JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 129 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X IPA SMA Negeri 3 Gowa Erna Fitriani Pertiwi Prodi D3 Kebidanan Fakultas KeperawatanUniversitas Indonesia Timur Jl. Abd. Kadir No. 70 Makassar, 90224 Indonesia E-mail: ernhafitriani@gmail. Abstrak Ae Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Gowa kelas X MIA 5 bertujuan untuk . mengetahui besarnya hasil belajar fisika peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing . mengetahui besarnya hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing . mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terimbing. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik berjumlah 308 peserta didik dengan sampel sebanyak 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari 30 soal dalam bentuk pilihan ganda yang telah divalidasi oleh dua orang validator. Analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar fisika sebelum diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 11,93 dan setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 23,61. Analisis N-Gain yang diperolah sebesar 0,64 yang berada pada kategori sedang. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik. Kata kunci: Hasil Belajar. Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Abstract Ae This research is about experimental pre-experiment with one-group pretest-posttest design implemented in SMA Negeri 3 Gowa class X MIA 5, objective of the research are . know the amount of studentsAo physics learning outcomes before applied learning model of guided inquiry teaching . know the magnitude studentsAo physics learning outcomes after applied learning model of guided inquiry teaching . know the amount of improvement of studentsAo physics learning outcomes after applied model of guided inquiry teaching. The population in this study is all students amounted to 308 students with a sample of 35 students. Technique of data collection used is a learning result test consisting of 30 questions in the form of multiple choice that has been validated by two validators. The result on this study, descriptive analysis showed the average value of physics learning outcomes before being taught using a guided inquiry teaching model of 11. 93 and after being taught using a guided inquiry teaching model of 23. The obtained N-Gain analysis of 0. 64 is in the medium category. Based on the results, concluded that the model of guided inquiry teaching can improve studentsAo physics learning outcomes Keywords: Learning Outcomes. Guided Inkuiri Teaching PENDAHULUAN yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia oleh karena itu Pendidikan merupakan suatu pengaruh untuk bangsa menjadi lebih maju dan Pendidikan mempunyai peran pendidikan selalu diharapkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 130 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Namun dihadapi saat ini adalah rendahnya kualitas dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Salah satu faktor rendahnya Model pembelajaran inkuiri terbimbing kualitas pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang kurang efektif khususnya permasalahan peserta didik dalam proses pembelajaran fisika, karena model ini dapat didominasi oleh pembelajaran yang berpusat membentuk dan mengembangkan konsep pada guru selain itu kurangnya keaktifan dasar dan penguasaan keterampilan peserta peserta didik dalam proses pembelajaran dan didik, mendorong peserta didik untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, jujur dan terbuka selain itu situasi dalam proses belajar menjadi lebih aktif, dan memberi kebebasan belajar yang diperoleh tidak maksimal atau peserta didik untuk belajar sendiri. rendahnya hasil belajar. Hasil belajar bukan Berdasarkan uraian di atas, penulis hanya berupa penguasaan pengetahuan saja tertarik untuk melakukan penelitian tentang tetapi juga kecakapan dan keterampilan AuPenerapan dalam melihat, menganalisis, memecahkan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 3 GowaAy. Berdasarkan Berdasarkan latar belakang diatas maka wawancara awal dengan salah satu guru rumusan masalahnya yaitu seberapa besar fisika yang mengajar di kelas X SMA Negeri peningkatan hasil belajar fisika peserta didik 3 Gowa mengatakan bahwa hasil belajar kelas X SMA Negeri 3 Gowa setelah fisika peserta didik masih belum seperti yang diharapkan, dilihat dari nilai rata-rata ujian inkuiri terbimbing? Inkuiri Model Pembelajaran Kriteria Dari rumusan masalah diatas maka. Ketuntasan Maksimal (KKM). Dari data yang tujuan yang akan dicapai yaitu untuk diperoleh, nilai rata-rata ujian semester genap kelas X yaitu 65, kurang dari 50% siswa yang belajar fisika peserta didik kelas X SMA memenuhi kriteria ketuntasan minimal yaitu Negeri 3 Gowa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar II. LANDASAN TEORI fisika peserta didik masih rendah. Salah berbagai masalah yang terjadi di SMA Negeri 3 Gowa dalam proses pembelajaran adalah Hasil Belajar Hasil belajar yang dikemukakan oleh Sudjana (Syam, 2017:. