sebanyak 77 responden . 1%). , sedangkan responden pengetahuan kurang baik menunjukkan mayoritas perilaku penerapan prokes kurang sebanyak 46 responden . ,8%). Sedangkan responden yang mendapat dukungan keluarga dengan baik, mayoritas perilaku penerapan prokes juga baik sebanyak 74 responden . 2%) dan dukungan keluarga kurang baik menunjukkan mayoritas perilaku penerapan prokes kurang baik sebesar 44 responden . 7%). Dari hasil uji Chi Square didapatkan bahwa faktor yang signifikan berhubungan perilaku penerapan prokes pada siswa SMPN 29 . -value < 0,. yaitu faktor jenis kelamin . = 0. , pengetahuan . = 0. dan dukungan keluarga . = 0. Sedangkan variabel faktor Perolehan informasi . =0,. , dan Status vaksinasi . =0,. tidak berhubungan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan . value > 0,. PEMBAHASAN Hubungan Karakteristik Responden dengan Perilaku Penerapan Prokes Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini lebih banyak laki-laki, namun dari perilaku penerapan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 prokes menunjukkan lebih banyak responden perempuan yang penerapan prokes yang baik . dibandingkan dengan responden laki-laki . 0%). Remaja perempuan dan remaja laki Ae laki mempunyai berbagai tingkat kesadaran akan pentingnya informasi tentang COVID19. Namun Umumnya remaja laki- laki mempunyai tingkat kesadaran yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja perempuan sehingga akan bersikap. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa Ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku penerapan protokol Kesehatan pada siswa SMPN 29 . =0. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Fidah, dkk . bahwa ada hubungan antara jenis kelamin perempuan dengan perilaku physical distancing . =0,. Berdasarkan Perolehan informasi mengenai protokol Kesehatan Covid-19, responden sudah mendapatkan informasi mengenai protokol kesehatan . ,4%). Akan tetapi pada hasil perilaku penerapan prokes menunjukkan responden yang pernah mendapatkan informasi hanya sebagian saja yang menerapkan prokes dengan baik . ,1%) dan kurang baik. Sedangkan responden yang tidak pernah mendapatkan informasi lebih banyak kurang dalam penerapan prokes . %). Hasil uji Chi Square, menunjukkan tidak ada hubungan antara perolehan informasi dengan perilaku penerapan protokol kesehatan . = 0. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muihth, dkk . yang menjelaskan ada hubungan antara pemberian edukasi responden dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan Covid-19 IKesT Muhammadiyah Palembang . Menurut Mubarak . bahwa perolehan informasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesehatan . Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa perolehan informasi tidak berkorelasi secara langsung dengan perilaku dalam penerapan prokes, namun Hal ini tergambar bahwa pengetahuan responden tentang prokes lebih banyak kategori baik . ,6%). Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Demikian halnya dengan karakteristik status vaksinasi Covid-19 menunjukkan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang sudah mendapatkan vaksinasi yang lebih banyak perilaku penerapan prokes baik . ,1%). Sementara responden yang belum vaksin didapatkan lebih banyak yang perilaku penerapan prokes yang kurang baik . ,5%). Penelitian ini relevan dengan penelitian yang diakukan oleh Hutapea dan Hutapea . bahwa responden yang sudah di vaksin Sebagian besar mematuhi protokol kesehatan. Namun Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian NuraiAyni, dkk . bahwa Sebagian besar Masyarakat Kecamatan Tuban yang telah mendapatkan imunisasi Covid-19 memiliki perilaku kurang baik terhadap penerapan protokol kesehatan . ,4%). Dari hasil uji Chi Square, diperoleh bahwa status vaksinasi tidak berhubungan dengan perilaku penerapan Covid-19 . =0. Kemungkinan responden berasumsi jika sudah vaksin maka tidak perlu disiplin menerapkan prokes karena sudah mendapat kekebalan tubuh. Hal ini sesuai dengan Hasil penelitian oleh Abo & Smith . mejelaskan bahwa vaksin akan memiliki efek positif yang signifikan pada resiko tertularnya masyarakat dari Covid-19 jika disertai dengan kepatuhan tindakan pencegahan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Namun terdapat persepsi masyarakat yang berpendapat jika sudah vaksinasi maka akan cukup kebal untuk tidak terkena atau tertular Covid-19 sehingga tidak perlu patuh dalam menerapkan prokes. Sesuai dengan komitmen Pemerintah akan terus berupaya dalam mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia, selain dengan protokol kesehatan juga dilakukan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Vaksinasi memasukkan vaksin ke dalam tubuh dilakukan untuk memicu sistem imun tubuh, sehingga ada imunitas terhadap suatu penyakit Covid-19 . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku penerapan Prokes Berdasarkan didapatkan bahwa responden yang berpengetahuan baik menunjukkan lebih banyak berrperilaku baik dalam penerapan . Responden menunjukkan mayoritas perilaku penerapan prokesnya kurang baik . ,8%). Sejalan dengan penelitian Widayanti . yang bahwa perilaku remaja dalam penerapan prokes saat pandemi mayoritas baik . %). Hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penerapan prokes . = 0,. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden mengenai protokol kesehatan Covid-19 berhubungan dengan perilaku responden dalam penerapan protokol Kesehatan. Terbukti dari gambaran perilaku responden dalam penerapan protokol kesehatan lebih banyak kategori baik dan responden yang pengetahuannya baik juga lebih banyak yang berperilaku baik dalam penerapan prokes. Sesuai dengan pendapat Notoatmojo . bahwa pengetahuan merupakan suatu domain kognitif yang sangat berpengaruh dalam membentuk tindakan seseorang. Penerimaan terhadap perilaku baru akan lebih langgeng bila didasarkan oleh pengetahuan, sedangkan perilaku tersebut tidak akan bertahan lama tanpa didasarkan oleh pengetahuan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Farich, dkk . pada siswa SMP menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19 dan penelitian yang dilakukan oleh Hikmah, et. ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang Covid-19 menggunakan masker, dan kepatuhan melakukan social distancing . Namun Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Anggraini dan Safitri . bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan remaja tentang Covid-19 dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol Kesehatan. Remaja banyak yang tidak patuh dalam menerapkan prokes di masa new normal dan tingkat pengetahuan yang tinggi lebih Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman banyak yang tidak patuh dalam menerapkan prokes . Berdasarkan hasil analisis dukungan keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mendapat dukungan yang baik dalam penerapan prokes . 1%). Dukungan keluarga adalah sikap atau tindakan keluarga yang dapat memberikan dukungan kepada anak yang sifatnya positif terhadap prilaku anak sehingga keluarga dapat memberikan informasi tentang protokol Kesehatan dalam Covid-19 menyediakan fasilitas untuk penerapan prokes seperti masker dan hand sanitaizer. Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan penerapan prokes pada siswa di SMPN 29 . =0. Responden yang memperoleh dukungan baik dari keluarga, lebih banyak perilaku penerapan prokes kategori baik . ,2%) dan responden yang mendapat dukungan keluarga kurang baik menunjukkan lebih banyak perilaku penerapan prokes yang kurang baik . ,7%). Menurut Notoatmojo . dukungan keluarga merupakan salah satu faktor penguat yang mendukung terjadinya prilaku Demikian halnya responden pada penelitian ini, ketika responden mendapatkan dukungan dari keluarga dengan baik maka akan memberikan dorongan pada responden untuk menerapkan protokol kesehatan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Yuriszky . bahwa faktor kepatuhan protokol kesehatan terhadap pencegahan Covid-19 pada remaja di kota Tangerang . Demikian juga dengan Penelitian Fausi . menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada remaja dimasa dimasa pandemi COVID-19 di RW 08 Mlajah Bangkalan . Penelitian lainnya oleh (Nur'Adni. A, 2. menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan penerapan protokol kesehatan pada masyarakat di Kecamatan Nuha. Kabupaten Luwu Timur. Pentingnya siswa tetap menerapkan protokol kesehatan karena hingga saat ini pemerintah belum mencabut status pandemi di Indonesia, hal ini tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 bail di sekolah maupun dimasyarakat . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penenilitan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penerapan prokes pada siswa SMPN 29 Samarinda Utara, dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor jenis kelamin, pengetahuan dan dukungan keluarga ada hubungan dengan perilaku penerapan Prokes Covid-19 sedangkan Faktor perolehan informasi dan vaksinasi tidak berhubungan dengan penerapan perilaku protokol kesehatan Covid-19. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak sekolah tetap memberikan dukungan kepada siswa untuk displin menerapkan prokes Covid-19. Ade NurAyAdni . Diterminan Penerapan Protokol Kesehatan pada Masyarakat Kecamatan Nuha. Kab. Luwu Timur di masa New Normal Pandemi Covid-19 Tahun 2021,http://repositori. uin-alauddin. Aris Al Fausi . Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Remaja Dimasa Pandemi Covid-19, http://repository. Asrori. Psikologi Pendidikan Pendekatan MultidisiplinerAy. Banyu Mas Jateng. CV. Pena Persada Azwar. Sikap Manusia Teori Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Covid-19. Kuesinoer Survei Perilaku Masyarakat dimasa Pandemi Covid-19, https://covid19. id/assets/doc/KuesionerSurvei-Perilaku-Masyarakat-PadaMasa-Pandemi-2021. Covid19. Kepatuhan masyarakat dalam Protokol kesehatan https://covid19. id/p/protokol/protokol -tatalaksana-covid-19-di-indonesia Covid-19 . Angka Kasus Covid-19 Samarinda https://corona. Covid19. Buku Saku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, https://covid19. id/artikel/2021/12/23/ buku-saku-panduan-penyelenggaraan- pembelajaran-di-masa-pandemi-covid19 Dhonna Anggraini & C. Safitri, 2020. Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Covid-19 Dengan Kepatuhan Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Masa New Normal, https://ejournal. id/in php/HM/article/view/662/669 d Devi Pramita & Nabila , 2020. Hubungan dengan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit Ngronggah, https://ojs. id/index. php/infokes/a rticle/view/850 Setianingsih. Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19 Pada Remaja Di Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen Farich. WT Wahyudi. C Ernita . Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Siswa Di SMPN 13 Pesawaran, http://w. id/inde php/manuju/article/view/4744 Setaningsih. YY Rusyani. Sahati, . Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap protokol Kesehatan dengan perilaku pencegahan penularan Coci-19 Siswa SMA negeri 1 Plampang Sumbawa Besar Provinsi NTB, https://scholar. id/citations?vi ew_op=view_citation&hl=id&user=pdS G1JkaJ&citation_for_view=pdSG1 JkaJ:W7OEmFMy1HYC. Gunadi . Omicron Meski Ringan Jangan UGM, https://ugm. id/id/berita/22254omicron-meski-ringan-jangan-abai/ Hikmah. Rosyidah. Kartika Adyani Hubungan Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Tingkat Kepatuhan Anak Remaja Menjalankan Protokol Kesehatan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Voume 12 Nomor 3 Tahun Hutapea. P & Hutapea. L . Tingkat Kepatuhan Mahasiswa/I Yang Sudah Divaksin Dalam Melaksanakan Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Covid. Jurnal Peneleitian Perawat Profesional Kemenkes RI, 2021. Protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. DAFTAR PUSTAKA