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 131 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 kemampuan-kemampuan Peserta konsep dimana siswa merancang sendiri dipengaruhi hasil belajar adalah intelegensi prosedur percobaan sehingga peran siswa dan penguasaan anak tentang materi yang lebih dominan, sedangkan guru membimbing dipelajari, adanya kesempatan yang diberikan siswa kearah yang tepat/benar (Sukma, dkk, 2016:. Pendapat Pendekatan inkuiri terbimbing yaitu diungkapkan Gagne dan Driscoll (Syam, pendekatan dimana guru membimbing siswa Hal-hal pengajaran yang menekankan pada proses 2017:. kemampuan-kemampuan mengemukakan hasil belajar pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu dimiliki peserta didik akibat perbuatan diskusi dan guru juga dapatt memberikan belajar dan dapat diamati melalui penampilan penjelasan-penjelasan seperlunya pada saat peserta didik. Berdasarkan pendapat sudjana dan Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan Gagne dan Driscoll, maka dapat ditarik suatu tahap-tahap kesimpulan bahwa hasil belajar adalah suatu Dalam sebagian besar perencanaan dibuat guru dan mendapatkan atau memperoleh pengetahuan peserta didik tidak merumuskan pemasalahan dari pengalaman, materi yang dikuasainya (Erikanto, 2016:. ataupun dari aspek-aspek lainnya. Model Pembelajaran Model pembelajaran inkuri terbimbing Inkuiri yang didalamnya terdapat kelompok belajar Terbimbing akan mendorong berlangsungnya scaffolding. Inkuiri terbimbing merupakan model Piaget dan Vigotsky (Wulanningsih,dkk,: pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil 2012 : . menekankan hakikat sosial dari belajar, yaitu menggunakan kelompok belajar menemukan sendiri konsep-konsep fisika akan membuat materi tersebut lebih lama tersimpan dalam ingatan siswa. Pada inkuiri interaksi dengan teman sebaya yang lebih terbimbing peran siswa lebih dominan dan mampu dalam kelompok belajar. Siswa secara bertahap memperoleh keahlian dalam mengarahkan dan membimbing siswa kearah interaksinya dengan ahli, yaitu guru atau yang tepat/benar (Sukma, dkk, 2016:. teman sebaya yang paling tahu, sehingga Model pembelajaran inkuiri terbimbing . uided Siswa berbeda-beda melalui proses scaffolding diharapkan dapat memperkecil kesenjangan prestasi belajar JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 132 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 antara siswa berkemampuan akademik tinggi bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka. Beberapa hal yang menjadi ciri utama Pertama, inkuiri terbimbing menekankan Dalam proses pembelajaran, siswa tidak Adapun inkuiri yang dikemukakan oleh Roestiyah (Utami,2017: . adalah sebagai berikut: Memberi kebebasan siswa untuk belajar kelebihan-kelebihan Dapat kecakapan individu. sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Situasi proses belajar menjadi lebih mereka berperan untuk menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan. Memberikan kepuasan yang bersifat hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasa guru secara verbal, tetapi Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesis sendiri. pada aktivitas siswa sebagai subjek belajar. Mendorong siswa untuk berpikir dan Dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional. Dapat memberikan waktu pada siswa Dapat membentuk dan mengembangkan Auself conceptAy pada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep Ada dasar dan ide-ide yang lebih baik. Membantu dan menggunakan ingatan diadaptasi dari Sukma . dapat dilihat dan transfer pada situasi proses belajar pada tabel 1: yang baru. Tabel 1. Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Tahapan Pembelajaran Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Identifikasi dan mengajukan Mendefinisikan sifat dan penetapan ruang lingkup dipecahkan Parameter masalah. untuk diselidiki Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk curah pendapat (Brainstror. dalam Siswa Membuat hipotesis membentuk Guru (Brainstror. relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 133 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Brainstorm Guru Merancang Percobaan . urah alternatif prosedur dan Memilih . angkah-langkah Memilih alat dan bahan yang dibutuhkan dengan Mengimplementasikan memecahkan masalah. Menggunakan menganalisis informasi Melakukan Berkomunikasi bekerja sama dengan Membuat Mengolah terkumpul dalam bentuk grafik dan tabel. Membuat pola-pola dan hubungan dalam data. Menarik kesempatan kepada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru siswa mengurutkan langkahlangkah percobaan. Mendorong peserta didik untuk memilih dengan tepat alat c. dan bahan yang diperlukan Membimbing peserta didik dalam melakukan investigasi. Melakukan jawab individu para anggota data/informasi . Mengarahkan didik memanfaatkan sumber daya informasi untuk pemecahan masalah Interpretasi data dan Membimbing kesimpulan . membuat kesimpulan Membimbing cara peserta didik Mengkomunikasikan hasil Mengkomunikasikan percobaan . temuan penyelidikan dan penjelasannya Artinya Kerangka Pikir Belajar adalah suatu proses usaha yang belajar adalah perubahan tingkah laku yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara sikap bahkan segenap aspek pribadi. keseluruhan, sebagai hasil pengalamanya Fisika merupakan mata pelajaran IPA yang berkaitan dengan cara mencari tahu JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 134 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 tentang alam secara sistematis dan bukan hanya belajar kumpulan pengetahuan konsepkonsep dan prinsip saja tetapi belajar fisika juga merupakan penemuan. Belajar fisika menekankan pada pemberian pengalaman sejumlah keterampilan dalam menggali alam sekitar dan memahaminya. Salah satu alternatif tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing . uided inquir. Model merupakan salah satu model pembelajaran inkuiri yang mengharuskan peserta didik investigasi/penyelidikan Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir berdasarkan permasalahan yang diajukan guru memfasilitasi membimbing dalam kegiatan penyelidikan yang dirancangnya pertanyaan atau masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan, melalui proses ini dapat membiasakan diri siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berpusat pada Dengan Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X 3 SMA Negeri 3 Gowa Dalam inkuiri terbimbing ini terdapat proses-proses i. METODE PENELITIAN Tahun Ajaran 2017/2018 yang berjumlah 35 peserta didik. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variable terikat, sebagai berikut: pembelajaran inkuiri terbimbing, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar fisika. Didalam penelitian pra-eksperimen dengan desain Pre-test and Post-test Group dengan pola. meningkatkan hasil belajar peserta didik. Untuk bagang kerangka pikir, yaitu yaya ya yaya Keterangan: O1= Nilai pre-test sebelum diajar dengan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 135 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 O2= Nilai post-test setelah diajar dengan X = Perlakuan yang diberikan Kemudian sebelum digunakan sebagai tes hasil belajar, menentukan validitas dan realibilitas tes. Data utama yaitu tentang skor hasil belajar fisika. Selanjutnya, data tentang hasil IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Deskriptif Analisis deskriptif hasil belajar Fisika Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X MIA 5 SMA Negeri 3 Gowa dapat dilihat pada Tabel 3: skor akhir dan skor awa. N-gain diperoleh Tabel 3. Analisis Deskriptif Skor Peserta Didik Kelas X MIA 5 SMA Negeri 3 Gowa Tahun Ajaran 2017/2018 pada Saat Pretest Dan Postest Skor Skor Statistik (Pretes. (Postte. Jumlah peserta didik Skor ideal Skor tertinggi Skor terendah Skor rata-rata 11,93 23,61 Styndar deviasi 2,97 2,74 Variansi 8,84 7,52 Data Primer Terolah . dari skor post-test dikurangi dengan skor pre- Tabel 3 menunjukkan skor pretest, skor Standard gain dapat dihitung dengan rata-rata peseta didik kelas X MIA 3 SMA menggunakan rumus berikut: Negeri 3 Gowa Tahun Ajaran 2017/2018 statistik deskriptif karena dalam penelitian ini untuk mengetahui besarnya hasil belajar fisika sebelum dan setelah diajar model pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian yang diperoleh terdiri atas data awal dan data akhir kemudian dijelaskan dengan nilai N-gain . elisih antara ycyycuycycycyceycyc ycycaycuycyceOe ycyycyce ycyceycyc ycycaycuycyce yci= . ycoycaycuycnycoycyco ycyycuycycycnycaycoyce ycycaycuycyceOeycyycyce ycyceycyc ycycaycuycyce terhadap materi kinematika gerak kurus dan Dengan kriteria interpretasi indeks gain, gerak parabola adalah sebesar 11,93 dari skor Tabel 2. Kriteria Indeks Gain Indeks Gain Kriteria g > 0,70 Tinggi 0,70 Ou g Ou 0,30 Sedang 0,30 Ou g Rendah Skor tertinggi yang diperoleh peserta didik adalah 16 dari skor ideal yaitu 30 dan skor terendah adalah 6 dari skor 0 yang mungkin dicapai. Standar deviasi yang diperoleh adalah 2,97 dan variansinya adalah 8,84. Sedangkan skor posttest me-nunjukkan bahwa skor rata-rata peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 3 Gowa Tahun Ajaran 2017/2018 terhadap materi kinematika gerak JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 136 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 lurus dan gerak parabola adalah sebesar hasil belajar Fisika untuk setiap peserta didik 23,61 dari skor ideal. Skor tertinggi yang pada penerapan model pembelajaran inkuiri diperoleh peserta didik adalah 27 dari skor terbimbing digunakan persamaan N-Gain. ideal 30 dan skor terendah adalah 16 dari Hasil analsis tersebut dapat dilihat pada tabel skor 0 yang mungkin dicapai. Standar deviasi di bawah ini. yang diperoleh adalah 2,74 dan variansinya Distribusi frekuensi dan persentase hasil adalah 7,52. belajar berdasarkan hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. Analisis (Uji N-Gai. Untuk menentukan kategori peningkatan hasil belajar Fisika peserta didik. Peningkatan Tabel 4. Distribusi dan Persentase Perolehan Gain Ternormalisasi Peserta Didik Kriteria Tinggi Sedang Rendah Indeks Gain g > 0,70 0,70 Ou g Ou 0,30 0,30 Ou g Jumlah Frekuensi Tabel 4 menunjukkan bahwa 6 peserta didik memenuhi kriteria tinggi, 27 peserta Persentase (%) Rata-Rata 0,64 Data Primer Terolah . dengan pretest dan pada tahap akhir diberikan tes akhir yang disebut dengan postest. didik memenuhi kriteria sedang, dan 2 orang Sebelum memberikan postest yang yang memenuhi kriteria rendah. Terlihat juga dilakukan adalah memberikan perlakuan bahwa peserta didik kelas XI MIA 5 SMA terhadap responden atau subjek penelitian Negeri 3 Gowa tahun ajaran 2017/2018 berupa pembahasan materi yang dijadikan memiliki Skor rata-rata gain ternormalisasi acuan penelitian yaitu materi kinematika gerak lurus dan gerak parabola dengan 0,64 menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Pembahasan Jenis Berdasarkan hasil analisis data dengan teksperimental desain, penelitian ini belum umum dapat dibandingkan skor rata-rata pada . ungguh-sunggu. pretest dan pada postest, skor hasil belajar terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. fisika peserta didik SMA Negeri 3 Gowa. Dengan demikian hasil perlakuan dapat Sebelum diterapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada peserta didik sebesar membandingkan dengan keadaan sebelum 11,93 dan standar deviasi 2,97 tetapi setelah dilakukan tes awal yang disebut Inkuiri JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 137 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Terbimbing skor rata-rata peserta didik pengetahuan peserta didik dengan konsep sebesar 23,61 dan standar deviasi 2,74. Hal yang akan dipelajari serta menstimulus ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan peserta didik dengan memberikan pertanyaan hasil belajar fisika pseserta didik setelah yang berhubungan dengan konsep, tahap kedua merumuskan masalah dimana peserta Terbimbing. didik melakukan perumusan masalah sesuai Selanjutnya pada hasil analisis uji N-Gain di ilustrasi yang diberikan, kemudian dari peroleh peningkatan hasil belajar fisika perumusan masalah tersebut peserta didik peserta didik dalam kategori sedang secara merumuskan hipotesis dari rumusan masalah individual dari 35 peserta didik terdapat 6 ini merupakan tahap ketiga, tahap keempat peserta didik atau . %) yang memperoleh peserta didik melakukan menyelidikan atau kategori tinggi dan 27 peserta didik atau mengumpulkan data, tahap lima peserta didik . %) yang memperoleh kategori sedang dan mengolah data dan tahap terakhir adalah 2 peserta didik atau . %) yang memperoleh peserta didik menarik suatu kesimpulan kategori rendah. tentang informasi yang telah didapatkannya Inkuiri Adapun skor rata-rata analisis uji N-Gain adalah 0,64 yang kategori dari penyelidikan tersebut. AusedangAy. Peningkatan hasil belajar peserta didik PENUTUP Kesimpulan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dikemukakan oleh sudjana . bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai adanya perubahan Berdasarkan hasil data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: pada diri seseorang, sebagai hasil dari proses diterapkan model pembelajaran inkuiri belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai terbimbing pada peserta didik kelas X bentuk seperti pengetahuan, pemahaman. MIA 5 SMA Negeri 3 Gowa tahun sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Model inkuiri terbimbing merupakan alternative untuk mengefektifkan peserta didik, pada model inkuiri terbimbing ini memiliki lima tahapan yang pertama tahap orientasi dimana pada tahap ini menggali Hasil belajar peserta didik sebelum 2017/2018 rata-rata 11,93. Hasil belajar peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 3 Gowa tahun 23,61. 2017/2018 rata-rata JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 138 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Hasil belajar peserta didik kelas X MIA untuk meningkatkan hasil belajar peserta 5 SMA Negeri 3 Gowa yang diajar inkuiri terbimbing. pada skor rata-rata posttest yang kita . rata yang diperoleh pada pretest dan dengan perhitngan N-Gain berada pada kategori sedang. Saran Sehubungan dengan hasil yang diperoleh mengajukan saran sebagai berikut: Bagi guru, agar penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan untuk dapat . mengembangkan model-model mengajar PUSTAKA